• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Property, Real Estate dan Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2016)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Property, Real Estate dan Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2016)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN UKURAN

PERUSAHAAN TERHADAP

RETURN SAHAM

(Studi Kasus pada Perusahaan Sektor Property, Real Estate dan Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015)

Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Oleh:

ANDY PRASETYO B200140066

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2018

(2)
(3)
(4)
(5)

1

PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM

(Studi Kasus pada Perusahaan Sektor Property, Real Estate dan Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2015)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan dan ukuran perusahaan terhadap return saham. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah return saham. Sedangkan variabel independennya ukuran perusahaan dan kinerja keuangan yang diukur dengan Return On Assets (ROA),

Debt to Equity Ratio (DER), dan Current Ratio (CR). Populasi dalam penelitian ini

adalah perusahaan property, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013-2015. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga didapatkan total sampel 40 perusahaan property, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS 22. Sebelum dilakukan analisis regresi berganda dilakukan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolenieritas). Bedasarkan hasil uji hipotesis menunjukan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap

return saham, sedangkan Return On Assets (ROA), Current Ratio (CR) dan ukuran

perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham.

Kata kunci: Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), ukuran perusahaan, return saham.

Abstract

This research is aimed to find out the influence of the financial performance and the firm size to the stock return. The dependent variable is the stock return. Meanwhile the independent variables are firm size and financial performance

which is measured by Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), and

Current Ratio (CR). The population is all property, real estate, and construction

buildings companies which are listed in Indonesian Stock Exchang (IDX) in 2013-2015 periods. The sample collection technique has been carried out by using purposive sampling method so 40 property, real estate, and construction buildings companies which are listed in the Indonesian Stock Exchange (IDX) have been selected as samples. The data analysist technique has been done by using multiple linear regression analysis and the SPSS 22. The classic assumption test (the test of normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, and multikolenieritas) is carried out before the multiple regression analysis. Based on the results of hypothesis test

shows that Debt to Equity Ratio (DER) give influence on stock return, whereas the

Return On Assets (ROA), Current Ratio (CR) and firm size give no influence to the

stock return.

Keywords: Return On Assets (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), firm size, stock return.

(6)

2 1. PENDAHULUAN

Investasi merupakan pengeluaran pada masa sekarang untuk membeli aktiva riil atau aktiva keuangan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dimasa mendatang (Putra dan Dana, 2016). Investasi dapat dilakukan melalui sarana yang beragam salah satunya yaitu dengan berinvestasi di pasar modal. Pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang. Instrumen pasar modal yang diterbitkan oleh perusahaan dan dapat digunakan oleh para investor dalam berinvestasi yakni saham.

Dalam melakukan investasi, investor pasti memiliki tujuan yakni untuk mendapatkan return yang mereka harapkan. Return dapat dibagi menjadi dua, yaitu dividen dan capital gain. Ada investor yang ingin mendapat keuntungan jangka panjang dengan memperoleh deviden, sehingga para investor tersebut tidak terlalu menghiraukan perubahan fluktuasi yang terjadi di pasar modal melainkan melihat laporan keuangan perusahaan tersebut. Namun ada juga investor yang ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek yang dapat diperoleh dengan mendapatkan capital gain atau selisih harga jual dengan harga beli, sehingga investor yang memiliki tujuan seperti ini selalu melihat perkembangan fluktuasi yang terdapat dipasar modal. Karena para investor akan membeli saham atau skuritas ketika harga dibawah dan akan menjual saham atau skuritas tersebut ketika harganya sudah naik dan melebihi harga beli. Untuk memperoleh return yang tinggi, seorang investor harus dapat menganalisis laporan keuangan perusahaan dengan baik sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan (Septiana dan Wahyuati, 2016).

Pada penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas, rasio leverage , dan rasio likuiditas, serta ukuran perusahaan. Alasan peneliti mengambil ukuran perusahaan dan ketiga rasio tersebut yaitu karena rasio profitabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan mengahasilkan laba menggunakan aset dan modal sendiri, rasio leverage dipakai untuk mengetahui sejauh mana perusahaan tersebut dibiayai oleh hutang, dan rasio likuiditas untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek dengan

(7)

3

dana yang ada, serta ukuran perusahaan dipergunakan untuk mengetahui besar atau kecilnya skala perusahaan melalui total aktiva,

2. METODE PENELITIAN

2.1 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi dari penelitian ini adalah sektor property, real estate dan konstruksi bangunan yang terdaftar di BEI dari periode tahun 2013 sampai dengan periode tahun 2015. Berdasarkan data yang ada di website BEI tertanggal 16 Januari 2018, terdapat 56 perusahaan yang tercatat di dalamnya yang tergabung dalam sektor property, real estate dan konstruksi bangunan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive

sampling dengan menggunakan beberapa kriteria sebagai berikut:

1. Perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2013-2015. 2. Perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan yang

mempublikasikan laporan keuangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2013-2015 secara berturut-turut.

