• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBIJAKAN PEMBELAJARAN"

Copied!
373
0
0

Teks penuh

(1)

1

2016

KEBIJAKAN

PEMBELAJARAN

(2)

2

KEBIJAKAN 4

(3)

3

DOKUMEN KEBIJAKAN SISTEM PEMBELAJARAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

DKP-IV/LPMAI LPMAI 16

Revisi Ke-1 Tanggal DOKUMEN KEBIJAKAN PEMBELAJARAN

DKP-IV/LPMAI

Disetujui

(4)

4

DOKUMEN KEBIJAKAN PEMBELAJARAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

DKP-IV/LPMAI LPMAI 16

Disusun Lembaga Penjaminan Mutu & Audit Internal Diperiksa Pembantu Rektor 1

SK Penetapan Tanggal Penetapan

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

2016

(5)

5

1. Visi dan Misi Universitas Visi

1. Menjadi Universitas Scientiarum, untuk pembentukan persekutuan pengetahuan tingkat tinggi, yang terikat kepada pengajaran kebenaran (alethea) berdasarkan pada realisme Alkitabiah.

2. Menjadi Universitas Magistroum et Scholarium untuk pembentukan minoritas yang berdaya cipta (creative minority) bagi pembangunan dan pembaharuan masyarakat dan negara Indonesia.

3. Menjadi pembina kepemimpinan untuk berbagai jabatan dalam masyarakat (termasuk gereja) yang sedang membangun.

4. Menjadi radar dalam situasi perubahan kebudayaan, politik, moral dan rohaniah, yang mensinyalir, mencatat, dan mengikuti perubahan-perubahan itu untuk bahan pembelajaran dan penelitian.

5. Menjadi pelayan dan lembaga pendidikan pelayanan (diakonia), sepanjang masa mencakup kritik yang konstruktif serta informatif kepada gereja dan masyarakat terhadap keadaan masyarakat dimana masih terdapat kemiskinan, ketidakadilan, ketidakbenaran, dan ketidakdamaian.

Misi

1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Pendidikan dan pengajaran tinggi, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

2. Melaksanakan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia, yang berarti bahwa hidup dan kegiatan-kegiatannya pada satu pihak mempunyai motivasi dan merupakan bentuk perwujudan Iman Kristen yang Oikumenis dan pada pihak lain menjawab secara tepat dan bertanggung jawab situasi sosiokultural/multikultural dan kebutuhan bangsa serta negara Republik Indonesia.

3. Mendorong dan mengembangkan sikap serta pemikiran yang kritis –prinsipal dan kreatif – realistis, berdasarkan kepekaan hati nurani yang luhur dan dibimbing oleh Firman Allah.

4. Mewujudkan pusat pemikiran dan pengalaman untuk pembinaan kehidupan yang adil, bebas, tertib serta sejahtera.

5. Mencari dan mengusahakan terdapatnya hubungan yang bermakna antara iman Kristen dengan berbagai bidang ilmu dan kegiatan atau pelayanan.

6. Mengusahakan terbentuknya dan membina angkatan-angkatan pemimpin masyarakat yang selain diperlengkapi dengan bekal ilmu pengetahuan dan kepakaran di bidang tertentu, juga memiliki kesadaran pengabdian yang tinggi kepada masyarakat.

(6)

6

2. Deskripsi Umum Kebijakan Pembelajaran UKSW

Salah satu misi yang hendak dicapai oleh UKSW adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah pendidikan dan pengajaran tinggi. Secara konkrit pendidikan dan pengajaran dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar ( UU no 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi). Kebijakan pembelajaran di UKSW dirumuskan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomer 44 tahun 2016 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang mencakup standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pembelajaran, pengelolaan pembelajaran serta pembiayaan pembelajaran.

Kebijakan pembelajaran dilengkapi dengan standar mutu pembelajaran yang merupakan ukuran minimal untuk pencapaian pembelajaran di setiap program studi untuk menghasilkan lulusan sesuai yang dicita-citakan visi-misi UKSW. Untuk mengawal proses pembelajaran agar berlangsung secara efektif, efisien, dan terkendali maka telah disiapkan sejumlah manual prosedur terkait dan mekanisme pemantauan serta evaluasinya.

3. Pernyataan Kebijakan Pembelajaran UKSW

Pernyataan kebijakan pembelajaran UKSW adalah: “Pencapaian visi dan misi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga untuk menghasilkan lulusan yang berdayacipta (creative minority), menjadi pembina kepemimpinan bagi pembangunan dan pembaharuan masyarakat (termasuk gereja) maupun negara Indonesia, dan menjadi radar dalam segala situasi perubahan kebudayaan, politik, moral dan rohaniah.”

4. Tujuan Kebijakan Pembelajaran UKSW

1. Menjamin pencapaian visi dan misi UKSW yang merupakan tanggung jawab seluruh civitas akademika berdasarkan pada standar dan prosedur yang telah ditentukan.

2. Memberikan jaminan terlaksananyapembelajaran dan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan.

3. Menyediakan instrumen dan mekanisme pemantauan serta evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran sesuia standar mutu yang ditetapkan.

(7)

7

5. Dokumen Standar Mutu pada Kebijakan Pembelajaran UKSW

Dokumen standar mutu yang dirumuskan untuk mengimplementasikan Kebijakan Pembelajaran yang sudah ditetapkan, disajikan pada Tabel ….

Tabel …. Dokumen Standar Mutu pada Kebijakan Pembelajaran UKSW

Dokumen Standar Mutu Pembelajaran Nomor Dokumen

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DSPMI-UKSW-KLS-014

STANDAR ISI PEMBELAJARAN DSPMI-UKSW-ISI- 014

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN DSPMI-UKSW-PRO-014

STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN DSPMI-UKSW-NPD-014

STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DSPMI-UKSW-DTK-014

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN DSPMI-UKSW-SDP-014

STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DSPMI-UKSW-KEL-014

STANDAR PEMBIAYAAN PEMBELAJARAN DSPMI-UKSW-BEA-014

Dokumen manual prosedur yang disiapkan untuk mengawal agar semua proses dan kegiatan pembelajaran memenuhi standar pembelajaran yang telah ditetapkan, antara lain dapat dilihat pada Tabel ….

Manual Prosedur Nomer Dokumen

Prosedur Perkuliahan di Kelas

Prosedur Pengembangan Karier Dosen Prosedur Penyusunan Jadual Perkuliahan Prosedur Reakreditasi Program Studi Prosedur Monitoring Proses Pembelajaran Penghargaan Dosen Berprestasi

Prosedur Penyusunan Instrumen Pembelajaran Prosedur Evaluasi Kurikulum

Prosedur Monitoring Mutu Soal Ujian Prosedur Pendaftaran Matakuliah di SIASAT Prosedur Pengusulan Biaya Operasional Pendidikan Prosedur Pelayanan Laboratorium Komputer

Prosedur Pelayanan Penggunaan Laboratorium MIPA Prosedur Pelayanan Ruang Rapat Program Studi

(8)

8

6. Indikator Kebijakan Pembelajaran UKSW

Indikator kebijakan pembelajaran meliputi :

1. Tersedianya dokumen-dokumen Standar dan Manual Prosedur Pembelajaran UKSW yang bisa diakses oleh seluruh Fakultas/Program Studi di UKSW.

2. Terbentuknya Penjaminan Mutu Fakultas pada setiap Fakultas di UKSW.

3. Terdokumentasinya proses pelaksanaan penjaminan mutu di setiap Fakultas/Program Studi.

7. Strategi Pencapaian

1. Pembantu Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Dosen dan Pimpinan Unit sebagai penyelenggara pendidikan tinggi berkewajiban untuk melakukan perencanaan, pelaksanaaan, evaluasi dan penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran.

2. Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal (LPMAI) berkewajiban menyediakan instrumen yang diperlukan untuk terlaksananya standar dan manual prosedur pembelajarandi seluruh Program Studi di UKSW.

3. Penjaminan Mutu Fakultas melakukan pemantauan dan pencapaian standar pembelajaran serta evaluasi pelaksanaan manual prosedur pembelajaran secara berkelanjutan.

