• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN dan ID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS STRATEGI PEMASARAN dan ID"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1 “ ANALISIS STRATEGI PEMASARAN

PADA PT. DUA KELINCI ”

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Pemasaran

Dosen : Dr. Sri Wahyuni Mega Hastuti, Dra., M.Si.

Disusun Oleh Kelompok 6 :

1. Purbowo (MAGISTER AGRIBISNIS NIM : 17.1.11.005)

2. Rachma Suryani R. (MAGISTER AGRIBISNIS NIM : 17.1.11.002)

3. Aprilia Nur R. (MAGISTER AGRIBISNIS NIM : 17.1.11.006)

4. Yayang Kartika S. (MAGISTER MANAJEMEN NIM : 17.1.10.022)

5. One Lovenya B. (MAGISTER MANAJEMEN NIM : 17.1.10.004)

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

(2)

2 BAB I. PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Hingga saat ini bisnis kacang-kacangan meningkat jauh. Menurut data

kementrian pertanian tahun 2017 luas panen kacang tanah mencapai 383.832 Ha.

Sehingga Tak kurang dari 15 triliun / tahun dan juga eksport yang mencapai 75 miliar.

Peningkatan itu tidak lepas dari tangan dingin Sudhamek Agung WS ketika

mengantarkan garuda food kebelantara bisnis perkacangan sejak 1987. Setelah itu

berbagai merek kacang mulai berani memperkenalkan diri.

PT Dua Kelinci juga termasuk pelopor kacang bermerek dari kota Pati Jawa

Tengah. Namun langkahnya terhenti karena PT Garuda Food yang mulanya memasok

bahan baku dari PT Dua Kelinci tiba-tiba menggebrak pasar nasional sehingga hanya

butuh waktu lima tahun untuk menggeser seniornya. PT Dua Kelinci tetap berusaha

mencari peluang baru dan membenahi strategi produk serta komunikasi pemasarannya.

Strategi pemasaran tersebut mencerminkan adanya peningkatan total penjualan dari

tahun ke tahun dan dijadikan sebagai acuan efektifitas strategi pemasaran dalam

persaingan. (Wibowo, 2015)

Dari segi produk, Dua Kelinci mengelompokkan produknya antara kacang

garing dan kacang atom dengan kemasannya yang dibuat lebih segar dan menarik.

Manuver komunikasi ini diawali pada tahun 2000 ketika menunjuk biro iklan “Artex n partner” untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang belum pernah dikeluarkan oleh biro iklan lainnya. Setelah tim ini menggali informasi preferrensi dari konsumen dengan

menyelenggarakan forum dengar pendapat semacam focus group discussion dengan

peserta calon pelanggan potensial yang menjadi target pasarnya, akhirnya terungkap

ternyata sebagian konsumen enggan makan kacang karena beranggapan bahwa kacang

menimbulkan kolesterol dan lemak. Padahal secara alami kacanga memang bebas

kolesterol tapi pengilahannya yang mungkin menyebabkan tak bebas kolesterol. Sejak

2001, ikon bebas kolesterol dikomunikasikan sebagai keunggulan PT Dua Kelinci yang dicantumkan baik dikemasan produk maupun iklan kacang garing. “kami ingin mencuri pasar kompetitor dengan tagline tersebut”. Ujar Erlinda pembina usaha Artex n partner. Dan hasilnya penjualan PT Dua Kelinci meningkat hingga 70%. Terutama pada

(3)

3 Kalimantan. Selain itu, tagline juga menjadi pelajaran baru bagi manajemen PT Dua

Kelinci bahwa tagi line yang sepele ternyata bisa menjadi senjata yang sangat ampuh

untuk mencuri pasar. Strategi pemasaran yang sering dilakukan dalam memasarkan

produknya melalui media periklanan adalah membidik segmen pasar tertentu. Dalam

menghadapi pasar bebas di era global tentunya strategi ini sangat efisien dan tepat,

karena sesuai faktorpasar, seperti: geografis, demografis, psikologis, dan behavioristik.

