• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rangkuman Materi Latsar-2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rangkuman Materi Latsar-2"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PELAYANAN PUBLIK

PELAYANAN PUBLIK

---Pedoman penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS

Pedoman penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS

Golongan III : Perka LAN 17/2017 tentang perubahan N0

Golongan III : Perka LAN 17/2017 tentang perubahan N0

21 tahun

21 tahun 201

2016

6

1. Konsep dan Prinsip

1. Konsep dan Prinsip Pelay

Pelayanan Publik

anan Publik

1

1. Menurut UU no 5 tahun . Menurut UU no 5 tahun 2014 2014 tentang Atentang A SN, PNS sebagaSN, PNS sebagai ASN berli ASN berl andaskanandaskan a.

a. Nilai-nilai Nilai-nilai dasardasar b.

b. Kode Kode etik etik dan dan kode kode perilakuperilaku c.

c. Komitmen, Komitmen, integrasi integrasi moral moral dan tanggung dan tanggung jawab pada jawab pada pelayanan publikpelayanan publik d.

d. Kompetensi Kompetensi yang yang diperlukan diperlukan sesuai sesuai bidang bidang tugastugas e.

e. Profesionalisme Profesionalisme jabatanjabatan

2. Fungsi dan tugas ASN menurut UU no 5 tahun 2014: 2. Fungsi dan tugas ASN menurut UU no 5 tahun 2014:

a.

a. Melaksanakan kebijakan publik, Melaksanakan kebijakan publik, yang dibuat yang dibuat oleh Pejabatan Pembinanoleh Pejabatan Pembinan Kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

Kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan; b.

b. Memberikan Memberikan pelayanan publik pelayanan publik yang yang profesional dan profesional dan berkualitas;berkualitas; c.

c. Mempererat Mempererat persatuan persatuan dan dan kesatuan kesatuan Negara Negara Republik Republik Indonesia.Indonesia. 3. Pesyaratan menjadi PNS yang profesional:

3. Pesyaratan menjadi PNS yang profesional: a.

a. Mengambil Mengambil tanggung tanggung jawabjawab b.

b. Menunjukkan Menunjukkan sikap sikap mental mental positifpositif c.

c. Mengutamakan Mengutamakan keprimaankeprimaan d.

d. Menunjukkan Menunjukkan kompetensikompetensi e.

e. Memegang Memegang teguh teguh kode kode etiketik 4. Pengertian Pelayanan Publik 4. Pengertian Pelayanan Publik

a.

a. Segala bentuk Segala bentuk kegiatan pelayanan kegiatan pelayanan umum yg umum yg dilaksanakan instansi dilaksanakan instansi pemerintahpemerintah (pusat dan daerah) dalam bentuk barang dan/jasa, baik dalam pemenuhan (pusat dan daerah) dalam bentuk barang dan/jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat

kebutuhan masyarakat – – LAN,1998LAN,1998 b.

b. Proses Proses bantuan kepada bantuan kepada orang lain orang lain dengan cara-cara dengan cara-cara tertentu ytertentu yang memerlukanang memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan kepekaan dan hubungan interpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan – – Departemen dalam negeri

Departemen dalam negeri c.

c. Kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayananKegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disedaka

disedakan n oleh penyelenggara pelayanaoleh penyelenggara pelayanan n publikpublik  – – Undang-Undang no 25Undang-Undang no 25 tahun 2009

tahun 2009 d.

d. Merupakan produk Merupakan produk yang tidak yang tidak ada wujud ada wujud atau bentuknya atau bentuknya sehingga tidak sehingga tidak adaada bentuk yang dapat dimiliki, dan berlangsun

bentuk yang dapat dimiliki, dan berlangsun g sesaat atau tidak tahan lama, tetapig sesaat atau tidak tahan lama, tetapi dialami dan dapat dirasakan oleh penerima layanan

-dialami dan dapat dirasakan oleh penerima layanan - Lovelock (1991)Lovelock (1991) e.

e. Segala Segala kegiatan pelayanan kegiatan pelayanan yang yang dilaksanakan dilaksanakan oleh penyelenggara oleh penyelenggara pelayananpelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan

pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan  – –KepmenPANRBKepmenPANRB Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003

Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 KESIMPULAN:

KESIMPULAN:

Pelayanan publik adalah

Pelayanan publik adalah   pemberian layanan atau melayani keperluan  pemberian layanan atau melayani keperluan orang/msayarakat dan/atau organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara orang/msayarakat dan/atau organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang ditentukan dan ditunjukkan untuk memberikan kepuasan kepada penerima yang ditentukan dan ditunjukkan untuk memberikan kepuasan kepada penerima layanan.

layanan. 5.

5. Undang-undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan PublikUndang-undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik a.

a. Dasar Dasar pemikiranpemikiran 1.

1. Kewajiban Kewajiban Negara Negara melayani melayani hak hak dasar dasar masyarakat.masyarakat. 2.

2. Membangun Membangun Kepercayaan Kepercayaan Masyarakat Masyarakat kepada kepada Negara.Negara. 3.

3. Norma/Dasar Norma/Dasar hukum hukum hubungan Masyarakat hubungan Masyarakat dengan dengan NegaraNegara b. Karakter

b. Karakter 1.

1. Penguatan Penguatan dan dan Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat.Masyarakat. 2.

2. Penguatan Penguatan dan dan Memperbaharui Memperbaharui Undang-Undang Undang-Undang SektorSektor c.

c. Maksud Maksud dan dan TujuanTujuan 1.

1. Kepastian Kepastian hukum hukum bagi bagi masyarakat masyarakat dan dan penyelenggara.penyelenggara. 2.

2. Batas yBatas yang jelas ang jelas antara hak antara hak dan kewajiban, dan kewajiban, wewenang, larangan.wewenang, larangan. 3.

3. Sistem Sistem yang yang layak layak dan dan perlindungan masyperlindungan masyarakatarakat

6. Pelayanan publik penting, karena selain memperkuat demokrasi, juga mengakkan 6. Pelayanan publik penting, karena selain memperkuat demokrasi, juga mengakkan

hampir seluruh hak asasi manusia.

hampir seluruh hak asasi manusia. Siklus pelayanan publikSiklus pelayanan publik  dimulai saat konsumen dimulai saat konsumen mengadakan

mengadakan kontak pertamakontak pertama kali dengan service delivery systemkali dengan service delivery system   dan  dan dilanjutkan dengan kontak-kontak berikutnya

dilanjutkan dengan kontak-kontak berikutnya   sampai dengan selesai jasa  sampai dengan selesai jasa tersebut diberikan.

tersebut diberikan.

7. Cara membedakan barang/jasa publik dan privat: 7. Cara membedakan barang/jasa publik dan privat:

Pembeda

Pembeda Privat Privat PublikPublik Berdasarkan Berdasarkan penyedia penyedia swasta pemerintah swasta pemerintah Cara

Cara konsumsi konsumsi Rivalitas Rivalitas dan dan ekskludabilitasekskludabilitas tinggi

tinggi

Rivalitas dan ekskludabilitas Rivalitas dan ekskludabilitas rendah

rendah Keputusan

Keputusan politik politik Strategis Strategis dan dan menyangkutmenyangkut kepentingan bangsa kepentingan bangsa

Ekskludabilitas

Ekskludabilitas  berarti sifat suatu barang yang dapat berarti sifat suatu barang yang dapat mencegah orang lainmencegah orang lain  dari dari me

memanfaatmanfaatkannya.kannya.

