• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberin Kortikosteroid topikal dalam bidang dermatologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemberin Kortikosteroid topikal dalam bidang dermatologi"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

REFERAT

REFERAT

“PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL DALAM

“PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL DALAM

BIDANG DERMATOLOGI"

BIDANG DERMATOLOGI"

Disusun Oleh Disusun Oleh  Nur Agami  Nur Agami 11102211291110221129 Pembimbing : Pembimbing : dr. Ismiralda Oke P., Sp.KK  dr. Ismiralda Oke P., Sp.KK 

SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO

RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO

PURWOKERTO

PURWOKERTO

2013

2013

(2)

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN

REFERAT

REFERAT

“PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL DALAM

“PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL DALAM

BIDANG DERMATOLOGI"

BIDANG DERMATOLOGI"

Disusun Oleh Disusun Oleh  Nur Agami  Nur Agami 11102211291110221129 REFERAT REFERAT

Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti Kepaniteraan Klinik  Disusun untuk memenuhi syarat mengikuti Kepaniteraan Klinik 

di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin

RSUD. Prof. Dr. Margono Soekardjo RSUD. Prof. Dr. Margono Soekardjo

Disetujui dan disahkan, Disetujui dan disahkan,  pada tanggal .... Januari 2013  pada tanggal .... Januari 2013

Pembimbing Pembimbing

dr. Ismiralda Oke P.,Sp.KK  dr. Ismiralda Oke P.,Sp.KK 

(3)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Kortikosteroid merupakan obat yang mempunyai khasiat dan indikasi klinis Kortikosteroid merupakan obat yang mempunyai khasiat dan indikasi klinis yang sangat luas. Kortikosteroid sering disebut sebagai

yang sangat luas. Kortikosteroid sering disebut sebagai life saving drug.life saving drug. Manfaat dariManfaat dari  preparat

 preparat ini ini cukup cukup besar besar tetapi tetapi karena karena efek efek samping samping yang yang tidak tidak diharapkan diharapkan cukupcukup  banyak,

 banyak, maka maka dalam dalam penggunaannya penggunaannya dibatasi dibatasi termasuk termasuk dalam dalam bidang bidang dermatologidermatologi kortikosteroid merupakan pengobatan yang paling sering diberikan kepada pasien. kortikosteroid merupakan pengobatan yang paling sering diberikan kepada pasien.1,21,2

Kor

Kortiktikostosteroeroid id adaadalah lah derderivaivat t dardari i horhormon mon korkortiktikostosteroeroid id yanyang g dihdihasilasilkan kan oleolehh kelenjar adrenal.

kelenjar adrenal. Hormon ini dapat mempengaruhi volume dan tekanan darah, kadar Hormon ini dapat mempengaruhi volume dan tekanan darah, kadar  gula darah, otot dan resistensi tubuh.

gula darah, otot dan resistensi tubuh.3,43,4

Dalam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar  Dalam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar  yaitu

yaitu glukoglukokortikkortikoid oid dan dan mineramineralokolokortikoirtikoid. d. BerbagBerbagai ai jenis jenis kortikkortikosteroosteroid id sintetsintetisis telah dibuat dengan tujuan utama untuk mengurangi aktivitas mineralokortikoidnya telah dibuat dengan tujuan utama untuk mengurangi aktivitas mineralokortikoidnya da

dan n memeniningngkakatktkan an akaktitivivitas tas anantitiininflflamamasiasinynya, a, mimisalsalnynya a dedeksksamametetasoason n yayangng mempunyai efek antiinflamasi 30 kali lebih kuat dan efek retensi natrium lebih kecil mempunyai efek antiinflamasi 30 kali lebih kuat dan efek retensi natrium lebih kecil dibandingkan dengan kortisol. Berdasarkan cara penggunaannya kortikosteroid dapat dibandingkan dengan kortisol. Berdasarkan cara penggunaannya kortikosteroid dapat dibagi dua yaitu kortikosteroid sistemik dan kortikosteroid topikal. Kortikosteroid dibagi dua yaitu kortikosteroid sistemik dan kortikosteroid topikal. Kortikosteroid topikal adalah obat yang digunakan di kulit pada tempat tertentu dan merupakan topikal adalah obat yang digunakan di kulit pada tempat tertentu dan merupakan ter

terapi api toptopikaikal l yanyang g memmemberberi i pilpilihaihan n untuntuk uk parpara a ahlahli i kulkulit it dendengan gan menmenyedyediakiakanan  banyak

 banyak pilihan pilihan efek efek pengobatan pengobatan yang yang diinginkan, diinginkan, diantaranya diantaranya termasuk termasuk  melembabkan kulit, melicinkan, atau mendinginkan area yang dirawat.

melembabkan kulit, melicinkan, atau mendinginkan area yang dirawat.3,4,53,4,5

Sebagian besar khasiat yang diharapkan dari pemakaian kortikosteroid adalah Sebagian besar khasiat yang diharapkan dari pemakaian kortikosteroid adalah seb

sebagagai ai anantitiininflaflamamasisi, , anantitialalerergi gi atatau au imimununososupupresresif. if. KaKarerena na khkhasiasiat at ininililahah korti

kortikosterkosteroid oid banyabanyak k digudigunakan nakan dalam dalam bidanbidang g dermadermatologtologi. i. DibidDibidang ang dermatdermatologiologi  pada

 pada umumnya umumnya lebih lebih ditekankan ditekankan sebagai sebagai obat obat antialergi.antialergi. Terapi dengan obat iniTerapi dengan obat ini  bukan

 bukan merupakan merupakan terapiterapi kausal kausal  melainkan terapi pengendalian ataumelainkan terapi pengendalian atau  paliatif  paliatif  saja,saja, kecual

kecuali i padapada insufisiensiinsufisiensi kortekorteks ks adrenaadrenal.l. Sejak Sejak kortikortikosterkosteroid oid digudigunakan nakan dalamdalam  bidang

 bidang dermatologi, dermatologi, obat obat tersebut tersebut sangat sangat menolong menolong penderita. penderita. Berbagai Berbagai penyakitpenyakit yan

yang g dahdahulu ulu lamlama a penpenyemyembuhbuhannannya ya dapdapat at dipdipersiersingkngkat, at, mismisalnalnya ya derdermatmatitisitis,,  penyakit berat yang

(4)

kematiannya dapat ditekan berkat pengobatan dengan kortikosteroid, demikian pula kematiannya dapat ditekan berkat pengobatan dengan kortikosteroid, demikian pula sindrom

sindrom Stevens-JhonsonStevens-Jhonson yang berat danyang berat dan nekrolisis epidermal toksik nekrolisis epidermal toksik ..3,63,6

Pen

Pengobgobataatan n berberbagbagai ai penpenyakyakit it kulkulit it dendengan gan menmengguggunaknakan an korkortiktikostosteroeroidid sudah menjadi kegiatan sehari-hari di setiap poliklinik penyakit kulit. Sejak salap sudah menjadi kegiatan sehari-hari di setiap poliklinik penyakit kulit. Sejak salap hidrokortison asetat pertama kali dilaporkan penggunaannya oleh

hidrokortison asetat pertama kali dilaporkan penggunaannya oleh Sulzberger Sulzberger  padapada tahun 1952, perkembangan pengobatan dengan kortikosteroid berjalan dengan pesat. tahun 1952, perkembangan pengobatan dengan kortikosteroid berjalan dengan pesat. Semakin maju ilmu pengetahuan semakin banyak pula ditemukan berbagai jenis Semakin maju ilmu pengetahuan semakin banyak pula ditemukan berbagai jenis kortikosteroid yang dapat digunakan dengan berbagai keunggulan dan efek samping kortikosteroid yang dapat digunakan dengan berbagai keunggulan dan efek samping ya

yang ng semsemakakin in sedsedikikitit. . HaHal l inini i beberkrkat at kekemamajujuan an dadalalam m pepengngetaetahuhuan an memengngenenaiai mek

mekanianisme sme kerkerja ja sertserta a pempemahaahaman man patpatogeogenesinesis s berberbagbagai ai penpenyakyakit, it, khukhususnsusnyaya m

menengegennai ai ppereradadananggan an kukulilit. t. DeDengngan an beberbrbagagai ai kkememajajuauan n inini, i, ppememakakaiaianan kortikosteroid menjadi semakin rasional dan efektif.

(5)

BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 1. 1. DefinisiDefinisi Korti

Kortikosterkosteroid oid adalah suatu adalah suatu kelomkelompok hormon pok hormon steroisteroid d yang dihasilkayang dihasilkan n didi  bagian

 bagian korteks korteks kelenjar kelenjar adrenal adrenal sebagai sebagai tanggapan atas tanggapan atas hormonhormon adrenokortikotropik adrenokortikotropik  (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini berperan pada banyak  (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis. Hormon ini berperan pada banyak  sistem fisiologis pada tubuh, misalnya tanggapan terhadap stres, tanggapan sistem sistem fisiologis pada tubuh, misalnya tanggapan terhadap stres, tanggapan sistem kekebalan tubuh, dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, pemecahan kekebalan tubuh, dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, pemecahan  protein, kadar elektrolit darah, serta tingkah laku

 protein, kadar elektrolit darah, serta tingkah laku.8.8

Kel

Kelenjenjar ar adradrenaenal l terdterdiri iri dardari i 2 2 bagbagian ian yaiyaitu tu bagbagian ian kokortekrteks s dan dan medmedullulla,a, sed

sedanangkgkan an babagigian an kokortrtekeks s teterbrbagagi i lalagi gi memenjnjadadi i 2 2 zozona na yayaititu u fafasiksikululatata a dadann glomerulosa. Zona fasikulata mempunyai peran yang lebih besar dibandingkan zona glomerulosa. Zona fasikulata mempunyai peran yang lebih besar dibandingkan zona glomerulosa. Zona fasikulata menghasilkan 2 jenis hormon yaitu glukokortikoid dan glomerulosa. Zona fasikulata menghasilkan 2 jenis hormon yaitu glukokortikoid dan min

mineraleralokookortirtikoikoid. d. GolGolongongan an gluglukokkokortortikoikoid id adaadalah lah kokortikrtikostosteroeroid id yanyang g efeefek k  utamanya terhadap penyimpanan glikogen hepar dan khasiat anti-inflamasinya nyata, utamanya terhadap penyimpanan glikogen hepar dan khasiat anti-inflamasinya nyata, sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil atau tidak berarti. sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil atau tidak berarti.  Prototip

