• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 24 PEMBANGUNAN PERDESAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 24 PEMBANGUNAN PERDESAAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

B

AB

24

(2)

BAB 24

PEMBANGUNAN PERDESAAN

A. K

ONDISI

U

MUM

Hingga kini, kegiatan ekonomi di perdesaan sebagian besar masih terfokus pada

sektor pertanian (primer) yang terlihat dari pangsa tenaga kerja di perdesaan pada

lapangan pekerjaan utama pertanian yang mencapai 67,7 persen pada tahun 2003,

bahkan terdapat kecenderungan meningkat dibandingkan kondisi pada tahun 1999, 2001

dan 2002 yang masing-masing mencapai 61,7 persen, 65,2 persen, dan 65,6 persen

(Sakernas, 2003). Padahal, luas lahan pertanian khususnya sawah tidak bertambah

secara signifikan, bahkan di Pulau Jawa cenderung mengalami penyusutan akibat

konversi ke peruntukan lain. Bila kecenderungan ini masih terjadi maka akan semakin

menurunkan produktivitas tenaga kerja di perdesaan. Untuk itu dalam RPJM 2004–2009

kebijakan pembangunan perdesaan diarahkan pada pengembangan diversifikasi usaha

ekonomi untuk menciptakan lapangan pekerjaan non pertanian, baik berupa industri

yang mengolah produk pertanian maupun jasa. Arah kebijakan ini komplemen dengan

arah kebijakan peningkatan produktivitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk

pertanian.

Upaya untuk mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi non pertanian di

perdesaan tersebut pada tahun 2005 dilakukan penguatan keterkaitan kegiatan

pembangunan perdesaan dengan perkotaan dalam sebuah kesatuan wilayah

pengembangan ekonomi lokal. Salah satu upaya yang dicoba adalah mengembangkan

konsep agropolitan yang telah diterapkan di 51 kabupaten. Diharapkan melalui

pendekatan wilayah ini terjadi keterkaitan spasial dan terjadi penguatan mata rantai

produksi antara pertanian dan suplai inputnya, industri olahan, serta kegiatan jasa

penunjangnya.

Permasalahan mendasar yang masih akan dihadapi pada tahun 2006 adalah

terbatasnya sumber daya manusia (SDM) berkualitas, prasarana dan sarana, akses

terhadap sumber daya produktif, serta belum mantapnya kelembagaan masyarakat.

Terkait dengan permasalahan-permasalahan tersebut, maka tantangan-tantangan yang

dihadapi dalam pembangunan perdesaan terutama akan menyangkut koordinasi dan

pengembangan kapasitas. Mekanisme koordinasi pembangunan perdesaan yang efektif

perlu segera dikembangkan untuk memadukan kegiatan antar pelaku pembangunan

(pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dan swasta) dan antar sektor. Dalam era

otonomi daerah saat ini, tantangan juga timbul dari masih banyaknya pungutan dalam

distribusi barang dan perdagangan antar daerah, tak terkecuali komoditas pertanian dan

produk perdesaan lainnya, yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi. Sementara itu

tantangan pengembangan kapasitas masyarakat perdesaan terutama akan menyangkut

upaya pemilihan jenis teknologi dan pelatihan yang sesuai dengan tingkat pendidikan

masyarakat, pengembangan skim bantuan permodalan, dan kerangka regulasi yang

mendorong partisipasi masyarakat perdesaan dalam pembangunan daerahnya.

(3)

B. S

ASARAN

P

EMBANGUNAN

T

AHUN

2006

Dalam tahun 2006, sasaran utama yang hendak dicapai dalam pembangunan

perdesaan adalah terciptanya lapangan kerja berkualitas di perdesaan, khususnya

lapangan kerja non pertanian, yang ditandai dengan berkurangnya angka pengangguran

terbuka dan setengah pengangguran.

