Buku Ajar
ANALISIS INVESTASI TAMBANG
(325D6202)
Aryanti Virtanti Anas, S.T.,M.T.
Rini Novrianti Sutardjo Tui, S.T.,MBA.,M.T.
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014
HALAMAN PENGESAHAN
PENULISAN BUKU AJAR1. Nama Mata Kuliah : ANALISIS INVESTASI TAMBANG (325D6202) 2. Identitas Penulis
Penanggungjawab : Aryanti Virtanti Anas, S.T.,M.T.
NIP/NIDN : 19701005 200801 2 026/0005107007 Pangkat/Golongan : Asisten Ahli /III b
Fakultas/Jurusan : Teknik/Geologi
Program Studi : Teknik Pertambangan
Alamat rumah : Jl. Lanto Dg. Pasewang No. 32 A, Makassar Telp/Fax/e-mail : 081354872847/(0411)580
Anggota tim penulis : Rini Novrianti Sutardjo Tui, S.T.,MBA., M.T. Jumlah biaya yang diusulkan: Rp.
5.000.000,-Dibiayai oleh dana BOPTN PS. Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin sesuai SK Dekan Fakultas Teknik Unhas No. 3712/UN4.8/KP.45/2014 tanggal 30 Mei 2014
Makassar, 27 Oktober 2014 Menyetujui
Ketua Program Studi Ketua Tim Penulis Teknik Pertambangan
Dr. Sufriadin, S.T., M.T Aryanti Virtanti Anas, S.T.,M.T.
NIP. 19660817 200012 1 001 NIP. 19701005 200801 2 026
Mengetahui, Dekan Fakultas Teknik
Dr-Ing. Ir. Wahyu H. Piarah, MSME NIP. 19600302 198609 1 001
KATA PENGANTAR
Buku ajar Analisis Investasi Tambang ditujukan sebagai bahan rujukan bagi para
mahasiswa yang mempelajari ilmu rekayasa pertambangan. Pada buku ini
disajikan dasar-dasar valuasi dan investasi tambang, analisis data, dan penilaian
kelayakan investasi pertambangan.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga penyusunan buku ajar ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makassar, 27 Oktober 2014
Aryanti Virtanti Anas
Rini Novrianti Sutardjo Tui
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... Bab 1Pendahuluan...1.1. Profil Lulusan Program Studi... 1.2. Kompetensi Lulusan Program Studi... 1.3. Analisis Kebutuhan Pembelajaran... 1.4. Garis-garis Besar Rencana Pembelajaran... Bab 2 Konsep Dasar dan Evaluasi Investasi... 2.1. Konsep Dasar Investasi... 2.2. Evaluasi Investasi... Bab 3 Konsep Dasar Valuasi... 3.1. Valuasi... Bab 4 Estimasi Pendapatan dan Biaya... 4.1. Komponen dan Estimasi Pendapatan... 4.2. Komponen Biaya... 4.3. Estimasi Biaya... 4.4. Metode Estimasi Biaya... 4.4.1. Estimasi Biaya Kapital... 4.4.2. Estimasi Biaya Operasi... Bab 5 Nilai Uang terhadap Waktu... 5.1. Nilai Uang terhadap Waktu... 5.2. Tingkat Diskonto (Discount rate)... 5.3. Tingkat Suku Bunga (Interest Rate)... 5.3.1. Formula Suku Bunga... Bab 6 Depresiasi dan Deplesi... 6.1. Depresiasi... 6.2. Deplesi... Bab 7 Pajak dan Royalti Pertambangan... 7.1. Definisi Pajak... 7.1.1. Sistem Perpajakan Kompetitif... 7.1.2. Jenis-Jenis Pajak Pertambangan... 7.2. Royalti Bahan Tambang... 7.2.1. Jenis-Jenis Royalti... 7.3. Rekomendasi Penyusunan Pajak Pertambangan... Bab 8 Inflasi... 8.1. Definisi Inflasi... 8.2. Pengukuran Inflasi...
8.3. Pengukuran Eskalasi... 8.4. Dampak Inflasi pada Analisis Investasi... Bab 9 Cash Flow... 9.1. Pengaruh Pajak Pendapatan terhadap Cash Flow... Bab 10 Analisis Cash Flow... 10.1. Kriteria Investasi... 10.2. Perhitungan Kriteria Investasi... 10.2.1. Net Present Value (NPV)... 10.2.2. Internal Rate of Return (IRR)... 10.2.3. Payback Period (PBP)... Bab 11Konsep Dasar Laporan Keuangan... 11.1. Laporan Laba Rugi... 11.2. Neraca... 11.3. Laporan Aliran Kas... Bab 12 Rasio-rasio Keuangan... 12.1. Rasio Likuiditas... 12.2. Rasio Manajemen Aset... 12.3. Rasio Manajemen Utang... 12.4. Rasio Profitabilitas... 12.5. Rasio Nilai Pasar... Bab 13 Evaluasi Proyek... 13.1. Biaya dan Manfaat... 13.1.1. Manfaat... 13.1.2. Biaya... 13.2. Analisis Manfaat-Biaya... 13.3. Metode Analisis Manfaat-Biaya...
13.3.1. Present Value dan Equivalent Annual... 13.3.2. Benefit-Cost Ratio... Bab 14 Analisis Risiko...109 Contoh Tugas Besar Analisis Investasi Tambang...114 DAFTAR PUSTAKA...116
DAFTAR TABEL
Tabel
1 Pendekatan penaksiran nilai pasar (market value)... Tabel 2 Depresiasi metode straight line... Tabel 3 Depresiasi metode double declining balance... Tabel 4 Depresiasi metode sum of the years digit... Tabel 5 Tipe dan sumber indeks (Blank and Tarquin, 1989)... Tabel 6 Donnaker Crushed Stone – Inflasi seragam, tanpa pajak pendapatan... Tabel 7 Donnaker Crushed Stone – Inflasi seragam, ada pajak pendapatan... Tabel 8 Donnaker Crushed Stone – Eskalasi... Tabel 9 Contoh tabel cashflow...
DAFTAR GAMBAR
Gambar
1 Siklus evaluasi investasi (Gentry and O’Neil, 1984)... Gambar 2 Jenis-jenis value (Gentry and O’Neil, 1984)... Gambar 3 Metode penentuan harga mineral... Gambar 4 Klasifikasi biaya produksi menurut Jelen, 1970 (Gentry & O’Neil, 1984) ... Gambar 5 Diagram cash flow (Blank and Tarquin, 1989)... Gambar 6 Proses perhitungan deplesi untuk pengurangan pajak pendapatan... Gambar 7 Indeks laju inflasi (Gentry and O’Neil, 1984)... Gambar 8 Contoh diagram cashflow (Blank and Tarquin, 1989)... Gambar 9 Pergerakan aktual dana tunai menurut tiga aktivitas bisnis perusahaan ...
Bab 1
Pendahuluan
1.1. Profil Lulusan Program Studi
Profil lulusan Program Studi Teknik Pertambangan meliputi:
1. Perencana bidang pertambangan; yang merupakan profesi mining engineers pada perusahaan-perusahaan tambang.
2. Manajer kegiatan pertambangan; yang meliputi pengelola kegiatan usaha
pertambangan (entrepreneur) dan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya.
3. Pengambil kebijakan pertambangan; yang merupakan pegawai yang bekerja pada
instansi teknis pertambangan dalam mengontrol dan mengendalikan kegiatan usaha
pertambangan.
4. Peneliti bidang pertambangan; yang bekerja pada lembaga-lembaga penelitian
pertambangan.
5. Konsultan lingkungan pertambangan; yang merupakan mining engineers yang peduli pada permasalahan lingkungan dalam mengontrol dan memulihkan kondisi
lingkungan bekas tambang.
6. Pendidik/dosen perguruan tinggi atau widyaiswara pada lembaga pendidikan dan
pelatihan tenaga pertambangan.
1.2. Kompetensi Lulusan Program Studi
Kompetensi lulusan Program Studi:
1. Kompetensi Utama
U1.Mampu melakukan perencanaan teknis dan pengelolaan tambang yang efektif
dan efisien.
U2.Mampu melakukan evaluasi data eksplorasi guna menunjang perencanaan
tambang
U3.Mampu melakukan pemodelan dan evaluasi sumberdaya mineral.
U4.Mampu mengintegrasikan konsep ekoteknologi dalam desain dan kegiatan
penambangan sumberdaya mineral.
