• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. Yth. Sdr. KAHOPIM, KAROHUMAS~ .5. Sdr. KABAGSE'T /IC\BAG : KOIVIISI X, PAN SUS, J. IS 1\LAH, 1 IUMAS, HU. 3. Yth. Bcipc-ik \'!ASEKJEN DPRRI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. Yth. Sdr. KAHOPIM, KAROHUMAS~ .5. Sdr. KABAGSE'T /IC\BAG : KOIVIISI X, PAN SUS, J. IS 1\LAH, 1 IUMAS, HU. 3. Yth. Bcipc-ik \'!ASEKJEN DPRRI."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

"'33 'Ro..,J-·1 'ao ) /i b.J .... /_.1 Nrmor Sif cit Dercij ot Lnmpircm Perihnl RU.01/1112/DPR-RI/1990 : Penting "··., Segern : 1 (s8tu) lembnr

Rolnt p0do RUU dan

Ke-tercmg:m Pernerintcih.

Jokortn, 7 Mciret 1990.

KE PAD A

YTH. BAPi\K/IBU ANGGOTA

DPR - RI

di

...

Bersama ini komi sompaikon dengon horrnot f•tocopy

surnt Asmen III/Ketuo Pr.mi tia Perumus AI~om,..r 022/ AssIII/!II/90 tnnggol 1 Maret 1990 perihnl Kesnlohnn ket.:Lk pcid:J RUU don K.etercmgon Pemerint8h sebcigoimonn ter'2.ampir, untuk dipergunokan seperlunyo.

Demikion untuk menjndikon perikso.

TEMBUSP .. N :

1. Yth. Bopcik ?IViPINAN DPPJ\I. 2. Yth. Bop'.:lk SEKJEN DPRRI.

3.

Yth. Bcipc-ik \'!ASEKJEN DPRRI.

4.

Yth. Sdr. KAHOPIM, KAROHUMAS~

DAN

KAROMIN SETJEN DPRRI •

.5.

Sdr. KABAGSE'T /IC\BAG : KOIVIISI X,

PAN SUS, J. IS 1\LAH, 1 IUMAS,

HU-KUM, DOKUMENTASI ~ DAN Kl\.

UN IT FE:.~P UST z.'\K A.4.N •

,, .. ,_.':,.,

-o.n. SEKRETJ\RIS JENDER.AL

(2)

. S~~.Ef..\JUAT ME.~'n:JU .NEGAR.A lUSET DAN .TEK.NOLOGl a.uuu.uc INOO!\:ESIA

No

:!al

:'2.2.{As.III/III/90 Jakarta, l Maret 1990 : Kesalahan ketik pada RfJU

dan Keterangan Pemerintah

tentang PJJU AIPI Kepada Yth.

Dengan homtat,

'BaJ?ak- Sekretaris .Jenarai·.:.

Dewan P~lan P.akyat RI

di

Bersaraa ini kami beritahuka.n RUU AIPI yang disarrpa.ikan kepada Pircp.L:!_ · an Dewa.'1. Pen.-ialdlan P.akyat RI derYJan surat Ba.pak .Presiden RI No: R/08/PU/XII/

1989 tanggal 23. Desember terdapat kesalahan ketik •.

Halarran 3 pada. Pe..'1.jelasan ROU :

tertulis Surat Keputusa ... V'}. Piropinan MPRS Naror MPFS/18/6/1967, ~1Snya dibaca: Surat Keputusa.n Pirrpinan MPRS/18/B/1967

Disamping i tu,

,.Pada

nas..1<a}1 Katerarigan Penerintah tentar.; Rancangan Undang-Undanr;:: Republik tentang Al.c.ade:ni IL-:nu Per1getahual'.l Iod,o!les.ia. · yang

di-~

pad.a

t:anggal l Maret 1990,

Halarnan· 17

tertulis : u

_psI-a·

watil rakyat yc-ng duduk di Majelis P~

w2Jd.l~ Raky-c:\t • r::·;\P .MPRS No. II/~~;i.;FS/1960, dan TAP MPRS ' .

