1
Durability
Legend of Seven Animals
I
“Durability sudah mati! Bersama semangatnya... Durability sudah hancur, bersama keyakinannya untuk menjadi lebih baik. Buktikan satu hal yang membuat kami percaya bahwa Durability masih ada!”
Tantangan ini menjadi berita yang dipermasalahkan dalam tahun-tahun terakhir Marstars dan ketujuh dewan penyandang gelar akademis.
Baru saja kemarin mereka masuk sekolah ini, Marstars Senior High School, sekarang mereka sedang berada dalam satu permasalahan rumit tentang dunia.
“Louis! Apa saja yang termasuk jaringan tumbuhan?”tanya seorang pria kurus tinggi berkacamata yang arogan dan menyebalkan, suka menjatuhkan siswanya dan senang melihat mereka kesulitan dalam pelajaran sekolah.
“Jaringan saraf!”
“Tolong jangan asal bicara, Nak Louis!!! Kau kurang ajar pada gurumu!” “Jaringan pengangkut!”
“Lalu?”
“Jemputan, angkot, termasuk alat angkut yang baik...” HAHAHAHAHAHA tawa satu kelas mengisi ruangan kelas. “Keluar kamu!!! Anak kurang ajar!”
“Baik...”Louis tersenyum dan berdiri, berjalan meninggalkan kelas. Louis meninggalkan bangkunya.
Louis Mutura, seorang pria yang tinggi, tampan, murah senyum, dan agak tidak sopan. Sifatnya yang unik, kontras dari fisiknya itu membuat ia dibenci sekaligus disegani teman-temannya. Merasa hidupnya statis dan biasa-bisa saja, ia sering membuat keributan,
Ia berjalan keluar dan turun ke lantai satu lalu berjalan kearah luar sekolah sampai seorang gadis berambut panjang dengan pakaian rapi, rambut hitam panjang mencegatnya,
2
Louis diam saja, menunduk.
Gadis itu mengangkat kepala Louis yang mencoba membuang muka,
“Kalau kamu begini terus, kalau kamu melawan guru, kalau kamu memberontak terus, kapan kamu bisa maju?”tanyanya lembut.
“Aku ngga perlu maju, aku bosan hidup! Kenapa sih aku dilahirkan begini? Dulu waktu mama masih sehat semuanya baik, lalu setelah semuanya begini, rumah kita hancur, Kakak mencoba memonopoli semua yang aku punya, ini ngga adil!”seru Louis menghindari kakaknya.
Gadis itu memeluknya,
“Kakak ngga bermaksud menyalahkan kamu, kakak hanya mau melindungi kamu, tetapi kamu harus kuat! Kamu sendiri yang bisa mengatasi masalah yang ada dalam dirimu. Kakak yakin kelak kamu bisa jadi pemimpin, kamu anak cerdas. Waktu SD, kamu tidak setertutup ini!”
“Kak, salahku dimana??? Aku bosan sekolah, aku mencoba dikeluarkan tetapi ngga pernah bisa, kenapa sih Kakak selalu membela aku? Biarin aja aku keluar sekolah biar orang-orang ngga ada yang memaki aku pemuda tampan dan cerdas lagi. Sakit, Kak! Ketampanan dan kecerdasan ini diturunkan dari lelaki seperti seorang ayah, ayah kita yang membuang keluarganya sendiri! Seperti ini Kak...”
Gadis itu mulai meneteskan air matanya dan mengusap kepala adiknya.
Louis pernah bertemu wakasek kesiswaan dan sudah diancam dikeluarkan,
“Sekali lagi Anda bersikap kurang ajar terhadap guru, silakan anda keluar! Atau Anda mau sekarang saja? Silakan Anda kemasi barang-barang Anda dan keluar dengan baik-baik daripada saya yang menyeret Anda keluar, saya rasa itu akan lebih menyakitkan!”
“Baik, saya keluar! Kenapa ngga dari dulu usir saya, Pak?”Louis ngedumel sambil membuang wajah dari sang wakasek. “KELUAR!”ulang sang wakasek.
Lalu gadis itu datang dan berlutut pada wakasek,
“Pak, jangan Pak... tolong... jangan! Bapak sangat baik, saya tahu.. Bapak bijak.. tolong Pak, jangan!!” Sang wakasek hanya diam.