U5.Mampu merencanakan model pengolahan sumberdaya mineral secara efektif
dan efisien.
U6.Mampu mengaplikasikan konsep geomekanik/geoteknik dalam menunjang
perencanaan tambang.
2. Kompetensi Pendukung
P1.Mampu menggunakan perangkat lunak komputer yang dibutuhkan dalam
kerekayasaan pertambangan.
P2.Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja.
P3.Mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan serta memiliki
wawasan yang luas dalam bidang IPTEKS.
P4.Mampu menerapkan dasar ilmu pengetahuan alam yang relevan untuk
memperkuat penguasaan rekayasa pertambangan.
3. Kompetensi Lainnya
L1.Mampu menerapkan sistem tata-nilai budaya bahari dalam melaksanakan
tanggung jawab secara profesional pada masyarakat.
L2.Mampu mengembangkan diri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi
dalam industri pertambangan.
1.3. Analisis Kebutuhan Pembelajaran
Industri pertambangan merupakan industri berisiko tinggi karena memerlukan
investasi awal yang besar dan membutuhkan waktu yang panjang untuk sampai ke
tahap produksi. Secara umum risiko industri pertambangan adalah risiko geologi, risiko
teknis, risiko ekonomi, dan risiko politik. Analisis investasi diperlukan untuk memberikan
dasar penilaian investasi. Penilaian investasi ini sangat penting sebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan, apakah menerima atau menolak suatu
gagasan usaha/proyek pertambangan yang direncanakan.
Mata kuliah Analisis Investasi Tambang memberikan langkah-langkah penerapan
teori dan perhitungan kelayakan investasi yang bersifat kuantitatif. Perhitungan yang
dilakukan berhubungan dengan perkiraan, penafsiran, dan peramalan tentang berbagai
peluang dan tantangan dalam investasi industri pertambangan yang mungkin terjadi di
masa mendatang. Pada masa sekarang ini, perhitungan banyak dilakukan dengan
menggunakan bantuan komputer.
Dalam mata kuliah ini diuraikan tentang konsep dasar investasi dan valuasi yang
meliputi komponen-komponen biaya dan pendapatan, nilai waktu terhadap uang,
depresiasi dan deplesi, pengaruh inflasi, pajak dan royalti. Berdasarkan konsep
investasi dan valuasi yang telah dipahami, maka mahasiswa dapat menyusun cashflow
dan laporan keuangan, mengevaluasi dan menganalisis risiko-risiko proyek
pertambangan.
Pemahaman terhadap mata kuliah Analisis Investasi Tambang sangat
bergantung pada pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang teori-teori dan
prinsip-prinsip dasar yang diajarkan pada mata kuliah – mata kuliah sebelumnya. Oleh
karena itu, mata kuliah Analisis Investasi Tambang disajikan bagi mahasiswa semester
VI.
Tujuan penulisan bahan ajar Analisis Investasi Tambang adalah untuk
menyajikan materi pembelajaran dalam konsep yang sederhana sehingga mudah
dipahami oleh mahasiswa. Materi tugas disajikan dalam bentuk studi kasus yang
berkesinambungan sehingga pada akhir semester, mahasiswa diharapkan dapat
menganalisis dan memberikan penilain investasi terhadap kasus yang diberikan.
Bahan ajar ini diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas
pencapaian sasaran pembelajaran. Selain itu, kenyataan menunjukkan bahwa analisis
investasi tambang merupakan tolok ukur yang sangat berguna sebagai dasar penilaian
keberhasilan suatu rencana usaha pertambangan. Bahan ajar ini diharapkan dapat
menjadi salah satu bahan rujukan untuk menambah pengetahuan dalam bidang analisis
investasi tambang.
1.4. Garis-garis Besar Rencana Pembelajaran
Nama Mata Kuliah : Analisis Investasi Tambang
Kode Mata Kuliah : 325D6202
Semester Penyajian : VI
Kompetensi Sasaran :
Kompetensi Utama : Mampu melakukan perencanaan teknis dan pengelolaan tambang yang efektif dan efisien. (U1)
Kompetensi Pendukung: Mampu menggunakan perangkat lunak komputer yang dibutuhkan dalam kerekayasaan pertambangan. (P1)
Kompetensi Lainnya :
-Sasaran Belajar : Mahasiswa mampu secara mandiri melakukan evaluasi terhadap proyek pertambangan dengan menggunakan pendekatan ekonomi.
Pertemuan ke Sasaran Pembelajaran Materi Pembelajaran/ Topik Kajian Strategi / Metode Pembelajaran Indikator Penilaian Bobot Penilaian 1 Mahasiswa mengetahui peraturan dasar perkuliahan Mahasiswa memahami konsep dasar investasi dan proses evaluasi investasi
1. Kontrak pembelajaran 2. Konsep investasi
3. Proses evaluasi investasi pertambangan
Brainstorming Kuliah
2
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar valuasi
1. Konsep dasar valuasi
Kuliah Problem-based learning 1. Penguasaa n konsep 5% 3 Mahasiswa mampu menentukan komponen pendapatan dan biaya dalam perusahaan pertambangan 1. Komponen pendapatan 2. Komponen biaya Kuliah Belajar mandiri 1. Penguasaa n konsep 2. Ketepatan penggunaa n metode 5% 4 Mahasiswa mampu menghitung nilai uang terhadap waktu dan menentukan discount rate serta interest rate
1. Nilai uang terhadap waktu 2. Discount rate 3. Interest rate Kuliah Belajar mandiri 1. Penguasaa n rumus 2. Ketepatan hasil perhitungan 5% 5 Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dan mampu menghitung besar depresiasi dan deplesi
1. Depresiasi 2. Deplesi Kuliah Tugas individu 1. Penguasaa n konsep 2. Penguasaa n rumus 3. Ketepatan hasil perhitungan 5% 6 Mahasiswa mampu menjelaskan pajak dan royalti pertambangan 1. Pajak pertambangan 2. Royalti pertambangan Kuliah Problem-based learning 1. Penguasaa n konsep 5%
Pertemuan ke Sasaran Pembelajaran Materi Pembelajaran/ Topik Kajian Strategi / Metode Pembelajaran Indikator Penilaian Bobot Penilaian 7 Mahasiswa mampu
menghitung besar inflasi 1. Inflasi
Kuliah Tugas individu 1. Penguasaa n rumus 2. Ketepatan hasil perhitungan 5% 8 – 9 Mahasiswa mampu menjelaskan konsep cash flow
1. Definisi cash flow 2. Komponen cash flow
Kuliah Problem-based learning 1. Penguasaa n konsep 2. Ketepatan penggunaa n metode 10% 10 – 11 Mahasiswa mampu menyusun dan
mengevaluasi cash flow
1. Analisis cash flow Kuliah
Tugas individu 1. Penguasaa n konsep 2. Penguasaa n rumus 3. Ketepatan hasil perhitungan 10% 12 Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar laporan keuangan
1. Definisi dan konsep laporan keuangan Kuliah Tugas individu 1. Penguasaa n konsep 2. Ketepatan penggunaa n metode 5% 13 Mahasiswa mampu menyusun laporan keuangan dan menghitung rasio-rasio keuangan 1. Laporan laba/rugi 2. Neraca 3. Rasio-rasio keuangan Kuliah Tugas individu 1. Penguasaa n konsep 2. Penguasaa n rumus 3. Ketepatan hasil perhitungan 5%
Pertemuan ke Sasaran Pembelajaran Materi Pembelajaran/ Topik Kajian Strategi / Metode Pembelajaran Indikator Penilaian Bobot Penilaian 14 Mahasiswa mampu
melakukan evaluasi proyek
1. Evaluasi proyek 2. Analisis manfaat/biaya Kuliah Tugas individu 1. Penguasaa n konsep 2. Penguasaa n rumus 3. Ketepatan hasil perhitungan 10% 15 Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor risiko investasi dan mampu melakukan analisis risiko dan analisis sensitivitas
1. Analisis risiko 2. Analisis sensitivitas Kuliah Tugas individu 1. Penguasaa n konsep 2. Ketepatan hasil perhitungan 5%
16 Uji kompetensi 1. Sasbel II – XV Ujian tulis
1. Penguasaa n konsep 2. Ketepatan hasil perhitungan 25% Referensi Utama:
1. Gentry, D.W. O’Neil, T.J., Mine Investment Analysis, SME, New York, 1984.
2. Stermole, Franklin J and Stermole, John., Economic Evaluation and Investment Decision Methods, Colorado, 1987.
3. Von Wahl, Siegfried, Investment Appraisal and Economic Evaluation of Mining Enterprise, Trans Tech Publications, Germany, 1983.
