• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN TANGGA DAN LATIHAN SKIPING TERHADAP KEMAMPUAN LARI 60 METER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 03 LAWANG KIDUL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN TANGGA DAN LATIHAN SKIPING TERHADAP KEMAMPUAN LARI 60 METER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 03 LAWANG KIDUL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN TANGGA DAN LATIHAN SKIPING TERHADAP KEMAMPUAN LARI 60 METER

SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 03 LAWANG KIDUL

Oleh:

Asnat Purba1, Hastari Mayrita2, Martinus2

Dosen Universitas Bina Darma22 dan Mahasiswa Universitas Bina Darma1 Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 12 Palembang

Pos-el: Asnat.purba@yahoo.co.id, Mayrita@binadarma.ac.id , Martinus@binadarma.ac.id

Abstract: This study aims to determine the effect of exercise up and down stairs and exercise skiping the ability to run 60 meters at the Elementary School Students 03 Lawang Kidul. This research uses experimental research with data collection in the form of a test run of 60 meters. The sample in this research is the students of class V SD Negeri 03 Lawang Kidul totaling 20 students. The results of this study can be concluded that: (1) It turns thitung greater than ttable, or 5.418> 1.86. Then H0 rejected and Ha accepted, meaning that there is significant influence between exercise up and down the stairs towards the running speed of 60 meter class V students of SD Negeri 03 Lawang Kidul. (2) Turns thitung greater than ttable, or 3.609> 1.86. Then H0 rejected and Ha accepted, meaning that there is significant influence between exercise skipping the running speed of 60 meter class V students of SD Negeri 03 Lawang Kidul. (3) The calculation of the difference of the t-test in both the experimental group is 5.418 to 3.609 = 1.809. From the difference between the two groups can be concluded that exercise up and down the stairs greatly affect the running speed class V students of SD Negeri 3 Lawang Kidul Muara Enim.

Abstrak : Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh latihan naik turun tangga dan latihan skiping terhadap kemampuan lari 60 meter pada Siswa SD Negeri 03 Lawang Kidul. Penelitian ini menggunakan Penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa tes lari 60 meter. Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Ternyata thitung lebih besar dari ttabel, atau 5,418 > 1,86. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara latihan naik turun tangga terhadap kecepatan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul. (2) Ternyata thitung lebih besar dari ttabel, atau 3,609 > 1,86. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara latihan skipping terhadap kecepatan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul. (3) Perhitungan selisih kedua uji t pada kedua kelompok eksperimen yaitu 5,418 - 3,609 = 1,809.

(2)

PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 Pasal 1 menyebutkan bahwa keolahragaan nasional adalah keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perkembangan olahraga. Adapun Tujuan dari keolahragaan nasional menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 Pasal 4 yang berbunyi “keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa”.

Menurut Mardiana, dkk. (2011: 1.35) menjelaskan bahwa Olahraga adalah aktivitas jasmani yang berbentuk perlombaan atau pertandingan untuk memperoleh prestasi yang tinggi, kemenangan dan rekrteasi. Peraturan didalam olahraga adalah baku, yang telah ditetapkan dan disepakati oleh para pelakunya.

Atletik merupakan salah satu cabang dalam olahraga. Atletik juga masuk dalam bidang pendidikan formal yaitu sebagai bagian dari pendidikan jasmani. Atletik, merupakan aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Gerakan-gerakan dalam atletik antara lain adalah jalan, lari lompat, dan lempar. Di samping itu atletik berpotensi mengembangkan keterampilan gerak dasar. Atletik juga berpotensi sebagai landasan penting bagi

penguasaan keterampilan teknik cabang olahraga.