Rivalitas

Rivalitas  berarti sifat suatu barang yang menyebabkan pemanfaatan oleh  berarti sifat suatu barang yang menyebabkan pemanfaatan oleh seseorang

seseorang mengurangi mengurangi pemanfaapemanfaatantan  oleh orang lain. oleh orang lain.

8

8.. Pergeseran status barangPergeseran status barang a.

a. Privat Privat ke publik; ke publik; pendidikan, keterbukaan pendidikan, keterbukaan informasi informasi (pejabat negara)(pejabat negara) b.

b. Publik Publik ke ke privat: privat: informasi informasi beasiswabeasiswa 9. Paradigma pelayanan Publik

9. Paradigma pelayanan Publik a.

a. Old Public AdministrationOld Public Administration (<1930)(<1930):: 1.

1. Fokus Fokus pada pada penyediaan penyediaan barang barang publikpublik 2.

2. Sistem Sistem tertutup tertutup karena karena prinsip prinsip efisiensiefisiensi 3.

3. model model pelayanan spelayanan sentralistik, entralistik, mekanik, mekanik, direktiv, direktiv, manajerialsmmanajerialsm b.

b. New Public Management (1990New Public Management (1990 -2000an):-2000an): 1.

1. Transaksi Transaksi pelayanan pelayanan publik,publik, 2.

2. Manajer Manajer pelayanan pelayanan publik publik dituntut dituntut inovatifinovatif 3.

3. Model Model pelayanan berorientasi pelayanan berorientasi pada pada prinsip-prinsip prinsip-prinsip pelayanan primapelayanan prima c.

c. New Publi c ServicNew Public Servic e (NPS) 2e (NPS) 2003-003-sekarangsekarang :: 1.

1. Negara Negara kuat kuat dan dan memberikan memberikan pelayanan gratis,pelayanan gratis, 2.

2. Keberpihakan Keberpihakan Negara Negara dalam dalam melayani melayani masyarakatmasyarakat 3.

3. Model pelayanan yModel pelayanan yang lebih ang lebih berorientasi pada berorientasi pada asas demokrasi asas demokrasi dan gooddan good governance

governance

10. Prinsip pelayanan publik: 10. Prinsip pelayanan publik:

a. Pertisipatif a. Pertisipatif b. Transparan b. Transparan c. Responsif c. Responsif d.

d. Tidak Tidak diskriminatifdiskriminatif e.

e. Mudah Mudah dan dan murahmurah f.

f. Efektif Efektif dan dan efisienefisien g. Aksesibel g. Aksesibel h. Akuntabel h. Akuntabel i. Berkeadilan i. Berkeadilan

11. Unsur-unsur pelayanan publik meliputi: 11. Unsur-unsur pelayanan publik meliputi:

a.

a. Penrima Penrima layananlayanan b.

b. Organisasi Organisasi penyelenggarapenyelenggara c.

c. Kepuasan Kepuasan pelangganpelanggan

12. Setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang 12. Setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum yang lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik hukum yang lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik ((Pasal 1 ayat (2) UU 25 Tahun 2009Pasal 1 ayat (2) UU 25 Tahun 2009 ))

13. Contoh pelayanan publik pada kementerian PUPR: 13. Contoh pelayanan publik pada kementerian PUPR:

a.

a. Perijinan Perijinan kerjasama kerjasama pemanfaatan pemanfaatan prasarana prasarana SDASDA b.

b. Sekjen: Sekjen: Pu-net, layanan Pu-net, layanan informasi publik informasi publik (PPID), (PPID), PLSe kementerian PLSe kementerian PUPRPUPR c.

c. Ditjen Ditjen Cipta Karta Cipta Karta : : Pelayanan rumah Pelayanan rumah negara gol. negara gol. IIIIII

2. Pola Pikir ASN sebagai Pelayan Publik

2. Pola Pikir ASN sebagai Pelayan Publik

1

1

. Bertekad melakukan perbaikan atas kurang baiknya kualitas pelayanan publik di. Bertekad melakukan perbaikan atas kurang baiknya kualitas pelayanan publik di Indonesia.

Indonesia.

2. Memilih jalan sulit untuk berkontribusi memperbaiki birokrasi 2. Memilih jalan sulit untuk berkontribusi memperbaiki birokrasi

3. Kesadaran seluruh anggota ASN untuk memberikan kontribusi terhadap upaya 3. Kesadaran seluruh anggota ASN untuk memberikan kontribusi terhadap upaya perbaikan kualitas pelayanan publik di Indonesia akan memiliki implikasi strategis perbaikan kualitas pelayanan publik di Indonesia akan memiliki implikasi strategis  jangka

 jangka panjang panjang yang penyang pen ting ting bagi bagi upaya upaya untuk untuk mengubah mengubah kinerja bikinerja bi rokrasi dalamrokrasi dalam memberikan pelayanan publik.

(2)

4. ASN mengenal prinsip-prinsip pelayanan publik yang baik yang dianjurkan oleh 4. ASN mengenal prinsip-prinsip pelayanan publik yang baik yang dianjurkan oleh

literatur

literatur adminstrasi adminstrasi publik publik maupun maupun best best practices practices yang yang telah telah mempraktikan mempraktikan dandan memiliki pelayanan publik yang baik.

memiliki pelayanan publik yang baik. 5. Fundamental pelayanan publik: 5. Fundamental pelayanan publik:

a.

a. Pelayanan Pelayanan publik publik merupakanmerupakan hak warga negarahak warga negara  sebagai amanat konstitusi sebagai amanat konstitusi b. Pelayanan publik diselenggarakan dengan

b. Pelayanan publik diselenggarakan dengan pajak pajak yang yang dibayar dibayar oleholeh warga

warga Negara Negara c.

c. Pelayanan Pelayanan publik publik diselenggarakan diselenggarakan dengandengan tujuantujuan untuk mencapai hal-hal yang untuk mencapai hal-hal yang strategis bagi kemajuan bangsa

strategis bagi kemajuan bangsa  di masa yang akan datang. di masa yang akan datang. d.

d. Pelayanan publik Pelayanan publik memiliki memiliki fungsi fungsi tidak hanya tidak hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhanmemenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar

dasar warga warga negara negara sebagai sebagai manusia manusia akan akan tetapi tetapi juga juga memberikanmemberikan perlindungan kepada warga

perlindungan kepada warga  negaranya negaranya

6. ASN memberikan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, 6. ASN memberikan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik,

bersih dari praktik KKN bersih dari praktik KKN a.

a. Nilai Dasar Nilai Dasar : jujur, : jujur, tanggap, cepat, tepat, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdayaguna, berhasil akurat, berdayaguna, berhasil guna,guna, santun

santun b.

b. Kode Kode Etik Etik : : Hormat, Hormat, santun, ssantun, sopan, tanpa opan, tanpa tekanantekanan c.

c. Fungsi ASN Fungsi ASN : pelaksana : pelaksana kebijakan publik, kebijakan publik, pelayanan publik, perekat pelayanan publik, perekat dandan pemersatu bangsa

pemersatu bangsa

7. ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip: 7. ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip:

a.