Bab 2
Konsep Dasar dan Evaluasi Investasi
Sasaran Pembelajaran:
Mampu mendefinisikan konsep dasar investasi, proses evaluasi investasi dan bagaimana proses tersebut dilakukan.
2.1. Konsep Dasar Investasi
Investasi adalah penukaran nilai uang saat sekarang yang telah pasti dengan
nilai harapan perolehan uang yang akan datang yang belum pasti. Investasi
diperlukan untuk mendanai kegiatan awal suatu proyek sebelum proyek mampu
membiayai dirinya sendiri. Investasi merupakan sesuatu yang dinamis, tidak hanya
berupa pembelanjaan aset atau uang yang dibelanjakan untuk aset, tetapi meliputi
keseluruhan proses. Investasi pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai suatu
proses yang menghasilkan kepemilikan aset dengan umur kepemilikan lebih dari 6
bulan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa investasi menyangkut empat kriteria
mendasar, yaitu:
b. Ada sejumlah uang atau dana yang dialokasikan agar dapat memiliki aset
tersebut.
c. Fokus waktu dititikberatkan untuk dilaksanakan disaat sekarang.
d. Kegiatan investasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan profit atau keuntungan.
Terdapat tiga alasan utama mengapa investasi tersebut, yaitu:
a. Untuk meningkatkan kesejahteraan.
b. Untuk menghindari merosotnya nilai aset yang disebabkan oleh inflasi.
c. Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi jumlah pajak yang harus
dibayarkan, karena pemerintah memberikan potongan pajak bagi jenis investasi
tertentu.
Investasi dalam suatu perusahaan dilakukan dalam bentuk investasi kapital.
Investasi kapital tersebut merupakan hal yang mendasar untuk memastikan
kemampuan perusahaan untuk berkompetisi dan bertahan hidup dalam pasar
industri. Dua hal mendasar yang harus dipertimbangkan dalam mengambil
a. Mengalokasikan dana modal bagi proyek investasi atau aset yang spesifik.
b. Mendapatkan pendanaan yang diperlukan dalam proporsi yang dapat
meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.
Peningkatan nilai secara keseluruhan tersebut merupakan tujuan fundamental
dari perusahaan, termasuk peningkatan kekayaan para pemiliknya (stakeholders) dalam bentuk total nilai pasar dari keseluruhan aset perusahaan. Bentuk dari aset
perusahaan dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu aset riil dan aset finansial. Aset
riil didefinisikan sebagai aset berwujud yang dimiliki oleh perusahaan, misalnya
dalam bentuk bangunan, properti, kendaraan, gedung kantor, pabrik, tambang,
mesin-mesin, dan peralatan berat. Aset finansial merupakan aset yang dapat
dipindahtangankan atau dipinjamkan kepada pihak lain, misalnya dalam bentuk
kredit, pinjaman lunak, atau surat berharga.
Investasi pada perusahaan pertambangan memiliki karakter yang unik,
karena industri pertambangan memiliki sifat investasi yang berbeda bila
dibandingkan dengan industri lain:
a. Membutuhkan modal dalam jumlah yang sangat besar. Lokasi tambang,
infrastruktur, dan peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan operasional
pertambangan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
b. Industri pertambangan memiliki masa pre-produksi yang panjang. Upaya yang
intensif dalam rentang waktu yang panjang dibutuhkan, sejak tahap penemuan
c. Selain risiko yang berkaitan dengan jumlah modal yang besar dan masa
pre-produksi yang panjang, usaha pertambangan pun memiliki risiko-risiko lain.
Beberapa dari risiko tersebut bisa dikendalikan, tetapi risiko yang lain sangat
tidak mungkin untuk dikendalikan. Risiko-risiko investasi tambang yaitu risiko
geologis, risiko keteknikan, risiko ekonomi, dan risiko politik.
d. Aspek paling unik berkaitan dengan industri pertambangan adalah bahwa industri
tersebut melibatkan ekstraksi sumberdaya yang tak terbaharukan. Hal tersebut
menyebabkan investasi pada usaha pertambangan harus telah memberikan
tingkat pengembalian yang cukup bagi para investor sebelum cadangan mineralnya habis, dan deposit baru harus terus dicari dan ditemukan.
2.2. Evaluasi Investasi
Evaluasi investasi pada suatu perusahaan pertambangan dimulai dari capital budgeting, yakni pengaturan anggaran pendanaan, yang melibatkan proses pemilihan di antara beberapa alternatif proyek investasi. Istilah evaluasi digunakan
untuk menaksir nilai dari suatu proyek tertentu.
Suatu proses evaluasi investasi tambang umumnya bersifat siklus yang
berulang. Proses umum evaluasi investasi dapat direpresentasikan sebagai berikut
Gambar 1 Siklus evaluasi investasi (Gentry and O’Neil, 1984)
Setiap kali suatu variabel berubah, analis evaluasi harus menaksir dampak
perubahan tersebut terhadap variabel-variabel proyek yang lain dan terhadap hasil
finansialnya. Proses tersebut dilakukan secara berulang hingga ditemukan desain
Bab 3
Konsep Dasar Valuasi
Sasaran Pembelajaran:
Mampu mendefinisikan konsep dasar valuasi.
3.1. Valuasi
Analisis investasi pada dasarnya mencakup valuasi dan evaluasi. Konsep
dasar valuasi dan evaluasi dapat dibedakan berdasarkan nilai dan harga yang
menjadi dua syarat pokok dalam analisis finansial. Penaksiran ekonomi suatu
kekayaan tambang dengan tujuan penentuan investasi disebut sebagai evaluasi.
Evaluasi bersifat menentukan apakah investasi akan dilakukan atau tidak dilakukan.
Penaksiran terhadap kekayaan tambang dengan tujuan untuk mengetahui nilai atau
harga dari suatu mineral disebut sebagai valuasi. Valuasi bersifat mengetahui nilai
atau harga kekayaan tambang dalam nilai mata uang.
a. Acquisition (Pendapatan)
Valuasi dilakukan untuk mengetahui pendapatan yang bisa diperoleh dari
kekayaan mineral yang dimiliki pada waktu tertentu, yaitu diantara prospeksi
awal dan saat operasional tambang sedang berlangsung.
b. Taxation (Perpajakan)
Valuasi terhadap kekayaan mineral perlu dilakukan untuk mengetahui nilai
perpajakan.
c. Financing (Pendanaan)
Valuasi dilakukan untuk mengetahui cara, mekanisme, dan besarnya pendanaan
yang diperlukan dalam usaha atau pengolahan kekayaan mineral yang dimiliki.
d. Regulatory Requirements (Tata syarat peraturan pemerintahan)
Valuasi dilakukan berdasarkan ketetapan pemerintah dalam penentuan
ketetapan royalti dari kekayaan mineral atau nilai kontrak yang dimiliki.
Nilai (value) merupakan ukuran jumlah kekayaan yang dimiliki. Beberapa jenis (tipe) dari nilai (value) pada valuasi tambang dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2 Jenis-jenis value(Gentry and O’Neil, 1984)
Penjelasan dari masing-masing value adalah:
1. Market value
Market value merupakan nilai penukaran yang terjadi antara penjual dan pembeli dalam mencapai kesepakatan transaksi tanpa adanya paksaan dari
salah satu pihak kepada pihak yang lain. Nilai pasar (market value) berfluktuasi tergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli dan
kondisi pada saat transaksi.
Salvage value adalah nilai sisa suatu barang yang telah habis umur ekonomisnya
3. Replacement value
Replacement value adalah nilai suatu properti jika digantikan dengan properti lain yang memiliki kualitas yang sama.
4. Book value (nilai buku)
Book value adalah nilai aset perusahaan yang tertera pada buku perusahaan atau harga ketika aset tersebut dibeli. Setiap tahun nilai aset tersebut
dikurangi atau didepresiasikan, sehingga nilai buku adalah biaya dikurangi
akumulasi depresiasi.
5. Assessed value
Assessed value adalah nilai properti yang berlaku untuk menentukan jumlah
pajak ad valorem yang harus dibayarkan oleh properti.
6. Insured value
Insured value adalah nilai asuransi suatu properti.
Capitalized value adalah jumlah keuntungan bersih di masa yang akan datang yang dihasilkan oleh properti.
