PEMBIMBING : PEMBIMBING : DR. ROSMALIA SUPARSO, SPKJ DR. ROSMALIA SUPARSO, SPKJ DISUSUN OLEH: DISUSUN OLEH: SELVA AWANDARI 406138017 SELVA AWANDARI 406138017 THEA TANIA 406147001 THEA TANIA 406147001 GABRIELLA BONIA ABRIANI
GABRIELLA BONIA ABRIANI 4061380040613800
Gangguan Afektif Bipolar
Definisi
Definisi
Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang
Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang
kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan
kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan
tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu
tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu
terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai
terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai
penambahan energi dan aktifitas (mania atau
penambahan energi dan aktifitas (mania atau
hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan
hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan
afek disertai pengurangan energi dan aktifitas
afek disertai pengurangan energi dan aktifitas
(depresi). (PPDG !!!)
Definisi
Definisi
Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang
Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang
kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan
kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan
tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu
tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu
terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai
terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai
penambahan energi dan aktifitas (mania atau
penambahan energi dan aktifitas (mania atau
hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan
hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan
afek disertai pengurangan energi dan aktifitas
afek disertai pengurangan energi dan aktifitas
(depresi). (PPDG !!!)
"pidemiologi
"pidemiologi
!nsiden
!nsiden
!nsiden gangguan bipolar tiap tahunnya kurang dari #$ tetapi!nsiden gangguan bipolar tiap tahunnya kurang dari #$ tetapi
gangguan tersebut sulit ditebak karena gangguan bipolar sulit di
gangguan tersebut sulit ditebak karena gangguan bipolar sulit di
deteksi
deteksi
%e&
%e&
Gangguan bipolar ! angka kejadiannya sama antara laki'laki danGangguan bipolar ! angka kejadiannya sama antara laki'laki dan
perempuan.
perempuan.
"pisode manik lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan"pisode manik lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan
dengan laki'laki. %edangkan episode depresi lebih bnyak dialami oleh
dengan laki'laki. %edangkan episode depresi lebih bnyak dialami oleh
laki'laki.
laki'laki.
sia
sia
nset usia pada gangguan bipolar biasanya terjadi di usia *+ tahunnset usia pada gangguan bipolar biasanya terjadi di usia *+ tahun
dan bisa juga pada usia remaja dan dewasa
dan bisa juga pada usia remaja dan dewasa
ingkungan
ingkungan
Gangguan depresi ebih sering terjadi pada pasien yang single atauGangguan depresi ebih sering terjadi pada pasien yang single atau
berpisah dibandingkan dengan yang sudah me
"tiologi
-aktor Biologis
gangguan mood adalah berhubungan dengan disregulasi heterogen
pada amin biogenik. orepinefrin dan serotonin dari amin biogenik
merupakan dua transmitter yang paling berperan dalam patofisiologi
mood.
-aktor Genetika
perkembangan gangguan mood sangat dipengaruhi oleh genetik.
Peran dari faktor genetik pada bipolar lebih besar dari depresi
-aktor Psikosisoal
Dari pengamatan klinis yang diamati, peristiwa kehidupan sangatlah
/lasifikasi
!30 " !3# G$%&&'$% S'$($%$ P)*$($$%+ M- A/)2/
-*+ "pisode manik -*+.+ 0ipomania
-*+.# 1ania tanpa gejala psikotik -*+.2 1ania dengan gejala psikotik -*+.3 "pisode manik lain
-*+.4 "pisode manik, tidak ditentukan
!31 G$%&&'$% A/)2/ B25$*
-*#.+ Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang hipomanik
-*#.# Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang manik tanpa gejala psikotik -*#.2 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang manik dengan gejala psikotik -*#.* Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang depresi ringan atau sedang
-*#.5 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang depresi berat tanpa gejala psikotik -*#.6 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang depresi berat dengan gejala psikotik -*#.7 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang 8ampuran
-*#.9 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang dalam remisi -*#.3 Gangguan Afektif Bipolar lain
!3 E2(-) D)*)(2/
-*2.+ "pisode depresif ringan -*2.# "pisode depresif sedang -*2.2 "pisode depresif berat tanpa gejala psikotik -*2.* "pisode depresif berat dengan gejala psikotik -*2.3 "pisode depresif lain
-*2.4 "pisode depresif, tidak ditentukan
!33 G$%&&'$% D)*)(2/ R)'*)%
!34 G$%&&'$% M- A/)2/ P)*(2()%
!38 G$%&&'$% M- A/)2/ 5$2%
Pedoman Diagnosis
!30 EPISODE MANIK :
-*+.+ 0ipomania
%uasana perasaan yang meningkat ringan dan menetap
sekurang'kurangnya ))*$$ $*2 )*'*'9'*', disertai
perasaan sejahtera yang men8olok.