Salah satu cabang olahraga atletik adalah nomor lari. Lari terdiri dari tiga nomor, yaitu lari jarak pendek, menengah dan lari jarak jauh. Dalam penelitian ini peneliti fokus pada lari jarak pendek (sprint). Jarak tempuh pada lari jarak pendek terdiri dari 30 meter, 40 meter, 50 meter dan 60 meter. Pada lari jarak 60 meter sudah dilaksanakan dalam pendidikan normal (SD, SMP, dan SMA). Lari adalah frekuensi langkah yang dipercepat sehingga pada waktu berlari ada kecenderungan badan melayang. Lari cepat merupakan lari yang dilakukan mulai dari garis start hingga garis finish dengan kecepatan maksimal, yaitu melangkah selebar dan secepat mungkin. Lari 60 meter termasuk katergori lari sprint karena merupakan lari jarak pendek.

Pada lari jarak 60 meter sangat dibutukan kekuatan dan kecepatan. Karena semakin cepat maka semakin baik kemampuan lari seseorang. Oleh sebab itu untuk memperoleh hasil yang maksimal pada lari 60 meter dibutukan kemampuan dan latihan yang tepat. Pembinaan prestasi khususnya dalam atletik nomor lari haruslah dimulai sejak usia dini. Oleh sebab itu atletik nomor lari sudah dilaksanakan pada tingkat Sekolah Dasar.

Berdasarkan pengamatan pada siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Lawang Kidul, khususnya pada nomor lari 60 meter rata-rata masih rendah karena masih terdapat kelemahan terutama kekuatan dan kecepatan yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, diperlukan latihan-latihan yang sesuai untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan.

Untuk mengetahui hasil latihan yang baik dan efektif perlu dilakukan

(3)

penelitian tentang meningkatkan kecepatan lari 60 meter. Pada kesempatan ini penulis akan meneliti tentang latihan naik turun tangga dan skipping dengan metode penelitian eksperimen yang tujuannya adalah untuk meningkatkan hasil kecepatan lari. Diharapkan dengan memiliki kecepatan lari dan didukung teknik yang baik maka siswa dapat memperoleh hasil yang juga akan lebih baik.

Hal ini sesuai dengan skripsi dari Andri Botutihe (2015) yang berjudul “Pengaruh Latihan Side Jump Sprint Terhadap Lari Cepat 60 Meter Pada Siswa Putra SMP Negeri 4 Gorontalo.” Dalam penelitian ini di peroleh hasil pengujian data pre test dan post test menunjukan harga thitung sebesar 3,08, sedangkan dari daftar distribusi memperoleh harga tdaftar sebesar 2,093. Ternyata harga thitung lebih besar dari tabel/daftar atau harga thitung daftar telah berada diluar daerah penerimaan Ho, sehingga Ha diterima dan tidak menerima Ho. Jadi dapat disimpulkan Side Jump Sprint memiliki pengaruh Terhadap Lari Cepat 60 Meter Pada Siswa Putra SMP Negeri 4 Gorontalo.

Sedangkan dalam penelitian Norma Martina (2013) yang berjudul “Pengaruh Latihan Plyometric Menggunakan Skipping dan Lompat Gawang Terhadap Power Tungkai Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMP Negeri 7 Pekalongan.” Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan satu variabel bebas, yaitu: latihan plyometric dengan latihan skipping dan latihan lompat gawang (X) dan satu variabel terikat, yaitu: power tungkai (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putri peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 7 Pekalongan, yang berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

terdapat pengaruh latihan plyometric dengan skipping dan lompat gawang terhadap power tungkai siswa peserta ekstrakurikuler bolavoli SMP Negeri 7 Pekalongan. Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya nilai thitung paired samples t test sebesar 3,901 yang lebih besar dari ttabel yaitu 2,093 (3,901>2,093), dan signifikasi hitung paired samples t test sebesar 0,001<0,05, dan hasil penghitungan mean posttest sebesar 22.80 yang lebih besar dari mean pretest yang memiliki nilai sebesar 22.15, (22.80>22.15), sehingga Ho= Hipotesis Nihil ditolak dan Ha= Hipotesis Alternatif diterima.

