TUGAS KULIAH
MANAJEMEN PROYEK
Oleh:
Setyo Bayu P I1A004016
Saputro Arif W. I1A004022
Ramadhian Fitria D. I1A004054
Rino Hari P. I1A004068
Muhono I1A004069
Dwi Ary Asmoro I1A005006
Dimas Noly I1A005010
Ahmad Taufik H I1A005016
Rahmat K. Noviandono I1A005039
Tulus Setyo I1A005065
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
TEKNIK ELEKTRO
PURWOKERTO
2009
DOKUMEN ANALISIS SISTEM
SISTEM PENGENALAN WAJAH SEBAGAI ABSENSI
1. PENDAHULUAN
Di jaman globalisasi dan perdagangan bebas yang akan segera diterapkan, sumber daya manusia yang berkualitas menjadi syarat pokok untuk dapat bersaing. Oleh karena itulah sumber daya manusia sebagai ujung tombak keberhasilan dari suatu perusahaan harus mempunyai suatu kedisiplinan yang membuat suatu sistem berjalan seperti yang diinginkan. Untuk membentuk sebuah kedisiplinan harus dibutuhkan suatu sistem yang mempunyai kualitas agar sistem tersebut berjalan.
Suatu perusahaan yang memiliki karyawan sebagai ujung tombak usaha, juga harus mempunyai suatu kedisiplinan dan kesadaran agar perusahaan tersebut bisa menjalankan usahanya dengan lancar, dan apabila kedisiplinan itu menjadi masalah utama akan terjadi pula masalah-masalah yang menyangkut kedalam usaha perusahaan tersebut.
Dari penjelasan tersebut perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor ini memiliki sadar akan pentingnya kedisiplinan dalam setiap aspek di perusahaan tersebut. Permasalahan yang terjadi adalah dalam sistem absensi untuk para karyawan. Sistem absensi yang sebelumnya tidak mampu menangani kecurangan karyawan, masih banyak karyawan yang menitip absen ke karyawan lain. Oleh karena itu dibutuhkan sistem baru yang bisa menangani masalah kedisiplinan tersebut.
1.a Tujuan
Sistem Pengenalan Wajah sebagai sistem absensi ini bertujuan agar dapat meminimalisir kelemahan dari sistem yang ada sebelumnya. Tujuan dari sistem ini juga agar dapat membuat sistem di perusahaan ini menjadi lebih baik dalam bidang efektifitas kerja dari semua karyawan.
1.b Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari sistem ini adalah hanya dipakai dalam satu kantor saja dan tidak dapat di akses oleh kantor cabang lain. Dan sebagai lingkupan lain adalah sistem ini hanya digunakan untuk sistem absensi dan tidak untuk pengamanan di gedung perusahaan tersebut.
1.c Definisi
Beberapa definisi dan singkatan yang ada dalam rencana pengembangan sistem ini antara lain:
- Webcam: Web Camera
- CCTV : Closed Circuit Television
1.d Referensi
Bahan yang dipakai sebagai referensi untuk perancangan sistem ini adalah buku Software Engineering Fourth Edition terbitan tahun 1997 dengan pengarangnya adalah Roger S. Pressman.
1.e Deskripsi Umum Dokumen
Sistem pengenalan wajah sebagai absensi ini didasarkan pada kebutuhan sebuah perusahaan untuk kinerja dari karyawannya. Sistem ini dibuat untuk memperbaiki system absensi yang telah ada, karena system absensi yang telah ada kurang bisa meningkatkan kinerja dari para karyawannya karena system tersebut masih banyak kekurangannya. System ini dapat mendeteksi wajah setiap karyawannya sehingga tidak dapat lagi ada yang memalsukan atau menipu system.
Rencana pengembangan perangkat lunak ini akan dikembangkan lebih lanjut jika telah berhasil diaplikasikan dilapangan. Beberapa kemungkinan mengenai kendala dan kekurangan proyek ini akan terus dikaji ulang.
2. DESKRIPSI UMUM PERANGKAT LUNAK
2.a Deskripsi Umum Sistem
Saat karyawan akan masuk ke dalam ruangan melalui pintu masuk akan di identifikasi melalui sensor yang sudah terpasang di pintu masuk tersebut. Lalu selanjutnya sensor tersebut akan mencocokan dengan database yang telah ada. Setelah proses pencocokan dengan database, sistem akan mulai menjalankan waktu di dalam data karyawan tersebut agar dihitung sebagai jam kerja.
Begitu pula saat karyawan akan meninggalkan ruangan, sensor akan menutup rapat pintu keluar sebelum karyawan tersebut mengidentifikasi wajahnya tersebut
ke sensor. Sensor akan mengidentifikasi karyawan yang akan keluar ruangan tersebut dan menghentikan waktu yang terdapat di dalam database karyawan itu sebagai jam kerja.