3. Perusahaan yang mengalami laba bersih berturut-turut selama periode 2013-2015.

2.2 Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional Variabel Variabel Dependen

a. Return Saham

Return saham adalah keuntungan yang diperoleh dari aktivitas jual-beli

saham (Septiana dan Wahyuati, 2016). Semakin besar return yang diharapkan akan diperoleh dari investasi semakin besar pula resikonya, Dewi (2016). Menurut Setiyono dan Amanah (2016), secara matematis return saham dirumuskan sebagai berikut :

Rt = Pt − Pt_1 Pt_1

Dimana: Rt = return saham pada periode ke t, Pt = harga penutupan saham pada periode ke t, dan Pt-1 = harga penutupan saham pada hari periode ke t-1

(8)

4 Variabel Independen

a. Return On Asset (ROA)

Menurut Sutarto dan Rosyadi (2004:18), Return on Asset (ROA) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktifa yang digunakan. Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih (EAT/Earning After Tax) dengan total aset. Menurut Setiyono dan Amanah (2016), ROA dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝑅𝑂𝐴 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝐵𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

b. Debt to Equity Ratio (DER)

Menurut Sutarto dan Rosyadi (2004:18), Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang menunjukan perbandingan antara total kewajiban dengan seluruh ekuitas (modal sendiri). Menurut Setiyono dan Amanah (2016), DER dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐷𝐸𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚

c. Current Ratio (CR)

Current Ratio (CR) merupakan rasio yang menunjukan sejauh mana

aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancer semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya (Septian dan Wahyuati, 2016). Menurut Setiyono dan Amanah (2016), Current ratio dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝐶𝑅 = 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

d. Ukuran Perusahaan

Menurut Oktavia dan Norita (2016), ukuran perusahaan adalah suatu skala di mana dapat diklasifikasikan besar dan kecilnya perusahaan dengan berbagai cara, antara lain: total aktiva, total penjualan, jumlah modal, nilai kapitalisasi pasar, log size, nilai pasar saham, dan lain lain. Menurut Yuliantarai dan Sujana (2014), ukuran Perusahaan diperoleh dengan

(9)

5

melogaritmakan nilai total asset dari emiten. Berdasarkan hal tersebut, size atau ukuran perusahaan dapat dirumuskan sebagai berikut:

𝑆𝑖𝑧𝑒 = 𝐿𝑛 (Total Aset) 2.3 Metode Analisis Data

Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda

(Multiple Linear Regression Method). Analisis ini digunakan untuk

menganalisis seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model persamaan regresi yang digunakan untuk menguji hipotesisi ini adalah:

RS = 𝜶 + 𝒃𝟏 𝑹𝑶𝑨 + 𝒃𝟐 𝑫𝑬𝑹 + 𝒃𝟑 𝑪𝑹 + 𝒃𝟒 𝑺𝑰𝒁𝑬 + e Dimana:

RS : Return saham

α : Konstanta

ROA : Return On Asset

DER : Debt to Equity Ratio

CR : Current Ratio

SIZE : Ukuran perusahaan

e : Error

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Uji Asumsi Klasik

Masalah yang umum terjadi dalam model regresi linear berganda yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi. Maka, dilakukan uji asumsi klasik mengenai keberadaaan masalah tersebut.

a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas yang menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov diperoleh bahwa nilai signifikansinya sebesar 0,053. Hasil dari pengujian normalitas menunjukkan bahwa nilai dari signifikansi 0,053 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model dari persamaan regresi pada penelitian ini mempunyai data yang normal, sehingga model penelitian ini memenuhi asumsi pengujian normalitas dengan uji Kolmogorof-Smirnov.

(10)

6 b. Uji Multikolinearitas

Uji multikoliniearitas bertujuan untuk menguji terjadi atau tidaknya multikoliniearitas. Hasil uji multikoliniearitas diperoleh bahwa nilai tolerance dari seluruh variabel menunjukan lebih dari 0,10 atau 10% serta nilai VIF kurang dari 10, sehingga semua variabel-variabel pada penelitian ini tidak terjadi multikoliniearitas.

c. Uji Heterokedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dengan uji glejser bertujuan untuk mendeteksi apakah variabel independen terjadi atau tidak heteroskedasitas. Berdasarkan hasil dari uji heteroskedastisitas diperoleh bahwa variabel Return

On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), size atau

ukuran perusahaan memiliki nilai signifikansi lebih besar dari pada 0,05 sehingga variabel independen ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi menurut uji Durbin-Watson (DW) bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji Durbin-Watson diperoleh nilai sebesar 1,358 dimana berada diantara -2 sampai +2. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan model regresi dalam penelitian ini bebas dari permasalahan autokorelasi.