 Prototip ununtutuk k gogololongngan an inini i adadalalah ah kokortrtisoisol l dadan n kokortirtisoson, n, yayang ng memerurupapakakann glukokortikoid alam. Terdapat juga glukokortikoid sintetik, misalnya prednisolon, glukokortikoid alam. Terdapat juga glukokortikoid sintetik, misalnya prednisolon, triamsinolon, dan betametason.

triamsinolon, dan betametason.3,93,9

Gol

Golonongan gan minmineraleralokookortirtikoikoid d adaadalah lah korkortiktikostosteroeroid id yanyang g efek efek utautamanmanyaya terhad

terhadap ap keseimkeseimbangabangan n air air dan elektrolitdan elektrolit menimbulkan efek menimbulkan efek  retensiretensi Na danNa dan deplesideplesi K 

K , sedangkan pengaruhnya terhadap penyimpanan glikogen hepar sangat kecil., sedangkan pengaruhnya terhadap penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. OlehOleh karena itu mineralokortikoid jarang digunakan dalam terapi.

karena itu mineralokortikoid jarang digunakan dalam terapi.  Prototip Prototip dari golongandari golongan ini adalah

ini adalah desoksikortikosterondesoksikortikosteron. Umumnya golongan ini tidak mempunyai khasiat. Umumnya golongan ini tidak mempunyai khasiat anti-inflamasi yang berarti, kecuali 9

anti-inflamasi yang berarti, kecuali 9 α-fluorokortisol α-fluorokortisol , meskipun demikian sediaan, meskipun demikian sediaan in

ini i titidadak k pepernrnah ah didigugunanakakan n sebsebagagai ai obobat at anantiti-in-inflaflamamasi si kakarenrena a efefekeknynya a papadada kes

keseimeimbanbangan gan air air dan dan elekelektrotrolit lit terterlallalu u besbesar. ar. BerBerdasadasarkarkan n cara cara penpengguggunaanaannynnyaa kor

kortiktikostosteroeroid id dapdapat at dibdibagi agi dua dua yaiyaitu tu korkortiktikostosteroeroid id sistsistemiemik k dan dan korkortiktikosteosteroiroidd topikal.

(6)

2.

2. FarmakologiFarmakologi

S

Sememuua a hhoormrmoon n ssttererooiid d sasammaa--sasamma a mmeemmppuunnyyai ai rruummuus s bbanangguunn  siklopentanoperhidrofenantren

 siklopentanoperhidrofenantren 17-karbon dengan 4 buah cincin yang diberi label A17-karbon dengan 4 buah cincin yang diberi label A  –

 – D D (Gambar (Gambar 1). 1). Modifikasi Modifikasi dari dari struktur struktur cincin cincin dan dan struktur struktur luar luar akanakan men

mengakgakibaibatkatkan n perperubaubahan han padpada a efekefektivtivitaitas s dardari i stersteroid oid terstersebuebut. t. AtoAtom m karkarbonbon tambahan dapat ditambahkan pada posisi 10 dan 13 atau sebagai rantai samping yang tambahan dapat ditambahkan pada posisi 10 dan 13 atau sebagai rantai samping yang terikat pada C17. Semua steroid termasuk glukokortikosteroid mempunyai struktur  terikat pada C17. Semua steroid termasuk glukokortikosteroid mempunyai struktur  dasar 4 cincin kolestrol dengan 3 cincin heksana dan 1 cincin pentana.

dasar 4 cincin kolestrol dengan 3 cincin heksana dan 1 cincin pentana.2,3,9,112,3,9,11

Hormon steroid adrenal disintesis dari kolestrol yang terutama berasal dari Hormon steroid adrenal disintesis dari kolestrol yang terutama berasal dari  plasma.

 plasma. Korteks Korteks adrenal adrenal mengubah asetat mengubah asetat menjadi kolestrol, menjadi kolestrol, yang kemudian yang kemudian dengandengan  bantuan

 bantuan enzim enzim diubah diubah lebih lebih lanjut lanjut menjadi menjadi kortikosteroid kortikosteroid dengan dengan 21 21 atom atom karbonkarbon dan

dan andandrogrogen en lemlemah ah dendengan gan 19 19 atoatom m karkarbonbon. . SebSebagiagian an besbesar ar kolkolestesteroerol l yanyangg digu

digunakan untuk steroidognakan untuk steroidogenesis ini enesis ini berasal dari berasal dari luar (eksogen), baik pada luar (eksogen), baik pada keadaakeadaann  basal maupun setelah pemberian ACTH.

 basal maupun setelah pemberian ACTH.99

Da

Dalalam m kokortrtekeks s adadrerenanal l kokortrtikikososteteroroid id titidadak k didisisimpmpan an sehsehiningggga a haharuruss disintesis terus menerus. Bila biosintesis berhenti, meskipun hanya untuk beberapa disintesis terus menerus. Bila biosintesis berhenti, meskipun hanya untuk beberapa menit saja, jumlah yang tersedia dalam kelenjar adrenal tidak cukup untuk memenuhi menit saja, jumlah yang tersedia dalam kelenjar adrenal tidak cukup untuk memenuhi kebut

kebutuhan normal. uhan normal. Oleh Oleh karenakarenanya nya kecepakecepatan tan biosibiosintesisnntesisnya ya disesuadisesuaikan ikan dengadengann kecepatan sekresinya. Berikut adalah tabel yang menunjukkan kecepatan sekresi dan kecepatan sekresinya. Berikut adalah tabel yang menunjukkan kecepatan sekresi dan kadar plasma kortikosteroid terpenting pada manusia.

kadar plasma kortikosteroid terpenting pada manusia.1,91,9

Ke

Kececepapatatan n sesekrkresesii d

daallaam m kkeeaaddaaaaaann optimal (mg/hari) optimal (mg/hari) Kadar plasma Kadar plasma (μg/100ml) (μg/100ml) JJaam m 0088..0000 JJaam m 1166..0000 K Koorrttiissooll 2200 1166 44 A Allddoosstteerroonn 00,,112255 00,,0011

--Pada pemeriksaan sampel dengan tes saliva sebanyak 4 kali dalam satu hari Pada pemeriksaan sampel dengan tes saliva sebanyak 4 kali dalam satu hari yaitu sebelum sarapan pagi hari, siang, sore hari dan pada malam hari sebelum tidur. yaitu sebelum sarapan pagi hari, siang, sore hari dan pada malam hari sebelum tidur. Pada pagi hari kadar kortisol yang paling tinggi dibandingkan waktu lainnya yang Pada pagi hari kadar kortisol yang paling tinggi dibandingkan waktu lainnya yang membuat orang menjadi lebih semangat dalam menjalani aktivitasnya. Orang yang membuat orang menjadi lebih semangat dalam menjalani aktivitasnya. Orang yang seh

(7)

men

menuruurunnynnya a kadkadar ar korkortisotisol l hinhingga gga kadkadar ar tereterendandah h yaiyaitu tu padpada a pukpukul ul 11 11 malmalamam dibuktikan dengan seseorang yang dapat beristirahat

dibuktikan dengan seseorang yang dapat beristirahat dengan cukup.dengan cukup.1212

3.

3. Mekanisme KerjaMekanisme Kerja

Korti

Kortikosterkosteroid oid bekerjbekerja a dengadengan n mempemempengarungaruhi hi kecepkecepatan atan sintesisintesis s proteiprotein.n. Molek

Molekul ul hormohormon n memasumemasuki ki jaringjaringan melalui an melalui membmembran plasma ran plasma secara difusi pasif secara difusi pasif didi  jaringan target, kemudian bereaksi

 jaringan target, kemudian bereaksi dengan reseptor steroid. Kompleks dengan reseptor steroid. Kompleks ini mengalamiini mengalami  perubahan

 perubahan bentuk, bentuk, lalu lalu bergerak bergerak menuju menuju nukleus nukleus dan dan berikatan berikatan dengan dengan kromatin.kromatin. Ikatan ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis Ikatan ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis  protein

 protein ini ini merupakan merupakan perantara perantara efek efek fisiologis fisiologis steroid. steroid. Pada Pada beberapa beberapa jaringan,jaringan, misalnya hepar, hormon steroid merangsang transkripsi dan sintesis protein spesifik; misalnya hepar, hormon steroid merangsang transkripsi dan sintesis protein spesifik;  pada

 pada jaringan jaringan lain, lain, misalnya misalnya sel sel limfoid limfoid dan dan fibroblas fibroblas hormon hormon steroid steroid merangsangmerangsang sintesis protein yang sifatnya menghambat atau toksik terhadap sel-sel limfoid, hal sintesis protein yang sifatnya menghambat atau toksik terhadap sel-sel limfoid, hal ini menimbulkan efek katabolik.

(8)

Gambar 1. Gambaran mekanisme kerja kortikosteroid Gambar 1. Gambaran mekanisme kerja kortikosteroid 1313

Met

Metaboabolismlisme e korkortiktikostosteroeroid id sinsintettetis is sama sama dendengan gan korkortiktikostosteroeroid id alaalami.mi. Kortisol (juga disebut

Kortisol (juga disebut hydrocortisonhydrocortison) memiliki berbagai efek fisiologis, termasuk ) memiliki berbagai efek fisiologis, termasuk  regulasi metabolisme perantara, fungsi kardiovaskuler, pertumbuhan dan imunitas. regulasi metabolisme perantara, fungsi kardiovaskuler, pertumbuhan dan imunitas. Sintesis dan sekresinya diregulasi secara ketat oleh sistem saraf pusat yang sangat Sintesis dan sekresinya diregulasi secara ketat oleh sistem saraf pusat yang sangat sensitif terhadap umpan balik negatif yang ditimbulkan oleh kortisol dalam sirkulasi sensitif terhadap umpan balik negatif yang ditimbulkan oleh kortisol dalam sirkulasi dan glukokortikoid eksogen (sintetis). Pada orang dewasa normal, disekresi 10-20 dan glukokortikoid eksogen (sintetis). Pada orang dewasa normal, disekresi 10-20 mg kortisol setiap hari tanpa adanya stres. Pada plasma, kortisol terikat pada protein mg kortisol setiap hari tanpa adanya stres. Pada plasma, kortisol terikat pada protein dal

dalam sirkam sirkulaulasi. Dalsi. Dalam kondam kondisi norisi normal sekimal sekitar 90% betar 90% berikrikatan denatan dengan glogan globulbulin-in-22 (CBG/

