ANALISIS PENERAPAN PEMANFAATAN RUANG
TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN MEDAN
MARELAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada
Jurusan Pendidikan Geografi
OLEH :
NURPITA MULIANI PURBA NIM. 309431018
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
vi
ABSTRAK
Nurpita Muliani Purba, NIM: 309431018. Analisis Penerapan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kecamatan Medan Marelan, Skripsi,
Medan: Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan.
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu: (1) mengetahui luas dan rencana pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sesuai dengan aturan dan (2) mengetahui penyebab pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kurang berhasil.
Penelitian ini berlokasi di Kota Medan, Kecamatan Medan Marelan. Sasaran penelitian adalah Kecamatan Medan Marelan yang tersebar di enam (6) kelurahan yaitu, Tanah Enam Ratus, Rengas Pulau, Terjun, Paya Pasir, Labuhan Deli. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan pelaksanaan Ruang Terbuka Hijau yang terdiri dari fungsi RTH yaitu, Pengaman keberadaan kawasan lindung perkotaan; Pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air, dan udara; Tempat perlindungan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati; Pengendali tata air; dan Sarana estetika kota, serta bagaimana Penerapan RTH di Kecamatan Medan Marelan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Moleong (2000) mengemukakan bahwa kualitatif menyajikan secara langsung hakikat antara peneliti dan responden. Untuk memperoleh data maka tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Observasi/pengamatan; (2)Wawancara; dan (3)Dokumentasi.
iii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan berkat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan judul “Analisis Penerapan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Medan
Marelan”. Adapun tujuan skripsi ini dibuat adalah sebagai kelengkapan tugas dalam memenuhi salah satu persyaratan gna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan
Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
Sebagaimana biasa di dalam peneulisan skripsi, penulis banyak mengalami rintangan
karena keterbatasan pengetahuan serta literatur yang menunjang topik ini, namun berkat
bantuan dan motivasi dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
ini dengan baik. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan beserta stafnya.
Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial beserta stafnya.
Bapak Drs. Ali Nurman, M.Si selaku ketua jurusan yang telah banyak membimbing selama mengikuti studi di Jurusan Pendidikan Geografi.
Ibu Dra. Tumiar Sidauruk, M.Si selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Geografi
Bapak Dr. Darwin P Lubis S.Si,M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan banyak waktu dan pemikiran dalam menyelesaikan penyusunan dan
penulisan skripsi ini
Ibu Dra Elfayetti M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik yag telah membimbing selama perkuliahan.
Bapak dan Ibu Dosen di Jurusan Pendidikan Geografi yang telah memberikan banyak ilmu pengetahuan kepada penulis beserta Bapak siagian.
iv
Teristimewa kepada Ayahanda Berensius Purba dan Ibunda Ernauli Saragih Simarmata yang telah memberikan banyak doa, pengorbanan, motivasi serta dukungan sehigga
penulis dapat menjalani pendidikan untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan.
Buat Kakanda Hotnelina Purba dan Suami serta Adinda jamah Helinson Purba yang selalu memberi motivasi dan dukungan.
Buat Suami tersayang dan si kecilku Gabriel Sitohang, terimakasih sudah menyemangatiku selama ini,
Buat teman-teman B. Reguler 2009 yang telah memberi semangat dan motivasi, buat Sahabat Sahabat ku Mian e, Lisa e, Narti e, eva e, Lina e, Tio e, Andi eko, mikael,
Terimakasih juga kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang telah membantu penyelesaian skripsi ini.
Akhir kata penulis ucapkan banyak terimakasih pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari skripsi ini belum sempurna, untuk itu penulis
masih mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak khususnya
mahasiswa pendidikan geografi, FIS UNIMED.Semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi
semua pembaca.
Medan, Juni 2016 Penulis
vii
DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING i
LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional 21
viii BAB IV DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN
A. Keadaan Fisik 24
B. Keadaan Non Fisik 26
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 34
B. Pembahasan 54
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 55
B. Saran 55
DAFTAR PUSTAKA 59
ix
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal
1. Jenis Penggunaan Lahan di Kecamatan Medan Marelan 2012 26
2. Komposisi Penduduk Menurut Luas Wilayah, Jumlah Penduduk
dan Kepadatan di Kecamatan Medan Marelan Tahun 2013 27 3. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Kecamatan
Medan Marelan Tahun 2012 28
4. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Penduduk di
Kecamatan Medan Marelan 29
5. Jumlah Lembaga Pendidikan di Kecamatan Medan Marelan tahun 2012 30
6. Sarana Kesehatan di Medan Marelan 31
7. Jumlah Lapangan Olahraga di Kecamatan Medan Marelan Tahun 2012 31
x
DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal.
xi
DAFTAR LAMPIRAN
No. Uraian Hal.