(Lukitaningsih, 2013)

Kemudian PT Dua Kelinci dan Artex menggali informasi apa yang bisa

ditonjolkan dari produk Sanghai PT Dua Kelinci yang belum pernah di iklankan. Dari

diskusi kecil yang telah diselenggarakan, mandapatkan hasil bahwa masyarakat juga

takut dengan makanan yang ditambahi bahan kimiawi, misalnya pewarna, dan pemanis

karena bisa mengandung unsur karsinogenik. Akhirnya tim PT Dua Kelinci dan Artex bersepakan mengkomunikasikan sanghai PT Dua Kelinci dengan tagline “tanpa pemutih dan tanpa pemanis buatan” yang juga dipasang di kemasan dan juga iklan kacang atom. Hanya saja untuk iklan Artex mencari endorser wanita karena lebih efektif untuk

menyampaikan pesan.

Promosi yang dilakukan sangat intensif, semua media dipakai. Untuk radio dan

koran dilakukan didaerah karena PT Dua Kelinci menggarap pasar luar jawa karena

dijawa keberadaan pesaing masih terlalu kuat sedangkan di sumatra, kaliantan dan

sulawesi, posisi PT Dua Kelinci dan Garuda cukup berimbang. Begitupun dengan

Upaya yang diterapkan PT. Dua Kelinci Cabang Kendari dapat dikategorikan cukup

baik. Dimana dari 3 cara pokok perusahaan ini terapkan dapat tercapai dengan baik, 3

cara pokok tersebut adalah mendapatkan laba, menunjang pertumbuhan perusahaan dan

mencapai volume penjualan (Rumagia, 2017)

Perjuangan PT Dua Kelinci untuk bangkit tidaklah mudah jika hanya

bermodalkan kecerdikan mencari peluang. Keberanian menghadapi persaingan yang

tidak sehat dan menggunakan pikiran jernih sangat dibutuhkan. Menurut Lisa Fecilia,

Strategi yang dikembangkan PT Dua Kelinci memang efektif dan jeli. Aspek

komunikasi memang bisa mencari ruang differensiasi. Komunikasi telah meningatkan

citra dan brand recall dari pelnggan potensial PT Dua Kelinci. Tapi kontinuitas harus

terjaga, dan inovasinya juga harus diikuti pengembangan pada aspek lain. Sebaiknya PT

(4)

4 masih sangat besar. Mestinya bukan diorientasikan mengambil pasar tapi mengedukasi

konsumen yang selama ini mengkonsumsi kacang tanpa merek ke produk kacang yang

bermerek.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, rumusan masalah diuraikan sebagai

berikut :

1. Bagaimana hasil analisa SWOT pada PT. Dua Kelinci ?

2. Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan pada PT. Dua Kelinci ?

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian diuraikan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui hasil analisa SWOT pada PT. Dua Kelinci

2. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan pada PT. Dua Kelinci.

(5)

5 BAB II. PEMBAHASAN

2.1 PROFIL PERUSAHAAN

PT Dua Kelinci merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang

penyedia makanan terkemuka di Indonesia. Produk perusahaan ini terkenal dengan

merek Dua Kelinci. Perjalanan perusahaan ini dimulai sejak tahun 1972 di

Surabaya. Berawal dari usaha re-packing kacang garing yang berlabel "Sari Gurih"

yang berlogo gambar dua kelinci. Dengan berkembangnya bisnis, pada tanggal 15

Juli 1985, didirikanlah PT Dua Kelinci yang kini menjelma menjadi produsen

kacang terkemuka di Indonesia dengan menerapkan sistem manajemen kualitas

produk berstandar internasional. Usaha re-packing kacang ini yang didirikan oleh

Bapak Ho Sie Ak dan Ibu Lauw Bie Giok di Pati, Jawa Tengah merupakan cikal

bakal tumbuhnya industri kacang garing besar di Indonesia. Selanjutnya sejak

didirikannya perusahaan oleh Bapak Ali Arifin dan Bapak Hadi Sutiono merek

produk pun berubah dikarenakan sebagian besar konsumen lebih suka menyebut

Dua Kelinci dibandingkan dengan Sari Gurih.

Perkembangan usaha kacang ini semakin meningkat dengan pesat, sejak tahun

2000 perusahaan terus melakukan pengembangan produk dengan memproduksi

varian kacang kulit, kacang berbalut tepung, serta produk makanan ringan berbahan

dasar tepung. Hal ini seiring dengan pengembangan teknologi modern pada

peralatan dan mesin produksi. Selanjutnya perusahaan mengembangkan produk

yang berbasis pada biji-bijian atau serelia. Dengan visi "menjadi yang terbaik di

bidang food and beverage industry", perusahaan berkomitmen untuk terus

memperbaiki mutu produksi dengan menerapkan standar manajemen yang

berstandar internasional, serta menjaga manajemen keamanan dan kehalalan pangan.