(CBG/ corticosteroid-binding globulincorticosteroid-binding globulin), ), sedsedangangkan kan sisasisanya nya seksekitaitar r 5-15-10% 0% teriterikatkat lemah atau bebas dan tersedia untuk digunakan efeknya pada sel target. Jika kadar  lemah atau bebas dan tersedia untuk digunakan efeknya pada sel target. Jika kadar   plasma kortisol melebihi 20-30%, CBG menjadi jenuh dan konsentrasi kortisol bebas  plasma kortisol melebihi 20-30%, CBG menjadi jenuh dan konsentrasi kortisol bebas  bertambah

 bertambah dengan dengan cepat. cepat. Kortikosteroid Kortikosteroid sintetis sintetis sepertiseperti dexametasondexametason terikat denganterikat dengan albumin dalam jumlah besar

albumin dalam jumlah besar dibandingkan CBG.dibandingkan CBG.11

Waktu paruh kortisol dalam sirkulasi, normalnya sekitar 60-90 menit, waktu Waktu paruh kortisol dalam sirkulasi, normalnya sekitar 60-90 menit, waktu  paruh

 paruh dapat dapat meningkat meningkat apabilaapabila hydrocortisonehydrocortisone (prefa(prefarat rat farmasi kortisol) farmasi kortisol) diberidiberikankan dalam jumlah besar, atau pada saat terjadi stres, hipotiroidisme atau penyakit hati. dalam jumlah besar, atau pada saat terjadi stres, hipotiroidisme atau penyakit hati. Hanya 1% kortisol diekskresi tanpa perubahan di urin sebagai kortisol bebas, sekitar  Hanya 1% kortisol diekskresi tanpa perubahan di urin sebagai kortisol bebas, sekitar  20% kortisol diubah menjadi kortison di ginjal dan jaringan lain dengan reseptor  20% kortisol diubah menjadi kortison di ginjal dan jaringan lain dengan reseptor  min

mineraleralokookortirtikoikoid d sebsebeluelum m menmencapcapai ai hathati.i. PePerurubabahahan n strstrukuktutur r kikimimia a sansangagatt mempengaruhi kecepatan absorpsi, mula kerja dan lama kerja juga mempengaruhi mempengaruhi kecepatan absorpsi, mula kerja dan lama kerja juga mempengaruhi

(9)

afinitas terhadap reseptor, dan ikatan protein.

afinitas terhadap reseptor, dan ikatan protein. Prednison Prednison adalahadalah prodrug  prodrug yang denganyang dengan cepat diubah menjadi prednisolon bentuk aktifnya

cepat diubah menjadi prednisolon bentuk aktifnya dalam tubuh.dalam tubuh.11

Korti

Kortisol sol dan analog dan analog sintetsintetiknya dapat iknya dapat mencemencegah gah atau menekan atau menekan timbutimbulnyalnya gejala inflamasi akibat radiasi, infeksi, zat kimia, mekanik, atau alergen. Secara gejala inflamasi akibat radiasi, infeksi, zat kimia, mekanik, atau alergen. Secara mikroskopik obat ini menghambat fenomena inflamasi dini yaitu edema, deposit mikroskopik obat ini menghambat fenomena inflamasi dini yaitu edema, deposit fibrin, dilatasi kapiler, migrasi leukosit ke tempat radang dan aktivitas fagositosis. fibrin, dilatasi kapiler, migrasi leukosit ke tempat radang dan aktivitas fagositosis. Selain itu juga dapat menghambat manifestasi inflamasi yang telah lanjut yaitu Selain itu juga dapat menghambat manifestasi inflamasi yang telah lanjut yaitu  proliferasi

 proliferasi kapiler kapiler dan dan fibroblast, fibroblast, pengumpulan kolagen pengumpulan kolagen dan dan pembentukan pembentukan sikatriks.sikatriks. Hal ini karena efeknya yang besar terhadap konsentrasi, distribusi dan fungsi leukosit Hal ini karena efeknya yang besar terhadap konsentrasi, distribusi dan fungsi leukosit  perifer

 perifer dan dan juga juga disebabkan disebabkan oleh oleh efek efek supresinya supresinya terhadapterhadap cytokynecytokyne dandan chemokynechemokyne imflamasi serta mediator inflamasi lipid dan glukolipid lainnya. Inflamasi, tanpa imflamasi serta mediator inflamasi lipid dan glukolipid lainnya. Inflamasi, tanpa mempe

memperhatikrhatikan an penyepenyebabnybabnya, a, ditanditandai dai dengdengan an ekstravekstravasasi asasi dan dan infiltinfiltrasi rasi leukoleukositsit kedal

kedalam am jaringjaringan an yang mengalamyang mengalami i inflaminflamasi. asi. PeristiPeristiwa wa tersebutersebut t diperadiperantarai olehntarai oleh serangkaian interaksi yang komplek dengan molekul adhesi sel, khususnya yang serangkaian interaksi yang komplek dengan molekul adhesi sel, khususnya yang  berada pada

 berada pada sel endotel sel endotel dan dihambat dan dihambat oleh glukokortikoid. Sesudah oleh glukokortikoid. Sesudah pemberian dosispemberian dosis tunggal glukokortikoid dengan masa kerja pendek, konsentrasi neutrofil meningkat , tunggal glukokortikoid dengan masa kerja pendek, konsentrasi neutrofil meningkat , sed

sedangangkan kan limlimfosfosit, it, monmonosiosit t dan dan eoseosinoinofil fil dan dan basobasofil fil daldalam am sirksirkulaulasi si tertersebusebutt  berkurang

 berkurang jumlahnya. jumlahnya. Perubahan Perubahan tersebut tersebut menjadi menjadi maksimal maksimal dalam dalam 6 6 jam jam dandan me

mengnghihilalang ng setsetelelah ah 24 24 jajam. m. PePeniningngkakatatan n neneututrorofifil l tetersersebubut t didisebsebababkakan n ololeheh  peningkatan

 peningkatan aliran aliran masuk masuk ke ke dalam dalam darah darah dari dari sum-sum sum-sum tulang tulang dan dan penurunanpenurunan migrasi dari pembuluh darah, sehingga menyebabkan penurunan jumlah sel pada migrasi dari pembuluh darah, sehingga menyebabkan penurunan jumlah sel pada tempat inflamasi.

tempat inflamasi.11

Glukokortikoid juga menghambat fungsi makrofag jaringan dan sel penyebab Glukokortikoid juga menghambat fungsi makrofag jaringan dan sel penyebab ant

antigeigen n lainlainnyanya. . KemKemampampuan uan sel sel terstersebuebut t untuntuk uk berbereakeaksi si terterhadhadap ap antantigeigen n dandan mit

mitogeogen n ditdituruurunkankan. n. EfeEfek k terhterhadaadap p makmakrofrofag ag tertersebsebut ut teruterutama tama menmenandandai ai dandan membatasi kemampuannya untuk memfagosit dan membunuh mikroorganisme serta membatasi kemampuannya untuk memfagosit dan membunuh mikroorganisme serta menghasilkan tumor nekrosis factor-a, interleukin-1,

menghasilkan tumor nekrosis factor-a, interleukin-1, metalloproteinasemetalloproteinase dan activator dan activator   plasminogen.

 plasminogen. Selain efeknya terhadap fungsi leukosit, glukokortikoid mempengaruhiSelain efeknya terhadap fungsi leukosit, glukokortikoid mempengaruhi reak

reaksi si infinflamlamasi asi dendengan gan cara cara menmenuruurunkankan n sinsintestesis is proprostagstaglanlandindin,le,leukoukotritrien en dandan  platelet-aktivating factor.

(10)

Gambar 2. Gambar mekanisme inflamasi Gambar 2. Gambar mekanisme inflamasi 1414

Efek katabolik dari kortikosteroid bisa dilihat pada kulit sebagai gambaran Efek katabolik dari kortikosteroid bisa dilihat pada kulit sebagai gambaran dasar dan sepanjang penyembuhan luka. Konsepnya berguna untuk memisahkan efek  dasar dan sepanjang penyembuhan luka. Konsepnya berguna untuk memisahkan efek  ke dalam sel atau struktur-struktur yang bertanggungjawab pada gambaran klinis ; ke dalam sel atau struktur-struktur yang bertanggungjawab pada gambaran klinis ; keratinosik 

keratinosik  (atropi epidermal, re-epitalisasi lambat), produksi fibrolas mengurangi(atropi epidermal, re-epitalisasi lambat), produksi fibrolas mengurangi ko

kolalagegen n dadan n babahahan n dadasar sar (a(atrtropopi i dedermrmalal, , ststriariae)e), , efefek ek vavaskskululer er kekebabanynyakakanan  berhubungan

 berhubungan dengan dengan jaringanjaringan konektkonektif if vaskulvaskuler er  ((telantelangiektasgiektasis, is, purpupurpurara), ), dadann kerusakan

kerusakan angiogenesisangiogenesis (pe(pembembentuntukan kan jarjaringingan an gragranulnulasi asi yanyang g lamlambatbat). ). KhaKhasiatsiat gl

glukukokokorortitikokoid id adadalalah ah sebsebagagai ai ananti ti raradadang ng setsetemempapat, t, anantiti-pr-prololififereratiatif, f, dadann imunosupresif. Melalui proses penetrasi, glukokortikoid masuk ke dalam inti sel-sel imunosupresif. Melalui proses penetrasi, glukokortikoid masuk ke dalam inti sel-sel lesi

lesi, , berberikaikatan tan dendengan gan krokromatmatin in gen gen terttertententu, u, sehsehingingga ga aktaktiviivitas tas sel-sel-sel sel terstersebuebutt men

mengalgalami ami perperubaubahanhan. . SelSel-sel -sel ini ini dapdapat at menmenghaghasilksilkan an proproteitein n barbaru u yanyang g dapdapatat membentuk atau menggantikan sel-sel yang tidak berfungsi, menghambat mitosis membentuk atau menggantikan sel-sel yang tidak berfungsi, menghambat mitosis (anti-proliferatif), bergantung pada jenis dan stadium proses radang. Glukokotikoid (anti-proliferatif), bergantung pada jenis dan stadium proses radang. Glukokotikoid  juga

 juga dapat dapat mengadakan mengadakan stabilisasi stabilisasi membran membran lisosom, lisosom, sehingga sehingga enzim-enzim enzim-enzim yangyang dapat merusak jaringan tidak dikeluarkan.

dapat merusak jaringan tidak dikeluarkan.3,113,11

Glukokortikoid topikal adalah obat yang paling banyak dan tersering dipakai. Glukokortikoid topikal adalah obat yang paling banyak dan tersering dipakai. Efektifitas kortikosteroid topikal bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi. Efektifitas kortikosteroid topikal bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi. Po