2.b Fungsi
2.b.1 Monitoring Absensi Karyawan
Untuk monitoring para karyawan, sistem akan berjalan secara realtime karena dalam sistem digunakan pula kamera CCTV. CCTV tersebut mempunyai layar monitor yang terhubung kedalam ruangan para manajer agar dapat dipantau aktifitas para karyawan sebagai bahan laporan karyawan untuk penilaian karyawan aktif atau karyawan pasif dalam kantor tersebut.
2.b.2 Penghitungan Parameter Absen
Setelah semua sistem berjalan, sistem akan menghitung semua data yang masuk ke database sebagai bahan laporan bulanan. Prosesnya adalah setiap tanggal 1 tiap bulannya sistem akan menghitung jam kerja dari setiap karyawannya dan semua tanggal apabila karyawannya tidak hadir, dan setelah itu sistem tersebut akan mencetak dalam bentuk laporan jadi yang bisa dilihat sebagai acuan pembayaran gaji para karyawan.
2.c Karakteristik Pengguna
Penggunaan dari system ini adalah kebutuhan dari setiap karyawannya untuk system absensi, oleh karena itu system ini dibuat sedemikian rupa hingga antarmuka dari system ini adalah mudah dan sederhana, karena karakteristik pengguna yang hamper semuanya adalah karyawan adalah tidak ingin sulit dalam absensi.
2.d Batasan-Batasan
Batasan-batasan dalam system ini adalah Ruang lingkup dari sistem ini adalah hanya dipakai dalam satu kantor saja dan tidak dapat di akses oleh kantor cabang lain. Dan sebagai lingkupan lain adalah sistem ini hanya digunakan untuk sistem absensi dan tidak untuk pengamanan di gedung perusahaan tersebut.
2.e Lingkungan Operasi
System ini dibuat untuk lingkungan dalam kantor, apabila nantinya akan digunakan sebagai system utama dari pintu masuk gedung akan direncanakan kembali perancangan system ini.
3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN
System ini dibuat berdasarkan dari kebutuhan perusahaan, kebutuhannya adalah: - Perusahaan menginginkan system absensi yang tidak dapat diakali oleh
para karyawannya.
- Perusahaan menginginkan system absensi memakai pendeteksian wajah.
- Perusahaan menginginkan system tersebut dapat digunakan pula sebagai pengawasan para karyawan pada saat jam kerja.
- Perusahaan menginginkan pintu kantor tidak akan terbuka jika system tidak mengenali wajah.
DOKUMEN ANALISIS SISTEM
SYRINGE PUMP
1. PENDAHULUAN
Belakangan ini banyak bermunculan teknologi-teknologi yang dahulu tidak terfikirkan untuk diciptakan. Teknologi-teknologi tersebut dapat menghadirkan suasana baru dalam kegiatan manusia.
Teknologi-teknologi dapat bermanafaat untuk kehidupan manusia sebagai alat untuk membantu pekerjaan manusia. Semua teknologi juga dapat diciptakan sesuai dengan keinginan para manusia yang membutuhkan suatu alat untuk mempermudah tugas dari suatu pekerjaan.
Dalam bidang kesehatan banyak teknologi yang sangat membantu tugas dari para dokter untuk menyembuhkan pasien-pasiennya. Saat ini banyak penyakit yang cara penyembuhannya adalah dengan menyuntikkan cairan atau sejenisnya ke dalam tubuh. Oleh karena itu penyuntikkan sangat sering dilakukan oleh para dokter. Tetapi saat ini banyak pasien yang terlantar dikarenakan sumber daya manusia untuk mengobati sangat terbatas, padahal jika dicermati bahwa penyakit atau keluhan para pasien tidak jauh berbeda cara penanganannya. Akan tetapi dikarenakan sumber daya manusianya yang sangat terbatas maka banyak pasien yang terlantar.
1.a Tujuan
Membuat atau merancang suntikan agar saat pasien menderita penyakit dan harus disuntik tidak harus ada lagi dokter yang menyuntikkan akan tetapi suntikan tersebut bisa otomatis menyuntikan ke pasien.
1.b Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari perencanaan system ini adalah hanya dipakai untuk kebutuhan para dokter dan tidak untuk pemakaian setiap orang dan tidak diperjual belikan bebas.
1.c Definisi dan Singkatan
Beberapa definisi dan singkatan yang ada dalam rencana pengembangan sistem ini antara lain:
- Remote Control : Pengendali Jarak Jauh
- Interface : Antarmuka
1.d Referensi
Bahan yang dipakai sebagai referensi untuk perancangan sistem ini adalah buku Kapita selekta kedokteran edisi ketiga jilid satu karangan Arif Mansjoer dkk terbitan tahun 2001 dan penerbitnya adalah media Aesculapius FKUI.