No. 1B/l3/1~67. P~l' 4. _ _ _ _ ..

sehar..lSnva dib.~ca: 11

- - - - para wakil rakyat yang duduk di Majelis Per_

:

-mu_~waratan Rakyat. Y.eputusan MPRS No II/MPRS/1960 ,clan

Surat Keputusan P.impinan MPRS No 18/B/1967 Pasal 4 - "

~ rtohon bantuan Bapak se.kiranya penbetulan terhadap salah ketik ini

dapat <liketahui secara resmi oleh Pi..rrpinan &-m a.i.""lggota Dewan Perwakilan P . .akyat. At.as ierhatian Bapak kami ucapka.'1 teri.ma kasih ..

(3)

RAN"-~ANGAN

UNDANG-UNDANC· REPUBLIK

Il~DONESIA

NO MOR :

T AHUN

TE~f'fANG

AKADEMI ILMU PEl<GETAHUAN INDONESIA

"I l j j . I

i

I l . :.~ - ·i l l .~

(4)

>tenimbang

RANCANGAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR TAHUN TF.NTANG

AKADEMf ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

a. bahwa penge.mbang.J.n dan pemanf,aatan ilmu pengetahu-an dpengetahu-an teknologi dalam pembangunan nasional sangat penting artinya bagi kehidupan.dan kemajuan bangsa Indonesia, khusl1snya dalam upaya untuk meningkat-kan kemajuan, kcsejahteraan, dan kemandiriannya; b. bahwa dalam pen2cmbangan dan pemanfaatan ilmu

pe-ngetahuan dan tc ;~nologi perlu tetap dijunjung ting-gi, hL~rkat, martabat, dan keutuhan kepri:badian

ma-nusia dan seluruh masyarakat Indonesia serta ling-kungan hidupnya, sesuai dengan nilai-nilai luhur • Pancasila;

c. bahwa dalam rangka·usaha tersebut, peranan ilmuwan Indonesia terkemuka sangat diperlukan guna memecah-kan masalah-masalah bangsa Indonesia yang berkaitan dengan ilmu pengeta tUan dan teknologi;

d. bahwa untuk kepentingan tersebut, diperlukan suatu wadah bagi ilmuwan Indonesia terkemuka yang

bersi-.. fat mandiri, yang mampu menyampaikan saran dan per-timbangan yang bermanf aat bagi Pemerintah dan masya-rakat umum tentang ilmu '"pengetahuan dan·teknologi dalam rangka pemLangunan nasional dan kesejahteraan urnat manusia;

e. bahwa sehubungan dengan hal di atas dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Akademi Ilm~ Penge-tahuan Indonesia;

(5)

2

Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

Dengan Persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :

UNDANC~-UNDANG TENTANG AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDO-NESIA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan

1. Ilmu Pengetahuan adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun dan dikembangkan secara sistematis menurut pendekatan dan metoda tertentu dalam me-nerangkan gejala alam dan/atau gejala kemasyarakat-an tertentu.

· 2. Teknologi adalah proses atau produk suatu upaya pe-nerapan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dengan menggunakan nilai tambah bagi pemenuhan kebutuhan dan kelangsungan hidup umat manusia •.

3. Ilmuwan adalah seorang yang menguasai, menggali, mengembangkan, dan manerapkan ilmu pengetahuan dan/

atau teknologi demi.mencari.kebenaran serta mening-katkan kesejahteraan, ha~kat, dan.martabat manusia.

BAB II

SIFAT, KEDUDUKAN DAN TUJUAN Pasal 2

(1) Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, selanjutnya dalam Undang-undang ini disingkat AIPI, adalah organisasi atau wadah bagi para ilmuwan Indonesia terkemuka, yang bersifat non struktural dan roandiri,

(6)

3

(2) AIPI bukan merupakan badan ~emerintah atau bagian

dari pada badan tersebut.

