• Tidak ada hasil yang ditemukan

tugas sejarah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "tugas sejarah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1. Jelaskan bagaimana peranan Sriwijaya dan Majapahit dalam proses integrasi antarpulau pada masa Hindu-Buddha!

Kekuatan besar Nusantara yang memiliki kekuatan integrasi secara politik selalu dihubungkan dengan kebesaran Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kekuatan integrasi secara politik di sini maksudnya adalah kemampuan kerajaan-kerajaan tersebut dalam menguasai wilayah-wilayah yang luas di Nusantara di bawah kontrol publik di bawah pengawasan dari kerajaan-kerajaan tersebut. Dengan demikian, pengintegrasian antar pulau secara lambat laun mulai terbentuk.

2. Buatlah peta jaringan perdagangan pada masa Sriwijaya dan masa Majapahit! Peta jaringan perdagangan pada masa Sriwijaya dan masa Majapahit

(2)

3. Komoditas apa yang menarik bagi kaum pedagang untuk mendatangi pelabuhan yang ada Kepulauan Indonesia? Bandingkan dengan perdagangan saat ini, komoditas apakah yang diminati dalam perdagangan Indonesia?

Komoditas penting yang menarik bagi kaum pedagang ialah rempah-rempah, seperti kayu manis, cengkih dan pala. Hal ini yang membuat kaum pedagang

berdatangan ke pelabuhan-pelabuhan yang ada di Kepulauan Indonesia. Sedangkan pada masa kini, komoditas yang menarik bagi para pedagang dari luar negeri untuk mendatangi pelabuhan di Indonesia ialah komoditas kelapa sawit yang ada dan dibududayakan di Pekanbaru, Riau. Selain kelapa sawit, yang menjadi komoditas penting bagi Indonesia ialah kakao.

4. Carilah pelabuhan yang terdekat dengan kota yang ada di sekitar daerah tempat tinggalmu. Bagaimanakah menurut pendapatmu tentang pelabuhan itu?

Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi), pelabuhan ini menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Akses melalui pelabuhan ini merupakan jalan utama untuk menuju Pulau Bali. Pelabuhan ini sangat ramai terutama pada hari-hari besar, seperti hari-hari menjelang Lebaran. Selain terdapat kapal yang mengangkut orang sebagai transportasi penghubung Pulau Jawa - Bali,

(3)

di pelabuhan ini juga terdapat kapal tongkang yang digunakan untuk mengangkut komoditas minyak bumi dari Pulau Jawa ke Pulau Bali.

5. Di atas kita telah membahas tentang peran laut pada masa Hindhu-Buddha. Apa pendapatmu tentang peran laut pada saat ini bagi Negara Indonesia? Peran laut bagi Negara Indonesia pada masa kini, antara lain:

*) Sarana Transportasi

Laut bagi bangsa Indonesia bukanlah sebagai pemisah melainkan sebagai pemersatu bangsa. Melalui jalur laut lah, bangsa Indonesia bertransportasi ke luar pulau. Melalui jalur laut juga, sebagian besar keperluan bangsa Indonesia diangkut. Oleh karena itu, laut benar-benar menjadi sarana transportasi bagi Negara Indonesia.

*) Sumber Pangan

Laut Indonesia juga berfungsi sebagai sumber pangan terutama protein hewani dalam bentuk ikan dan hasil laut lainnya. Bangsa Indonesia mampu mengekspor ikan dan hasil-hasil laut lainnya ke mancanegara. Indonesia juga berhasil dalam mengembangkan usaha perikanan, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor.

*) Pertambangan

Laut juga termasuk wilayah pertambangan yang sangat potensional bagi bangsa Indonesia. Salah satu hasil tambang terpenting yang dihasilkan dari laut Indonesia ialah minyak bumi dan gas bumi yang sudah diekspor ke mancanegara.

*) Rekreasi dan Pariwisata

Sebagai sebuah negara tropis, panorama laut Indonesia sangat luar biasa indah dan dapat dijadikan pusat wisata bahari sehingga dapat menambah devisa negara. Contohnya saja Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara dan Wakatobi di Sulawesi Tengah.

*) Bahan Baku Obat-Obatan

(4)

dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan obat-obatan herbal. Ekstrak dari berbagai jenis tumbuhan dan hewan itu sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, baik untuk mengobati maupun mencegah berbagai macam

(5)

Pada saat itu Majapahit dan Sriwijaya adalah kerajaan terbesar di Indonesia, mereka menyebarkan produk-produknya atau hasil bumi menuju pulau-pulau

terdekat melalui kapal-kapal, kerajaan-kerajaan tersebut juga menerima kapal-kapal asing untuk pertukaran barang, jasa, budaya, ilmu pengetahuan. Sehingga kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menjadi kerajaan yang menjadi pesohor dalam

perkembangan kepulauan Indonesia.

2. Peran laut di Indonesia tentu saja sangat berpengaruh dalam segala hal. Bidang ekonomi: Indonesia menjadi tujuan kapal2 untuk singgah.

Bidang perikanan, wilayah Indonesia yang pada dasarnya negara kepulauan, membuatnya menjadi penghasil ikan yang produktif.