Dari hasil observasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa kemampuan siswa dalam kecepatan lari jarak pendek 60 meter belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari keikutsertaan siswa SD Negeri 03 Lawang Kidul yang selalu mengikuti kejuaran O2SN tapi masih belum memperoleh prestasi yang baik. Oleh sebab itu diperlukan latihan untuk dapat meningkatkan kecepatan lari 60 meter siswa SD Negeri 03 Lawang Kidul. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin meneliti tentang “Pengaruh Latihan Naik Turun Tangga dan Latihan Skiping Terhadap Kemampuan Lari 60 Meter Siswa SD Negeri 03 Lawang Kidul” dengan harapan dapat memberikan pengetahuan baru tentang metode untuk meningkatkan hasil kecepatan lari.

Atletik merupakan induk dari semua cabang olaharaga, hal ini dikarenakan di dalamnya terdapat semua unsur gerak yang ada pada semua cabang olahraga. Selain itu pula cabang olahraga ateltik berisikan latihan fisik yang lengkap menyeluruh dan mampu memberikan kepuasan kepuasan kepada manusia atas terpenuhinya dorongan

(4)

nalurinya untuk bergerak, namun tetap mematuhi suatu disiplin dan aturan main.

Menurut M. Djumijar (2004: 12) Atletik merupakan salah satu mata pelajaran Pendidikan Jasmani yang wajib diajarkan kepada para siswa mulai tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat Sekolah Lanjutan tingkat Atas, sesuai dengan surat keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0413/U/87. Bahkan di beberapa perguruan tinggi, atletik ditawarkan sebagai salah satu mata kuliah dasar umum. Sedangkan bagi mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil, tak terkecuali, di Sekolah Luar Biasa pun mata pelajaran atletik merupakan mata pelajaran yang wajib diberikan kepada para siswanya.

Atletik yang kita kenal saat ini tergolong sebagai cabang olahraga yang paling tua di dunia. Gerakan-gerakan dasar yang terkandung dalam atletik sudah dilakukan sejak adanya peradaban manusia di muka bumi ini. Bahkan gerak tersebut sudah dilakukan sejak manusia dilahirkan yang secara bertahap berkembang sejalan dengan tingkat perkembangan, pertumbuhan dan kematangan biologisnya, mulai dari gerak yang sangat sederhana sampai pada gerak yang sangat kompleks (Bahagia, dkk, 2000: 2).

Menurut Karyadi (2007: 33) mengatakan bahwa atletik adalah cabang olahraga yang terdiri atas 4 nomor lomba yaitu, jalan, lari, lompat dan lempar. Keempatnya merupakan dasar-dasar gerak dari semua cabang olahraga. Oleh karena itu atletik atletik disebut dengan mother of sport, yaitu ibu atau induk dari cabang olahraga.

Menurut Bahagia, dkk (2000: 113) bahwa nomor-nomor perlombaan atletik kelompok umur yang disarankan untuk lari 60 m kelompok umur putra

11-12 tahun sedangkan kelompok umur putri 10-13 tahun. Unsur-unsur tersebut biaasanya ditemukan pada tingkat sekolah dasar kelas atas. Untuk setiap umur yang berbeda akan menempuh jarak yang berbeda. Hal ini menyesuaikan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan pelari.

Lari adalah frekuensi langkah yang dipercepat sehingga pada waktu berlari ada kecenderungan badan melayang. Artinya pada waktu lari kedua kaki tidak menyentuh tanah sekurang-kurangnya satu kaki tetap menyentuh tanah (M. Djumijar, 2004: 13).

Start adalah suatu persiapan awal seorang pelari akan melakukan gerakan lari. Untuk nomor jarak pendek star yang dimpakai adalah start jongkok (Crouch Start). Tujuan utama start dalam lari jarak pendek adalah untuk mengoptimalisasikan pola lari percepatan. Aba-aba lari sprint meliputi bersedia, siap, ya atau “door” bunyi pistol.

Gambar 2.1 Posisi Start Jongkok Lari Jarak Pendek

(Sumber: Asian Briliant and SmartSukses, 2014)

Pengertian latihan yang berasal dari kata practice adalah aktivitas untuk meningkatkan keterampilan (kemahiran) berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraga (Sukadiyanto, 2005: 5). Sedangkan menurut Bompa (1994: 4) latihan adalah upaya seseorang mempersiapkan dirinya 7

(5)

untuk tujuan tertentu. Pelatih harus mempunyai pengetahuan yang luas tentang efek-efek latihan seperti pengembangan kondisi fisik yang dipengaruhi oleh tipe latihan dan beban latihan yang diberikan, serta lamanya waktu yang diberikan.

Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara “sistematis” untuk mencapai mutu prestasi maksimal dengan diberi beban fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat, dan “berulang-ulang” waktunya. Sistematis tersebut di atas artinya proses pelatihan dilaksanakan secara teratur, terencana menggunakan pola dan sistem tertentu, metodis, berkesinambungan dari sederhana menuju yang komplek, dari yang mudah ke yang sulit, dari yang sedikit ke yang banyak, dan sebagainyaSedangkan berulang-ulang yang dimaksudkan di atas artinya setiap gerakharus dilatih secara bertahap dan dikerjakan berkali-kali agar gerakayang semula sukar dilakukan, kurang koordinatif menjadi semakimudah, otomatis, reflektif gerak menjadi efisien (Djoko Pekik Irianto, 2002: 11).

Latihan naik turun tangga adalah metode latihan untuk melatih kekuatan otot kaki. Latihan naik turun tangga merupakan salah satu dari latihan plyometric, di mana menurut Chu (2000: 81) playometric merupakan latihan khusus yang melatih otot-otot untuk menghasilkan kekuatan maksimum dengan lebih cepat.

Latihan playometric bermanfaat untuk meningkatkan reaksi syaraf otot, keeksplosifan, kecepatan dan kemampuan untuk membangkitkan gaya (tenaga) kearah tertentu. Latihan playometric akan mendapatkan hasil yang baik jika dilakukan dengan sempurna dan intensitas tinggi, intensitas dicirikan

dengan kualitas penampilan. Hal ini menunjukkan derajat kerja per unit waktu. Perubahan fisiologis (yang berkenaan dengan fungsi organ tubuh) dan psikologis hanyalah mungkin terjadi apabila latihan dilakukan secara intensif.

Gambar 2.2 Latihan Naik Turun Tangga (Sumber: Septiani Ashari, 2015)

Menurut Surya (2010: 3) lompat tali dikenal dengan istilah rope skipping. Skipping adalah suatu aktivitas yang menggunakan tali dengan kedua ujung tali dipegang dengan kedua tangan lalu diayunkan melewati kepala sampai kaki sambil melompatinya. Menurut Gallagher (2006: 99) lompat tali atau skipping adalah suatu bentuk latihan CV (Cardio Vaskuler) yang sangat baik karena dapat menjadikan sebuah latihan yang sangat berat dan dapat meningkatkan daya tahan dan kecepatan.

Gambar 2.3 Latihan Skipping (Sumber: A. Fathoni, 2014)

(6)

METODE PENELIAN

Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Agung dan Syaifullah (2011: 8) penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas pertama (X1) dalam penelitian ini adalah naik turun tangga dan variabel bebas kedua (X2) yaitu skipping. Sedangkan untuk variabel terikatnya (Y) adalah kemampuan lari 60 meter.

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan November 2016 dan dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 03 Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim

Menurut Agung dan Syaifullah (2011: 59) menjelaskan secara umum populasi diartikan sebagai seluruh anggota kelompok yang telah ditentukan karakteristinya dengan jelas, baik itu kelompok orang, objek, benda atau kejadian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul yang berjumlah 20 siswa.

Menurut Suharsismi Arikunto (2006: 131) bahwa sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Lebih lanjut Suharsimi Arikunto (2006: 134) mengenai besar kecilnya sampel dari jumlah populasi, kalau jumlah subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil 10-15% atau lebih tergantung dari waktu, tenaga, dan biaya.

Berdasarkan penjelasan di atas, kerena populasi kurang dari 100 maka

teknik sampel dalam penelitian ini dinamakan penelitian populasi atau total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul yang berjumlah 20 siswa.

Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisis Uji-t (t-test). Berdasarkan data yang diperoleh, teknik pengolahan data menggunakan uji-t yaitu dengan membandingkan nilai rerata dari hasil pretest – posttest (sebelum dan sesudah perlakuan) dengan sampel yang sama dimaksud untuk mengetahui pengaruh semua variabel bebas terhadap variabel terikat. (Suharsimi Arikunto, 2006: 299). Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

[ ] √ √∑

Keterangan:

MD = Mean dari deviasi (d) antara pretest dan posttest

Σd 2

= Jumlah defiasi kuadrat dari pasangan

N = Jumlah pasangan subyek (Suharsimi Arikunto, 2006: 306). Teknik Pengumpulan Data

Suharsimi Arikunto (2006: 222) “Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang standar”. Observasi digunakan untuk mengamati kemampuan lari 60 meter pada siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya (Suharsimi Arikunto,

(7)

2006: 158). Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang ada di sekolah berupa, profil sekolah, proses pelaksanaan dalam penelitian, dan hasil penelitian.

Suharsimi Arikunto (2006: 150) tes adalah “Serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”. Tes yang akan digunakan untuk mengukur kemampuan lari 60 meter diambil dari Nurhasan (2001: 152).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 03 Lawang Kidul Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim yang beralamat di Jl. Lingga Raya No. 23 Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul yang berjumlah 20 siswa. Setelah diketahui jumlah sampel kemudian sampel dibagi menjadi dua kelompok untuk diberikan perlakuan yang berbeda. Pembagian kelompok sampel dilakukan dengan Ordinal Pairing.

Pembahasan

Dalam penelitian ini peneliti memiliki hipotesis penelitian yaitu: 1. Ada pengaruh latihan naik turun

tangga terhadap kemampuan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

2. Ada pengaruh latihan Skipping terhadap kemampuan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

Pada kelompok naik turun tangga hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara latihan

naik turun tangga terhadap kecepatan lari 60 meter siswa Kelas V SD Negeri 3 Lawang Kidul. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t sebesar 5,418. Berdasarkan perhitungan diatas, α = 0,05 dan n = 10, uji satu pihak, dk = n – 2. Jadi dk = 10 – 2 = 8, sehingga diperoleh ttabel = 1,86. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel, atau 5,418 > 1,86. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara latihan naik turun tangga terhadap kecepatan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

Sedangkan pada kelompok skipping hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara latihan skipping terhadap kecepatan lari 60 meter siswa Kelas V SD Negeri 3 Lawang Kidul. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t sebesar 3,609. Berdasarkan perhitungan diatas, α = 0,05 dan n = 10, uji satu pihak, dk = n – 2. Jadi dk = 10 – 2 = 8, sehingga diperoleh ttabel = 1,86. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel, atau 3,609 > 1,86. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara latihan skipping terhadap kecepatan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh simpulan sebagai berikut.

1. Nilai t hitung kelompok latihan naik turun tangga sebesar 5,418. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel, atau 5,418 > 1,86. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara latihan naik turun tangga terhadap kecepatan lari 60 meter

(8)

siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

2. Nilai t hitung kelompok latihan skipping sebesar 3,609. Ternyata thitung lebih besar dari ttabel, atau 3,609 > 1,86. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara latihan skipping terhadap kecepatan lari 60 meter siswa kelas V SD Negeri 03 Lawang Kidul.

Berdasarkan hal di atas, dapat dikatakan bahwa latihan naik turun tangga dan latihan skipping dapat meningkatkan kecapatan lari 60 m pada siswa Sekolah Dasar. Setelah dilakukan latihan terhadap dua kelompok berbeda, diketahui bahwa kelompok latihan naik turn tangga lebih baik dibandingkan dengan kelompok latihan skipping.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang dapat diambil, ada beberapa saran yang perlu disampaikan, yaitu :

1. Bagi siswa agar lebih giat berlatih untuk meningkatkan kecepatan lari sehingga dapat meraih prestasi khususnya lari cepat 60 meter yang maksimal.