(3) AIPI berkedudukan di tempat kedudukan Pemerintah

Pusat.

Pasal 3

(1) AIPI memberikan pendapat, saran dan pertimbangan atas prakarsa sendiri atau atas permintaan menge-nai penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan il-mu pengetahuan dan teknologi kepada Pemerintah, kepada Lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dan tek-nologi dan kepada masyarakat.

(2) Dalam memberikan pendapat, saran dan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), AIPI mendo-rong agar upaya penguasaan, pengembangan dan

pe-manfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu

mengutamakan didahulukannya

a. nilai-nilai kemanusiaan;

b. peningkatan kualitas manusia dan kehidupan masyarakat;

c. keutuhan kepribadian bangsa;

d. keseimbangan lingkungan hidup dalam pembangunan ·yang berk~lanjutan;

e. kesadaran dan tanggung jawab eti$1

f.

nilai dan cita yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal 4

Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud da-lam Pasal 3, AIPI

a. menghimpun dan mengkaji bahan-bahan.yang dipandang

perlu;

(7)

b~ memantau ~egiatan9 pe~tumbuha~, .dan perkembangan

"~l'Tl\.' 1')enrr.<':l,.,l-=-ihu::-;n r".''.:::in ~-..,C,\.-:..-~010 .... r·~ di· a-·1am ne r1·

~1.. . • ,, .i~· ~- ·,;,;i ... i;;.,, • ·i:::.. ....r.~... .• '·· ,:~ J'·~ ,\ ~ ... • ~~1 J.. ti - • g e

c. • me 1,-:::.kuk;;m peni aian . 1 .. m~ngena1 pe~embangan ' . 1,1 ilmu

peDgetahuan dan teknologi;

c, ..

meny:~.Dv.n d~~m m.engendr.tl:tkan arah pf.mguasaan..

pengera-bc.lnf~.'.ln '! C{in pem.:in:fai::~ta.n ilmu J.>enge.tahuan dan

te.kno-logi ser~a pemecahnn masalah yang berkaitan'

'· .. ,. :; -- ·- ·-:r .z "l, m""i ·)'"""f' , .... ·· +·· ~. , ... , .• ' ... - d ·· .,..,, t k~ ·01 o -1· ·

.\J..i.,.rJ,.--~~:;:o ..:... ... __ •• "" J. ~. ;.:1,::.,e ... ~ . .1..i.1..\c1.JJ. 'i...:•:l1.! e n .J.. t:i

BAB III c~EANGCO:: 1\.AN

Pasa.l 5

(:) K3anggotaa~ AIPI di~asarkan atae pilihan.

( 2) K 2,2.:1ggotac~!1 da1am AIPI m.e.l"'Upakan pengak.uan kehot'-m~~an tertinggi dalam bidang ilmu pengetahuan dan

(1)

teknologi di Indonesia.

Untuk ~apat dipilih anggota-A!PI perlu

di-Indonesia;

Ya.ng Maha Esa;

c, berwibawa, jujur~ acliln. dan dapat mencerminkan kehendak dan hati nu~ani rakyat;

du ~idak terlibat secara langsung maupun tidak

lang-Gung dalam keg:Lat·;.m G

.so:s/PKI

atlrta orgc:inisasi

+ "'"" .,..., 1 ··..,.,a ... ( r •

'-"'·--<'· _,::i,_.1. ~J..;'.:)"

0. setia kepada Negara Republik Indonesia.

(2) Selain ••••••

(8)

5

(2) Selain syarat umum sebagaimana dimaksud dalam ayat

(1), calon anggota AIPI perlu pula memenuhi syarat

khusus :

a. ahli dan mempunyai kemampuan di salah satu bi-dang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diakui

oleh masyarakat ilmiah;

b. keahlian dan kemampuan tersebut mempunyai dampak positif bagi perkembangan pembangunan;

c. diajukan dan didukung sedikitnya oleh 1/4 (satu perempat) dari jumlah anggota AIPI;

d. disetujui sedikitnya oleh 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota AIPI;

e. syarat lain yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AIPI.

