• Tidak ada hasil yang ditemukan

Askep Tn. Elsa Dvt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Askep Tn. Elsa Dvt"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM PROFESI NERS

 Nama Mahasiswa

 Nama Mahasiswa : Muawana Bahmin: Muawana Bahmin Ruangan

Ruangan : : Lontara Lontara I I BDBD Tanggal

Tanggal Pengkajian Pengkajian : : 24 24 November November 20152015 I.

I. IDENTITAS DIRI KLIENIDENTITAS DIRI KLIEN  Nama

 Nama : Tn: Tn“E”“E” Tgl Tgl masuk masuk RS RS : : 0101 –  –  11 -2015 11 -2015 TTL

TTL : : 2828 –  – 06 06 - - 1981 1981 Sumber Sumber Informasi Informasi : : Pasien,KeluargaPasien,Keluarga Umur

Umur : : 34 34 Tahun Tahun Keluarga Keluarga yang yang dapatdapat JenisKelamin

JenisKelamin : : Laki-Laki Laki-Laki dihubungi dihubungi : : NyNy“A”“A”

Alamat

Alamat : : Kampung Kampung Biru Biru No.12 No.12 Pendidikan Pendidikan : : SMASMA Status

Status Perkawian Perkawian : : belum belum kawin kawin Pekerjaan Pekerjaan : : wirasuastawirasuasta Agama

Agama : : kristen kristen Alamat Alamat : : Kampung Kampung BiruBiru Suku

Suku : : Toraja Toraja No. No. RM RM : : 41-04-1741-04-17 Pendidikan

Pendidikan : : SMASMA Pekerjaan

Pekerjaan : : WiraswastaWiraswasta II.

II. STATUS KESEHATAN SAAT INISTATUS KESEHATAN SAAT INI 1.

1. Alasan Alasan Kunjungan : bengkak Kunjungan : bengkak pada betis sebelah pada betis sebelah kirikiri 2.

2. Keluhan utama pada saat dikaji : pasien mengeluh nyeri pada betis sebelah kiri denganKeluhan utama pada saat dikaji : pasien mengeluh nyeri pada betis sebelah kiri dengan skala nyeri 4, nyeri dirasakan tertusuk-tusuk, hilang timbul selama 5-10 menit (nyeri skala nyeri 4, nyeri dirasakan tertusuk-tusuk, hilang timbul selama 5-10 menit (nyeri sedang).

sedang). 3.

3. Lokasi : betis sebelah kiriLokasi : betis sebelah kiri 4.

4. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah : pasien dan keluarga segera berobat keUpaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah : pasien dan keluarga segera berobat ke RS.

RS. 5.

5. Diagnosa Medik : DVT (Deep Vein Thrombosis)Diagnosa Medik : DVT (Deep Vein Thrombosis) III.

III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALURIWAYAT KESEHATAN MASA LALU 1.

1. Penyakit yang pernah dialami :Penyakit yang pernah dialami : a.

a. Kanak- kanak : Pernah demam,flu dan batukKanak- kanak : Pernah demam,flu dan batuk  b.

 b. Kecelakaaan : Tidak pernahKecelakaaan : Tidak pernah c.

c. Pernah dirawat : pernah, dengan penyakit yang sama.Pernah dirawat : pernah, dengan penyakit yang sama. d.

(2)

2.

2. Alergi Alergi : Ti: Tidak ada.dak ada. 3.

3. Imunisasi : yaImunisasi : ya 4.

4. Kebiasaan Kebiasaan ::

-- Merokok Merokok : : yaya -- Minum Minum alkohol alkohol : : yaya -- Minum Minum kopi kopi : : yaya

-- Minum Minum obat-obatan obat-obatan : : tidak tidak Jenis Jenis obat obat : : Obat Obat GenerikGenerik 5.

