• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

58

JPMP 1 (1) (2017) 58-64

Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti

http://e-journal.ups.ac.id/index.php/jpmp

email: [email protected]

PENYUSUNAN SKALA MINAT BELAJAR MATEMATIKA DENGAN

PENERAPAN MODEL RASCH

(Studi Pengembangan Pada Pembelajaran Matematika Kelas VII di SMP Negeri

1 Tarub Tahun Ajaran 2016/2017)

Khoerun Nisa1, Purwo Susongko2, Wikan Budi Utami3

1Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia 2Prodi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia 3Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia

Kata Kunci: Validitas, Messick, Model Rasch, Skala Minat Belajar Matematika

Abstrak

_______________________________________________________________

Tujuan penelitian ini adalah (1) menyusun instrumen minat belajar matematika peserta didik SMP yang standar. (2) membuktikan validitas tes minat belajar matematika menggunakan validitas model Messick yang meliputi aspek-aspek validitas : (a) isi (content), (b) Substantif, (c) Struktural, (d) Eksternal, (e) Konsekuensional. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Plomp yang telah dimodivikasi menjadi 4 tahap yaitu (1) Fase Investigasi Awal (Preliminary Investigation), (2) Fase Desain (design), (3) Fase Realisasi / Konstruksi (Realization / Contruction), (4) Fase Tes, dan Evaluasi (Test, and Evaluastion). Subjek penelitian ini adalah kelas VII A, VII B, VII C, VIID, VII E, dan VII I SMP Negeri 1 Tarub. Penelitian difokuskan pada konstruksi skala minat belajar matematika SMP. Data dianalisis dengan menggunakan validitas Messick. Validitas instrumen diperoleh melalui validitas expert judgement. Analisis item dengan Model Rasch dengan package eRm berbantuan software R i386. 3.3.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala minat belajar matematika yang digunakan terbukti valid dengan penerapan Model Rasch. Item – item skala minat belajar Matematika telah memenuhi validitas konstruk menurut Messick yang meliputi aspek – aspek : (1) isi (content), (2) substantif, (3) Struktural, (4) Eksternal, dan (5) Konsekuensional.

© 2017 Universitas Pancasakti Tegal

(2)

Khoerun Nisa, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 58-64

59

PENDAHULUAN

Dewasa ini pendidikan di Indonesia masih dianggap sangat rendah terutama untuk pelajaran matematika. Padahal matematika adalah pelajaran pokok yang diajarkan dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Indikasi ini dapat dilihat dari masih rendahnya prestasi belajar peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Ironisnya matematika termasuk pelajaran yang tidak disukai. Banyak peserta didik takut akan pelajaran matematika. Bagi mereka matematika seperti musuh yang menakutkan yang ingin sekali mereka hindari. Kurangnya minat terhadap matematika ini sangat terlihat pada peserta didik sekolah menengah pertama. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada beberapa orang peserta didik SMP yang dipilih secara acak, hampir 85% mengatakan bahwa matematika itu membosankan dan mereka tidak berminat untuk mempelajari matematika lebih lanjut.

Peserta didik yang berminat terhadap suatu pelajaran akan mempelajari dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Anak didik mudah menghapal yang menarik minatnya. Proses belajar akan berjalan dengan lancar bila disertai dengan minat. Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan kegairahan belajaran peserta didik dalam rentangan waktu tertentu.

Menurut Depdiknas (dalam P Susongko, 2013:92) seseorang dikatakan berminat pada sesuatu jika individu itu memiliki beberapa unsur antara lain Kesukaran, Ketertarikan, Perhatian, dan Keterlibatan.Penelitian Doni Sirait (2016) dari hasil penelitian perhitungan analisis regresi minat belajar dengan prestasi belajar matematika terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar matematika.

Penelitian Eva (2013) menunjukkan ada pengaruh minat belajar peserta didik terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian Setio dkk (2013) menunjukkan minat belajar peserta didik terhadap prestasi belajar matematika peserta didik bernilai positif, yang artinya dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

Dari penelitian-penelitian tersebut terlihat bahwa minat belajar sangat berpengaruh terhadap

prestasi belajar matematika. Minat belajar berpengaruh maka instrumen pengukurannya harus valid. Selama ini belum ada tes minat belajar yang terstandarisasi. Untuk memperoleh gambaran representatif tentang minat belajar maka penggunaan alat tes minat yang valid dan reliabel menjadi tolak ukur utama.