a. Nilai Nilai dasardasar b.

b. Kode Kode etik etik dan dan kode kode perilakuperilaku c.

c. Komitmen, Komitmen, integritas integritas moral, moral, tanggung jawan tanggung jawan pada pada pelayanan publikpelayanan publik d.

d. Kompetensi Kompetensi sesuai sesuai dengan dengan bidang bidang tugastugas e.

e. Kualifikasi Kualifikasi akademikakademik f.

f. Jaminan Jaminan perlindungan perlindungan hukum hukum dalam dalam melaksanakan melaksanakan tugastugas g.

g. Profesionalitas Profesionalitas jabatanjabatan

8. Patologi birokrasi (problem yang menjerat birokrasi) diantaranya: 8. Patologi birokrasi (problem yang menjerat birokrasi) diantaranya:

a.

a. Penggelembungan organisasi (Penggelembungan organisasi (memperbesar struktur,merekrut memperbesar struktur,merekrut lebih banyaklebih banyak anggota). Disebut juga Parkinsonian birokrasi.

anggota). Disebut juga Parkinsonian birokrasi. b.

b. Duplikasi Duplikasi tugas tugas dan dan fungsifungsi – – inefisiensi inefisiensi c.

c. Red Red tapetape – – biaya tambahan berupa su biaya tambahan berupa su ap, sogok, uang rokok, uang pelicin untukap, sogok, uang rokok, uang pelicin untuk mempercepat proses

mempercepat proses d.

d. Konflik Konflik kewenangankewenangan – – kewenangan kabur, tumpang tindih kewenangan kabur, tumpang tindih e.

e. KKN - KolektivKKN - Kolektivisme birokrasi isme birokrasi untuk tujuan-tujuan negatif melanggengkanuntuk tujuan-tujuan negatif melanggengkan kekuasaan mereka yang seperti ini sering disebut sebagai

kekuasaan mereka yang seperti ini sering disebut sebagai OrwellianOrwellian Bureaucracy

Bureaucracy.. f.

f. Enggan Enggan melakukan melakukan perubahan perubahan -- bureaucratic inertia,bureaucratic inertia, selalu berada pada zonaselalu berada pada zona nyaman

nyaman

9. Permasalahan pelayanan birokrasi: 9. Permasalahan pelayanan birokrasi:

a.

a. Biaya Biaya mahal;mahal; b.

b. Prosedurnya Prosedurnya sulit sulit dan dan berbelit-belit;berbelit-belit; c.

c. Pemberi Pemberi layanan layanan tidak tidak ramah;ramah; d. Diskriminatif;

d. Diskriminatif; e.

e. Tidak Tidak ada ada kepastian kualitas kepastian kualitas dan waktu dan waktu penyelesaian layanan;penyelesaian layanan; f.

f. Tidak Tidak transparan;transparan; g.

g. Tidak Tidak responsive responsive terhadap kebutuhan terhadap kebutuhan warga warga negara;negara; h.

h. Ditandai Ditandai praktik praktik KKN.KKN.

10. Hal-hal untuk mewujudkan integritas dalam pelayanan publik adalah : 10. Hal-hal untuk mewujudkan integritas dalam pelayanan publik adalah :

a.

a. Perilaku Perilaku pelayan publik pelayan publik (Pegawai Negeri) (Pegawai Negeri) harus sharus sejalan dengan ejalan dengan misi misi pelayananpelayanan publik dari instansi tempat mengabdi.

publik dari instansi tempat mengabdi. b.

b. Pelaksanaan Pelaksanaan pelayanan pelayanan publik publik dapat dapat diandalkan.diandalkan. c.

c. Warga Negara memperoleh perlakuan “tanpa pandang bulu”sesuai denganWarga Negara memperoleh perlakuan “tanpa pandang bulu”sesuai dengan ketentuan hukum dan keadilan.

ketentuan hukum dan keadilan. d.

d. Sumber daya Sumber daya digunakan secara digunakan secara tepat, efistepat, efisien, ien, dan efektif.dan efektif. e.

e. Prosedur pengambilan Prosedur pengambilan keputusan adalah keputusan adalah transparan bagi transparan bagi publik, dan publik, dan tersediatersedia sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. sarana bagi publik untuk melakukan penyelidikan dan pemberian tanggapan. 11. Tingkatan kualitas pelayanan:

11. Tingkatan kualitas pelayanan: a.

a. Memenuhi Memenuhi kebutuhan kebutuhan dasar dasar pengguna,pengguna, b.

b. Memenuhi Memenuhi harapan harapan pengguna pengguna dandan c.

c. Melebihi Melebihi harapan harapan pengguna pengguna jasa,jasa, d.

d. Mengerjakan Mengerjakan apa yapa yang lebih ang lebih dari dari yang yang diharapkan.diharapkan. 12. Prinsip pelayanan prima:

12. Prinsip pelayanan prima: a.

a. Responsif Responsif terhadap terhadap pelanggan/memahapelanggan/memaha mi mi pelanggan.pelanggan. b.

b. Membangun Membangun visi visi dan dan misi misi pelayanan.pelayanan. c.

c. Menetapkan Menetapkan standar standar pelayanan pelayanan dan dan ukuran ukuran kinerja kinerja pelayanan, pelayanan, sebagaisebagai dasar pemberian pelayanan.

dasar pemberian pelayanan.

d. Pemberian pelatihan dan pengembangan pegawai terkait bagaimana d. Pemberian pelatihan dan pengembangan pegawai terkait bagaimana memberikan Pelayanan yang baik, serta pemahaman tugas dan fungsi memberikan Pelayanan yang baik, serta pemahaman tugas dan fungsi organisasi.

organisasi. e.

e. Memberikan Memberikan apresiasi apresiasi kepada kepada pegawai pegawai yang yang telah telah melaksanakan melaksanakan tugastugas pelayanannya dengan baik.

pelayanannya dengan baik. 13. Sikap pelayanan prima: 13. Sikap pelayanan prima:

a.

a. Pasionate (Sangat Pasionate (Sangat bergairah bergairah = = Bersemangat, Bersemangat, Antusias)Antusias) b.

b. Progressive (Memakai Progressive (Memakai cara cara yang yang terbaik terbaik = = termaju)termaju) c.

c. Proaktive Proaktive (Antisipatif, (Antisipatif, proaktif proaktif dan dan tidak tidak menunggu)menunggu) d.

d. Prompt Prompt (Positif (Positif = = tanpa tanpa curiga curiga dan dan kekhawatiran)kekhawatiran) e.

e. Patience Patience (Penuh (Penuh rasa rasa kesabaran)kesabaran) f.

f. Proporsional Proporsional (Tidak (Tidak mengada-ada)mengada-ada) g.

g. Punctional (Tepat Punctional (Tepat waktu)waktu)

3. Praktek Etiket Pelaya

3. Praktek Etiket Pelayanan Publi

nan Publi k

k

1. Perbedaan Etiket dan Etika 1. Perbedaan Etiket dan Etika

Etiket Etika

Etiket Etika

1. Menyangkut cara suatu perbuatan 1. Menyangkut cara suatu perbuatan

harus dilakukan manusia harus dilakukan manusia 2.