5. Pola Nutrisi :Pola Nutrisi : Sebelum Sakit : Sebelum Sakit :

 Berat Berat Badan Badan : : 58 58 Kg, Kg, TB TB : : 160 160 cm,cm,

 Jenis Makanan : PadatJenis Makanan : Padat

 Makanan yang disukai : Semua jenis makananMakanan yang disukai : Semua jenis makanan

 Makanan yang tidak disukai : tidak adaMakanan yang tidak disukai : tidak ada

 Makanan pantangan : Tidak adaMakanan pantangan : Tidak ada

  Nafsu makan : Baik Nafsu makan : Baik Perubahan

Perubahan Setelah Setelah Sakit Sakit ::

 Jenis diet : tidak adaJenis diet : tidak ada

  Nafsu  Nafsu makan : Baikmakan : Baik

 Rasa mual/muntah : Tidak adaRasa mual/muntah : Tidak ada

 Porsi makan : sedangPorsi makan : sedang

 BB BB : : 53 53 kg, kg, TB TB : : 160 160 cmcm 6.

6. Pola EliminasiPola Eliminasi Sebelum Sakit : Sebelum Sakit : a.

a. Buang Air BesarBuang Air Besar

 Frekuensi :1 kali per hariFrekuensi :1 kali per hari

 Penggunaan pencahar : TidakPenggunaan pencahar : Tidak

 Waktu : PagiWaktu : Pagi

 Konsistensi : padat LunakKonsistensi : padat Lunak  b.

 b. Buang Air KecilBuang Air Kecil

 Frekuensi : ± 4x/ hariFrekuensi : ± 4x/ hari

(3)

 Warna : Kuning

 Keluhan lain : Tidak ada Perubahan Setelah Sakit : a. Buang Air Besar 

Frekuensi :tidak tentu.

Penggunaan pencahar :Tidak Waktu :Pagi, sore,

Konsistensi : padat lunak  b. Buang Air Kecil

Frekuensi : tidak tentu, terpasang kateter Volume : 100 ml

Warna : Kuning Bau : Amonia

Keluhan lain : Tidak ada 7. Pola Tidur danI stirahat

Sebelum Sakit

 Waktu Tidur (jam) : siang : 13.00 WITA dan malam : 22.00 WITA

 Lama tidur perhari : 8 - 10 jam

 Kebiasaan pengantar tidur : tidak ada

 Kesulitan dalam tidur : Tidak ada Perubahan Setelah Sakit

 Waktu Tidur (jam) : siang : tidak menentu dan malam : tidak menentu

 Lama tidur per hari : tidak menentu

 Kebiasaan pengantar tidur : Tidak ada

 Kesulitan dalam tidur : tidak ada 8. Pola Aktivitas dan Latihan

Sebelum Sakit

a. Kegiatan dalam pekerjaan : wiraswasta

 b. Olahraga : tidak ada olahraga yang rutin dilakukan c. Kegiatan di wakt uluang : Tidur

(4)

Segala sesuatu di bantu dengan keluarga (makan maupun BAB dan BAK)

9. Pola pekerjaan Sebelum sakit ;

a. Jenis pekerjaan ; wiraswasta

 b. Jumlah jam kerja; tidak dapat dihitung c. Jadwal kerja: tidak menentu

Perubahan setelah sakit ;

Pasien meninggalkan pekerjaannya. IV. RIWAYAT KELUARGA

Genogram : G I G II G III Ket : Laki-laki : kawin :  perempuan : tdk diketahui : ? meninggal : klien :

Generasi I : Kedua kakek dan nenek pasien dari bapak dan ibu pasien telah meninggal Karena faktor usia.

X X X X X ? ? ? 65 34 ? ? ? ? ? ? ? 32 30

(5)

Generasi II :Ayah klien sudah meninggal tanpa diketahui penyebab, dan Ibu klien masih hidup.

Generas III : dalam hal ini klien menderita DVT ( Deep Vein Thrombosisi). V. RIWAYAT LINGKUNGAN

Kebersihan / Bahaya / Polusi :Keluarga klien mengatakan lingkungan rumahnya bersih, tidak  berbahaya, dan bebas dari polusi.

VI. ASPEK PSIKOSOSIAL 1. Pola pikir dan persepsi

a. Alat bantu yang digunakan : tidak ada  b. Kesulitan yang dialami: tidak ada.

2. Persepsi sendiri:

Hal yang amat dipirkirkan saat ini : Kesembuhan pasien Harapan setelah perawatan : Kesembuhan.

