31
A. Sejarah Singkat Berdirinya BMT Taqwa Muhammadiyah
BMT Taqwa Muhammadiyah Padang didirikan pada tanggal 9 September 1996. BMT Taqwa Muhammadiyah mulai beroperasi dengan modal awal sebesar Rp.2.701.000,- (dua juta tujuh ratus satu ribu rupiah) dengan fasilitas kantor di lingkungan Masjid Taqwa Muhammadiyah Jalan Bundo Kandung No. 1 Padang dengan perlengkapan seadanya yang dipersiapkan oleh badan pendiri yaitu majelis Ekonomi Muhammadiyah Sumatera Barat. Awal mula berdirinya BMT ini di Prakarsai oleh Bapak Drs. H. Moh Zen Gomo beserta 4 orang temannya. Pada saat itu ketentuan modal awal untuk mendirikan BMT masih Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 5.000.000,-. Untuk mendirikan BMT dibutuhkan minimal 20 orang anggota pendiri, oleh karena itu Pak Zen beserta teman-temannya mengumpulkan 15 orang yang bersedia menjadi pendiri BMT. Kemudian para pemrakarsa membantu panitia penyiapan pendirian BMT, lalu panitia yang telahdipilih mencari modal awal untuk mendirikan BMT. Modal awal ini berasal dari perorangan, lembaga, yayasan, BAZIS, Pemda atau sumber lainnya. Dari 20 orang pendiri tadi maka dipilih sebanyak 5 orang yang akan mewakili pendirian ke PINBUK. Kemidian panitia merekrut calon pengelola dan mengikutkan pada pelatihan serta magang dengan menghubungkan PINBUK, lalu melaksanakan persiapan sarana kantor dan
perangkat administrasi atau form-form yang diperlukan, setelah semuanya selesai BMT mulai menjalankan operasional bisnis BMT. BMT secara definitif adalah balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan konsep baitul mall wat tamwil. Kegiatan BMT adalah mengembangkan usaha usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha makro dan kecil, antara lain mendorong kegiatan menabung dan pembiayaan (pinjaman) kegiatan ekonominya. BMT merupakan lembaga perekonomian rakyat kecil yang bertujuan meningkatkan dan menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi pengusaha makri dan kecil yang berkualitas dengan mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan (pinjaman) kegiatan perekonomian. (Ahmat Rodoni dan Abdul Hamid : 60)
B. Visi dan Misi BMT Taqwa Muhammadiyah 1. Visi
Menjadi lembaga keuagan Islam yang ikut menunjang dan memajukan perekonomian umat, sehingga menjadi lembaga yang dapat dipercaya masyarakat dan tumbuh sebagai lembaga yang menjawab tantangan perekonomian nasional khususnya ekonomi mikro dalam mengentas kemiskinan.
2. Misi
Mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dalam memenihi kebutuhan dan mendapatkan tambahan modal kerja usaha, dengan landasan misi gerakan Islam dan dakwah yang mempunyai maksud dan tujuan untuk
menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam yang sebenarnya yang berkeadilan dan memperoleh kesejahteraan. Berdasarkan visi san misi tersebut, maka BMT Taqwa Muhammadiyah membantu masyarakat dalam membangun dan mengembangkan potensi bidang ekonomi. Sehingga pelaku usaha kecil (mikro) mampu meningkatkan kualitas usahanya dan memperoleh kesejahteraan keluarga dari hasil usaha yang dicapai, tujuan yang dijalankan tersebut sebagai berikut:
a. Meningkatkan dan mengembangkan ekonomi umat, khususnya masyarakat usaha kecil dan menengah.
b. Membebaskan umat Islam dari cengkeraman rentenir dan dari pinjaman bunga berbunga.
c. Meningkatkan produktivitas usaha dengan pemberian pembiayaan (pinjaman) kepada pengusaha kecil dan menengah yang membutuhkan dana.
d. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan usaha disamping meningkatkan penghasilan umat.
