MODUL VI RANGKAIAN RESONANSI MODUL VI RANGKAIAN RESONANSI
Rosana Dewi Amelinda (13213060) Rosana Dewi Amelinda (13213060) Asisten : Fiqih Tri Fathulah
Asisten : Fiqih Tri Fathulah Rusfa (13211060Rusfa (13211060)) Tanggal Percobaan: 12/11/2014 Tanggal Percobaan: 12/11/2014 EL2101-Praktikum Rangkaian Elektrik EL2101-Praktikum Rangkaian Elektrik
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak Abstrak Abstrak
Abstrak Pada praktikum Modul VI Rangkaian Resonansi Pada praktikum Modul VI Rangkaian Resonansi telah dilakukan beberapa percobaan, yaitu percobaan resonansi telah dilakukan beberapa percobaan, yaitu percobaan resonansi seri, percobaan resonansi parlael, 2 percobaan resonansi seri seri, percobaan resonansi parlael, 2 percobaan resonansi seri parallel
parallel dan dan yang yang terakhir terakhir adalah adalah aplikasi aplikasi rangkaianrangkaian reosnansi dalam filter. Saat percobaan dilakukan pencarian reosnansi dalam filter. Saat percobaan dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi yang selanjutnya dilakukan nilai frekuensi resonansi yang selanjutnya dilakukan perbandingan nilai
perbandingan nilai frekuensi frekuensi yang yang didapatkan terdidapatkan tersebut sebut dengandengan nilai frekuensi yang didapatkan dari hasil perhitungan, nilai frekuensi yang didapatkan dari hasil perhitungan, pengukuran
pengukuran nilai nilai tegangan tegangan output output maksimum maksimum dan/ataudan/atau minimum, serta dilakukan perhitungan nilai factor kualitas minimum, serta dilakukan perhitungan nilai factor kualitas untuk rangkaian resonansi seri dan parallel.
untuk rangkaian resonansi seri dan parallel.
Kata kunci: Resonansi, Frekuensi Kata kunci: Resonansi, Frekuensi 1.
1. PPENDAHULUANENDAHULUAN
Resonansi pada rangkaian AC merupakan keadaan Resonansi pada rangkaian AC merupakan keadaan dimana reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif dimana reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif memiliki nilai yang sama satu sama lain (XL =XC). memiliki nilai yang sama satu sama lain (XL =XC). Ketika rangkaian AC dalam keadaan resonansi Ketika rangkaian AC dalam keadaan resonansi maka reaktansi akan sama dengan
maka reaktansi akan sama dengan‘‘00’’ (Nol), (X =XL- (Nol), (X =XL-XC = 0), Frekuensi resonansi merupakan frekuensi XC = 0), Frekuensi resonansi merupakan frekuensi dimana keadaan resonansi tercapa, yaitu ketika dimana keadaan resonansi tercapa, yaitu ketika phasa tegangan AC dan arus AC berbeda 90 phasa tegangan AC dan arus AC berbeda 9000 satu satu sama lain.
sama lain.
Rangkaian resonansi Paralel : kombinasu rangkaian Rangkaian resonansi Paralel : kombinasu rangkaian induktor
induktor dan dan kapasitor yang kapasitor yang dapat mdapat menghasilkanenghasilkan keadaan resonansi salah satunya adalah dengan keadaan resonansi salah satunya adalah dengan merangkai inductor dan kapasitor secara parallel merangkai inductor dan kapasitor secara parallel atau disebut juga sebagai
atau disebut juga sebagai ‘‘Tank CircuitTank Circuit’’. Reaktansi. Reaktansi induktif akan meningkat seiring meningkatnya induktif akan meningkat seiring meningkatnya frekuensi sedangakna reaktansi kapasitif justru frekuensi sedangakna reaktansi kapasitif justru sebaliknya,akan menurun jika frekuensi meningkat. sebaliknya,akan menurun jika frekuensi meningkat. Jadi
Jadi hanya hanya aka aka nada nada satu satu nilai nilai frekuensi frekuensi dimanadimana keadaan kedua reaktansi tersebut bernilai sama. keadaan kedua reaktansi tersebut bernilai sama. Rangkaian resonansoi Seri : merupakan kombinasi Rangkaian resonansoi Seri : merupakan kombinasi rangkian inductor dan kapasitor yang disusun seri. rangkian inductor dan kapasitor yang disusun seri. Untuk menghitung nilai frekuensi referensi Untuk menghitung nilai frekuensi referensi menggunakan cara yang sama seperti menghitunga menggunakan cara yang sama seperti menghitunga frekuensi referensi pada rangkian resonansi parallel. frekuensi referensi pada rangkian resonansi parallel. Bentuk kurva untu, rangkaian resonansi seri pada Bentuk kurva untu, rangkaian resonansi seri pada saat keadaan resonansi, arus yang mengalir pada saat keadaan resonansi, arus yang mengalir pada rangkaian mencapai nilai maksimumya. Ini rangkaian mencapai nilai maksimumya. Ini merupakan kebilikan dari bentuk kurva pada merupakan kebilikan dari bentuk kurva pada
rangkaian resonansi parallel, dimana pada kondisi rangkaian resonansi parallel, dimana pada kondisi resonansi nilai arus yang mengalir merupakan nilai resonansi nilai arus yang mengalir merupakan nilai minimumnya. Ini menandakan bahwa rangkaian minimumnya. Ini menandakan bahwa rangkaian resonansi seri memiliki impedansi yang sangat resonansi seri memiliki impedansi yang sangat rendah pada kondisi resonansi, bahkan pada rendah pada kondisi resonansi, bahkan pada rangkaian ideal nilai impedansi rangkaian akan rangkaian ideal nilai impedansi rangkaian akan sama dengan nol.
sama dengan nol.[1][1]
Dari praktikum ini tujuan yang ingin dicapai yaitu : Dari praktikum ini tujuan yang ingin dicapai yaitu :
a.
a. Mangenal sifat rangkaian RLCMangenal sifat rangkaian RLC b.
b. Mengenal resonansi seri, resonansi parallel,Mengenal resonansi seri, resonansi parallel, resonansi seri parallel
resonansi seri parallel c.
c. Dapat membedakan sifat resonansi seri danDapat membedakan sifat resonansi seri dan parallel
parallel d.
d. Dapat Dapat menghitung menghitung dan/ataudan/atau memperkirakan frekuensi resonansi memperkirakan frekuensi resonansi rangkaian RLC
rangkaian RLC 2.