7. Dokumen Terkait

1. Dokumen Standar Kompetensi Lulusan 2. Dokumen Standar Isi Pembelajaran 3. Dokumen Standar Proses Pembelajaran 4. Dokumen Standar Penilaian Pembelajaran

5. Dokumen Standar Dosen Dan Tenaga Kependidikan 6. Dokumen Standar Sarana Dan Prasarana Pembelajaran 7. Dokumen Standar Pengelolaan Pembelajaran

8. Dokumen Standar Pembiayaan Pembelajaran

9. Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dalam Sistem Kredit Semester UKSW

(9)

9

Instrumen Pelaksanaan dan Evaluasi Kebijakan Pembelajaran

Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga 2016 NO. DOKUMEN : DKP-IV/LPMAI

o Nama Program Studi : o Nama Fakultas : o Nama Koordinator Penjaminan Mutu Fakultas :

A. Pelaksanaan Kebijakan Pembelajaran

1. Apakah program studi telah melaksanakan Kebijakan Pembelajaran yang ditetapkan oleh universitas ?

Ya Tidak

2. Apakah program studi telah memiliki formulir pencatatan pelaksanaan dan evaluasi Kebijakan Pembelajaran secara mandiri ?

Ya Tidak

3. Apakah program studi telah mengembangkan ruang lingkup dokumen Kebijakan Pembelajaran pada tingkat fakultas ?

Ya Tidak

4. Bila „ya‟ apakah dokumen Kebijakan Pembelajaran pada tingkat fakultas tersebut dirumuskan dalam bentuk buku atau dokumen tertulis?

Ya Tidak

5. Bila „ya‟ apakah dokumen pengembangan Kebijakan Pembelajaran pada tingkat fakultas tersebut dirumuskan dalam bentuk Standar, Prosedur, SOP, Instruksi Kerja, atau Buku Panduan?

(10)

10

6. Apakah fakultas memiliki tim khusus yang melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan Kebijakan Pembelajaran pada tingkat fakultas?

Ya Tidak

7. Apakah fakultas melakukan sosialiasi Kebijakan Pembelajaran pada mahasiswa, dosen dan staf kependidikan tingkat fakultas?

Ya Tidak

8. Apakah fakultas memiliki lembaga penjaminan mutu yang menangani bidang pembelajaran?

Ya Tidak

B. Detail Pelaksanaan Kebijakan Pembelajaran

No

Nama Standar Dokumen Formulir

Pelaksanaan/Eva luasi

1 Standar Isi Kurikulum Ada Tidak Ada Tidak 2 Standar Proses Pembelajaran Ada Tidak Ada Tidak 3 Standar Kompetensi Lulusan Ada Tidak Ada Tidak 4 Standar Pendidik/Dosen dan Tenaga

Kependidikan

Ada Tidak Ada Tidak

5 Standar Pengelolaan Pembelajaran Ada Tidak Ada Tidak 6 Standar Penilaian Pembelajaran Ada Tidak Ada Tidak 7 Standar Pembiayaan Pembelajaran Ada Tidak Ada Tidak 8 Standar Sarana dan Prasarana

Pembelajaran

(11)

11

C. Upaya Peningkatan MutuKebijakan Pembelajaran

1. Apakah Fakultas/Program Studi berupaya meningkatkan mutu pada dokumen Kebijakan Pembelajaran?

Ya Tidak

2. Apakah upaya peningkatan mutu pada Kebijakan Pembelajaran fakultas ditulis dalam bentuk dokumen Standar Mutu, SOP, Instruksi Kerja atau Buku Panduan atau Aturan?

Ya Tidak

3. Apakah tersedia dokumen Standar Mutu, SOP, Instruksi Kerja atau Buku Panduan atau Aturan peningkatan mutu pada Kebijakan Pembelajaran fakultas?

Ya Tidak

D. Nama Dokumen Kebijakan Pembelajaran No

Nama Dokumen Kebijakan Pembelajaran Nomor Lampiran (Y/T) 1 2 3 4 5 6 7

(12)

12

DOKUMEN STANDAR ISI

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

DKP-UKSW LPMAI S-01 Revisi : 0 Tanggal 17 Desember 2016 STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UKSW

DKP-IV/LPMAI/S-01

Disetujui

(13)

13

DOKUMEN STANDAR ISI

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

DKP-UKSW LPMAI S-01

Disusun Lembaga Penjaminan Mutu & Audit Internal Diperiksa Pembantu Rektor 1

SK Penetapan Tanggal Penetapan

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2016

(14)

14

1. Visi dan Misi Universitas Visi

1. Menjadi Universitas Scientiarum, untuk pembentukan persekutuan pengetahuan tingkat tinggi, yang terikat kepada pengajaran kebenaran (alethea) berdasarkan pada realisme Alkitabiah.

2. Menjadi Universitas Magistroum et Scholarium untuk pembentukan minoritas yang berdaya cipta (creative minority) bagi pembangunan dan pembaharuan masyarakat dan negara Indonesia.

3. Menjadi pembina kepemimpinan untuk berbagai jabatan dalam masyarakat (termasuk gereja) yang sedang membangun.

4. Menjadi radar dalam situasi perubahan kebudayaan, politik, moral dan rohaniah, yang mensinyalir, mencatat, dan mengikuti perubahan-perubahan itu guna menjadikannya objek atau sasaran pembahasan dan penelitian.

5. Menjadi pelayan dan lembaga pendidikan pelayanan (diakonia), sepanjang masa mencakup kritik yang konstruktif serta informatif kepada gereja dan masyarakat terhadap keadaan masyarakat dimana masih terdapat kemiskinan, ketidakadilan, ketidakbenaran, dan ketidakdamaian.

Misi

1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Pendidikan dan pengajaran tinggi, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

2. Melaksanakan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia, yang berarti bahwa hidup dan kegiatan-kegiatannya pada satu pihak mempunyai motivasi dan merupakan bentuk perwujudan Iman Kristen yang Oikumenis dan pada pihak lain menjawab secara tepat dan bertanggung jawab situasi sosiokultural dan kebutuhan bangsa serta negara Republik Indonesia.

3. Mendorong dan mengembangkan sikap serta pemikiran yang kritis – prinsipal dan kreatif – realistis, berdasarkan kepekaan hati nurani yang luhur dan dibimbing oleh Firman Allah.

4. Mewujudkan pusat pemikiran dan pengalaman untuk pembinaan kehidupan yang adil, bebas, tertib serta sejahtera.

5. Mencari dan mengusahakan terdapatnya hubungan yang bermakna antara Iman Kristen dengan berbagai bidang ilmu dan kegiatan atau pelayanan.

6. Mengusahakan terbentuknya dan membina angkatan-angkatan pemimpin masyarakat yang selain diperlengkapi dengan bekal ilmu pengetahuan dan kepakaran di bidang tertentu, juga memiliki kesadaran pengabdian yang tinggi kepada masyarakat.

(15)

15

2. Deskripsi Umum Standar Isi

Secara umum standar isi disusun dalam rangka pengembangan dokumen penjaminan mutu UKSW yang akan menjadi panduan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pencapaian visi misi dan tujuan Universitas Kristen Satya Wacana.

Standar isi berfokus pada kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran. Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran mengacu pada capaian pembelajaran lulusan, dan rumusan capaian pembelajaran lulusan mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusan KKNI dan memiliki kesetaraan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI. Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran pada program profesi, spesialis, magister, magister terapan, doktor, dan doktor terapan, wajib memanfaatkan hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Pengembangan standar isi di UKSW sejalan dengan ketentuan pemerintah khususnya dalam pemanfaatan hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran baik dari segi materi, metodologi, infrastruktur dan evaluasi secara periodik dan berkelanjutan.

Dalam hubungannya dengan kualifikasi kompetensi lulusan maka standar isi dikembangkan dengan bertumpu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

Dokumen Standar Isi terdiri dari : 1. Peraturan akademik.