Di samping itu, terkait dengan upaya menciptakan kawasan perdesaan yang

produktif dan layak huni pembangunan perdesaan juga memiliki sasaran-sasaran khusus

sebagai berikut:

1. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat perdesaan yang ditandai dengan

berkurangnya jumlah penduduk miskin serta meningkatnya taraf pendidikan dan

kesehatan, terutama perempuan dan anak;

2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur di kawasan permukiman di

perdesaan yang ditandai dengan antara lain:

(i)

meningkatnya optimalisasi jaringan irigasi dan pengairan lainnya;

(ii) meningkatnya prasarana jalan perdesaan, terutama yang menghubungkan

dengan perkotaan terdekat;

(iii) selesainya pembangunan 30.615 sambungan telepon di 2.185 desa melalui

program USO;

(iv) selesainya pembangunan pusat informasi masyarakat (community access

point), dan berfungsinya kantor pos sebagai pusat informasi masyarakat;

(v) meningkatnya rasio elektrifikasi perdesaan menjadi sebesar 80,4 persen;

(vi) meningkatnya cakupan pelayanan air minum perpipaan untuk penduduk

perdesaan hingga 12 persen; dan

(vii) meningkatnya persentase rumah tangga perdesaan yang telah memiliki

jamban.

3. Meningkatnya akses, kontrol dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam

kegiatan pembangunan perdesaan yang ditandai dengan terwakilinya aspirasi semua

kelompok masyarakat dan meningkatnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki

dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan pembangunan.

C. A

RAH

K

EBIJAKAN

P

EMBANGUNAN

T

AHUN

2006

Untuk tahun 2006, kebijakan pembangunan perdesaan akan diarahkan pada:

1. Mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi non pertanian dengan memperkuat

keterkaitan sektoral antara pertanian, industri dan jasa penunjangnya serta

keterkaitan spasial antara kawasan perdesaan dan perkotaan;

2. Menggalakkan promosi dan pemasaran produk-produk pertanian dan perdesaan

lainnya untuk meningkatkan kontinuitas pasokan, khususnya ke pasar perkotaan

terdekat serta industri pengolahan berbasis sumber daya lokal;

3. Memperluas akses masyarakat, terutama kaum perempuan, ke sumber daya

produktif untuk pengembangan usaha seperti lahan, permodalan, informasi,

teknologi dan inovasi;

4. Meningkatkan prasarana dan sarana perdesaan serta akses masyarakat ke pelayanan

publik;

(4)

pengembangan ekonomi serta memperkuat kelembagaan dan modal sosial

masyarakat perdesaan berupa jaringan kerjasama untuk memperkuat posisi tawar;

6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan dengan meningkatkan pelayanan

pendidikan dan kesehatan serta meminimalkan risiko kerentanan baik dengan

mengembangkan kelembagaan perlindungan masyarakat petani maupun dengan

memperbaiki struktur pasar yang tidak sehat (monopsoni dan oligopsoni); dan

7. Mengembangkan praktek-praktek budidaya pertanian dan usaha non pertanian yang

ramah lingkungan dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan

sebagai bagian dari upaya mempertahankan daya dukung lingkungan.

(5)

D. M

ATRIKS

P

ROGRAM

P

EMBANGUNAN

T

AHUN

2006

No. Program/ Kegiatan Pokok RPJM

Program/

Kegiatan Pokok RKP 2006 Sasaran Program Instansi Pelaksana

Pagu Indikatif (Juta Rupiah)

1. Program Peningkatan Keberdayaan

Masyarakat Perdesaan Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Peningkatan penyuluhan dan

pelatihan keterampilan usaha bagi masyarakat perdesaan;

2. Penguatan lembaga dan organisasi berbasis masyarakat, seperti paguyuban petani, koperasi, lembaga adat dalam menyuarakan aspirasi masyarakat;

3. Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan perdesaan dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik; 4. Peningkatan partisipasi

masyarakat perdesaan, terutama kaum perempuan dan masyarakat miskin dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan perdesaan; 5. Pengembangan kelembagaan

untuk difusi teknologi ke kawasan perdesaan, terutama teknologi tepat guna dan ramah lingkungan; dan

6. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan mengoordinasikan peran

stakeholders dalam pembangunan

kawasan perdesaan.

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Penumbuhan lembaga pelayanan penyuluhan dan peningkatan penyuluhan dan pelatihan keterampilan usaha bagi masyarakat perdesaan;

2. Fasilitasi penguatan lembaga dan organisasi berbasis masyarakat di perdesaan berdasarkan identifikasi

best practices dan lessons learned

program-program pemberdayaan masyarakat;

3. Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan perdesaan dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik; 4. Peningkatan partisipasi masyarakat

perdesaan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan perdesaan; 5. Koordinasi pengembangan

kelembagaan untuk difusi teknologi tepat guna dan ramah lingkungan ke kawasan perdesaan; dan

6. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam memfasilitasi dan mengkoordinasikan peran

stakeholders dalam pembangunan

kawasan perdesaan.