Dengan kebijakan mutu yang diterapkan Dua Kelinci yang memberikan kepuasan

tertinggi kepada pelanggan, perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi guna

menjaga eksistensinya. Di antaranya melakukan Corporate Social Responsibility

(CSR) dengan memberikan dukungan dan apresiasi kepada olahragawan nasional,

santunan yatim piatu dan duafa, memberikan sumbangan kepada korban bencana

alam, donor darah, program penghijauan, dan beberapa kegiatan lain yang

(6)

6 Perusahaan ini selalu menjunjung tinggi program manajemen kualitas yang

mana setiap karyawan bertanggung jawab penuh atas produk masing-masing yang

kemudian dikhususkan kepada Divisi Quality Control (QC) atau Quality Assurance

(QA) yang dilakukan mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga pengiriman

dalam produksi. Dua Kelinci juga menyediakan fasilitas laboratorium yang meliputi

Laboratorium Mikrobiologi, Kimia Pangan, Limbah, Organoleptik dan lain-lain

yang dibantu dengan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Selain itu, Dua Kelinci juga

dibantu oleh Divisi Riset dan Pengembangan guna menyempurnakan dan

mengembangkan produk-produk demi memanjakan konsumen-nya dengan

menggunakan mesin-mesin berteknologi modern yang dapat menjaga kualitas dan

rasa. Saat ini produk Dua Kelinci tidak hanya mampu memenuhi permintaan

konsumen dalam negeri saja, namun juga mampu hingga menembus pasaran

internasional, seperti Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura,

Thailand, Hong Kong, China, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Kanada dan beberapa

negara lain di Eropa. Beberapa produk Dua Kelinci antara lain Kacang Garing "Dua

Kelinci", Garlic Nut, Sanghai, Supernut, Kacang Sukro, Snack Tic Tac, Sir Jus, Jus

Cup dan beberapa varian produk makanan dan minuman lainnya.

2.2 VISI DAN MISI PERUSAHAAN Visi :

Menjadi produsen makanan ringan paling populer di Indonesia, dan akan

menjadi pelopor kesempurnaan dalam metode pengolahan makanan dan etika

bisnis.

Misi :

Untuk mencapai visi tersebut, PT Dua Kelinci terus akan berusaha untuk :

1. Meningkatkan daya saing dengan fokus pada kualitas, efisiensi dan perbaikan

teknologi.

2. Bekerja secara konsisten untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat merek

perusahaan dengan memanfaatkan jaringan dan memperluas distribusi global

(7)

7 3. Bersaing dalam kualitas dengan menjadi efisien dan menerapkan teknologi baru,

dan tetap responsif terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen di Indonesia

dan internasional.

Tujuan :

Memproduksi produk halal yang terbaik dan teraman untuk dikonsumsi.

Meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui aplikasi teknologi terkini

dan mengembangkan produk secara berkesinambungan.

2.3 PRODUK VARIAN DUA KELINCI

KACANG POLONG

Terbuat dari kacang polong pilihan digoreng dengan lapisan tepung yang tipis dan lembut. Kaya akan sumber protein dan serat. Dengan varian rasa original, babecue, ayam.

LOW FAT

Kacang kupas yang diproses khusus untuk mengurangi kadar lemaknya sehingga membuat cemilan favorit ini rendah kalori

MIXNUT

Campuran kacang tanah, kacang polong dan koro, dikombinasikan dengan daun jeruk sehingga menghasilkan aroma yang khas dan rasa yang unik

KACANG KORO

Dibuat dari kacang koro pilihan yang melewati proses modern, Kacang Koro hadir dengan tiga varian rasa, yaitu Original, Pedas, dan Rumput Laut.