2. SS TUDI TUDIPPUSTAKA USTAKA Rangkaian RLC
Rangkaian RLC
Dalam rangakaian seri RLC
Dalam rangakaian seri RLC impedansi totalimpedansi total rangkaian dapat dituliskan sebagai berikut rangkaian dapat dituliskan sebagai berikut
L L C C
tot totR
R
j
j
X
X
X
X
Z
Z
Dari hubunganDari hubungan ini akan terlihat ini akan terlihat bahwa reaktansibahwa reaktansi induktif dan kapasitif selalu akan saling
induktif dan kapasitif selalu akan saling
mengurangi. Bila kedua komponen ini sama besar, mengurangi. Bila kedua komponen ini sama besar, maka akan saling meniadakan, dan dikatakan maka akan saling meniadakan, dan dikatakan bahwa rangkaian dalam keadaan resonansi. bahwa rangkaian dalam keadaan resonansi.
Resonansinya adalah resonansi seri. Demikian pula Resonansinya adalah resonansi seri. Demikian pula halnya pada rangkaian paralel RLC admitansi total halnya pada rangkaian paralel RLC admitansi total rangkaian dapat dituliskan sebagai:
rangkaian dapat dituliskan sebagai:
C C L L
tot
tot
G
G
j
j
B
B
BX
BX
Y
Y
dengan G adalah konduktansi dan B a dengan G adalah konduktansi dan B adalahdalah suseptansi.suseptansi.
Dari hubungan ini juga akan terlihat bahwa Dari hubungan ini juga akan terlihat bahwa
suseptansi kapasitif dan induktif akan selalu saling suseptansi kapasitif dan induktif akan selalu saling mengurangi. Pada keadaan resonansi, kedua
mengurangi. Pada keadaan resonansi, kedua suseptansi tersebut akan saling meniadakan. suseptansi tersebut akan saling meniadakan.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro–– STEI ITB STEI ITB 22
Resonansinya adalah resonansi paralel. Dari kedua Resonansinya adalah resonansi paralel. Dari kedua pembahasan di atas, jelas bahwa jenis resonansi pembahasan di atas, jelas bahwa jenis resonansi tergantung dari macam hubungan L dan C tergantung dari macam hubungan L dan C (seri/paralel).
(seri/paralel). Resonansi Seri Resonansi Seri
Perhatikan rangkaian RLC seri pada
Perhatikan rangkaian RLC seri padaError!Error! Reference source not found.
Reference source not found.. Dari hubungan. Dari hubungan
L L C C
tottot
R
R
j
j
X
X
X
X
Z
Z
terlihat bahwa pada waktu terlihat bahwa pada waktu resonansi dimana Xresonansi dimana XLL = X = XCC maka Z maka Ztottot = R merupakan = R merupakan Z
Zminimumminimum, sehingga akan diperoleh arus yang, sehingga akan diperoleh arus yang maksimum. Dalam keadaan ini rangkaian hanya maksimum. Dalam keadaan ini rangkaian hanya bersifat resistif sehingga fasa arus sama dengan fasa bersifat resistif sehingga fasa arus sama dengan fasa tegangan yang terpasang.
tegangan yang terpasang.
Gambar 1 Rangkaian resonansi seri Gambar 1 Rangkaian resonansi seri
V V R R X XLL X XCC II Saat
Saat X X L L X X C C terjadi, maka mengingat terjadi, maka mengingat X X L L L L
dan dan C C X X C C 1 1
dapat diperoleh dapat diperoleh
C C L L 11 atau atau LC LC resonani resonani O O 1 1 atau atau
LC
LC
f
f
OO 2 2 1 1 DisiniDisini omega-0 omega-0 atau atau ffOO adalah frekuensi yang adalah frekuensi yang membuat rangkaian bersifat resistif dan terjadi arus membuat rangkaian bersifat resistif dan terjadi arus maksimum atau tegangan maksimum pada R. maksimum atau tegangan maksimum pada R. BilaBila dilihat dari impedansi rangkaian Z
dilihat dari impedansi rangkaian Ztottot, maka pada, maka pada f<f
f<foo rangkaian akan bersifat kapasitif dan pada f>fo rangkaian akan bersifat kapasitif dan pada f>fo rangkaian akan bersifat induktif.
rangkaian akan bersifat induktif.
Pada waktu resonansi seri, sangat mungkin terjadi Pada waktu resonansi seri, sangat mungkin terjadi bahwa tegangan pada L atau pada C lebih besar bahwa tegangan pada L atau pada C lebih besar dari tegangan sumbernya. Pembesaran tegangan dari tegangan sumbernya. Pembesaran tegangan pada L atau pada C pada saat resonansi ini pada L atau pada C pada saat resonansi ini didefinisikan sebagai faktor kualitas Q.
didefinisikan sebagai faktor kualitas Q.
2.1
2.1 J JUDULUDULSSUBUB--BABBAB
Sub-bab pada percobaan ini, yaitu : Sub-bab pada percobaan ini, yaitu :
a.
a. Rangkaian Seri R, L, C (Resonansi Seri)Rangkaian Seri R, L, C (Resonansi Seri)
b.
b. Rangkaian paralel R, L (Resonansi Paralel)Rangkaian paralel R, L (Resonansi Paralel) c.
c. Rangkaian Paralel L dengan Seri L dan CRangkaian Paralel L dengan Seri L dan C d.
d. Rangkaian Seri C dengan Paralel C dan LRangkaian Seri C dengan Paralel C dan L e.
e. Aplikasi rangkaian Resonansi dalam FilterAplikasi rangkaian Resonansi dalam Filter
3.
3. MMETODOLOGIETODOLOGI
Pada percobaan 6 ini, alat dan bahan yang Pada percobaan 6 ini, alat dan bahan yang digunakan yaitu :
digunakan yaitu : 1.
1. Generator Generator Sinyal Sinyal (1 (1 buah)buah) 2.
2. Osiloskop Osiloskop (1 (1 buah)buah) 3.
3. Kabel Kabel BNC-probe BNC-probe jeit jeit (2 (2 buah)buah) 4.
4. Kabel 4 mmKabel 4 mm–– jepit buaya jepit buaya (max 5 buah)(max 5 buah) 5.
5. Multimeter Multimeter Digital Digital (2 (2 buah)buah) 6.
6. Breadboard Breadboard (1 (1 buah)buah) 7.
7. Kebel Kebel jumper jumper (1 (1 meter)meter) 8.
8. Induktor Induktor 2.5 2.5 mH mH (2 (2 buah)buah) 9.
9. Kapasitor Kapasitor 470 470 pF pF (5 (5 buah)buah) 10.
10. Resistor 47 ΩResistor 47 Ω (4 (4 buah)buah) Memulai percobaan
Memulai percobaan Sebelum memulai
Sebelum memulai percobaan, diipercobaan, diisi dan ditansi dan ditandada
tangani lembar penggunaan meja yang tertempel
tangani lembar penggunaan meja yang tertempel
pada masing-masing meja praktikum. Dicatat jua
pada masing-masing meja praktikum. Dicatat jua
nomor meja Kit Praktikum yang
nomor meja Kit Praktikum yang digunakandigunakan
dalam BCL.
dalam BCL.