1. Meningkatnya keberdayaan masyarakat perdesaan dalam mengelola kegiatan

pembangunan desa; 2. Meningkatnya kapasitas

pemerintahan di tingkat lokal dalam mengelola pembangunan perdesaan sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik;

3. Meningkatnya partisipasi masyarakat perdesaan dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan perdesaan; dan 4. Dihasilkannya kebijakan

pengembangan kelembagaan untuk difusi teknologi tepat guna dan ramah lingkungan ke kawasan perdesaan

Dep. Dalam Negeri, Dep. Pekerjaan Umum, Meneg. Pembangunan Daerah Tertinggal

(6)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

2. Program Pengembangan Ekonomi

Lokal

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pemantapan dan pengembangan kawasan agropolitan yang strategis dan potensial, terutama kawasan-kawasan di luar pulau Jawa-Bali; 2. Peningkatan pengembangan usaha

agribisnis yang meliputi mata rantai subsektor hulu (pasokan input), on farm (budidaya), hilir (pengolahan), dan jasa penunjang; 3. Pengembangan budaya usaha dan

kewirausahaan terutama bagi angkatan kerja muda perdesaan; 4. Pengembangan jaringan kerjasama

usaha;

5. Peningkatan peran perempuan dalam kegiatan usaha ekonomi produktif di perdesaan;

6. Peningkatan pelayanan lembaga keuangan, termasuk lembaga keuangan mikro, kepada pelaku usaha di perdesaan.

Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Peningkatan koordinasi lintas

sektor untuk pemantapan kawasan agropolitan yang sudah ada dan mempromosikan pendekatan agropolitan ke lokasi baru terutama kawasan-kawasan potensial di luar pulau Jawa-Bali; 2. Peningkatan pengembangan

usaha agribisnis yang meliputi mata rantai subsektor hulu (pasokan input), on farm (budidaya), hilir (pengolahan), dan jasa penunjang;

3. Peningkatan infrastruktur perdesaan melalui pendekatan

community based development;

4. Pengembangan budaya usaha dan kewirausahaan terutama bagi angkatan kerja muda perdesaan; 5. Pengembangan jaringan

kerjasama usaha dan kemitraan antara pelaku usaha besar dan usaha mikro/rumah tangga; 6. Peningkatan peran perempuan

dalam kegiatan usaha ekonomi produktif di perdesaan; dan 7. Peningkatan pelayanan lembaga

keuangan, termasuk lembaga keuangan mikro (LKM), kepada pelaku usaha di perdesaan antara lain melalui fasilitasi informasi tentang pelaku usaha potensial di perdesaan, perlindungan status

1. Meningkatnya produktivitas dan nilai tambah usaha ekonomi di kawasan perdesaan;

2. Terciptanya lapangan kerja berkualitas di perdesaan terutama di sektor nonpertanian;

3. Meningkatnya keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri dan jasa berbasis sumber daya lokal;

4. Meningkatnya sinergi dan keterkaitan antara kawasan perdesaan dan perkotaan; dan 5. Berkembangnya jaringan

kerjasama usaha dan kemitraan antara pelaku usaha besar dan usaha mikro/rumah tangga;

Dep. Dalam Negeri, Dep. Pekerjaan Umum, Meneg. Pembangunan Daerah Tertinggal

(7)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

badan hukum LKM, kemudahan perijinan dan pembentukan sistem jaringan antar LKM dan antara LKM dan Bank.

3. Program Pengelolaan Pertanahan

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pembangunan sistem pendaftaran tanah yang efisien dan transparan, termasuk pembuatan peta dasar dalam rangka percepatan pendaftaran tanah; dan

2. Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menjunjung supremasi hukum, dengan mengacu pada rencana tata ruang wilayah dan kepentingan rakyat.

Program Pengelolaan Pertanahan Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pembangunan sistem pendaftaran tanah yang transparan dan efisien termasuk pembuatan peta dasar pendaftaran tanah dalam rangka percepatan pendaftaran tanah; dan 2. Penataan penguasaan, pemilikan,

penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar sesuai dengan prinsip keadilan dan menjunjung supremasi hukum, dengan mengacu pada rencana tata ruang wilayah.