Potetensnsi i kokortrtikikososteteroroid id diditetentntukukan an beberdrdasasararkakan n kekemamampmpuauan n memenynyebebababkakann vasokontriksi pada kulit hewan percobaan dan pada manusia. Jelas ada hubungan vasokontriksi pada kulit hewan percobaan dan pada manusia. Jelas ada hubungan dengan struktur kimiawi. Kortison, misalnya, tidak berkhasiat secara topikal, karena dengan struktur kimiawi. Kortison, misalnya, tidak berkhasiat secara topikal, karena

(11)

kortison di dalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihidrokortison, sedangkan kortison di dalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihidrokortison, sedangkan di

di kukulilit t tidtidak ak memenjnjadadi i prprososes es ititu. u. HiHidrdrokokorortitisoson n efeefektktif if sesecarcara a totopipikakal l mumulalaii kon

konsensentratrasi si 1%. 1%. SejSejak ak tahtahun un 1951958, 8, molmolekuekul l hidhidrokrokortortisoison n banbanyak yak menmengalgalamiami  perubahan.

 perubahan. Pada Pada umumnya umumnya molekul molekul hidrokortison hidrokortison yang yang mengandung mengandung fluor fluor  digolongkan kortikosteroid poten. Penetrasi perkutan lebih baik apabila yang dipakai digolongkan kortikosteroid poten. Penetrasi perkutan lebih baik apabila yang dipakai adalah vehikulum yang bersifat tertutup. Di antara jenis kemasan yang tersedia yaitu adalah vehikulum yang bersifat tertutup. Di antara jenis kemasan yang tersedia yaitu krem, gel, lotion, salep, fatty ointment (paling baik penetrasinya). Kortikosteroid krem, gel, lotion, salep, fatty ointment (paling baik penetrasinya). Kortikosteroid hanya sedikit diabsorpsi setelah pemberian pada kulit normal, misalnya, kira-kira 1% hanya sedikit diabsorpsi setelah pemberian pada kulit normal, misalnya, kira-kira 1% da

dari ri dodosisis s lalarurutatan n hihidrdrokokorortitisoson n yayang ng didibeberirikakan n papada da lenlengagan n babawawah h veventntralral diabsorpsi. Dibandingkan absorpsi di daerah lengan bawah, hidrokortison diabsorpsi diabsorpsi. Dibandingkan absorpsi di daerah lengan bawah, hidrokortison diabsorpsi 0,14 kali yang melalui daerah telapak kaki, 0,83 kali yang melalui daerah telapak  0,14 kali yang melalui daerah telapak kaki, 0,83 kali yang melalui daerah telapak  tangan, 3,5 kali yang melalui tengkorak kepala, 6 kali yang melalui dahi, 9 kali tangan, 3,5 kali yang melalui tengkorak kepala, 6 kali yang melalui dahi, 9 kali melalui vulva, dan 42 kali melalui kulit scrotum. Penetrasi ditingkatkan beberapa kali melalui vulva, dan 42 kali melalui kulit scrotum. Penetrasi ditingkatkan beberapa kali  pada

 pada daerah daerah kulit kulit yang yang terinfeksi terinfeksi dermatitis dermatitis atopik atopik ; ; dan dan pada pada penyakit penyakit eksfoliatif eksfoliatif   berat, seperti psoriasis eritodermik, tampaknya sedikit sawar untuk penetrasi.

 berat, seperti psoriasis eritodermik, tampaknya sedikit sawar untuk penetrasi.2,3,112,3,11 Efektivitas kortisteroid bisa akibat dari sifat immunosupresifnya. Mekanisme Efektivitas kortisteroid bisa akibat dari sifat immunosupresifnya. Mekanisme yang terlibat dalam efek ini kurang diketahui. Beberapa studi menunjukkan bahwa yang terlibat dalam efek ini kurang diketahui. Beberapa studi menunjukkan bahwa kor

kortiktikostosteroeroid id bisbisa a menmenyebyebabkabkan an penpengurgurangangan an sel sel mast mast padpada a kulkulit. it. Hal Hal ini ini bisbisaa menje

menjelaskan laskan pengpenggunaagunaan n kortikkortikosteroosteroid id topiktopikal al pada pada terapi terapi urtikurtikariapigariapigmentomentosa.sa. Me

Mekakaninismsme e sesebebenanarnrnya ya dadari ri efeefek k anantiti-in-inflflamamasi asi sansangagat t kokompmpleleks ks dadan n kukuranrangg dimengerti. Dipercayai bahwa kortikosteroid menggunakan efek anti-inflamasinya dimengerti. Dipercayai bahwa kortikosteroid menggunakan efek anti-inflamasinya dengan menginhibisi pembentukan prostaglandin dan derivat lain pada jalur asam dengan menginhibisi pembentukan prostaglandin dan derivat lain pada jalur asam ar

arakakididononikik. . MeMekakaninismsme e lalain in yayang ng tutururut t memembmbererikikan an efefek ek anantiti-i-infnflalamamasisi korti

kortikosterkosteroid oid adalah menghibisadalah menghibisi i proses fagositosis proses fagositosis dan dan menstamenstabilisasbilisasi i membrmembranan lisosom dari sel-sel fagosit.

lisosom dari sel-sel fagosit.2,3,112,3,11

4.

4. KlasifikasiKlasifikasi

Meski

Meskipun pun kortikortikosterkosteroid oid mempumempunyai nyai berbagberbagai ai macam macam aktivaktivitas itas biolobiologik,gik, umumnya potensi sediaan alamiah maupun yang sintetik ditentukan oleh besarnya umumnya potensi sediaan alamiah maupun yang sintetik ditentukan oleh besarnya efek retensi natrium dan penyimpanan glikogen di hepar atau besarnya khasiat efek retensi natrium dan penyimpanan glikogen di hepar atau besarnya khasiat anti-inflamasinya. Sediaan kortikosteroid sistemik dapat dibedakan menjadi tiga golongan inflamasinya. Sediaan kortikosteroid sistemik dapat dibedakan menjadi tiga golongan

(12)

 berdasarkan

 berdasarkan masa masa kerjanya, kerjanya, potensi potensi glukokortikoid, glukokortikoid, dosis dosis ekuivalen ekuivalen dan dan potensipotensi mineralokortikoid.

mineralokortikoid.1,2,5,6,91,2,5,6,9

Tabel 1. Perbandingan potensi relatif dan dosis ekuivalen beberapa sediaan Tabel 1. Perbandingan potensi relatif dan dosis ekuivalen beberapa sediaan kortikosteroid

kortikosteroid1515

Keterangan: Keterangan:

* hanya berlaku untuk pemberian oral atau IV. * hanya berlaku untuk pemberian oral atau IV. S = kerja singkat (t1/2 biologik 8-12 jam) S = kerja singkat (t1/2 biologik 8-12 jam) I

I = intermediate, kerja sedang = intermediate, kerja sedang (t1/2 biologik (t1/2 biologik 12-36 jam)12-36 jam) L = kerja lama (t1/2 biologik 36-72 jam)

L = kerja lama (t1/2 biologik 36-72 jam)

Pada tabel diatas terlihat bahwa triamsinolon, parametason, betametason, dan Pada tabel diatas terlihat bahwa triamsinolon, parametason, betametason, dan deksam

deksametason etason tidak tidak mempmempunyai unyai efek efek mineramineralokolokortikoirtikoid. d. HampiHampir r semua semua gologolonganngan kortikosteroid mempunyai efek glukokortikoid. Pada tabel ini obat disusun menurut kortikosteroid mempunyai efek glukokortikoid. Pada tabel ini obat disusun menurut kekuatan (potensi) dari yang paling lemah sampai yang paling kuat. Parametason, kekuatan (potensi) dari yang paling lemah sampai yang paling kuat. Parametason,  betametason, dan deksametason

 betametason, dan deksametason mempunyai potensi paling kuat mempunyai potensi paling kuat dengan waktu paruhdengan waktu paruh 36-72 jam. Sedangkan kortison dan hidrokortison mempunyai waktu paruh paling 36-72 jam. Sedangkan kortison dan hidrokortison mempunyai waktu paruh paling singkat yaitu kurang dari 12 jam. Harus diingat semakin kuat potensinya semakin singkat yaitu kurang dari 12 jam. Harus diingat semakin kuat potensinya semakin  besar efek samping yang terjadi.

(13)

Efe

Efektiktifitafitas s korkortiktikstersteroid oid berberhubhubungungan an dendengan gan 4 4 hal hal yaiyaitutu vasokonstriksi,vasokonstriksi, (anti

(antimitosimitosis) s) antipantiproliferoliferatif, ratif, immuimmunosupnosupresif resif dan dan antiiantiinflamnflamasi.asi. SteroSteroid id topiktopikalal menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah di bagian superfisial dermis, yang akan menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah di bagian superfisial dermis, yang akan mengu

mengurangi rangi eritemaeritema. . KemampKemampuan uan untuuntuk k menymenyebabkebabkan an vasokvasokontriontriksi ksi ini ini biasanbiasanyaya  berhubungan

 berhubungan dengan dengan potensi potensi anti-inflamasi, anti-inflamasi, dan dan biasanya biasanya vasokontriksi vasokontriksi iniini digunakan sebagai suatu tanda untuk mengetahui aktivitas klinik dari suatu agen. digunakan sebagai suatu tanda untuk mengetahui aktivitas klinik dari suatu agen. Komb

Kombinasi ini inasi ini digundigunakan untuk akan untuk membamembagi gi kortikortikosterkosteroid oid topiktopikal al mejadi mejadi 7 7 golongolongangan  besar,

 besar, diantaranya diantaranya Golongan Golongan I I yang yang paling paling kuat kuat daya daya anti-inflamasi anti-inflamasi dandan ant

antimiimitottotikniknya ya (su(super per potpoten)en). . SebSebalialiknyknya a golgolongongan an VII VII yanyang g terlterlemaemah h (po(potentensisi lemah).

lemah).22

Tabel 2.