(6)

Peranan pelayaran dan

perdagangan antarpulau dalam

proses integrasi

Pelayaran dan perdagangan antarpulau di kawasan Nusantara merniliki peran penting dalam proses integrasi bangsa Indonesia. Peranan tersebut dapat dilihat pada tiga hal penting. Seperti yang akan diuraikan berikut ini.

1) Menghubungkan Penduduk Satu Pulau Dengan Lainnya.

Dengan adanya pelayaran dan perdagangan antarpulau, terjadilah hubungan antar penduduk satu pulau dengan pulau lainnya. Penduduk di ujung

Nusantara bagian timur bisa berhuburtgan dengan penduduk yang tinggal di ujung Nusantara bagian Barat. Penduduk kota-kota pelabuhan di pulau Nusantara sebelah selatan, seperti Jawa dan Nusa Tenggara, bisa berhubungan dengan penduduk yang berada di kota-kota pelabuhan

Nusantara bagian utara, seperti Aceh, Malaka, Makasar, dan lain-lain. Dengan jalur hubungan pelayaran dan perdagangan tersebut, maka tidak ada pulau atau daerah di Indonesia yang terisolasi atau tidak pernah berhubungan dengan penduduk yang berasal dari daerah lainnya.

Dalam pelayaran dan perdagangan, laut memegang peranan yang sangat penting. Laut digunakan sebagai jalan bebas harnbatan yang bisa digunakan oleh penduduk pulau mana pun. Dengan demikian, laut Nusantara dan selat-selat yang memisahkan pulau-pulau bukan merupakan pemisah atau

pembatas penduduk yang tinggal di satu pulau dengan penduduk yang tingggal di pulau lainnya. Laut merupakan jalan penghubung sekaligus sebagai pemersatu penduduk yang tinggal di kepulauan Nusantara.

(7)

abad 15- 16 sebenarnya telah dirintis sejak zaman prasejarah dan diteruskan oleh zaman kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha. Walaupun tidak diketahui dengan pasti bagaimana pelayaran zaman prasejarah, kedatangan bangsa Austronesia ke kepulattan Nusantara bukan melalui darat, karena sejak 4000 tahun yang lalu kepulauan Nusantara sudah terpisah dari daratan Asia. Diduga bahwa kedatangan bangsa tersebut menggunakan jalur laut.

Dengan demikian, sejak zaman prasejarah bangsa Indonesia memiliki tradisi bahari, yaitu tradisi kehidupan masyarakat yang menggunakan laut sebagai sarana kehidupan. Bagi masyarakat bahari, laut merupakan bagian dari

kehidupan mereka. Laut digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber kehidupan, jalur pelayaran, dan perdagangan.

Pada zaman Hindu dan Budha, pelayaran dan perdagangan Nusantara sudah mulai ramai dirintis oleh kerajaan Sriwijaya. Sriwijaya adalah kerajaan

maritim, pelayaran antarpulau merupakan kegiatan ekonomi terpenting. Pada zaman kerajaan ini, terdapat pelabuhan-pelabuhan penting, seperti,

Palembang, Kampar, Indragiri, Sunda Kelapa dan lain-lain.

Melalui pelabuhan-pelabuhan tersebut, terjadi hubungan pelayaran dan perdagangan. Pada zaman Majapahit, hubungan antarpulau lebih ramai lagi terutama setelah Gajah Mada mengeluarkan konsepsi Nusantara melalui Sumpah Palapanya. Untuk mengaplikasikan penyatuan Nusantara tersebut tentu diperlukan adanya ekspedisi dari pusat kerajaan Majapahit ke pusat pemerintahan lokal yang ingin disatukannya.

Sebaliknya, dari kerajaan-kerajaan kecil Nusantara yang telah ditaklukkan dikirim upeti ke pusat kerajaan Majapahit yang juga dilakukan melalui jalan laut. Dengan demikian, melalui kegiatan politik dan perdagangan pada zaman kerajaan Hindu-Budha, terjadilah hubungan antarpulau dan antarpenduduk di wilayah Nusantara.

Dengan masuknya pengaruh Islam, maka pelayaran dan perdagangan Nusantara mengalami kejayaan. Pada zaman ini, terjadi hubungan antara penghasil barang dagangan dengan pusat-pusat penjualan barang dagangan. Kota-kota pelabuhan Nusantara menjadi pusat pertemuan pedagang yang datang dari berbagai pulau dan memiliki latar belakang budaya berbeda-beda. Pedagang Islam di kawasan Nusantara bagian barat bukan hanya berdagang di pelabuhan-pelabuhan Nusantara sebelah barat melainkan juga ke timur. Demikian juga sebaliknya, para pedagang dari Ambon, Ternate, Tidore dan Makasar, Banjarmasin, dan lain-lain berlayar dan berdagang di pelabuhan-pelabuhan Nusantara barat seperti Pasai, Malaka, Banten, Sunda Kelapa, Gresik, dan lain-lain. Para pedagang Jawa yang berdagang di Banten

memperoleh barang dagangan berupa rempah-rempah dari Maluku. Demikian juga para pedagang dari Ternate, Tidore, dan Makasar mengangkut beras dari

(8)

Jawa dan menjualnya di pelabuhan-pelabuhan Nusantara Timur.