Validitas menunjukkan derajat bukti dan teori yang mendukung penafsiran skor tes sebagai tujuan penggunaan tes APA (dalam P Susongko, 2016:2). Dengan demikian validasi pada dasarnya merupakan pengumpulan bukti-bukti untuk memberi dasar saintifik penafsiran skor tes. Reliabilitas merupakan koefisien yang menunjukkan tingkat keajegan atau konsistensi hasil pengukuran suatu tes Djemari (dalam P Susongko, 2026:2). Dengan demikian reliabilitas bukan berkaitan dengan tes namun lebih kepada tingkat kesalahan hasil suatu tes yang berupa skor.

Messick (dalam P Susongko, 2016:2) berpendapat bahwa validitas adalah konsep tunggal yang dinyatakan sebagai validitas konstrak terdiri dari enam elemen masing masing: (1) isi (content), (2) substantif (substantive), (3) struktur (structural), (4) generalisasi (generalizability), (5) eksternal (external) dan (6) konsekuensi (consequential).

Teori tes klasik merupakan sebuah teori yang mudah dalam penerapannya serta model yang cukup berguna dalam mendeskripsikan bagaimana kesalahan dalam pengukuran dapat mempengaruhi skor amatan. Beberapa kelemahan pada teori tes klasik dicoba diatasi dengan mengembangkan Item Response Theory (IRT). Beberapa contoh Item Response Theory adalah model Rasch.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian “Penyusunan Skala Minat Belajar Matematika Peserta didik dengan Penerapan Model Rasch”. Rumusan masalah yang akan dijadikan fokus dalam penelitian adalah (1) Bagaimana penyusunan Skala Minat Belajar Matematika yang terstandar ? (2) Bagaimana membuktikan validitas tes minat belajar Matematika dari aspek, isi (content), substantif (substantive), struktur (structural), generalisasi (generalizability), eksternal (external) dan konsekuensi (consequential) ?

(3)

Khoerun Nisa, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 58-64

60

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan karena dalam penelitian ini akan dikembangkan instrumen penilaian minat belajar matematika peserta didik SMP. Model penelitian pengembangan yang digunakan yaitu model Plomp dimana peneliti memodivikasi tahapannya dengan menghilangkan tahap implementasi. Berikut model Plomp yang dikemukakan oleh Rochmad (2009:66) yang sudah dimodivikasi :

Gambar 1. Model Plomp menurut Rochmad yang sydah dimodivikasi.

Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Tarub. Variabel yang diamati atau diukur dalam penelitian ini adalah berupa instrumen Skala minat belajar matematika peserta didik SMP.

Tabel 1.

Kriteria validitas Messick (dalam P Susongko, 2016:4) dengan penerapan model Rasch. Aspek Validitas

Konstruk Indikator Kriteria

Isi

Tingkat Kesukaran -2 < b < +2 Uji kecocokan item (itemfit) P > 0.05

0,5 <MNSQ<1,5

Person-item Map Semua tingkat kesukaran item berada pada domain kemampuan testee Person/Item Map mendekati tingkat kesukaran item Kemampuan testee sama atau Fungsi Informasi Tes maksimal pada domain kemampuan testee Fungsi Informasi tes mempunyai nilai Substantif Person fit statistic 0,5 <MNSQ<1,5 P > 0.05

Struktural Uji unidimensi

ada satu faktor utama yang digambarkan lewat Scree Plot hasil analisis faktor Uji Invariansi (LRtest) P < 0,05

Eksternal nilai separation Person strata mendekati 1,0

Konsekuensial DIF Tidak terdapat DIF yang signifikan HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Fase Investigasi Awal (Preliminary Investigation) Fase investigasi awal dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, mendefinisikan masalah yang berhubungan dengan minat belajar matematika peserta didik SMP dan menentukan rencana lanjutan atas masalah yang telah ditemukann

Dari observasi awal yang dilakukan pada beberapa peserta didik SMP, sebagian besar mengatakan tidak berminat belajar matematika. Minat belajar matematika yang rendah mengakibatkan pembelajaran matematika tidak optimal. Berdasarkan keaadan tersebut, guru – guru perlu melakukan penilaian terhadap minat belajar matematika peserta didik SMP, namun guru – guru dan para peneliti masih banyak mengalami

(4)

Khoerun Nisa, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 58-64

61

kesulitan dalam membuat instrumen penilaian minat belajar matematika khususnya skala yang valid dan reliabel. Sebagian besar guru – guru masih kebingungan dalam melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap suatu skala.

