• Tidak ada hasil yang ditemukan

Vol. 9, No. 2, Maret 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Vol. 9, No. 2, Maret 2021"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Maret 2021 eISSN 2657- 0998

208

Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akidah Akhlak Materi

Adab Islami Terhadap Tetangga dengan Metode Cooperative Script pada

Siswa Kelas Ix.2 MTsN Blangkejeren Kecamatan Blangkejeren

Kabupaten Gayo Lues

Ruhana

Kementerian Agama, Madrasah Tsanawiah Negeri Blangkejeren Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan prestasi belajar akidah

akhlak melalui metode pembelajaran cooperative script pada siswa kelas IX.2

MTsN Blangkejeren. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah Apakah metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak materi materi adab islami terhadap tetangga pada siswa kelas IX.2 MTsN Blangkejeren tahun pelajaran 2016/2017? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi materi adab islami terhadap tetangga melalui metode Cooperative Script pada siswa kelas IX.2 MTsN Yasinta Blangkejeren Tahun Pelajaran 2016/2017. penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tekhnik pengumpulan data ini menggunakan metode observasi, metode dokumentasi, danmetode tes. Subjek penelitian ini adalah siswa IX.2 MTsN Blangkejeren sebanyak 25 siswa. Dari hasil penelitian ini menujukkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas 9 MTsN Blangkejeren pada pra siklus 68,80, siklus I 78,60, siklus II.87,60. Sedangkan untuk presentase ketuntasan klasikal pada pra siklus 36%, siklus I 72%, dan di siklus II 92%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan prestasi belajar Akidah Akhlak materi materi adab islami terhadap tetangga. pada siswa kelas IX.2 MTsN Blangkejeren tahun pelajaran 2016/2017.

Kata Kunci: metode pembelajaran, cooperative script, prestasi belajar. PENDAHULUAN

Pendidikan adalah kebutuhan pokok manusia sebagai tuntutan atas fitrah manusia itu sendiri yang selalu berproses, belajar, mendewasakan diri dan memajukan kehidupannya. Apalagi pendidikan merupakan salah satu barometer kemajuan suatu bangsa, maka Pendidikan adalah faktor yang sangat menentukan bagi kemajuan peradaban bangsa dan terlaksananya suatu tujuan hidup yang dicita-citakan suatu bangsa. Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Dengan demikian maka

(2)

209 pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu mencetak generasi berkarakter, berakhlak mulia, cerdas dan trampil serta mampu memenuhi kebutuhan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pendidikan merupakan sistem dan proses pembelajaran untuk mengembangkan peserta didik, maka lembaga pendidikan formal baik sekolah maupun madrasah sebagai ujung tombak sistem pendidikan nasional mempunyai peranan yang sengat penting dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan nasional sebagaimana yang telah dirumuskan dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Keberhasilan pendidikan di lembaga pendidikan formal tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Sampai saat ini masih ditemukan beberapa lembaga pendidikan yang kurang maksimal dalam mengelola faktor-faktor keberhasilan pendidikan sehingga prestasi belajar peserta didik masih jauh dari yang diharapkan. Salah satu faktor pentingnya adalah metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Subrata (2008:228) mengatakan bahwa masalah mengajar adalah masalah setiap orang dalam mengajar oleh karena itu sangatlah dibutuhkan berbagai metode untuk proses pembelajaran.

Menurut Wina Sanjaya (2008:128) metode diartikan sebagai cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya penyajian materi pelajaran kepada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran semakin tepat metode yang digunakan maka semakin efektif dan efisien kegiatan pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa sehingga dapat menunjang dan menghantarkan pada keberhasilan pembelajaran (Darmansyah, 2010:5). Maka jelaslah bahwa penggunaan metode pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran yang berimplikasi pada keberhasilan pembelajaran.