1.e Deskripsi Umum Dokumen
Sistem Syringe Pump ini didasarkan pada kebutuhan para dokter yang banyak mendapati pasien-pasiennya membutuhkan pengobatan denganc cara disuntik. Sistem ini dibuat untuk memudahkan para dokter dan meringankan para dokter yang menangani pasiennya dengan cara disuntik sehingga tidak memerlukan banyak waktu dan bisa menggunakan waktu tersebut untuk memeriksa pasien lainnya.
Rencana pengembangan perangkat lunak ini akan dikembangkan lebih lanjut jika telah berhasil diaplikasikan dilapangan. Beberapa kemungkinan mengenai kendala dan kekurangan proyek ini akan terus dikaji ulang.
2. DESKRIPSI UMUM PERANGKAT LUNAK
2.a Deskripsi Umum Sistem
Alat ini diintegrasikan dengan sebuah komputer yang dapat mengeksekusi program dengan hanya menekan tombol. Alat ini mempunyai 2 saluran untuk memasukkan cairan yang bisa digunakan keduanya secara bersamaan atau salah satunya saja.
2.b Fungsi Produk
Fungsi dari system ini adalah menyuntikan otomatis agar saat pasien menderita penyakit dan harus disuntik tidak harus ada lagi dokter yang menyuntikkan akan tetapi suntikan tersebut bisa otomatis menyuntikan ke pasien. Fungsi lainnya adalah sebagai monitoring penggunaan, yang bisa dikelompokan menjadi empat bagian, yaitu:
Remote control ini akan menyediakan beberapa perintah yaitu ON/OFF sederhana, komunikasi dengan komputer atau perangkat yang serupa, lalu dapat mengatur kecepatan.
- Otomatisasi Pengaktifan
Motor akan non aktif jika jarum suntik kosong.
- Interface
Alat ini mempunyai menu pilihan pada layar pengontrol yang berisi: Memilih table dari jarum suntik yang disimpan dalam memori
pompa
Memasukan volume yang akan disalurkan
Memasukan nilai kecepatan arus yang diinginkan. - Parameter Penyuntikan
Alat ini akan menyalurkan cairan dalam volume tertentu sesuai yang diminta oleh user. Alarm diprogram menyala untuk memberikan tanda waspada bila terjadi kondisi diluar dugaan, misalnya adalah cairan tidak mengalir atau alarm akan menyala bila program pemompaan telah selesai.
2.c Karakteristik Pengguna
Karakteristik dari pengguna yang seluruhnya adalah para dokter, maka alat ini diciptakan dengan istilah-istilah yang bisa dipahami oleh para dokter tersebut.
2.d Batasan-Batasan
Alat ini hanya digunakan untuk menyuntikkan kepada pasien, tidak untuk menyembuhkan pasien dengan cara pengobatan lain. Alat ini juga dibatasi penggunaanya hanya untuk cairan-cairan untuk penyembuhan penyakit ringan.
2.e Lingkungan Operasi
Alat ini diciptakan dikhususkan untuk para dokter dalam penggunaanya dan tidak diproduksi dalam jumlah yang banyak karena tidak diperjualbelikan untuk umum.
3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN
System ini dibuat berdasarkan dari kebutuhan dari beberapa dokter untuk membantu dalam kerjanya, kebutuhannya adalah:
- Membuat suntikan otomatis.
- Mempunyai remote control yang digunakan sebagai pengendali pengaktifan alat tersebut.
- Alat dapat non aktif bila jarum suntik kosong. - Mempunyai Interface sebagai berikut:
Pemilihan table dari jarum suntik yang disimpan dalam memori pompa
Kolom memasukan volume yang akan disalurkan
DOKUMEN ANALISIS SISTEM
PENDETEKSIAN KERUSAKAN HANDPHONE
1. PENDAHULUAN
Telekomunikasi adalah bidang yang sangat pesat dalam perkembangannya di Indonesia saat ini. Banyak perusahaan-perusahaan yang bermunculan di bidang telekomunikasi karena beranggapan dapat meraih banyak konsumen di bidang telekomunikasi tersebut.
Keadaan itu di sebabkan oleh konsumen atau masyarakat kita yang sudah sangat bergantung dengan telekomunikasi saat ini. Banyak yang membutuhkan komunikasi yang cepat dan murah. Oleh karena itulah handphone saat ini adalah alat komunikasi yang mungkin setiap orang memilikinya. Karena kebutuhan komunikasi yang cepat dan murah itulah handphone menjadi bintang utama dalam alat komunikasi saat ini.