Rencana lanjutan atas masalah yang ditemukan, akan dikembangkan suatu alat ukur untuk penilaian minat belajar peserta didik SMP khususnya angket yang valid dan reliabel.

B. Fase Desain (design)

Pada fase desain dilakukan untuk merancang pembuatan skala minat yang valid dan reliabel untuk mengukur minat belajar peserta didik SMP. Adapun rancangan kegiatan untuk mendapatkan skala minat yang valid dan reliabel adalah sebagai berikut :

1. Menyusun skala minat beelajar matematika. -Menentukan kisi-kisi minat belajar matematika berdasarkan indikator dan dimensi minat yang telah ditetapkan.

-Penyusunan skala minat belajar matematika sesuai dengan kisi – kisi.

2. Skala minat belajar matematika yang telah disusun dan di validasi diuji cobakan ke peserta didik SMP untuk mendapatkan data awal

3. Validitas dan Realibilitas butir dari data menggunakan Rasch Model (Validitas Empirik).

C. Fase realisasi/kontruksi realization/contruction) Langkah – langkah kerja yang telah disusun pada fase desain mulai dilaksanakan secara bertahap.

1. Fase ini dimulai dengan menentukan dimensi dan indikator skala minat belajar matematika. 2. Dari dimensi dan indikator tersebut disusun

skala minat belajar matematika peserta didik SMP (Diperoleh prototype 1).

3. Dari prototype 1 mendapatkan saran dari penelaah sehingga diperoleh Skala Minat Belajar Matematika yang siap di ujicobakan. D. Fase Tes, evaluasi dan Revisi (test,evaluation

and revition) 1. Aspek Isi

Skala yang telah dibuat dinilai oleh tiga orang ahli. Ahli mengevaluasi instrumen yang telah dikembangkan secara tekhnik. Berbasis pada umpan balik (feedback) dari ahli tersebut, angket dimodifikasi supaya menjadi lebih memadai sehingga dapat digunakan, dan

secara tekhnik berkualitas. Setelah evaluasi oleh ahli kemudian dilakukan penskoran yang selanjutnya dihitung menggunakan Uji V Aiken.

Pada penskoran penelaah yang kemudian dihitung menggunakan Uji Aiken V diperoleh pada validitas isi dari 18 item mendapat skor diatas 0,5, sehingga tidak ada item yang digugurkan karena mendapat skor dibawah 0,5.

Dari data Skala Minat Belajar matematika yang telah diujikan kepada 200 peserta didik SMP dilakukan uji validitas butir dengan penerapan Model Rasch. validitas isi yang digunakan yakni Aiken’s V (Content Validity Coficient) dan tingkat kesukaran butir, Uji Kecocokan Item Test, Person-Item Map, Person/Item Map.

Hasil analisis tingkat kesukaran butir terhadap 18 item tes Skala Minat Belajar Matematika dengan penerapan model Rasch menunjukkan bahwa nilai estimate untuk -2 < b > 2 dan semuanya memenuhi kriteria sebagai item yang cocok untuk mengukur tes Minat Belajar Matematika testee.

Tabel 2.

Uji kecocokan Item Skala Minat Belajar Matematika Dengan Penerapan Model Rasch.

Item fit menjelaskan apakah butir soal berfungsi normal melakukan pengukuraan atau tidak. Jika didapati suatu soal tidak fit, hal itu merupakan suatu indikasi bahwa terjadi miskonsepsi pada peserta didik terhadap butir pernyataan. Uji kecocokan item dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap nilai p-value. Jika nilai p-v>0.05 maka butir tersebut fit, atau sesuai. Pada Tabel 2 terlihat bahwa nilai

(5)

p-Khoerun Nisa, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 58-64

62

value semuanya lebih dari 0.05 sehingga 18 butir tersebut fit.