Metode pembelajaran merupakan suatu alat ekstrinsik dalam kegiatan pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat belajar dan meningkatkan pemahaman materi pembelajaran. Suatu metode pembelajaran yang baik dan tepat adalah ketika pemilihan dan penerapannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, baik dari segi keadaan siswa, suasana kelas, materi pembelajaran, minat belajar, media pembelajaran maupun kemampuan guru dalam menguasai metode yang dipakai.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara terhadap proses dan hasil pembelajaran mata pelajaran Akidah Akhlak kelas IX.2 MTsN Blangkejeren diketahui bahwa prestasi belajar siswa kurang maksimal. Hal ini terlihat dari hasil ulangan harian dua bab terakhir dan ulangan tengah semester (UTS) semester ganjil kelas IX.2 MTsN Blangkejeren tahun pelajaran 2016/2017 siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) nilai 75 kurang dari 50% siswa. Dengan memperhatikan proses pembelajaran Akidah Akhlak di kelas IX.2 MTsN Blangkejeren dan pentingnya penggunaan metode yang

(3)

210

tepat dalam kegiatan pembelajaran, maka peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang kurang maksimal tersebut disebabkan karena metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran monoton dan kurang bervariasi sehingga para siswa banyak yang bosan, tidak memperhatikan dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Melihat pada hasil temuan tersebut, maka diperlukan inovasi, kreatifitas dan terobosan baru dalam menerapkan metode pembelajaran Akidah Akhlak pada siswa kelas IX.2 MTsN Blangkejeren. Sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki prestasi belajar siswa, peneliti berpendapat bahwa pendekatan kolaboratif dengan menggunakan metode Cooperative Script pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas IX.2 materi adab islami terhadap tetangga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa adalah pembelajaran dengan metode Cooperative Script. Metode ini dapat meningkatkan daya ingat siswa pada materi yang telah di peroleh sebelumnya, dapat pula mempermudah meningkatkan kreativitas siswa karena kreatifitas siswa merupakan kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data dan informasi yang sudah ada. Cooperative Script adalah salah satu strategi pembelajaran dimana siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan dalam mengikhtisarkan bagian- bagian materi yang dipelajari (Lambiotte, dkk, dalam Miftahul Huda, 2014:213). Dengan metode ini semua peserta didik akan lebih aktif dan mempunyai semangat untuk memahami materi karena semua peserta didik dituntut untuk bekerja sama secara berpasangan dan saling menyampaikan pemahaman materi secara bergantian.

Berdasar dari uraian di atas peneliti bermaksud melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suharsini Arikunto, dkk. (2007:58) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelasnya. Judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI ADAB ISLAMI TERHADAP TETANGGA DENGAN

METODE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS IX.2 MTsN

BLANGKEJEREN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan Metode Cooperative Script dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak materi adab islami terhadap tetangga pada siswa kelas IX.2 MTsN Blangkejeren tahun pelajaran 2016/2017

METODELOGI PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian bertempat di MTs Negeri Blangkejeren. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September s.d. Nopember tahun 2016 yang terbagi menjadi beberapa teknis penelitian. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas IX.2 MTsN Blangkejeren tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 20 siswa. Langkah-langkah dalam Penelitian tindakan

(4)

211 kelas ini terdiri dari empat tahapan pada setiap siklusnya, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Data dikumpulkan menggunakan Tes, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa Soal tes pada setiap siklus, dan lembar observasi peserta didik, dan lembar observasi guru.

Pengumpulan data dilakukan selama proses penelitian berlangsung. Data tentang sikap peseta didik dan sikap guru dalam kegiatan pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi. sedangkan data prestasi belajar diambil dengan memberikan tes kepda peserta didik pada setiap siklus.

Data yang dianalisa adalah data pengamatan partisipasi peserta didik dan prestasi belajar siswa yang diperoleh selama berlangsungnya penelitian tindakan kelas yang berupa data observasi dan nilai tes pada setiap akhir siklus. Sebagaimana bentuk penelitian ini maka teknik analisis data adalah mencari ketuntasan belajar pada setiap siklus.