Tabel 2. Penggolongan kortikostePenggolongan kortikosteroid topikal roid topikal berdasarkan potensi klinisberdasarkan potensi klinis ::2,3,6,112,3,6,11

K

(14)

Golongan 1: (super poten) Golongan 1: (super poten)

Go

Gololonngagan n IIII: : ((popottenenssii tinggi)

tinggi)

Go

Gololongngan an IIIII: I: (p(pototenensisi tinggi)

tinggi)

Go

Gololongngan an IVIV: : (p(pototenensisi medium) medium) Diprolene ointment Diprolene ointment Diprolene AF cream Diprolene AF cream Psorcon ointment Psorcon ointment Temovate ointment Temovate ointment Temovate cream Temovate cream Olux foam Olux foam Ultravate ointment Ultravate ointment Ultravate cream Ultravate cream Cyclocort ointment Cyclocort ointment Diprosone ointment Diprosone ointment Elocon ointment Elocon ointment Florone ointment Florone ointment Halog ointment Halog ointment Halog cream Halog cream Halog solution Halog solution Lidex ointment Lidex ointment Lidex cream Lidex cream Lidex gel Lidex gel Lidex solution Lidex solution Maxiflor ointment Maxiflor ointment Maxivate ointment Maxivate ointment Maxivate cream Maxivate cream Topicort ointment Topicort ointment Topicort cream Topicort cream Topicort gel Topicort gel Aristocort A ointment Aristocort A ointment Cultivate ointment Cultivate ointment Cyclocort cream Cyclocort cream Cyclocort lotion Cyclocort lotion Diprosone cream Diprosone cream Flurone cream Flurone cream Lidex E cream Lidex E cream Maxiflor cream Maxiflor cream Maxivate lotion Maxivate lotion Topicort LP cream Topicort LP cream Valisone ointment Valisone ointment Aristocort ointment Aristocort ointment Cordran ointment Cordran ointment Elocon cream Elocon cream Elocon lotion Elocon lotion Kenalog ointment Kenalog ointment Kenalog cream Kenalog cream Synalar ointment Synalar ointment 0,05% betamethason dipropionate 0,05% betamethason dipropionate 0,05% diflorasone diacetate 0,05% diflorasone diacetate 0,05% clobetasol propionate 0,05% clobetasol propionate 0,05% halobetasol propionate 0,05% halobetasol propionate 0,1% amcinonide 0,1% amcinonide 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% betamethasone dipropionate 0,01% mometasone fuorate 0,01% mometasone fuorate 0,05% diflorasone diacetate 0,05% diflorasone diacetate 0,01% halcinonide 0,01% halcinonide 0,05% fluocinonide 0,05% fluocinonide 0,05% diflorasone diacetate 0,05% diflorasone diacetate 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% betamethasone dipropionate 0,25% desoximetasone 0,25% desoximetasone 0,05% desoximetasone 0,05% desoximetasone 0,1% triamcinolone acetonide 0,1% triamcinolone acetonide 0,005% fluticasone propionate 0,005% fluticasone propionate 0,1 amcinonide 0,1 amcinonide 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% diflorosone diacetate 0,05% diflorosone diacetate 0,05% fluocinonide 0,05% fluocinonide 0,05% diflorosone diacetate 0,05% diflorosone diacetate 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% desoximetasone 0,05% desoximetasone 0,01% betamethasone valerate 0,01% betamethasone valerate 0,1% triamcinolone acetonide 0,1% triamcinolone acetonide 0,05% flurandrenolide 0,05% flurandrenolide 0,1% mometasone furoate 0,1% mometasone furoate 0,1% triamcinolone acetonide 0,1% triamcinolone acetonide 0,025% fluocinolone acetonide 0,025% fluocinolone acetonide

(15)

G

Goolloonnggaan n VV: : ((ppootteennssii medium)

medium)

Go

Gololongngan an VIVI: : (p(pototenensisi medium)

medium)

Go

Gololongngan an VIVII: I: (p(pototenensisi lemah) lemah) Westcort ointment Westcort ointment Cordran cream Cordran cream Cutivate cream Cutivate cream Dermatop cream Dermatop cream Diprosone lotion Diprosone lotion Kenalog lotion Kenalog lotion Locoid ointment Locoid ointment Locoid cream Locoid cream Synalar cream Synalar cream Tridesilon ointment Tridesilon ointment Valisone cream Valisone cream Westcort cream Westcort cream Aclovate ointment Aclovate ointment Aclovate cream Aclovate cream Aristocort cream Aristocort cream Desowen cream Desowen cream Kenalog cream Kenalog cream Kenalog lotion Kenalog lotion Locoid solution Locoid solution Synalar cream Synalar cream Synalar solution Synalar solution Tridesilon cream Tridesilon cream Valisone lotion Valisone lotion O

Obbaat t ttooppiiccaal l ddeennggaann hidrokortison, hidrokortison, dekametason, dekametason, glumetalone, glumetalone,  prednisolone,

 prednisolone, dandan metilprednisolone metilprednisolone 0,2% hydrocortisone valerate 0,2% hydrocortisone valerate 0,05% flurandrenolide 0,05% flurandrenolide 0,05% fluticasone propionate 0,05% fluticasone propionate 0,1% prednicarbate 0,1% prednicarbate 0,05% betamethasone dipropionate 0,05% betamethasone dipropionate 0,1% triamcinolone acetonide 0,1% triamcinolone acetonide 0,1% hydrocortisone butyrate 0,1% hydrocortisone butyrate 0,025% fluocinolone acetonide 0,025% fluocinolone acetonide 0,05% desonide 0,05% desonide 0,1% betamethasone valerate 0,1% betamethasone valerate 0,2% hydrocortisone valerate 0,2% hydrocortisone valerate 0,05% aclometasone 0,05% aclometasone 0,1% triamcinolone acetonide 0,1% triamcinolone acetonide 0,05% desonide 0,05% desonide 0,025% triamcinolone acetonide 0,025% triamcinolone acetonide 0,1% hydrocortisone butyrate 0,1% hydrocortisone butyrate 0,01% fluocinolone acetonide 0,01% fluocinolone acetonide 0,05% desonide 0,05% desonide 0,1% betamethasone valerate 0,1% betamethasone valerate 5.

5. PenggunaaPenggunaan n Klinik Klinik  Kor

Kortiktikostosteroeroid id toptopikaikal l dendengan gan potpotensensi i kuakuat t belbelum um tententu tu mermerupaupakan kan obaobatt  pilihan

 pilihan untuk untuk suatu suatu penyakit penyakit kulit. kulit. Perlu Perlu diperhatikan diperhatikan bahwa bahwa kortikosteroid kortikosteroid topikaltopikal  bersifat

 bersifat  paliatif  paliatif  dandan  supresif  supresif  teterhrhadadap ap pepenynyakakit it kukulilit t dadan n bubukakan n memerurupapakakann  pengobatan

 pengobatan kausal. kausal. Biasanya Biasanya pada pada kelainan kelainan akut akut dipakai dipakai kortikosteroid kortikosteroid dengandengan  potensi

 potensi lemah lemah contohnya contohnya pada pada anak-anak anak-anak dan dan usia usia lanjut, lanjut, sedangkan sedangkan pada pada kelainankelainan subakut digunakan kortikosteroid sedang contonya pada dermatitis kontak alergik, subakut digunakan kortikosteroid sedang contonya pada dermatitis kontak alergik, der

(16)

dip

dipakaakai i korkortiktikostosteroeroid id potpotensi ensi kuakuat t concontohtohnya nya padpada a psopsoriariasis, sis, derdermatmatitiitis s atoatopikpik,, dermatitis dishidrotik, dan dermatitis numular.

dermatitis dishidrotik, dan dermatitis numular.2,3,6,112,3,6,11

Pada dermatitis atopik yang penyebabnya belum diketahui, kortikosteroid Pada dermatitis atopik yang penyebabnya belum diketahui, kortikosteroid dipakai dengan harapan agar 

dipakai dengan harapan agar  remisiremisi leblebih ih cepcepat at terjterjadiadi. . YanYang g harharus us dipdiperherhatiatikankan ada

adalah lah kadkadar ar kankandundungan gan stersteroidoidnyanya. . DerDermatmatosiosis s yanyang g kurkurang ang respresponsonsif if terhterhadaadapp kortikosteroid ialah lupus eritematousus diskoid, psoriasis

kortikosteroid ialah lupus eritematousus diskoid, psoriasis di telapak tangan dan kaki,di telapak tangan dan kaki, nekrobiosis lipiodika diabetikorum, vitiligo, granuloma anulare, sarkoidosis, liken nekrobiosis lipiodika diabetikorum, vitiligo, granuloma anulare, sarkoidosis, liken  planus,

 planus, pemfigoid, pemfigoid, eksantema eksantema fikstum. fikstum. Erupsi Erupsi eksematosa eksematosa biasanya biasanya diatasi diatasi dengandengan salep hidrokortison 1%. Pada penyakit kulit akut dan berat serta pada eksaserbasi salep hidrokortison 1%. Pada penyakit kulit akut dan berat serta pada eksaserbasi  penyakit kulit kronik, kortik

 penyakit kulit kronik, kortikosteroid diberikan secara sistemik.osteroid diberikan secara sistemik.2,3,112,3,11

Pada pemberian kortikosteroid sistemik yang paling banyak digunakan adalah Pada pemberian kortikosteroid sistemik yang paling banyak digunakan adalah  prednison

 prednison karena karena telah telah lama lama digunakan digunakan dan dan harganya harganya murah. murah. Bila Bila ada ada gangguangangguan hep

hepar ar digdigunaunakan kan preprednidnisolsolon on karkarena ena preprednidnison son dimdimetaetabolbolismisme e di di hephepar ar menmenjadjadii  prednisolon.

 prednisolon. Kortikosteroid Kortikosteroid yang yang memberi memberi banyak banyak efek efek mineralkortikoid mineralkortikoid janganjangan dipakai pada pemberian long term (lebih daripada sebulan). Pada penyakit berat dan dipakai pada pemberian long term (lebih daripada sebulan). Pada penyakit berat dan sukar menelan, misalnya

sukar menelan, misalnya toksik epidermal nekrolisistoksik epidermal nekrolisis dan sindromdan sindrom Stevens-JhonsonStevens-Jhonson harus diberikan kortikosteroid dengan dosis tinggi biasa secara intravena. Jika masa harus diberikan kortikosteroid dengan dosis tinggi biasa secara intravena. Jika masa kr

krititis is tetelalah h didiatatasi asi dadan n pependndereritita a teltelah ah dadapapat t memenenelalan n didigagantnti i dedengngan an tabtablelett  prednison.

 prednison.66

Pengobatan kortikosteroid pada bayi dan anak harus dilakukan dengan lebih Pengobatan kortikosteroid pada bayi dan anak harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Penggunaan pada anak-anak memiliki efektifitas yang tinggi dan sedikit hati-hati. Penggunaan pada anak-anak memiliki efektifitas yang tinggi dan sedikit efek samping terhadap pemberian kortikosteroid topikal dengan potensi lemah dan efek samping terhadap pemberian kortikosteroid topikal dengan potensi lemah dan dal

dalam am janjangka gka wakwaktu tu yanyang g sinsingkagkat. t. SedSedangangkan kan padpada a baybayi i memmemilikiliki i risirisiko ko efeefek k  sampin

samping g yang tinggi karena kulit yang tinggi karena kulit bayi masih belum bayi masih belum sempursempurna dan na dan fungsfungsinya beluminya belum  berkembang

 berkembang seutuhnya. seutuhnya. Secara Secara umum, umum, kulit kulit bayi bayi lebih lebih tipis, tipis, ikatan ikatan sel-selsel-sel epidermisnya masih longgar, lebih cepat menyerap obat sehingga kemungkinan efek  epidermisnya masih longgar, lebih cepat menyerap obat sehingga kemungkinan efek  toksis lebih cepat terjadi serta sistem imun belum berfungsi secara sempurna Pada toksis lebih cepat terjadi serta sistem imun belum berfungsi secara sempurna Pada  bayi

 bayi prematur prematur lebih lebih berisiko berisiko karena karena kulitnya kulitnya lebih lebih tipis tipis dan dan angka angka penetrasi penetrasi obatobat topikal sangat tinggi.

topikal sangat tinggi.2,112,11 PadaPada  geriatri geriatri memiliki kulit yang tipis sehingga penetrasimemiliki kulit yang tipis sehingga penetrasi

steroid topikal meningkat.

steroid topikal meningkat. Selain itu, pada geriatric juga telah mSelain itu, pada geriatric juga telah mengalami engalami kulit yangkulit yang atr

atropi opi seksekundunder er karkarena ena proproses ses penpenuaauaan. n. KorKortiktikostosteroeroid id toptopikaikal l harharus us digdigunaunakankan secara tidak sering, waktu singkat dan dengan pengawasan yang ketat.

