• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gangguan Afektif Bipolar Ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gangguan Afektif Bipolar Ppt"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBIMBING : PEMBIMBING : DR. ROSMALIA SUPARSO, SPKJ DR. ROSMALIA SUPARSO, SPKJ DISUSUN OLEH: DISUSUN OLEH: SELVA AWANDARI 406138017 SELVA AWANDARI 406138017 THEA TANIA 406147001 THEA TANIA 406147001 GABRIELLA BONIA ABRIANI

GABRIELLA BONIA ABRIANI 4061380040613800

Gangguan Afektif Bipolar

(2)

Definisi

Definisi

Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang

Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang

kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan

kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan

tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu

tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu

terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai

terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai

penambahan energi dan aktifitas (mania atau

penambahan energi dan aktifitas (mania atau

hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan

hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan

afek disertai pengurangan energi dan aktifitas

afek disertai pengurangan energi dan aktifitas

(depresi). (PPDG !!!)

(3)

Definisi

Definisi

Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang

Gangguan yang sifatnya berulang (sekurang

kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan

kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan

tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu

tingkat aktifitasnya jelas terngganggu,pada waktu

terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai

terntentu terdiri dari peningkatan afek disertai

penambahan energi dan aktifitas (mania atau

penambahan energi dan aktifitas (mania atau

hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan

hipomania), dan pada waktu lain berupa penurunan

afek disertai pengurangan energi dan aktifitas

afek disertai pengurangan energi dan aktifitas

(depresi). (PPDG !!!)

(4)

"pidemiologi

"pidemiologi

!nsiden

!nsiden

!nsiden gangguan bipolar tiap tahunnya kurang dari #$ tetapi!nsiden gangguan bipolar tiap tahunnya kurang dari #$ tetapi

gangguan tersebut sulit ditebak karena gangguan bipolar sulit di

gangguan tersebut sulit ditebak karena gangguan bipolar sulit di

deteksi

deteksi

%e&

%e&

 Gangguan bipolar ! angka kejadiannya sama antara laki'laki danGangguan bipolar ! angka kejadiannya sama antara laki'laki dan

perempuan.

perempuan. 

 "pisode manik lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan"pisode manik lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan

dengan laki'laki. %edangkan episode depresi lebih bnyak dialami oleh

dengan laki'laki. %edangkan episode depresi lebih bnyak dialami oleh

laki'laki.

laki'laki.

sia

sia

nset usia pada gangguan bipolar biasanya terjadi di usia *+ tahunnset usia pada gangguan bipolar biasanya terjadi di usia *+ tahun

dan bisa juga pada usia remaja dan dewasa

dan bisa juga pada usia remaja dan dewasa

ingkungan

ingkungan

Gangguan depresi ebih sering terjadi pada pasien yang single atauGangguan depresi ebih sering terjadi pada pasien yang single atau

 berpisah dibandingkan dengan yang sudah me

(5)

"tiologi

-aktor Biologis

gangguan mood adalah berhubungan dengan disregulasi heterogen

pada amin biogenik. orepinefrin dan serotonin dari amin biogenik

merupakan dua transmitter yang paling berperan dalam patofisiologi

mood.

-aktor Genetika

perkembangan gangguan mood sangat dipengaruhi oleh genetik.

Peran dari faktor genetik pada bipolar lebih besar dari depresi

-aktor Psikosisoal

Dari pengamatan klinis yang diamati, peristiwa kehidupan sangatlah

(6)

/lasifikasi

!30 " !3# G$%&&'$% S'$($%$ P)*$($$%+ M-  A/)2/

-*+ "pisode manik -*+.+ 0ipomania

-*+.# 1ania tanpa gejala psikotik -*+.2 1ania dengan gejala psikotik -*+.3 "pisode manik lain

-*+.4 "pisode manik, tidak ditentukan

!31 G$%&&'$% A/)2/ B25$*

-*#.+ Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang hipomanik 

-*#.# Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang manik tanpa gejala psikotik -*#.2 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang manik dengan gejala psikotik -*#.* Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang depresi ringan atau sedang