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan membandingkan antara skor nilai tiap siklus dengan KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yakni sebesar 75. Oleh karena itu setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya atau mencapai KKM jika nilai perolehan siswa ≥ 75. Sebaliknya siswa dikatakan belum tuntas belajarnya atau belum mencapai KKM jika nilai perolehan siswa < 75. Selanjutnya, untuk menentukan akhir perbaikan melalui siklus-siklus digunakan tolok ukur kriteria ketuntasan klasikal. Adapun KKL yang dipilih sebesar 85% (Trianto, 2009: 241). Analisa data dalam penelitian ini di lakukan dengan menggunakan analisis dan refleksi dalam setiap siklusnya berdasarkan hasil penelitian. Analisis dalam kegiatan belajar menggunakan data lembar pengamatan guru dan siswa dan analisa data menggunakan prestasi belajar yang di peroleh dari hasil tes siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Pra Siklus

Kegiatan pra siklus merupakan kegiatan awal untuk memulai Penelitian tindakan kelas (PTK). Kegiatan pra siklus dilaksanakan pada tanggal 11 November 2016 dengan mengamati secara langsung kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak di kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren dengan meteri adab islami terhadap tetangga yang dilaksanakan oleh Ibu Ruhana, S.Ag. selaku Guru Mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Negeri Blangkejeren.

Dalam observasi pra siklus diketahui bahwa kegiatan pembelajaran kurang aktif, guru menggunakan metode ceramah yang monoton dan hanya terjadi komunikasi satu arah meskipun pada akhir pembelajaran juga dilakukan tanya jawab namun kurang efektif karena banyak siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru. Dalam kegiatan pembelajaran tidak terjadi komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik, akibatnya banyak peserta didik yang malah asyik ngobrol, kurang bersemangat dan ada beberapa yang ngantuk, dan hasil evaluasinyapun masih banyak yang belum memenuhi KKM yang ditetapkan, yaitu nilai 75. Hal ini dikarenakan metode dan strategi pembelajaran yang digunakan monoton dengan metode ceramah yang kurang bervariasi

(5)

212

Deskripsi Pelaksanaan Siklus I

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Siklus I dilaksanakan dengan tahapan dan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Perencenaan

a. Merencanakan proses pelaksanaan siklus I dan menentukan waktu pelaksanaannya. b. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai pedoman dalam

pemebelajaran.

c. Merencanakan materi pembelajaran Akidah Akhlak tentang Adab Islami Terhadap Tetangga dengan menerapkan metode pembelajaran Cooperative Script. d. Menyusun lembar pengamatan guru dan lembar pengamatan peserta didik dalam

kegiatan pembelajaran.

e. Menyiapkan instrument soal untuk evaluasi pembelajaran materi adab islami terhadap tetangga.

2. Pelaksanaan

Siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18 November 2016 pada jam pelajaran ke 5-6 dimulai pukul 10:15 WIB di ruang kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren.

Pelaksanaan tindakan ini dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Kegiatan Awal

1) Guru mengecek kesiapan kelas.

2) Guru mengucapkan salam dan memulai kegiatan dengan doa bersama dipimpin oleh salah satu siswa.

3) Guru mengabsensi kehadiran siswa. 4) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

5) Guru memberikan ulasan kembali terhadap materi yang dipelajari sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

1) Peserta didik diberikan penjelasan mengenai mekanisme kegiatan pembelajaran.

2) Peserta didik dibagi kedalam dua kelompok sesuai posisi tempat duduk. 3) Masing-masing kelompok diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memahami sub pembahasan yang telah ditentukan.

4) Peserta didik dari masing masing kelompok saling berpasangan satu sama lain dalam satu bangku untuk bertukar pemahaman dan informasi.

5) Guru memberi penjelasan atas materi yang dipelajari bersama.

6) peserta didik memperoleh konfirmasi dan umpan balik atas materi yang telah dipelajari bersama.

c. Kegiatan Akhir

1) Guru memberikan kesimpulan tentang materi pembelajaran. 2) Guru memberikan evaluasi tentang materi pembelajaran.

3) Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. 4) Guru menutup pembelajaran dengan salam dan do‟a bersama.

(6)

213 Kegiatan pengamatan dalam siklus I adalah observasi pelaksanaan pembelajaran. Observasi dilakukan terhadap guru dan peserta didik kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren yang dilakukan oleh Peneliti dengan berdasarkan lembar observasi yang telah disiapkan. Adapun hal- hal yang diamati adalah kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran dan partisipasi peserta didik, antara lain; keaktifan, semangat, tangung jawab, perhatian siswa dan nilai hasil evaluasi.

4. Refleksi

Refleksi adalah kegiatan utnuk mengemukakan kembali apa yang telah dilakukan. Refleksi juga sering disebut dengan istilah “memantul”.