2. Struktur Kurikulum. 3. Kualifikasi Kompetensi.

3. Subyek/Pihak Yang Bertanggung Jawab Untuk Mencapai Standar Isi

1. Dosen.

2. Ketua Program Studi. 3. Dekan.

4. Pernyataan Standar Isi

1. Kurikulum pembelajaran di UKSW adalah kurikulum berbasis kompetensi yang disempurnakan dengan penerapan KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi,mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan Capaian Pembelajaran (CP) lulusan. Kurikulum ini disusun dengan menggunakan referensi pada peraturan pemerintah yang terdiri dari: (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, (2) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik

(16)

16

Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi, (3) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, (4) SK Rektor No.083/Kep./Rek./3/2016 tentang Pemberlakuan Panduan Penyusunan Kurikulum UKSW 2016 menggunakan KKNI.

2. Kurikulum disusun berdasarkan kualifikasi/profil lulusan program pendidikan yang ingin dihasilkan dan dirumuskan dalam deskripsi Capaian Pembelajaran lulusan. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran dalam kurikulum disesuaikan dengan jenis dan program pendidikan, sebagai berikut: (1) lulusan program diploma 3 memiliki penguasaan konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum; (2) lulusan program diploma 4 dan sarjana memiliki penguasaan konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam; (3) lulusan program profesi memiliki penguasaan teori aplikasi bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu; (4) lulusan program magister, magister terapan, dan spesialis satu memiliki penguasaan teori dan teori aplikasi bidang pengetahuan tertentu; (5) lulusan program doktor, doktor terapan, dan spesialis dua paling sedikit memiliki penguasaan filosofi keilmuan bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu.

3. Struktur kurikulum berdasarkan pada KKNI terdiri dari: (1) jenjang 5 setara dengan lulusan diploma 3; (2) jenjang 6 setara dengan lulusan diploma 4 atau sarjana terapan dan sarjana; (3) jenjang 7 setara dengan lulusan pendidikan profesi; (4) jenjang 8 setara dengan lulusan magister terapan, magister, atau spesialis satu; (5) jenjang 9 setara dengan lulusan pendidikan doktor terapan, doktor atau spesialis dua.

4. UKSW menggunakan sistem pembelajaran dua (2) semester, yaitu semester gasal dan semester genap dengan jumlah pertemuan sebanyak [14 - 16 minggu] atau kegiatan terjadwal lainnya termasuk evaluasi dan penilaian. Penjelasan detail diatur dalam SK Rektor No. 168/KEP./REK./V/2012. Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dalam Sistem Kredit Semester UKSW .

5. UKSW menerapkan sistem pembelajaran satuan kredit semester (sks) berdasarkan Permendikbud 49 tahun 2014 dengan perincian bahwa untuk kegiatan kuliah setiap 1 sks setara dengan :

a. 50 menit kegiatan akademik tatap muka terjadwal setiap minggu. b. 50 menit kegiatan akademik terstruktur terjadwal setiap minggu. c. 60 menit kegiatan akademik mandiri.

6. Pembelajaran dalam bentuk seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis, setiap 1 sks setara dengan:

a. 100 menit kegiatan belajar tatap muka setiap minggu per semester. b. 60 menit kegiatan belajar mandiri per minggu per semester.

7. Pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara 1 sks setara dengan 160 menit per minggu per semester.

8. Beban belajar yang wajib ditempuh oleh mahasiswa setiap programnya adalah :

a. 36 sks untuk program diploma satu.

(17)

17 c. 108 sks untuk program diploma tiga.

d. 144 sks untuk program diploma empat dan program sarjana.

e. 36 sks untuk program profesi.

f. 72 sks untuk program magister, magister terapan, dan spesialis satu.

g. 72 sks untuk program doktor, doktor terapan, dan spesialis dua.

9. Masa studi terpakai bagi mahasiswa dengan beban belajar sebagaimana no. 11 adalah sebagai berikut:

a. 1 (satu) sampai 2 (dua) tahun untuk program diploma satu.

b. 2 (dua) sampai 3 (tiga) tahun untuk program diploma dua.

c. 3 (tiga) sampai 4 (empat) tahun untuk program diploma tiga.

d. 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun untuk program diploma empat dan program sarjana.

e. 1 (satu) sampai 2 (dua) tahun untuk program profesi setelah menyelesaikan program sarjana atau diploma empat.

f. 1,5 (satu koma lima) sampai 4 (empat) tahun untuk program magister, program magister terapan, dan program spesialis satu setelah menyelesaikan program sarjana atau diploma empat.

g. 3 (tiga) tahun untuk program doktor, program doktor terapan, dan program spesialis dua.

10. Mahasiswa dibebankan 7,2 jam per hari untuk belajar dengan pertimbangan bahwa mahasiswa untuk bisa lulus dari UKSW masih diberikan kewajiban tambahan untuk aktif mengikuti organisasi atau kepanitiaan kegiatan apapun di kampus/di masyarakat. Aktivitas mahasiswa dalam kegiatan diluar akademik ini dihitung sebagai poin yang akan dihitung dan digunakan ketika yang bersangkutan akan ujian Skripsi.

11. Mahasiswa dapat mengambil matakuliah dari luar UKSW baik dalam negeri maupun luar negeri maksimal 15-17% dari total SKS penyelesaian studi dan dari program studi dengan akreditasi yang setara.

12. Evaluasi capaian pembelajaran dan pengembangan kualifikasi lulusan merupakan tanggung jawab tim kurikulum program studi, Ketua Program Studi dan dekan yang harus selalu dilaksanakan.

5. Daftar Istilah dan Pengertian

1. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.

2. Rumusan capaian pembelajaran lulusan mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusan KKNI dan memiliki kesetaraan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI.

3. Jenjang kualifikasi 5 setara dengan lulusan diploma 3 meliputi penguasaan konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum.

4. Jenjang kualifikasi 6 setara dengan lulusan program diploma 4 dan sarjana memiliki penguasaan konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara

(18)

18

umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam.

5. Jenjang kualifikasi 7 setara dengan lulusan program profesi memiliki penguasaan teori aplikasi bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu

6. Jenjang kualifikasi 8 setara dengan lulusan program magister, magister terapan, dan spesialis satu memiliki penguasaan teori dan teori aplikasi bidang pengetahuan tertentu

7. Jenjang kualifikasi 9 setara dengan lulusan program doktor, doktor terapan, dan spesialis dua paling sedikit memiliki penguasaan filosofi keilmuan bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu.

8. SKS adalah bobot sistem kredit semester (SKS) merupakan representasi dari satuan kredit semester (sks).

6. Strategi Pencapaian

1. Isi pembelajaran merupakan kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran.

2. Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran mengacu pada capaian pembelajaran lulusan.

3. Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran pada program profesi, spesialis, magister, magister terapan, doktor, dan doktor terapan, wajib memanfaatkan hasil penelitian dan hasil pengabdian kepada masyarakat.

4. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran tersebut untuk setiap program pendidikan, dirumuskan dengan mengacu pada deskripsi capaian pembelajaran lulusan dari KKNI.

5. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran lulusan program diploma 3 paling sedikit menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum.

6. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran lulusan program diploma 4 dan sarjana paling sedikit menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam.

7. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran lulusan program magister, magister terapan, dan spesialis satu paling sedikit menguasai filosofi keilmuan bidang pengetahuan dan ketrampilan tertentu.

8. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran sebagaimana tersebut diatas bersifat kumulatif dan/atau integratif.

9. Tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran di atas dituangkan dalam bahan kajian yang distrukturkan dalam bentuk mata kuliah.

10. Perubahan kurikulum, evaluasi capaian pembelajaran dan pengembangan kualifikasi lulusan dilaksanakan secara komprehensif melalui kerjasama antara program studi, pengguna lulusan dan asosiasi profesi sejenis baik dalam dan luar negeri.

(19)

19

11. Dekan bertanggung jawab terhadap pembinaan hubungan kerja antara program studi, pengguna lulusan dan asosiasi profesi sejenis baik dalam dan luar negeri.

12. Dekan bertanggung jawab untuk melengkapi para alumninya dengan SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijasah), informasi kualifikasi kompetensi lulusan dan diberikan pada saat mahasiswa lulus dari program studi tempat belajarnya.