-*#.5 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang depresi berat tanpa gejala psikotik -*#.6 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang depresi berat dengan gejala psikotik -*#.7 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang 8ampuran

-*#.9 Gangguan Afektif Bipolar, episode sekarang dalam remisi-*#.3 Gangguan Afektif Bipolar lain

(7)

!3 E2(-) D)*)(2/ 

-*2.+ "pisode depresif ringan-*2.# "pisode depresif sedang

 -*2.2 "pisode depresif berat tanpa gejala psikotik   -*2.* "pisode depresif berat dengan gejala psikotik -*2.3 "pisode depresif lain

-*2.4 "pisode depresif, tidak ditentukan

!33 G$%&&'$% D)*)(2/ R)'*)%

!34 G$%&&'$% M- A/)2/ P)*(2()%

!38 G$%&&'$% M- A/)2/ 5$2%

(8)

Pedoman Diagnosis

!30 EPISODE MANIK :

-*+.+ 0ipomania

%uasana perasaan yang meningkat ringan dan menetap

sekurang'kurangnya ))*$$ $*2 )*'*'9'*', disertai

perasaan sejahtera yang men8olok.

Peningkatan akti:itas, berupa ;

Ber8akap'8akap, bergaul dan akrab berlebih

Peningkatan energi seksual

Pengurangan kebutuhan tidur

<idak terdapat keka8auan berat dalam pekerjaan atau

(9)

!30.1 M$%2$ T$%$ G)$5$ P(22 

%uasana perasaan yang meningkat tidak sepadan dengan

keadaan indi:idu sampai hampir tak kendali

 Akti:itas meningkat, berupa ;

Pembi8araan 8epat dan banyak 

Berkurangnya kebutuhan tidur

<idak dapat memusatkan perhatian

0arga diri melambung

Pemikiran serba hebat

<erlalu optimistik 

Berlangsung satu minggu atau lebih

(10)

!30. M$%2$ -)%&$% G)$5$ P(22 

Gambaran klinis lebih berat dari 1ania tanpa gejala psikotik, dan

disertai waham atau halusinasi

 Akti:itas fisik yang berlebihan tadi dapat menjurus kepada agresi

dan kekerasan= pengabaian makan, minum, dan kesehatan pribadi

 yang dapat mengan8am dirinya

(11)

!31 GANGGUAN A!EKTI! BIPOLAR 

%emua jenis gangguan afektif bipolar harus pernah ada sekurang'

kurangnya satu episode afektif.

Penggolongan tipe tergantung pada jenis afektif pada episode saat

ini.

-*#.+ Gangguan Afektif Bipolar, "pisode /ini 0ipomania

"pisode saat ini sesuai dengan 0ipomania

-*#.# Gangguan Afektif Bipolar, "pisode /ini 1anik <anpa Gejala

Psikotik 

"pisode saat ini memenuhi kriteria mania tanpa gejala psikotik.

-*#.2 Gangguan Afektif Bipolar, "pisode /ini 1anik dengan Gejala

Psikotik 

(12)

-*#.* Gangguan Bipolar, "pisode /ini Depresi >ingan atau %edang

"pisode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi

ringan atau sedang.

-*#.5 Gangguan Bipolar, "pisode /ini Depresi Berat tanpa Gejala

Psikotik 

"pisode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi

 berat tanpa gejala psikotik.

-*#.6 Gangguan Bipolar, "pisode /ini Depresi Berat dengan Psikotik 

"pisode saat ini harus memenuhi kriteria untuk episode depresi

 berat dengan gejala psikotik.

-*#.7 Gangguan Bipolar, "pisode /ini ?ampuran

"pisode saat ini menunjukkan gejala manik, hipomanik, dan

depresif yang ter8ampur atau bergantian dengan 8epat serta telah  berlangsung sekurang'kurangnya dua minggu.

-*#.9 Gangguan Bipolar, "pisode /ini dalam >emisi

%ekurang'kurangnya pernah dua episode afektif dan saat ini tidak

(13)

!3 EPISODE DEPRESI!