Dalam hal ini, Peneliti seolah memantukan pengalamanya ke cermin, sehingga tampak jelas penglihatanya, baik kelemahan dan kekuranganya (Suyadi, 2010:64). Dari tindakan kelas pada siklus I didapatkan keberhasilan kegiatan sebagai berikut:

a. Peserta didik terlihat antusias dan bersemangat mengikuti kegitan pembelajaran dengan metode Cooperative Script.

b. Semua peserta didik mempunyai peran yang membuat mereka aktif selama kegiatan pembelajaran.

c. Pembagian peran dan pemasangan peserta didik berjalan lancar dan tertib karena berpasangan dengan teman sebangku.

d. Hasil evaluasi meningkat lebih baik dibandingkan hasil evaluasi pra siklus. Pada siklus I terdapat kenaikan jumlah peserta didik yang memenuhi KKM yaitu sebanyak 18 peserta didik atau mengalami kenaikan sebesar 36% sehingga secara keseluruhan sebanyak 72% peserta didik telah tuntas memenuhi KKM.

Pada siklus I selain ditemukan beberapa keberhasilan juga terdapat beberapa kekurangannya, antara lain;

a. Guru belum sepenuhnya menguasai dan nyaman menerapkan metode Cooperative

Script.

b. Peserta didik kurang memahami intruksi/petunjuk kegiatan yang dijelaskan oleh guru.

c. Beberapa peserta didik kurang cekatan dalam memulai kegiatan sehinga waktunya menjadi kurang efisien

d. Sebagian peserta didik kurang bertanggung jawab terhadap perannya sendiri dalam kegiatan pembelajaran.

e. Ada beberapa peserta didik yang masih kurang percaya diri dalam menjelaskan materi kepada pasangan belajarnya.

Keberhasilann dan kekurangan yang ditemukan pada siklus I ini ditindak lanjuti dalam siklus II, adapun yang menjadi faktor keberhasilan akan dipertahankan dan ditingkatkan. Sedangkan untuk menyikapi kekurangan pada siklus I, Peneliti memberikan bebrapa solusi sebagai berikut;

(7)

214

a. Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan guru mengenai penerapan metode Cooperative Script pada siklus selanjutnya.

b. Penjelasan mengenai petunjuk kegiatan disampaikan kepada peserta didik dengan lebih jelas sehingga peserta didik tidak ada lagi yang masih bingung memahami intruksi/petunjuk kegiatan.

c. Pasangan belajar peserta didik yang masih bingung dan tidak segera memulai kegiatan, didampingi dan dijelasan kembali oleh guru.

d. Guru harus lebih aktif dan mengecek masing-masing pasangan peserta didik sehingga semua peseta didik bertanggung jawab terhadap materi dan peran yang didapatkannya.

e. Siswa diberi waktu yang cukup untuk memahami materi dan menanyakan kepada guru mengenai materi yang menjadi tanggungannya sehingga dalam menjelaskan kepada pasangannya lebih mantap dan percaya diri serta penjelasannya di terima dengan baik oleh partnernya.

Deskripsi Pelaksanaan Siklus II

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Siklus II merupakan penelitian lanjutan untuk melakukan perbaikan terhadap siklus I. Berdasarkan hasil refleksi terhadap siklus I, siklus II dilaksanakan dengan tahapan dan langkah- langkah sebagai berikut:

1. Perencenaan

a. Merencanakan proses pelaksanaan siklus II dan menentukan waktu pelaksanaannya. b. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai pedoman

pemebelajaran pada siklus II.

c. Merencanakan materi pembelajaran Akidah Akhlak tentang adab islami terhadap tetangga dengan menerapkan metode pembelajaran Cooperative Script

d. Menyusun lembar pengamatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran e. Menyiapkan instrument soal untuk evaluasi pembelajaran materi adab islami

terhadap tetangga.

2. Pelaksanaan

Siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 November 2016 pada jam pelajaran ke 5-6 dimulai pukul 10:15 WIB di ruang kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren.

Pelaksanaan tindakan ini dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Kegiatan Awal.