13. UKSW melalui LPMAI melakukan fasilitasi, pelatihan dan pendampingan penyusunan dan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

7. Indikator Pencapaian

Indikator pencapaian standar isi adalah lulusan UKSW memiliki waktu tunggu yang singkat (kurang dari 1 tahun) untuk menciptakan dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi kompetensi yang tertulis pada SKPI.

8. Dokumen Terkait

1. Dokumen Standar Kompetensi Program Studi Berbasis KKNI. 2. Surat Keterangan Pendamping Ijasah.

(20)

20

Instrumen Pelaksanaan dan Evaluasi Standar 1 Isi/Kurikulum

Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga 2016 NO. DOKUMEN : DKP-IV/LPMAI/S-01

o Nama Program Studi : o Nama Fakultas : o Nama Koordinator Penjaminan Mutu Fakultas :

A. Pelaksanaan Standar Isi/Kurikulum

1. Apakah program studi telah melaksanakan Standar Isi/Kurikulum yang ditetapkan oleh universitas ?

Ya Tidak

2. Apakah program studi telah memiliki formulir pencatatan pelaksanaan dan evaluasi Standar Isi/Kurikulum secara mandiri ?

Ya Tidak

3. Apakah program studi telah mengembangkan ruang lingkup dokumen Standar Isi/Kurikulum pada tingkat fakultas ?

Ya Tidak

4. Bila „ya‟ apakah dokumen Standar Isi/Kurikulum pada tingkat fakultas tersebut dirumuskan dalam bentuk buku atau dokumen tertulis?

Ya Tidak

5. Bila „ya‟ apakah dokumen pengembangan Standar Isi/Kurikulum pada tingkat fakultas tersebut dirumuskan dalam bentuk SOP, Instruksi Kerja, atau Buku Panduan?

(21)

21

Ya Tidak

6. Apakah fakultas memiliki tim khusus yang melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan Standar Isi/Kurikulum pada tingkat fakultas?

Ya Tidak

7. Apakah fakultas melakukan sosialiasi Standar Isi/Kurikulum pada mahasiswa, dosen dan staf kependidikan tingkat fakultas?

Ya Tidak

B. Detail Pelaksanaan Standar Isi/Kurikulum

No

Nama Standar Dokumen Formulir

Pelaksanaan/Eva luasi

I. Standar Isi / Kurikulum

1 Ketaatan Kurikulum Ada Tidak Ada Tidak 2 Bentuk Pembelajaran Terstruktur Ada Tidak Ada Tidak 3 Bentuk Pembelajaran Mandiri Ada Tidak Ada Tidak 4 Bentuk Pembelajaran Seminar Ada Tidak Ada Tidak 5 Bentuk Pembelajaran Praktikum Ada Tidak Ada Tidak 6 Mata kuliah Belanja tersedia Ada Tidak Ada Tidak 7 Evaluasi Capaian Pembelajaran Ada Tidak Ada Tidak

(22)

22

C. Upaya Peningkatan MutuStandar Isi/Kurikulum

1. Apakah Fakultas/Program Studi berupaya meningkatkan mutu pada dokumen standar Isi/Kurikulum?

Ya Tidak

2. Apakah upaya peningkatan mutu pada standar Isi/Kurikulum fakultas ditulis dalam bentuk dokumen Standar Mutu, SOP, Instruksi Kerja atau Buku Panduan atau Aturan?

Ya Tidak

3. Apakah tersedia dokumen Standar Mutu, SOP, Instruksi Kerja atau Buku Panduan atau Aturan peningkatan mutu pada standar Isi/Kurikulum fakultas?

Ya Tidak

D. Nama Standar/Manual/Prosedur Mutu No Nama Standar/Manual/Prosedur Mutu Nomor Lampiran (Y/T) 1 2 3 4 5 6 7

(23)

23

STATUS NAMA/JABATAN TANGGAL TANDA TANGAN

Disusun oleh : LPMAI 17 Desember 2016

Ditinjau oleh : Pembantu Rektor 1 17 Desember 2016

Disetujui oleh : Rektor 17 Desember 2016

PROSEDUR

PERKULIAHAN DI KELAS

Kode :

DKP-IV/LPMAI/S-01/P-001

Tanggal : 17 Desember 2016 Revisi : 0

(24)

24

A. TUJUAN:

1. Menyediakan prosedur dan standar mekanisme pelaksanaan perkuliahan di dalam kelas dalam rangka memberikan jaminan mutu pembelajaran bagi stakeholders. 2. Persiapan pelaksanaan perkuliahan bagi para dosen dalam melaksanakan tugas

pembelajarannya sesuai dengan yang diatur dalam Dokumen Kebijakan Mutu, Dokumen Standar Mutu UKSW dan Dokumen Manual Mutu UKSW.

B. RUANG LINGKUP:

1. Penyediaan prosedur dan mekanisme perkuliahan yang dilakukan oleh setiap dosen untuk pembelajaran sesuai dengan dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

2. Membantu pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran setiap dosen sesuai dengan dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

A. DEFINISI:

1. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.

2. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi.

3. Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

4. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 5. Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat sks, adalah takaran waktu

kegiatan belajar yang di bebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.

D. REFERENSI

1. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

2. Buku Peraturan Akademik UKSW 3. Kalender Akademik Fakultas 4. Kurikulum Program Studi

(25)

25

E. PENANGGUNGJAWAB

1. Ketua Program Studi. 2. Dekan/Wakil Dekan. 3. Dosen.

F. RINCIAN PROSEDUR:

1. Durasi waktu pertemuan dalam kelas adalah 50 menit per SKS dan harus sesuai dengan jumlah beban akademik/sks yang ditetapkan dalam SK Mengajar.

2. Dosen wajib hadir 10 menit sebelum kuliah dimulai dan wajib menyelesaikan perkuliahan tepat sesuai dengan waktu yang disediakan.

3. Pada perkuliahan dosen wajib menyediakan instrumen/perangkat ajar yang mencakup buku/materi ajar dan paparan presentasi. Dosen bisa menambahkan demonstrasi dengan perangkat lunak, model dan atau contoh produk atau material lainya.

4. Setiap dosen wajib melaksanakan tugas mengajar sesuai dengan Dokumen RPS. 5. Dosen memberikan waktu bagi mahasiswa untuk berdiskusi di dalam kelas. 6. Dosen memberikan motivasi belajar bagi mahasiswa di sepanjang proses

pembelajaran.

7. Dosen mendistribusikan bahan atau materi ajar yang mencakup buku ajar, buku teks, buku referensi, dan file presentasi bagi mahasiswa.

8. Dalam menutup perkuliahan dosen melakukan evaluasi atau merangkum hasil pembelajaran dalam kelas sesuai dengan capaian pembelajaran.

(26)

26

DOKUMEN PELAKSANAAN DAN EVALUASI PROSEDUR PERKULIAHAN DI KELAS

Fakultas : Program Studi :

No. Dokumen : DKP-IV/LPMAI/S-01/P-001

No Rincian Prosedur Bukti Fisik

Pelaksanaan No. Lampiran Bukti Fisik Evaluasi Kegiatan (A/T)

1 Dosen menyusun silabus dan RPS dalam forum dosen sebidang.

Silabus dan RPS

Tambatan 2 Dosen mengecek ketersediaan

buku ajar, buku teks, buku referensi

Daftar buku referensi dari perpustakaan 3 Dosen membuat materi

perkuliahan (ppt atau handout)

Materi perkuliahan 4 Dosen hadir tepat waktu, sesuai

ketentuan (14-16 minggu) Daftar presensi 5 Dosen memberikan perkuliahansesuai RPS Formulir pelaksanaan perkuliahan Lampiran :

1. Bukti fisik urut sesuai nomor. 2. Lampiran Standar Mutu. 3. Lampiran Prosedur Mutu.

(27)

27

Nama Standar : Standar 01 Isi Pembelajaran Nama SOP : Perkuliahan di Kelas Nama Instruksi Kerja : Perkuliahan di Kelas

LPMAI

Instruksi Kerja

Perkuliahan di Kelas NOMOR DOKUMEN IK. DKP-IV/LPMAI/S-01/P-001/IK-0001 NOMOR REVISI - HALAMAN 1/1 Instruksi Kerja TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH ... (nama) PENGERTIAN

Perkuliahan atau pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

TUJUAN

Persiapan pelaksanaan perkuliahan bagi para dosen dalam melaksanakan tugas pembelajarannya sesuai dengan yang diatur dalam Dokumen Kebijakan Mutu, Dokumen Standar Mutu UKSW dan Dokumen Manual Mutu UKSW.