1. Meningkatnya kepastian hukum hak atas tanah kepada

masyarakat melalui penegakan hukum pertanahan yang adil dan transparan secara konsisten; 2. Berkembangnya sistem

pengelolaan dan administrasi pertanahan yang transparan, terpadu, efektif dan efisien dalam rangka peningkatan keadilan kepemilikan tanah oleh masyarakat; dan 3. Tertatanya penguasaan,

pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara berkelanjutan sesuai dengan RTRW dan dengan memperhatikan kepentingan rakyat. Badan Pertanahan Nasional 283.733,2 4. Program Peningkatan/Pembangunan

Jalan dan Jembatan Kegiatan pokok:

1. Penanganan jalan sepanjang 3.750 km untuk kawasan terisolir seperti Lintas Barat Sumatera, Lintas Timur Sulawesi, Lintas Flores, Lintas Seram, Lintas Halmahera, dan ruas-ruas strategis di Papua, wilayah KAPET, serta akses ke kawasan perdesaan, kawasan

Program Peningkatan/Pembangunan Jalan dan Jembatan

Kegiatan pokok:

1. Penanganan jalan di wilayah terisolir sepanjang 600 km; dan 2. Fasilitasi pembangunan jalan

perdesaan dengan pendekatan

community based development.

Terbukanya akses ke wilayah perbatasan, terisolir, terpencil dan dalam rangka pemertaan hasil pembangunan.

(8)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

terisolir termasuk pulau kecil, dan sepanjang pesisir seperti Simeulue, Nias, Alor, Wetar, dan lain-lain.

5. Program Pengembangan dan

Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa, dan Jaringan Pengairan Lainnya Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Peningkatan jaringan irigasi yang belum berfungsi sekitar 700 ribu hektar dengan prioritas di luar pulau Jawa;

2. Rehabilitasi jaringan irigasi sekitar 2,6 juta hektar terutama pada daerah penghasil pangan nasional dan jaringan rawa sekitar 0,8 juta hektar di luar Jawa; dan

3. Pengelolaan jaringan irigasi sekitar 5,1 juta hektar dan rawa serta jaringan pengairan lainnya sekitar 0,8 juta hektar yang tersebar di seluruh provinsi.

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa, dan Jaringan Pengairan Lainnya Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Operasi dan pemeliharaan

jaringan irigasi sekitar 2,3 juta hektar dan jaringan irigasi rawa sekitar 800 ribu hektar;

2. Rehabilitasi jaringan irigasi sekitar 240 ribu hektar dan jaringan irigasi rawa sekitar 110 ribu hektar terutama pada daerah lumbung padi nasional;

3. Fungsionalisasi jaringan irigasi sekitar 110 ribu hektar terutama di luar Jawa; dan

4. Menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi yang sedang berjalan.

1. Dapat dipertahankannya kinerja jaringan irigasi dan rawa terutama pada daerah lumbung padi nasional;

2. Mengurangi tingkat kerusakan jaringan irigasi;

3. Mengoptimalkan jaringan irigasi yang belum berfungsi terutama di luar Pulau Jawa;

4. Meningkatnya efisiensi dan efektifitas pengelolaan irigasi, serta produktivitas air irigasi; 5. Tersedianya lahan beririgasi

produktif untuk mendukung program ketahanan pangan; dan 6. Mengurangi alih fungsi lahan

pertanian beririgasi.

Dep. Pekerjaan Umum 2.218.108,9

6. Program Peningkatan Kualitas Jasa

Pelayanan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Peningkatan pembangunan listrik perdesaan yang diarahkan terutama untuk ekstensifikasi dan intensifikasi jaringan listrik perdesaan melalui pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik di daerah perdesaan dan daerah yang belum berkembang.