1). Guru mengecek kesiapan kelas

2). Guru mengucapkan salam dan memulai kegiatan dengan doa bersama dipimpin oleh salah satu siswa

3). Guru mengabsensi kehadiran siswa 4). Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

(8)

215 b. Kegiatan Inti

1). Peserta didik diberikan penjelasan mengenai mekanisme kegiatan pembelajarn 2). Peserta didik dibagi kedalam dua kelompok sesuai posisi tempat duduk.

3). Masing-masing kelompok diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memahami sub pembahasan yang telah ditentukan.

4). Peserta didik dari masing-masing kelompok saling berpasangan satu sama lain dalam satu bangku untuk bertukar pemahaman dan informasi

5). Peserta didik bergantian pasangan dengan kelompok lain dan sekali lagi bertukar pemahaman dan informasi.

6). Guru memberi penjelasan atas materi yang dipelajari bersama.

7). P eserta didik memperoleh konfirmasi dan umpan balik atas materi yang telah dipelajari bersama.

c. Kegiatan akhir

1) Guru memberikan kesimpulan tentang materi pembelajaran. 2) Guru memberikan evaluasi tentang materi pembelajaran.

3) Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. 4) Guru menutup pembelajaran dengan salam dan do‟a bersama.

3. Pengamatan

Kegiatan pengamatan pada siklus II dilakukan selama proses pembelajaran untuk memperoleh data berkaitan dengan prestasi belajar peserta didik kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren dengan metode Cooperative Script pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi adab islami terhadap tetangga. Pengamatan dilakukan terhadap guru dan seluruh peserta didik dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Aspek yang diamtai dalam siklus II sama sebagaimana pada siklus sebelumnya, yaitu; kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran, antara lain: keaktifan, semangat, tanggung jawab dan perhatian peserta didik.

4. Refleksi

Setelah melaksanakan tindakan pengamatan dalam pembelajaran di dalam kelas, selanjutnya diadakan refleksi dari tindakan yang dilakukan. Dalam kegiatan siklus II didapatkan informasi sebagai sebagai berikut;

a. Guru sudah menguasai dan nyaman menerapkan metode pembelajaran

Cooperative Script.

b. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode Cooperative Script ini berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan.

c. Seluruh peserta didik bersemangat dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung.

d. Hampir semua pesrta didik berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

(9)

216

e. Seluruh peserta didik bertanggungjawab dan mampu menjalankan perannya dengan baik dalam kegiatan pembelajaran dengan metode Cooperative Script. f. Peserta didik percaya diri dan mantap dalam memahami materi yang dipelajari

bersama.

g. Pelaksanaan siklus II berlangsung dengan baik dan berhasil mencapai indikator keberhasilan ketuntasan klasikal.

Pada siklus II peserta didik telah berhasil mencapai nilai rata-rata kelas 87,60 sehingga meningkat lebih baik dari siklus sebelumnya. Tingkat ketuntasan klasikal mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan dengan siklus I, sehingga pada siklus II ini telah memenuhi indikator keberhasilan karena sebesar 92% peserta didik sudah tuntas memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Berdasarkan hasil capaian belajar pada siklus II, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II telah berhasil, karena ada peningkatan prestasi belajar peserta didik secara berturut-turut pada tiap siklusnya dan telah mencapai indikator keberhasilan tindakan kelas. Dengan demikian, maka tindakan cukup dihentikan sampai pada siklus II karena telah berhasil dengan baik

Analisis Data Hasil Penelitian Prasiklus

Pada kegiatan pembelajran pra siklus, observasi terhadap kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kategori sedang dengan total skor 68.

Hasil observasi terhadap partisipasi peserta didik dalam pembelajaran pra siklus menunjukkan bahwa peserta didik belum berpartisipasi secara maksimal dalam proses pembelajaran dan prestasi belajarnya pun masih cukup rendah. Peserta didik yang aktif hanya 20%, semangat 32%, tanggung jawab 44% dan peserta didik yang memperhatikan 60%.

Dari hasil analisis data prasiklus juga diketahui bahwa hanya sebagian kecil peserta didik yang tuntas, yaitu 9 peserta didik dari 25 total peserta didik atau sebesar 36% peserta didik dengan nilai rata-rata kelas 68,60.

Siklus I

Pada kegiatan pembelajran siklus I, observasi terhadap kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan, yakni mencapai skor nilai 76 sehingga termasuk dalam kategori baik.