(17)

Ko

Kortikrtikostosteroeroid id toptopikaikal l tidtidak ak sehaseharusrusnya nya dipdipakaakai i sewsewaktaktu u hamhamil il keckecualualii din

dinyatyatakaakan n perperlu lu ataatau u sesusesuai ai oleoleh h dokdokter ter untuntuk uk wanwanita ita yanyang g hamhamil. il. PadPada a kaskasusus kelahiran prematur, sering digunakan steroid untuk mempercepat kematangan kelahiran prematur, sering digunakan steroid untuk mempercepat kematangan paru- paru

 paru janin janin (standar (standar pelayanan).pelayanan). Percobaan pada hewan menunjukkan penggunaanPercobaan pada hewan menunjukkan penggunaan kor

kortiktikostosteroeroid id padpada a kulkulit it hewhewan an hamhamil il akaakan n menmenyebyebabkabkan an abnabnormormalialitas tas padpadaa  pertumbuhan

 pertumbuhan fetus. fetus. Percobaan Percobaan pada pada hewan hewan tidak tidak ada ada kaitan kaitan dengan dengan efek efek padapada man

manusiusia, a, tetatetapi pi munmungkigkin n ada ada sedsedikiikit t resiresiko ko apaapabilbila a stersteroid oid yanyang g menmencukcukupi upi didi abs

absorborbsi si di di kulkulit it memmemasuasuki ki aliraliran an dardarah ah wanwanita ita hamhamil il teruterutamtama a padpada a penpengguggunaanaann dalam jumlah yang besar, jangka waktu lama dan

dalam jumlah yang besar, jangka waktu lama dan steroid potesteroid potensi tinggi. nsi tinggi. AnaliAnalisissis yang baru saja dilakukan memperlihatkan hubungan yang kecil tetapi penting antara yang baru saja dilakukan memperlihatkan hubungan yang kecil tetapi penting antara kehamilan terutama trisemester pertama dengan bimbing sumbing. Kemungkinannya kehamilan terutama trisemester pertama dengan bimbing sumbing. Kemungkinannya 1

1 % % dadapapat t teterjrjadadii clcleft eft lilipp atauatau clecleft ft palpalateate saat saat penpengguggunaanaan n stersteroid oid selaselamama kehamilan. Kortikosteroid sistemik yang biasa digunakan pada saat

kehamilan. Kortikosteroid sistemik yang biasa digunakan pada saat kehamilan adalahkehamilan adalah  prednison dan

 prednison dan kortison. Sedangkan kortison. Sedangkan untuk topikal untuk topikal biasa biasa digunakan hidrokortison digunakan hidrokortison dandan  betametason.

 betametason. Begitu Begitu juga juga pada pada waktu waktu menyusui, menyusui, penggunaan penggunaan kortikosteroid kortikosteroid topikaltopikal har

harus us dihdihindindari ari dan dan dipdiperherhatiatikankan. . BelBelum um dikdiketaetahui hui dendengan gan paspasti ti apaapakah kah stersteroidoid topikal diekskresi melalui ASI, tetapi sebaiknya tidak digunakan pada wanita sedang topikal diekskresi melalui ASI, tetapi sebaiknya tidak digunakan pada wanita sedang menyusui.

menyusui.1,2,161,2,16

Kor

Kortiktikostosteroeroid id dapdapat at menmenyebyebabkabkan an ganganggugguan an menmental tal bagbagi i penpengguggunannanya.ya. Rat

Rata-raa-rata ta dosdosis is yanyang g dapdapat at menmenyebyebabkabkan an ganganggugguan an menmental tal adaadalah lah 60 60 mg/mg/harhari,i, sedangkan dosis dibawah 30 mg/hari tidak bersifat buruk pada mental penggunanya. sedangkan dosis dibawah 30 mg/hari tidak bersifat buruk pada mental penggunanya. Bagi pengguna yang sebelumnya memiliki gangguan jiwa dan sedang menggunakan Bagi pengguna yang sebelumnya memiliki gangguan jiwa dan sedang menggunakan  pengobatan

 pengobatan kortikosteroid kortikosteroid sekitar sekitar 20% 20% dapat dapat menginduksi menginduksi timbulnya timbulnya gangguangangguan mental sedangkan 80% tidak.

mental sedangkan 80% tidak.1717

6.

6. Dosis dan Dosis dan Mekanisme PemberianMekanisme Pemberian Pad

Pada a saat saat memmemiliilih h korkortiktikostosteroeroid id toptopikaikal l dipdipiliilih h yanyang g sesusesuai, ai, amaaman, n, efek efek  samping sedikit dan harga murah, disamping itu ada beberapa faktor yang perlu di samping sedikit dan harga murah, disamping itu ada beberapa faktor yang perlu di  pertimbangkan

 pertimbangkan yaitu yaitu jenis jenis penyakit penyakit kulit, kulit, jenisjenis vehikulum,vehikulum, kondisi penyakit yaitukondisi penyakit yaitu stadium penyakit, luas/tidaknya lesi, dalam/dangkalnya lesi dan lokalisasi lesi. Perlu stadium penyakit, luas/tidaknya lesi, dalam/dangkalnya lesi dan lokalisasi lesi. Perlu  juga dipertimbangkan umur pend

(18)

Ste

Steroiroid d toptopikaikal l terterdirdiri i dardari i berberbagbagai ai macmacamam vehikulumvehikulum dan dan benbentuk tuk dosdosis.is. Salep (

Salep (ointmentsointments) ialah bahan berlemak atau seperti lemak, yang pada suhu kamar ) ialah bahan berlemak atau seperti lemak, yang pada suhu kamar   berkonsistensi

 berkonsistensi seperti seperti mentega. mentega. Bahan Bahan dasar dasar biasanya biasanya vaselin, vaselin, tetapi tetapi dapat dapat pulapula lanolin atau minyak. Jenis ini merupakan yang terbaik untuk pengobatan kulit yang lanolin atau minyak. Jenis ini merupakan yang terbaik untuk pengobatan kulit yang kering karena banyak mengandung pelembab. Selain itu juga baik untuk pengobatan kering karena banyak mengandung pelembab. Selain itu juga baik untuk pengobatan  pada

 pada kulit kulit yang yang tebal tebal contoh contoh telapak telapak tangan tangan dan dan kaki. kaki. Salep Salep mampu mampu melembabkanmelembabkan stratum korneum sehingga meningkatkan penyerapan dan potensi obat. Krim adalah stratum korneum sehingga meningkatkan penyerapan dan potensi obat. Krim adalah suspe

suspensi minyak dalam nsi minyak dalam air. Krim air. Krim memilmemiliki iki kompkomposisi yang bervariasi dan osisi yang bervariasi dan biasanbiasanyaya lebih berminyak dibandingkan

lebih berminyak dibandingkan ointmentsointments tetapi berbeda pada daya hidrasi terhadaptetapi berbeda pada daya hidrasi terhadap kulit. Banyak pasien lebih mudah menemukan krim untuk kulit dan secara kosmetik  kulit. Banyak pasien lebih mudah menemukan krim untuk kulit dan secara kosmetik  lebih baik dibandingkan ointments. Meskipun itu, krim terdiri dari emulsi dan bahan lebih baik dibandingkan ointments. Meskipun itu, krim terdiri dari emulsi dan bahan  pengawet

 pengawet yang yang mempermudah mempermudah terjadi terjadi reaksi reaksi alergi alergi pada pada beberapa beberapa pasien. pasien. LotionLotion (bedak kocok) tediri atas campuran air dan bedak, yang biasanya ditambah dengan (bedak kocok) tediri atas campuran air dan bedak, yang biasanya ditambah dengan gliser

gliserin in sebagai bahan perekat, lotion sebagai bahan perekat, lotion mirip dengan krim.mirip dengan krim.  Lotion Lotion terdirterdiri i daridari agentsagents yan

yang g memmembanbantu tu melmelaruarutkatkan n korkortiktikostosteroeroid id dan dan leblebih ih mudmudah ah menmenyebyebar ar ke ke kulkulit.it. Solution

Solution tidak mengandung minyak tetapi kandungannya terdiri dari air, alkohol dantidak mengandung minyak tetapi kandungannya terdiri dari air, alkohol dan  propylene

 propylene glycol glycol . Gel komponen solid pada suhu kamar tetapi mencair pada saat. Gel komponen solid pada suhu kamar tetapi mencair pada saat kontak dengan kulit. Lotion, solution, dan gel memiliki daya penyerapan yang lebih kontak dengan kulit. Lotion, solution, dan gel memiliki daya penyerapan yang lebih rendah dibandingkan

rendah dibandingkan ointment ointment  tetapi berguna pada pengobatan area rambut contohtetapi berguna pada pengobatan area rambut contoh  pada

 pada daerah daerah scalp scalp dimana dimana lebih lebih berminyak dan berminyak dan secara secara kosmerik kosmerik lebih lebih tidak tidak nyamannyaman  pada pasien.