Masuklah sosok pria berjubah, dengan kumisnya dan tubuh gemuk besar,
“Nak Louis, kembali ke kelasmu, duduk manis, belajar dengan baik. Naiklah!”katanya sabar. Louis tak memberontak dan langsung bergegas naik setelah pria itu datang.
“Terima kasih banyak Pak Kepala Sekolah. Terima kasih atas pengertian Anda!”kata sang kakak menyalami pak kepala sekolah.
“Bagi saya, Anda sudah memberi kontribusi terbaik bagi sekolah ini, Nak Cenna. Anda adalah anak cerdas dan hampir 10% piala di ruangan saya adalah milik Anda. Adik Anda, berbeda! Saya mengerti bahwa guncangan berat itu akan sulit dihadapi dan tidak selamanya orang kuat untuk berada di atas, terkadang hidup ini harus seimbang supaya bermakna.
3
Ketidakadilan dalam hidup Louis, biasa untukmu, tapi ia tidak sekuat Anda, berikan semangat pada adikmu! Dia butuh semangat!”
“Saya undur diri dulu Pak... terima kasih banyak!” Pak kepala sekolah mengangguk.
“Pak, saya tidak habis pikir kakaknya sangat baik, adiknya bisa seperti itu...”kata wakasek kesiswaan yang tinggi kurus, dan berkulit gelap dengan kacamatanya yang terus melorot.
“Bukan sesuatu yang mengherankan, Pak Vireno. Pemberontak dari sanguinis biasanya baik, hanya caranya yang salah... mari, masih banyak kerjaan yang harus kita selesaikan! Lupakan anak itu, untuk saat ini.”
Louis duduk sendiri di bawah pohon dan makan dari kantin, lalu seorang gadis berambut agak pendek kemerahan, kulitnya putih dan bermata biru duduk disampingnya,
“Kau nampak murung...”katanya sambil menyentuh wajah Louis dengan tangannya yang lembut. “Apa urusanmu?”tanya Louis dingin.
“Hei, kau idola kan? Kenapa idola sepertimu hidupnya susah? Dari dulu aku selalu ingin jadi idola tapi tak bisa sepertimu.”
“Christa Nadia, sang wakil ketua OSIS, wakil terbaik Christor Ryan yang amat dipuja, kau datang untuk memberikanku suatu sindiran, ejekan? Kau idola, cantik! Kau pasti mau menyalahkanku karena aku tidak mau menjadi pacarmu,”Louis tetap berkata dingin.
“Dulu saat kita masih bersama, aku suka senyumanmu, kau nampak tampan. Tapi... semakin hari kudengar kau makin punya banyak masalah, makin stres dengan ketidakhadiran ibumu. Kau membesar-besarkan masalahmu sendiri!”
“Berisik sekali kau ini, saat SD kau adalah anak kesayangan, anak emas, sahabat yang baik untuk banyak orang. Kau mana mengerti perasaanku?”
“Hei, plis deh Louis sayang, kamu yang terlalu sombong untuk tidak mau menyapaku, aku tahu setiap seluk beluk hidupmu dan aku berharap masih bisa sayang sama kamu, tapi mana mungkin? Aku sudah punya pacar kau tahu, kamu dulu begitu sombong, sekarang saja kamu down karena kamu tidak punya semangat lagi seperti dulu. Hidup kamu statis!”
Louis menatap Christa penuh kebencian,
“Kamu ngga pernah tahu, dibalik semua lawakanku, semua leluconku, semua gurauan dan perlawananku, aku butuh seseorang yang bisa selalu menguatkan aku. Aku yakin suatu hari aku bisa berubah, jadi orang yang lebih baik, jadi sahabat yang baik, bahkan lelaki yang baik buat kamu, tetapi itu sudah berlalu! Kau tahu? Hidupku statis karena kamu!”
Christa tak bisa berkata apapun, lalu meninggalkan Louis dibawah pohon itu dan kembali pada pria yang terus memandanginya sambil tersenyum dari tadi,
4
“Ngga apa-apa, aku ngerti kok, dia mantanmu dan kalian masih belum bisa menghilangkan perasaan itu kan? Suatu hari kamu pasti akan lupa, ayo naik!”kata si pria merangkul Christa.
Pria itu gagah, berkulit putih pucat kebiruan, rambutnya panjang, atletis, dan berkharisma, sungguh sosok yang sempurna untuk ketua OSIS Marstars.
Louis hanya tersenyum menatap kepergian Christa. Di dalam lubuk hatinya gadis itu tetap menempati ruang yang paling istimewa dalam hatinya,
“Andai aku bisa mengulang waktu...”ujarnya dalam hati.