2. Bagi pembina, pelatih dan guru pendidikan jasmani, agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pemikiran dalam rangka membina dan melatih para siswanya untuk melakukan latihan dengan menekankan pada peningkatan kecepatan lari, agar dengan peningkatan itu para siswa atau atlet dapat melakukan kecepatan lari yang optimal. Bahkan dalam rangka seleksi atau pemilihan atlet dapat dilakukan melalui seleksi kecepatan lari

serta memperhatikan postur tubuh dan fisik yang dimiliki oleh atlet yang bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA

Agung Sunarno dan R. Syaifullah D. Sihombing. 2011. Metode Penelitian Keolahragaan. Surakarta: Yuma Pustaka.

Arsil dan Aryadie Adnan. 2010. Evaluasi Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Malang: Wineka Media.

AsianBriliant and SmartSukses. 2014. Teknik Dasar Start Jongkok. (

Blog-artike-pendidikan.blogspot.co.id/2014/1

2/teknik-start-jongkok-dan-lari-jarak.html?m=1), diunduh 16

Oktober 2016.

Bahagia Yoyo, Ucup Yusuf & Adang Suherman. 2000. Atletik. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Bompa, T. O., 1994. Theory and Methodology of Training I (The Key to Athletics Performance) 3nd ed. Toronto : Kendall/H Publishing Company.

Chu D. A. 2000. Jumping into Plyometrics. Illinois: Human Kinetics. Djoko Pekik Irianto. 2002. Dasar

Kepelatihan. Yogyakarta: FIK UNY. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Yogyakarta.

(9)

Gallagher Chrissie. 2006. Skipping. (http://.ChrissieGallagherblogspot

.com/2006//), diunduh 16 Oktober

2016.

Karyadi et al., 2007. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Widya Utama.

Khomsin. 2005. Atletik 1.Semarang UNS Press

M. Djumijar. 2004. Gerak Dasar Atletik Dalam Bermain. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Mardiana Ade, Purwadi, Wira Indra Satya. 2011. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: Universitas Terbuka.

Muhyi Faruq. 2009. Tujuan Lompat Tali.

(http://MuhyiFaruq.blogspot.com/

2010//), diunduh 16 Oktober

2016.

Nurhasan. 2001. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani Olahraga prinsip-prinsip dan penerapannya. Jakarta Pusat: Direktorat Jenderal Olahraga, Depdiknas.

Sugiyono. 2010. Metode dan Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta. ... 2010. Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sukadiyanto. 2005. Pengantar Teori Metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta: Fakultas ilmu Keloahragaan. Universitas Negeri Yogyakarta.

Surya Bayu. 2010. Skipping.

(http://bayumuhammad.blogspot.c

om/2010//), diunduh 16 Oktober 2016.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011.. Hubungan Antara Panjang Tungkai terhadap Kecepatan Lari Cepat 60 Meter Siswa Kelas IV, V di SD N Serutsadang dan SDN Pulorejo 02 Pati Tahun

Erwin. PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN LARI DENGAN JARAK TETAP DAN JARAK BERTAHAP TERHADAP KEMAMPUAN LARI 40 METER PADA SISWA PUTRA KELAS IV DAN V SD NEGERI GUMPANG 1

sprint diatur jaraknya yaitu 50 meter. Sedangkan metode latihan psrint training merupakan bentuk latihan kecepatan menempuh jarak 50-60 meter yang dilakukan dengan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Ada perbedaan pengaruh antara metode latihan acceleration sprint dan repetition sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada

Hipotesis yang berbunyi “Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi langkah, panjang langkah, dan power tungkai dengan kemampuan lari 60 meter pada siswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran gerak dasar lari terhadap hasil belajar lari jarak pendek 40 meter siswa kelas V SD Negeri

Simpulan yang dapat ditarik dalam penelitian yaitu : terdapat pengaruh latihan lari dengan tahanan terhadap kecepatan lari sprint 100 meter siswa anggota

Abstract: Hubungan Kecepatan Reaksi Kaki, Kekuatan Tungkai dan Keseimbangan dengan Kemampuan Lari 60 Meter Pada Siswa Kelas VI SDN NO. Penelitian ini adalah penelitian