Pasal 7

Keanggotaan AIPI pada dasarnya berlaku untuk seumur

hi-dup dan dapat ditinjau setiap 5 (lima) tahun sekali.

Pasal 8

Keanggotaan AIPI terdiri dari Anggota Biasa dan Anggota Kehor1matan.

Pasal 9

(1) Anggota AIPI diangkat dan diberhentikan oleh

Pre-siden.

(2) Pengangkatan anggota AIPI dilakukan setelah dipe-nuhinya syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. (3) Untuk pertama kali anggota AIPI diangkat oleh

Pre-siden berdasarkan usul yang diajukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang riset dan

tekno-•

logi, di bidang pendidikan, dan pimpinan lembaga yang bertanggung jawab di bidang pengembangan ilmu pengetahuan.

(9)

6

Pasa.l 10

Keanggotaan AIPI berhenti karena a. meninggal dunii;

b. permintaan sendiri;

c. dijatuhi pidana penjara atau kurungan oleh

penga-dilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pasal 11

(1) Susunan organisasi, tugas, fungsi, dan tata kerja AJPI serta tata cara pemilihan anggota AIPI, perubah-ar. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta kelengkapan lainnya diatur lebih lanjut dalam Ang-garan Dasar dan AngAng-garan Rumah Tangga AIPI.

(2) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AIPI susun oleh anggota AIPI, dan untuk pertama kali di-lakukan oleh anggota AIPI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3).

(3) Anggaran Dasar AIPI disahkan dengan Keputusan

Pre-siden.

BAB IV

KOMIS! BIDANG ILMU PENGETAHUAN

Pasal 12

Dalam Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia dapat

diben-tuk .komisi bidang ilmu pengetahuan yang jumlahnya

di-tetapkan sesuai dengan tahap kemajuan ilmu pengetahuan

dan teknologi di Indonesia.

BAB V

KEUANGAN

Pasal 13

(1) Untuk dapat m~laksanakan tugas dan fungsinya, Aka-demi Ilmu Pengetahuan Indonesia memperoleh dana da-ri :

(10)

(,..,~I ' I. •

7

a. Ang~aran Pendapatan dan Belanja Negara yan~

CH . . . se>r1~ -1~'·· ;::i.'k:i.n . . . ·rni:;'"'i 1 ... ;;-lti·i ::1. ... •.::-,:.:.·i.r-·~"'1$'<+.".'~,~-~ , ... ~ .• ..: ... ,.,_. ___ ... -:<:-t- -,...; . ;i.;ei!)"' _a ,..,a")"'\

I '

~1,.,..,.,h?n~ -;:r. ·t ~ · ., k·-::.+ ~-'.'ii

..._, '"'"1L~-q 60. 1i. t;.11.,!'\p~a 1. ._1;., ,.d""1 ... :Jrt.1.<

. .

negeri;

an ;eraturan perundang-undangan yang berlaku.

( 3) P1:;:'.eriim~.an d~.n. pi:.ng·t:,•lu~1.~ran JL\:.::.demi Ilmu Pengetah~an

Indonesia yang berasal dari masyarakat dipertang-n.khir tahun anggaran. DAB VI

KST:E~"~TUAN PENUTU~'

· Agar setia.p orang mengete:.h1..;.inya, m.c~mer:tnta.hkan pe~gu:n­

dangan Undang-uri.dang ini C.e.ngan p~nempatannya dals~-n !..1:..:,1>...,

baran Nega1"'a Repu.blik Indonesia"

Di~a~kan di Jaka,r;ta

PF:ES!DEN REPUBLIK INDC~~ESIA

. d . d.

D:Lv.n . c.ng.~.:;;.n l. Jaxarta SOEHARTO

pada te.r.ggal

!--~?.:NTE~I I SE.:<RETi\R'.::: S NEGARA

(11)

UMUM

RAN CA NGAN'

PENJELASAN

ATAS

' I

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN

; ..