(28)

28

Instruksi Kerja

1. Pembelajaran harus diberikan sesuai dengan ketentuan pemerintah mencakup perkuliahan, praktikum, pembelajaran lapangan dll.

2. Durasi pertemuan dalam kelas adalah 50 menit per SKS dan harus sesuai dengan jumlah beban akademik/sks yang ditetapkan dalam SK Mengajar.

3. Dosen wajib hadir 10 menit sebelum kuliah dimulai dan wajib menyelesaikan perkuliahan tepat sesuai dengan waktu yang disediakan.

4. Dosen wajib menyediakan instrumen/perangkat ajar yang mencakup buku/materi ajar dan paparan presentasi. Dosen bisa menambahkan demonstrasi dengan perangkat lunak, model dan atau contoh produk atau material lainya.

5. Dosen wajib melaksanakan tugas mengajar sesuai dengan Dokumen RPS.

6. Dosen harus membuka diskusi di dalam kelas bersama mahasiswa.

7. Dosen harus mendistribusikan bahan atau materi ajar yang mencakup buku ajar, buku teks, buku referensi, dan file presentasi kepada mahasiswa.

8. Dosen harus menutup perkuliahan melalui evaluasi atau merangkum hasil pembelajaran dalam kelas sesuai dengan capaian pembelajaran.

(29)

29

PROSEDUR

PENGEMBANGAN KARIR

DOSEN BARU

Kode : DKP-IV/LPMAI/S-01/P-002 Tanggal : 17 Desember 2016 Revisi : 0 Halaman: 29 dari 3

STATUS NAMA/JABATAN TANGGAL TANDA TANGAN

Disusun oleh : LPMAI 17 Desember 2016

Ditinjau oleh : Pembantu Rektor 1 17 Desember 2016

(30)

30

A. TUJUAN:

1. Menyediakan prosedur dan mekanisme yang standar bagi dosen baru dalam merencanakan dan mengembangkan karirnya sebagai dosen di UKSW.

2. Membuat perjanjian antara pimpinan UKSW dengan dosen baru untuk melaksanakan secara konsisten Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dan Pengusulan Jabatan Fungsional sesuai dengan yang diatur dalam Dokumen Kebijakan Mutu, Dokumen Standar Mutu UKSW dan Dokumen Manual Mutu UKSW.

B. RUANG LINGKUP:

1. Perencanaan dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi para dosen baru secara konsisten.

2. Perencanaan pengusulan Jabatan Fungsional bagi dosen baru secara konsisten.

C. DEFINISI:

1. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 2. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah

secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang pengetahuan dan teknologi.

3. Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

4. Jabatan Fungsional adalah adalah catatan atau posisi dalam masyarakat akademik yang menunjukkan pengakuan atas kemampuan akademik dalam kehidupan akademik.

D. REFERENSI

1. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014, Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

2. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Inidonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

3. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

(31)

31

5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012, Tentang Pendidikan Tinggi.

6. Buku Peraturan Akademik UKSW

7. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

8. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

E. PENANGGUNGJAWAB

1. Ketua Program Studi. 2. Dekan/Wakil Dekan. 3. Dosen.

F. RINCIAN PROSEDUR:

1. Setiap dosen baru di UKSW harus menandatangani perjanjian kesanggupan secara konsisten melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan secara konsisten melakukan pengusulan Jabatan Fungsional.

2. Setiap dosen wajib mengusulkan kegiatan penelitian dan/atau pengabdian masyarakat melalui dana internal UKSW dan/atau dana eksternal.

3. Setiap dosen wajib mendokumentasikan semua kegiatan baik Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat melalui mekanisme pengunggahan (upload) di halaman web LPMAI.

4. Setiap dosen wajib mempublikasikan hasil karyanya melalui jurnal nasional terakreditasi dan/atau internasional berindeks Scopus atau ISI Thomson.

5. Setiap dosen wajib melakukan pengurusan Jabatan Fungsional sesuai dengan periode yang telah ditentukan dalam Buku Panduan Pengurusan Jabatan Fungsional.

6. Program studi wajib menyusun jadwal perencanaan penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi dan pengusulan Jabatan Fungsional dosen secara berkesinambungan.

(32)

32

DOKUMEN PELAKSANAAN DAN EVALUASI PROSEDUR PENGEMBANGAN KARIER DOSEN

Fakultas : Program Studi :

No. Dokumen :DKP-IV/LPMAI/S-01/P-002

No Rincian Prosedur Bukti Fisik Pelaksanaan No. Lampiran Bukti Fisik Evaluasi Kegiatan (A/T)

1 Dosen melakukan penandatanganan perjanjian melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Formulir perjanjian/ kesanggupan melaksanakan Tri Dharma PT

2 Dosen membuat dan mengusulkan kegiatan penelitian/ abdimas melalui dana internal maupun international.

Proposal/usulan penelitian/ abdimas

3 Dosen mendokumentasikan bukti kegiatan dan mengupload di halaman web LPMAI

Form BKD dan data di web LPMAI

4 Dosen mempublikasikan hasil karyanya melalui jurnal nasional terakreditasi dan/atau internasional berindeks Scopus atau ISI Thomson

Surat bukti penerimaan atau pengiriman

5 Dosen melakukan pengurusan Jabatan Fungsional sesuai dengan periode yang telah ditentukan dalam Buku Panduan Pengurusan Jabatan Fungsional

Formulir penerimaan berkas JAFA

6 Program studi menyusun jadwal perencanaan penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi dan

pengusulan Jabatan Fungsional dosen secara berkesinambungan

Jadwal tentatif pengembangan karier dosen

Lampiran :

1. Bukti fisik urut sesuai nomor. 2. Lampiran Standar Mutu. 3. Lampiran Prosedur Mutu.

(33)

33

Nama Standar : Standar 01 Isi Pembelajaran Nama SOP : Pengembangan Karir Dosen Baru Nama Instruksi Kerja : Pengembangan Karir Dosen Baru

LPMAI

Instruksi Kerja

Pengembangan Karir Dosen Baru NOMOR DOKUMEN IK. DKP-IV/LPMAI/S-01/P-002/IK-0002 NOMOR REVISI - HALAMAN 1/1 Instruksi Kerja TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH ... (nama) PENGERTIAN

Menyediakan instruksi kerja bagi dosen UKSW sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

TUJUAN

Menyediakan instruksi kerja bagi dosen baru dalam merencanakan dan mengembangkan karirnya sebagai dosen di UKSW.

(34)

34

Instruksi Kerja

1. Dosen baru UKSW harus menandatangani perjanjian kesanggupan secara konsisten melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan secara konsisten melakukan pengusulan Jabatan Fungsional.

2. Dosen yang belum mendapatkan dana penelitian dari Ristek Dikti wajib mengusulkan kegiatan penelitian dan/atau pengabdian masyarakat melalui dana internal UKSW dan/atau dana eksternal.

3. Dosen wajib mendokumentasikan semua kegiatan baik Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat melalui mekanisme pengunggahan (upload) di halaman web LPMAI. 4. Dosen wajib mempublikasikan hasil karyanya melalui jurnal

nasional terakreditasi dan/atau internasional berindeks Scopus atau ISI Thomson.

5. Dosen baru wajib melakukan pengurusan Jabatan Fungsional sesuai dengan periode yang telah ditentukan dalam Buku Panduan Pengurusan Jabatan Fungsional.

6. Dosen baru yang belum mengusulkan Jabatan Fungsional dan diproses di Kopertis belum dapat diproses sebagai dosen tetap yayasan.

7. Program studi wajib menyusun jadwal perencanaan penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi dan pengusulan Jabatan Fungsional dosen secara berkesinambungan.