Dikumpulkan tugas pendahuluan pada asisten
Dikumpulkan tugas pendahuluan pada asisten
yang bertugas.
a.
a. Percobaan 1 : Rangkaian Seri R, L, CPercobaan 1 : Rangkaian Seri R, L, C (Resonansi Seri)
(Resonansi Seri)
Gambar 2 Rangkaian percobaan resonansi seri Gambar 2 Rangkaian percobaan resonansi seri
1 Vpp 1 Vpp 50 ohm 50 ohm 2,5 mH 2,5 mH 470 pF 470 pF 47 ohm 47 ohm A A BB OO Generator Generator Sinyal Sinyal b.
b. Percobaan 2 : Rangkaian paralel R, LPercobaan 2 : Rangkaian paralel R, L (Resonansi Paralel)
(Resonansi Paralel)
Gambar 3 Rangkaian percobaan resonansi paralel Gambar 3 Rangkaian percobaan resonansi paralel
Generator Generator Sinyal Sinyal 1 Vpp 1 Vpp 50 ohm 50 ohm 2,5 mH 2,5 mH 470 pF 470 pF 47 ohm 47 ohm V V A A V VOO Disusun rangkaian p
Disusun rangkaian pada Gambar ada Gambar 2. Perhatikan2. Perhatikan bahwa hambatan 50 Ω merupakan resistansi bahwa hambatan 50 Ω merupakan resistansi
dalam Generator Sinyal.
dalam Generator Sinyal.
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
nilai tegangan Vo maksimal
nilai tegangan Vo maksimal dan atau minimumdan atau minimum
lokal. Dicatat nilai tegangan V
lokal. Dicatat nilai tegangan Voomaksimal danmaksimal dan
atau minimum tersebut.
atau minimum tersebut.
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan V
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan Voo
maksimal dan atau minimum lokal tersebut,
maksimal dan atau minimum lokal tersebut,
dicatat besarnya tegangan induktor (V
dicatat besarnya tegangan induktor (VABAB) dan) dan
kapasitor (V
kapasitor (VBOBO).).
Dilakukan
Dilakukananalisis analisis mengenai mengenai karakteristikkarakteristik
rangkaian saat terjadi resonansi dan disampaikan
rangkaian saat terjadi resonansi dan disampaikan
pada laporan.
pada laporan.
Diperhatikan rangkaian
Diperhatikan rangkaian pada Gampada Gambar bar 3.3.
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
nilai tegangan Vo maksimal
nilai tegangan Vo maksimal dan atau minimumdan atau minimum
lokal. Dicatat nilai tegangan V
lokal. Dicatat nilai tegangan Voomaksimum danmaksimum dan
atau minimum tersebut.
atau minimum tersebut.
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan V
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan Voo
maksimum dan atau minimum lokal tersebut,
maksimum dan atau minimum lokal tersebut,
dicatat besarnya tegangan induktor (V
dicatat besarnya tegangan induktor (VABAB) dan) dan
kapasitor (V
kapasitor (VBOBO).).
Dilakukan
Dilakukananalisis analisis mengenai mengenai karakteristikkarakteristik
rangkaian saat terjadi resonansi dan
rangkaian saat terjadi resonansi dan
disampaikan pada laporan.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro–– STEI ITB STEI ITB 44 c.
c. Percobaan 3 : Rangkaian Paralel L denganPercobaan 3 : Rangkaian Paralel L dengan Seri L dan C
Seri L dan C
Gambar 4 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 1 Gambar 4 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 1
Generator Generator Sinyal Sinyal 1 Vpp 1 Vpp 50 ohm 50 ohm 2,5 mH 2,5 mH 470 pF 470 pF 47 ohm 47 ohm 2,5 mH 2,5 mH d.
d. Percobaan 4 : Rangkaian Seri C denganPercobaan 4 : Rangkaian Seri C dengan Paralel C dan L
Paralel C dan L
Gambar 5 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 2 Gambar 5 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 2
Generator Generator Sinyal Sinyal 1 Vpp 1 Vpp 50 ohm 50 ohm 470 pF 470 pF 47 ohm 47 ohm 2,5 mH 2,5 mH 470 pF 470 pF Diperhatikan rangkaian
Diperhatikan rangkaian pada Gpada Gambar ambar 4.4.
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
nilai tegangan Vo maksimal
nilai tegangan Vo maksimal dan atau minimumdan atau minimum
lokal. Dicatat nilai tegangan V
lokal. Dicatat nilai tegangan Voomaksimum danmaksimum dan
atau minimum tersebut.
atau minimum tersebut.
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan V
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan Voo
maksimum dan atau minimum lokal tersebut,
maksimum dan atau minimum lokal tersebut,
dicatat besarnya tegangan induktor (V
dicatat besarnya tegangan induktor (VABAB) dan) dan
kapasitor (V
kapasitor (VBOBO).).
Dilakukan
Dilakukan analisis analisis mengenai mengenai karakteristikkarakteristik
rangkaian saat terjadi resonansi dan disampaikan
rangkaian saat terjadi resonansi dan disampaikan
pada laporan.
pada laporan.
Diperhatikan rangkaian
Diperhatikan rangkaian pada Gpada Gambar ambar 5.5.
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
Diubah frekuensi generator sinyal untuk mencari
nilai tegangan Vo maksimal
nilai tegangan Vo maksimal dan atau minimumdan atau minimum
lokal. Dicatat nilai tegangan V
lokal. Dicatat nilai tegangan Voomaksimum danmaksimum dan
atau minimum tersebut.
atau minimum tersebut.
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan V
Pada frekuensi yang menyebabkan tegangan Voo
maksimum dan atau minimum lokal tersebut,
maksimum dan atau minimum lokal tersebut,
dicatat besarnya tegangan induktor (V
dicatat besarnya tegangan induktor (VABAB) dan) dan
kapasitor (V
kapasitor (VBOBO).).