3.2 Pembahasan Hasil Uji Hipotesis

a. Pengaruh Return On Asset (ROA) Terhadap Return Saham

Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa variabel Return On Asset (ROA) memiliki nilai t hitung sebesar 0,135 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,893 berada lebih tinggi dari α = 0,05. Hal ini menyebabkan H1 ditolak yang berarti variabel return on asset tidak berpengaruh terhadap

return saham pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi

bangunan tahun 2013-2015. Return On Asset (ROA) menunjukkan efektifitas perusahaan memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Namun dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini menunjukan bahwa keefektifitasan penggunaan aset yang dimiliki perusahan dalam menghasilkan

(11)

7

laba bersih setelah pajak tidak menjadi suatu acuan bagi investor dalam membuat keputusan suatu investasi (Abdullah dan Merdekawati, 2015). Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Setiyono dan Amanah (2016), Septiana dan Wahyuati (2016), serta Abdullah dan Merdekawati (2015) yang menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) tidak memiliki pengaruh terhadap

return saham.

b. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Return Saham Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) memiliki nilai t hitung sebesar 3,563 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 berada lebih rendah dari α = 0,05. Hal ini menyebabkan H2 diterima yang berarti variabel debt to equity ratio berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan tahun 2013-2015. Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasinya. Sehingga peningkatan terhadap nilai Debt to Equity Ratio (DER) direaksi secara positif oleh pasar yang berdampak pada meningkatnya harga saham dan return saham. Hasil dari penelitian ini juga menunjukan bahwa perubahan DER suatau perusahaan masih diperhitungkan oleh investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi (Setiyono dan Amanah, 2016). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Setiyono dan Amanah (2016) serta Rusydina dan Praptoyo (2017) yang menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh terhadap return saham.

c. Pengaruh Current Ratio (CR) Terhadap Return Saham

Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa variabel Current Ratio (CR) memiliki nilai t hitung sebesar 0,338 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,736 berada lebih tinggi dari α = 0,05. Hal ini menyebabkan H3 ditolak yang berarti bahwa tinggi rendahnya variabel Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan tahun 2013-2015. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa current ratio tidak menjadi tolak ukur bagi investor dalam melakukan investasi pada sebuah perusahaan yang diinginkan. Tingginya tingkat current

(12)

8

ratio yang dimiliki oleh perusahaan belum tentu akan menarik investor untuk

berinvestasi, karena current ratio yang tinggi juga menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, yang akan mempunyai pengaruh yang buruk terhadap profitabilitas perusahaan. Karena pada umumnya investor lebih menyukai laba (gain) serta menghindari risiko (Rusydina dan Praptoyo, 2017). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Tumonggor et.al (2017), Ariyanti dan Suwitho (2016), Bisara dan Amanah (2015), serta Rusydina dan Praptoyo (2017) yang menyatakan bahwa Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap return saham.

d. Pengaruh size/ukuran perusahaan terhadap return saham

Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa variabel size/ukuran perusahaan memiliki nilai t hitung sebesar 1,091 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,278 berada lebih tinggi dari α = 0,05. Hal ini menyebabkan H4 ditolak yang berarti variabel size/ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan tahun 2013-2015. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukan hasil bahwa size/ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham, hal ini dapat disebabkan dari berbagai hal diantaranya investor kurang memperhitungkan size/ukuran perusahaan dalam menentukan pembelian saham. Karena pertumbuhan suatu perusahaan bukan hanya dilihat dari besar kecilnya ukuran perusahaan tersebut. Besarnya suatu aset yang dimiliki oleh perusahaan bila tidak dikelola dengan baik oleh suatu perusahaan untuk kegiatan operasi suatu perusahaan, maka tidak akan dapat menghasillkan laba yang besar, laba yang tidak maksimal akan membuat harga saham menurun.Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Setiyono dan Amanah (2016), serta Nadiya dan Suryono (2017) yang menyatakan bahwa size/ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham.