Gambar 1. Person-Item Map Tes Minat Belajar Matematika Dengan Penerapan Model Rasch.

Gambar 2. Item/Person Map Tes Minat Belajar Matematika Dengan Penerapan Model Rasch.

Gambar 3. Fungsi Informasi Pada Tes Minat Belajar Matematika Dengan Penerapan Model Rasch.

2. Aspek Substantif

Aspek Substantif dilakukan untuk mengetahui secara aktual benar-benar melibatkan kemampuan bidang yang diukur. Pada validitas substantif ini

hanya dilakukan analisis terhadapa Person fit statistic dengan penerapan Model Rasch.

Hasil analisis dari uji kecocokan Person (Person Fit). Pada signifikansi 5%(0.05), ada 26 testee yang tidak konsisten atau ditolak oleh model dan ada 173 testee yang dianggap konsisten dan diterima oleh model atau sekitar 87% memenuhi validitas substantif. 26 testee tersebut adalah testee nomor 4, 12, 15, 19, 32, 37, 42, 47, 49, 50, 57, 59, 63, 65, 81, 111, 116, 120, 121, 124, 138, 144, 153, 173, 193, 198. 3. Aspek Struktural

Aspek Struktural berkaitan dengan penskoran dimana validitas struktural akan dicari apakah Skalla Minat Belajar Matematika memiliki unidimensi atau tidak, dan berkaitan dengan Uji LRtest yang masing masing menggunkan penerapan software SPSS dan Model Rasch.

Gambar 4. Hasil Analisis Scree plot menggunakan SPSS versi 17.0

Hasil analisis faktor dengan bantuan program SPSS versi 17.0 menunjukkan pada scree plot hanya ada satu garis tajam dengan nilai eigen 16,838 sedangkan yang lain landai sehingga tidak bisa disebut sebagai faktor, oleh karenanya pada Gambar 4 terlihat bahwa tes Minat Belajar Matematika dapat dinyatakan hanya terdiri dari satu faktor saja atau satu dimensi.

Berdasarkan Uji LRtest menggunakan model Rasch diperoleh nilai LR sebesar 141.411 dengan chi-square df sebesar 53 dengan peluang sebesar p-value 0. maka tes Minat Belajar Matematika bersifat invariansi. Invariansi parameter artinya karakteristik butir soal tidak tergantng pada distribusi parameter kemampuan peserta tes dan parameter yang menjadi ciri peserta tes tidak bergantung dari ciri butir soal.

(6)

Khoerun Nisa, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 58-64

63

4. Aspek Eksternal

Aspek Eksternal mengkaji sejauh mana sebuah tes berkorelasi dengan tes lain yang sesuai. Pada Validitas Eksternal akan dicari nilai separation person strata ( Separation Reliability), dimana agar terjadi korelasi maka nilainya harus mendekati 1.

Berdasarkan nilai yang diperoleh menggunakan model Rasch nilai Sepration Reliabilitynya adalah 0.7158 artinya tes Minat Belajar Matematika bersifat eksternal yaitu skor yang didapat dari tes Minat Belajar Matematika berkorelasi dengan tes lain yang sesuai.

5. Aspek Konsekuensional

Aspek Konsekuensional adalah pemaknaan dari skor yang didapat dalam tes atau implikasi dari skor. Nilai konsekuensional berhubungan dengan gender bias. Aspek konsekuensional akan dilakukan dengan analisis uji waldtest dan analisis terhadap Plot DIF.

Tabel 3.

Uji Wald Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Tes Minat Belajar Matematika menggunakan Model Rasch.

Hasil analisis Uji Waldtest semua nilai p-value>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Skala Minat Belajar Matematika yang digunakan tidak bias gender.