TENTANG: . '

AKADEMI ILMU PENGETAHUAN IN.DONES IA

Pembangunan nasional pada hakekatny~ merupakan pem-.bangunan seluruh masyarakat Indonesia yang utuh baik ma• teriai maupun spiritual. Sejalan dengan hakekat

.pembangun-an tersetiut, 'b.pembangun-angsa Indonesia. _berusaha untuk r:ielaks.pembangun-anak.pembangun-an

I

pem:,angunan di· segala. pidang kehidupan. untuk -

teriwujudnya-ci ta-ci ta. masyarakat yang adil dan n.la'kmur berC.asarkan

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Seht~bungan dengan hal di atas 1 untuk dapat rn.encapai

tahe.p lepas landas da.J..am melaksanakan pembangunan G.i se-.

gala bidang1 diperlukan adanya peranserta aktif setiap

warga negara, ~hususnya para ilmuwan Indonesia terkemuka guna memberikan sumbangan pemikiran mengenai per.gembangan,

pem13:nf aa~:an, dan pemecahan masalah ilmu pengetahue.n dan teknologi sehingga dapat menunjang pelaksanaan pernbangunan

.nasional~ P.eranserta ilmuwan dalam pengembangan,

pemanfaat-~ .

an, dan pemecahan masalah ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diharapkan bagi polaksanaan pembang~nan nasional.

Meskipun Indonesia kaya akan sumber daya, namun tanpa

diddkung oleh pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

yang memadai:. tidakla.h ~.tkan rnembe~ikan hasil yang. ma.~simal. Untuk i t1t diperluka.n para ilmuwan Indonesia terkemuka

me-lalui p~ofesi ·mereka masing-maeing untuk-dapat memberikan sumbangan pemikiran dan telaahC!-n ilmiah. bagi te:ciseleng-garanya pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menunjang pelaksanaan pembangunan na-sional. Oleh karena itu~ agar pengembangan dan pemanfaatan

il-rr.u penget~'1ua.'l da."'1 te.knologi dapa.t mencapai. tujua.Y"L yarlg dL~"apke.n ole..11

(12)

2

bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka p~ngembangan dan

pe-manf~atan ilmu pengetahuan dan teknologi harus terus di-lakukan tanpa meninggalkan nilai moral kemanusiaan. Se-lain itu, pengembangan dan pema~faatan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap harus menjunjung tinggi pada keutuh-an kepribadikeutuh-an mkeutuh-anusia, ·etika, peningkatkeutuh-an kualitas ma-nusia, dan dinamika masyarakat, se~ta harus tetap memper-hatikan keutuhi?-n dan keseimb,;mgan ekologi. Hal tersebut mempunyai pengertian. bahwa :

a. Pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tek-nologi harus selalu dilandasi oleh norroa dan etika pandangan tidup bangsa Indonesia.

b. Pengembangan dan pernanfaatan ilmu pengetahuan dan tek-nologi untuk men~njang pembaharuan dan kemajuan bangsa• Indonesia harus tetap menjamin utuhnya kepribadian ma-nusia dan masyarakat Indonesia berdasarkan P~ncasila

yakni keselarasan, keserasian dan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan masyarakatnya, dan de-ngan alam lingkude-ngan hidupnya, keselarasan, keserasian dan pengembangan dalam mengejar kehidupan lahir dengan batinnya dan kehidupan dunia dengan kehidupan akhiratnya. c. Pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan

tekno-logi dalam pemb_angunan nasional diarahkan untuk meningkat· kan kesejahteraan lahir dan bathin untuk membentuk kuali-tas fisik dan mental spiritual dalam kehidupan masyarakat yang ~enjungjung tinggi harkat dan martabatnya sesuai de-ngan pandade-ngan hidup Pancasila •. Bahwa pengembade-ngan dan pe~

manfaatan ilmu pengeta.huan dan teknologi dalam pembangunan nasional diharapkan mampu mengangkat derajat dan martabat bangsa In-:3.onesia di tengah tata pergaulan antar bangsa yang cL:i-1ai, adil, berkeadila.n sosiai yang berdasarkan

ke-merdekaan.