 pada pasien.2,62,6 Pad

Pada a umuumumnymnya a diadianjunjurkarkan n pempemakaakaian ian salesalep p 2-3 2-3 x/hx/hari ari sampsampai ai penpenyakyakitit tersebut sembuh. Perlu dipertimbangkan adanya gejala

tersebut sembuh. Perlu dipertimbangkan adanya gejala takifilaksistakifilaksis. Takifilaksis ialah. Takifilaksis ialah men

menuruurunnynnya a respresponons s kulkulit it terhterhadaadap p gluglukokkokortortikoikoid id karkarena ena pempemberberian ian obaobat t yanyangg  berulang-ulang

 berulang-ulang berupa berupa toleransi toleransi akut akut yang yang berarti berarti efek efek vasokonstriksinya vasokonstriksinya akanakan mengh

menghilangilang, , setelah diistirahasetelah diistirahatkan tkan beberabeberapa pa hari hari efek efek vasokvasokonstrionstriksi ksi akan timbulakan timbul kembali dan akan menghilang lagi bila pengolesan obat tetap dilanjutkan. Lama kembali dan akan menghilang lagi bila pengolesan obat tetap dilanjutkan. Lama  pemakaian kortikosteroid topikal sebaiknya tidak lebih dari 4-6 minggu untuk steroid  pemakaian kortikosteroid topikal sebaiknya tidak lebih dari 4-6 minggu untuk steroid  potensi lemah dan tidak lebih dari 2 mingg

 potensi lemah dan tidak lebih dari 2 minggu untuk potensi kuat.u untuk potensi kuat.2,3,92,3,9

Ada beberapa cara pemakaian dari kortikosteroid topikal, yakni : Ada beberapa cara pemakaian dari kortikosteroid topikal, yakni :3,113,11

1.

(19)

2.

2. PemPemakaakaian koian kortikrtikostosteroeroid poid poten oten oranrang dewg dewasa hasa hanyanya 40 gra 40 gram peam per minr mingguggu,, sebaiknya jangan lebih lama dari 2 minggu. Bila lesi sudah membaik, pilihlah salah sebaiknya jangan lebih lama dari 2 minggu. Bila lesi sudah membaik, pilihlah salah satu dari golongan sedang dan bila perlu diteruskan dengan hidrokortison asetat 1%. satu dari golongan sedang dan bila perlu diteruskan dengan hidrokortison asetat 1%. 3.

3. Jangan mJangan menyanenyangka bahgka bahwa kortwa kortikosteikosteroid toroid topikal adpikal adalah obaalah obat mujart mujarab (panacab (panacea)ea) untuk semua dermatosis. Apabila diagnosis suatu dermatosis

untuk semua dermatosis. Apabila diagnosis suatu dermatosis tidak jelas, jangan pakaitidak jelas, jangan pakai kortikosteroid poten karena hal ini dapat mengaburkan ruam khas suatu dermatosis. kortikosteroid poten karena hal ini dapat mengaburkan ruam khas suatu dermatosis. Tinea dan

Tinea dan scabiescabies s incogincognito adalah tinea nito adalah tinea dan scabies dan scabies dengadengan n gambagambaran klinik tidak ran klinik tidak  khas disebabkan pemakaian kortikosteroid.

khas disebabkan pemakaian kortikosteroid. Pad

Pada a penpengobgobataatan n berberbagbagai ai derdermatmatosiosis s dendengan gan korkortiktikostosteroeroid, id, bilbila a teltelahah mengalami perbaikan dosisnya diturunkan berangsur-angsur agar penyakitnya tidak  mengalami perbaikan dosisnya diturunkan berangsur-angsur agar penyakitnya tidak  mengalami eksaaserbasi, tidak terjadi supresi korteks kelenjar adrenal dan sindrom mengalami eksaaserbasi, tidak terjadi supresi korteks kelenjar adrenal dan sindrom  putus

 putus obat. obat. Jika Jika terjadi terjadi supresi supresi korteks korteks kelenjar kelenjar adrenal, adrenal, penderita penderita tidak tidak dapatdapat melawan stress. Supresi terjadi kalau dosis prednison meebihi 5 mg per hari dan melawan stress. Supresi terjadi kalau dosis prednison meebihi 5 mg per hari dan kalau lebih dari sebulan. Pada sindrom putus obat terdapat keluhan lemah, lelah, kalau lebih dari sebulan. Pada sindrom putus obat terdapat keluhan lemah, lelah, anoreksia dan demam ringan yang jaranng melebihi 39ºC.

anoreksia dan demam ringan yang jaranng melebihi 39ºC. 66 Pen

Pengguggunaanaan n gluglukokkokortortikoikoid id janjangkgka a panpanjanjang g yaiyaitu tu leblebih ih dardari i 3 3 sampsampai ai 44 minggu perlu dilakukan penurunan dosis secara perlahan-lahan untuk mencari dosis minggu perlu dilakukan penurunan dosis secara perlahan-lahan untuk mencari dosis  pemeliharaan

 pemeliharaan dan dan menghindari menghindari terjadi terjadi supresi supresi adrenal. adrenal. Cara Cara penurunan penurunan yang yang baik baik  den

dengan gan menmenukaukar r dardari i dosdosis is tuntunggaggal l menmenjadjadi i dosdosis is selaselang ng sehsehari ari diidiikutkuti i dendengangan  penurunan jumlah dosis obat.

 penurunan jumlah dosis obat.

Untuk mencegah terjadinya supresi korteks kelenjar adrenal kortikosteroid Untuk mencegah terjadinya supresi korteks kelenjar adrenal kortikosteroid dapat diberikan selang sehari sebagai dosis tunggal pada pagi hari (jam8), karena dapat diberikan selang sehari sebagai dosis tunggal pada pagi hari (jam8), karena kadar kortisol tertinggi dalam darah pada pagi hari. Keburukan pemberian dosis kadar kortisol tertinggi dalam darah pada pagi hari. Keburukan pemberian dosis se

selalanng g sesehahari ri iaialalah h papadda a hharari i bebebabas s oobabat t ppenenyyakakit it dadappat at kakammbubuh. h. UnUntutuk k  mencegahnya, pada hari yang seharusnya bebas obat masih diberikan kortikosteroid mencegahnya, pada hari yang seharusnya bebas obat masih diberikan kortikosteroid dengan dosis yang lebih rendah daripada dosis pada hari pemberian obat. Kemudian dengan dosis yang lebih rendah daripada dosis pada hari pemberian obat. Kemudian  perlahan-lahan

 perlahan-lahan dosisnya dosisnya diturunkan. diturunkan. Bila Bila dosis dosis telah telah mencapi mencapi 7,5 7,5 mg mg prednison,prednison, selanjutnya pada hari yang seharusnya bebas obat tidak diberikan kortikosteroid lagi. selanjutnya pada hari yang seharusnya bebas obat tidak diberikan kortikosteroid lagi. Alasannya ialah bila diturunkan berarti hanya 5 mg dan dosis ini merupakan dosis Alasannya ialah bila diturunkan berarti hanya 5 mg dan dosis ini merupakan dosis fisiologik. Seterusnya dapat diberikan selang sehari.

fisiologik. Seterusnya dapat diberikan selang sehari.66

Tabel 3. Berbagai penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid beserta Tabel 3. Berbagai penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid beserta dosisnya:

(20)

N

Naamma a ppeennyyaakkiitt MaMaccaam m kkoorrttiikkoosstteerrooiid d ddaan n ddoossiissnnyya a sseehhaarrii Dermatitis

Dermatitis

Erupsi alergi obat ringan Erupsi alergi obat ringan SJS berat dan NET

SJS berat dan NET Eritrodermia Eritrodermia Reaksi lepra Reaksi lepra DLE DLE Pemfigoid bulosa Pemfigoid bulosa Pemfigus vulgaris Pemfigus vulgaris Pemfigus foliaseus Pemfigus foliaseus Pemfigus eritematosa Pemfigus eritematosa Psoriasis pustulosa Psoriasis pustulosa Reaksi Jarish-Herxheimer  Reaksi Jarish-Herxheimer  Prednison 4x5 mg atau 3x10mg Prednison 4x5 mg atau 3x10mg Prednison 3x10 mg atau 4x10 mg Prednison 3x10 mg atau 4x10 mg Deksametason 6x5 mg Deksametason 6x5 mg Prednison 3x10 mg atau 4x10 mg Prednison 3x10 mg atau 4x10 mg Prednison 3x10 mg Prednison 3x10 mg Prednison 3x10 mg Prednison 3x10 mg Prednison 40-80 mg Prednison 40-80 mg Prednison 60-150 mg Prednison 60-150 mg Prednison 3x20 mg Prednison 3x20 mg Prednison 3x20 mg Prednison 3x20 mg Prednison 4x10 mg Prednison 4x10 mg Prednison 20-40 mg Prednison 20-40 mg Do

Dosisis s yayang ng tetertrtululis is iaialalah h dodosisis s papatotokakan n ununtutuk k ororanang g dedewawasa sa memenunururutt  pengalaman,

 pengalaman, tidak tidak bersifat bersifat mutlak mutlak karena karena bergantung pada bergantung pada respons respons penderita. penderita. DosisDosis untuk anak disesuaikan dengan berat badan / umur. Jika setelah beberapa hari belum untuk anak disesuaikan dengan berat badan / umur. Jika setelah beberapa hari belum tampak perbaikan, dosis ditingkatkan sampai ada perbaikan.

tampak perbaikan, dosis ditingkatkan sampai ada perbaikan.66

7. Sediaan

7. Sediaan KortikosteKortikosteroid Topikalroid Topikal Berbag

Berbagai variaai variasi si sediaasediaan kortn kortikostikosteroid tereroid tersedia sedia untuuntuk pengk penggunaagunaan topikn topikalal  pada terapi

 pada terapi penyakit inflamasi okular. penyakit inflamasi okular. Diantaranya yaitu Diantaranya yaitu :: 1.