Dilakukan
Dilakukananalisis analisis mengenai mengenai karakteristikkarakteristik
rangkaian saat terjadi resonansi
rangkaian saat terjadi resonansi dan disampaikandan disampaikan
pada laporan.
e.
e. Percobaan 5 : Aplikasi rangkaian ResonansiPercobaan 5 : Aplikasi rangkaian Resonansi dalam Filter
dalam Filter
Gambar 6 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 1 Gambar 6 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 1
Generator Generator Sinyal Sinyal 1 Vpp 1 Vpp 50 ohm 50 ohm 47 nF 47 nF 47 ohm 47 ohm 2,5 mH 2,5 mH Vo Vo Vi Vi
Gambar 7 Bode plot untuk rangkaian digambar 6 Gambar 7 Bode plot untuk rangkaian digambar 6
(Vo max) (Vo max) //√√22 F FHH F FLL FFCC/10/10 FFCC F FCC/100/100 10*F10*FCC 100*F100*FCC Vo max Vo max Vo min Vo min
Gambar 8 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 2 Gambar 8 Rangkaian percobaan resonansi seri parallel 2
Generator Generator Sinyal Sinyal 1 Vpp 1 Vpp 50 ohm 50 ohm 47 nF47 nF 47 ohm 47 ohm 2,5 mH 2,5 mH Vi Vi VoVo Vo max Vo max (Vo max) (Vo max) //√√22 F FHH F FLL FFCC F FCC/10/10 F FCC//110000 1010**FFCC 100*F100*FCC Mengakhiri Percobaan Mengakhiri Percobaan Disusunlah rangkaian seperti pada gambar 6
Disusunlah rangkaian seperti pada gambar 6
dibawah, pada breadboard yang
dibawah, pada breadboard yang disediakan.disediakan.
Dicari frekuensi d
Dicari frekuensi dimana Vo imana Vo menjadi minimum, inmenjadi minimum, in
adalah F
adalah FCC. Lalu dicari Vo di F. Lalu dicari Vo di FCC/10, F/10, FCC/100, & F/100, & FCC*1*1
F
FCC*100, seperti pada gambar 7 dibawah.*100, seperti pada gambar 7 dibawah.
Untuk mencari Vo
Untuk mencari Vo max digunakan max digunakan frekuensi 50Hzfrekuensi 50Hz
Kemudian dicari titik-titik frekuensi F
Kemudian dicari titik-titik frekuensi FLL, F, FHH..
Digunakan mode X-Y pada osiloskop dengan ch.1
Digunakan mode X-Y pada osiloskop dengan ch.1
adalah Vin dan ch.2 adalah Vo.
adalah Vin dan ch.2 adalah Vo. (Untuk(Untuk
mempermudah mencari amplituda Vo,
mempermudah mencari amplituda Vo, di‘ground’kan ch.1)
di‘ground’kan ch.1)
Dicari juga beda fasa antara Vin
Dicari juga beda fasa antara Vin dan Vo pada titikdan Vo pada titik
titik
titik frekuenfrekuensi tesi tersebursebut. Dt. Dan dan digambigambarkan arkan bode-pbode-pll
serta beda fasa-nya di BCL.
serta beda fasa-nya di BCL.
Dilakukan langkah pertama sampai ketiga
Dilakukan langkah pertama sampai ketiga
percobaan 1 untuk rangkaian pada Gambar 8
percobaan 1 untuk rangkaian pada Gambar 8
dibawah
dibawah
Sebelum keluar dari ruang praktikum,
Sebelum keluar dari ruang praktikum,
dirapikan meja praktikum. Dibareskan kabel,
dirapikan meja praktikum. Dibareskan kabel,
dimatikan osiloskop, power supply DC, dan
dimatikan osiloskop, power supply DC, dan
dicabut catu daya dari jala-jala ke kit
dicabut catu daya dari jala-jala ke kit
praktikum. Dipastikan juga multimeter analog
praktikum. Dipastikan juga multimeter analog
dan multimeter digital ditinggalkan dalam
dan multimeter digital ditinggalkan dalam
keadaan mati (selektor menunjuk ke pilihan
keadaan mati (selektor menunjuk ke pilihan
off).
off).
DIperiksa lagi lembar penggunaan meja.
DIperiksa lagi lembar penggunaan meja.
Dipastikan asisten telah menandatangani
Dipastikan asisten telah menandatangani
catatan percobaan kali ini pada BCL.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro–– STEI ITB STEI ITB 66
4.
4. HH ASIL DAN ASIL DAN A A NALISISNALISIS
a.
a. Percobaan 1 : Rangkaian Seri R, L, CPercobaan 1 : Rangkaian Seri R, L, C
(Resonansi Seri) (Resonansi Seri)
Pada percobaan pertama, dibuat rangkaian Pada percobaan pertama, dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Gambar 2 dengan nilai resonansi seri seperti pada Gambar 2 dengan nilai komponen sebagai berikut :
komponen sebagai berikut :
Komponen Nilai Komponen Nilai V VACAC 1.03 1.03 VppVpp rrgeneratorgenerator 50 Ω50 Ω L L 2.5 2.5 mHmH C C 470 470 pFpF R R 47 Ω47 Ω rrinduktorinduktor 50.9 Ω50.9 Ω
Lalu dilakukan pencarian tegangan maksimum atau Lalu dilakukan pencarian tegangan maksimum atau minimum dengan cara mencari nilai tegangan pada minimum dengan cara mencari nilai tegangan pada
resistor 47 Ω. Untuk rangkaian resonansi seri, resistor 47 Ω. Untuk rangkaian resonansi seri,
impedansi rangkaian menjadi minimum dan arus impedansi rangkaian menjadi minimum dan arus pada rangkaian menjadi maksimum sehingga pada rangkaian menjadi maksimum sehingga frekuensi resonansi terjadi pada saat tegangan frekuensi resonansi terjadi pada saat tegangan maksimum. Kemudian dilakukan perhitungan nilai maksimum. Kemudian dilakukan perhitungan nilai frekuensi resonansi dengan menggunakan rumus frekuensi resonansi dengan menggunakan rumus yang sudah diturunkan yaitu
yang sudah diturunkan yaitu
=
=
11
2
2√
√
f : frekuensi resonansi; L : induktor; C : kapasitor f : frekuensi resonansi; L : induktor; C : kapasitor didapatkan nilai frekuensi resonansi yaitu sebesar didapatkan nilai frekuensi resonansi yaitu sebesar 146.825 kHz. Kemudian dilakukan pencarian nilai 146.825 kHz. Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi pada osiloskop dengan frekuensi resonansi pada osiloskop dengan mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz. mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz. Setelah itu diperoleh ketika frekuensi 167.825 kHz, Setelah itu diperoleh ketika frekuensi 167.825 kHz, Vo bernilai paling besar sehingga frekuensi tersebut Vo bernilai paling besar sehingga frekuensi tersebut ditetapkan sebagai nilai frekuensi resonansi.