2. Hanya berlaku Hanya berlaku dalam pergaulandalam pergaulan 3. Sifatnya relatif

3. Sifatnya relatif 4.

4. Memandang dr segi lahiriah sajaMemandang dr segi lahiriah saja

1.

1. Apakah Apakah perbuatan perbuatan boleh boleh dilakukandilakukan atau tidak

atau tidak 2.

2. Selalu berlaku meski tanpa saksi mataSelalu berlaku meski tanpa saksi mata 3.

3. Bersifat absolut, tBersifat absolut, tidak bisa ditawaridak bisa ditawar 4.

4. Dari Dari segi batiniahsegi batiniah

2. Peraturan Kode Etik ASN: 2. Peraturan Kode Etik ASN:

a.

a. Undang-Undang Nomor Undang-Undang Nomor 5 5 Tahun 2014 Tahun 2014 tentang Aparatur tentang Aparatur Sipil Sipil Negara;Negara; b.

b. Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 11 Nomor 11 Tahun 2017 Tahun 2017 tentang Manajemen tentang Manajemen PengawaiPengawai Negeri Sipil;

Negeri Sipil; c.

c. Peraturan Menteri Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Perumahan Rakyat Rakyat Nomor 7 Nomor 7 TahunTahun 2017 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Kementerian PUPR. 2017 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Kementerian PUPR. 3. Kode Etik ASN:

3. Kode Etik ASN:

a. Melaksanakan tugasnya dengan

a. Melaksanakan tugasnya dengan  juj juj ur, ur, bertbert anggangg unun g g jawabjawab , , dandan berintegritas

berintegritas  tinggi; tinggi; b.

b. Melaksanakan tugasnya Melaksanakan tugasnya dengandengan cermat cermat dan dan disiplindisiplin ;; c.

c. Melayani Melayani dengan dengan sikapsikap hormat, sopan, dan tanpa tekananhormat, sopan, dan tanpa tekanan ;; d.

d. Melaksanakan Melaksanakan tugasnyatugasnya sesuaisesuai   dengan ketentuan  dengan ketentuan peraturan perundang-peraturan perundang-undangan

undangan ;; e.

e. Melaksanakan Melaksanakan tugasnyatugasnya sesuai sesuai dengan dengan perintah aperintah atasan tasan atau atau PejabatPejabat yang Berwenang

yang Berwenang   sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan  sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;

perundang-undangan dan etika pemerintahan; f.

f. Menjaga kerahasiaanMenjaga kerahasiaan  yang menyangkut kebijakan negara; yang menyangkut kebijakan negara; g. Menggunakan

g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negarakekayaan dan barang milik negara   secara  secara bertanggungbertanggung  jawab

 jawab , efekt, efekt if, dif, d an efian efi sisi enen ;; h.

h. Menjaga Menjaga agaragar tidak terjadi konflik kepentingantidak terjadi konflik kepentingan   dalam melaksanakan  dalam melaksanakan tugasnya;

tugasnya; i.

i. MemberikanMemberikan informasi secara benar informasi secara benar  dan dan tidak menyesatkan tidak menyesatkan kepada pihakkepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;

lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;  j.

 j. Tidak menyalahgunakanTidak menyalahgunakan  informasi intern  informasi intern negara, tugas, status, negara, tugas, status, kekuasaan,kekuasaan, dan jabatannya

dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntunganuntuk mendapat atau mencari keuntungan   atau manfaat  atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;

bagi diri sendiri atau untuk orang lain; k.

k. Memegang Memegang teguhteguh nilai dasar ASNnilai dasar ASN   dan selalu  dan selalu menjaga reputasi danmenjaga reputasi dan integritas ASN

integritas ASN; dan; dan l.

l. Melaksanakan Melaksanakan ketentuan ketentuan peraturan peraturan perundang- perundang- undangan undangan mengenaimengenai disiplin

disiplin PegaPegawai ASN.wai ASN. 4.

4. KodKod e Etik KEMENPUPR (Permen PUPR Nomor 7 Tahun 2017e Etik KEMENPUPR (Permen PUPR Nomor 7 Tahun 2017)) Nilai-nilai Kementerian PUPR (PANCA PANDEGHA) :

Nilai-nilai Kementerian PUPR (PANCA PANDEGHA) : a.

a. Visioner Visioner : : Melakukan Melakukan sesuatu sesuatu untuk untuk tujuan tujuan yang yang lebih lebih besar,besar, b.

b. Integritas Integritas : : Kesesuaian Kesesuaian antara antara perbuatan perbuatan dan dan ucapan,ucapan, c.

c. Profesional Profesional : : Bekerja Bekerja secara secara kompeten kompeten dan dan sesuai sesuai dengan dengan prosedur,prosedur, d.

d. Tanggungjawab : Tanggungjawab : Dapat Dapat diandalkan diandalkan dan dan profesional,profesional, e.

e. Melayani Melayani : : Memberikan Memberikan pelayanan pelayanan yang yang optimaloptimal Kode Etik Kementerian PUPR (DWADASA PRASETYA) : Kode Etik Kementerian PUPR (DWADASA PRASETYA) : a.

a. Bekerja Bekerja Profesional.Profesional. b.

b. Berani Berani berubah.berubah. c.

c. Tugas Tugas itu itu amanah.amanah. d.

d. Bekerja Bekerja sesuai sesuai aturan.aturan. e.

e. Totalitas Totalitas itu itu loyalitas.loyalitas. f.

f. Berani Berani berucap, berucap, siap siap berbuat.berbuat. g.

g. Kesuksesan Kesuksesan Kementerian PUPR Kementerian PUPR adalah adalah kesuksesan kesuksesan saya.saya. h.

h. Menyelesaiakn Menyelesaiakn apa apa yang yang telah telah dimulai.dimulai. i.

i. Kepercayaan Kepercayaan adalah adalah hasil hasil daya daya upaya.upaya.  j.

 j. Kepuasan masyarakat, prioritas kami.Kepuasan masyarakat, prioritas kami. k.

k. Kepentingan Kepentingan bersama bersama di di atas atas kepentingan kepentingan pribadi.pribadi. l.

l. Bekerja Bekerja dengan dengan optimal.optimal. 5. Tujuan Etiket

5. Tujuan Etiket a.

a. Untuk Untuk menciptakan keakraban, menciptakan keakraban, keramahtamahan, dan keramahtamahan, dan menjaga sopan menjaga sopan santunsantun pelayanan

pelayanan b.

b. Untuk Untuk dapat dapat menyenangkan dan menyenangkan dan memuaskan pengguna memuaskan pengguna jasajasa c.

c. Untuk Untuk membina membina dan dan menjaga hubungan menjaga hubungan baik baik dengan dengan pengguna pengguna jasajasa d.

d. Untuk Untuk tidak tidak menyinggung menyinggung perasaan perasaan pengguna jasapengguna jasa e.

e. Untuk dapat Untuk dapat menjadi daya menjadi daya tarik, tarik, termasuk membujuk termasuk membujuk atau mempertahankanatau mempertahankan kepuasan pengguna jasa

kepuasan pengguna jasa 6. Dasar-dasar Etiket:

6. Dasar-dasar Etiket: a.

a. Politeness Politeness / / KesopananKesopanan b.