Peningkatan akti:itas, berupa ;
Ber8akap'8akap, bergaul dan akrab berlebih
Peningkatan energi seksual
Pengurangan kebutuhan tidur
<idak terdapat keka8auan berat dalam pekerjaan atau
!30.1 M$%2$ T$%$ G)$5$ P(22
%uasana perasaan yang meningkat tidak sepadan dengan
keadaan indi:idu sampai hampir tak kendali
Akti:itas meningkat, berupa ;
Pembi8araan 8epat dan banyak
Berkurangnya kebutuhan tidur
<idak dapat memusatkan perhatian
0arga diri melambung
Pemikiran serba hebat
<erlalu optimistik
Berlangsung satu minggu atau lebih
!30. M$%2$ -)%&$% G)$5$ P(22
Gambaran klinis lebih berat dari 1ania tanpa gejala psikotik, dan
disertai waham atau halusinasi
Akti:itas fisik yang berlebihan tadi dapat menjurus kepada agresi
dan kekerasan= pengabaian makan, minum, dan kesehatan pribadi
yang dapat mengan8am dirinya
!31 GANGGUAN A!EKTI! BIPOLAR
%emua jenis gangguan afektif bipolar harus pernah ada sekurang'
kurangnya satu episode afektif.
Penggolongan tipe tergantung pada jenis afektif pada episode saat
ini.
-*#.+ Gangguan Afektif Bipolar, "pisode /ini 0ipomania
"pisode saat ini sesuai dengan 0ipomania
-*#.# Gangguan Afektif Bipolar, "pisode /ini 1anik <anpa Gejala
Psikotik
"pisode saat ini memenuhi kriteria mania tanpa gejala psikotik.
-*#.2 Gangguan Afektif Bipolar, "pisode /ini 1anik dengan Gejala
Psikotik
-*#.* Gangguan Bipolar, "pisode /ini Depresi >ingan atau %edang
"pisode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi
ringan atau sedang.
-*#.5 Gangguan Bipolar, "pisode /ini Depresi Berat tanpa Gejala
Psikotik
"pisode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi
berat tanpa gejala psikotik.
-*#.6 Gangguan Bipolar, "pisode /ini Depresi Berat dengan Psikotik
"pisode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi
berat dengan gejala psikotik.
-*#.7 Gangguan Bipolar, "pisode /ini ?ampuran
"pisode saat ini menunjukkan gejala manik, hipomanik, dan
depresif yang ter8ampur atau bergantian dengan 8epat serta telah berlangsung sekurang'kurangnya dua minggu.
-*#.9 Gangguan Bipolar, "pisode /ini dalam >emisi
%ekurang'kurangnya pernah dua episode afektif dan saat ini tidak
!3 EPISODE DEPRESI!
1engalami suasana perasaaan yang depresif, kehilangan
minat dan kegembiraan, mudah lelah dan berkurangnya
akti:itas.
<erdapat tiga :ariasi episode ; ringan, sedang, dan berat.
Penegakan diagnosis dibutuhkan waktu paling sedikit 2
minggu.
/elompok diagnosis ini hanya untuk episode afektif yang
pertama saja.
!3.0 E2(-) D)*)(2/ R2%&$%
%ekurang'kurangnya dua gejala depresif yang khas (gejala A) ;
Perasaan depresif
/ehilangan minat dan kesenangan 1udah menjadi lelah
%ekurang'kurangnya dua dari gejala B ;
/onsentrasi dan perhatian berkurang
0arga diri dan keper8ayaan diri berkurang >asa bersalah dan tak berguna
1asa depan suram dan pesimis
Gagasan atau perbuatan membahayakan diri <idur terganggu
afsu makan berkurang
<elah berlangsung paling sedikit dua minggu
<idak boleh ada gejala yang berat
!3.1 E2(-) D)*)(2/ S)-$%&
Paling sedikit dua dari gejala A Paling sedikit tiga dari gejala B Paling sedikit dua minggu
1engalami kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial
!3. E2(-) D)*)(2/ B)*$ T$%$ G)$5$ P(22
<iga dari gejala A
Paling sedikit empat dari gejala B dan intensitas berat.