(13)

3

,;

d. Pengembangan dan pemanfaa1an ilmu pengetahuan dan tek-nologi untuk pendayagunaan sumber daya bagi pembangun-an harus berwawasan lingkungan dan memperhatikan gene-rasi" selanjutnya. Pendayagunaan sumper daya diharapkan tidak merusak keseimbangan lingkungan. Ilmu penge-tahuan . dan .. teknologi dihar·apkan mampu mengatasi dan memecahkan kerusakan lingkungan dan menurunnya daya du-kung lingdu-kungan. Ilmu pengeta~uan dan teknologi diha-rapkan mampu memberikan nilai tambah dari sumber daya untu.k lebih meningkatkan kesejahteraan bangsa dan le-bih memantapkan terjaminnya keseimbangan lingkungan demi kele~tarian pembangunan nasional.

Tanpa itu semua·pengembangan dan pemanfaatan ilmu pe-ngetahuan dan teknologi ·tersebut tidak berarti bagi

ke-sej ahteraan dan kemakmuran umat manusia.

Untuk keperluan ters·ebut, dalam tahun 19

p

7 telah

ter-cetus ide perlunya pembentukan wadah atau organisasi para il.muwan terkemuka yang disebut AIPI yang nantinya dapat

memberikan p~mikiran yang bersif at ilmu pengetahuan kon-sepsional terhadap pengembangan dan pemanf aatan ilmu pe-nge~ahuan dan teknologi dalam ·usaha menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Demikian pula, AIPI diharapkan menjadi mitra dalam pem-banguna~, yang mampu melihat arah pengembangan dan peman-faatan ilmu·pengetahuan dan teknologi yang paling sesuai

l

dengan kebutuhan pembangunan dalam mengisi kemerdekaan dan mengejar ketinggalan·negara-negara maju.

Ide pemikiran pembentukan AIPI ,tersebut tertuang dalam Su-rat Keputusan Pimpinan MP~S Nomor MPRS/18/6(1967 yang me-nyatakan bahwa AIPI seb~gai wad~h ilmuwan Indonesia terke-muka .yang· akan dibentuk harus berdasarkan undang-undang

negara~

Dalam kerangka inilah Undang-undang AIPI disusun.

(14)

'

,,

AIPI sebagai lembaga yang bersifat nonstruktural

mem-beri~an saran, pendapat, dan pertimbangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kepada Pemeriritah dan lembaga lain baik diminta ataupun berdasarkan atas . inisiatif AIPI_.

Kar~na sifatnya tersebut AIPI tidak melakukan kegiatan yang

bersifat teknis opersional.

- Sebagai wadah para ilmuwan Indonesia terkemuka,kegiatan

AIPl· memberikan pemikiran yang lebih bersifat konseptual.

Oleh karenanya hasil kegiatannya lebih berupa pendapat1

sa-ran, dan pertimbangan sebagai hasil penilaian dan pengkaji-an terhadap pertumbuhpengkaji-an dpengkaji-an perkembpengkaji-angpengkaji-an ilmu pengetahupengkaji-an dan teknologi pada umum.nya.

Demikian pula, AIPI untuk dapat memberikan saran, pen-dap1at pemikiran, yang berbobot baik kepada Pemerintah, kepa-da lembaga lainnya, atau kepada-masyarakat, maka diperlu~an

pe~syaratan-persyaratan bagi pengangkatan keanggotaan AIPI.

Un~uk itu maka bagi pengangkatan anggota AIPI selain perlu

dipenuhi syarat umum, juga perlu dipenuhi syarat khusus

y~ng diatur dalan:i Undang-undang ini.

PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukup jelas. Pasal 2

Ayat (1)

Ilmuwan terkemuka me~gacu pada pengertian ilmuwan

yang mempunyai ~ntegritas tinggi, baik dalam bidang ilmu pengetahuan yang diabdikan kepada Pemerintah,

Negara, dan masyarakat, maupun dalam kehidupan pri-badinya •

. AIPI bersifat mandiri artinya tidak memiliki ikatan dengan siapapun, baik di bidang organisasi, tujuan,

ataupun cara dan kegiatan dalam :mewujudkan

tujuan-nya.

Ayat -( 2) •••••

(15)

5

Aya;t (2)

~ukan merupakan badan pemerintahan atau bagian dari· padanya, artinya secara struktural AIPI bukanlah me-rupakan lembaga pemerintahan dengan nama atau kedu-dukan apapun.

AIPI.

bukan pula merupakan bagian

dari-pada lembaga tersebut. Sebagai organisasi ilmuwan

Indonesia terkemuka, AIPI bukan pul~ merupakan

lem-baga negara atau yang setingkat dengan itu. AIPI ju-ga bukan merupakan orju-ganisasi sosial politik, orju-ga- orga-nisasi kemasyarakatan,. ataupun orgaorga-nisasi di bidang :ekonomi yang tujuannya mencari keuntungan.

Ayajt (3)

Cukup jelas. Pasal ,3

Ayat (1)

'Sesuai dengan sifatnya, pendapat, saran, dan per-1,timbangan yang diberikan AIPI hanya semata-mata ber-: kai tan dengan upaya penguasaan, pengerobangan, dan

pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penda-pat, saran, dan pertimbangan tersebut dapat diberi-kan apabila AIPI memandang perlu, baik atas prakar-sa sendiri maupun atas permintaan. Selain kepada

1P.emerintah, pendapat, saran, dan pertimbangan

ter-1sebut dapat diberikan pula kepada lembaga-lembaga pendidikan atau lembaga lainnya ya~g melakukan ke-giatan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, baik milik· Pemerintah maupun milik masyarakat. Pen-;dapat, saran, dan pertimbangan yang diajukan kepada

Pemerintah dapat dalam arti kepada Presiden, Mente-ri, ataupun Pimpinan Lembaga yang dipandang perlu, 'sesuai dengan kebutuhan atau sifat permasalahannya. ,Dalam pengertian lembaga yang melakukan kegiatan di :bida!!g ilmu pe~getahuan dan teknologi termasuk an-; tara lain lembaga peneli,_tian dan·pengembangan.

Pendapat,

.

.

. .

.

·--. -·-·-~---·~-..

-

(16)

I

6

Pendapat, saran dan pertimbangan serta karya lain AIPI sifatnya terbuka untuk masyarakat luas.

Ayat (2)

Lihat penjelasan umum. Pasal 4

Huruf a

Cukup jelas.

Huruf

b Cukup jelas. Huruf c

Penilaian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut mencakup baik pengkajian terhadap kemajuannya maupun pengkajian untuk kemungkinan pe-nerapan-penerapannya dalam pembangunan nasional.

Huruf d

Cukup jelas.

lf

uruf e Cukup jelas. Pasal 5 Ayat (l)

Ketentuan ini memberikan pen~gasan· bahwa keanggotaan

AIPI tidak d~desarkan pada ·permintaan. Ayat (2)

Bagi ilmuwan yang.diangkat menjadi anggota AIPI, ke-anggotaan tersebut merupakan suatu pengakuan kehor-matan tertinggi di.bidang ilmu peng~tahuan dan tek-nologi di Indonesia. Pengakuan kehormatan tertinggi

i~i karena mereka dianggap selain telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, juga memiliki integri-tas yang tinggi dan menunjukkan riwayat pengabdian kepada negara dan bangsa.