Nilai atau harga dinyatakan dalam sebuah pasar umum Penaksiran nilai
pasar terhadap jenis aset apapun pada umumnya mempertimbangkan tiga
pendekatan, yaitu pendekatan biaya, pendekatan penghasilan, dan pendekatan
pasar (Tabel 1).
Bab 4
Estimasi Pendapatan dan Biaya
Sasaran Pembelajaran:
Mampu mendefinisikan komponen pendapatan dan komponen biaya, dan menentukan komponen pendapatan dan biaya dalam perusahaan pertambangan.
4.1. Komponen dan Estimasi Pendapatan
Komponen pendapatan terdiri dari produksi dan harga. Pendapatan tahunan
sebuah perusahaan pertambangan dihitung berdasarkan jumlah unit yang diproduksi
dan terjual sepanjang tahun berdasarkan harga penjualan per unit. Tingkat produksi
tahunan sangat ditentukan dari jumlah tonase bijih yang dihasilkan, kadar bijih yang
ditambang, dan persentase recovery pada material bijih, sedangkan harga satuan sangat ditentukan dari jumlah penawaran dan permintaan barang dimana penentuan
harga sangat dipengaruhi oleh pemasaran mineral.
Pemasaran mineral dapat dikategorikan dalam dua kelompok berdasarkan
jenis mineral, yaitu:
1. Kategori pertama merupakan komoditas fungibel dimana terdapat sedikit atau
termasuk dalam kategori ini adalah mineral-mineral logam. Penentuan harga
dari setiap mineral berlandaskan pada kesepakatan antara penjual dan
pembeli yang dilakukan pada salah satu bursa komoditas. Bursa komoditas
pemasaran mineral diantaranya London Metal Exchange (LME) dan New York Commodity Exchange (Comex).
2. Kategori kedua merupakan semua mineral selain logam dimana setiap produk
memiliki keunikan analisis yang dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap penentuan harga mineral di pasaran. Kebanyakan pemasaran
mineral dalam kategori ini adalah batubara dimana harga dari komoditas
batubara sangat dipengaruhi oleh kandungan sulfur dan nilai kalori. Proses
pemasaran pada kategori ini pada umumnya berupa negosiasi langsung
antara penjual dan pembeli dengan informasi penjualan terbaru dari mineral
yang sama sebagai acuan penentuan harga.
Pemasaran mineral dapat pula dikategorikan dalam beberapa kelompok
berdasarkan proses negosiasi antara penjual dan pembeli, sebagai berikut:
1. Commodity Exchanges (Bursa Komoditas)
LME dan Comex sebagai bursa komoditas melakukan pemasaran mineral
dengan cara pelelangan bebas secara resmi dimana penjual dan pembeli saling
berunding untuk mencapai kesepakatan harga. Komoditas yang diperjualbelikan
harus memenuhi spesifikasi standar, seperti kualitas, jumlah, dan bentuk.
Purchase contract merupakan kontrak perjanjian jual beli langsung antara penjual dan pembeli. Kebanyakan mineral industri dan batubara dipasarkan
dengan cara ini. Beberapa komoditas mineral diperjualbelikan dengan kontrak
jangka panjang, sedangkan untuk jumlah kecil penjualan dilakukan secara
langsung dengan kesepakatan harga ditempat.
3. Smelter Contract
Perusahaan pertambangan yang tidak memiliki fasilitas pengolahan
dapat memasarkan produknya secara langsung kepada custom mills atau
smelters dalam bentuk konsentrat. Custom smelters pada umumnya merupakan industri logam dasar sebagai tempat dimana perdagangan besar konsentrat
seperti tembaga, timah, dan seng dilakukan.
4. Administered Price
Penetapan harga untuk beberapa kelompok kecil komoditas mineral ditetapkan
oleh produsen dengan pertimbangan harga disesuaikan dengan harga pasar,
baik secara kolektif melalui bursa komoditas maupun negosiasi langsung antara
penjual dan pembeli.
Penentuan harga mineral dapat ditetapkan dengan beberapa cara
• no change model
• same change model
• no change model
• same change model
Naïve Method Naïve Method • Endogenous variable • Exogenous variables • Endogenous variable • Exogenous variables Econometric Modeling Econometric Modeling
• New productive capacity will be needed on a continuing basis to offset rising demand and/or depletion of present mines
• Rational investors will not invest in new mines unless the
investment promises to deliver some minimum acceptable return. • New productive capacity will be needed on a continuing basis to
offset rising demand and/or depletion of present mines • Rational investors will not invest in new mines unless the
investment promises to deliver some minimum acceptable return.
Rational Pricing Rational Pricing
• Production cost schedule • Short-run supply curves • Long-run supply curves • Demand schedule
• Production cost schedule • Short-run supply curves • Long-run supply curves • Demand schedule
Supply and Demand Schedules Supply and Demand Schedules
Gambar 3 Metode penentuan harga mineral
4.2. Komponen Biaya
Menurut Jelen (1970) dalam Gentry and O’Neil (1984), biaya produksi terdiri dari biaya operasi dan pengeluaran umum (Gambar 4).
Production Costs
Operating Costs
Direct
Costs Indirect Costs
Contingen -cies Distribution Costs
General
Expense
Marketing Expense Administra -tive ExpenseGambar 4 Klasifikasi biaya produksi menurut Jelen, 1970 (Gentry and O’Neil, 1984)
Analisis investasi dilakukan menggunakan beberapa komponen biaya. Selain
operational costs dan capital costs digunakan pula beberapa komponen biaya lain sebagai berikut:
a. Cash costs, menunjukkan unit biaya aktual yang dikeluarkan.
b. Noncash costs, tidak menunjukkan biaya langsung yang dikeluarkan tetapi pengeluaran dapat dilakukan dari pemotongan pendapatan yang diperoleh.
Depresiasi dan deplesi merupakan dua contoh utama dari noncash costs.
c. Sunk costs, pengeluaran sederhana yang telah dibuat sebelumnya. Sunk costs
tidak relevan dalam keputusan investasi kapital yang mempertimbangkan
keuntungan dimasa mendatang terhadap biaya yang dikeluarkan dimasa
d. Marginal costs, perubahan jumlah biaya yang dikeluarkan disebabkan oleh perubahan satu unit jumlah produksi.
e. Cost of capital, pada dasarnya memiliki konsep yang berbeda dengan capital cost. Cost of capital merupakan peningkatan biaya yang terjadi terhadap modal investasi.
f. Opportunity costs, hasil atau nilai pengembalian yang terdahulu dari kesempatan investasi yang telah ditolak oleh sebuah perusahaan.
Konsep akunting dan konsep valuasi pada dasarnya berbeda namun
seringkali menyebabkan kesalahpahaman dalam analisis investasi. Oleh karena itu,
penggunaan data dalam valuasi khususnya pada produksi penambangan digunakan
untuk tujuan akunting sebab financial statements akunting dapat meminimalisir kesalahan perhitungan. Ringkasan finansial statements pada umumnya terbagi atas:
a. Income statements, menerangkan financial performance perusahaan yang terdiri dari pendapatan dan biaya.
b. Balance sheet, menerangkan financial condition perusahaan yang terdiri dari apa yang dimiliki perusahaan (aset) dan apa yang menjadi kewajiban
c. Change in financial position, menerangkan perubahan keseimbangan dari akhir periode terdahulu hingga akhir periode saat ini.
4.3. Estimasi Biaya
Klasifikasi estimasi biaya menurut The American Association of Cost Engineers (AACE) adalah:
1. Order of Magnitude Estimates (Estimasi Rasio)
Order of Magnitude Estimates digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam proyek pembuatan uji kelayakan potensial dan
sebagai koreksi pembelanjaan dari anggaran biaya yang telah ditetapkan untuk
beralih ke tahap berikutnya dari tahapan-tahapan proyek. Tingkat akurasi
estimasi berada pada rentang 30% - 50%. Informasi yang dapat digunakan
dalam estimasi seperti: lokasi proyek, taksiran kotor dari cadangan potensial dan
kadar mineral, metode penambangan, tingkat produksi, dan peralatan produksi
yang dibutuhkan.
2. Preliminary Estimates (Estimasi Otorisasi Budget)
Preliminary Estimates digunakan sebagai estimasi lanjutan dari Order of Magnitude Estimates untuk menajamkan taksiran ketika telah ada data
tambahan yang dapat digunakan. Preliminary cost sangat tepat digunakan dalam analisis kelayakan khususnya kelayakan ekonomi dari suatu proyek.