1engalami suasana perasaaan yang depresif, kehilangan

minat dan kegembiraan, mudah lelah dan berkurangnya

akti:itas.

<erdapat tiga :ariasi episode ; ringan, sedang, dan berat.

Penegakan diagnosis dibutuhkan waktu paling sedikit 2

minggu.

/elompok diagnosis ini hanya untuk episode afektif yang

pertama saja.

(14)

!3.0 E2(-) D)*)(2/ R2%&$%

%ekurang'kurangnya dua gejala depresif yang khas (gejala A) ;

Perasaan depresif 

/ehilangan minat dan kesenangan1udah menjadi lelah

%ekurang'kurangnya dua dari gejala B ;

/onsentrasi dan perhatian berkurang

0arga diri dan keper8ayaan diri berkurang>asa bersalah dan tak berguna

1asa depan suram dan pesimis

Gagasan atau perbuatan membahayakan diri<idur terganggu

afsu makan berkurang

<elah berlangsung paling sedikit dua minggu

<idak boleh ada gejala yang berat

(15)

!3.1 E2(-) D)*)(2/ S)-$%&

Paling sedikit dua dari gejala A Paling sedikit tiga dari gejala BPaling sedikit dua minggu

1engalami kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial

!3. E2(-) D)*)(2/ B)*$ T$%$ G)$5$ P(22 

<iga dari gejala A 

Paling sedikit empat dari gejala B dan intensitas berat.

Paling sedikit telah berlangsung dua minggu atau gejala amat berat dan onset

sangat 8epat.

<idak mungkin melakukan pekerjaan dan kegiatan sosial.

!3.3 E2(-) D)*)(2/ B)*$ -)%&$% G)$5$ P(22 

(16)

-** Gangguan depresi berulang

Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari

"pisode depresi ringan -*2.+"pisode depresi sedang -*2.#

"pisode depresi berat -*2.2 dan -*2.*

"pisode masing'masing rata'rata lamanya sekitar 7 bulan akan tetapi frekuensinya lebih jarang daripada gangguan bipolar

-**.+ gangguan depresif berulang episode kini ringan

0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi ringan

%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing

selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna

(17)

-**.# gangguan depresif berulang episode kini sedang

0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi sedang

%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing

selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan

tanpa gangguan afektif yang bermakna

-**.2 gangguan depresif berulang episode kini berat tanpa

gejala psikotik 

0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat

tanpa gejala psikotik 

%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing

selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan

tanpa gangguan afektif yang bermakna

(18)

-**.* gangguan depresif berulang episode kini berat dengan gejala

psikotik 

0arus memenuhi kriteria gangguan depresi berulang dan episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresi berat dengan gejala psikotik 

%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing

selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna

-**.5 gangguan depresif berulang episode kini dalam remisi

/riteria untuk gangguan depresi berulang harus pernah dipenuhi di

masa lampau tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memenuhi kriteria untuk episode depresi dengan derajat keparahan apapun atau gangguan lain apapun dalam -*+'-*4

%ekurang'kurangnya 2 episode telah berlangsung masing'masing

selama minimal 2 minggu dengan selang waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna

(19)

-*5 gangguan %uasana Perasaan (1ood @Afektif)

1enetap

-*5.+ %iklotimia

/etidakstabilan menetap dari afek (suasana perasaan) meliputi banyak

periode depresi ringan dan hipomania ringan diantaranya tidak ada  yang 8ukup parah atau 8ukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan

afektif bipolar atau gangguan depresi berulang

%etiap episode alunan afektif (mood swing) tidak memenuhi kriteria

untuk kategori manapun yang disebut dalam episode manik atau depresif 

 -*5.# Distimia

 Afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau

 jarang sekali 8ukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan depresif  berulang ringan atau sedang

Biasanya mulai pada usia dini dari masa dewasa dan berlangsung

sekurang kuragnya beberapa tahun,kadang kadang untuk jangka  waktu yang tidak terbatas

(20)

-*5.3 Gangguan afektif menetap lainnya

Gangguan afektif menetap yang tidak 8ukup parah atau tidak

 berlangsung 8ukup lama untuk memnuhi kriteria siklotimia dan distimia namun se8ara klinis bermakna.