b. Respectful Respectful / / Rasa Rasa HormatHormat c.

c. Attentive Attentive / / Penuh Penuh PerhatianPerhatian d.

d. Cooperatif Cooperatif / / KoperatifKoperatif e.

e. Informality Informality / / Informalitas, Informalitas, ramahramah f.

f. Self Self Control Control / / Pengendalian Pengendalian DiriDiri 7. Manfaat Etiket: 7. Manfaat Etiket: a. Komunikatif/Communicative a. Komunikatif/Communicative b. Menarik/Attractive b. Menarik/Attractive c. Menghargai/Respectable c. Menghargai/Respectable d.

d. Percaya Percaya Diri/Seft Diri/Seft ConfidenceConfidence 8. Etiket menangani keluhan: 8. Etiket menangani keluhan:

a.

a. Mendengarkan Mendengarkan dengan dengan baikbaik b.

b. Janagn Janagn menyela, menyela, biarkan biarkan mereka mereka berbicaraberbicara c.

c. Meminta Meminta maaf maaf dengan dengan tulustulus d.

d. Tanyakan Tanyakan apa apa yang yang pelanggan pelanggan inginkaninginkan e.

e. Meyakinkan Meyakinkan pelangganpelanggan f.

f. Berterima Berterima kasih kasih kepada kepada pelangganpelanggan

(3)

-

--- Whole of Go

- Whole of Go vernm

vernm ent ---

ent

---1.

1. Konsep Whole of GovernmentKonsep Whole of Government a.

a. WoG adalah sebuaWoG adalah sebua h pendekatan penh pendekatan pen yelenggaraan pemerintahayelenggaraan pemerintaha n yangn yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif 

menyatukan upaya-upaya kolaboratif  pemerintahan dari keseluruhan sektor pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam

dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luasruang lingkup koordinasi yang lebih luas   guna mencapai tujuan  guna mencapai tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik.. b. WoG juga dikenal sebagai

b. WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagencypendekatan interagency , yaitu pendekatan yang, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.

relevan.

c. Pendekatan WoG di beberapa negara ini dipandang sebagai bagian dari c. Pendekatan WoG di beberapa negara ini dipandang sebagai bagian dari

respon terhadap ilusi paradigm New Public Management (NPM) respon terhadap ilusi paradigm New Public Management (NPM)   yang  yang banyak menekankan aspek efisiensi dan cenderung mendorong ego sectoral banyak menekankan aspek efisiensi dan cenderung mendorong ego sectoral (shil) dibandingkan perspektif integrasi sektor.

(shil) dibandingkan perspektif integrasi sektor. d. WoG sering kali dipandang sebagai

d. WoG sering kali dipandang sebagai perspektif baruperspektif baru  dalam menerapkan dan dalam menerapkan dan memahami

memahami koordinasi antar sektor koordinasi antar sektor .. 2.

2. Mengapa WoG:Mengapa WoG: a. Adanya

a. Adanya faktor-faktor eksternalfaktor-faktor eksternal  seperti dorongan publik dalam mewujudkan seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta integrasi kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.

penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. b.

b. Faktor-faktor internal dengan Faktor-faktor internal dengan adanya fenomeadanya fenome na ketimpangan kapna ketimpangan kap asitasasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi antarsektor dalam sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa kompetisi antarsektor dalam pembangunan

pembangunan

c. keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar c. keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar

belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi bangsa belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi bangsa d.

d. Siloisasi, prinsip single-purpose organizations,Siloisasi, prinsip single-purpose organizations,    dengan dengan banyakbanyak spesialisasi serta peran dan fungsi non-overlapping mendorong:

spesialisasi serta peran dan fungsi non-overlapping mendorong:

   FragmentasiFragmentasi 

 Kewenangan Kewenangan terpusat terpusat di di sektorsektor 

 Kurangnya Kurangnya kerjasama kerjasama dan dan koordinasi koordinasi yang yang menyebabkan menyebabkan un-

un-efektivitas dan efisiensi efektivitas dan efisiensi

e. Devolusi Struktural, desentralisasi, penyerahan kewenangan dari pusat ke e. Devolusi Struktural, desentralisasi, penyerahan kewenangan dari pusat ke

daerah yang berlebihan daerah yang berlebihan f.

f. Persepsi mengenai dunia yang semakin tidak aman dan berbahaya. IsuPersepsi mengenai dunia yang semakin tidak aman dan berbahaya. Isu terorisme, radikalisme, perubahan iklim, dll.

terorisme, radikalisme, perubahan iklim, dll. 3.

3. Manfaat WoGManfaat WoG

a. Meningkatkan: efisiensi, sharing informasi, lingkungan kerja, daya saing, a. Meningkatkan: efisiensi, sharing informasi, lingkungan kerja, daya saing,

akuntabilitas, koherensi kebijakan akuntabilitas, koherensi kebijakan b.

b. Menurunkan: biaya, pemborosan, duplikasi pekerMenurunkan: biaya, pemborosan, duplikasi pekerjaan, inkonsistensi kebijakan,jaan, inkonsistensi kebijakan, waktu penyelesaian layanan tertentu

waktu penyelesaian layanan tertentu 4.

4. Keuntungan WoGKeuntungan WoG a.

a. Outcomes-focusedOutcomes-focused, Berfokus pada outcome yang tidak dapat dicapai oleh, Berfokus pada outcome yang tidak dapat dicapai oleh K/L sektoral secara masing-masing.

K/L sektoral secara masing-masing. b.

b. Strengthening prevention,Strengthening prevention, WoG mendorong pencegahan terhadapWoG mendorong pencegahan terhadap masalah yang mungkin berkembang lebih jauh

masalah yang mungkin berkembang lebih jauh c.

c. Boundary-spanning,Boundary-spanning, Implementasi kebijakan tidak hanya melibatkan satuImplementasi kebijakan tidak hanya melibatkan satu instansi, tetapi lintas instansi

instansi, tetapi lintas instansi d.

d. Enabling,Enabling, WoG membuat pemerintah lebih mampu menangani tantanganWoG membuat pemerintah lebih mampu menangani tantangan kebijakan yang kompleks

kebijakan yang kompleks 5.

5. Penerapan WoG dalam Pemberian pelayanan yang terintegrasiPenerapan WoG dalam Pemberian pelayanan yang terintegrasi a.

a. Reaksi Reaksi terhadap terhadap disagregasi disagregasi birokrasi birokrasi dalam dalam NPMNPM b.

b. Respon terhadap “wicked problems”Respon terhadap “wicked problems”

Tingginya angka kriminalitas dapat dijelaskan dalam beberapa cara: jumlah Tingginya angka kriminalitas dapat dijelaskan dalam beberapa cara: jumlah polisi yang kurang, terlalu banyak penjahat, hukum yang tidak memadai, polisi yang kurang, terlalu banyak penjahat, hukum yang tidak memadai, kemiskinan, budaya, terlalu banyak senjata, dsb.

kemiskinan, budaya, terlalu banyak senjata, dsb. c.

c. Strategic enablerStrategic enabler

WoG mendorong pemahaman isu yang lebih strategis dan berjangka WoG mendorong pemahaman isu yang lebih strategis dan berjangka panjang.

panjang. d.

d. Respon Respon terhadap terhadap tekanan tekanan luarluar

Tekanan internasional merupakan situasi tidak terhindarkan yang harus Tekanan internasional merupakan situasi tidak terhindarkan yang harus dihadapi oleh pemerintah

dihadapi oleh pemerintah 6.