MARNING

(8)

8 DUA KELINCI

Dibuat dari kacang pilihan yang diproses dengan teknologi modern untuk menghasilkan kacang yang renyah, gurih dan bersih

KACANG SUKRO

Kacang bersalut kombinasi mantap dari tepung dan bumbu pilihan membuat Kacang Sukro menjadi pilihan favorit keluarga. Hadir dengan varian rasa Original, BBQ dan Kacang Koro (Sukro Kribo). Selain itu juga terdapat varian sukro kedele, kacang polong

KACANG TELUR

Kacang bersalut dengan rasa khas telur yang gurih dibuat dengan proses oven sehingga teksturnya lebih renyah dan lebih sehat, karena tidak melalui proses penggorengan

KACANG SHANGHAI

kacang bersalut yang dibuat dengan resep khusus yang memberikan rasa lezat, gurih dan renyah. Ini adalah hasil dari proses modern yang menggunakan tepung berkualitas tinggi, tanpa zat pewarna atau zat pengawet.

KACANG NUT OVEN

Kacang bersalut dengan sensasi pedas yang dibuat dengan proses oven, sehingga menjadi lebih renyah dan lebih sehat karena tidak melalui proses penggorengan

TIC – TAC

(9)

9 2.4 Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)

ANALISIS SWOT PT. DUA KELINCI Standar quality control yang

(10)

10 A. Identifikasi Faktor Internal

Identifikasi Faktor Internal Kekuatan

1. PT. Dua Kelinci Memiliki Standar ISO 9002 dan Standar HACCP.

PT. Dua Kelinci sudah diakui secara internasional untuk sistem manajemen

mutu dan manajemen keamanan pangan/HACCP, serta kehalalan pangan yang

diakui secara nasional.

2. Standar Quality Control Yang Ketat.

PT. Dua Kelinci telah mengaplikasikan cold storage berkapasitas besar untuk

menampung bahan baku, berhasil mengembangkan mesin berteknologi terkini,

seperti mesin continuous cooking, continuous drier/roaster dan continuous frier,

serta emiliki laboratorium yang mendukung dalam pembuatan produknya.

Sehingga memberikan jaminan mutu produk yang dapat dipertanggung

jawabkan.

3. Terus Melakukan Pengembangan dan Diferensiasi Produk.

PT. Dua Kelinci mengembangkan produk berbasis biji-bijian. Salah satu yang

tengah dikembangkan yaitu produk berbasis jagung, di kembangkannya jagung

karena jagung tidak umum karena jagung ini khusus, empuk, dan tak lengket.

Pengembangan ini bukan hanya untuk product development, tetapi juga untuk

mengantisipasi semakin minimnya baha baku.

4. Mengadakan Wisata Industri.

PT. Dua Kelinci mengadakan wisata industri dengan mengajak para grosir untuk

membuktikan sendiri kualitas produk yang di produksi oleh PT Dua Kelinci.

Undangan bertandang langsung ke pabrik PT Dua Kelinci merupakan bagian dari proses membangun “customer trust” (dalam hal ini para grosir). Lebih-lebih karena para grosir melihat produk yang mereka jual diproses dengan

mesin-mesin modern terjamin kebersiha dan mutunya. Pada intinya, PT Dua Kelinci

mau membangun trust menyangkut kuantitas dan kualitas produknya. Ini di

tambah pula dengan personal touch kepada para pelanggannya itu.

5. Memiliki Kurang Lebih 10.000 Grosir Yang Tersebar Di Seluruh Nusantara.

PT Dua Kelinci sendiri sangat mengandalkan 10.000 grosir yang tersebar di

seluruh nusantara. Di pasar ekspor pun, PT Dua Kelinci tetap mengandalkan

(11)

11 merambah Asia, Australia, Amerika, dan Timur Tengah. Meski begitu, pasar

terbesar tetaplah Asia dan khususnya Indonesia. Identifikasi Faktor Internal Kelemahan

1. Produk Kacang Dari Brand / Kompetitor Lain Lebih Melekat Di Hati

Masyarakat.

Produk Kacang Garuda lebih dikenal oleh masyarakat karena selain lebih dulu

dipasarkan, harganya pun juga terjangkau.

2. Pernah Dituduh Membohongi Konsumen Dengan Iklan Bebas Kolesterolnya.

PT. Dua Kelinci pernah mengiklankan produknya dengan tagline bebas

kolesterol. Banyak pemberitahuan yang menyudutkan, bahkan ada tuntutan agar

produknya ditarik dari pasar. Akibat itu, PT Dua Kelinci sempat stag selama

lima tahun. Tapi, Hadi Sutiono selaku pemilik perusahaan tidak patah arang, ia

bangkit untuk memutar roda bisnisnya lagi dengan cara terus menerus

mengedukasi pasar bahwa produknya nyata bebas kolesterol. Salah satunya

dengan mengundang para grosir untuk melihat sendiri proses produksi mereka.