Program Peningkatan Kualitas Jasa Pelayanan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Ekstensifikasi dan intensifikasi jaringan listrik perdesaan melalui pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik di daerah perdesaan dan daerah belum berkembang, meliputi penambahan pembangkit tenaga listrik termasuk

pembangkit skala kecil,

1. Mengurangi biaya operasi melalui peningkatan kapasitas pembangkit listrik non BBM; 2. Mengurangi ketergantungan

terhadap minyak;

3. Meningkatkan pemanfaatan energi alternatif (gas, panas bumi dan batubara) dan potensi energi setempat/lokal terutama energi terbarukan untuk pembangkit skala kecil; dan

4. Meningkatnya perluasan jaringan

Dep. Energi dan Sumber Daya Mineral

(9)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

pembangunan jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah serta gardu distribusi.

transmisi dan distribusi untuk mengoptimalkan penyaluran tenaga listrik ke konsumen.

7. Program Pengembangan, Pemerataan

dan Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pos dan Telematika Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Pembangunan baru fasilitas

telekomunikasi sekurang-kurangnya 16 juta sambungan telepon tetap, 25 juta sambungan bergerak, dan 43 ribu sambungan di daerah perdesaan;

Program Pengembangan, Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pos dan Telematika Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Fasilitasi pembangunan 30.615 satuan sambungan telepon di 2.185 desa melalui program USO;

1. Meningkatnya efisiensi pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun dan pembangunan infrastruktur baru;

2. Tersedianya sarana dan prasarana pos dan telematika di daerah komersial dan

nonkomersial;

3. Tersedianya pelayanan jasa pos dan telematika sesuai dengan kualitas yang memadai; dan 4. Terjaganya kondisi sarana dan

prasarana yang telah dan sedang dibangun.

Dep. Komunikasi dan Informatika, Dep. Kelautan dan Perikanan

71.361,2

8. Program Penguasaan serta

Pengembangan Aplikasi dan

Teknologi Informasi dan Komunikasi Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Fasilitasi pembangunan titik akses komunitas (community access

point) di 45 ribu desa, termasuk

pemberdayaan kantor pos sebagai titik akses komunitas.

Program Penguasaan serta Pengembangan Aplikasi dan

Teknologi Informasi dan Komunikasi Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Fasilitasi pembangunan 50 pusat informasi masyarakat (community

access point).

1. Meningkatnya literasi

masyarakat di bidang teknologi informasi dan komunikasi; 2. Meningkatnya kualitas

pelayanan kepada publik.

Dep. Komunikasi dan Informatika, Dep. Kelautan dan Perikanan

3.306,0

9. Program Pengembangan Kinerja

Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Peningkatan peranserta masyarakat dalam pembangunan dan

pengelolaan air minum dan air

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Peningkatan pelayanan air minum dan air limbah yang berbasis masyarakat.

Tersedianya pelayanan air minum kepada masyarakat sebanyak 2.951 l/detik; tersedianya sistem air limbah terpusat pada 49 kabupaten/kota; meningkatnya cakupan pelayanan air minum dan air limbah yang dikelola oleh BUMD; meningkatnya kinerja

(10)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

limbah;

2. Pengembangan pelayanan air minum dan air limbah yang berbasis masyarakat; dan 3. Penyediaan air minum dan

prasarana air limbah bagi

masyarakat berpenghasilan rendah.

BUMD pengelola air minumdan air limbah hingga berpredikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP);

meningkatnya cakupan pelayanan air minum dan air limbah yang dikelola secara langsung oleh masyarakat.

10. Program Wajib Belajar Pendidikan

Dasar Sembilan Tahun Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas termasuk pembangunan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), laboratorium, perpustakaan, buku pelajaran dan peralatan peraga pendidikan, yang disertai dengan penyediaan pendidik dan tenaga kependidikan secara lebih merata, bermutu, tepat lokasi, terutama untuk daerah perdesaan, wilayah terpencil dan kepulauan, disertai rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan prasarana yang rusak termasuk yang berada di wilayah konflik dan bencana alam, serta penyediaan biaya operasional pendidikan secara memadai, dan/atau subsidi/hibah dalam bentuk block grant atau imbal swadaya bagi satuan pendidikan dasar untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan;

2. Penyediaan berbagai alternatif

Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB) untuk meningkatkan jangkauan pelayanan pendidikan dasar khususnya jenjang pendidikan SMP/MTs di daerah-daerah yang angka partisipasi pendidikannya lebih rendah dari rata-rata nasional termasuk melalui penyediaan satuan pendidikan berasrama khususnya untuk wilayah kepulauan atau terpencil;

2. Rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dasar yang rusak;

3. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung peningkatan kualitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium;