6. Bentuk WoGBentuk WoG a.

a. Integrating Integrating service service delivery delivery (ISD)(ISD)  – –  proses penyatuan pemberian layanan  proses penyatuan pemberian layanan kepada publik, contoh: 1 pintu

kepada publik, contoh: 1 pintu b.

b. Koordinasi Koordinasi dan dan KolaborasiKolaborasi – – koordinasi pemerintah horisontal koordinasi pemerintah horisontal c.

c. Integrating rebalancing Integrating rebalancing governancegovernance  – –  kontrol politik dan otonomi  kontrol politik dan otonomi administrasi spt di Inggris

administrasi spt di Inggris d.

d. Culture Culture changechange – – budaya organisasi, sebagai perekat budaya organisasi, sebagai perekat 7.

7. Praktek WoGPraktek WoG a.

a. Penguatan Penguatan korrdinasi korrdinasi antar antar lembagalembaga – – jumlah lembaga yg rasional jumlah lembaga yg rasional b.

b. Memebentuk Memebentuk lembaga lembaga koordinasi koordinasi khususkhusus c.

c. Membentuk gugus Membentuk gugus tugastugas – – pelembagaan yg dilakukan di  pelembagaan yg dilakukan di luar struktur formalluar struktur formal d.

d. Koalisi Koalisi SosialSosial 8.

8. Tantangan Tantangan dalam dalam praktek praktek WoGWoG a.

a. Kapasitas Kapasitas SDM SDM dan dan institusi institusi yang yang tidak tidak samasama b.

b. Nilai Nilai dan dan budaya budaya organisasiorganisasi c. Kepemimpinan

c. Kepemimpinan – – penting! penting! 9.

9. Praktek Praktek WoG WoG dalam dalam pelayanan pelayanan publikpublik a.

a. Pelayanan Pelayanan yang yang bersifat bersifat administratifadministratif b.

b. Pelayanan Pelayanan jasa jasa : : penndidikan, penndidikan, kesehatan, kesehatan, ketenagakerjaan, ketenagakerjaan, perhubunganperhubungan c.

c. Pelayanan barang: Pelayanan barang: jalan, jalan, perumahan, perumahan, jaringan jaringan telepon, telepon, listriklistrik d.

d. Pelayanan Pelayanan regulatifregulatif 10.

10. Pol Pol pelayanan pelayanan publik:publik: a.

a. Pola Pola pelayanan pelayanan teknis teknis fungsionalfungsional b.

b. Pola Pola pelayanan pelayanan satu satu atapatap c.

c. Pola Pola pelayanan pelayanan satu satu pintupintu d.

d. Pola Pola pelayanan pelayanan terpusatterpusat e.

e. Pola Pola pelayanan pelayanan elektronikelektronik

11.

11. Persyaratan Persyaratan Best Best practice practice penerapan penerapan WoG:WoG: a.

a. Budaya Budaya dan dan filosofifilosofi – –  menggabungkan dan adaptasi nilai WoG ke dalam  menggabungkan dan adaptasi nilai WoG ke dalam budaya yg dianut

budaya yg dianut b.

b. Cara Cara kerja kerja yang yang barubaru – – penyelenggaraan kepeimpinan yg berbagi dg sektor penyelenggaraan kepeimpinan yg berbagi dg sektor lain, keahlian yg melekat pada SDM, fleksibel dan mengikuti perubahan lain, keahlian yg melekat pada SDM, fleksibel dan mengikuti perubahan c.

c. Akuntabilitas Akuntabilitas dan dan insentifinsentif – – outcome dan pelaporan dibagi antarsektor outcome dan pelaporan dibagi antarsektor d.

d. Cara Cara baru baru pengembangan pengembangan kebijakan, kebijakan, mendesain mendesain program program dan dan pelayananpelayanan 12.

12. Implementasi Implementasi WoG dalam WoG dalam perpektif perpektif kebijakan kebijakan di di IndonesiaIndonesia a.

a. Hakekat Hakekat dasar dasar pelayanan pelayanan publikpublik 1.

1. Cita-cita Cita-cita yang yang tercantum tercantum dalam dalam Pembukaan UUD Pembukaan UUD 45 45 memajukanmemajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa

kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa 2.

2. Negara Negara berkewajiban berkewajiban melayani melayani setiap setiap warga warga negara negara dan dan pendudukpenduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya - pelayanan publik untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya - pelayanan publik 3.

3. Konstitusi Konstitusi Negara Negara membagi membagi fungsi-fungsi fungsi-fungsi penyelenggaraan penyelenggaraan negaranegara dalam berbagai kekuasaan negara - saling bersinergi, check & dalam berbagai kekuasaan negara - saling bersinergi, check & balance

balance b.

b. WoG WoG dalam dalam Penyelenggaraan Penyelenggaraan negaranegara

Check and balance system antara lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif Check and balance system antara lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif c.

c. WoG WoG dalam dalam Penyelenggaraan Penyelenggaraan pemerintahan pemerintahan negaranegara Memanfaatkan dan mendayagunakan

Memanfaatkan dan mendayagunakan 1.

1. kemampuan kemampuan pemerintah pemerintah dan dan segenap segenap aparaturnya aparaturnya dari dari semuasemua peringkat pemerintah beserta seluruh rakyat di wilayah negara peringkat pemerintah beserta seluruh rakyat di wilayah negara Indonesia, serta

Indonesia, serta 2.

2. dengan dengan memanfaatkan memanfaatkan pula pula segenap segenap dana dana dan dan daya daya yang yang tersedia.tersedia. Sistem penyelenggaraan pemerintahan negara merupakan bagian integral Sistem penyelenggaraan pemerintahan negara merupakan bagian integral dan paling dominan, karena pemerintah selaku eksekutif.

dan paling dominan, karena pemerintah selaku eksekutif. d.

d. WoG WoG antar antar pemerintah pemerintah pusat pusat dan dan daerahdaerah  Amanat UUD 1945 pasal 18A da  Amanat UUD 1945 pasal 18A da n 18Bn 18B

1.

1. Hubungan Hubungan wewenang, wewenang, - - perhatikan perhatikan keragaman keragaman daerahdaerah 2.

2. Hubungan Hubungan keuangankeuangan – – pemanfaatan SDA dan SD lainnya secara adil pemanfaatan SDA dan SD lainnya secara adil 3.

3. Hubungan Hubungan dalam dalam pengakuan pengakuan pembentukan pembentukan daerahdaerah e.

e. ASN ASN dan dan Pelayanan Pelayanan PublikPublik -

- UU UU no no 5 5 th th 2014 2014 tentang tentang ASNASN  – –  ASN diberikan tugas untuk  ASN diberikan tugas untuk melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan dan tugas melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan dan tugas pembangunan tertentu

pembangunan tertentu -

- Berdasar Berdasar pasal pasal 11 11 UU UU ASN, ASN, tugas tugas ASN ASN adalah:adalah: 1.