Perubahan setelah sakit : pasien lebih memperhatikan kesehatannya.

3. Suasana hati : kurang baik

Rentang perhatian : keluarga pasien selalu mendampingi pasien. 4. Hubungan / Komunikasi

a. Tempat tinggal Bersama, ibu  b. Bicara : Jelas

Bahasa Utama : Bahasa Indonesia Bahasa Daerah : Bahasa Toraja c. Kehidupan keluarga

1) Adat istiadat yang dianut : Adat Toraja.

2) Pembuat keputusan keluarga : ibu pasien, beserta keluarga melalui musyawara 3) Pola komunikasi : Baik.

(6)

5. Kebiasaan seksual :

a. Gangguan hubungan seksual : Tidak ada  b. Pemahaman tentang seksual : tidak ada 6. Pertahanan koping

a. Pengambilan keputusan : Dibantu dengan keluarga

 b. Yang disukai tentang diri sendiri : semua tentang diri pasien c. Yang ingin dirubah dari kehidupan : lebih menjaga kesehatan d. Yang dilakukan jika stres : minta pertolongan, dan berdoa

e. Apa yang dilakukan perawat agar anda nyaman dan aman :memberikan perawatan sesuai dengan terapy yang telah direncanakan

7. Sistem nilai dan kepercayaan

a. Siapa atau apa sumber kekuatan :Tuhan.

 b. Apakah Tuhan, agama, kepercayaan penting bagi anda : Ya

c. Kegiatan agama / kepercayaan yang ingin dilakukan di RS : berdoa.

VII. PENGKAJIAN FISIK

1. Kesadaran : Composmentis Keadaan umum : Lemah Tanda-tanda Vital : TD : 140/90 mmHg N : 94 x/i

P : 20 x/i S : 37,5º C

2. Kepala a. Inspeksi

- Bentuk kepala : Bulat - Kesimetrisan muka, tengkorak : Simetris. - Warna/ distribusirambut/ kepala : Hitam tebal.  b. Palpasi

- Massa : Tidak ada - Nyeri tekan : Tidak ada c. Keluhan yang berhubungan pusing/ sakit kepala : Tidak ada.

3. Mata

a. Inspeksi

- Kelopak mata : Baik. - Konjungtiva : Anemis.

(7)

- Sklera : tidak Ikhterus - Ukuran pupil : normal

- Isokor : Iya

- Reaksi terhadap cahaya : Baik.  b. Palpasi

TIO : - Massa tumor : Tidak ada Nyeri tekan : Tidak ada c. Lain-lain

Fungsi penglihatan : baik

4. Hidung a. Inspeksi:

- Bentuk : Simetris - Bengkak : Tidak ada

- Septum : ada  b. Palpasi :

Sinus : Normal

 Nyeri tekan/ bengkak : Tidak ada

5. Mulut dan tenggorokan : - Karies : ada

- Kulit/ gangguan bicara : coklat / tidak - Kesulitan menelan : Tidak

- Pemeriksaan gigi terakhir : pasien tidak melakukan pemeriksaan gigi

6. Leher

a. Inspeksi

- Bentuk/ kesimetrisan : Simetris. - Mobilisasi leher : Baik.

 b. Palpasi

- Kelenjar tiroid : Tidak teraba - Kelenjar limfe : Tidak teraba

- Vena jugularis : tidak distensi

7. Dada, paru-paru, jantung: Inspeksi

- Bentuk dada : Normal - Kesimetrian : Simetris - Ekspansi dada : simetris

(8)

- Retraksi : ada Palpasi

-  Nyeri tekan : Tidak Ada - Massa Tumor : Tidak ada - Taktil Fremitus : bergetar Auskultasi

- Suara nafas : Vesikuler Suara tambahan : Tidak ada - Ronchi : Tidak ada Wheezing : Tidak ada - Bunyi jantung I dan II : Normal Gallop : Tidak ada

Perkusi : sonor.