Tetapi seiring dengan bermunculan handphone, saat ini banyak pula handphone-handphone yang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bisa disebabkan oleh kesalahan pemakai ataupun bisa pula dikarenakan oleh pembuatan handphone yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu banyak yang mengeluhkan apabila alat komunikasi yang cepat dan murah ini mengalami kerusakan. Karena apabila handphone mengalami kerusakan, maka komunikasi akan dapat mengalami kendala yang bisa berakibat kerugian.
1.a Tujuan
Pendeteksian kerusakan handphone ini bertujuan untuk dapat mendeteksi kerusakan handphone yang dapat mendukung untuk beberapa merk dan tipe handphone yang ada saat ini seperti, Nokia, Ericsson, Siemens, LG dan lainnya.
1.b Ruang Lingkup
Ruang lingkup alat ini hanya untuk mendeteksi kerusakan handphone bukan untuk memperbaiki handphone tersebut.
1.c Definisi dan Singkatan
Beberapa definisi dan singkatan yang ada dalam rencana pengembangan sistem ini antara lain:
- HP : Handphone (telepon genggam)
1.d Referensi
Bahan yang dipakai sebagai referensi untuk perancangan sistem ini adalah buku Software Engineering Fourth Edition terbitan tahun 1997 dengan pengarangnya adalah Roger S. Pressman.
1.e Deskripsi Umum Dokumen
Sistem pendeteksian kerusakan HP ini didasarkan pada kebutuhan para pemakai HP yang saat ini banyak mendapati HP tersebut rusak atau tidak dapat berfungsi sebagaimana seharusnya.
Rencana pengembangan perangkat lunak ini akan dikembangkan lebih lanjut jika telah berhasil diaplikasikan dilapangan. Beberapa kemungkinan mengenai kendala dan kekurangan proyek ini akan terus dikaji ulang.
2. DESKRIPSI UMUM PERANGKAT LUNAK
2.a Deskripsi Umum Sistem
Proses awal untuk dapat mendeteksi kerusakan handphone adalah menghubungkan handphone tersebut ke sebuah komputer yang sudah terdapat software untuk mendeteksi handphone tersebut. Kemudian software tersebut mencoba fungsi dari setiap komponen dari handphone tersebut. Apabila terdapat komponen yang tidak berfungsi setelah di coba maka komponen tersebutlah yang mengalami kerusakan.
2.b Fungsi Produk
Fungsi dari produk ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
- Mengelompokan jenis-jenis kerusakan
Pada dasarnya kerusakan handphone dibagi menjadi dua jenis, yaitu kerusakan software dan kerusakan hardware. Dengan alat ini jenis kerusakan akan terlihat posisinya, apabila kerusakan hardware maka
alat ini akan mencari komponen yang rusak. Dan apabila kerusakan terdapat di posisi software maka alat ini akan menentukan software atau program apa yang mengalami kerusakan.
- Perbaikan Manual
Setelah mengalami proses-proses pendeteksian dari alat ini, akan diketahui posisi kerusakannya. Apabila kerusakan sudah diketahui penyebabnya akan memudahkan teknisi untuk memperbaiki handphone yang rusak tersebut tanpa harus mengecek satu persatu kemungkinan kerusakan yang dapat terjadi pada handphone.
2.c Karakteristik Pengguna
Pengguna alat ini mempunyai karateristik yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya pengguna tidak ingin direpotkan dengan masalah-masalah yang rumit seputar kerusakan HP.
2.d Batasan-Batasan
Yang menjadi batasan alat ini adalah alat ini hanya untuk mendeteksi kerusakan handphone bukan untuk memperbaiki handphone tersebut.
2.e Lingkungan Operasi
Lingkungan operasi dari produk ini adalah para teknisi yang membutuhkan kecepatan dalam mendeteksi kerusakan pada HP.
3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN
System ini dibuat berdasarkan dari kebutuhan pengguna HP yang mendapati HP tersebut rusak, kebutuhannya adalah:
- Bisa mendeteksi kerusakan HP apabila HP tersebut mati total. - Bisa mendeteksi kerusakan HP apabila HP tersebut sering restart. - Bisa mendeteksi kerusakan HP apabila HP tersebut tidak normal dalam
DOKUMEN ANALISIS SISTEM
PENGENDALI PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA MELALUI SMS
1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi dewasa ini mencakup hampir semua aspek kehidupan manusia. Tak terlepas dari itu bahwa teknologi sangat dibutuhkan dalam berbagai macam aplikasi yang melibatkan aktifitas manusia itu sendiri. Berbagai macam alat di ciptakan untuk memudahkan manusia atau hingga untuk menggantikan manusia dalam menjalankan suatu pekerjaan. Tingkat efisiensi dan efektifitas menjadi alas an dan tolak ukur suatu mesin dan robot diciptakan.