(13)

9 4. PENUTUP

4.1 Simpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilaukan, maka hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap return saham. Sedangkan variabel Return On

Asset (ROA), Current Ratio (CR) dan size/ukuran perusahaan tidak berpengaruh

terhadap return saham. 4.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa keterbatasan diantaranya adalah sebagai berikut: (1) Penelitian ini hanya befokus pada satu sektor tertentu saja, yaitu sektor property, real estate dan konstruksi bangunan. Sehingga hasil penelitian tidak dapat di generalisasikan untuk perusahaan-perusahaan non-sektor property, real estate dan konstruksi bangunan seperti sektor makanan dan minuman, sektor perbankan, sektor pertambangan, dan lain-lain. (2) Penelitian ini hanya menggunakan empat variabel saja, yaitu Return On Asset

(ROA), Debt To Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), dan size/ukuran

perusahaan sehingga belum bias menggambarkan variabel return saham secara keseluruhan. (3) Perhitungan data return saham menggunakan data penutupan saham bulanan, sehingga memungkinkan terjadinya confounding effect terhadap return saham.

4.3 Saran

Atas dasar kesimpulan serta keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, maka penulis mengajukan rekomendasi sebagai berikut: (1) Penelitian selanjutnya diharapkan sebaiknya menambah jumlah sampel penelitian yang tidak hanya terbatas pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan saja tetapi juga menggunakan kelompok perusahaan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, seperti sektor manufaktur, sektor perbankan, sektor industri, dan sektor lainnya. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan variabel lain seperti variabel Earning Per Share (EPS), Total

Asset Turn Over (TATO), Return On Equity (ROE), Growth, Net Profit Margin

(14)

10

lain yang berpengaruh namun tidak dimasukkan dalam penelitian ini. (3) Peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data return saham harian yang diperoleh beberapa hari sebelum dan sesudah laporan keuangan diumumkan untuk mengurangi adanya confounding effect.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Hilmi dan Merdekawati, Eka. 2015. Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Current Ratio (CR) Dan Debt To Equity (DER) Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011. Dinamika Ekonomi Jurnal

Ekonomi dan Bisnis. Vol. 8, No. 2.

Antara et al. 2014. Analisis Rasio Likuiditas, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan Wholesale yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA. Vol.2, No.3, Hal. 902-911, ISSN: 2303-1174. Ariyanti, Ajeng Ika dan Suwitho. 2016. Pengaruh Cr, Tato, Npm Dan Roa Terhadap

Return Saham. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Vol. 5, No. 4. ISSN:

246-0593.

Basalama et al. 2017. Pengaruh Current Ratio, DER dan ROA terhadap Return Saham Pada Perusahaan Automotif dan Komponen Periode 2013-2015.

Jurnal EMBA. Vol. 5, No. 2, Hal. 1793–1803, ISSN: 2303-1174.

Bisara, Chrismas dan Amanah, Lailatul. 2015. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi. Vol. 4, No. 2. Budialim, Giovanni. 2013. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Risiko Terhadap

Return Saham Perusahaan Sektor Consumer Goods di Bursa Efek Indonesia

Periode 2007-2011. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. Vol.2 No. 1.

Dewi, Putu Eka Dianita Marvilianti. 2016. Pengaruh Rasio Likuiditas, Profitabilitas, Solvabilitas, Aktivitas dan Penilaian Pasar Terhadap Return Saham. Jurnal Ilmiah Akuntansi. Vol. 1, No. 2, Hal: 109-132.

Fitriana et al. 2016. Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas, Aktivitas dan Kebijakan Dividen Terhadap Return Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar Pada BEI Periode 2007-2013. Journal Of Accounting, Vol. 2, No.2. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS

19 Edisi 5. Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hanafi, Dr. Mahmud M dan Halim, Dr. Abdul. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

(15)

11

Mwaurah, Isaac; Muturi, Dr. Willy; dan Waititu, Dr, Anthony. 2017. The Influence of Financial Risk on Stock Returns. International Journal of Scientific and

Research Publications. Vol. 7, No. 5. ISSN: 2250-3153.

Nadiyah, Farah dan Suryono, Bambang. 2017. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham. Jurnal Ilmu dan Riset

Akuntansi. Vol. 6, No. 9. ISSN:2460-0585.

Oktavia, Intan Noerwida dan Norita. 2016. Pengaruh Manajemen Laba, Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Rasio Aktivitas, Rasio Profitabilitas dan Firm Size Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Telekomunikasi yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014). e-Proceeding of

Management. Vol.3, No.3. ISSN: 2355-9357.

Prastowo, Dwi dan Juliaty, Rifka. 2008. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi Edisi Kedua. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Prastowo, Dwi. 2015. Analisis Laporan Keuangan Konsep Dan Aplikasi Edisi Ketiga. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Pratiwi, Ni Putu Trisna Windika dan Putra, I Wayan. 2015. Pengaruh Rasio Keuangan, Ukuran Perusahaan, Arus Kas Aktivitas Operasi Pada Return Saham. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 11, No. 2, Hal. 531-546, ISSN: 2302-8556.