4. Penyediaan subsidi/hibah bagi satuan pendidikan dasar yang dapat dipergunakan untuk peningkatan mutu pendidikan dasar melalui penyediaan buku

Meningkatnya secara nyata persentase penduduk yang dapat menyelesaikan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, yang antara lain diukur dengan :

1. Meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) jenjang

SD/MI/SDLB/Paket A sebesar 114,81 dengan jumlah peserta didik menjadi sekitar 28,533 juta dan APK jenjang

SMP/MTs/Paket B sebesar 86,69 persen dengan jumlah peserta didik menjadi sebanyak 11,238 juta;

2. Meningkatnya angka melanjutkan lulusan

SD/MI/SDLB/Paket A ke jenjang SMP/MTs/Paket B menjadi 91,00 persen sehingga jumlah peserta didik baru kelas I dapat ditingkatkan dari 3,785 juta peserta didik pada tahun ajaran 2005/06 menjadi 3,905 juta peserta didik pada tahun ajaran 2006/07; 3. Meningkatnya angka Dep. Pendidikan Nasional, Dep. Agama 13.425.022,0

(11)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

layanan pendidikan dasar baik melalui jalur formal maupun non formal untuk memenuhi

kebutuhan, kondisi, dan potensi anak termasuk anak dari keluarga miskin dan yang tinggal di wilayah perdesaan, terpencil dan kepulauan serta pemberian perhatian bagi peserta didik yang memiliki kesulitan mengikuti proses pembelajaran dan yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa; dan

3. Peningkatan upaya penarikan kembali peserta didik putus sekolah jenjang SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B dan lulusan SD/MI/Paket A yang tidak melanjutkan ke dalam sistem pendidikan serta mengoptimalkan upaya menurunkan angka putus sekolah tanpa diskriminasi gender dengan antara lain menerapkan sistem informasi pendidikan yang berbasis masyarakat, menyediakan bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa atau voucher pendidikan, dan perluasan perbaikan gizi anak sekolah khususnya untuk jenjang SD/MI/Paket A.

pelajaran, peralatan peraga pendidikan, dan pengembangan dan pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya; 5. Penyediaan biaya operasional

pendidikan untuk madrasah;

6. Pembebasan iuran sekolah bagi

anak miskin dan pemberian tambahan beasiswa untuk membantu anak miskin dalam menyediakan kebutuhan sekolah seperti seragam, peralatan sekolah dan biaya transportasi; 7. Pengembangan sekolah dengan

standar nasional dan internasional di setiap daerah secara bertahap; 8. Penyediaan berbagai alternatif

layanan pendidikan dasar seperti SMP Kecil, SD/SMP Satu Atap, SMP Terbuka, MTs Terbuka, Paket A Setara SD dan Paket B Setara SMP, Madrasah kecil di daerah terpencil, untuk

memberikan pelayanan secara lebih variatif termasuk bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti pendidikan reguler; 9. Pemberian perhatian dan

bimbingan bagi siswa yang memiliki kesulitan mengikuti proses pembelajaran;

10. Penyediaan beasiswa retrieval yang ditujukan bagi anak putus sekolah agar dapat kembali sekolah;

penyelesaian pendidikan dengan menurunkan angka putus sekolah pada jenjang SD/MI/SDLB/Paket A menjadi 2,24 persen dan jenjang SMP/MTs/Paket B menjadi 2,32 persen; 4. Menurunnya rata-rata lama

penyelesaian pendidikan pada semua jenjang dengan

menurunkan angka mengulang kelas pada jenjang

SD/MI/SDLB/ Paket A menjadi 2,11 persen dan jenjang

SMP/MTs/Paket B menjadi 0,38 persen;

5. Meningkatnya angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun menjadi 99,41 persen dan penduduk usia 13-15 tahun menjadi 85,68 persen, sehingga anak usia 7-12 tahun yang bersekolah menjadi 23,354 juta orang dan anak usia 13-15 tahun yang bersekolah menjadi 8,637 juta orang; dan

6. Meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antarkelompok masyarakat termasuk antara wilayah maju dan tertinggal, antara perkotaan dan perdesaan, antara daerah maju dan daerah tertinggal, antara penduduk kaya dan penduduk miskin, serta antara penduduk laki-laki dan perempuan.