-*3 gangguan suasana perasaan (mood @afektif) lainnya

 -*3.+ Gangguan afektif tunggal lainnya  -*3.++ "pisode afektif 8ampuran

"pisode afektif yang berlangsung sekurangnya selama 2 minggu yang  bersifat 8ampuran atau pergantian 8epat (beberapa jam)

-*3.# Gangguan afektif berulang lainnya-*3.#+ Gangguan depresif singkat berulang

episode depresif singkat yang berulang mun8ul kira'kira # kali sebulan selama # tahun

%etiap episode depresif berlangsung C2 minggu (yang khas 2'* hari dengan pemulihan sempurna)

(21)

-*3.3 Gangguan Afektif ainnya

/ategori sisa untuk gangguan afektif yang tidak memenuhi kriteria

untuk kategori manapun

-*3.4 Gangguan Afektif <<

Dipakai sebagai langkah terakhir jika tidak ada istilah lain yang

(22)

Perjalanan Penyakit Dan Prognosis

Gangguan Depresif Berat :

!dentifikasi awal dan terapi awal dapat men8egah

perkembangan episode depresif yang lengkap. "pisode

depresif pertama terjadi sebelum usia 5+ tahun pada kira'kira

6+$ pasien. nset yang lanjut berhubungan dengan ada

tidaknya riwayat keluarga gangguan mood, gangguan

kepribadian antiso8ial dan penyalahgunaan al8ohol.

Durasi ; "pisode depresif yang tidak diobati berlangsung 7

sampai #* bulan= sebagian besar episode yang diobati

 berlangsung kira'kira * bulan. 1enghentikan antidepresan

sebelum * bulan hampir selalu menyebabkan kembalinya

gejala. %aat perjalanan penyakit berkembang, pasien

8enderung menderita episode yang lebih sering yang

 berlangsung lama.

(23)

Perkembangan "pisode 1anik ; kira'kira 6'#+$ pasien dengan diagnosis

awal gangguan depresif berat menderita suatu episode manik 7'#+ tahun setelah episode depresif awal. sia rata'rata untuk pergantian tersebut adalah *2 tahun dan keadaan ini sering terjadi setelah 2  5 episode depresif.

Prognosis ; Bukan suatu gangguan yang ringan dan 8enderung kronis serta

mengalami relaps.

Pasien yang dirawat di rumah sakit untuk episode pertama gangguan

depresif berat memiliki kemungkinan 6+$ untuk pulih dalam tahun pertama.

 Persentase pasien yang sembuh setelah perawatan di rumah sakit menurun

dengan berjalannya waktu dan pada waktu lima tahun pas8a perawatan di rumah sakit, #+'#6 $ pasien tidak pulih. /ira'kira 26$ pasien mengalami suatu rekurensi dalam 7 bulan pertama setelah pulang dari rumah sakit, kira'kira *+  6+$ dalam 2 tahun pertama, dan kira'kira 6+'96 $ dalam 6 tahun. !nsidens relaps jauh lebih rendah daripada angka tersebut pada pasien yang meneruskan terapi psikofarmakologis profilaksis dan pada pasien yang hanya mengalami satu atau dua episode depresif. Pada

umumnya, saat pasien mengalami lebih banyak episode depresif, waktu antara episode memendek, dan keparahan masing'masing meningkat.

(24)

Gangguan Bipolar I 

Perjalanan penyakit ; Paling sering dimulai dengan depresi (96$ pada

 wanita, 79$ pada laki'laki), dan merupakan gangguan yang rekuren. %ebagian besar pasien mengalami episode depresif maupun manik,  walaupun #+'2+$ hanya mengalami episode manik. "pisode manik  biasanya memiliki onset yang 8epat (jam atau hari), tetapi dapat  berkembang lebih dari satu minggu.