Gambar 5. Plot DIF dari item Skala Minat Belajar Matematika

SIMPULAN

Menyusun tes Minat Belajar Matematika yang terstandar yaitu dengan cara : (1) Mengkaji teori yang berhubungan dengan skala minat belajar matematika, (2) Definisi konsep, (3) Menentukan dimensi, (4) Menentukan indikator, (5) Membuat kisi-kisi yang sesuai dengan indikator, (6) Melakukan validitas rasional terkait dengan isi, bahasa, dan konstruk yang dilakukan oleh penelaah, (7) Melakukan uji coba pada penelitian ini uji coba dilakukan pada 200 peserta didik SMP Negeri 1 Tarub, (8) Analisis empirik dengan penerapan Model Rasch.Hasil Validitas skala minat belajar Matematika dengan Model Rasch dengan package eRm berbantuan software R i386. 3.3.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skala minat belajar matematika yang digunakan terbukti valid dengan penerapan Model Rasch. Item – item Skala Minat Belajar Matematika telah memenuhi validitas konstruk menurut Messick yang meliputi aspek – aspek : (1) isi (content), (2) substantif, (3) Struktural, (4) Eksternal, dan (5) Konsekuensional. Saran dalam penelitian ini adalah Penelitian serupa dapat dilakukan pada jenjang pendidikan lain misalnya di SMA. Peneliatian ini dapat digunakan untuk penelitian lanjutan dengan menambahkan fase Implementasi.

DAFTAR PUSTAKA

Ariyanti, S. d. (2013). Hubungan Minat Belajar Peserta didik Terhadap Prestasi Belajar Matematika Peserta didik dalam Pembelajaran

(7)

Khoerun Nisa, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 58-64

64

Kooperatif Tipe STAD menggunakan Komik. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 2/1:1. Azwar. Saifudin, (2012). Penyusunan Skala

Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Bambang Sumintono, W. W. (2015). Aplikasi Model

Rasch Untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial. Cimahi: Trim Komunikata Publishing House.

Bambang Sumintono, W. W. (2015). Aplikasi Pemodelan Rasch Pada Assessment Pendidikan . Cimahi : Trimkomunikata.

Djamarah, S. B. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Doni, E. (2016). Pengaruh Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Formatif 6(1)-35-43 , 1-8.

Eva. (2013). Pengaruh Minat dan Kebiasaan Belajar Peserta didik terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Formatif 2(2):1, 126 .

Ningsih, S. C. (2015). Pengembangan Instrumen Minat Belajar Matematika Siswa SMP. Universitas PGRI Yogyakarta, 1-6.

Rochmad, 2012. “Desain Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika”. Jurnal Kreano. 1/3:66-67.

Sardiman, A. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rajagrafindo.

Sugiyono, P. D. (2015). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung : CV. AlfaBeta. Suseno, M. N. M. (2014). Pengembangan Pengujian

Validitas Isi dan Validitas Konstrak: Interpretasi Hasil Pengujian Validitas.

Susongko, P. (2016). Validation of Science Achievement Test with the Rasch Model. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia 5(2) (2016):1 - 4.

Susongko, P. (2012). Penelitian Hasil Belajar. Tegal : Universitas Pancasakti tegal.

UUD RI Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Setio dkk, (2013). “Hubungan Minat Belajar Peserta

didik Terhadap Prestasi Belajar Matematika Peserta didik dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD 60 Menggunakan Komik”. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains. 1/2,1.

Gambar

Gambar 1. Model Plomp menurut Rochmad yang sydah  dimodivikasi.
Gambar 3.   Fungsi  Informasi  Pada  Tes  Minat  Belajar  Matematika  Dengan  Penerapan  Model  Rasch
Gambar  5.  Plot  DIF  dari  item  Skala  Minat  Belajar  Matematika

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengisi kekaburan norma maka dilakukanlah penafsiran ekstensif atau memperluas arti kata, atau pelebaran norma untuk memperoleh kekuatan pembuktian kesaksian

The ex ante measures do not decline in a way which is consistent with the so-called carry-over effect, whereby knowledge of the quarterly growth rates (or equivalently, levels of

Penyebabnya, pertama, intervensi eksternal yang menganggap dunia usaha sebagai sapi perah dan kedua, lemahnya sistem manajerial dan moral hazard manajer yaitu memanfaatkan

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DI BAGIAN PRODUKSI PT. JAMAFAC BANDUNG BARAT. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Seorang anak yang lahir di luar pernikahan sah dari ibu WNA diakui oleh ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuannya dilakukan sebelum anak berusia 16 tahun atau belum menikah..

[r]

Ascending axons relevant to pain sensation travel in nearly all portions of the spinal cord white matter, in several discrete systems. Traditionally we have been

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, selanjutnya dilakukan pembahasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan yang tidak sesuai pada anak balita di