Tingkat akurasi estimasi berada pada jangkauan 15% - 30%. Informasi yang
dapat digunakan dalam estimasi seperti: tingkat produksi, metode dan
rancangan penambangan yang diusulkan.
3. Definitive Estimates (Estimasi Proyek Kontrol)
Definitive Estimates dapat digunakan untuk beberapa tujuan berikut:
a. Penetapan kontrak harga.
b. Sebagai dasar laporan dari status pembiayaan proyek.
c. Penetapan format akhir dari laporan pembiayaan.
d. Sebagai informasi dari pembiayaan aktual yang dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan dalam metode estimasi dimasa mendatang.
Tingkat akurasi estimasi berada pada rentang 5% - 15%. Informasi yang dapat
digunakan dalam estimasi seperti: perencanaan dan rancangan pasti dari
metode penambangan yang akan dilakukan, kapasitas produksi, ore recovery,
kadar rata-rata, perkiraan dilusi, serta perencanaan pabrik produksi.
Detailed Estimates merupakan puncak dari prosedur estimasi. Tingkat akurasi estimasi berada pada rentang 2% - 10%. Informasi yang digunakan dalam
estimasi seperti: rincian gambar mesin, jadwal pasti dari proyek, dan penawaran
pasti dari pabrik, kontraktor, dan subkontraktor.
Informasi-informasi biaya yang digunakan dalam estimasi dapat
diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama, yaitu:
1. Historical costs merupakan informasi biaya yang diperoleh dari perusahaan secara internal, berasal dari data-data pembiayaan yang telah digunakan
perusahaan pada proyek terdahulu. Informasi diperoleh dalam bentuk
literatur, arsip akunting, laporan bisnis, asosiasi perdagangan, maupun
publikasi teknik lainnya.
2. Measured costs didefinisikan sebagai hubungan antara nilai mata uang terhadap waktu dimana proses observasi langsung sangat berkaitan dengan
aturan matematik. Measured costs secara umum dapat ditentukan dengan menggunakan empat metode yaitu time studies, work sampling, man-hour reports, dan predetermined motion-time data.
3. Policy costs merupakan salah satu jenis informasi biaya yang unik karena memiliki karakteristik tersendiri dalam penggunaannya untuk tujuan estimasi
dan dapat digunakan sebagai nilai mutlak untuk keperluan estimasi biaya
4.4. Metode Estimasi Biaya
4.4.1. Estimasi Biaya Kapital
Dalam industri mineral, biaya kapital atau biaya investasi kapital adalah total
jumlah biaya kapital yang dibutuhkan oleh perusahaan hingga ke tahap produksi.
Biaya kapital terdiri dari biaya kapital tetap (fixed capital) dan biaya kapital kerja (working capital). Biaya kapital tetap adalah biaya yang dibutuhkan untuk pembelian lahan, pembelian fasilitas dan peralatan, dan pengeluaran lain-lain yang dibutuhkan
untuk memulai proyek. Biaya kerja adalah biaya yang dibutuhkan di luar biaya
kapital tetap yang digunakan untuk memulai kegiatan operasi. Biaya kerja biasanya
diestimasi sebesar 10-20% dari biaya kapital tetap atau biaya yang dibutuhkan untuk
kegiatan operasi selama 1-3 bulan.
Working capital = operating costton +tons minedyear +12Y monthsmonths ………..……
Biaya kapital dalam industri pertambangan harus diperhitungkan dengan
cermat. Jenis-jenis biaya-biaya kapital adalah biaya awal, biaya eksplorasi, dan
biaya pembangunan dan pengembangan (Stermole, 1974).
Biaya awal merupakan biaya dalam melakukan kegiatan pra-penambangan
yang terdiri dari:
1. Prospecting costs, merupakan biaya prospeksi yang digunakan untuk untuk melokalisasi daerah yang memungkinkan dilakukan kegiatan eksplorasi.
2. Acquisition costs, merupakan biaya untuk melakukan akuisisi lahan dan biaya kontrak sewa lahan.
3. Legal costs, merupakan biaya untuk melakukan proses izin kegiatan tambang.
4. Assessment work costs, merupakan biaya untuk melakukan kegiatan penaksiran.
Biaya eksplorasi adalah biaya yang digunakan untuk melakukan kegiatan
dan kualitas deposit mineral. Biaya-biaya dalam kegiatan eksplorasi meliputi biaya
pengeboran, biaya uji kandungan logam, biaya geologi, dan sebagainya.
Biaya pembangunan dan pengembangan meliputi biaya pembelian alat, biaya
pembangunan infrastruktur, dan biaya operasi tambang.
Beberapa teknik estimasi biaya kapital tetap adalah:
1. Conference method
Metode ini merupakan metode penilaian yang subyektif berdasarkan
pengalaman atau membandingkan secara langsung dengan proyek yang
sejenis.
2. Unit cost method
Metode ini sederhana, yaitu mengalikan kapasitas dengan biaya per unit (unit cost) yang dinyatakan dalam biaya kapital per ton per tahun produksi ($ per ton per year). Data-data yang dibutuhkan untuk melakukan estimasi dapat diperoleh dari literatur, data biaya swasta, pemerintah, bank, dan lain-lain.
Contoh estimasi unit cost pada pabrik pengolahan: uranium sebesar $10,000/tpd, dan emas sebesar $9,000/tpd.
Metode ini menggunakan data historis dari operasional proyek yang sama.
Nilai dari turnover ratio adalah sama dengan nilai produk per ton dibagi dengan nilai investasi proyek.
4. Exponential capacity-adjustment (scaling) method
Metode ini dinyatakan dengan:
Biaya = k (kapasitas)x ………..……….…
Persamaan 2
dimana x adalah faktor eksponensial dan k adalah konstanta.
Faktor eksponensial pada proyek pertambangan memiliki nilai antara 0,5-0,9.
Umumnya digunakan nilai antara 0,6-0,7 untuk proyek penambangan dan
pengolahan.
5. Cost ratio method
Pada metode ini digunakan asumsi bahwa total biaya kapital sebanding
dengan biaya kapital awal dari peralatan-peralatan utama yang dibutuhkan
dalam operasi. Metode ini dinyatakan dalam:
Total biaya = faktor (K) x total biaya peralatan ………...
Faktor K disebut juga faktor Lang. Faktor Lang lebih banyak digunakan pada
pabrik pengolahan kimia dibandingkan pada proyek-proyek pertambangan.
Pada beberapa pabrik pengolahan mineral menggunakan faktor Lang dengan
nilai antara 3,0-6,0.
6. Component cost ratio method
Metode ini meliputi breakdown dari biaya kapital tetap ke dalam komponen dimana biayanya merupakan perbandingan (ratio) dari biaya peralatan utama. Setelah menentukan biaya dari peralatan utama, selanjutnya adalah
menentukan biaya-biaya komponen sebagai persentase, rasio, atau faktor
dari biaya peralatan utama. Metode ini dinyatakan dalam persamaan:
Total biaya kapital = [Ce + Σ (fi Ce)] (g + 1) ………
Persamaan 4
dimana Ce adalah biaya peralatan utama; fi adalah faktor estimasi bangunan,
instalasi, dan lain-lain; dan g adalah faktor untuk menghitung biaya tidak langsung.
7. Module method
Metode ini merupakan pengembangan dari component cost method dan lebih akurat, tetapi membutuhkan lebih banyak waktu dan data. Pada metode ini,
setelah perhitungan biaya peralatan utama, selanjutnya dihitung biaya
8. Detailed estimates
Metode ini merupakan metode yang paling akurat dibandingkan dengan
metode estimasi biaya lainnya. Metode ini didasarkan pada gambar teknik
detail, layout, flowsheets, dan daftar peralatan yang meliputi nomor model, spesifikasi, dan sebagainya. Data-data dapat diperoleh dari kontraktor,
pemasok, dan produsen.
9. Contingency and Engineering Fee
Contingency merupakan elemen biaya tak terduga pada perhitungan total biaya. Pada proyek pertambangan biaya tak terduga menggambarkan
faktor-faktor seperti perubahan harga alat, tidak dicantumkannya bagian-bagian
kecil dari peralatan atau peralatan-peralatan pendukung/tambahan dari
peralatan utama, dan sebagainya. Besar biaya tak terduga yang digunakan
umumnya sebesar 15% dari total biaya kapital peralatan.