ditetapkan sebagai nilai frekuensi resonansi. Varibel
Varibel Tegangan Tegangan FrekuensiFrekuensi
Vo
Vo max max 180 180 mV mV (Vpp) (Vpp) 167.825 167.825 kHzkHz
Vo
Vo min min Tidak Tidak ada ada
--Terlihat bahwa terdapat perbedaan nilai frekuensi Terlihat bahwa terdapat perbedaan nilai frekuensi resonansi yang didapatkan dari hasil perhitungan resonansi yang didapatkan dari hasil perhitungan dengan yang didapatkan di lab. Perbedaan ini dengan yang didapatkan di lab. Perbedaan ini diduga terjadi karena adanya faktor koreksi pada diduga terjadi karena adanya faktor koreksi pada inductor dan kapasitor yang digunakan sehingga inductor dan kapasitor yang digunakan sehingga hasil yang didapatkan seditkit berbeda dari hasil hasil yang didapatkan seditkit berbeda dari hasil
perhitungan, serta ketelitian osiloskop dan
perhitungan, serta ketelitian osiloskop dan
pengamat. pengamat.
Saat terjadi resonansi (f = 167.825 kHz), dilakukan Saat terjadi resonansi (f = 167.825 kHz), dilakukan pengukuran tegangan pada induktor dan kapasitor pengukuran tegangan pada induktor dan kapasitor dengan hasilnya sebagai berikut :
dengan hasilnya sebagai berikut :
V Nilai V Nilai V VABAB(induktor) (induktor) 346 346 mVmV V VBOBO(kapasitor) (kapasitor) 54 54 mVmV
Berdasarka teori, saat terjadi resonansi seharusnya Berdasarka teori, saat terjadi resonansi seharusnya tegangan pada inductor dan kapasitor bernilai 0 tegangan pada inductor dan kapasitor bernilai 0 karena saat resonansi X
karena saat resonansi XLL = = XXCC. Namun dari hasil. Namun dari hasil
percobaan di lab tidak demikian. Hal ini terjadi percobaan di lab tidak demikian. Hal ini terjadi karena pada inductor memiliki resistansi dalam karena pada inductor memiliki resistansi dalam
yang saat diukur bernilai 50.9 Ω. Sedangkan adanya yang saat diukur bernilai 50.9 Ω. Sedangkan adanya
tegangan pada dikapasitor kemungkinan karena tegangan pada dikapasitor kemungkinan karena kapasitor yang belum dihubungsingkatkan terlebih kapasitor yang belum dihubungsingkatkan terlebih dahulu sehingga kapasitor masih menyimpan dahulu sehingga kapasitor masih menyimpan muatan sebelum dilakukannya percobaan.
muatan sebelum dilakukannya percobaan. Faktor kualitas resonansi seri
Faktor kualitas resonansi seri
=
=
R : total resistansi pada rangkaian (=147; 50 R : total resistansi pada rangkaian (=147; 50 resistansi generator + 50 resistansi inductor + 47 resistansi generator + 50 resistansi inductor + 47 resistansi seri)
resistansi seri)
Berdasarkan rumus diatas, factor kualitas pada Berdasarkan rumus diatas, factor kualitas pada inductor dan kapasitor yaitu : 17.93.
inductor dan kapasitor yaitu : 17.93. b.
b. Percobaan 2 : Rangkaian paralel R, LPercobaan 2 : Rangkaian paralel R, L
(Resonansi Paralel) (Resonansi Paralel)
Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Gambar 3 dengan nilai komponen sebagai berikut : Gambar 3 dengan nilai komponen sebagai berikut :
Komponen Nilai Komponen Nilai V VACAC 1.03 1.03 VppVpp rrgeneratorgenerator 50 Ω50 Ω L L 2.5 2.5 mHmH C C 470 470 pFpF R R 47 Ω47 Ω rrinduktorinduktor 4747ΩΩ
Untuk rangkaian resonansi paralel, impedansi Untuk rangkaian resonansi paralel, impedansi rangkaian menjadi maksimum dan arus pada rangkaian menjadi maksimum dan arus pada rangkaian menjadi minimum sehingga frekuensi rangkaian menjadi minimum sehingga frekuensi resonansi terjadi pada saat tegangan minimum. resonansi terjadi pada saat tegangan minimum. Kemudian dilakukan perhitungan nilai frekuensi Kemudian dilakukan perhitungan nilai frekuensi resonansi dengan menggunakan rumus yang sudah resonansi dengan menggunakan rumus yang sudah diturunkan yaitu
=
=
11
2
2√
√
f : frekuensi resonansi; L : induktor; C : kapasitor f : frekuensi resonansi; L : induktor; C : kapasitor didapatkan nilai frekuensi resonansi yaitu sebesar didapatkan nilai frekuensi resonansi yaitu sebesar 146.825 kHz. Kemudian dilakukan pencarian nilai 146.825 kHz. Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi pada osiloskop dengan frekuensi resonansi pada osiloskop dengan mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz. mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz. Setelah itu diperoleh ketika frekuensi 177.825 kHz Setelah itu diperoleh ketika frekuensi 177.825 kHz Vo bernilai paling minimum, sehingga ditetapkan Vo bernilai paling minimum, sehingga ditetapkan frekuensi tersebut sebagai nilai frekuensi resonansi. frekuensi tersebut sebagai nilai frekuensi resonansi.
Varibel
Varibel Tegangan Tegangan FrekuensiFrekuensi
Vo
Vo max max Tidak Tidak ada ada
--Vo
Vo min min 6.4 6.4 mV mV 177.825 177.825 kHzkHz
Besarnya nilai frekuensi yang didapatkan saat Besarnya nilai frekuensi yang didapatkan saat percobaan sedikit berbeda dari hasil perhitungan. percobaan sedikit berbeda dari hasil perhitungan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya faktor koreksi pada nilai kapasitor dan induktor, faktor koreksi pada nilai kapasitor dan induktor, serta ketelitian osiloskop dan pengamat.
serta ketelitian osiloskop dan pengamat.