1. Pelaksana Pelaksana kebijakan kebijakan publik publik sesaui sesaui ketentuan ketentuan perundanganperundangan 2.

2. Memberi Memberi pelayanan pelayanan publik publik yg yg profesional profesional dan dan berkualitasberkualitas 3.

3. Mempererat Mempererat persatuan persatuan dan dan kesatuan kesatuan NKRINKRI f.

f. WoG WoG dalam dalam Pelayanan Pelayanan Publik Publik di di Lingkuo Lingkuo Administrasi Administrasi PemerintahanPemerintahan 1.

1. Administrasi Administrasi Pemerintahan Pemerintahan (UU (UU no no 30 30 tahun tahun 2014 2014 tentang tentang AdminitrasiAdminitrasi Pemerintahan) adalah tata laksana dalam pengambilan keputusan Pemerintahan) adalah tata laksana dalam pengambilan keputusan dan/atau tindakan oleh badan

dan/atau tindakan oleh badan dan/atau pejabat oemerintahan dan/atau pejabat oemerintahan adalahadalah unsur yang melaksanakan fungsi pemerintahan, baik di lingkunagn unsur yang melaksanakan fungsi pemerintahan, baik di lingkunagn pemerintah atau oenyelenggara negara lainnya.

pemerintah atau oenyelenggara negara lainnya. 2.

2. Administrasi Administrasi pemerintaha pemerintaha bertujuan bertujuan untuk:untuk: -

- Menciptakan Menciptakan tertib tertib penyelenggaraan administrasi penyelenggaraan administrasi pemerintahanpemerintahan -

- Menciptakan Menciptakan kepastian kepastian hukumhukum -

- Mencegah Mencegah penyalahgunaan penyalahgunaan wewenangwewenang -

- Menjamin Menjamin akuntabilitas akuntabilitas pejabat pejabat pemerintahanpemerintahan - Mem

- Mem beri perlindungan hukum pada warga beri perlindungan hukum pada warga masyarakat danmasyarakat dan aparatur pemerintahan

aparatur pemerintahan -

- Melaksanakan Melaksanakan ketentuan ketentuan perundang-undaperundang-unda nganngan -

- Memberi Memberi pelayanan pelayanan sebaik-baiknya sebaik-baiknya pada pada masyarakatmasyarakat 3.

3. Asas Asas Penyelenggaraan Penyelenggaraan Administrasi Administrasi Pemerintahan:Pemerintahan: -

- Asas Asas legalitaslegalitas -

- Asas Asas perlindungan perlindungan terhadap terhadap HAMHAM -

- Asas Asas umum pemerintahan yumum pemerintahan yang baik, ang baik, terdiri terdiri atas:atas: a) Kepastian hukum a) Kepastian hukum b) Kemanfaatan b) Kemanfaatan c) Ketidakberpihakan c) Ketidakberpihakan d) Kecermatan d) Kecermatan

e) Tidak menyalahgunakan wewenang e) Tidak menyalahgunakan wewenang f) Keterbukaan

f) Keterbukaan g) Kepentingn umum g) Kepentingn umum h) Pelayanan yang baik h) Pelayanan yang baik g.

g. Asas-asas Asas-asas implementasi WoG (implementasi WoG (UU no UU no 28 tahun 28 tahun 1999 tentang1999 tentang penyelenggara negara yg bersih dan bebas dr KKn)

penyelenggara negara yg bersih dan bebas dr KKn) 1.

1. Asas Asas kepastian kepastian hukumhukum 2.

2. Asas Asas kepentingan kepentingan umumumum 3.

3. Asas Asas akuntabilitasakuntabilitas 4.

4. Asas Asas proporsionalitasproporsionalitas 5.

5. Asas Asas profesionalitasprofesionalitas 6.

6. Asas Asas keterbukaanketerbukaan 7.

7. Asas Asas EfisiensiEfisiensi 8.

8. Asas Asas efektivitasefektivitas h.

h. WoG WoG dalam dalam Lingkup Lingkup penyelenggaran penyelenggaran pemerintahan pemerintahan daerahdaerah 1.

1. Asas Asas penyelenggaraan penyelenggaraan pelayanan pelayanan (kepentingan (kepentingan umum, umum, kepastiankepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, tidak diskriminatif, keterbukaan) keprofesionalan, partisipatif, tidak diskriminatif, keterbukaan) 2.

2. Manajemen Manajemen pelayanan pelayanan publik publik (meliputi (meliputi pelaksanaan, pelaksanaan, pengelolaanpengelolaan pengaduan masyarakat, pengelolaan informasi, pengawasan internal, pengaduan masyarakat, pengelolaan informasi, pengawasan internal, penyuluhan kepada masyarakat, pelayanan konsultasi, pelayanan penyuluhan kepada masyarakat, pelayanan konsultasi, pelayanan publik lainnya sesuai pertauran perundang-undangan)

publik lainnya sesuai pertauran perundang-undangan) 3.

3. Kewajiban Kewajiban pemda pemda untuk untuk membuat membuat informasi informasi pelayanan pelayanan publik publik dandan maklumat pelayanan publik.

maklumat pelayanan publik. Maklumat sedikitnya memuat: Maklumat sedikitnya memuat: -

- jenis jenis pelayanan pelayanan yang yang disediakandisediakan -

- syarat, syarat, prosedur, prosedur, biaya biaya dan dan waktuwaktu -

- hak hak dan kewajiban dan kewajiban pemda dan pemda dan warga masyarakatwarga masyarakat -

- satuan kerja satuan kerja atau unit atau unit kerja penanggung kerja penanggung jawab penyelenggaraanjawab penyelenggaraan pelayanan

pelayanan 4.

4. Penyederhanaan jenis Penyederhanaan jenis dan prosedur dan prosedur pelayan publik pelayan publik sertaserta pembentukan UPTD

pembentukan UPTD 5. Pengaduan

5. Pengaduan 6.

6. Evaluasi Evaluasi pelayanan pelayanan publikpublik 7.

7. Partisipasi Partisipasi masyarakat masyarakat (PP (PP 18 18 tahun 2016 tahun 2016 tentang Organisasitentang Organisasi Peerangkat Daerah- unit pelayanan terpadu 1 pintu daerah)

(4)

--- MANAJEMEN

--- MANAJEMEN ASN---

ASN---UU no 5 tahun UU no 5 tahun 20142014 UU no 30 tahu UU no 30 tahu n 2014n 2014

PP no 70 tahun 2015 tentang JKK dan JKM bagi ASN PP no 70 tahun 2015 tentang JKK dan JKM bagi ASN

1. Transformasi manajemen PNS: (mrnuju birokrasi bersih, kompeten, sejahtera, 1. Transformasi manajemen PNS: (mrnuju birokrasi bersih, kompeten, sejahtera,

melayani) melayani)

2000

2000 – – administrasi kepegawaian administrasi kepegawaian 2019 - manajemen SDM

2019 - manajemen SDM 2025

2025 – – pengembangan potensi/human capital pengembangan potensi/human capital

2. Merit System 2. Merit System

a. Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasatkan oada a. Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasatkan oada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, atau apapun.

kelamin, atau apapun.

b. Penguatan Implementasi meliputi: b. Penguatan Implementasi meliputi:

-

- Manajemen Manajemen SDm SDm secara secara efektif efektif dan dan efisien efisien dan dan terintegrasiterintegrasi -