Pekerjaan rumah tangga adalah salah satu dari sekian banyak aktifitas yang biasa dilakukan oleh manusia. Aktifitas ini membutuhkan waktu dan tenaga dari waktu ke waktu setiap hari. Mulai dari membersihkan rumah, mengepel lantai, menata ruangan, sampai dengan mencuci piring dan peralatan makan lainnya. Dimana semua peralatan yang digunakan tidak terlepas dari dari listrik.
Perubahan dalam industry yaitu yang berhubungan dengan mekanik menjadi elektromekanik, kemudian menjadi fully electronic control telah berjalan beberapa tahun belakangan ini. Banyak juga peralatan rumah tangga yang sebelumnya mekanik penuh berubah menjadi fully electronic dengan integrasi mikrokontroller pada suatu peralatan. Mikrokontroller menjadi solusi utama dalam control berbasis elektronik saat ini. Beberapa alasan memakai mikrokontroler adalah reliabilitas, harga, dan peningkatan efisiensi.
1.a Tujuan
Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk mempermudah manusia dalam aktifitasnya, dimana semakin bertambahnya waktu makin bertambah pula kegiatan atau aktifitasnya yang dijalankan demi memenuhi kebutuhan hidup.
1.b Ruang Lingkup
Yang menjadi pembatasan adalah alat ini hanya dapat mengendalikan melalui sms peralatan-peralatan rumah tangga yang membutuhkan listrik sebagai catu dayanya. Apabila tidak menggunakan listrik maka tidak dapat dikendalikan melalui alat ini.
1.c Definisi dan Singkatan
Beberapa definisi dan singkatan yang ada dalam rencana pengembangan sistem ini antara lain:
- GSM : Global System for Mobile Communication - SMS : Short Message Service
1.d Referensi
Bahan yang dipakai sebagai referensi untuk perancangan sistem ini adalah buku Software Engineering Fourth Edition terbitan tahun 1997 dengan pengarangnya adalah Roger S. Pressman.
1.e Deskripsi Umum Dokumen
Sistem pengendalian peralatan listrik rumah tangga menggunakan SMS ini didasarkan pada kebutuhan dalam kemudahan dan efisiensi untuk mengendalikan peralatan listrik rumah tangga tanpa harus berada didalam rumah. SMS adalah cara mudah untuk mengendalikan listrik rumah tangga tanpa harus berada di dalam rumah ataupun sedang berada diluar kota.
Rencana pengembangan perangkat lunak ini akan dikembangkan lebih lanjut jika telah berhasil diaplikasikan dilapangan. Beberapa kemungkinan mengenai kendala dan kekurangan proyek ini akan terus dikaji ulang.
2. DESKRIPSI UMUM PERANGKAT LUNAK
2.a Deskripsi Umum Sistem
Alat ini memakai modem GSM D-GSM300 sebagai piranti utama yang menggunakan Standart AT command sebagai protocol datanya. Agar D-GSM300 dapat digunakan untuk mengendalikan peralatan rumah tangga, maka dibutuhkan sistem mikrokontoroler dan relay board yang terhubung pada peralatan-peralatan rumah tangga yang akan dikendalikan. Data SMS yang diterima oleh D-GSM300 akan di informasikan ke DST-51 dan diterjemahkan menjadi perintah-perintah yang akan diproses oleh relay Board DRL-1205s. Relay Board ini adalah sebuah relay board yang didisain menggunakan solid state sehingga tidak mengalami efek mekanik yang sering kali mengakibatkan loncatan tegangan dan kerusakan mekanik apabila sering ON/OFF.
2.b Fungsi
System ini mempunyai dua fungsi utama, yaitu:
2.b.1 Kontrol Jarak Jauh
Dengan alat ini peralatan-peralatan rumah tangga dapat di perintah atau di aktifkan tanpa harus berada di rumah tersebut. Ini memudahkan untuk pemakai yang sering meninggalkan rumahnya, sehingga dapat menyalakan lampu penerangan apabila sore hari dan bisa mematikan lampu penerangan bila sudah terdapat cahaya matahari.
2.b.2 Pengamanan
Alat ini juga bisa di fungsikan sebagai pengamanan terhadap kecelakaan peralatan rumah tangga apabila meninggalkan rumah. Pemakai bisa memastikan bahwa peralatan rumah tangga sudah tidak aktif dengan hanya mengirim SMS.
2.c Karakteristik Pengguna
Pengguna dari system ini kebanyakan adalah para pekerja yang sering bepergian keluar kota dan meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, sehingga membutuhkan pengendalian dalam jarak yang jauh dan aman.