Saat terjadi resonansi (f = 177.825 kHz), dilakukan Saat terjadi resonansi (f = 177.825 kHz), dilakukan pengukuran tegangan pada induktor dan kapasitor pengukuran tegangan pada induktor dan kapasitor dengan hasilnya sebagai berikut :
dengan hasilnya sebagai berikut :
Variabel Nilai Variabel Nilai V VABAB 339 339 mVmV V VBOBO 339 339 mVmV
Faktor kualitas resonansi paralel Faktor kualitas resonansi paralel
=
=
R : total resistansi pada rangkaian(=147; 50 R : total resistansi pada rangkaian(=147; 50 resistansi generator + 47 resistansi inductor + 47 resistansi generator + 47 resistansi inductor + 47 resistansi seri)
resistansi seri)
Bedasarkan rumus diatas, factor kualitas pada Bedasarkan rumus diatas, factor kualitas pada inductor dan kapasitor 0.0756
inductor dan kapasitor 0.0756 c.
c. Percobaan 3 : Rangkaian Paralel L denganPercobaan 3 : Rangkaian Paralel L dengan Seri L dan C
Seri L dan C
Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Gambar 4 dengan nilai komponen sebagai berikut : Gambar 4 dengan nilai komponen sebagai berikut :
Komponen Nilai Komponen Nilai V VACAC 1.03 1.03 VppVpp rrgeneratorgenerator 50 Ω50 Ω L L seri seri 2.5 2.5 mHmH L L paralel paralel 2.5 2.5 mHmH C C 470 470 pFpF R R 47 Ω47 Ω rrinduktor1induktor1 50.9 Ω50.9 Ω rrinduktor2induktor2 47 Ω47 Ω
Dikarenakan pada rangkaian terdapat induktor dan Dikarenakan pada rangkaian terdapat induktor dan kapasitor yang diserikan kemudian diparalelkan kapasitor yang diserikan kemudian diparalelkan dengan induktor maka ada ada 2 frekuensi dengan induktor maka ada ada 2 frekuensi resonansi. Frekuensi resonansi yang pertama resonansi. Frekuensi resonansi yang pertama berasal dari rangkaian seri yang menghasilkan nilai berasal dari rangkaian seri yang menghasilkan nilai Vo max lokal dan frekuensi resonansi yang kedua Vo max lokal dan frekuensi resonansi yang kedua berasal dari rangkaian paralel yang menghasilkan berasal dari rangkaian paralel yang menghasilkan
nilai Vo min lokal. Kemudian dilakukan
nilai Vo min lokal. Kemudian dilakukan
perhitungan nilai frekuensi resonansi dengan perhitungan nilai frekuensi resonansi dengan menggungkan rumus yang sudah diturunkan. menggungkan rumus yang sudah diturunkan. Untuk frekuensi resonansi pada rangkaian seri (Vo Untuk frekuensi resonansi pada rangkaian seri (Vo maks) : maks) :
=
=
11
2
2√
√
= 146.825
= 146.825
sedankan untuk frekuensi pada rangkaian paralel sedankan untuk frekuensi pada rangkaian paralel (Vo min) : (Vo min) :
=
=
11
2
2√
√ 2
2
= 103.821
= 103.821
Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi
resonansi pertama pada osiloskop dengan
resonansi pertama pada osiloskop dengan
mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz dan mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz dan didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar 173.821 kHz (saat Vo bernilai maksimum lokal). 173.821 kHz (saat Vo bernilai maksimum lokal). Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi kedua pada osiliskop dengan mengubah resonansi kedua pada osiliskop dengan mengubah nilai frekuensi disekitar 103.821 kHz dan nilai frekuensi disekitar 103.821 kHz dan didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar 123.821 kHz (saat Vo bernilai minimum lokal).
123.821 kHz (saat Vo bernilai minimum lokal). V
V Tegangan Tegangan FrekuensiFrekuensi
Vo max Vo max (lokal) (lokal) 69.2 69.2 mV mV 173.821 173.821 kHzkHz Vo min Vo min (lokal) (lokal) 7.6 7.6 mV mV 123.821 123.821 kHzkHz
Terlihat bhwa terdapat perbedaan nilia frekuensi Terlihat bhwa terdapat perbedaan nilia frekuensi resonansi antara hasi perhitungan dan hasil yang resonansi antara hasi perhitungan dan hasil yang didapatkan dari percobaan di lab. Perbedaan didapatkan dari percobaan di lab. Perbedaan kemungkinan disebabkan beberapa faktor antara kemungkinan disebabkan beberapa faktor antara lain : adanya faktor koreksi pada nilai kapasitor dan lain : adanya faktor koreksi pada nilai kapasitor dan induktor, serta ketelitian osiloskop dan pengamat. induktor, serta ketelitian osiloskop dan pengamat.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro–– STEI ITB STEI ITB 88
Saat frekuensi = 103.825 kHz, dilakukan Saat frekuensi = 103.825 kHz, dilakukan pengukuran tegangan pada masing-masing pengukuran tegangan pada masing-masing induktor dan kapasitor dengan hasilnya sebagai induktor dan kapasitor dengan hasilnya sebagai berikut : berikut : V Nilai V Nilai V VLLseri seri 1.1 1.1 VVRMSRMS V VCC 1.32 1.32 VVRMSRMS V VLLparalel paralel 154 154 mVmVRMSRMS d.
d. Percobaan 4 : Rangkaian Seri C denganPercobaan 4 : Rangkaian Seri C dengan Paralel C dan L
Paralel C dan L
Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Gambar 5 dengan nilai komponen sebagai berikut : Gambar 5 dengan nilai komponen sebagai berikut :
Komponen Nilai Komponen Nilai V VACAC 1.03 1.03 VppVpp rrgeneratorgenerator 50 Ω50 Ω L L 2.5 2.5 mHmH C C paralel paralel 470 470 pFpF C C seri seri 470 470 pFpF R R 47 Ω47 Ω rrinduktorinduktor 4747ΩΩ
Dikarenakan pada rangkaian terdapat induktor dan Dikarenakan pada rangkaian terdapat induktor dan kapasitor yang diparalelkan kemudian diserikan kapasitor yang diparalelkan kemudian diserikan dengan kapasitor maka ada ada 2 frekuensi dengan kapasitor maka ada ada 2 frekuensi resonansi. Frekuensi resonansi yang pertama resonansi. Frekuensi resonansi yang pertama berasal dari rangkaian paralel yang menghasilkan berasal dari rangkaian paralel yang menghasilkan nilai Vo min lokal dan frekuensi resonansi yang nilai Vo min lokal dan frekuensi resonansi yang kedua berasal dari rangkaian seri yang kedua berasal dari rangkaian seri yang menghasilkan nilai Vo max lokal. Kemudian menghasilkan nilai Vo max lokal. Kemudian dilakukan perhitungan nilai frekuensi resonansi dilakukan perhitungan nilai frekuensi resonansi dengan menggungkan rumus yang sudah dengan menggungkan rumus yang sudah diturunkan. Untuk frekuensi resonansi pada diturunkan. Untuk frekuensi resonansi pada rangkaian paralel (Vo min) :
rangkaian paralel (Vo min) :
=
=
11
2
2√
√ 2
2
= 103.