B. Identifikasi Faktor Eksternal

Identifikasi Faktor Eksternal Peluang

1. PT. Dua Kelinci Menggandeng Klub Sepakbola Asal Spanyol Real Madrid

Sejak Tahun 2011.

Guna mengembangkan bisnis pemasarannya ke pasar internasional, dua kelinci

menggandeng klub sepakbola asal spanyol real Madrid sejak 2011. Dengan

demikian produk dapat dikenali oleh konsumen lebih luas dan pemasaran ke

pasar internasional dapat tercapai.

2. Mengundang Ribuan Grosir Dalam Acara Wisata Industri Yang Diadakan PT.

Dua Kelinci.

Dengan cara ini dapat membuat peluang pemasaran PT. Dua Kelinci lebih luas

di konsumen. Dengan melihat langsung proses produksi kacang dari pemilahan

bahan baku sampai packing yang siap setor dapat mengurangi isu yang kurang

sedap beredar dikalangan konsumen. Selain itu juga melihat langsung kualitas

(12)

12 3. Pengembangan Produk Selain Kacang.

Agar tetap eksis, PT. Dua Kelinci juga harus melihat bahwa pasar kacang juga

harus dikritisi. Soalnnya, kaum muda terutama anak-anak kecil kini cenderung

jarang suka kacang. Karena itu, pengembangan dan diferensiasi produk penting

di lakukan.

4. SDM Yang Professional.

Untuk mendapatkan pasar yang lebih luas, pimpinan harus menciptakan

lingkungan kerja yang nyaman untukkaryawan. Hal ini dibuktikan oleh

pimpinan PT. Dua kelinci yaitu berhasil menciptakan lingkungan kerja yang

memungkinkan seluruh karyawan merasa dimanusiakan. Selain itu, juga berhasil

menciptakan total quality management dimana seluruh karyawan terlibat

mewujudkan tujuan bersama.

5. Menggali Informasi Kepada Konsumen

Dengan mendengarkan keluhan dari konsumen mengenai kacang, maka PT. Dua

Kelinci dapat memberikan strategi dan inovasi baru sehingga target pasar dapat

terpenuhi.

6. Bekerja sama dengan PT. Garuda Indonesia untuk menyediakan makanan ringan

selama perjalanan.

Terciptanya kerja sama dengan PT. Garuda Indonesia, maka akan membuat PT.

Dua Kelinci semakin terkenal dan semakin memperluas pangsa pasar hingga ke

manca negara. Dikarenakan PT. Garuda Indonesia tidak hanya melayani

penerbangan domestik saja melainkan juga penerbangan internasional. Karena

dengan adanya istilah menjadi “ teman selama perjalanan “ maka akan membuat produk PT. Dua Kelinci semakin diminati khalayak ramai dari bebagai kalangan

serta berbagai usia.

Identifikasi Faktor Eksternal Ancaman

1. Adanya Kompetitor Yang Bergerak Dibidang Yang Sama Dengan PT. Dua

Kelinci.

(13)

13 Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (Ditjen HAKI), menggugat

dua kelinci di pengadilan Niaga Semarang. Selain itu, PT. Dua Kelinci pernah

dituduh membohongi konsumen dengan iklan bebas kolestrol. Banyak

pemberitahuan yang menyudutkan,bahkan ada tuntutan agar produknya ditarik

dari pasar. Akibat hal itu, PT. Dua Kelinci sempat stag selama lima tahun.

2. Bahan Baku Menjadi Minim Dan Langka Sewaktu-Waktu.

Minimnya bahan baku harus menjadi hal yang harus diperhatikan, sebab, apabila

bahan baku yang dibutuhkan tidak dapat mencukupi produksi maka dapat

menurunkan produksi. Selain itu, keadaan cuaca juga harus diperhatikan karena

dapat menyebabkan gagal panen.