Paling sedikit telah berlangsung dua minggu atau gejala amat berat dan onset
sangat 8epat.
<idak mungkin melakukan pekerjaan dan kegiatan sosial.
!3.3 E2(-) D)*)(2/ B)*$ -)%&$% G)$5$ P(22
-** Gangguan depresi berulang
Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari
"pisode depresi ringan -*2.+ "pisode depresi sedang -*2.#
"pisode depresi berat -*2.2 dan -*2.*
"pisode masing'masing rata'rata lamanya sekitar 7 bulan akan tetapi frekuensinya lebih jarang daripada gangguan bipolar
-**.+ gangguan depresif berulang episode kini ringan
0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode
sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi ringan
%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing
selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna
-**.# gangguan depresif berulang episode kini sedang
0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode
sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi sedang
%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing
selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan
tanpa gangguan afektif yang bermakna
-**.2 gangguan depresif berulang episode kini berat tanpa
gejala psikotik
0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode
sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat
tanpa gejala psikotik
%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing
selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan
tanpa gangguan afektif yang bermakna
-**.* gangguan depresif berulang episode kini berat dengan gejala
psikotik
0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode
sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat dengan gejala psikotik
%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing
selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna
-**.5 gangguan depresif berulang episode kini dalam remisi
/riteria untuk gangguan depresi berulang harus pernah dipenuhi di
masa lampau tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memenuhi kriteria untuk episode depresi dengan derajat keparahan apapun atau gangguan lain apapun dalam -*+'-*4
%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing
selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna
-*5 gangguan %uasana Perasaan (1ood @Afektif)
1enetap
-*5.+ %iklotimia
/etidakstabilan menetap dari afek (suasana perasaan) meliputi banyak
periode depresi ringan dan hipomania ringan diantaranya tidak ada yang 8ukup parah atau 8ukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan
afektif bipolar atau gangguan depresi berulang
%etiap episode alunan afektif (mood swing) tidak memenuhi kriteria
untuk kategori manapun yang disebut dalam episode manik atau depresif
-*5.# Distimia
Afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau
jarang sekali 8ukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang
Biasanya mulai pada usia dini dari masa dewasa dan berlangsung
sekurang kuragnya beberapa tahun,kadang kadang untuk jangka waktu yang tidak terbatas
-*5.3 Gangguan afektif menetap lainnya
Gangguan afektif menetap yang tidak 8ukup parah atau tidak
berlangsung 8ukup lama untuk memnuhi kriteria siklotimia dan distimia namun se8ara klinis bermakna.
-*3 gangguan suasana perasaan (mood @afektif) lainnya
-*3.+ Gangguan afektif tunggal lainnya -*3.++ "pisode afektif 8ampuran
"pisode afektif yang berlangsung sekurangnya selama 2 minggu yang bersifat 8ampuran atau pergantian 8epat (beberapa jam)
-*3.# Gangguan afektif berulang lainnya -*3.#+ Gangguan depresif singkat berulang
episode depresif singkat yang berulang mun8ul kira'kira # kali sebulan selama # tahun
%etiap episode depresif berlangsung C2 minggu (yang khas 2'* hari dengan pemulihan sempurna)
-*3.3 Gangguan Afektif ainnya
/ategori sisa untuk gangguan afektif yang tidak memenuhi kriteria
untuk kategori manapun
-*3.4 Gangguan Afektif <<
Dipakai sebagai langkah terakhir jika tidak ada istilah lain yang
Perjalanan Penyakit Dan Prognosis
Gangguan Depresif Berat :
!dentifikasi awal dan terapi awal dapat men8egah
perkembangan episode depresif yang lengkap. "pisode
depresif pertama terjadi sebelum usia 5+ tahun pada kira'kira
6+$ pasien. nset yang lanjut berhubungan dengan ada
tidaknya riwayat keluarga gangguan mood, gangguan
kepribadian antiso8ial dan penyalahgunaan al8ohol.
Durasi ; "pisode depresif yang tidak diobati berlangsung 7
sampai #* bulan= sebagian besar episode yang diobati
berlangsung kira'kira * bulan. 1enghentikan antidepresan
sebelum * bulan hampir selalu menyebabkan kembalinya
gejala. %aat perjalanan penyakit berkembang, pasien
8enderung menderita episode yang lebih sering yang
berlangsung lama.