2.d Batasan-Batasan
Batasan dari system ini hanya mengendalikan peralatan rumah tangga yang mempunyai aliran listrik atau menggunakan listrik sebagai daya utamanya.
2.e Lingkungan Operasi
Lingkungan operasi system ini adalah daerah yang sudah teraliri listrik, karena pengendalian peralatan rumah tangga dibatasi hanya peralatan yang memakai sumber listrik saja yang bisa di kendalikan melalui SMS.
3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN
System ini dibuat berdasarkan dari kebutuhan pengguna dalam kebutuhan sehari-hari yang dirinci sebagai berikut:
- Dapat mengendalikan peralatan rumah tangga dengan menggunakan SMS
- SMS menjadi alat utama dalam pengendalian semua alat rumah tangga (bisa mengaktifkan dan me-nonaktifkan).
- SMS juga bisa dipakai untuk system keamanan rumah apabila rumah dalam keadaan kosong.
- Bisa menyalakan lampu dan mematikan melalui SMS apabila rumah dalam keadaan kosong.
DOKUMEN ANALISIS SISTEM SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN
1. PENDAHULUAN
Perpustakaan adalah sebuah ruang dimana di dalamnya terdapat banyak buku yang disusun berdasarkan sistem tertentu untuk digunakan sebagai media dalam mencari ilmu dan wawasan bagi semua orang.
Perpustakaan identik dengan berbagai buku yang di tata rapi dengan urutan tertentu. Dan untuk mencarinya kita harus mengurutkan symbol-simbol yang ada pada perpustakaan tersebut agar buku yang kita cari ditemukan posisinya. Cara itu sangat memakan waktu lama dan sangat tidak efisien bagi orang yang membutuhkan efisiensi waktu.
Oleh karena itulah dibutuhkan sistem dimana cara yang tidak efisien tersebut bisa digantikan. Karena dengan sistem yang baru mungkin saja bisa menambah peminat agar perpustakaan bisa dikunjungi dan menjadi tempat yang digemari oleh setiap kalangan, dan dapat menambah manfaat dari perpustakaan.
1.a Tujuan
Tujuan secara umum system informasi perpustakaan antara lain :
a. Memberikan akses yang mudah dalam dalam pelayanan khususnya pelayanan dalam mencari bahan pustaka yang dibutuhkan.
b. Lebih mengoptimalkan kemajuan iptek bagi aspek pendidikan, dalam hal ini sistem informasi perpustakaan.
c. Untuk menemukan suatu bahan bahan pustaka maupun data yang relative cepat dan mudah.
d. Menampung semua informasi mengenai data – data
1.b Ruang Lingkup
Sebagai ruang lingkup masalah ini adalah sistem informasi perpustakaan ini hanya berdiri sendiri, maksudnya adalah sistem informasi perpustakaan ini tidak terhubung dengan perpustakaan lain.
1.c Definisi dan Singkatan
Beberapa definisi dan singkatan yang ada dalam rencana pengembangan sistem ini antara lain:
- Katalog : katalog merupakan buku panduan untuk pencarian buku yang dicari pada perpustakaan
1.d Referensi
Bahan yang dipakai sebagai referensi untuk perancangan sistem ini adalah mengambil sumber-sumber yang terdapat di internet seperti:
-
http://confiee/wordpress.com/2009/05/19/sistem-informasi-perpustakaan
- http://romisatriawahono.net/1006/05/03/sistem-inforasi-perpustakaan
- http://wikimedia.com/2008/05/15/sistem-informasi-perpustkaan
1.e Deskripsi Umum Dokumen
Dalam dokumen ini berisikan :
a. Proses registrasi pendaftaran anggota masih dilakukan dengan pengisian formulir secara manual dan data yang digunakan tidak diolah dengan cepat dalam pembuatan kartu anggota.
b. Buku yang dicari oleh anggota tidak ditemukan dalam rak buku.
c. Anggota yang akan meminjam sudah pinjam buku pada hari sebelumnya sehingga tidak boleh meminjam lagi.
d. Buku yang dipinjam oleh setiap anggota harus tidak lebih dari tiga.
Setiap ada anggota yang terlambat dalam mengembalikan buku perlu adanya sanksi agar anggota tersebut dapat tepat waktu dalam mengembalikan buku dan memberikan keempatan bagi anggota yang lain untuk meminjam buku tersebut.
2. DESKRIPSI UMUM PERANGKAT LUNAK
2.a Deskripsi Umum Sistem
Dalam pembuatan sistem ini digunakan dua sistem pelayanan terhadap pengguna perpustakaan yaitu sistem pelayanan terbuka dan sistem pelayanan tertutup. Sistem pelayanan terbuka, pelanggan dapat masuk ke ruang penyimpanan koleksi untuk mencari dan menemukan sendiri bahan pustaka yang
dibutuhkan. Sedangkan sistem pelayanan tertutup, penggunan harus minta bantuan petugas untuk mencari bahan pustaka yang diperlukan.