(12)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

11. Penyediaan beasiswa transisi agar lulusan SD/MI/Paket A yang tidak melanjutkan dapat kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP/MTs/Paket B; dan 12. Penyediaan beasiswa bagi anak-anak yang belum pernah sekolah untuk masuk dan bersekolah di SD/MI/Paket A.

Meningkatnya kualitas pendidikan dasar yang ditandai dengan: 1. Tersedianya standar pendidikan

nasional serta standar pelayanan minimal pendidikan dasar untuk tingkat kabupaten/kota; dan 2. Meningkatnya proporsi satuan

pendidikan dasar baik negeri maupun swasta yang terakreditasi baik.

11. Program Pendidikan Nonformal

Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Penguatan satuan-satuan

pendidkan nonformal yang meliputi lembaga kursus, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, serta satuan pendidikan yang sejenis melalui pengembangan standarisasi, akreditasi, dan sertifikasi serta penguatan kemampuan manajerial pengelolanya serta pengembangan format dan kualitas program pendidikan nonformal sehingga bisa diterima sebagai pengganti mata pelajaran yang relevan di satuan pendidikan formal; 2. Peningkatan intensifikasi

perluasan akses dan kualitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan fungsional bagi penduduk buta aksara tanpa diskriminasi gender baik di perkotaan maupun perdesaan; dan 3. Penyediaan sarana dan prasarana

Program Pendidikan Nonformal Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Penguatan satuan-satuan

pendidikan nonformal yang meliputi lembaga kursus, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, community

college, dan majelis taklim serta

satuan pendidikan yang sejenis untuk dapat menyelenggarakan pendidikan kecakapan hidup dan program persiapan kerja (school

to work program) dalam rangka

meningkatkan kemampuan bermatapencaharian penduduk; 2. Peningkatan intensifikasi

perluasan akses dan kualitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan fungsional bagi penduduk buta aksara tanpa diskriminasi gender baik di perkotaan maupun perdesaan, melalui pelaksanaan gerakan Pemberantasan Buta Aksara; dan 3. Penyediaan sarana, prasarana,

1. Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun keatas menjadi 7,58 persen pada tahun 2006;

2. Meningkatnya akses orang dewasa untuk mendapatkan pendidikan kecakapan hidup; 3. Meningkatnya keadilan dan

kesetaraan pendidikan antarkelompok masyarakat termasuk antara wilayah maju dan tertinggal, antara perkotaan dan perdesaan, antara daerah maju dan daerah tertinggal, antara penduduk kaya dan penduduk miskin, serta antara penduduk laki-laki dan perempuan; dan

4. Tersedianya standar pendidikan nasional serta standar pelayanan minimal pendidikan nonformal untuk tingkat kabupaten/kota.

Dep. Pendidikan Nasional, Dep. Agama

(13)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

pendidikan termasuk pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang bermutu secara memadai serta menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk

menyelenggarakan pendidikan nonformal.

pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang bermutu secara memadai serta menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan nonformal, antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar

Masyarakat (PKBM) dan Majlis Taklim.

12. Program Upaya Kesehatan

Masyarakat

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya;

2. Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya; 3. Pengadaan peralatan dan

perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial; dan 4. Peningkatan pelayanan kesehatan

dasar yang mencakup sekurang-kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan,

pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar.

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya;

2. Pengadaan, peningkatan, dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya; 3. Pengadaan peralatan dan

perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial; dan 4. Peningkatan pelayanan kesehatan

dasar yang mencakup sekurang-kurangnya promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan,

pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar; dan 5. Penyediaan biaya operasional dan

pemeliharaan.

1. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke Puskesmas;

2. Terlaksananya pembangunan, perbaikan dan peningkatan Puskesmas dan jaringannya; 3. Terlaksananya pengadaan

peralatan medis dan nonmedis Puskesmas dan jaringannya; 4. Meningkatnya cakupan

persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih; dan 5. Meningkatnya cakupan

pelayanan antenatal, postnatal dan neonatal.