Perkembangan "pisode 1anik ; kira'kira 6'#+$ pasien dengan diagnosis
awal gangguan depresif berat menderita suatu episode manik 7'#+ tahun setelah episode depresif awal. sia rata'rata untuk pergantian tersebut adalah *2 tahun dan keadaan ini sering terjadi setelah 2 5 episode depresif.
Prognosis ; Bukan suatu gangguan yang ringan dan 8enderung kronis serta
mengalami relaps.
Pasien yang dirawat di rumah sakit untuk episode pertama gangguan
depresif berat memiliki kemungkinan 6+$ untuk pulih dalam tahun pertama.
Persentase pasien yang sembuh setelah perawatan di rumah sakit menurun
dengan berjalannya waktu dan pada waktu lima tahun pas8a perawatan di rumah sakit, #+'#6 $ pasien tidak pulih. /ira'kira 26$ pasien mengalami suatu rekurensi dalam 7 bulan pertama setelah pulang dari rumah sakit, kira'kira *+ 6+$ dalam 2 tahun pertama, dan kira'kira 6+'96 $ dalam 6 tahun. !nsidens relaps jauh lebih rendah daripada angka tersebut pada pasien yang meneruskan terapi psikofarmakologis profilaksis dan pada pasien yang hanya mengalami satu atau dua episode depresif. Pada
umumnya, saat pasien mengalami lebih banyak episode depresif, waktu antara episode memendek, dan keparahan masing'masing meningkat.
Gangguan Bipolar I
Perjalanan penyakit ; Paling sering dimulai dengan depresi (96$ pada
wanita, 79$ pada laki'laki), dan merupakan gangguan yang rekuren. %ebagian besar pasien mengalami episode depresif maupun manik, walaupun #+'2+$ hanya mengalami episode manik. "pisode manik biasanya memiliki onset yang 8epat (jam atau hari), tetapi dapat berkembang lebih dari satu minggu.
Prognosis ; ebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan depresif
berat. /ira'kira 5+'6+$ pasien gangguan bipolar ! memiliki episode manik kedua dalam waktu 2 tahun setelah episode pertama. Penelitian follow'up empat tahun pada pasien dengan gangguan bipolar ! menemukan bahwa status pekerjaan pramorbid yang buruk, ketergantungan alkohol, 8iri
psikotik, 8iri depresif, dan jenis kelamin laki'laki semuanya adalah faktor yang mengarah pada prognosis buruk. Durasi episode manik yang singkat,
usia onset yang lanjut, sedikit pikiran bunuh diri, dan sedikit masalah psikiatrik dan medis yang bersama'sama mengarah pada prognosis yang baik. /ira'kira 9$ dari semua pasien gangguan bipolar ! tidak menderita
gejala rekurensi, 56$ menderita lebih dari satu episode, dan 5+$ menderita gangguan kronis. Pasien mungkin memiliki dari 2 sampai *+ epiosde
manik, walaupun angka rata'rata adalah sekitar 4. /ira'kira 5+$ dari
semua pasien menderita lebih dari #+ episode. Pada follow jangka panjang, #6$ adalah sehat, 56$ sehat tetapi memiliki relaps berganda, *+$ remisi
Pemeriksaan %tatus 1ental
E2(-) -)*)(2/
Deskripsi umum
Psikomotor merupakan gajala yang paling umum. 1enggenggamkan tangan dan
menarik rambut merupakan gejala agitasi yang paling sering. Postur orang depresi yaitu membungkuk , tidak terdapat pergerakan yang spontan , dan pandangan mata yang putus asa serta memalingkan pandangan. Pada
pemeriksaan fisik tampak pasien seperti pasien skiEofrenia katatonik.
1ood ,afek, dan perasaan
%etengah dari pasien yang memiliki gangguan depresi selalu menyangkal
penyakitnya. Pasien sering kali dibawa oleh anggota keluarganya atau teman kerjanya oleh karena penarikan sosal dan penurunan akti:itas se8ara
menyeluruh.
Pembi8araan
Banyak pasien terdepresi menunjukkan suatu ke8epatan dan :olume bi8ara yang
menurun, berespon terhadap pertanyaan dengan kata tunggal dan menunjukkan respon yang melambat terhadap pertanyaan.
Gangguan persepsi
Pasien terdepresi dengan waham atau halusinasi dikatakan
menderita episode depresi berat dengan 8irri psikotik. Faham sesuai
mood pada pasien terdepresi adalah waham bersalah,memalukan,
kegagalan, kemiskinan, tidak berguna, penyakit somati8 terminal
(sebagai 8ontoh penyakit kanker dan otak yang membusuk).