Engineering fee adalah besar biaya yang diberikan kepada orang yang bekerja pada tahap pemilihan peralatan, layout tambang, desain, pembangunan proyek, pengawasan kontraktor, dan lain-lain. Rata-rata nilai
engineering fee untuk pertambangan sebesar 10% dari total biaya kapital peralatan.
Pada perusahaan-perusahaan pertambangan, estimasi biaya operasi
umumnya lebih sulit dibandingkan biaya kapital. Biaya operasi tergantung kepada
jumlah peralatan, tenaga kerja, metode penambangan, lokasi, metode
pemeliharaan, dan lain-lain. Secara umum, total biaya operasi diklasifikasikan
menjadi biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya umum (overhead).
Biaya langsung atau biaya variabel (variable cost) merupakan biaya utama yang berkaitan dengan jumlah produksi. Secara umum, biaya langsung terdiri dari:
1. Tenaga kerja (operasi, pemeliharaan, dan gaji).
2. Material.
3. Royalti.
4. Pembangunan (wilayah produksi).
Biaya tidak langsung atau biaya tetap (fixed cost) merupakan biaya yang tidak tergantung kepada jumlah produksi. Komponen biaya produksi adalah:
1. Tenaga kerja (administrasi, keamanan, teknis, pelayanan, toko dan fasilitas
perbaikan, dan gaji).
3. Depresiasi.
4. Bunga.
5. Reklamasi.
6. Perjalanan, pertemuan, donasi.
7. Perlengkapan kantor, pemeliharaan, fasilitas.
8. Humas (public relations).
9. Pembangunan (wilayah pertambangan).
Biaya/pengeluaran umum atau overhead cost dapat atau boleh tidak diperhitungkan sebagai bagian dari biaya operasi. Pengeluaran umum terdiri dari:
1. Pemasaran/sales: karyawan pemasaran, tim analisis pemasaran, supervisi, perjalanan/entertainment, dan gaji.
2. Administrasi: karyawan perusahaan, akunting dan auditing, geologist, staf hukum, riset dan pengembangan, humas, staf keuangan, kontribusi, dan
expense accounts.
Metode estimasi biaya operasi terdiri dari:
Metode ini dilakukan dengan mengasumsikan bahwa biaya proyek sama
dengan proyek lain yang sejenis yang telah diketahui biayanya. Proyek
sejenis tersebut kemungkinan adalah proyek yang sedang dioperasikan oleh
perusahaan, proyek yang dioperasikan oleh perusahaan lain, proyek yang
pernah dioperasikan oleh perusahaan, atau proyek yang diketahui oleh
estimator berdasarkan pengalaman sebelumnya. Biaya umumnya dinyatakan sebagai persentase dari total biaya operasi proyek, misalnya biaya tenaga
kerja sebesar 50-55% dari total biaya operasi.
2. Cost-capacity relationship method
Metode ini pada dasarnya sama dengan metode estimasi biaya kapital.
Estimasi biaya dilakukan dengan menggunakan grafik cost-capacity
berdasarkan data yang diperoleh dari literatur atau perusahaan. Estimasi
dengan metode ini kemungkinan memiliki kesalahan. Jika estimator
menggunakan data dari literatur, estimator tidak mengetahui dasar dari perolehan data tersebut. Selain itu, data dari perusahaan terkadang tidak
dapat digunakan secara langsung karena perbedaan sistem dan pelaporan
komponen biaya.
3. Component cost method
Jika proyek telah berada pada tahap dimana estimasi kasar untuk kebutuhan
sebagainya, maka estimasi komponen biaya dapat dilakukan. Estimasi
dilakukan berdasarkan unit costs dan factored costs.
Contoh penggunaan unit cost, seperti: $ per foot pembangunan drift, $ per
foot pembangunan shaft, $ per ton overburden yang dipindahkan, dan sebagainya. Beberapa contoh penggunaan factored costs dalam estimasi biaya operasi adalah:
Perbaikan dan pemeliharaan 2-5% dari biaya kapital alat
Umum dan administrasi 2% dari penjualan
Asuransi 2-3% dari investasi alat
4. Detailed cost breakdown method
Biaya operasi seharusnya diperoleh dari komponen biaya utama yang dirinci
dengan membuat checklist dari setiap pekerjaan dalam kegiatan operasi. Biaya setiap elemen digabung menjadi biaya unit operasi dan biaya setiap
unit operasi dijumlahkan sebagai biaya operasi.
Bab 5
Sasaran Pembelajaran:
Mampu mendefinisikan dan menghitung nilai uang tehadap waktu, discount rate dan
interest rate.
5.1. Nilai Uang terhadap Waktu
Bunga merupakan perwujudan dari konsep nilai waktu terhadap uang, yaitu
ukuran pertambahan antara jumlah yang dipinjam atau diinvestasikan dengan
jumlah akhir yang harus dibayarkan (Blank and Tarquin, 1989). Suku bunga
merupakan satu alasan penting dalam penentuan nilai uang terhadap waktu. Suku
bunga menjadi salah satu faktor penting dalam analisis investasi. Investor tidak akan
tertarik dalam investasi tanpa adanya suku bunga sebab investor sangat
memperhatikan waktu penggunaan pembiayaan dan penerimaan pendapatan. Hal
ini disebabkan oleh perubahan nilai uang dari waktu ke waktu. Nilai uang sejumlah
$1 juta saat ini tidak akan sama dengan lima tahun kedepan.
Suku bunga didefinisikan sebagai nilai pengembalian atau ongkos
penyewaan yang dibayarkan dari sejumlah pinjaman aset pada periode waktu
tertentu. Tingkat suku bunga merupakan perbandingan suku bunga yang dapat
digunakan hingga akhir waktu tertentu dari jumlah pinjaman yang telah ditetapkan
diawal waktu peminjaman. Tingkat suku bunga dapat diajukan oleh pihak pemberi
1. Risiko, pemberi pinjaman dihadapkan pada kemungkinan bahwa peminjam tidak
dapat mengembalikan keseluruhan jumlah pinjaman.
2. Inflasi, nilai harga uang dimasa mendatang akan menurun terhadap suatu
barang seiring dengan tingkat inflasi.
3. Biaya transaksi, biaya yang dimaksud termasuk kedalam biaya administrasi
yang dibutuhkan dalam persiapan persetujuan pinjaman, pencatatan
pembayaran, pengumpulan pinjaman, dan biaya administrasi lain.
4. Biaya kesempatan, dengan melakukan pembatasan dana kepada satu
peminjam, maka pemberi pinjaman tidak dapat mengambil keuntungan pada
kesempatan yang lain.
5. Penundaan pemakaian, dengan meminjamkan sejumlah dana kepada pihak
peminjam, maka pemilik aset tidak dapat secara bebas menggunakannya dalam
pembelian yang lain.
5.2. Tingkat Diskonto (Discount rate)
Discount rate atau discount factor adalah suatu bilangan yang nilainya lebih kecil daripada 1 dan digunakan untuk menghitung discounting factor. Penggunaan
yang berarti kita men-discount nilai yang akan ditentukan dengan tingkat suku bunga yang berlaku. Dalam formulasi aljabar dapat dituliskan:
DF= 1
(1+i)n ………..………
Persamaan 5
dimana i = interest rate, dan n = tahun (1, 2, 3, …..j).
Salah satu pendekatan yang digunakan sebagai discount rate adalah tingkat suku bunga (interest rate).
5.3. Tingkat Suku Bunga (Interest Rate)
Suku bunga dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan tingkat suku
bunga yang digunakan. Simple interest merupakan persentase tahunan dari jumlah pinjaman pokok yang harus dibayarkan untuk beberapa periode waktu tertentu.
Apabila suku bunga tidak dibayarkan pada akhir periode waktu pembayaran maka
tingkat suku bunga akan bertambah dan dikalkulasi dengan suku bunga awal
menjadi compound interest. Perbedaan simple dan compound interest dapat diilustrasikan pada contoh berikut:
1. Simple Interest
Apabila sejumlah $1000 diinvestasikan dalam jangka waktu 1 tahun dengan
tingkat suku bunga simple interest sebesar 6%. Pada akhir tahun pertama nilai investasi akan menjadi:
$1000 + $1000 (0.06) = $1060
Apabila investasi ini diberikan dalam jangka waktu 2 tahun dengan simple interest sebesar 6%, maka diakhir tahun kedua nilai investasi akan menjadi $1120.