= 103.821
821
sedankan untuk frekuensi pada rangkaian seri (Vo sedankan untuk frekuensi pada rangkaian seri (Vo max) : max) :
=
=
11
2
2√
√
= 146.825
= 146.825
Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi pertama pada osiloskop dengan resonansi pertama pada osiloskop dengan mengubah nilai frekuensi disekitar 103.821 kHz dan mengubah nilai frekuensi disekitar 103.821 kHz dan didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar 115.821 kHz (saat Vo bernilai minimum lokal). 115.821 kHz (saat Vo bernilai minimum lokal). Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi kedua pada osiliskop dengan mengubah resonansi kedua pada osiliskop dengan mengubah nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz dan nilai frekuensi disekitar 146.825 kHz dan didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar didapatkan besar frekuensi resonansi sebesar 109.821 kHz (saat Vo bernilai maksimum lokal). 109.821 kHz (saat Vo bernilai maksimum lokal).
Varibel
Varibel Tegangan Tegangan FrekuensiFrekuensi Vo
Vo min min 9.46 9.46 115.821115.821 Vo
Vo max max 11.4 11.4 mV mV 109.821109.821
Besarnya nilai frekuensi yang didapatkan saat Besarnya nilai frekuensi yang didapatkan saat percobaan sedikit berbeda dari hasil perhitungan. percobaan sedikit berbeda dari hasil perhitungan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya faktor koreksi pada nilai kapasitor dan induktor, faktor koreksi pada nilai kapasitor dan induktor, serta ketelitian osiloskop dan pengamat.
serta ketelitian osiloskop dan pengamat.
Saat f = 167.825 kHz dilakukan pengukuran Saat f = 167.825 kHz dilakukan pengukuran tegangan pada induktor dan kapasitor dengan hasil tegangan pada induktor dan kapasitor dengan hasil sebagai berikut : sebagai berikut : Variabel Nilai Variabel Nilai V VCCseri seri 341 341 mVmV V VCCparalel paralel 1.2 1.2 VV V VLLparalel paralel 10.3 10.3 mVmV e.
e. Percobaan 5 : Aplikasi rangkaian ResonansiPercobaan 5 : Aplikasi rangkaian Resonansi dalam Filter
dalam Filter
Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Dibuat rangkaian resonansi seri seperti pada Gambar 6 dengan nilai komponen sebagai berikut : Gambar 6 dengan nilai komponen sebagai berikut :
Komponen Nilai Komponen Nilai V VACAC 1.03 1.03 VppVpp rrgeneratorgenerator 50 Ω50 Ω L L 2.5 2.5 mHmH C C 47 47 pFpF R R 47 Ω47 Ω
rrinduktorinduktor 47 Ω47 Ω
Kemudian dilakukan perhitungan nilai frekuensi Kemudian dilakukan perhitungan nilai frekuensi resonansi dengan menggungkan rumus yang sudah resonansi dengan menggungkan rumus yang sudah diturunkan yaitu diturunkan yaitu
=
=
11
2
2√
√
f : frekuensi resonansi; L : induktor; C : kapasitor f : frekuensi resonansi; L : induktor; C : kapasitor didapatkan nilai frekuensi resonansi yaitu sebesar didapatkan nilai frekuensi resonansi yaitu sebesar 14.682 kHz. Kemudian dilakukan pencarian nilai 14.682 kHz. Kemudian dilakukan pencarian nilai frekuensi resonansi pada osiloskop dengan frekuensi resonansi pada osiloskop dengan mengubah nilai frekuensi disekitar 14.682 kHz. mengubah nilai frekuensi disekitar 14.682 kHz. Setelah itu diperoleh ketika frekuensi 16.589 kHz Vo Setelah itu diperoleh ketika frekuensi 16.589 kHz Vo bernilai paling kecil, sehingga ditetapkan 16.589 bernilai paling kecil, sehingga ditetapkan 16.589 kHz sebagai frekuensi resonansi (fc). Perbedaan kHz sebagai frekuensi resonansi (fc). Perbedaan nilai frekuesi antara hasil perhitungan dengan hasil nilai frekuesi antara hasil perhitungan dengan hasil pengukuran kemungkinan disebabkan adanya pengukuran kemungkinan disebabkan adanya faktor koreksi pad kapasitor dan induktor serta faktor koreksi pad kapasitor dan induktor serta kemungkinan kesalahan pembacaan oleh praktikan kemungkinan kesalahan pembacaan oleh praktikan serta dari faktor ketelitian alat ukur.
serta dari faktor ketelitian alat ukur.
F Tegangan F Tegangan
0.01 0.01 fc fc 36 36 mV mV 0000 F FLL(108.9 (108.9 Hz) Hz) 220 220 mV mV 0000 0.1 0.1 fc fc 144 144 mV mV 11.5411.5400 Fc Fc 44 44 mV mV ~ ~ 0000 10 10 fc fc 232 232 mV mV 21.1421.1400 F FHH(42.89 (42.89 kHz) kHz) 220 220 mV mV 55.8555.8500 100 100 fc fc 248 248 mV mV 7.417.4100Saat frekuensi bernilai 50 Hz, nilai Vo yaitu
Saat frekuensi bernilai 50 Hz, nilai Vo yaitu –– 28 mV. 28 mV.
Bode Plot Bode Plot
Bentuk bode plot magnitude diatas seharusnya Bentuk bode plot magnitude diatas seharusnya dapat membentuk band stop filter karena rangkian dapat membentuk band stop filter karena rangkian yang digunakan adalah rangkaian resonansi paralel yang digunakan adalah rangkaian resonansi paralel sehingga pada saat frekuensi resonansi, besarnya sehingga pada saat frekuensi resonansi, besarnya tegangan output yaitu yang paling minimum dan tegangan output yaitu yang paling minimum dan pada nilai frekuensi lainnya nilai tegangan output pada nilai frekuensi lainnya nilai tegangan output berapda diatas nilai tegangan saat frekuensi berapda diatas nilai tegangan saat frekuensi resonansi. Namun karena beberapa factor seperti resonansi. Namun karena beberapa factor seperti factor koreksi nilai kapasitor dan inductor, factor koreksi nilai kapasitor dan inductor, ketelitian alat ukut dan lain-lain, bentuk band stop ketelitian alat ukut dan lain-lain, bentuk band stop filter tersebut belum dapat teramati secara filter tersebut belum dapat teramati secara sempurna.
sempurna.