0alusinasi relati:e jarang terjadi.
Pikiran
Pasien terdepresi biasanya memiliki pandangan negati:e tentang
dunia dan dirinya sendiri. !si pikiran mereka sering kali melibatkan
perenungan tentang kehilangan, bersalah, bunuh diri dan kematian.
/ira'kira #+$ dari pasien memiliki gejala jelas gangguan berpikir,
biasanya penghambatan pikiran dan kemiskinan isi pikiran.
Daya ingat
/ira'kira 6+$'9+$ dari semua pasien terdepresi memiliki suatu
gangguan kognitif yang sering kali dinamakan pseudodemensia
depresif, dengan keluhan gangguan konsentrasi dan mudah lupa.
Pengendalian impuls
/ira'kira #+'#6$ pasien terdepresi melakukan bunuh diri dan kira'
kira dua pertiga memiliki gagasan bunuh diri. >esiko meninggi
untuk melakukan bunuh diri saat mereka mulai mebaik dan
mendapat kembali energy yang diperlukan untuk meren8anakan dan
melakukan suatu bunuh diri.
>eliabilitas
%emua informasi yang didapat dari pasien selalu menonjolkan hal
E2(-) ;$%2
Deskripsi umum
Pasien yang sedang dalam episode manik akan banyak bi8ara, hiperaktif, dan
tereksitasi. Pada waktu tertentu mereka jelas sekali menunjukkan gejala psikotik dan terdisorganisasi, sampai mereka memerlukan pengikatan fisik dan penyuntikan
intramus8ular obat sedatif agar mereka dapat tenang dan terkontrol.
1ood, afek dan perasaan
Pasien yang sedang dalam episode manik biasanya euphoria dan lekas marah. %e8ara emosional mereka sangatlah labil, mereka bisa sangat gampang berubah dari tertawa menjadi marah dan bisa menjadi depresi dalam waktu yang singkat.
Pembi8araan
Pasien dalam episode manik sangatlah susah untuk dipotong saat mereka sedang
berbi8ara dan sering kali menjadi pengganggu badi orang'orang disekitarnya. Apabila mereka sedang dalam keadaan aktifitas yang meningkat, maka mereka akan berbi8ara penuh kelu8uan, dan banyaknya hal' hal yang tidak relefan. Dan apabila aktifitas lebih meningkat lagi maka kemampuan konsentrasi mereka mulai hilang sehingga akan mun8ul gagasan yang melon8at'lon8at.
Gangguan persepsi
Faham ditemukan 96$ dari semua pasien manik.
Pikiran
!si pikirannya hanyalah keper8ayaan dan kebesaran diri, pasien dengan episode
manik sering sekali perhatiannya mudah dialihkan. %edangkan fungsi kognitifnya tidak dapat dikendalikan, oleh sebab ide mereka begitu 8epat dan tidak terkendali.
%ensorium dan kognisi
Pada pasien dengan episode manik mereka masih bisa orientasi dengan baik dan
daya ingat mereka juga 8ukup baik, meskipun pada beberapa pasien yang sangat euforik, mereka sering kali menjawab se8ara tidak tepat (mania delirium).
Pengendalian impuls
Pasien dengan episode manik rata'rata senang menyerang dan senang
mengan8am.
Pertimbangan dan <ilikan
<anda dari pasien manik adalah gangguan pertimbangan, dan mereka senang
melanggar peraturan.
>eliabilitas
leh karena berbohong dan menipu laEim pada mania. Pasien manik sudah
<erapi
<ujuan terapi
<ujuan terapi untuk gangguan bipolar adalah untuk men8egah
terjadinya kekambuhan episode mania, hypomania, atau depresif,
mempertahankan berfungsi'fungsi normal, dan untuk men8egah
episode lebih lanjut mania atau depresi (DraytonFeinstein, 2++3).
Algoritma terapi
Pengobatan gangguan bipolar dapat ber:ariasi tergantung pada jenis
episode pasien mengalami. %etelah didiagnosis dengan gangguan
bipolar pasien harus mendapat
mood stabilizer(misalnya litium,
:alproat) untuk menjalani kehidupan sehari'hari. %elama episode
akut obat dapat ditambahkan dan kemudian dapat diturunkan
takarannya setelah pasien stabil (Drayton Feinstein, 2++3).
A5&*2;$ -$% P)-;$% U;'; T)*$2 A' P$-$