Prognosis ; ebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan depresif

 berat. /ira'kira 5+'6+$ pasien gangguan bipolar ! memiliki episode manik kedua dalam waktu 2 tahun setelah episode pertama. Penelitian follow'up empat tahun pada pasien dengan gangguan bipolar ! menemukan bahwa status pekerjaan pramorbid yang buruk, ketergantungan alkohol, 8iri

psikotik, 8iri depresif, dan jenis kelamin laki'laki semuanya adalah faktor  yang mengarah pada prognosis buruk. Durasi episode manik yang singkat,

usia onset yang lanjut, sedikit pikiran bunuh diri, dan sedikit masalah psikiatrik dan medis yang bersama'sama mengarah pada prognosis yang  baik. /ira'kira 9$ dari semua pasien gangguan bipolar ! tidak menderita

gejala rekurensi, 56$ menderita lebih dari satu episode, dan 5+$ menderita gangguan kronis. Pasien mungkin memiliki dari 2 sampai *+ epiosde

manik, walaupun angka rata'rata adalah sekitar 4. /ira'kira 5+$ dari

semua pasien menderita lebih dari #+ episode. Pada follow jangka panjang, #6$ adalah sehat, 56$ sehat tetapi memiliki relaps berganda, *+$ remisi

(25)

Pemeriksaan %tatus 1ental

E2(-) -)*)(2/

Deskripsi umum

Psikomotor merupakan gajala yang paling umum. 1enggenggamkan tangan dan

menarik rambut merupakan gejala agitasi yang paling sering. Postur orang depresi yaitu membungkuk , tidak terdapat pergerakan yang spontan , dan pandangan mata yang putus asa serta memalingkan pandangan. Pada

pemeriksaan fisik tampak pasien seperti pasien skiEofrenia katatonik.

1ood ,afek, dan perasaan

%etengah dari pasien yang memiliki gangguan depresi selalu menyangkal

penyakitnya. Pasien sering kali dibawa oleh anggota keluarganya atau teman kerjanya oleh karena penarikan sosal dan penurunan akti:itas se8ara

menyeluruh.

Pembi8araan

Banyak pasien terdepresi menunjukkan suatu ke8epatan dan :olume bi8ara yang

menurun, berespon terhadap pertanyaan dengan kata tunggal dan menunjukkan respon yang melambat terhadap pertanyaan.

(26)

Gangguan persepsi

Pasien terdepresi dengan waham atau halusinasi dikatakan

menderita episode depresi berat dengan 8irri psikotik. Faham sesuai

mood pada pasien terdepresi adalah waham bersalah,memalukan,

kegagalan, kemiskinan, tidak berguna, penyakit somati8 terminal

(sebagai 8ontoh penyakit kanker dan otak yang membusuk).

0alusinasi relati:e jarang terjadi.

Pikiran

Pasien terdepresi biasanya memiliki pandangan negati:e tentang

dunia dan dirinya sendiri. !si pikiran mereka sering kali melibatkan

perenungan tentang kehilangan, bersalah, bunuh diri dan kematian.

/ira'kira #+$ dari pasien memiliki gejala jelas gangguan berpikir,

 biasanya penghambatan pikiran dan kemiskinan isi pikiran.

(27)

Daya ingat

/ira'kira 6+$'9+$ dari semua pasien terdepresi memiliki suatu

gangguan kognitif yang sering kali dinamakan pseudodemensia

depresif, dengan keluhan gangguan konsentrasi dan mudah lupa.

Pengendalian impuls

/ira'kira #+'#6$ pasien terdepresi melakukan bunuh diri dan kira'

kira dua pertiga memiliki gagasan bunuh diri. >esiko meninggi

untuk melakukan bunuh diri saat mereka mulai mebaik dan

mendapat kembali energy yang diperlukan untuk meren8anakan dan

melakukan suatu bunuh diri.