e. Memperbaiki perekonomian umat islam. C. Struktur Organisasi BMT Taqwa Muhammadiyah
Struktur organisasi merupakan salah satu hal yang mutlak yang diperlukan bagi sebuah organisasi. Pendelegasian wewenang, tugas dan tanggung jawab adalah kompenen penting dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Penempatan personal yang pastinya merupakan strategi untuk menuju Institusi yang professional
sehingga kerjasama yang serasi berdaya cipta tinggi dapat dicapai. Setiap perusahaan atau instansi harus memiliki struktur organisasi agar tujuan dapat tercapai. Dengan adanya struktur organisasi akan membantu karyawan dalam melaksanakan pekerjaan mereka danmemberikan petunjuk tentang bagaimana menghubungkan pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lain serta kepada siapa pekerjaan tersebut dipertanggung jawabkan dalam suatu organisasi. Organisasi dapat ditujukan dari dua sudut, yaitu Organisasi sebagai wadah dan Organisasi sebagai suatu proses. Organisasi sebagai wadah adalah tempat dimana kegiatan-kegiatan organisasi administrasi dan menajemen dijalankan, sebagai wadah organisasi bersifat statis. Tetapi dengan adanya perkembangan kopleknya tugas tugas dan lain-lain, semua ini dapat mendorong adanya perubahan-perubahan dalam struktur suatu organisasi. Organisasi sebagai suatu proses sifatnya lebih dinamis dibandingkan dengan organisasi sebagai wadah. Bagi perusahaan organisasi merupakan suatu alat untuk memonitor pekerjaan yang dibebankan kepada individu atau karyawan agar waktu pekerjaan lebih efisien dan efektif dengan adanya pembagian tugas.
1. Tugas dan Fungsi Masing-Masing Bagian
Dari struktur organisasi BMT Taqwa Muhammadiyah pada gambar,tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing bagian berikut:
Rapat anggota tahunan adalah pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi yang dilakukan setahun sekali, yang dihadiri oleh semua anggota atau perwakilannya. Di dalam musyawarah berhak memutuskan.
1) Pengesahan dan perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.
2) Pemilihan, pengangkatan dan sekaligus pemberhentian pengurus serta pengawasan, baik pengawas syari’ah maupun manajemen.
3) Penetapan anggaran pendapatan dan belanja BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Pasar Raya selama satu tahun.
4) Penetapan visi dan misi organisasi
5) Pengesahan laporan pertanggung jawaban pengurus tahun sebelumnya. 6) Pengesahan rancangan program kerja tahunan.
b. Dewan Pengurus
Dewan pengurus BMT pada hakikatnya adalah wakil dari anggota dalam melaksanakan hasil keputusan musyawarah tahunan. Oleh karena itu, pengurus harus bisa menjaga amanah yang telah dibebankan kepedanya. Amanah ini nantinya akan dipertanggung jawabkan kepada anggota pada tahun berikutnya. Maka kerja pengurus sangat tergantung pada kepentingan organisasi. Artinya BMT dapat menetapkan masa kerja 2,3,4,5 tahun.
Dewan pengawas memiliki wewenang dalam membuat kebijaksanaan umum dan melakukan pengawasan kegiatan sehingga sesuai dengan tujuan lembaga, tugasnya adalah:
1) Menyusun kebijaksanaan umun BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Pasar Raya.
2) Melakukan pengawasan kegiatan, bentuk persetujuan untuk jumlah tertentu. Mengawasi tugas manager atau pengelola, serta memberikan rekomendasi produk-produk yang ditawarkan pada anggota.
d. Manager
Manager mempunyai wewenang dalam membuat kebijaksanaan umum dan melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan sehingga sesuai dengan tujuan lembaga, tugasnya adalah:
1) Manager berfungsi merumuskan strategi dan taktik operasional
dalam rangka melaksanakan keputusan pengurus dan keputusan musyawarah tahunana.
2) Manager dapat mengusulkan pemberhentian atau pengangkatan karyawan.
3) Manager juga melakukan fungsi control atau pengawasan terhadak kinerja karyawan.
4) Tugas manager juga melaporkan hasil kinerjanya kepada pengurus dalam periode waktu tertentu, minimal enam bulan sekali.
Administrasi kredit mempunyai wewenang dalam menangani administrasi keuangan, tugasnya adalah: menyediakan berbagai kelengkapan untuk realisasi, informasi serta tentang kondisi pembiayaan tersebut. Administrasi kredit juga mencatat angsuran yang diberikan nasabah atauanggota dengan catatan BMT.
f. Pembukuan atau Account Officer
Tugas pembukuan atau Account Officer adalah sebagai berikut:
1) Staf pembukuan sebaiknya diangkat dari mereka yang memahami masalah akuntansi keuangan syari’ah.
2) Staf pembukuan berfungsi membuat laporan keuangan yang minimal meliputi: laporan neraca, laba rugi, perubahan modal, dana arus kas. 3) Memberikan masukan kepada manager terutama yang berkaitan dengan
penafsiran atau laporan keuangan.