Hasil observasi terhadap tingkat partisipasi peserta didik pada kegiatan pembelajaran siklus I menunjukkan bahwa keaktifan dan semangat peserta didik dalam pembelajaran mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan pada kegiatan pra siklus, keaktifan meningkat sebenyak 72% menjadi 92% dan semangat peserta didik mengalami peningkatan sebanyak 48% menjadi 80% sedangkan tangung jawab meningkat sebanyak 8% menjadi 52% dan perhatian peserta didik meningkat sebanyak 12% menjadi 72%.

(10)

217 Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran pada siklus I terbilang cukup efektif. Hal ini terlihat dari hasil nilai evaluasi yang mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan saat pra siklus. Nilai rata-rata kelas pada pra siklus adalah 68,60 meningkat menjadi 78,60 pada siklus I. Peserta didik yang tuntas sebanyak 18 orang atau sebesar 72% hal ini meningkat sebesar 36% dibandingkan pada saat pra siklus.

Refleksi

Pada tahap akhir dari siklus I, Peneliti dapat menemukan keberhasilan yang dicapai, diantaranya:

1) Sebagian besar peserta didik yaitu 80% peserta didik terlihat bersemangat mengikuti kegitan pembelajaran dengan metode Cooperative Script.

2) Sebagian besar peserta didik yaitu 92% peserta didik aktif mengikuti kegitan pembelajaran.

3) Hasil nilai evaluasi mengalami peningkatan sebesar 10,00 sehingga rata-rata kelas yang sebelumnya 68,60 meningkat menjadi 78,60.

4) Pembagian peran dan pemasangan peserta didik berjalan lancar dan tertib karena berpasangan dengan teman sebangku.

Meskipun sudah ada beberapa peningkatan dalam pembelajaran, namun masih ada kekurangan yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran tersebut, diantaranya;

1) Peserta didik kurang memahami intruksi/petunjuk kegiatan yang dijelaskan oleh guru. 2) Beberapa peserta didik kurang cekatan dalam memulai kegiatan sehinga waktunya

menjadi kurang efisien.

3) Sebagian peserta didik kurang bertanggung jawab terhadap perannya sendiri dalam kegiatan pembelajaran.

4) Ada beberapa peserta didik yang masih kurang percaya diri dalam menjelaskan materi kepada pasangan belajarnya.

Untuk mengatasi kekurangan pada siklus I Peneliti melakukan ide perbaikan supaya siklus berikutnya tidak terjadi kesalahan yang sama, antara lain;

a. Penjelasan mengenai petunjuk kegiatan disampaikan kepada peserta didik dengan lebih jelas sehingga peserta didik tidak ada lagi yang masih bingung memahami intruksi/petunjuk kegiatan.

b. Pasangan belajar peserta didik yang masih bingung dan tidak segera memulai kegiatan, didampingi dan dijelasan kembali oleh guru.

c. Guru harus lebih aktif dan mengecek masing-masing pasangan peserta didik sehingga semua peserta didik bertanggung jawab terhadap materi dan peran yang didapatkannya.

Siswa diberi waktu yang cukup untuk memahami materi dan menanyakan kepada guru mengenai materi yang menjadi tanggungannya sehingga dalam menjelaskan kepada pasangannya lebih mantap dan percaya diri serta penjelasannya di terima dengan baik oleh partnernya.

(11)

218

Siklus II

Dari lembar observasi yang telah dibuat, diperoleh data partisipasi dan nilai prestasi belajar peserta didik pada siklus II bahwa hampir seluruh peseta didik telah berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan pembelajaran.

Data hasil observasi terhadap kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak pada siklus II menunjukkan bahwa kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan dibandingakn dengan siklus sebelumnya, yakni mencapai skor nilai 92 sehingga termasuk dalam kategori baik.

Hasil observasi terhadap partisipasi peserta didik pada siklus II menunjukkan data bahwa sebanyak 96% peserta didik telah aktif dan 96% peserta didik bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran, keaktifan peserta didik meningkat 4% dibandingkan siklus sebelumnya dan semangat peserta didik meningkat 16% dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Tanggung jawab peserta didik terhadap perannya meningkat menjadi 88% atau mengalami peningkatan sebesar 36%. Tingkat perhatian peserta didik juga mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan siklus sebelumnya sehingga pada siklus ini mencapai 92% peserta didik.