Selanjutnya dilakukan hal yang sama untuk Selanjutnya dilakukan hal yang sama untuk rangkaian seperti pada gambar 8. Didapatkan rangkaian seperti pada gambar 8. Didapatkan frekuensi resonansi yang sama yaitu 16.589 kHz. frekuensi resonansi yang sama yaitu 16.589 kHz.
F Tegangan F Tegangan
0.01 0.01 fc fc 12 12 mV mV 0000 0 0 50 50 100 100 150 150 200 200 250 250 300 300 0.01 0.01 Fc Fc F FL L 00..11FFc c FFc c 110 0 FFc c FFH H 110000 Fc Fc V V o o m m a a x x ( ( m m V V ) ) Frekuensi (kHz) Frekuensi (kHz)Magnitude
Magnitude
0 0 45 45 90 90 0.01 0.01 Fc Fc F FL L 00..11FFc c FFc c 110 0 FFc c FFH H 11000 0 FFcc F F a a s s a a ( ( d d e e g g r r e e e e s s ) ) Frekuensi (kHz) Frekuensi (kHz)Fasa
Fasa
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro–– STEI ITB STEI ITB 11
0 0 F FLL(108.9 (108.9 Hz) Hz) 112 112 mV mV 52.13652.13600 0.1 0.1 fc fc 24 24 mV mV 909000 Fc Fc 160 160 mV mV ~ ~ 0000 10 10 fc fc 24 24 mV mV 0000 F FHH(42.89 (42.89 kHz) kHz) 112 112 mV mV 58.10958.10900 100 100 fc fc 16 16 mV mV 909000
Saat frekuensi bernilai 50 Hz, nilai Vo yaitu 4.8 mV Saat frekuensi bernilai 50 Hz, nilai Vo yaitu 4.8 mV Bode Plot
Bode Plot
Bentuk bode plot magnitude diatas seharusnya Bentuk bode plot magnitude diatas seharusnya dapat membentuk band pass filter karena rangkian dapat membentuk band pass filter karena rangkian yang digunakan adalah rangkaian resonansi seri yang digunakan adalah rangkaian resonansi seri sehingga pada saat frekuensi resonansi, besarnya sehingga pada saat frekuensi resonansi, besarnya tegangan output yaitu yang paling maksimum dan tegangan output yaitu yang paling maksimum dan pada nilai frekuensi lainnya nilai tegangan output pada nilai frekuensi lainnya nilai tegangan output berapda dibawah nilai tegangan saat frekuensi berapda dibawah nilai tegangan saat frekuensi resonansi. Namun karena beberapa factor seperti resonansi. Namun karena beberapa factor seperti factor koreksi nilai kapasitor dan inductor, factor koreksi nilai kapasitor dan inductor, ketelitian alat ukut dan lain-lain, bentuk band pass ketelitian alat ukut dan lain-lain, bentuk band pass
filter tersebut belum dapat teramati secara filter tersebut belum dapat teramati secara sempurna
sempurna
5.
5. K K ESIMPULANESIMPULAN
Dari percobaan didapatkan kesimpulan : Dari percobaan didapatkan kesimpulan :
.Pada rangkaian RLC dengan sumber AC.Pada rangkaian RLC dengan sumber AC
dapat terjadi resonansi yaitu saat nilai dapat terjadi resonansi yaitu saat nilai reaktansi/susptansi sama dengan 0 reaktansi/susptansi sama dengan 0 sehingga impedansi total adalah jumlah sehingga impedansi total adalah jumlah hambatan dari resistor.
hambatan dari resistor.
Pada rangkaian resonansi seri XL = XC,Pada rangkaian resonansi seri XL = XC,
sedangkan pada rangakaian resonansi sedangkan pada rangakaian resonansi paralel YL= YC. (X = reaktansi, Y = paralel YL= YC. (X = reaktansi, Y = suseptansi)
suseptansi)
Resonansi seri terjadi saat tegangan outputResonansi seri terjadi saat tegangan output
bernilai maksimum sedangkan resonansi bernilai maksimum sedangkan resonansi paralel terjadi saat tegangan output benilai paralel terjadi saat tegangan output benilai minimum
minimum
Pada rangkaian resonansi seri paralelPada rangkaian resonansi seri paralel
terdapat 2 frekuensi resonansi, yang terdapat 2 frekuensi resonansi, yang pertama berasal dari frekuensi resonansi pertama berasal dari frekuensi resonansi pada rangkian seri dan yang kedua berasal pada rangkian seri dan yang kedua berasal dari frekuensi resonansi pada rangkaian dari frekuensi resonansi pada rangkaian paralel.
paralel.
D
D AFTAR AFTARPPUSTAKA USTAKA
Mervin T Hutabarat,
Mervin T Hutabarat, Praktikum RangkaianPraktikum Rangkaian Elektrik
Elektrik, Laboratorium Dasar Teknik Elektro, Laboratorium Dasar Teknik Elektro ITB,Bandung, 2014. ITB,Bandung, 2014. http://labdasar.ee.itb.ac.id/lab/EL2101%20- %20Rangkaian%20Elektrik/2013- 2014/Bahan%20Kuliah%20(2011-2012)/Percobaan%206.pdf 2012)/Percobaan%206.pdf ,, [1]. [1]. http://listrikonly.blogspot.com/2011/03/reshttp://listrikonly.blogspot.com/2011/03/res onansi-pada-rangkaian-ac.html
onansi-pada-rangkaian-ac.html,, 14 November 14 November 2014, 9:46 am. 2014, 9:46 am. [2]. [2]. http://labdasar.ee.itb.ac.id/lab/EL2101%20- http://labdasar.ee.itb.ac.id/lab/EL2101%20- %20Rangkaian%20Elektrik/2013- 2014/Bahan%20Kuliah%20(2011-2012)/Percobaan%206.pdf
2012)/Percobaan%206.pdf ,, 14 November 14 November 2014, 08:00 am 2014, 08:00 am 0 0 50 50 100 100 150 150 200 200 0.01 0.01 Fc Fc F FL L 00..11FFc c FFc c 110 0 FFc c FFH H 11000 0 FFcc V V o o m m a a x x ( ( m m V V ) ) Frekuensi (kHz) Frekuensi (kHz)