4) Memberikan laporan perkembangan arus kas, pembiayaan dan penghimpunan dana pada setiap periode.
g. Staf Pembiayaan
Staf pembiayaan memiliki wewenang untuk melakukan kegiatan pelayanan kepada peminjam serta melakukan pembinaan agar pembiayaan yang diberikan tidak macet, adapun tugas staf pembiayaan adalah sebagai berikut:
1) Memberikan informasi pembiayaan.
3) Melakukan proses terhadap permohoman pembiayaan. 4) Melakukan analisi pembiayaan.
5) Mengajukan persetujuan pembiayaan. 6) Melakukan fungsi administrasi. 7) Melakukan pembinaan nasabah.
8) Membuat laporan perkembangan pembiayaan. h. Marketing atau pemasaran
Bagian marketing ini mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:
Marketing menjadi ujung tombak BMT dalam merebut pasar.
1) Marketing juga berfungsi dalam merencanakan system dan strategi pemasaran, meliputi: segmentasi pasar, teknis operasional dan pendampingan anggota atau nasabah.
2) Menjemput simpanan dan tabungan nasabah i. Teller atau Kasir
Teller bertugas sebagai penerima uang dan juru bayar, dengan tugas sebagai berikut:
1) Kasir harus melakukan pembukuan dan penutupan kas setiap hari.
2) Kasir juga bertugas membuat, merencanakan kebutuhan kas harian, mencatat semua transaksi kas serta menerapkannya dalam catatan uang keluar dan uang masuk.
3) Staf khusus pada kasir harus terpisah dangan bagian pembukuan.
4) Pada tahap awal staf kasir dapat berfungsi ganda yaitu sebagai fungsi pelayanan nasabah atau anggota.
5) Kasir berkaitan langsung dengan masalah keuangan.
Adapun susunan pengawasan, pengurus dan pengelola BMT Taqwa Muhammadiyah Cabang Pasar Raya adalah sebagai berikut:
1. Dewan pengawas
Jabatan nama
Ketua Prof. Dr. H. Rusdi Am, Lc, Ma
Anggota Drs. H. Muslim Hamid
Anggota Drs. H.Nurman Agus
2. Dewan pengurus
Ketua Drs. H. Mirwan Pulungan, Mpd
Wakil Musfir, BA
Sekretaris H. Priadi Syukur, SH
Wakil sekretaris Deri Rizal, SHI
Bendahara Zulfakhri, SE
3. Pengelola Pusat
Senior Manager Nofembli. S. SE
Pengawas Internal Abral Nazir, SE
Sekretaris Fazat Rafi’ah, SE
4. Cabang Pasar Raya
Kepala Cabang Ismail Putra, SE.I
Account Officer Ulil Amri, SE
Account Officer Asrial A.Md
Teller Rita Kasmawari, S.Psi
Administrasi Keuangan Dana Eka Putri A.Md
Marketing Dana Triksi
Marketing Dana Lismia
5. Cabang Bandar Buat
Kepala Cabang Fazat Rafi’ah, SE
Account Officer Guschandra
Account Officer Hamdanil Fajri, A.M
Teller Yunita Witriani
Marketing Dana Retni, SE
6. Cabang Lubuk Buaya
Kepala Cabang Agus Fitri, SE
Account Officer Ihsan Candra, SE
Teller Elfi Enita. S, kom
Marketing Dana Vera Wati, SE
7. Cabang Siteba
Kepala Cabang Tresma Esdayu, SE
Account Officer Alkadri
Teller Susi Harmi, A.Md
Marketing Dana Nurhidayati, S.Pd
8. Cabang Alai
Kepala Cabang Edwin, SH
Account Officer Feri Konaldi, S.Hi
Teller Mega Purnama Sari, A.Md
Marketing Dana Noviyarni, A.Md
9. Cabang Belimbing
Kepala Cabang Novemli, SE
Account Officer Adhari, S.Hi
Teller Nike Dewi Novita
Marketing Dana Febrija Ninhsih
10 . Cabang Sungai Rumbai
Kepala Cabang Sukrita, SE
Account Officer Genta
Teller Santi Apriani, S.Pd
Marketing Dana Ismail
D. Ruang Lingkup Usaha BMT At-taqwa Muhammadiyah
Pada dasarnya BMT At-taqwa Muhammadiyah menggabungkan dua usaha pokok yang berbeda sifatnya, namun secara operasional BMT At- taqwa Muhammadiyah tetap merupakan entitas (badan) yang terpisah. Dalam pengembangannya selain bergerak di bidang keuangan, BMT At- taqwa Muhammadiyah juga melakukan kegiatan di sector riil. Kegiatan jasa keuangan yang dikembangkan oleh BMT At-taqwa Muhammadiyah berupa penghimpunan dana dan menyalurkannya melalui kegiatan pembiayaan dari anggota dan untuk
anggota atau Non-anggota. Kegiatan ini dapat disamakan secara operasional dari kegiatan simpan pinjam dalam koperasi atau kegiatan perbankan secara umum. Namun demikian, karena BMT At-taqwa Muhammadiyah merupakan lembaga keuangan Islam dengan system perbankan/lembaga keuanagan untuk mendasarkan kegiatan dengan syari’ah Islam. Hali ini juga terlihat dari produk-produk jasanya yang sama dengan yang ada dalam perbankan Islam. Sesuai dengan undang-undang No.25 tahun 1992 dan Undang-undang No. 7 tahun 1998 untuk kegiatan sumpan pinjam aktivitasnya tidak boleh bercampur dengan aktivitas yang dilakukan oleh koperasi, artinya koperasi harus berdiri sendiri dengan entitas tersendiri dan khusus bergerak dalam simpan pinjam harus disediakan modal tersendiri yang dipisahkan.