P.asal ·6 ••••

(17)

~-·-7 Pasal 6 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Pasal 7

Sebagai dijelaskan di atas, kea~ggotaan AIPI merupakan kehormatan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan dan t~knologi. Oleh karena itu, keanggotaan AIPI ditetapkan berlaku untuk seumur ~idup. Namun demikian, untuk efek-tifitas tugas dan fungsi AIPI, keanggotaan AIPI perlu ditinjau setiap 5 (lima) tahun sekali.

Peninjauan ini sehubunian dengan faktor usia anggota

AIPI dan lain-lainnya.

Pasal 8

Ya.ng dimaksud dengan Anggota Biasa adalah a!1ggota yang diangkat atas usul anggota AIPI dengan hak suara penuh. Anggota Biasa yang telah mencapai usia 65 (enam puluh lima) tahun tetapi secara fisik dan mental masih meme~uhi persyaratan secara otomatis statusnya beralih menjadi Anggota Kehormatan. Yang dimaksud dengan Anggota Kehormatan adalah anggota yang diangkat menurut pertimbangan tertentu atas usul AIPI tanpa hak suara.

Persyaratan khusus dan mekanisme pemilihan Anggota Biasa dan Anggota Kehormatan diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Tumah Tangga AIPI.

Pas al 9 ... .

---

(18)

---IL. 8 Pasal 9 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat ( 2) Cukup jelas. Ayat ( 3) Cukup jelas. Pasal 10 Ctikup jelas. Pasal 11 Ayat (1)

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AIPI selain mengatur hal-hal yang telah ditetapkan dalam ayat ini juga memuat antara lain pengaturan tentang cara pemilihan Ketua/Wakil Ket~a, pencalonan anggota, si-dang dan rapat, penyusunan anggaran, dan lain-lain

. I

yan~ berkaitan dengan AIPI. Ayat (2)

Cukup jelas. Ayat (3)

Cukup jelas. Pasal 12

Komisi bidang ilmu pengetahuan dibentuk untuk kelancaran tugas AIPI dan dapat terdiri dari satu atau lebih cabang ilmu pengetahuan. Komisi bidang ilmu pengetahuan dapat memprakarsai terbentuknya akademi-akademi tersendiri ba-gi bidang ilmu pengetahuan, apabil~ perkembangan ilmu pengetahuan menghendakinya, misalnya akademi di bidang rekayasa (engineering), bidang kedokteran, dan

lain-la-innya.

Akademi-akademi tersebut tetap bernaung di bawah AIPI. Pasal 13 ...

(19)

-- ~ 9 Pasal 13 Ayat ( 1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 14-Cukup jelas.

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan lain terkait dengan pencabutan keterangan terdakwa adalah mengenai eksistensi keterangan terdakwa yang diberikan di luar sidang, dalam hal digunakan untuk

Keluaran dari penelitian berupa aplikasi yang mampu menghitung nilai metrik kualitas eksternal dengan menghasilkan nilai kuantitatif dan kualitatif dari kode

Seorang anak kecil yang berusaia sekitar 6 tahun atau anak usia sekolah dasar yang baru pertama sekali bersekolah, jika disuruh menjumlahkan dua buah bilangan, misalnya 2 +

Pengawasan kualitas merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki kualitas produk bila dipergunakan, mempertahankan kualitas produk yang sudah tinggi dan

Pertunjukan Nini Thowong merupakan salah satu kesenian yang ada di Desa Panjangrejo Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul.Pada awalnya warga sekitar mempunyai keyakinan bahwa

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bahasa-bahasa sugestif, yakni bahasa yang punya kekuatan sugesti karena kemampuannya untuk langsung menembus otak kanan tanpa

Dari gambar dapat dijelaskan bahwa sistem pengontrol cairan infus ini bila diberi sinyal kontrol dengan nilai tetap maka akan menghasilkan nilai qout(laju cairan) yang makin

kategori anak yang menjadi kurir, ini merupakan satu hal yang begitu memprihatinkan di mana anak tersebut telah berhadapan dengan hukum dan tergolong telah