• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan antara Self Esteem dan Psychological Well Being Pada Pensiunan Bumi X - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hubungan antara Self Esteem dan Psychological Well Being Pada Pensiunan Bumi X - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

xv  

Santi Tri Wintari (5130165). Hubungan Antara Self Esteem danPsychological Well Being PadaPensiunan BUMN X. Skripsi, FakultasPsikologiUniversitas Surabaya, LaboratoriumPsikologiPerkembangan (2017).

INTISARI

Pensiunseringdimaknaisebagaikehilangansebagiandaridiridanself esteem. Kehilanganself esteemmemilikikedekatanrelasidengankesehatan mental seseorang (PWB). Penelitianinibertujuanuntukmenyelidikihubunganantaraself

esteemdanpsychological well beingpadapensiunan BUMN X.

Subjekpenelitiansebanyak 55 orang pensiunan BUMN X denganusia 56 – 65

tahunwilayah Denpasar. Tekniksnowball sampling

digunakanuntukpengambilansampeldalampenelitianini.Instrumen yang digunakandalampenelitianiniyaitu Rosenberg Self Esteem Scale yang

diadaptasiolehWahyu (2015) danRyffPsychological Well Being Scale yang diadaptasiolehAbdillah (2016).Data yang diperolehdianalisisdenganteknikkorelasi Spearman.

Hasilpenelitianmenunjukkanself esteemmemilikikorelasipositif yang signifikandenganpsychological well being(r=0,684; p(0,000)<0,05). Korelasi yang positifmenunjukkansemakintinggiself esteemmakasemakintinggi pula

psychological well being, dansebaliknya. Mayoritaspensiunan BUMN X (52,7%)

memilikiself esteemyang tinggidanmemilikipsychological well beingtinggi (41,8%). Sumbanganself esteemterhadappsychological well being46,8%.

Referensi

Dokumen terkait

data menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti yang berbunyi “Ada hubungan negatif antara Psychological Well-Being dengan agresivitas anak jalanan di rumah

Instrument pengumpulan data menggunakan Ryff Scale of Psychological Well-being (RSPWB), Psychological Capital Questionnaire (PCQ-24) yang dikembangkan oleh Luthans,

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat modul yang mampu mengembangkan kesejahteraan psikologis ( psychological well-being ) pada mahasiswa perfeksionis..

Dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan antara religiusitas dengan subjective well being pada pensiunan,

Kontribusi Psychological Well-Being dengan Ekspresi Emosi sebesar 0.001, sehingga dikatakan bahwa sumbangan efektif psychological well-being terhadap ekspresi emosi

Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Halim dan Dariyo (2016), tentang hubungan psychological well-being dengan loneliness pada mahasiswa yang

Hal ini ditunjang dengan hasil pengujian tabulasi silang antara dukungan keluarga dengan psychological well being yaitu responden yang terlibat dalam penelitian ini

Penelitian yang dilakukan Khoirunnisa dan Ratnaningsih 2016 menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan psychological well-being pada mahasiswa kedokteran