Adapun kegiatan BMT At-taqwa Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
1. Penghimpunan Dana
Penghimpunan Dana oleh BMT At-taqwa Muhammadiyah diperoleh dari simpanan, yaitu dana yang dipecayakan oleh masyarakat kepeda BMT At-taqwa Muhammadiyah untuk disalurkan ke sector produtif dalam bentuk pembiayaan. Adapun bentuk simpanan yang ada pada BMT At-taqwa Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
a. Simpanan Mudharabah
Simpanan Mudharabah adalah simpanan nasabah pada BMT At-taqwa Muhammadiyah yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja yang sesuai
dengan peraturan yang berlaku, tetapi simpanan ini tidak dapat ditarik dengan cek, biltet giro atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. b. DEMUTA (Deposito Mudharabah Taqwa)
Demuta merupakan simpanan berjangka yang di tunjukan kepada masyarakat muslim yang berkeinginan menginvestasikan dananya untuk meningkatkan perekonomian umat dengan system bagi hasil, maka simpanan nasabah dikelola sesuai dengan syariat islam. Demuta ini hanya dapat ditarik sesuai dengan jangka waktu yang disepakati oleh nasabah. c. Simpanan Penidikan
Simpanan Penidikan adalah simpanan nasabah yang digunakan untuk keperluan pendidikan pada masa tertentu. Tabungan ini dapat ditarik apabila telah dibutuhkan untuk kebutuhan pendidikan.
d. Simpanan Perumahan
Simpanan Perumahan merupakan simpanan yang diperuntukkan bagi nasabahnya yang bermaksud untuk membangun rumah pada waktu yang akan dating dan penarikannya hanya boleh dilakukan pada saat pembelian atau penyewaan rumah.
e. Simpanan Qurban
Bentuk simpanan bagi nasabah yang mempunyai niat untuk berqurban pada waktu yang akan dating, sehingga dapat mengumpulkan uangnya sampai mencukupi, penarikannya hanya dapat dilakukan pada saat qurban akan dating.
f. Simpanan Haji
Simpanan Haji juga merupakan bagi nasabah yang mempunyai niat untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Simpanan ini dapat ditarik sebelum berangkat ke tanah suci.
2. Penyaluran Dana
Penyaluran dana pada BMT At-taqwa Muhammadiyah kepada nasabah terdiri atas dua jenis yaitu pembiayaan ditangguhkan dan pembiayaan yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dengan prinsipsewa. Pembiayaan merupakan penyaluran dana BMT At-taqwa Muhammadiyah dengan pihak lain dengan jangka waktu tertentu dan nisbah bagi hasil yang disepakati. Adapun bentuk penyaluran yang ada pada BMT At-taqwa Muhammadiyah adalah sebagai berikut:
a. Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan modal kerja yang diberikan oleh BMT kepada anggotanya, adapun pengelolaan dana sepenuhnya diserahkan kepada anggota (penyandang dana atau sebagai nasabah debitur). Dalam hal ini anggota menyediakan usaha dan system pengelolaannya (mengelola sendiri) usaha yang akan dijalankan. Hasil keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan bersama.
b. Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan berupa sebagian modal yang diberikan kepada anggota dari modal keseluruhan yang mana pihak BMT dilibatkan dalam
pengelolaannya. Pembagian keuntungan yang proporsional dilakukan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
c. Pembiayaan Murabahah
Pembiayaan yang diberikan kepada anggota untuk pembelian barang-barang yang akan dijadikan modal kerja. Pembiayaan ini diberikan untuk jangka waktu pendek, tidak lebih dari enam sampai Sembilan bulan atau lebih dari itu. Keuntungan BMT diperoleh dari harga barang yang dinaikkan.
d. Pembiayaan Bai’ Bitsama Ajil
Pembiayaan hamper sama dengan pembiayaan Murabahah, yang berbeda adalah pembiayaannya dilakukan dengan cicilan dalam jangka waktu yang agak panjang. BMT akan mendapatkan keuntungan dari harga barang yang dinaikan.