2) Proses Percampuran dan Penyebaran Budaya Satu Daerah Terhadap Daerah Lainnya.

Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511, sebagian kegiatan perdagangan Nusantara dialihkan ke Aceh, Banten, Makasar, Gresik, dan lain-lain. Di kota-kota tersebut, seperti halnya di Malaka sebelum 1511, terjadi pertemuan antara berbagai suku bangsa. Dari pertemuan itu, terjadilah

pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan adat-istiadat yang berbeda-beda. Dengan datangnya bangsa Portugis, Spanyol, kemudian disusul oleh Belanda terjadi hubungan yang lebih erat di antara para pedagang Nusantara. Eratnya hubungan tersebut dibuktikan dengan semakin ramainya

pelabuhan-pelabuhan Nusantara setelah jatuhnya Malaka.

Tampaknya, adanya monopoli perdagangan Portugis di Malaka menyebabkan solidaritas pedagang Nusantara lebih meningkat. Semakin ramainya

pelabuhan-pelabuhan Nusantara tersebut menunjukkan bahwa mereka lebih memilih berdagang dengan sesama suku bangsa di Nusantara, daripada dengan bangsa lain.

3) Percepatan Proses Integrasi Bangsa

Masuknya bangsa Barat (Eropa) di kawasan Nusantara yang memaksakan monopoli perdagangan, berpengaruh terhadap proses integrasi bangsa sejak abad ke-16. Hal ini disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, melalui perdagangan antarpulau pada zaman kejayaan Islam terjadi pertukaran budaya, pengalaman, dan pengetahuan yang berasal dari

pedagang yang memiliki latar belakang etnis berbeda-beda tersebut. Mereka melihat bahwa terdapat persamaan di antara mereka, seperti, agama yang dianut, budaya, bentuk fisik , dan warna kulit. Mereka melihat bahwa

pedagang Nusantara memiliki persamaan. Persamaan tersebut semakin terasa setelah dibandingkan dengan agama, warna kulit, dan bentuk fisik pedagang Barat.

Kedua, perasaan sama di antara mereka semakin meningkat setelah sama-sama dirugikan oleh pendatang Barat melalui politik monopoli, pembatasan, kekerasan, dan kelicikan. Dengan demikian, timbullah solidaritas di antara para pedagang Nusantara untuk menghadapi kekuatan pedagang asing tersebut. Walaupun secara politis hal itu tidak dibuktikan dalam tindakan perlawanan bersama, perasaan solidaritas telah memperkuat aspek ideologis atau moral bahwa monopoli, pemaksaaan kehendak, kekerasan, dan

kelicikan pedagang Barat harus dilawan. Perkembangan historis dalam aspek pelayaran dan perdagangan tersebut berpengaruh terhadap proses integrasi bangsa.

(9)

Secara historis, dapat dikatakan bahwa konsep bangsa ditandai dengan adanya persamaan dalam hal budaya, sistem kepercayaan, adat istiadat, dan kepentingan bersama. Para pedagang Nusantara memiliki kepentingan

bersama untuk mengambil perannya kembali di bidang perdagangan setelah kejayaan mereka diruntuhkan oleh kelicikan dan monopoli dagang bangsa Eropa. Sikap fair (wajar) berupa persaingan bebas dan terbuka melalui laut Nusantara ternyata disalahgunakan oleh pedagang Barat. Sikap solidaritas sebagai satu bangsa, timbul setelah mereka memiliki kepentingan bersama untuk menghadapi monopoli dan kelicikan padagang asing tersebut.

Walaupun secara politis baru terwujud pada abad ke-20 (17 Agustus 1945), konsepsi bangsa yang terintegrasi sudah dirintis melalui perkembangan historis pelayaran dan perdagangan sejak abad ke-16.

Referensi

Dokumen terkait

Pada fase kedua ini, Islam semakin tersosialisasi dalam masyarakat Nusantara dengan mulai terbentuknya pusat kekuasaan Islam. Pada akhir abad ke-13, kerajaan Samudera Pasai

Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad ke-13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya Agama Islam ke Nusantara terjadi sebelumnya yaitu abad ke-7 M

Pada era dominasi kolonialisme dan dominasi negara-negara Eropa di dunia Islam dengan memonopoli perdagangan, jaringan Islam Nusantara dengan para pedagang Islam (kususnya

Masuknya islam ke indonesia melalui jalur perdagangan yang terjadi pada abad ke 7-15M yang berasal dari daerah gujarat, india.. Adapula yang mengatakan islam datang keindonesia

Tasawuf mulai masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia dan tasawuf mengalami banyak perkembangan itu ditandai dengan banyaknya berkembang ajaran tasawuf

Kedatangan pedagang-pedagang muslim seperti halnya yang terjadi dengan perdagangan sejak zaman Samudra Pasai dan Malaka yang merupakan pusat kerajaan Islam yang