Analisis Data nilai prestasi belajar peserta didik menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata nilai kelas yang pada siklus sebelumnya hanya 78,60 meningkat menjadi 87,60 atau mengalami peningkatan sebesar 9,00. Peserta didik yang tuntas sebanyak 23 peserta didik atau sebesar 92% telah tuntas. Hal ini meningkat 20% dibandingkan siklus sebelumnya yang tuntas hanya 18 peserta didik atau sebesar 72%. Ini menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) terhadap pembelajaran Akidah Akhlak materi adab islami terhadap tetangga pada peserta didik kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren dengan menggunakan metode Cooperative Script ini telah berhasil karena ketuntasan peserta didik sudah mencapai 92%. hal ini sudah melebihi indikator keberhasilan yaitu sebesar 85%, sehingga Peneliti tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa penerapan metode Cooperative Script dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak materi adab islami terhadap tetangga pada siswa kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren tahun pelajaran 2016/2017.

Prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya, pada pra siklus peserta didik yang tuntas KKM adalah sebanyak 9 siswa dari keseluruhan 20 Siswa sehingga ketuntasan klasikalnya 36%. Pada siklus I peserta didik yang tuntas KKM sebanyak 18 siswa dari keseluruhan 20 siswa sehingga ketuntasan klasikalnya meningkat menjadi 72%. Pada siklus II jumlah peserta didik tuntas KKM adalah 18 siswa dari keseluruhan 20 siswa sehingga ketuntasan klasikalnya mencapi 92%. Pada siklus II penelitian dihentikan Karena sudah berhasil melampaui batas minimal ketuntasan klasikal sebesar 85%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Cooperative

(12)

219 islami terhadap tetangga pada siswa kelas IX.2 MTs Negeri Blangkejeren tahun pelajan 2016/2017.

DAFTAR PUSTAKA

Al Albani, Muhammad Nashiruddin. 2014. Mukhtasar Shahih Al Imam Al

Bukhari. Terj. Amir Hamzah Fachrudin. Jakarja: Pustaka Azzam.

Al-Mundziri, Zaki Al-Din „Abd Al-„Azhim. 2002. Mukhtashar Shahih Muslim, Terj.

Syinqithi Djamaluddin dan H.M. Mochar Zoerni. Bandung: Mizan.

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta. Asmara.

2009. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Darmansyah. 2010. Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor. Jakarta:

Bumi Aksara.

Djamarah, Syaitul Bahri dan Aswan Zain. 2006. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Harjati. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Hidayat, Nur. 2013. Akhlak tasawuf. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Huda, Miftahul. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ihsan, Hamdani dan A. Fuad Ihsan. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Muhaimin. 2004. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Mulyasa. 2011. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya Offset

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sanjaya, Wina, 2008a. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis

Referensi

Dokumen terkait

TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VII MTs NEGERI ARYOJEDING. TAHUN AJARAN

Kelas V yang digunakan sebagai bahan ajar oleh SDN 6 Sungai Raya dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Tema 8 Kelas V ini, belum memenuhi muatan

Rendahnya prestasi belajar IPA pada peserta didik kelas VA SDN Bantarkemang 1 tahun pelajaran 2017/ 2018 dengan bercermin dari hasil test pendahuluan yang dilakukan,

Sedangkan pada data yang diperoleh dari pengamatan kegiatan siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning dalam siklus II tergolong kedalam tingkatan baik sekali

Pembelajaran IPA materi pokok Konduktor dan Isolator dengan menggunakan metode demontrasi Siklus I pada siswa kelas VI SD Negeri Kertaharja 03 Kabupaten Tegal semester

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk menguji penerapan model pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta

Kemudian meningkat pada siklus I dengan persentase ketuntasan menjadi 55,17 % dengan nilai rata-rata 74,31 dan mencapai ketuntasan pada siklus II dengan nilai

Pada siklus I peserta didik memperoleh nilai dengan rata – rata 3,08 dengan kategori baik, dan siklus II peserta didik memperoleh nilai dengan rata – rata