>eliabilitas

%emua informasi yang didapat dari pasien selalu menonjolkan hal

(28)

E2(-) ;$%2 

Deskripsi umum

Pasien yang sedang dalam episode manik akan banyak bi8ara, hiperaktif, dan

tereksitasi. Pada waktu tertentu mereka jelas sekali menunjukkan gejala psikotik dan terdisorganisasi, sampai mereka memerlukan pengikatan fisik dan penyuntikan

intramus8ular obat sedatif agar mereka dapat tenang dan terkontrol.

1ood, afek dan perasaan

Pasien yang sedang dalam episode manik biasanya euphoria dan lekas marah. %e8ara emosional mereka sangatlah labil, mereka bisa sangat gampang berubah dari tertawa menjadi marah dan bisa menjadi depresi dalam waktu yang singkat.

Pembi8araan

Pasien dalam episode manik sangatlah susah untuk dipotong saat mereka sedang

 berbi8ara dan sering kali menjadi pengganggu badi orang'orang disekitarnya. Apabila mereka sedang dalam keadaan aktifitas yang meningkat, maka mereka akan berbi8ara penuh kelu8uan, dan banyaknya hal' hal yang tidak relefan. Dan apabila aktifitas lebih meningkat lagi maka kemampuan konsentrasi mereka mulai hilang sehingga akan mun8ul gagasan yang melon8at'lon8at.

(29)

Gangguan persepsi

 Faham ditemukan 96$ dari semua pasien manik.

Pikiran

!si pikirannya hanyalah keper8ayaan dan kebesaran diri, pasien dengan episode

manik sering sekali perhatiannya mudah dialihkan. %edangkan fungsi kognitifnya tidak dapat dikendalikan, oleh sebab ide mereka begitu 8epat dan tidak terkendali.

%ensorium dan kognisi

Pada pasien dengan episode manik mereka masih bisa orientasi dengan baik dan

daya ingat mereka juga 8ukup baik, meskipun pada beberapa pasien yang sangat euforik, mereka sering kali menjawab se8ara tidak tepat (mania delirium).

Pengendalian impuls

Pasien dengan episode manik rata'rata senang menyerang dan senang

mengan8am.

Pertimbangan dan <ilikan

<anda dari pasien manik adalah gangguan pertimbangan, dan mereka senang

melanggar peraturan.

>eliabilitas

leh karena berbohong dan menipu laEim pada mania. Pasien manik sudah

(30)

<erapi

<ujuan terapi

<ujuan terapi untuk gangguan bipolar adalah untuk men8egah

terjadinya kekambuhan episode mania, hypomania, atau depresif,

mempertahankan berfungsi'fungsi normal, dan untuk men8egah

episode lebih lanjut mania atau depresi (DraytonFeinstein, 2++3).

 Algoritma terapi

Pengobatan gangguan bipolar dapat ber:ariasi tergantung pada jenis

episode pasien mengalami. %etelah didiagnosis dengan gangguan

 bipolar pasien harus mendapat

mood stabilizer

(misalnya litium,

 :alproat) untuk menjalani kehidupan sehari'hari. %elama episode

akut obat dapat ditambahkan dan kemudian dapat diturunkan

takarannya setelah pasien stabil (Drayton  Feinstein, 2++3).

(31)

 A5&*2;$ -$% P)-;$% U;'; T)*$2 A' P$-$

(32)
(33)

 A5&*2;$ -$% P)-;$% U;'; T)*$2 A' P$-$

(34)

Referensi

Dokumen terkait

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpangtindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham,

Perdebatan tentang subtype berpusat pada unipolar (hanya episode mania atau hanya episode depresi) dan bipolar (dimana pada seorang didapatkan kedua episode mania

Gangguan Afektif Bipolar episode Manik dengan Gejala Psikotik.. Muhammad Hazim Afif

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham,

 Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini, tetapi pernah mengalami sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik,

Episode mood pada kriteria A dan B bukan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, atau dengan

Resiko untuk melakukan bunuh diri pada individu yang memiliki gangguan bipolar lebih tinggi yaitu ketika episode depresi yang diikuti oleh episode campuran, keadaan

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, atau