- Standar Standar integritas integritas dan dan perilaku perilaku untuk untuk kepentingan kepentingan publikpublik -

- Menerapkan Menerapkan prinsip prinsip fairnessfairness -

- Seleksi Seleksi dan dan promosi promosi secara secara adil adil dan dan kompetitifkompetitif -

- Penggajian, Penggajian, reward, reward, dan dan punishment punishment berbasis berbasis kinerjakinerja -

- Melindungi Melindungi oegawai oegawai dari dari intervensi intervensi politik politik dan dan memproteksi memproteksi pegawai pegawai daridari kegiatan politik dan dari tindakan semena-mena

kegiatan politik dan dari tindakan semena-mena c.

c. Laranagn dalam merit Laranagn dalam merit system:system: - Diskriminatif

- Diskriminatif - KKN - KKN -

- Menghalangi Menghalangi hak hak konstitusionalkonstitusional -

- Mempergunakan Mempergunakan aktivitas aktivitas politik politik yg yg koersifkoersif -

- Menghalangi Menghalangi hak hak untuk untuk berkompetisiberkompetisi 3. Jenis ASN: 3. Jenis ASN: a. PNS a. PNS b. PPPK b. PPPK

4. Hak dan Kewajiban ASN 4. Hak dan Kewajiban ASN

5. Manajemen ASN meliputi: 5. Manajemen ASN meliputi:

a. Penyusunan dan penetapan kebutuhan a. Penyusunan dan penetapan kebutuhan

 Setiap Setiap instansi instansi pemerintah wajib pemerintah wajib menyusunmenyusun 

 Kebutuhan jenis jabatan dan Kebutuhan jenis jabatan dan jumlah disusun 5 jumlah disusun 5 tahun yg diperinci tahun yg diperinci setiapsetiap

tahun sesuai prioritas kebutuhan tahun sesuai prioritas kebutuhan

 Harus Harus mendukung pencapaian mendukung pencapaian indikatorkeberhasilan sasaran indikatorkeberhasilan sasaran startegisstartegis

b. Pengadaan b. Pengadaan

 Sistem Sistem onlineonline 

 Sistem Sistem CATCAT 

 Pengangkatan calon Pengangkatan calon cpns dan cpns dan masa percobaanmasa percobaan

 Pengangkatan Pengangkatan jadi jadi PNSPNS 

 Sumpah Sumpah janjijanji

c.

c. Pangkat dan Pangkat dan jabatanjabatan d. Pengembangan karier d. Pengembangan karier e. Pola karier e. Pola karier f. Promosi f. Promosi g. Mutasi g. Mutasi h. Penilaian kinerja h. Penilaian kinerja i.

i. Penggajian Penggajian dan dan tunjangantunjangan  j.  j. PernghargaanPernghargaan k. Disiplin k. Disiplin l. Pemberhentian l. Pemberhentian

m. Pensiun dan tabungan hari rua m. Pensiun dan tabungan hari rua n. Perlindungan

n. Perlindungan o.

o. Sistem informasi Sistem informasi manajemen PNSmanajemen PNS 5. Strategi pengembangan ASN

5. Strategi pengembangan ASN

6. Pengembangan Kompetensi sebagai hak pegawai (80 JP/tahun) 6. Pengembangan Kompetensi sebagai hak pegawai (80 JP/tahun)

a.

a. Kompetensi adalah PengeKompetensi adalah Penge tahuan, Keterampilan, Sikap/Perilaku yang hatahuan, Keterampilan, Sikap/Perilaku yang ha rusrus dipenuhi oleh Pegawai ASN untuk menjalankan fungsi dan tugas jabatan secara dipenuhi oleh Pegawai ASN untuk menjalankan fungsi dan tugas jabatan secara efisien dan efektif.

efisien dan efektif. b.

b. Kompetensi meliputi kompetensi manajerial, pemerintahan, teknis, Kompetensi meliputi kompetensi manajerial, pemerintahan, teknis, sosio-kulturalsosio-kultural

7. pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan madya pada kementerian, 7. pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan madya pada kementerian, kesekertariatan lemabaga negara, lembaga nonstruktural, dan isntansi daerah kesekertariatan lemabaga negara, lembaga nonstruktural, dan isntansi daerah dilakuakn secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan dilakuakn secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak  jabatan,

 jabatan, dan dan integritas integritas serta serta persyaratan persyaratan lain lain yang yang dibutuhkans dibutuhkans esuai esuai dengandengan peraturan perundang-undangan.

(5)

8. pejabat pembina kepegawaian dilarang mengganti pejabat pimpinan tinggi selama 2 8. pejabat pembina kepegawaian dilarang mengganti pejabat pimpinan tinggi selama 2 tahun terhitung sejak pelantikan., kecuali pejabat yg bersangkutan melanggar tahun terhitung sejak pelantikan., kecuali pejabat yg bersangkutan melanggar ketentuan peraturan perundang-undngan dan tidk lagi memenuhi syarat.

ketentuan peraturan perundang-undngan dan tidk lagi memenuhi syarat.

9. pengganian pejabat pimpinan tinggi utama dan madya sebelum 2 tahun atas 9. pengganian pejabat pimpinan tinggi utama dan madya sebelum 2 tahun atas

persetujuan presiden persetujuan presiden

10. Dalam pengisisan jabatan pimpinan tinggi, pejabat pembina kepegawaian memberi 10. Dalam pengisisan jabatan pimpinan tinggi, pejabat pembina kepegawaian memberi

laporan proses pelksanaan kepada KSN, KSN melakukan oengawasan. laporan proses pelksanaan kepada KSN, KSN melakukan oengawasan.

11. pegawai Asn terhimpun dalam KORPRI, KORPRI memiliki tujuan menjaga kode 11. pegawai Asn terhimpun dalam KORPRI, KORPRI memiliki tujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN dan mewujudkan jiwa kiorps sebagai etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN dan mewujudkan jiwa kiorps sebagai pemersatu bangsa.

pemersatu bangsa.

12. sistem informasi Asn untuk menjamin efisiensi, efektivitas, dan akurasi pengambilan 12. sistem informasi Asn untuk menjamin efisiensi, efektivitas, dan akurasi pengambilan keputusan dalam manajemen ASN. Sistem informasi diselenggarakan secara keputusan dalam manajemen ASN. Sistem informasi diselenggarakan secara nasional dan terintegrasi antar pemimpin daerah.

nasional dan terintegrasi antar pemimpin daerah.

13. sengketa pegawai ASN diselesaikan melalui upaya administratif, yg terdiri dari 13. sengketa pegawai ASN diselesaikan melalui upaya administratif, yg terdiri dari

keberatan dan banding administratif. keberatan dan banding administratif.

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga

Pelayanan Publik menurut Undang-Undang tersebut adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

Pelayanan Publik menurut Undang-Undang tersebut adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

Pelayanan Publik menurut Undang-Undang tersebut adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Pelayanan Publik menurut Undang-Undang tersebut adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan Perundang- undangan bagi setiap warga

Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga

PELAYANAN PUBLIK UU NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PUBLIK “KEGIATAN ATAU RANGKAIAN KEGIATAN DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN PELAYANAN SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-