3. Pemasok Bahan Baku Pindah Ke PT. Yang Bergerak Di Bidang Yang Sama.

Hal ini menjadi ancaman bagi PT. Dua Kelinci apabila kepuasan suplayer tidak

terpenuhi. Suplayer yang merasa dirugikan atau mendapatkan harga lebih tinggi

dari perusahaan lain rawan untuk berpindah.

2.5 Analisa Strategi Pemasaran KAJIAN TEORI

A. Konsep Strategi

Menurut Winardi (1986 : 14 ) ” strategi merupakan suatu rencana penerapan yang merupakan jalinan elemen pemasaran, financial dan produksi.” Dalam hal ini elemen pemasaran yang dimaksud adalah segmentasi pasar, penetapan posisi pasar, strategi

untuk memasuki pasar, strategi marketing mix dan strategi penetapan waktu yang tepat.

Strategi adalah pondasi tujuan organisasi dan pola gerak dan pendekatan manajemen

mencapai tujuan ( Sukanto Reksohadiprodjo). Dari pengertian strategi tersebut maka

strategi dapat dianggap sebagai suatu rancangan pendekatan manajemen guna mencapai

sasaran dan tujuan perusahaan

B. Konsep Pemasaran

Menurut Marwan Asri (1991 : 1) mendefinisikan pemasaran sebagai usaha terpadu

untuk mengembangkan rencana strategi yang diarahkan pada usaha pemuasan

kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang mendatangkan

(14)

14 Berdasarkan definisi tersebut di atas, dapat diketahui bahwa pemasaran mencakup

berbagai kegiatan secara terpadu. Artinya, untuk memperoleh hasil yang maksimal

meningkatkan penjualan dan akhirnya meningkatkan laba dan segala kegiatan harus

dilakukan bersama-sama, saling berhubungan dan saling mempertimbangkan satu sama

lain.

C. Konsep Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah gambaran besar yang memperlihatkan hal-hal yang akan

dilakukan perusahaan dalam pasar tertentu. Philip Kotlet (2000 : 98) mengatakan bahwa

strategi pemasaran merupakan prinsip yang menyeluruh untuk mencapai tujuan-tujuan

pemasaran dan bisnis yang mencakup keputusan-keputusan pengeluaran pemasaran,

bauran pemasaran dan alokasi pemasaran.

Dari beberapa defenisi strategi pemasaran di atas dapat diambil kesimpulan bahwa

dalam menetapkan strategi pemasaran yang akan dijalankan oleh suatu perusahaan

harus lebih dahulu melihat situasi dan kondisi pasar serta nilai posisi pasar. Dengan

mengetahui keadaan dan situasi pasar dari produknya serat posisi perusahaan dalam

memasarkan produknya di pasar, maka akan ditentukan tujuan dan sasaran apa yang

diharapkan akan dapat dicapai dalam bidang pemasaran yang harus dilakukan untuk

mencapai tujuan dan sasarannya.

Menurut Coray dan Dolan (1991), strategi pemasaran suatu perusahaan terbagi

dalam hal berikut:

a. Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan menjadi layanan, mulai dengan

melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling

memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.

b. Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini

produk dan desain penawaran individual pada masing-masing lini. Penetapan

harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kualitatif dari

produk kepada pelanggan.

c. Penetapan harga

d. Sistem distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yanf dilalui produk

hingga mencapai konsumen akhir yang akan membeli dan menggunakannya.

e. Komunikasi pemasaran (promosi), yang meliputi periklanan, personal selling,

(15)

15 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DUA KELINCI

A. Pemilihan Pasar

Perusahaan PT Dua Kelinci pemilihan pasar sangat bermanfaat bagi perencanaan

pemasaran. Segmen pasar yang di bidik oleh PT. Dua Kelinci adalah dapat

mendistribusikan produknya di seluruh Indonesia . PT. Dua Kelinci saat ini sudah dapat

masuk di berbagai area di Indonesia dari sabang hingga merauke dan bahkan sudah

merambah pemasarannya sampai ke luar negeri. Artinya pemilihan pasar yang dibidik

oleh PT. Dua Kelinci telah tepat. PT. Dua Kelinci dapat membuka distribusi baru agar

pangsa pasar yang dibidik semakin luas atau dapat menurukan harga untuk menarik

presentasi pembelian dari pasar.

PT. Dua Kelinci juga membidik konsumen mulai dari anak-anak hingga orang

dewasa dengan berbagai macam produk yang dimiliki yang dapat dinikmati oleh

konsumen dari segala umur.