(35)

35

PROSEDUR

PENGHARGAAN

MAHASISWA

BERPRESTASI

Kode : DKP-IV/LPMAI/S-01/P-003 Tanggal : 17 Desember 2016 Revisi : 0 Halaman: 35 dari 3

STATUS NAMA/JABATAN TANGGAL TANDA TANGAN

Disusun oleh : LPMAI 17 Desember 2016

Ditinjau oleh : Pembantu Rektor 1 17 Desember 2016

(36)

36

A. TUJUAN:

1. Menyediakan prosedur dan standar mekanisme pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dalam lingkup program studi, fakultas dan universitas dalam rangka menjamin mutu administrasi dan akademik lembaga.

2. Memberi motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan dalam lingkup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

3. Memberi penghargaan dalam kegiatan ekstra kurikuler sebagai wahana mensinergikan hard skill dan soft skill mahasiswa.

4. Memberikan apresiasi/penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi terbaik.

B. RUANG LINGKUP:

1. Prosedur persiapan, pelaksanaan dan pemberian penghargaan bagi mahasiswa berprestasi dalam lingkup program studi, fakultas dan universitas.

2. Mendokumentasikan laporan dan profil mahasiswa berprestasi dalam lingkup program studi, fakultas dan universitas sebagai persiapan BORANG AKREDITASI.

3. Penghargaan bagi mahasiswa berprestasi dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

C. DEFINISI:

1. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.

2. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi.

3. Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

4. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 5. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara

sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang pengetahuan dan teknologi. 6. Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang

memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

7. Mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi akademik tinggi dalam bidang ilmu/ teknologi/seni yang ditekuninya, berjiwa Pancasila, aktif dalam kegiatan kokurikuler dan ekstra-kurikuler, serta patut dibanggakan.

(37)

37

8. Seleksi adalah proses pertimbangan untuk menerima atau menolak pemberian penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi.

D. REFERENSI

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012, TentangPendidikan Tinggi.

3. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014, Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

4. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Inidonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

5. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.

6. Buku Peraturan Akademik UKSW 7. Kalender Akademik UKSW. 8. Kurikulum UKSW

E. PENANGGUNGJAWAB

1. Ketua Program Studi. 2. Dekan/Wakil Dekan.

F. RINCIAN PROSEDUR:

1. Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan, Dekan/Wakil Dekan, dan Kaprogdi menyediakan penghargaan dalam bentuk tropi, piagam, beasiswa dan/atau perangkat pembelajaran bagi mahasiswa dalam lingkup program studi, fakultas dan universitas.

2. Penilaian prestasi mahasiswa harus mengikuti kriteria yang diatur dalam Buku Panduan Penilaian Mahasiswa Berprestasi UKSW.

3. Penghargaan pada tingkat program studi dan fakultas diberikan pada saat kegiatan Hari Ulang Tahun Fakultas dan/atau agenda rutin tahunan lainnya pada tingkat Fakultas.

4. Penghargaan bagi mahasiswa berprestasi diberikan kepada Juara 1, Juara 2 dan Juara 3 dalam bentuk tropi, piagam dan uang pembinaan dengan besaran yang ditetapkan melalui SK Rektor.

5. Penghargaan pada tingkat Universitas diberikan pada saat kegiatan Dies Natalis Universitas dan/atau agenda rutin tahunan lainnya pada tingkat Universitas.

6. Tata Usaha program studi, fakultas dan administrasi Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan universitas mendokumentasikan kegiatan ini secara rutin.

(38)

38

7. Mahasiswa yang terpilih sebagai mahasiswa berprestasi pada tingkat universitas berhak untuk maju pada pemilihan mahasiswa berprestasi nasional atau kegiatan sejenis.

G. LAMPIRAN

(39)

39

DOKUMEN PELAKSANAAN DAN EVALUASI PROSEDUR PENGHARGAAN MAHASISWA BERPRESTASI

Fakultas : Program Studi :

No. Dokumen :DKP-IV/LPMAI/S-01/P-003

No Rincian Prosedur Bukti Fisik Pelaksanaan No. Lampiran Bukti Fisik Evaluasi Kegiatan (A/T)

1 Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan, Dekan/Wakil Dekan, dan Kaprogdi

menyediakan penghargaan dalam bentuk tropi, piagam, beasiswa dan/atauperangkat pembelajaran bagi mahasiswa dalam lingkup program studi, fakultas dan universitas. Anggaran untuk pemberian penghargaan untuk mahasiswa

2 Penilaian prestasi mahasiswa mengikuti kriteria yang diatur dalam Buku Panduan Penilaian Mahasiswa Berprestasi

Panduan penilaian mahasiswa berprestasi 3 Penghargaan pada tingkat

program studi/ fakultas

diberikan saat Hari Ulang Tahun Fakultas dan/atau agenda rutin tahunan lainnya pada tingkat Fakultas

Dokumentasi pemberian penghargaan

4 Penghargaan bagi mahasiswa berprestasi diberikan kepada Juara 1, Juara 2 dan Juara 3 dalam bentuk tropi, piagam dan uang pembinaan dengan besaran yang ditetapkan melalui SK Rektor - SK Rektor - Surat bukti penerimaan penghargaa n

5 Penghargaan pada tingkat nasional diberikan pada saat kegiatan Dies Natalis Universitas dan/atau agenda rutin tahunan lainnya pada tingkat Universitas

Dokumentasi pemberian penghargaan

Lampiran :

1. Bukti fisik urut sesuai nomor. 2. Lampiran Standar Mutu. 3. Lampiran Prosedur Mutu.

(40)

40

Nama Standar : Standar 01 Isi Pembelajaran

Nama SOP : Penghargaan Bagi Mahasiswa Berprestasi Nama Instruksi Kerja : Penghargaan Bagi Mahasiswa Berprestasi

LPMAI

Instruksi Kerja

Penghargaan Mahasiswa Berprestasi NOMOR DOKUMEN IK. DKP-IV/LPMAI/S-01/P-003/IK-0003 NOMOR REVISI - HALAMAN 1/1 Instruksi Kerja TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH ... (nama) PENGERTIAN

Penghargaan mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi akademik tinggi dalam bidang ilmu/ teknologi/seni yang ditekuninya, berjiwa Pancasila, aktif dalam kegiatan kokurikuler dan ekstra-kurikuler, serta patut dibanggakan.

TUJUAN

1. Memberi motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan dalam lingkup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. 2. Memberi penghargaan dalam kegiatan ekstra kurikuler sebagai

wahana mensinergikan hard skill dan soft skill mahasiswa.

3. Memberikan apresiasi/penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi terbaik.

(41)

41

Instruksi Kerja

8. Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan, Dekan/Wakil Dekan, dan Kaprogdi menyediakan penghargaan dalam bentuk tropi, piagam, beasiswa dan/atau perangkat pembelajaran bagi mahasiswa dalam lingkup program studi, fakultas dan universitas. 9. Penilaian prestasi mahasiswa harus mengikuti kriteria yang diatur

dalam Buku Panduan Penilaian Mahasiswa Berprestasi UKSW. 10. Penghargaan pada tingkat program studi dan fakultas diberikan

pada saat kegiatan Hari Ulang Tahun Fakultas dan/atau agenda rutin tahunan lainnya pada tingkat Fakultas.

11. Penghargaan bagi mahasiswa berprestasi diberikan kepada Juara 1, Juara 2 dan Juara 3 dalam bentuk tropi, piagam dan uang pembinaan dengan besaran yang ditetapkan melalui SK Rektor. 12. Penghargaan pada tingkat program studi diberikan pada saat

kegiatan Dies Natalis Universitas dan/atau agenda rutin tahunan lainnya pada tingkat Universitas.

13. Mahasiswa yang terpilih sebagai mahasiswa berprestasi pada tingkat universitas berhak untuk maju pada pemilihan mahasiswa berprestasi nasional atau kegiatan sejenis.