(14)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

13. Program Perlindungan dan Konservasi

Sumber Daya Alam Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Perlindungan sumber daya alam dari pemanfaatan yang eksploitatif dan tidak terkendali, terutama di kawasan konservasi laut yang rentan terhadap kerusakan; 2. Pengelolaan dan perlindungan

keanekaragaman hayati dari ancaman kepunahan, baik yang ada di daratan, maupun di pesisir dan laut;

3. pengembangan kemitraan dengan perguruan tinggi, masyarakat setempat, lembaga swadaya masyarakat, legislatif, dan dunia usaha dalam perlindungan dan pelestarian sumber daya alam; dan 4. Pengembangan sistem

perlindungan tanaman dan hewan melalui pengendalian hama, penyakit, dan gulma secara terpadu yang ramah lingkungan.

Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Kegiatan-kegiatan pokok: 1. Permantapan peraturan

perundang-undangan di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem;

2. Pengembangan ekowisata dan jasa lingkungan di kawasan-kawasan konservasi laut dan hutan;

3. Pengendalian kebakaran hutan; 4. Pengembangan budidaya

perikanan berwawasan lingkungan;

5. Kerjasama kemitraan bidang konservasi SDA dan LH serta penerapan konvensi-konvensi internasional; dan

6. Penyusunan tata ruang dan zonasi untuk perlindungan sumber daya alam, termasuk kawasan rawan bencana di pesisir dan laut.

Terlindunginya sumber daya alam dari kerusakan dan terkelolanya kawasan konservasi yang sudah ada.

Dep. Dalam Negeri, Dep. Energi dan Sumber Daya Mineral, Dep. Kehutanan, Dep. Kelautan dan Perikanan, Meneg. Lingkungan Hidup, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 244.533,8

14. Program Perluasan dan

Pengembangan Kesempatan Kerja Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Pemantauan dinamika pasar kerja dan berbagai tindakan agar penciptaan lapangan kerja formal dapat terlaksana;

2. Penyempurnaan berbagai program perluasan lapangan kerja yang dilakukan oleh Pemerintah; dan 3. Peningkatan kerjasama antara

Program Perluasan dan

Pengembangan Kesempatan Kerja Kegiatan-kegiatan pokok:

1. Penerapan teknologi tepat guna/padat karya;

2. Perluasan kerja sistem padat karya;

3. Penempatan tenaga kerja pemuda mandiri profesional tenaga kerja sarjana, dan tenaga kerja mandiri terdidik;

Terciptanya kesempatan kerja produktif

Dep. Tenaga Kerja dan Transmigrasi

(15)

Program/ Program/ Pagu Indikatif

No. Sasaran Program Instansi Pelaksana

Kegiatan Pokok RPJM Kegiatan Pokok RKP 2006 (Juta Rupiah)

lembaga bursa kerja dengan industri/perusahaan.

4. Pembinaan grameen bank dan wirausaha baru; dan

5. Penempatan antar kerja lokal (AKL), antar kerja antar daerah (AKAD), dan antar kerja khusus (AKSUS).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sarana dan prasarana perpustakaan di SMA/MA Kecamatan Dolok Batunanggar termasuk dalam kategori tidak baik, yaitu < 60% sarana dan

1. Sarana dan prasarana ibadah. Sarana dan prasarana laboratorium PAI. Sarana dan prasarana perpustakaan PAI. Namun hal tersebut belum banyak diketahui oleh para guru

Diperlukan sarana dan prasarana yang memadai yang mendukung dalam proses pembelajaran, antara lain perpustakaan yang lengkap (buku pelajaran, jurnal penelitian, majalah,

1. Sarana dan prasarana ibadah. Sarana dan prasarana laboratorium PAI. Sarana dan prasarana perpustakaan PAI. Namun hal tersebut belum banyak diketahui oleh para guru

Target 2017 Alokasi (Juta Rp.) Ket Peningkatan Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Yang Berkualitas Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Untuk Sarana Dan

Penyediaan pembiayaan untuk peningkatan sarana prasarana pendidikan seperti ruang kelas, instalasi/laboratorium dan lapangan praktik 3. Penyediaan pembiayaan untuk peningkatan

6.1.3.1.1.1 Meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan melalui peran serta masyarakat dan penyediaan sarana prasarana, kerjasama pelayanan persampahan serta penggalangan

Meningkatnya Jumlah koleksi buku 5000 Eksemplar 697.750.000 6 Kegiatan Penyediaan Sarana Layanan Informasi Perpustakaan Kapusarda Tersedianya sarana layanan