Dengan menggunakan kedua sistem pelayanan tersebut dapat memberikan keleluasaan terhadap para pengguna untuk mencari bahan pustaka yang dibutuhkan dengan bebas dan cepat. Pengguna juga dapat mencari informasi buku yang diinginkan dengan menyebutkan judul dan pengarang ke petugas apabila tidak dapat menemukan pada rak buku yang ada.
2.b Fungsi Produk
Fungsi dari system ini adalah pelayanan yang lebih baik dari system terdahulu yang didalamnya terdapat proses-proses dalam informasinya.
Proses dalam informasi dibagi menjadi tiga yaitu Diagram Arus Data pada Keanggotaan, Diagram Arus Data pada Transaksi, dan Diagram Arus Data pada Inventarisasi.
- Diagram Arus Data pada Keanggotaan
Alur data yang terdapat pada keanggotaan adalah bila terdapat anggota baru yang akan mendaftar, maka anggota tersebut harus menyerahkan identitas keanggotaan dan biodata diri kepada petugas. Kemudian petugas akan mengecek data anggota apakah datanya sudah ada atau belum. Kemudian dilanjutkan ke proses pengisian Formulir.
- Diagram Arus Data pada Transaksi
Proses transaksi yang dimaksudkan adalah proses peminjaman dan pengembalian buku. Jika anggota perpustakaan ingin meminjam buku, dia dapat melihat koleksi buku yang disediakan oleh perpustakaan yang bertujuan untuk membantu proses pencarian buku. Setelah buku yang dicari ketemu maka langsung menyerahkan kartu anggota kepada petugas yang bertujuan untuk memeriksa data keanggotaan dari buku yang akan dipinjam
- Diagram Arus Data pada Inventarisasi
Proses yang terdapat pada inventaris adalah permintaan buku dari anggota dan penambahan buku dari penyedia dan penyumbang buku. Anggota mengajukan permintaan buku kepada pengelola perpustakaan jika buku yang dicarinya tidak ada. Pertama dia harus mengisi form permintaan buku yang akan diajukan ke pengelola. Kemudian
pengelola akan mengecek data tersebut, apakah buku yang dibutuhkan anggota itu penting dan banyak permintaan atau sebaliknya. Jika buku tersebut banyak peminatnya maka pengelola akan mengajukan data buku yang dibutuhkan ke penyedia sebagai tindak lanjut dari permintaan anggota.
2.c Karakteristik Pengguna
Pengguna dari system ini adalah para pencari informasi yang dapat mereka temukan dalam perpustakaan. Mereka dari berbagai kalangan dan umur. Dan mereka menganggap dapat banyak mendapat ilmu dari perpustakaan.
2.d Batasan-Batasan
Batasan dari system informasi ini adalah sistem informasi perpustakaan ini hanya berdiri sendiri, maksudnya adalah sistem informasi perpustakaan ini tidak terhubung dengan perpustakaan lain.
2.e Lingkungan Operasi
System ini dapat dipakai untuk berbagai perpustakaan, akan tetapi bila perpustakaan itu masih bisa memakai system manual dalam system peminjamannya maka tidak membutuhkan system informasi perpustakaan tersebut.
3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN
System ini dibuat berdasarkan dari kebutuhan perpustakaan untuk membuat system lebih efisien dirinci sebagai berikut:
- Membuat system informasi perpustakaan - Membedakan setiap jenis peminjam - Membuat interface yang mudah dijalankan
- Menginginkan system tersebut bisa membuat kartu anggota perpustakaan otomatis bila data pengguna telah dimasukkan.
DOKUMEN ANALISIS SISTEM SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT
1. PENDAHULUAN
Rumah sakit adalah tempat yang sangat penting di suatu daerah atau kota, karena dengan adanya rumah sakit, masyarakat bisa mendapatkan penanganan apabila terjadi masalah dengan kesehatan. Faktor itulah salah satu mengapa rumah sakit menjadi sangat penting di suatu daerah atau kota.
Dalam kenyataannya banyak masyarakat yang masih belum merasakan fungsi rumah sakit dengan sebenarnya dikarenakan banyak faktor. Salah satunya adalah masalah pelayanan. Saat ini pelayanan yang ada masih sangat membuat efektifitas rumah sakit sangat rendah. Masih banyak pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dikarenakan sistem di rumah sakit tersebut sangat berbelit-belit karena masih menggunakan sistem manual. Seharusnya kesehatan adalah hal atau masalah yang tidak dapat di tawar atau dikompromikan dengan hal lain, karena kesehatan adalah suatu hal yang menyangkut dengan nyawa seseorang.