Christa memang pernah menjadi gadis yang paling istimewa di hatinya dan Louis sangat menyesal mencampakkan gadis itu di masa lalu, alasannya dipendamnya dalam-dalam. Di balik setiap kegelisahannya, Louis harus mengaku bahwa hatinya hancur setelah sang kekasih meninggalkannya sekarang dan hidup jauh lebih bahagia dengan sang ketua OSIS yang paling dibencinya.
***
Di sisi lain sekolah itu, ada dua sahabat baik yang diam-diam menjadi dua orang yang terlibat dengan masalah Louis secara tak langsung suatu saat, Keiko Mikazuki dan Cinthia Theresia, dua sahabat baik dari kelas sosial dan sains. Kedua sahabat ini sama-sama cantik, menarik, dan disukai banyak teman-temannya. Bedanya Keiko ini gadis Jepang yang seksi berambut panjang dan suka menggoda sedang Cinthia berwajah manis, mungil, berwibawa, dan nampak cerdas.
Saat itu Keiko sedang berjalan bersama Cinthia,
“Keiko, sebenernya kapan papa kamu pulang?”tanya Cinthia.
“Papaku jarang pulang Cin, dia adalah orang yang sangat sibuk walau sangat menyayangi aku dan mamaku. Papamu sendiri?”tanya Keiko.
“Papi sih baik banget, hanya saja ia juga sibuk dalam pekerjaannya, ia pulang paling sekitar 2 minggu sekali dan ia selalu mengajakku bermain kalau ia pulang. Papi dan mami sangat sibuk, maklum mereka amat dibutuhkan di dunia sains peneliti.”
“Wah Cin, wajar sih, kamu kan pinter banget. Fisika sama kimia kamu 100 kan?” “Ah, lebai! Cuma 87 kok...”Cinthia mencubit lengan Keiko.
“Ok, eh kamu kenal cowo basket yang namanya Tadller ga?”
“Hmmm... siapa ya? Kamu tahu dari siapa?”tanya Cinthia menerawang. “Ngga! Cuma...”
“Kamu naksir ya?”Cinthia menunjuk Keiko. “Ngga kok!”seru Keiko menyangkal.
5
Namun wajah Keiko berubah jadi merah,
“Iya ih... hahahahaha mukamu merah! Ya udah nanti aku bantuin, tapi kasih tau dulu yang mana anaknya.” “Ngga, ih.. eh!”
“Halah salting, hahahahahaha!”
Eugenus Tadller adalah seorang remaja yang sangat tertutup, ia menganggap sekolah adalah tempat yang menakutkan. Sebenarnya ia adalah anak yang cerdas, tapi ia takut pada pelajaran, hal ini membuat ia menjadi sosok yang amat tertutup dan tidak mau bergaul dengan banyak orang.
“Sebuah ketakutan akut akan menjadikan kamu sosok yang lemah..”kata sang ayah yang duda sambil memebereskan barang menyambut putranya yang pulang sekolah.
“Pap, bagaimana caranya supaya aku jangan nampak lemah dihadapan orang lain?”
“Sampai kapanpun, kamu tidak bisa menghilangkan eksistensimu dihadapan orang lain. Carilah teman! Seorang manusia harus bergaul, itu yang membedakan manusia dari ayam dan anjing. Kamu jangan seperti katak dalam tempurung yang hidup hanya sekedar hari ini takut, besok lebih takut. Setidaknya jangan seperti ayahmu yang dianggap pecundang di masa mudanya ini...”
Tadller adalah anak yang pemalu dan hal ini diketahui banyak guru dan bahkan menjadi sorotan tajam. Hal ini akan mempengaruhi kepribadiannya secara menyeluruh, dan ini menjadi sorotan guru Bimbingan Konselingnya.
“Tadller, ada yang suka sama kamu tuh...”goda gadis-gadis di kelasnya.
Ya, Tadller berbeda! Mungkin secara fisik ia gagah dan atletis, wajahnya imut tetapi kepribadiannya tidak sekuat itu.
Di suatu koridor ruangan anak kelas satu, ada beberapa orang yang berkumpul,
“Dulu ada seorang pria yang mampu menjamah anak setertutup Tadller sekalipun,”kata temannya mengamati dari jauh, rambutnya botak dan tatapannya tajam.
“Siapa?”tanya teman-teman lain.