1. DaftarWawancara ... 61
2. PetaKecamatan Medan Marelan ... 62
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permintaan akan pemanfaatan lahan kota yang terus tumbuh dan bersifat
akseleratif untuk pembangunan berbagai fasilitas perkotaan, termasuk kemajuan
teknologi, industri dan transportasi serta pemukiman. Selain sering mengubah
konfigurasi alami lahan/bentang alam perkotaan juga menyita lahan-lahan tersebut
untuk berbagai bentukan Ruang Terbuka lainnya, kedua hal ini umumnya
merugikan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sering dianggap sebagai
lahan cadangan dan tidak ekonomis. Di lain pihak, kemajuan alat dan
pertumbuhan jalur transportasi dan sistem utilitas sebagai bagian dari peningkatan
kesejahteraan warga kota, juga telah menambah jumlah bahan-bahan pencemar
dan telah menimbulkan berbagai ketidaknyamanan di lingkungan perkotaan,
untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan Ruang
Terbuka Hijau sebagai suatu teknik yang relatif lebih murah, aman, sehat dan
menyamankan.
Menurunnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik yang ada di
perkotaan, baik berupa ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau telah
mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan seperti seringnya
terjadi banjir di perkotaan, tingginya polusi udara, dan meningkatnya kerawanan
sosial (kriminalitas dan krisis sosial), menurunnya produktivitas masyarakat
akibat stres karena terbatasnya ruang publik yang tersedia untuk interaksi
2
penataan ruang kawasan perkotaan yang memilki manfaat kehidupan yang sangat
tinggi, tidak saja dapat menjaga dan mempertahankan kualitas lingkungan tapi
juga dapat menjadi nilai kebanggan identitas kota. Pentingnya keberadaan Ruang
Terbuka Hijau perkotaan ditunjukkan oleh adanya kesepakatan dalam Konfrensi
Tingkat Tinggi (KTT) Bumi di Rio De Jeneirio, Brasil (1992) dan dipertegas lagi
pada KTT Johannesburg, Afrika Selatan (2002) yang menyatakan bahwa sebuah
kota idealnya memiliki luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30% dari total
luas kota, di samping itu, sejumlah peraturan perundangan yang bersifat nasional
maupun local mengatur hal-hal yang terkait dengan pengelolaan Ruang Terbuka
Hijau (RTH) sehingga biasa menjadi dasar pijakan pemerintah kota dalam
mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kecamatan Medan Marelan adalah salah satu dari 21 kecamatan di kota
Medan,Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Medan Marelan berbatasan dengan
Kabupaten Deli Serdang di sebelah barat, Medan Labuhan di timur, Medan
Helvetia di selatan, dan Medan Belawan di utara. Pada tahun 2011, kecamatan ini
mempunyai penduduk sebesar 140.414 jiwa. Luasnya adalah 44,47 km² dan
kepadatan penduduknya adalah 3157,50 jiwa/km².
Peraturan perundangan tersebut mulai dari Undang-Undang yang bersifat
payung seperti Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang
Terbuka Hijau (RTH) hingga peraturan pelaksanaannya berupa Keputusan
Menteri atau Peraturan Menteri, antara lain instruksi Mendagri No. 14 Tahun
1988 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan, Peraturan
3
(RTH), Kepres No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Hutan Lindung,
Kepmen LH No. 197 Tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang LH
di Daerah Kabupaten dan Kota serta beberapa Peraturan Perundangan lainnya
yang keseluruhannya memuat fungsi, kriteria, jenis, pengelolaan, standar luas
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan berbagai hal yang terkait dengan Ruang Terbuka
Hijau perkotaan.
Kota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara dan juga
pintu gerbang Indonesia bagian Barat dengan jumlah penduduk 2.117.224 jiwa
dengan luas wilayah 26.510 Ha (BPS 2011) dimana perkembangan hutan kota di
Medan dimulai sejak tahun 1980 yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan
taman, jalur hijau, kebun dan perkarangan serta hutan kota. Hutan kota sendiri
merupakan kawasan di dalam kota yang didominasi oleh berbagai jenis pohon
yang berfungsi sebagai paru-paru kota dan juga sebagai plestarian berbagai jenis
tumbuhan yang habitatnya dibiarkan tumbuh secara alami (Dinas Pertamanan
Kota Medan, 2003). Sebagai sebuah kota, ia mewadahi berbagai fungsi, yaitu,
sebagai pusat administrasi pemerintahan, pusat industri, pusat jasa pelayanan
keuangan, pusat komunikasi, pusat akomodasi kepariwisataan, serta berbagai
pusat perdagangan regional dan internasional.Peraturan Perundangan yang ada
tersebut dikeluarkan oleh berbagai sektor antara lain : Sektor Tata Ruang,
Pekerjaan Umum, Kehutanan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup. Hal ini
memberikan gambaran betapa RTH sesungguhnya berkaitan erat dengan berbagai
aspek pembangunan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat kota sehingga
sangat beralasan jika pengelolaannya diatur dalam berbagai peraturan
4
mengadakan penelitian berjudul : Analisis Penerapan Pemanfaatan Ruang
Terbuka Hijau Di Kecamatan Medan Marelan.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka yang menjadi identifikasi masalah
dalam penelitian ini adalah :
1. Persoalan penataan ruang terbuka di daerah perkotaan dihadapkan pada
terbatasnya ruang terbuka yang ada.
2. Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota apakah sudah berhasil atau
tidak .
C. Pembatasan Masalah
Pada penelitian ini peneliti membatasi objek penelitian agar lebih terarah,
maka penulis membatasi Penerapan pelaksanaan RTH di Kecamatan Medan
Marelan yang terdiri atas ; Luas RTH sudah sesuai dengan dengan aturan yang
ada dan apa yang menyebabkan pengelolaan RTH kurang berhasil .
D. Rumusan Masalah
1. Apakah luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan rencana pengembangan
Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah sesuai dengan aturan yang ada di
Kecamatan Medan Marelan.
2. Apakah yang menyebabkan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
5
E. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui kesesuaian luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan rencana
pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan aturan yang ada di
Kecamatan Medan Marelan.
2. Mengetahui penyebab Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kurang
berhasil di Kecamatan Medan Marelan.
F. Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan
memperluas wawasan keilmuan khususnya dalam kajian
pelaksanaan/pengelolaan Ruang Terbuka Hijau.
2. Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
atau rekomendasi kepada Pemerintah Kecamatan Medan Marelan
khususnya kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup
Daerah dalam hal perbaikan kualitas lingkungan khususnya dalam
mengefektifkan pelaksanaan/pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di
Kecamatan Medan Marelan.
3. Memberikan masukan pada berbagai pihak akan pentingnya keberadaan
Ruang Terbuka Hijau sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penataan
55 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan analisis penerapan
pemanfaatan ruang terbuka hijau di Kecamatan Medan Marelan, maka dapat
diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Medan
Marelan berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan belum sesuai
standar Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
Terbuka Hijau, masih perlu ditingkatkan pengelolaannya baik dari segi
penanganan media tumbuh, jenis tanaman, pengaman tanaman. Masih
banyaknya Ruang Terbuka yang belum dihijaukan (84,6%) sehingga
suasana panas masih terasa di 5 (lima) kelurahan contoh.
2. Kegagalan/kurangberhasilnya pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di
Kecamatan Medan Marelan khususnya di 5 (lima) kelurahan contoh
disebabkan oleh sistem yang tidak melibatkan peran aktif masyarakat.
B. Saran
1. Strategi peningkatan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di
Kecamatan Medan Marelan adalah dengan melibatkan masyarakat mulai
dari penentuan jenis tanaman sampai pada pemeliharaan, demikian juga
penegakan hukum dan peran pemerintah mulai dari pemerintah kabupaten
56
kepada instansi terkait, aparat pemerintah mulai dari tingkat RT/RW dan
masyarakat agar satu persepsi dalam pengelolaan RTH melalui
koordinator serta partisipasinya.
2. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat bermanfaat bagi masyarakat dan
lingkungannya untuk itu diharapkan setiap pelaksanaan pembangunan
senantiasa memperhatikan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
dengan cara menyisihkan ruang terbuka untuk setiap bangunan maupun
sejenisnya yang terkait dengan pemanfaatan ruang.
3. Perlunya dilakukan pemeliharaan lanjutan dimana klasifikasi Ruang
Terbuka Hijau (RTH) tidak hanya dilakukan berdasarkan peraturan
perundangan, tapi lebih memperhatikan kualitas dan fungsi ekologis
59
DAFTAR PUSTAKA
Akbari, H.S.D. Davis, S. Dorsano, J. Huang, and S. Winnet, eds. 1992.Cooling
OurCommunities. A. Guidebook On Tree Planting And Light-Colored Surfacint. U.S.
EPA & Lawrence Berkeley Laboratory Report LBL-31587. Berkeley.CA.
Anonim. 2002. Integrasi Teknik Interpretasi Visual Citra Landsat 7 ETM+
Anonimous, 1992. Daya Dukung Lingkungan dan Komunikasi Massa dalam Pembangunan Berkelanjutan
Aca Sugandhy, 2000, Penataan Ruang dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup .
Dahlan, E.N. 1992. Hutan Kota untuk Pengelolaan dan Peningkatan Kualitas
LingkunganHidup.Asosiasi Pengusaha Hutan. Bogor.
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007.Penataan Ruang Terbuka
Hijau Kawasan Perkotaan.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, 2008. Pedoman Penyediaan dan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan No. 05/PRT/M Tahun 2008
Purnomohadi N, 2001. Pengelolaan RTH dalam Tatanan Program BANGUNPRAJA Lingkungan Perkotaan yang Lestari di NKRI. Jurnal Widyaiswara LH, Bidang Managemen SDA dan Lingkungan. KLH
Sadyohutomo Mulyono, 2009. Manajemen Kota dan Wilayah
Sumarmi, 2006.Upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
RTH. NaskahPidato Pengukuhan Guru Besar UM. Malang.
Undang-undang No. 26 Tahun 2007.Tentang Penataan Ruang.