2. Compound Interest
Apabila sejumlah $1000 diinvestasikan dalam jangka waktu 2 tahun dengan
tingkat suku bunga compounded interest sebesar 6%. Pada akhir tahun pertama nilai investasi akan menjadi:
$1000 + $1000 (0.06) = $1000 (1+0.06)
Apabila suku bunga digunakan pada compounded interest, maka suku bunga akan terus meningkat pada tahun berikutnya sehingga nilai investasi pada tahun
kedua akan menjadi:
tahun 1 tahun 2
$1000 (1+0.06) (1+0.06) = $1000 (1+0.06)2 = $1123
5.3.1. Formula Suku Bunga
Formula suku bunga terdiri dari 5 variabel, yaitu:
F = jumlah uang di masa akan datang
P = jumlah uang di masa sekarang
A = jumlah pembayaran sama setiap periode
i = interest rate per periode
n = jumlah periode
Setiap formula terdiri dari empat variabel dimana tiga variabel telah diketahui
nilainya dan satu variabel yang harus ditentukan nilainya. Terdapat 6 formula dasar
tingkat suku bunga, yaitu:
n i P F 1 =P(F/P, i, n) ………....……….. Persamaan 6 Contoh:Jika seseorang melakukan investasi sekarang sebesar $ 1250 dengan tingkat
suku bunga 8%/tahun, maka berapa jumlah uang yang akan diperoleh orang
tersebut pada akhir tahun ketujuh?
Penyelesaian:
F = P(F/P, i, n)
= 1250(F/P,8%,7)
= 1250 x 1.7138
= 2142.25
n i F P 1 = F(P/F, i, n) ………..……..…… Persamaan 7 Contoh:Jika seseorang membutuhkan sejumlah uang sebesar $ 6500 dalam 5 tahun
ke depan, maka berapa jumlah uang yang harus diinvestasikan pada tingkat
suku bunga 7%/tahun?
Penyelesaian:
P = F(P/F, i, n)
= 6500(P/F,7%,5)
= 6500 x 0.7130
= 4634.5
3. Uniform series compound amount
i i A F n 1 1 = A(F/A, i, n) ………..……….. Persamaan 8
Contoh:
Jika seseorang membayar sebesar $ 725 setiap tahun selama 12 tahun
dengan tingkat suku bunga 9%/tahun, maka berapa jumlah uang yang akan
diperoleh? Penyelesaian: F = A(F/A, i, n) = 725(F/A,9%,12) = 725 x 20.141 = 14602.225
4. Uniform series sinking fund
1 1
n i Fi A= F(A/F, i, n) ………...………..
Persamaan 9
Contoh:
Pada tingkat suku bunga 6%/tahun, berapa yang harus dideposito setiap
tahun untuk menghasilkan $ 2825 dalam 7 tahun?
Penyelesaian:
A = F(A/F, i, n)
= 2825(A/F,6%,7)
= 2825 x 0.14336
= 404.992
5. Uniform series Present Worth
n n i i i A P 1 1 1 = A(P/A, i, n) ………..……… Persamaan 10Contoh:
Sebuah investasi akan menghasilkan $ 610 pada setiap tahun selama 15
tahun. Jika tingkat suku bunga 10%/tahun, maka berapa harga beli
maksimum investasi tersebut?
Penyelesaian:
P = A(P/A, i, n)
= 610(P/A,10%,15)
= 610 x 7.6061
= 4639.721
6. Uniform Series Capital Recovery
1 1
1 n n i i Pi A = P(A/P, i, n) ………...………..…….. Persamaan 11 Contoh:Jika sebuah investasi ditawarkan sekarang dengan nilai $ 3500, maka berapa
jumlah uang yang harus dihasilkan setiap tahun selama 6 tahun untuk
menyesuaikan nilai investasi jika tingkat suku bunga 12%/tahun.
Penyelesaian:
A = P(A/P, i, n)
= 3500(A/P,12%,6)
= 3500 x 0.24323
= 851.305
Untuk menyelesaikan masalah interest rate dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
1. Menentukan formula interest rate. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa
interest didasarkan pada lima variabel, yaitu P, F, A, I, dan n. Langkah pertama adalah menentukan tiga variabel yang telah diketahui nilainya, dan
satu variabel yang akan ditentukan nilainya.
Gambar 5 Diagram cash flow(Blank and Tarquin, 1989)
Tugas 1
1. Sebuah perusahaan tambang memiliki pilihan untuk membeli beberapa
properti melalui pembayaran sebesar $87,000 selama 5 tahun. Eksplorasi
saat ini menunjukkan hasil yang baik dan perusahaan ingin membeli properti
tersebut sesegera mungkin. Berapa harga yang harus dibayarkan jika worth
sebesar 12% dimajemukkan setiap tahun?
2. Satu unit crusher yang memiliki umur ekonomis 12 tahun dijual. Jika net cash flows setiap tahun diperkirakan sebesar $107,000, tentukan harga jual alat tersebut jika bunga sebesar 9% dimajemukkan setiap tahun.
Bab 6
Depresiasi dan Deplesi
Sasaran Pembelajaran:
Mahasiswa mampu menghitung nilai depresiasi dan deplesi.
6.1. Depresiasi
Investasi kapital sebuah perusahaan untuk aset tangible seperti alat-alat perlengkapan, komputer, kendaraan, bangunan, dan mesin biasanya tercatat dalam
pembukuan perusahaan melalui depresiasi. Jumlah depresiasi tidak berada pada
aktual cash flow namun tetap dianggap sebagai capital recovery. Perhitungan depresiasi berupa penurunan nilai aset disebabkan oleh umur, pemakaian, dan
keusangan. Oleh karena itu, depresiasi adalah pengurangan nilai suatu milik
terhadap waktu tanpa memperhitungkan tingkat produksi atau merupakan alokasi
biaya secara sistematis dan rasional pada suatu asset dikurangi nilai sisa sepanjang
umur pemakaiannya. Depresiasi dimaksudkan untuk:
2. mendapatkan biaya depresiasi yang dibebankan kepada biaya produksi untuk
perhitungan pajak pendapatan.
Istilah depresiasi dalam analisis investasi digunakan pada beberapa konteks
berbeda, seperti:
a. Nilai pajak
b. Biaya operasional
c. Perencanaan biaya pembangunan pabrik
d. Pengukuran falling value
Poin pertama menunjukkan bahwa nilai wajib pajak tahunan dikurangi oleh
harga depresiasi tahunan atau penurunan jumlah pajak yang wajib dibayarkan
karena adanya depresiasi. Harga depresiasi tahunan hanya berupa bukti transaksi
dan bukan merupakan pengeluaran tunai.
Poin kedua menunjukkan bahwa depresiasi dipertimbangkan menjadi biaya
produksi dalam beberapa hal seperti biaya kerja atau biaya raw-materials.
Poin ketiga menunjukkan bahwa depresiasi dipertimbangkan dalam
peralatan-peralatan yang digunakan di pabrik akan semakin cepat terlihat usang
selama masa produksi atau terlihat ketinggalan jaman.
Poin keempat mengindikasikan bahwa pabrik atau peralatan yang digunakan
memiliki batas waktu/umur pemakaian, dalam hal ini pengurangan nilai akibat
depresiasi dapat menjadi tolak ukur nilai jatuh (falling value) dari nilai awal suatu aset.
Suatu properti dapat dikenakan depresiasi apabila memenuhi beberapa
syarat berikut:
a. Properti digunakan dalam urusan bisnis atau produksi, atau suatu hal yang
memberikan pendapatan.
b. Properti dapat ditentukan umur penggunaannya dan harus lebih dari satu
tahun.
c. Depresiasi pada properti sebagai pengukuran falling value atau losses value
harus disebabkan oleh properti yang mengalami kerusakan atau keusangan
secara alami.
Dana depresiasi tahunan adalah dana yang disimpan untuk penggantian
fasilitas apabila telah mencapai umur ekonomis. Ada empat metode depresiasi yang
biasa digunakan pada industri mineral (Rudawsky, 1986; Gentry and O’Neil, 1984),
yaitu:
1. Metode garis lurus (Straight Line = SL)
Metode straight line adalah metode depresiasi yang sederhana dan terbaik dan digunakan sebagai perbandingan terhadap metode lainnya. Pada metode
ini, nilai buku menurun secara linear terhadap waktu sebab tingkat/laju
depresiasi sama setiap tahun. Nilai depresiasi tahunan diperoleh melalui
persamaan (Blank and Tarquin, 1989):
Dj=1
n(B−SV)
= dj (B – SV) ………...………
Persamaan 12
dimana Dj = nilai depresiasi tahunan, dj = laju depresiasi, B = nilai buku, SV =
nilai sisa pada akhir umur modal, j = tahun (j = 1,2,3,…n), dan n = umur ekonomis yang diharapkan.