8. Abdomen a. Inspeksi

Kesimetrisan daan waarna sekitar : simetris dan berwarna coklat.  b. Auskultasi

Peristaltik : 8 x/ menit c. Perkusi

Identifikasi batas organ : pekak sebelah kanan atas, yang lain timpani. d. Palpasi

Heper/ lien/ ginjal kandung kemih : tidak ada pembesaran.

9. Genitalia dan system reproduksi :

Pendarahan :Tidak ada

Penggunaan kateter : tidak ada

10. Ekstremitas:

Keadaan ekstremitas : Lemah,

Kesimetrisan : Simetris

Atropi : Tidak ada ROM : Pasif Edema : Tidak ada

Cyanosis :Tidak Akral: Hangat

 Nyeri :ya Perubahan warna : Tidak ada Clubbing (-) Baal (-)

Kekuatan otot:

-5 5 3 5

(9)

VIII. Data Penunjang

1. Laboratorium tgl 20 November 2015

 Nama pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan Hematologi Koagulasi PT INR APTT Kimia darah Gulkosa GDS Fungsi ginjal Urium Kreatinin 12,2 1,11 29.1 120 10 6,67 10 - 14 -22,0 - 30,0 140 10-15 L(<1,3);P(<1,1) Detik Detik Mg/dl Mg/dl Mg/dl

IX. Terapi Medis Obat –  obatan :

Nama obat Dosis Tujuan Indikasi Kontra indikasi Efek samping Ceftazidime 1 gr/ 12  jam Ceftazidime digunakan untuk mengobati  berbagai  jenis infeksi  bakteri, termasuk keadaan Septikaemia,  bakteriemia,  pneumonia,  bronchopneumonia , pleuritis, empyema. Hipersensitif terhadap antibiotic cephalosporin. Local : flebitis atau tromboflebitis, nyeri atau inflamasi di tempat suntik. Hipersensitivitas : erupsi kulit, demam,.

(10)

 parah atau yang mengancam nyawa. Pruritus, angioedema, anafilaksis. Gastrointestinal : diare, mual, muntah, nyeri abdomen colitis. Metronidazole 500 mg/ 8  jam Mencegah dan mengobati  berbagai macam infeksi yang disebabkan oleh mikroorgani sme  protozoa dan bakteri anaerob, Metrinidazole efektif untuk  pengobatan : 1. Trikominiasis, seperti vaginitis dan uretritis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. 2. Amebiasisi, seperti amebiasis intestinal dan ambesiasis hepatic yang disebabkan oleh E. histolytica. Penderita yang hipersensitif terhadap metronidazole atau derivate nitromidazol lainnya dan kehamilan trimester  pertama. Beberapa efek samping yang  biasa terjadi saat

mengonsumsi metronidazole:  Warna urin menjadi gelap  Nafsu makan menurun  Mual  Konstipasi  Sakit perut  Sakit kepala  Pusing  Perubahan rasa pada lidah

(11)

Ranitidine 50 mg/ 12  jam Mengobati asam lambung Pengobatan jangka  pendek tukak usus

dua belas jari aktif, tukak lambung aktif, dan mengurangi gejala refluks esofagitis Hipersensitif terhadap ranitidine. Adapun efek samping tersebut  beserta  persentase frekuensi kemunculannya adalah sebagai  berikut: 1. Sakit kepala (3%); 2. Sulit buang air besar (<1%); 3. Diare (<1%); 4. Mual (<1%); 5.  Nyeri perut (<1%); 6. Gatal-gatal  pada kulit (<1%).

(12)

KLASIFIKASI DATA

DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF

- Pasien mengatakan nyeri pada daerah  betis sebelah kiri

P : saat bergerak

Q : seperti tertusuk- tusuk R : betis sebelah kiri S : skala 4

T : 5- 10 menit

- Pasien mengatakan nyeri pada betis sebelah kiri

- Pasien mengatakan nyeri pada saat menggerakkan kakinya.