E. Produk-Produk BMT At-taqwa Muhammadiyah 1. Produk Penghimpunan Dana
a. Al-Wadiah
Penabung memiliki motivasi hanya untuk keamanan uangnya tanpa mengharapkan keuntungan dari uang yang di tabung.Namun demikian, BMT tetap memberikan bagi hasil dengan nisbah penabung sangat kecil.
b. Al-Mudharabah
Penabung memiliki motivasi untuk memperoleh keuntungan dari tabungannya dengan cara bagi hasil.
Penabung memiliki keinginan tertentu yang diakadkan atau diamanatkan kepada BMT untuk dipinjamkan khusus kepada kaum dhuafa atau orang yang tidak mampu. Dengan demikan tidak diberikan bagi hasil.
2. Produk Penyaluran Dana
Untuk kegiatan penyaluran dana yang yang terhimpun kepada masyarakat maka BMT menggunakan produk-produk sebagai berikut:
a. Sistem Bagi Hasil
1) Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan modal kerja yang diberikan oleh BMT kepada anggotanya, adapun pengelolaan dana sepenuhnya diserahkan kepada anggota (penyandang dana atau sebagai nasabah debitur). Dalam hal ini anggota menyediakan usaha dan system pengelolaanya (mengelola sendiri) usaha yang akan dijalankan. Hasil keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan bersama.
2) Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan berupa sebagian modal yang diberikan kepada anggota dari modal keseluruhan. Pihak BMT dilibatkan dalam pengelolaannya. Pembagian keuntungan yang professional dilakukan sesuai dengan kesepakatan dua belah pihak.
b. Sistem Jual Beli
Pembiayaan yang diberikan kepada anggota untuk pembelian barang-barang yang akan dijadikan modal kerja. Pembiayaan ini diberikan untuk jangka waktu pendek, tidk lebih dari enam sampai Sembilan bulan atau lebih dari itu. Keuntungan bagi BMT diperoleh dari harga barang yang dinaikkan.
2) Pembiayaan Bai’Bitsaman Ajin
Pembiayaan hampir sama dengan pembiayaan Murabahah, yang berbeda adalah pembayarannya yang dilakukan dengan cicilan dalam jangka agak panjang. BMT akan mendapatkan keuntungan dari harga barang yang dinaikkan.
c. Sistim Non-Profit
Pembiayaan Qardhal Hasan merupakan pinjaman lunak yang diberikan kepada anggota yang benar-benar kekurangan modal atau mereka yang membutuhkan untuk keperluan yang sifatnya darurat. Anggta (nasabah) cukup mengembalikan pinjaman sesuai dengan nilai yang diberikan oleh Baitul Maal.
d. Sistem Akad Bersyarikat
Akad Bersyarikat adalah kerja sama antara dua pihak atau lebih dan masing-masing pihak mengikutsertakan modal (dalam berbagai bentuk) dengan perjanjian pembagian keuntungan atau kerugian yang disepakati.
1) Al-Musyarakah 2) Al-Mudharabah.
e. Sistem Pembiayaan
Penyediaan uang dan tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam di antara BMT dengan pihak lain yang mewajibkan pihak meminjam untuk melunasi hutangnya beserta bagi hasil setelah jangka waktu tertentu.
a) Pembiayaan Al-Mudarabah.
b) Pembiayaan Al-Bai’ Bitsaman Ajil. c) Pembiayaan Al-Murabahah.
d) Pembiayaan Al-Musyarakah.
Untuk meningkatkan peran BMT dalam kehidupan ekonomi masyarakat, maka BMT terbuka untuk menciptakan produk-produk baru tetapi produk tersebut marus memenuhi syarat:
a) Sesuai dengan syariat dan disetujui oleh Dewan Syariah. b) Dapat ditangani oleh sistem operasi BMT dersangkutan. c) Membawa kemaslahatan bagi masyarakat.