2. Metode penurunan ganda (Double Declining Balance = DDB)
Metode ini disebut juga sebagai metode persentase seragam. Nilai laju
metode straight line. Metode depresiasi double declining balance dinyatakan dalam persamaan (Blank and Tarquin, 1989):
dj
1−¿ ¿
Dj=
(
dj)
B¿………...…………..…………. Persamaan 13
3. Metode jumlah angka tahun (Sum of the Years-Digit = SYD)
Metode ini merupakan teknik depresiasi klasik. Nilai depresiasi yang diperoleh
dari metode ini lebih besar daripada metode straight line pada tahun-tahun awal. Mekanismenya adalah menggunakan jumlah angka-angka tahun 1 – n
sebagai penyebut dan angka-angka tahun selama umur ekonomis digunakan
sebagai pembilang. Metode ini dinyatakan dalam persamaan (Blank and
Tarquin, 1989): Dj= n−j+1 S (B−SV) ¿dj(B−SV) ………...…..……… Persamaan 14
dimana S = sum of the years digit 1 – n diperoleh dari persamaan:
S=
∑
k=1 n k=n(n+1) 2 ………..……….. Persamaan 154. Metode unit produksi (Unit of Production = UOP)
Metode ini biasanya berkaitan dengan industri mineral dan ditentukan dengan
membagi nilai buku aset (basis aset) dengan total jumlah unit yang diproduksi
selama umur aset. Metode ini dinyatakan dalam persamaan (Gentry and
O’Neil, 1984): Dj=(B−SV) R x Pn ………...……… Persamaan 16 dimana: R = total produksi
Pn = jumlah unit yang diproduksi dalam tahun n
Contoh:
Perusahaan tambang ABC membeli sebuah truk jungkit seharga $24,000.
Truk tersebut memiliki umur ekonomis 5 tahun dan diestimasi memiliki nilai sisa
$3,000. Hitung nilai depresiasi dengan menggunakan metode straight line, double decliningbalance, dan sum of the years digit.
Penyelesaian:
a. Metode straight line
Berdasarkan persamaan 12, maka truk jungkit akan mengalami depresiasi
sebesar $4,200 per tahun selama 5 tahun (Tabel 2).
Tabel 2 Depresiasi metode straight line
Yea r Depreciation expense Accumulated depreciation Accumulated depreciation balance Undepreciated balance (book value) 0 $ 24,000 1 $ 4,200 $ 4,200 $ 4,200 19,800 2 4,200 4,200 8,400 15,600 3 4,200 4,200 12,600 11,400 4 4,200 4,200 16,800 7,200 5 4,200 4,200 21,000 3,000
b. Metode double declining balance
Nilai depresiasi per tahun = Book value x laju depresiasi
Salvage value
= $24,000 x 2 x 1/5
= $24,000 x 40%
= $ 9,600
Penyelesaian selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3 Depresiasi metode double declining balance
Year Computation Depreciation expense Accumulated depreciation Undepreciated balance (book value) 1 $ 4,200 x 40 % $ 9,600 $ 9,600 $ 14,400 2 14,400 x 40 % 5,760 15,360 8,640 3 8,640 x 40 % 3,456 18,816 5,184 4 5,184 x 40 % 2,074 20,890 3,110 5 110 21,000 3,000 Total depresiasi 21,000
Nilai S dihitung menggunakan persamaan 4, diperoleh S = 15. Penyelesaian
selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4 Depresiasi metode sum of the years digit
Year Computation Depreciation expense Accumulated depreciation Undepreciated balance (book value) 1 $ 21,000 x 5/15 $ 7,000 $ 7,000 $ 17,000 2 $ 21,000 x 4/15 5,600 12,600 11,400 3 $ 21,000 x 3/15 4,200 16,800 7,200 4 $ 21,000 x 2/15 2,800 19,600 4,400 5 $ 21,000 x 1/15 1,400 21,000 3,000 Total depresiasi 21,000 Tugas 2
Umur alat tersebut 10 tahun dan salvage value sebesar $10,000. Gunakan metode SL, DDB dan SYD untuk menghitung depresiasi dan nilai buku setiap tahun.
6.2. Deplesi
Deplesi adalah kata lain penyusutan nilai yang terjadi pada sumber daya alam
yang tidak dapat diperbaharui selama periode waktu tertentu. Menurut Internal Revenue Service (IRS) dalam Gentry and O’Neil (1986), terdapat dua acara untuk menghitung deplesi, yaitu cost or unit depletion dan statutory or percentage depletion. Setiap pembayar pajak diharuskan melakukan perhitungan deplesi dengan kedua cara tersebut dan menggunakan nilai deplesi terbesar untuk
Cost or Unit Depletion
Statutory Percentage of Gross Income
50% of Net Income
Lesser is Percentage Depletion
Greater is Allowable Depletion Tax Deduction
Gambar 6 Proses perhitungan deplesi untuk pengurangan pajak pendapatan
1. Cost or unit depletion (Biaya atau unit deplesi)
Metode perhitungan deplesi dengan cara cost atau unit depletion adalah menghitung nilai deplesi dengan membagi keseluruhan jumlah biaya kapital
keseluruhan jumlah unit produksi.
Contoh:
Suatu deposit tembaga diperkirakan mengandung 4.5 juta ton bijih. Asumsi
biaya penambangan sebesar $1,740,000 dan biaya eksplorasi sebesar
$600,000 sebagai biaya kapital, sehingga total basis deplesi sebesar
Unit depletion rate = depletion basis/reserve tonnage
= $2,340,000/4,500,000 = $0.52 per ton.
Jika tahun pertama ditambang sebesar 600.000 ton bijih tembaga, maka unit
deplesi adalah sebesar:
600.000 x $0,52 = $312,000
Oleh karena itu, total basis deplesi setelah tahun pertama sebesar:
$2,340,000 - $312,000 = $2,028,000
2. Statutory or percentage depletion
Perhitungan deplesi dilakukan berdasarkan pemilihan nilai terkecil dari:
(1) perhitungan depletion rate mineral berdasarkan gross income dari penambangan, atau (2) perhitungan 50% pendapatan bersih sebelum kena
pajak tanpa deduksi deplesi.
Contoh:
Diketahui data biaya operasional penambangan bijih tembaga sebagai
berikut:
Operating costs $6,600,000
$4,200,000
Fixed charges $1,900,000
Net income before tax and depletion $2,300,000
Percentage depletion kemudian ditetapkan berdasarkan nilai terkecil dari:
a. Statutory percent of gross:
Rate depletion untuk penambangan tembaga = 15%, maka
0.15 x $10,800,000 = $1,620,000
b. 50% predepletion net:
0.5 x $2,300,000 = $1,150,000
“Pembayar pajak harus menggunakan biaya deplesi terbesar dalam formulir pajak
penghasilan”
Sebuah tambang nikel dibeli dengan harga $10 juta. Penerimaan kotor
diprediksi sebesar $5 juta pada tahun 1 sampai 5 dan selanjutnya sebesar $3 juta
per tahun. Asumsikan bahwa biaya deplesi tidak lebih 50% dari pendapatan kena
pajak. Hitung jumlah deplesi tahunan. Berapa waktu yang diperlukan untuk
Bab 7
Pajak dan Royalti Pertambangan
Sasaran Pembelajaran:
Mahasiswa memahami mengenai pajak dan royalti pertambangan.
7.1. Definisi Pajak
Definisi pajak dalam pertambangan dapat ditinjau dari dua sisi yaitu
berdasarkan perspektif pemerintah dan perspektif perusahaan. Perspektif
pemerintah mendefinisikan perpajakan sebagai pajak pendapatan yang diperoleh
dari perusahaan sebagai royalti maupun pajak lainnya. Perpajakan sebagai dimensi
sosial dan politik, selain berfungsi sebagai pendapatan negara juga berfungsi
sebagai instrumen pendorong atau penghambat investasi. Perspektif perusahaan
mendefinisikan perpajakan sebagai keseluruhan pendapatan perusahaan yang
dibayarkan kepada pemerintah. Pajak berupa kewajiban penyerahan saham tanpa
bayaran (free equity) termasuk kewajiban menjual produksi tambang dibawah harga pasar.