- Klien tampak meringis - TD : 140/90 mmHg -  N : 94 x/ i

- P : 20 x/i - S : 37,5º C

- Pasien Nampak meringis bila menggerakkan kakinya. - Kekuatan otot:

5 5 3 5

(13)

ANALISA DATA

NO DATA MASALAH

1. DS :

- Pasien mengatakan nyeri pada daerah betis sebelah kiri

P : saat bergerak

Q : seperti tertusuk- tusuk R : betis sebelah kiri S : skala 4

T : 5- 10 menit DO :

- Klien tampak meringis - TD : 140/90 mmHg -  N : 94 x/ i - P : 20 x/i - S : 37,5º C  Nyeri akut 2. DS :

- Pasien mengatakan nyeri pada betis sebelah kiri

- Pasien mengatakan nyeri pada saat menggerakkan kakinya.

DO :

- Pasien nampak meringis bila menggerakkan kakinya. - Kekuatan otot: 5 5 3 5 Hambatan mobilitas fisik Diagnosa keperawatan :

1. Gangguan rasa nyaman, nyeri b.d penyakit DVT

(14)

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN

TUJUAN INTERVENSI RASIONAL

1. Gangguan rasa nyaman, nyeri b.d  penyakit DVT. Setelah dilakukan  perawatan 3 x 24 jam nyeri terkontrol, dengan criteria : - Pasien mengatakan nyeri terkontrol/ teratasi - Pasien Nampak tenang/ tidak meringis - TD : 110/80 mmHg - S : 36 C - Skala nyeri 1- 2

1. Kaji skala nyeri dengan menggunakan PQRST. 2. Bantu untuk memperoleh posisi yang nyaman. 3. Ajarkan teknik relaksasi napas dalam. 1. Untuk mengetahui sejauh mana  perkembangan

rasa nyeri yang dirasakan oleh klien sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk intervensi selanjutnya. 2. Dapat mempengaruhi kemampuan  pasien untuk rileks/ istirahat secara efektif dan dapat mengurangi nyeri. 3. Relaksasi napas dalam dapat mengurangi rasa nyeri dan memperlancar sirkulasi O2 ke seluruh

(15)

4. Ukur tanda –  tanda vital 5. Penatalaksanaan dalam pemberian analgetik. - Ketorolac 30 mg/ iv  jaringan. 4. Peningkatan tanda-tanda vital dapat menjadi acuan adanya  peningkatan nyeri. 2. Mobilitas fisik b.d nyeri pada daerah  betis kiri.

Setelah dilakukan  perawatan 3 x 24 jam  pasien mampu

mencapai mobilitas fisik, Pasien mampu menggerakkan bagian tubuh yang mengalami inkontinuitas. Criteria hasil : - Pasien mampu melakukan ROM aktif, ambulasi dengan perlahan. - Pasien dapat menggerakkan kakinya tanpa merasa nyeri 1. Kaji tingkat kemampuan ROM aktif  pasien. 2. Anjurkan pasien untuk melakukan ambulasi. 3. Berikan sokongan (ekstremitas) yang luka. 1. ROM aktif dapat membantu dalam mempertahanka n kekuatan dan kelentutan otot. 2. Ambulasi merupakan usaha untuk mempertahanka n keseimbangan yang tepat. 3. Memberikan sokongan pada ekstremitas yang luka dapat meningkatkan kerja vena,

(16)

4. Ajarkan cara-cara yang benar dalam melakukan mobilisasi menurunkan edema, dan mengurangi rasa nyeri. 4. Agar pasien terhindar dari kerusakan kembali pada ekstremitas yang luka.

(17)

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI HARI/ TANGG AL NO. DX

PUKUL IMPLEMENTASI EVALUASI

Rabu 25-11-2015 1 10.00 10.05 10.10 10.15 12.00

6. mengkaji skala nyeri dengan menggunakan PQRST. Hasil :

P : saat bergerak

Q : seperti tertusuk- tusuk R : betis sebelah kiri S : skala 4

T : 5-10 menit

7. membantu untuk memperoleh posisi yang nyaman.

Hasil :

Pasien dengan posisi supinasi. 8. mengajarkan teknik relaksasi.

Hasil :

Pasien melakukan teknik relaksasi nafas dalam.

9. Ukur tanda –  tanda vital Hasil :

TD : 140/90 mmHg  N : 94 x/ i

P : 20 x/i

10. Penatalaksanaan dalam pemberian analgetik.

Jam 14.00

S : klien mengatakan nyeri betis kiri.