(42)

42

DOKUMEN STANDAR PROSES

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

DKP-UKSW LPMAI S-02 Revisi : 0 Tanggal 17 Desember 2016 STANDAR PROSES SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UKSW

DKP-IV/LPMAI/S-02

Disetujui

(43)

43

DOKUMEN STANDAR PROSES

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

DKP-UKSW LPMAI S-02

Disusun Lembaga Penjaminan Mutu & Audit Internal

Diperiksa Pembantu Rektor 1

SK Penetapan

Tanggal Penetapan

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2016

(44)

44

1. Visi dan Misi Universitas Visi

1. Menjadi Universitas Scientiarum, untuk pembentukan persekutuan pengetahuan tingkat tinggi, yang terikat kepada pengajaran kebenaran (alethea) berdasarkan pada realisme Alkitabiah.

2. Menjadi Universitas Magistroum et Scholarium untuk pembentukan minoritas yang berdaya cipta (creative minority) bagi pembangunan dan pembaharuan masyarakat dan negara Indonesia.

3. Menjadi pembina kepemimpinan untuk berbagai jabatan dalam masyarakat (termasuk gereja) yang sedang membangun.

4. Menjadi radar dalam situasi perubahan kebudayaan, politik, moral dan rohaniah, yang mensinyalir, mencatat, dan mengikuti perubahan-perubahan itu guna menjadikannya objek atau sasaran pembahasan dan penelitian.

5. Menjadi pelayan dan lembaga pendidikan pelayanan (diakonia), sepanjang masa mencakup kritik yang konstruktif serta informatif kepada gereja dan masyarakat terhadap keadaan masyarakat dimana masih terdapat kemiskinan, ketidakadilan, ketidakbenaran, dan ketidakdamaian.

Misi

1. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Pendidikan dan pengajaran tinggi, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

2. Melaksanakan Perguruan Tinggi Kristen Indonesia, yang berarti bahwa hidup dan kegiatan-kegiatannya pada satu pihak mempunyai motivasi dan merupakan bentuk perwujudan Iman Kristen yang Oikumenis dan pada pihak lain menjawab secara tepat dan bertanggung jawab situasi sosiokultural dan kebutuhan bangsa serta negara Republik Indonesia.

3. Mendorong dan mengembangkan sikap serta pemikiran yang kritis – prinsipal dan kreatif – realistis, berdasarkan kepekaan hati nurani yang luhur dan dibimbing oleh Firman Allah

4. Mewujudkan pusat pemikiran dan pengalaman untuk pembinaan kehidupan yang adil, bebas, tertib serta sejahtera.

5. Mencari dan mengusahakan terdapatnya hubungan yang bermakna antara Iman Kristen dengan berbagai bidang ilmu dan kegiatan atau pelayanan.

6. Mengusahakan terbentuknya dan membina angkatan-angkatan pemimpin masyarakat yang selain diperlengkapi dengan bekal ilmu pengetahuan dan kepakaran di bidang tertentu, juga memiliki kesadaran pengabdian yang tinggi kepada masyarakat.

(45)

45

2. Deskripsi Umum Standar Proses

Sesuai dengan ketentuan pemerintah pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi ditegaskan bahwa SPMI disusun dalam rangka untuk merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan secara otonom penyelenggaraan perguruan tinggi.

Standar proses adalah kriteria minimal pelaksanaan pembelajaran untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan. Standar proses pembelajaran mencakup karakteristik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta beban belajar mahasiswa. Standar proses dilaksanakan untuk mencapai visi dan misi UKSW baik pada Dharma Pedidikan, Pengabdian Masyarakat dan Penelitian.

3. Subyek/Pihak Yang Bertanggung Jawab Untuk Mencapai Standar Proses

1. Dosen.

2. Ketua Program Studi. 3. Dekan.

4. Pernyataan Standar Proses

1. Metode proses pembelajaran berpusat pada mahasiswa (SCL) dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bersifat interaktif dan kolaboratif, serta isi/materi pembelajaran bersifat holistic, integrative, saintifik, kontekstual, dan/atau tematik untuk bidang kajian masing-masing.

2. Metode proses pembelajaran Student-Centered Learning (SCL) merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik di pusat kegiatan pembelajaran.

3. Sifat interaktif menyatakan bahwa interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen merupakan komponen utama dalam pencapaian hasil pembelajaran. Interaksi antara mahasiswa dan dosen dalam diwujudkan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam wujud penelitian skripsi mahasiswa merupakan bagian dari roadmap penelitian dosen, dan pengabdian masyarakat dosen yang melibatkan mahasiswa. Bentuk aktivitas lainnya adalah pembinaan kegiatan komunitas belajar di kalangan mahasiswa dalam bentuk himpunan mahasiswa konsentrasi atau himpunan mahasiswa keahlian yang dibimbing oleh dosen.

4. Sifat holistik adalah proses pembelajaran yang akan membentuk pola berfikir mahasiswa secara komprehensif dan wawasan yang global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya lokal. Perwujudan konkrit sifat holistik ini adalah penurunan visi dan misi universitas, fakultas dan program studi dalam bentuk bahan kajian yang tertuang pada matakuliah umum, meliputi (1) Pendidikan Agama, (2) Bahasa Indonesia, (3) Pancasila dan (4) Kewarganegaraan.

(46)

46

5. Sifat integratif adalah proses pembelajaran secara terintegrasi dalam satu kesatuan melalui pendekatan keilmuan interdisipliner dan multidispiner sehingga menghasilkan capaian pembelajaran yang memiliki pengetahuan sosiokultural sesuai kebutuhan bangsa serta negara Republik Indonesia. Perwujudan dari sifat integratif adalah penyediaan matakuliah belanja (round shopping) yang wajib diambil oleh mahasiswa sebesar 24 sks.

6. Sifat saintifik adalah proses pembelajaran berdasarkan pada pendekatan ilmiah sesuai dengan tata nilai, norma dan kaidah kebangsaan NKRI. Pendekatan saintifik memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah dan menyediakan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa dan Negara sesuai dengan keilmuan dan kompetensi yang dikuasai. Strategi yang disediakan adalah dengan memberikan penghargaan dalam bentuk nilai dan/atau sejumlah sks yang memadai bagi mahasiswa yang terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah bersama dosennya seperti dalam penelitian dan/atau pengabdian masyarakat, finalis atau juara dalam lomba kompetensi dan program kreatifitas ilimiah mahasiswa. 7. Sifat kontekstual bahwa proses pembelajaran menghasilkan capaian lulusan yang memiliki keahlian dan kompetensi tinggi. Lulusan dengan kompetensi tinggi sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari hanya dapat dihasilkan melalui mekanisme pembelajaran yang mereferensi pada Kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).

8. Sifat tematik bahwa proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan pada karakteristik kelimuan program studi dan pendekatan interdisipliner. Lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan dalam mengindentifikasi kompleksitas permasalahan dan mampu menyusun solusi terhadap permasalahan tersebut di masyarakatsesuai kompetensinya.

9. Efektif, bahwa capaian pembelajaran lulusan dihasilkan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan yang digariskan dalam kurikulum yang disusun berdasarkan referensi KKNI sebagai jaminan terhadap efektifitas proses pembelajaran.

10. Kolaboratif, capaian pembelajaran lulusan dihasilkan melalui mekanisme kerjasama antar individu peserta pembelajaran untuk membentuk profil lulusan sesuai dan capaian pembelajaran yang tercermin di dalam sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan ketrampilan khusus. Lulusan yang dihasilkan mampu menjadi profesional yang mandiri dan dapat bekerjasama dalam tim.

11. Berpusat, bahwa pembelajaran menghasilkan capaian lulusan yang memiliki sikap dalam pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan. 12. Penyusunan standar rencana pembelajaran yang ditetapkan dan dikembangkan oleh

dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi. Penyusunan ini mengacu pada KKNI dan menghasilkan dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

(47)

47

13. Standar rencana pembelajaran dituangkan dalam bentuk dokumen RPS. Rumusan dokumen RPS memuat :

a. Nama program studi.

b. Nama dan kode mata kuliah. c. Semester.

d. Jumlah sks.

e. Nama dosen pengampu. f. Jumlah waktu pembelajaran.

g. Capaian pembelajaran yang dihasilkan. h. Kemampuan akhir yang diharapkan. i. Bahan Kajian (Materi Ajar).

j. Bentuk Pembelajaran.

k. Kriteria Penilaian (Indikator). l. Bobot Nilai.

m. Peralatan selama proses pembelajaran yang meliputi: LCD/Proyektor, file ppt, software demo/simulasi, komponen atau hardware, perangkat laboratorium untuk demo.

n. Pemberian tugas selama proses pembelajaran.

o. Daftar pustaka sumber referensi materi diambil (yang materinya dipakai dalam rencana pembelajaran semester).