1. DeDekksasamemetatasoson .n . Deksa

Deksametasometason difn diformulormulasi daasi dalam blam bentuk entuk suspensuspensi si 0,1 0,1 % alk% alkohol, ohol, solusisolusi sodium phospat

sodium phospat dan salaf 0,05 dan salaf 0,05 %. %. Ini merupakan topikIni merupakan topikal steroid yang palingal steroid yang paling  poten.

 poten. Yang Yang mempunyai mempunyai posisi posisi yang yang bersamaan bersamaan dalam dalam meningkatkan meningkatkan resikoresiko efek yang merugikan dari kondisi

efek yang merugikan dari kondisi mata yang tidak menguntungkan.mata yang tidak menguntungkan. 2

2.. PPrereddnniisosolloonn Predn

Prednisoloisolon tersedia dalam n tersedia dalam bentubentuk 0,12 % k 0,12 % atau suspensi asetat 1 atau suspensi asetat 1 %, 0,12 %,%, 0,12 %, 0,5 % at

0,5 % atau au solusolusi sodiusi sodium phospm phospat at 1 % dan sa1 % dan salaf pholaf phospat 25 %spat 25 %. Meskip. Meskipunun sediaa

sediaan phospatn phospate e dengadengan daya larut bifasik , mempn daya larut bifasik , mempunyaunyai penetrasi terbai penetrasi terbaik ik  kedalam kornea yang

kedalam kornea yang intak ( dengan intak ( dengan menggunakan kendmenggunakan kendaraan phospat araan phospat ) yang) yang larut dalam air . Perbedaan ini tidak cukup bermakna ketika terjadi inflamasi larut dalam air . Perbedaan ini tidak cukup bermakna ketika terjadi inflamasi intra

intra okuler. okuler. Derajat Derajat penetrasinya penetrasinya tergantung tergantung kepada kepada sejumlah sejumlah konsentrasikonsentrasi dan

(21)

 percampuran

 percampuran untuk untuk menjamin menjamin konsentrasi konsentrasi steroid steroid maksimal, maksimal, yang masyang masing ing – –  masing di

masing dihantahantarkan, memprkan, memperkenaerkenalkan masalah lkan masalah potenpotensial, yang mesial, yang membuatmbuat sol

solusi usi leblebih ih baibaik k padpada a prapraktiktisi si kliklinisnis. . BioBioavaavaibiibilitalitas s dan dan potpotensensi i dardarii  prednisolon

 prednisolon tidak tidak hanya hanya membuatnya membuatnya sebagai sebagai zat zat anti anti inflamasi inflamasi yangyang mujar

mujarab, tetapi ab, tetapi juga menijuga meningkangkatkan dositkan dosis keteragas keteragantungntungan dan toksian dan toksisitassitas okular.

okular. 3.

3. FluFluoroorometmetholholon on dan dan medmedrisorisonn Fluorometholon

Fluorometholon (FML) (FML) (0,1 (0,1 % % atau atau 0,25 0,25 % % ) ) dan dan medrison medrison (HMS) (HMS) (1,0 (1,0 % % )) tersedia

tersedia dalam dalam bentuk bentuk sediaan sediaan suspensi suspensi mata. mata. Fluorometholon Fluorometholon (FML) (FML) jugajuga tersedi

tersedia dalam bentua dalam bentuk sediaan salaf 0,k sediaan salaf 0,1 % . 1 % . Obat ini mempObat ini mempunyai efek anunyai efek antiti in

inflaflamamasi si yayang ng kukuat at dadan n memempmpununyayai i pepengngaruaruh h yayang ng sedsedikikit it teterhrhadadapap kerusakan mata yang berhubungan dengan pemakaian kortikosteroid (katarak  kerusakan mata yang berhubungan dengan pemakaian kortikosteroid (katarak  dan glaukoma).

dan glaukoma).

4.

4. MeMedodoxyxyprprogogesesteteroronn

Medoxyprogesteron tidak tersedia dalam bentuk sediaan obat mata, tetapi Medoxyprogesteron tidak tersedia dalam bentuk sediaan obat mata, tetapi tersedia untuk obat

tersedia untuk obat – obatan rumah – obatan rumah sakit sakit dalam bentuk parenteral. ( dalam bentuk parenteral. ( 0,1 % ).0,1 % ). Secara nyata

Secara nyata obat inobat ini berguna i berguna untuk untuk terapi ulkus terapi ulkus perifer, perifer, inflamasi, inflamasi, penyakitpenyakit mata luar, kar

mata luar, karena ena obat ini tidobat ini tidak hanya menak hanya menurunurunkan infamkan infamasi, tetapi jugasi, tetapi jugaa menurunkan produksi dari kolagenase, dan mempunyai pengaruh yang sedikit menurunkan produksi dari kolagenase, dan mempunyai pengaruh yang sedikit dalam mengurangi produksi kolagenase dibandingkan steroid lain. Obat ini dalam mengurangi produksi kolagenase dibandingkan steroid lain. Obat ini mempunyai

mempunyai potensi yanpotensi yang kug kurang rang dibandingkan dibandingkan 0,12 0,12 % prednisolo% prednisolon.n.4.8.9.104.8.9.10

8. Efek Samping 8. Efek Samping

Pada penggunan kortikosteroid topikal efek samping dapat terjadi apabila : Pada penggunan kortikosteroid topikal efek samping dapat terjadi apabila :

1.

1. PenggPenggunaan unaan kortikortikosterkosteroid tooid topikal pikal yang yang lama dlama dan bean berlebihrlebihan.an. 2.

2. PenggPenggunaan kunaan kortikortikosteroosteroid topikid topikal dengaal dengan poten potensi kuat nsi kuat atau sangatau sangat kuat atat kuat atauau  penggunaan sangat oklusif.

(22)

Efe

Efek k sampsamping ing yanyang g tidtidak ak diidiinginginkankan n adaadalah lah berberhubhubungungan an dendengan gan sifasifatt  potensiasinya, tetapi belum dibuktikan kemungkinan efek samping yang terpisah dari  potensiasinya, tetapi belum dibuktikan kemungkinan efek samping yang terpisah dari  potensi,

 potensi, kecuali kecuali mungkin mungkin merujuk merujuk kepada kepada supresi supresi dari dari adrenokortikal adrenokortikal sistemik.sistemik. Dengan ini efek samping hanya bisa dielakkan sama ada dengan bergantung pada Dengan ini efek samping hanya bisa dielakkan sama ada dengan bergantung pada steroid yang lebih lemah atau mengetahui dengan pasti tentang cara penggunaan, steroid yang lebih lemah atau mengetahui dengan pasti tentang cara penggunaan, kapan, dan dimana harus digunakan jika menggunakan yang lebih paten. Secara kapan, dan dimana harus digunakan jika menggunakan yang lebih paten. Secara umu

umum m efek efek sampsamping ing dardari i korkortiktikostosteroeroid id toptopikaikal l termtermasuasuk k atratrofiofi, , stristriae ae atroatrofisefise,, te

telalangngieiektktasasisis, , purppurpurura, a, dedermrmatatososis is akaknenefoformrmisis, , hihipepertrtririkokosisis s sesetetempmpatat,, hipopigmentasi, dermatitis peroral.

hipopigmentasi, dermatitis peroral. Bebera

Beberapa pa penupenulis lis membamembagi gi efek samping efek samping kortikortikosterkosteroid oid kepadkepada a beberabeberapapa tingkat yaitu:

tingkat yaitu:

 Efek Epider  Efek Epidermal mal 

Ini termasuk : Ini termasuk : 1.

1. PePeninipipisasan n epepididermermal al yayang ng didisersertatai i dedengngan an pepeniningngkakatatan n akaktitivivitas tas kikinenetitik k  de

dermrmalal, , susuatatu u pepenunururunanan n keketetebabalalan n ratrata-ra-ratata a lalapipisan san kekeratratosositit, , dedengnganan  pendataran

 pendataran dari dari konvulsi konvulsi dermo-epidermal. dermo-epidermal. Efek Efek ini ini bisa bisa dicegah dicegah dengandengan  penggunaan tretinoin topikal secara konkom

 penggunaan tretinoin topikal secara konkomitan.itan. 2.

2. InInhihibibisi si dadari ri memelalanonosisit, t, susuatatu u kekeadadaaaan n sepsepererti ti vivititililigogo, , tetelalah h diditetemumukakan.n. Kom

Kompliplikaskasi i ini ini munmuncul cul padpada a keakeadaadaan n okloklusi usi stersteroid oid atau atau injinjekseksi i stersteroidoid intrakutan.

intrakutan.  Efek Dermal   Efek Dermal 

Terjadi penurunan sintesis kolagen dan pengurangan pada substansi dasar. Ini Terjadi penurunan sintesis kolagen dan pengurangan pada substansi dasar. Ini menyebabkan terbentuknya striae dan keadaan vaskulator dermal yang lemah akan menyebabkan terbentuknya striae dan keadaan vaskulator dermal yang lemah akan me

menynyebebababkakan n mumudadah h ruruptptur ur jijika ka teterjrjadadi i trtrauauma ma atatau au teterprpototonong. g. PePendndaraarahahann intradermal yang terjadi akan menyebar dengan cepat untuk menghasilkan suatu blot intradermal yang terjadi akan menyebar dengan cepat untuk menghasilkan suatu blot hemor

hemorrhage. Ini rhage. Ini nantinantinya akan nya akan terserap dan membentuk jaringan parut stelata, terserap dan membentuk jaringan parut stelata, yangyang terlihat seperti usia kulit prematur.

terlihat seperti usia kulit prematur.

Gambar

Tabel  1.  Perbandingan  potensi  relatif  dan  dosis  ekuivalen  beberapa  sediaanTabel  1

Referensi

Dokumen terkait

Memiliki pengalaman minimal 6 tahun untuk Senior Staf dan minimal 3 tahun untuk Junior Staf;8. Lancar berbahasa lnggris secara aktif

Selain SADARI, deteksi dini untuk kanker payudara yag perlu dilakukan adalah pemeriksaan klinis payudara minimal 3 tahun sekali untuk perempuan berusia 20-39 tahun dan

Suplemen mineral dianjurkan untuk memenuhi beberapa prinsip, antara lain (1) campuran akhir minimal mengandung 6- 8% total P; (2) rasio Ca : P tidak melampaui 2 : 1; (3)

Secara klinis tampak hilang secara bermakna keterampilan yang didapat sebelumnya (sebelum usia 10 tahun) pada minimal 2 dari area berikut:.. bahasa ekspresif

Kualifikasi Jenjang 7 Bidang Informasi Geospasial dengan pengalaman kerja di bidang IG minimal 2 tahun dan memiliki sertifikat pelatihan IG level 8, atau

Lama penggunaan Jumlah sampel Presentase, % 1 < 10 hari 5 28 2 10 hari 7 39 3 > 10 hari 6 33 Jumlah 18 100 Lama penggunaan terapi Lopinavir/Ritonavir pasien

Pelaksanaan program dana desa selalu dalam pengawasan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan yaitu Kepala desa melakukan pemeriksaan minimal 3 bulan terhadap pengelolaan

Program keagamaan dilaporkan seminggu sekali dengan HRT 2 Hafalan minimal 10 ayat jika surat pendek, minimal 6 ayat surat panjang, lebih bagus jika 1 surat 3 Hafalan disetor setiap