O : klien tampak meringis. A : masalah belum teratasi. P : lanjutkan intervensi

2. 10.00 5. mengkaji tingkat kemampuan ROM aktif pasien.

Jam 14.00 S: pasien

(18)

10.05

10.15

10.20

Hasil :

Pasien mampu melakukan ROM aktif dengan sedikit bantuan orang lain.

6. menganjurkan pasien untuk melakukan ambulasi.

Hasil :

Pasien melakukan ambulasi dengan bantuan orang lain. 7. memberikan sokongan (support)

ekstremitas yang luka. Hasil :

 pasien senang tetap mendapat support dari keluarga.

8. mengajarkan cara- cara yang  benar dalam melakukan

mobilisasi. Hasil :

Pasien mampu melakukan mobilisasi.

mengatakan masih  butuh bantuan dalam

dalam melalukan ROM

O : Nampak pasien dibantu keluarga dan  perawat A ; masalah belum teratasi P : lanjutkan intervensi Kamis, 26-11-2015

1 11.00 1. mengkaji skala nyeri dengan menggunakan PQRST. Hasil :

P : saat bergerak

Q : seperti tertusuk- tusuk R : betis sebelah kiri S : skala 2 T : 5-10 menit Jam 14.00 S : klien mengatakan skala nyeri 2. O : klien tampak rileks. A : masalah teratasi. P : pertahankan

(19)

11.05

11.10

11.15

12.00

2. membantu untuk memperoleh posisi yang nyaman.

Hasil :

Pasien dengan posisi supinasi. 3. mengajarkan teknik relaksasi.

Hasil :

Pasien melakukan teknik relaksasi nafas dalam.

4. Ukur tanda –  tanda vital Hasil :

TD : 110/80 mmHg  N : 94 x/ i

P : 20 x/i

5. Penatalaksanaan dalam pemberian analgetik.

intervensi

2 12.02

12.10

13.20

1. mengkaji tingkat kemampuan ROM aktif pasien.

Hasil :

Pasien mampu melakukan ROM aktif dengan sedikit bantuan orang lain.

2. menganjurkan pasien untuk melakukan ambulasi.

Hasil :

Pasien melakukan ambulasi

dengan sedikit bantuan orang lain. 3. memberikan sokongan (support)

ekstremitas yang luka. Hasil :

 pasien senang tetap mendapat

Jam 14.00 S: pasien

mengatakan masih  butuh bantuan dalam

dalam melalukan ROM

O : Nampak pasien dibantu keluarga dan  perawat

A ; masalah belum teratasi

P : lanjutkan intervensi

(20)

13.22

support dari keluarga.

4. mengajarkan cara- cara yang  benar dalam melakukan

mobilisasi. Hasil :

Pasien mampu melakukan mobilisasi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pemeriksaan dari Anamnesis ( Riwayat ), Pemeriksaan fisik dan Laboratorium didapatkan lebih dari satu penyebab delirium, seperti adanya lebih dari satu Penyakit fisik;.

Ke depan, kami melihat bahwa bisnis dari pengolahan gula akan memberikan kontribusi yang lebih tinggi untuk pendapatan TBLA, karena mereka baru tahun

Keluarga yang berfungsi buruk karena pengabaian dan kesibukan orangtua sehingga anak dibekali dengan gadget untuk bermain sehingga tenang dan hal tersebut membuat kemampuan anak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan interaksi sosial teman sebaya dengan pengambilan keputusan karier pada remaja..

Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang Pra Produksi , Produksi , dan Pasca Produksi dalam Mekanisme kerja di

Kaburnya gambar akan masa depan remaja pada perode ini misalnya ketika penulis menanyakan pilihan sekolah yang akan dipilihs etelah lulus pada beberapa siswa kelas

...,.... LEMBAR KERJA PENILAIAN CAKUPAN MATERI BUKU TEKS PELAJARAN AGAMA KHONGHUCU. SMA

Sebuah segienam berat uran dan sebuah segit iga sama sisi mempunyai keliling yang sama.. Dua buah dadu dilemparkan