14. Penjadwalan pembelajaran di setiap program studi dan pengaturan ruang untuk proses pembelajaran melalui BTSI.

15. Standar perwalian akademik untuk konsultasi penetapan matakuliah bagi para dosen wali. Secara teknis proses perwalian akademik program studi ditetapkan standar operasional tersendiri.

16. Pengambilan matakuliah, pembatalan atau penambahan matakuliah diatur melalui standar operasional tersendiri.

17. Penyusunan standar pelaksanaan proses pembelajaran yang meliputi : a. Penentuan kapasitas maksimal mahasiswa untuk setiap kelas.

b. Penentuan beban mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat maksimal untuk setiap dosen.

c. Penentuan jumlah publikasi minimal yang diacu dalam proses pembelajaran setiap dosennya.

d. Penggunaan perangkat demo/simulasi/peralatan laboratorium dalam proses pembelajaran.

e. Sarana dan prasarana praktikum untuk setiap mahasiswa. 18. Penyusunan Standar Evaluasi Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi :

a. Pemantauan evaluasi proses pembelajaran. b. Pelaporan hasil evaluasi proses pembelajaran. c. Tindak lanjut evaluasi proses pembelajaran.

19. Penyusunan Standar Penilaian Hasil Pembelajaran, yang mencakup : a. Prinsip penilaian.

b. Teknik dan instrumen penilaian. c. Mekanisme dan prosedur penilaian.

(48)

48

5. Indikator Standar Proses

Indikator standar proses meliputi :

1. Tersedianya dokumen standar rencana pembelajaran semester, Standar Pelaksanaan, Standar Evaluasi, dan Standar Penilaian.

2. Dokumen hasil penilaian Standar Perencanaan, Standar Pelaksanaan, Standar Evaluasi dan Standar Penilaian pada proses pembelajaran.

3. Setelah penerapan standar maka terjadi peningkatan nilai Indeks Prestasi, peningkatan jumlah lulusan dengan masa studi mahasiswa normal (3, 5 tahun – 4 tahun).

4. Tercapainya proses pembelajaran yang bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa

5. Tersusunnya rencana pembelajaran semester (RPS), yang meliputi: nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu; capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah; kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan; bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; metode pembelajaran; waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran; pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester; kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan daftar referensi yang digunakan.

6. Terdapat kegiatan kurikuler wajib yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah, misalnya: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain.

7. Terdapat bentuk pembelajaran yang berupa: kuliah; responsi dan tutorial; seminar; dan praktikum, praktik studio, praktik bengkel, atau praktik lapangan, penelitian (bagi program pendidikan diploma empat, program sarjana, program profesi, program magister, program magister terapan, program spesialis, program doktor, dan program doktor terapan), dan pengabdian kepada masyarakat (bagi program pendidikan diploma empat, program sarjana, program profesi, dan program spesialis wajib). Terpenuhinya capaian pembelajaran yang mengacu pada profil lulusan

6. Strategi Pencapaian

Pihak yang bertanggung jawab terhadap pencapaian adalah : 1. Rektor.

2. Dekan.

3. Kepala Program Studi 4. Pimpinan Unit

(49)

49

Strategi pencapaian:

1. Semua pihak yang bertanggung jawab wajib menciptakan lingkungan fisik (ketersediaan sarana dan prasarana, kerapian dan kebersihan) dan suasana (lingkungan sosial) proses pembelajaran yang kondusif, yaitu kondisi dimana peserta didik merasa nyaman dan disediakan fasilitas yang sangat memadai sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

2. Rektor, Dekan, dan Pimpinan Unit menyiapkan sistem dan panduan, membuat perencanaan, melaksanakan, mengevaluasi dan menilai dukungan masing-masing terhadap efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.

3. Ketua Jurusan/Program Studi menetapkan/merumuskan profil lulusan, capaian pembelajaran, mengembangkan bahan kajian dan mata kuliah (kurikulum berbasis KKNI), berdasarkan masukan dari stakeholder, alumni dan asosiasi pakar kelimuan. 4. Dosen mengelola proses pembelajaran Student-Centered Learning (SCL) secara

intensif, yang dapat menumbuhkan minat para peserta didik, mendorong keaktifan para peserta didik, serta mengembangkan sikap kritis-prinsipal, kemandirian dan kreativitas peserta didik dalam mencari/menemukan pengetahuan sebagai pembelajar sepanjang hayat, melalui berbagai macam aktivitas sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan/atau keleluasaan untuk mengembangkan segenap kapasitas dan kemampuannya (prior knowledge and experience) untuk memanfaatkan peluang dan inovatif dalam memecahkan berbagai permasalahan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang adil bebas, tertib dan sejahtera (cipta, karsa, rasa, dan karya)

7. Dokumen Terkait

1. Dokumen Standar Kompetensi Program Studi Berbasis KKNI. 2. Dokumen Standar Isi.

3. Dokumen Standar Proses.

(50)

50

Instrumen Pelaksanaan dan Evaluasi Standar 2 Proses

Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga 2016

NO. DOKUMEN : DKP-IV/LPMAI/S-02

o Nama Program Studi : o Nama Fakultas : o Nama Koordinator Penjaminan Mutu Fakultas :

A. Pelaksanaan Standar Proses

1. Apakah Fakultas/Program studi telah melaksanakan Standar Proses yang telah ditetapkan dalam SNPT dan SN Dikti?

Ya Tidak

2. Apakah Fakultas/Program studi telah memiliki formulir pencatatan pelaksanaan dan evaluasi Standar Proses secara mandiri ?

Ya Tidak

3. Apakah Fakultas/Program studi telah mengembangkan ruang lingkup dokumen Standar Proses ?

Ya Tidak

4. Bila „ya‟ apakah dokumen Proses pada tingkat Fakultas/Program studitersebut dirumuskan dalam bentuk buku atau dokumen tertulis?

Ya Tidak

5. Bila „ya‟ apakah dokumen pengembangan Standar Proses pada tingkat Fakultas/Program studitersebut dirumuskan dalam bentuk SOP, Instruksi Kerja, atau Buku Panduan?

Referensi

Dokumen terkait

1) Kebijakan, standar pengembangan dan pedoman penyusunan serta evaluasi mutu laboratorium/bengkel/studio dirumuskan oleh LP3M. 2) Rumusan kebijakan dan standar

bahwa dalam rangka meningkatkan tertib prosedur dan tertib administrasi penyusutan dan penyelamatan Arsip di Lingkungan Pemerintahan Daerah Kota Salatiga, perlu

1.6.2 Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 adalah merupakan prosedur terdokumentasi yang diminta oleh standar internasional yang bertujuan menjamin

Standar Operasional Prosedur Administrasi pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Enrekang mengandung standar kualitas mutu tertentu yang

bahwa dalam rangka meningkatkan tertib prosedur dan tertib administrasi penyusutan dan penyelamatan Arsip di Lingkungan Pemerintahan Daerah Kota Salatiga, perlu

Tujuan dari pengajuan proposal adalah untuk menjamin peningkatan mutu mahasiswa Prodi THP dengan penyusunan suatu dokumen mutu berupa pedoman, standar operasional

5.7 Rektor menyediakan Standar Mutu Pengendalian, Evaluasi dan Tindakan Perbaikan Mutu Sarana prasarana pembelajaran untuk perbaikan dan peningkatan mutu sarana

1) Kebijakan, standar pengembangan dan pedoman penyusunan serta evaluasi mutu laboratorium/bengkel/studio dirumuskan oleh LP3M. 2) Rumusan kebijakan dan standar