B. Perencaan Produk 1. Jenis Produk

PT. Dua Kelinci Cabang Kendari adalah perusahaan yang bergerak dibidang

distributor coustamer good atau makanan ringan, yang dimana proses produksinya

didukung dengan mesin-mesin produksi berteknologi modern, serta tim Riset dan

Pengembangan yang solid, Dua Kelinci telah mengembangkan dan memproduksi

beragam produk yang kini telah mencapai lebih dari 80 varian.

Ragam produk Dua Kelinci meliputi :

1) Kacang kulit,

2) Kacang bersalut tepung,

3) Produk kacang rendah lemak bermerek Lofet.

4) Produk makanan ringan berbahan dasar tepung,

5) Produk biji-bijian / serealia

2. Penetapan Harga

Harga merupakan satu-satunya unsur dari bauran pemasaran yang

memberikan pemasukan dan pendapatan bagi perusahaan itu sendiri. Disamping

itu harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat

(16)

16 komitmen terhadap distribusi. Penetapan harga untuk PT. Dua Kelinci itu berasal

dari Pusat, tetapi ketika dijual di daerah terdapat kenaikan beberapa persen dari

harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan daerah distributor.

Untuk penjualan internasional Dua Kelinci menggunakan cara pemasaran kartu

kredit dengan menerima American Express, Master Card dan Visa. Pembenan

pada pembiayaan kartu kredit dilakukan ketika barang yang ada telah terima.

C. Sistem Distributor

Secara garis besar pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan

pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang

dan jasa dari produsen kepada konsumen sehingga penggunaanyan sesuai dengan

yang diperlukan. Dengan kata lain proses distribusi merupakan aktivitas

pemasaran yang mampu menciptakan nilai tambah produk melalui fungsi-fungsi

yang dapat merealisasikan kegunaan bentuk,tempat, waktu dan kepemilikan, dan

memperlancar arus saluran pemasaran secara fisik dan non fisik.

Adapun sistem distribusi yang dilakukan oleh perusahaan PT. Dua kelinci

menggunakan dua macam saluran distribusi yaitu sebagai berikut

PT. DUA KELINCI

Pasar Modern Distributor

Pasar Tradisonal Konsumen

Swalayan

AlfaMart

IndoMart

Toko Klontongan

Pedangan Kaki Lima

(17)

17 D. Promosi

Pada hakekatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang

dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang

berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau

mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia

menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang

bersangkutan.

Promosi yang dilakukan oleh PT. Dua Kelinci, antara lain :

1. PT. Dua Kelinci juga memperkenalkan produknya pada masyarakat lokal

maupun internasional melalui sepakbola. Salah satunya menjadi sponsor

resmi Real Madrid. Dan pada tahun 2011, PT. Dua Kelinci mendatangkan

pemain sepak bola Real Madrid Luis Figo dan Xabi Alonso pada tahun 2012.

Ini merupakan salah satu cara promosi dua kelinci untuk mengenalkan

produknya di dalam dan luar negeri, dan strategi ini dianggap berhasil dan

memberikan hasil yang positif.

2. Terciptanya kerja sama dengan PT. Garuda Indonesia, membuat PT. Dua

Kelinci semakin terkenal dan semakin memperluas pangsa pasar hingga ke

manca negara. Dikarenakan PT. Garuda Indonesia tidak hanya melayani

penerbangan domestik saja melainkan juga penerbangan internasional.

Karena dengan adanya istilah menjadi “ teman selama perjalanan “ maka akan membuat produk PT. Dua Kelinci semakin diminati khalayak ramai dari

bebagai kalangan serta berbagai usia.

E. Branding

Kekuatan utama PT. Dua Kelinci adalah fokus pada performa tinggi serta

manajemen yang inovatif. PT. Dua Kelinci berupaya menjadi brand kelas dunia

(18)

18 berhasil mengekspor produk asli Indonesia berkualitas melalui jaringan distribusi

global yang luas. Pangsa pasar PT. Dua Kelinci tersebar di Asia, Australia,

Afrika, Timur Tengah, Eropa dan Amerika Utara. Produk PT. Dua Kelinci.