Dengan alasan tersebutlah dibutuhkan suatu sistem dimana rumah sakit dapat meningkatkan pelayanan secara efektif dan efisien, sehingga masyarakat dapat merasakan pentingnya rumah sakit yang hadir ditengah-tengah masyarakat.
1.a Tujuan
Tujuan dari sistem ini adalah sistem informasi rumah sakit yang komputerisasi agar dapat meningkatkan pelayanan secara efektif dan efisien. Sistem informasi rumah sakit yang berkaitan dengan database informasi pasien di rumah sakit.
1.b Ruang Lingkup
Ruang Lingkup masalah sistem ini adalah sistem informasi rumah sakit Offline atau tidak terhubung dengan rumah sakit lain, dan juga sistem informasi rumah sakit ini tidak berkaitan dengan mekanisme pembayaran yang dilakukan oleh pasien.
1.c Definisi dan Singkatan
Beberapa definisi dan singkatan yang ada dalam rencana pengembangan sistem ini antara lain:
- Offline : system tersebut tidak terhubung dengan internet dan tidak dapat di akses oleh rumah sakit lainnya.
1.d Referensi
Bahan yang dipakai sebagai referensi untuk perancangan sistem ini adalah buku Software Engineering Fourth Edition terbitan tahun 1997 dengan pengarangnya adalah Roger S. Pressman.
1.e Deskripsi Umum Dokumen
Sistem informasi Rumah Sakit ini dirancang untuk kebutuhan Rumah Sakit masih menggunakan system manual, yaitu masih menggunakan buku untuk menyimpan data-data mengenai pasien. System informasi Rumah Sakit ini akan mengganti buku tersebut dengan komputer yang bisa menyimpan dan digunakan untuk kemudahan dan efisiensi adminstrasi Rumah Sakit.
Rencana pengembangan system informasi ini akan dikembangkan lebih lanjut jika telah berhasil diaplikasikan dilapangan. Beberapa kemungkinan mengenai kendala dan kekurangan proyek ini akan terus dikaji ulang.
2. DESKRIPSI UMUM PERANGKAT LUNAK
2.a Deskripsi Umum Sistem
Apabila ada pasien ingin berobat maka pasien tersebut akan mengantri untuk menuliskan data-data pasien. Setelah itu, data-data itu akan dimasukan ke dalam database sistem informasi rumah sakit. Isi database dari seorang pasien adalah biodata singkat pasien (nama, alamat, tempat tanggal lahir, no anggota rumah sakit, dan nomor telepon), unit yang dikunjungi , tanggal-tanggal kunjungan, jenis penyakit yang diderita, dokter yang menangani, tindakan yang di ambil dokter. Apabila pasien tersebut telah menjadi anggota, maka ia tinggal menunjukan kartu anggota lalu database rumah sakit akan mencarinya. Kemudian pasien akan bisa segera diperiksa oleh dokter dan kemudian riwayat penyakit
pasien kemudian di isi oleh dokter dan kemudian di masukan ke database rumah sakit.
2.b Fungsi
Sistem informasi rumah sakit dapat membuat efisien pekerjaan dari sebuah karyawan di rumah sakit tersebut. Karena dengan sistem informasi tersebut, tidak ada lagi petugas yang harus mencarikan arsip manual setiap kali pasien datang. Karena dokter bisa mengakses langsung dari database rumah sakit tersebut.
2.c Karakteristik Pengguna
Pengguna system informasi ini adalah pegawai rumah sakit ataupun dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut, maka dari itu antarmuka dari system informasi Rumah Sakit ini harus dirancang semudah mungkin dan sesederhana mungkin.
2.d Batasan-Batasan
Yang menjadi batasan system informasi ini adalah sistem informasi rumah sakit Offline atau tidak terhubung dengan rumah sakit lain, dan juga sistem informasi rumah sakit ini tidak berkaitan dengan mekanisme pembayaran yang dilakukan oleh pasien.
2.e Lingkungan Operasi
System informasi Rumah Sakit ini dapat digunakan dalam unit-unit yang terdapat pada Rumah Sakit, seperti Unit gawat darurat, Unit mata, Unit ibu dan anak, dan Unit gigi.
3. DESRIPSI RINCI KEBUTUHAN
System ini dibuat berdasarkan dari kebutuhan Rumah Sakit untuk membuat system lebih efisien dirinci sebagai berikut:
- System informasi dapat menyimpan semua biodata pasien
- System informasi dapat menyimpan semua riwayat penyakit pasien - Buku sebagai penyimpan data bisa diganti dengan computer