Putra, Ferdinan Eka dan Kindagen, Paulus. 2016. Pengaruh Return On Asset (ROA),

Net Profit Margin (NPM), dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Return

Saham Perusahaan Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Periode 2010-2014). Jurnal EMBA. Vol. 4, No. 4, Hal: 235-245. ISSN: 2303-1174.

Putra, I Made Gunartha Dwi dan Dana, I Made. 2016. Pengaruh Profitabilitas,

Leverage, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham

Perusahaan Farmasi di BEI. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 5, No. 11, ISSN : 2302-8912.

Raharjaputra, Hendra S. 2009. Buku Panduan Praktis Manajemen Keuangan dan Akuntansi Untuk Eksekutif Perusahaan. Salemba Empat.

Raningsih, Ni Kadek dan Putra, I Made Pande Dwiana. 2015. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan dan Ukuran Perusahaan Pada Return Saham. E-Jurnal

Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 13, No. 2, hal 582-598, ISSN:

2302-8556.

Riawan. 2016. Peran Profitabilitas dan Likuiditas Serta Dividen Payout Ratio Terhadap Return Saham. Media Trend. Vol. 11, No. 2, ISSN : 1858-1307. Santoso, Singgih. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta. PT Elex

(16)

12

Sawir, Agnes. 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Septiana, Farda Eka dan Wahyuati, Aniek. 2016. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmu dan Riset

Manajemen. Vol. 5, No. 1, ISSN : 2461-0593.

Setiyono, Erik dan Amanah, Lailatul. 2016. Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham. Jurnal Ilmu dan Riset

Akuntansi. Vol. 5, No. 5, ISSN : 2460-0585.

Sundjaja, Ridwan S dan Barlian, Inge. 2003. Manajemen Keuangan Satu Edisi Kelima. Klaten. PT Intan Sejati.

Sugiarti et.al. 2015. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM). Vol. 13, No. 2, ISSN: 1693-5241.

Sutarto dan Rosyadi, Imron. 2004. Analisis Kinerja Keuangan dan Penilaian Sekuritas. Fakultas Ekonomi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tambunan, Andy Porman. 2013. Analisis Saham Pasar Perdana (IPO) dari

Perspektif Financial Management dan Strategic Management. PT Elex

Media Komputindo.

Tumonggor et al. 2017. Analisis Pengaruh Current Ratio, Return On Equity, Debt

To Equity Ratio dan Growth Terhadap Return Saham Pada Cosmetics And

Household Industry yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2016. Jurnal

EMBA. Vol. 5, No. 2. ISSN: 2303-1174.

Wiyono, Gendro dan Kusuma, Hadri. 2017. Manajemen Keuangan Lanjutan Berbasis Corporate Value Creation Edisi kesatu. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Yuliantari, Ni Nym Ayu. W dan Sujana, I Ketut. 2014. Pengaruh Financial Ratio,

Firm Size, dan Cash Flow Operating Terhadap Return Share Perusahaan

F&B. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 7, No. 3, Hal: 547-558, ISSN: 2302-8556.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang dimaksud pengaruh perhatian orang tua dalam penelitian ini adalah daya atau kekuatan yang timbul dari perhatian orang tua (ibu, bapak) yang diberikan

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ANALISIS CONVENIENCE PEMANFAATAN PELAYANAN PERSALINAN

30 dan kelas “Swasta” berjumlah 30 dan 5 data uji sebagai contoh penghitungan prediksi siswa SD Negeri Mojosari Mantup Lamongan berdasarkan hasil lolos... seleksi di

Tingkat Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Spons Jenis Petrosia nigricans dan Aaptos aaptos yang Ditransplantasikan di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta [tesis]..

Diharapkan dapat membantu memperbaiki penatalaksanaan latihan dengan core stability exercise dan william flexion excercise pada latihan ini akan tercapai program pelatihan

Ketersediaan alat pendeteksi yang canggih mutlak diperlukan agar penyelundupan narkoba melalui bandara tersebut tidak dapat lolos dari pemeriksaan, karena cara dan

Post traumatic Stress Disorder ( PTSD) merupakan gangguan yang diakibatkan satu atau lebih kejadian traumatik yang dialami atau disaksikan oleh seseorang baik

Pengaruh Current Ratio (Cr), Return On Equity (Roe), Dan Sales Growth Terhadap Harga Saham Yang Berdampak Pada Kinerja Keuangan Perusahaan (Pada Perusahaan Manufaktur Sektor