Dilihat dari segi kemasan, produk ini mempunyai kualitas yang bagus. Design

(19)

19 BAB III

KESIMPULAN

PT Dua Kelinci merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang

penyedia makanan ringan, yakni produk kacang garing. Dengan berkembangnya bisnis,

pada tanggal 15 Juli 1985, didirikanlah PT Dua Kelinci yang kini menjelma menjadi

produsen kacang terkemuka di Indonesia dengan menerapkan sistem manajemen

kualitas produk berstandar internasional. Pada tahun 2001 PT Dua Kelinci menunjuk biro iklan “Artex n partner” untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang belum pernah dikeluarkan oleh biro iklan lainnya yakni dengan menggunakan ikon bebas kolesterol

serta dengan tagline “tanpa pemutih dan tanpa pemanis buatan” yang juga dipasang di kemasan dan juga iklan kacang atom.

Dengan melihat hasil analisa SWOT faktor internal yang meliputi kekuatan dan

kelemahan serta melihat faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman. Dapat

disimpulkan bahwa PT Dua Kelinci memiliki lebih banyak kekuatan dan peluang.

Dengan memanfaatkan strategi pemasaran yang baik, PT Dua Kelinci dapat terus

mengembangkan usahanya ke berbagai pangsa pasar. Strategi pemasaran yang

dilakukan PT. Dua Kelinci sudah tepat, yakni mendistribusikan produknya ke seluruh

Indonesia dan bahkan sudah merambah pemasarannya sampai ke luar negeri. PT. Dua

Kelinci juga membidik konsumen mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan

berbagai macam produk yang dimiliki yang dapat dinikmati oleh konsumen dari segala

umur.

PT. Dua Kelinci memperkenalkan produknya pada masyarakat lokal maupun

internasional melalui sepakbola. Salah satunya menjadi sponsor resmi Real Madrid. PT.

Dua Kelinci juga telah bekerjasama dengan PT. Garuda Indonesia dalam hal penyediaan

makanan ringan selama perjalanan penerbangan. Ini merupakan salah satu cara promosi

PT. Dua Kelinci untuk mengenalkan produknya di dalam dan luar negeri, dan strategi

(20)

20 DAFTAR PUSTAKA

https://duakelinci.co.id/id/our-product/.

Lukitaningsih, Ambar. 2013. Iklan Yang Efektif Sebagai Strategi Komunikasi

Pemasaran. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 13 No 2, diunduh pada tanggal 18

Desember 2017.

Rumagia, Siti rahma., Utha, Arifin dan Mustakim. 2016. Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Kacang Kulit dan Snack / Tictac Pada PT. Dua Kelinci Cabang Kendari. Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administasi Universitas Halu Oleo Kendari, diunduh pada 28 Desember 2017.

Wibowo, Dimas Hendika., Arifin, Zainul dan Sunarti. 2015. Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM (Studi pada Batik Diajeng Solo).

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 29 No.1, diunduh pada 28 Desember 2017.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian ini teknologi yang digunakan masih sederhana maka dari itu perlu menggunakan teknologi yang modern seperti mesin penggilingan untuk

Dengan mengandalkan proses manual brewing modern dan dibuat dari biji kopi pilihan, kami dapat menghasilkan ekstrak Espresso yang.. sangat berkualitas dengan harga

Dari hasil penelitian dan pembahasan, maka ditarik kesimpulan bahwa strategi marketing mix modern ritel yang terdiri dari: produk, harga, lokasi, personalia, dan promosi

Karena media, teknologi dan travel internasional berdampak pada banyak orang, maka pesan standar untuk penawaran tertentu bisa mendukung terciptanya citra merek yang kuat..

Gara-gara social media inilah, anak-anak muda yang merupakan terget pasar pun mulai ketularan "gila" nya dance ala Gangnam Style dengan berbagai versi, mulai dari

Tujuan dari strategi ini adalah memilih media yang tepat untuk kampanye iklan dalam rangka membuat pelanggan menjadi tahu, paham, menentukan sikap dan membeli produk

Ini lah yang terpenting dalam menjadi pedagang atau wirausaha karena menjaga kepercayaan konsumen sangatlah penting karena akan lebih mempermudah kita untuk

Konsep perancangan media promosi Il Mondo Pizza adalah mengaplikasikan ide dasar dari citarasa Il Mondo Pizza yang renyah dan gurih, yang dipadukan