RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
GALENIKA [2]
A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN
1. Deskripsi singkat mata kuliah Galenika
Mata kuliah ini terdiri atas kuliah 2 SKS. Setelah mahasiswa mengikuti mata kuliah ini diharapkan dapat memahami, menjelaskan tahapan proses produksi mulai dari penyiapan bahan baku, proses ekstraksi hingga penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan galenika, proses produksi minyak atsiri, dan standardisasi baik parameter spesifik maupun non-spesifik yang diperlukan. Metoda pembelajaran dilakukan dengan pemberian kuliah dan langsung diikuti dengan tanya jawab dan diskusi agar mahasiswa memahami setiap pokok bahasan yang diberikan, sedangkan metoda penilaian dilakukan dengan ujian tulis tengah dan akhir dengan salah satu jenis soalnya adalah dengan pilihan ganda disertai penjelasan/alasan dan pemberian tugas kelompok.
2. Tujuan pembelajaran
Tujuan umum mata kuliah ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa sehingga mampu menjelaskan dan mempraktekkan prinsip dan tahapan proses produksi mulai dari penyiapan bahan baku, proses ekstraksi hingga penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan galenika, proses produksi minyak atsiri, dan standardisasi baik parameter spesifik maupun non-spesifik yang diperlukan.
3. Tujuan pembelajaran khusus
Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa harus mampu untuk menjelaskan : 1. Definisi galenika dan istilah terkait yang merupakan ruang lingkupnya seperti
sari baik maserat atau perkolat, ekstrak baik berupa sediaan galenik maupun sediaan tradisional, ekstrak terpurifikasi atau fraksi, serta istilah terkait di luar
ruang lingkupnya seperti isolat, bahan kimia sintetis maupun semi sintetis dan bahan tambahan.
2. Tahapan proses produksi ekstrak mulai dari penyiapan bahan baku dengan kemampuan menjelaskan mengapa bahan tanaman yang sudah dipetik harus segera dikeringkan terutama terkait dengan degradasi kandungan aktif oleh enzim maupun kerusakan bahan karena cemaran mikroba.
3. Tahapan penyiapan serbuk bahan dengan kemampuan menjelaskan hubungan tebal lapisan batas atau kelembutan serbuk dengan efektivitas penyarian tetapi dengan pembatasan untuk tidak menggunakan serbuk ultra halus beserta resiko kerugiannya.
4. Tahapan penetrasi cairan penyari dengan kemampuan menjelaskan pengaruh faktor persentase gugus hidroksi dari cairan penyari dan keras lunaknya sel bahan tanaman
5. Tahapan pelarutan kandungan kimia dengan kemampuan menjelaskan prinsip dasar like dissolves like berdasarkan polaritas berbagai pelarut yang sering digunakan dan berbagai jenis kandungan kimia tanaman.
6. Tahapan difusi kandungan kimia keluar sel dengan kemampuan menjelaskan pengaruh faktor keseimbangan konsentrasi dan dorongan aliran cairan
penyari.
7. Tahapan pemilihan metode ekstraksi dengan kemampuan menjelaskan prinsip dasar berbagai metoda penyarian meliputi infundasi, maserasi, digesti,
perkolasi, ekstraksi dengan gas cair beserta efektivitas dan pengaruhnya terhadap stabilitas kandungan kimia aktif meliputi faktor kejenuhan,
pengadukan, pemanasan, cahaya dan radiasi, pH, logam berat, dan oksidasi udara.
8. Tahapan proses purifikasi ekstrak dengan kemampuan menjelaskan prinsip dasar delipidasi, deklorofilisasi, pemisahan resin, pembentukan garam untuk alkaloid, saponifikasi lemak, adsorpsi dengan bahan penjerap.
9. Tahapan penyiapan ekstrak dengan kemampuan menjelaskan bagaimana memilih metoda penguapan atau pengentalan ekstrak dan bahan pengering
dengan menerapkan rancangan pendekatan ilmiah baik simplex lattice design atau factorial design
10. Tahapan proses produksi minyak atsiri skala industri dan kontrol kualitasnya 11. Dasar-dasar dan proses standarisasi ekstrak meliputi parameter spesifik dan
non spesifik beserta contoh-contoh aplikasinya 12. Tahapan kontrol kualitas kimia ekstrak
13. Penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Jadwal Kegiatan Mingguan
Minggu ke-
Topik/Pokok
Bahasan Substansi Materi
Metode
Pembelajaran Fasilitas
I Definisi dan ruang lingkup galenika
Definisi galenika, sari, ekstrak, ekstrak terpurifikasi, isolat, bahan sintetis dan bahan tambahan. Penyiapan bahan baku, faktor perusak
kandungan kimia. Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
II Penyiapan bahan baku
Penyiapan serbuk bahan, hubungan tebal lapisan batas atau kelembutan serbuk dengan efektivitas penyarian dan kerugian serbuk ultra halus
Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
III Penetrasi cairan panyari
Penetrasi cairan penyari, pengaruh faktor persentase gugus hidroksi dari cairan penyari dan keras lunaknya sel bahan tanaman. Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
IV Pelarutan kandungan kimia
Pelarutan kandungan kimia dengan prinsip dasar like dissolves like. Difusi
kandungan kimia keluar sel, pengaruh faktor keseimbangan konsentrasi dan dorongan aliran cairan penyari.
Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard V Metode penyarian
Metode ekstraksi : infundasi, maserasi, digesti, perkolasi, ekstraksi dengan gas cair
Ceramah dan Tanya jawab
LCD viewer, Laptop,
beserta efektivitas dan pengaruhnya terhadap
stabilitas kandungan kimia aktif meliputi faktor kejenuhan, pengadukan, pemanasan, cahaya dan radiasi, pH, logam berat, dan oksidasi udara.
whiteboard
VI Purifikasi ekstrak
Purifikasi ekstrak dengan delipidasi, deklorofilisasi,
pemisahan resin, pembentukan garam untuk alkaloid,
saponifikasi lemak, adsorpsi dengan bahan penjerap.
Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
VII Penyiapan ekstrak
Penyiapan ekstrak untuk sediaan fitofarmasetik, memilih metoda penguapan atau
pengentalan ekstrak dan bahan pengering dengan menerapkan rancangan pendekatan ilmiah baik simplex lattice design atau factorial design. Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
VIII Ujian Tengah Semester
IX Minyak atsiri
Produksi Minyak atsiri, sifat fisiko-kimia minyak atsiri,
proses produksi secara distilasi air, uap, uap dan air, proses produksi dengan metode pengepresan, ekstraksi solven, dan enfleurage. Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
X Kontrol kualitas minyak atsiri Berat jenis, densitas optik, KLT, Kromatografi gas GC-MS Ceramah dan Tanya jawab
LCD viewer, Laptop, whiteboard XI Standarisasi ekstrak - Pentingnya standarisasi ekstrak
- Ruang lingkup standarisasi ekstrak
- Parameter standarisasi non spesifik ekstrak Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard
XII Parameter spesifik
- Parameter standarisasi spesifik ekstrak
- Penentuan marker untuk standarisasi Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard XIII Kontrol kualitas kimia
ekstrak
- Dasar-dasar kontrol kualitas kimia ekstrak - Metode-metode kontrol Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop,
kualitas kimia ekstrak. whiteboard XIV
Penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan (1)
- Pengertian ekstrak kering, kental dan cair.
- Kontrol kualitas fisik ekstrak.
Ceramah dan Tanya jawab LCD viewer, Laptop, whiteboard XV Penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan (2)
- Evaluasi kualitas fisik ekstrak Ceramah dan Tanya jawab
LCD viewer, Laptop, whiteboard
XVI Ujian Akhir Semester
2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan
Tatap muka di kelas dengan pelaksanaan sebagai berikut :
Dosen menerangkan dengan alat bantu LCD viewer, Laptop, Whiteboard dan dilanjutkan Tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk kegiatan lain yaitu pemberian tugas mandiri yang bersifat wajib dan dikumpulkan pada waktu kuliah minggu berikutnya.
C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran dapat diukur dari hasil evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi pemahaman, ketrampilan. Komponen pemahaman dan ketrampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan setiap pokok bahasan, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Disamping itu monitoring dan umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat memantau selama masa perkuliahan (berupa kuesioner, kritik dan saran dari mahasiswa).
2. Penilaian (asessment) :
- Tugas mandiri 10 %
- Ujian tengah semester 40 % - Ujian akhir semester 40 % - Partispasi kehadiran di kelas 10 %
Konversi Nilai Angka ke dalam Nilai Huruf diserahkan kepada masing-masing Institusi
D. DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, 2000, Parameter Standar Mutu Ekstrak, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan RI, Jakarta
Kementerian Kesehatan RI, 2011, Suplemen II Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes, Jakarta
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2012, Pedoman Teknologi Formulasi Berbasis Ekstrak, Volume II, Direktorat Obat Asli Badan POM, Jakarta Daniel M, 2006, Medicinal Plants, Chemistry and Properties, Science Publishers,
New Hampshire
Gaedcke, F., Steinhoff, B., Blasius, H., 2003, Herbal Medicinal Products, Medpharm Scientific Publisher, Stuttgart
Handa S S, Khanuja SPS, Longo G, Rakesh DD, 2008, Extraction Technologies fo Medicinal and Aromatic Plants, International Centre for Science and High Technology, Trieste
Ketaren, S, 1985, Pengantar Teknologi Minyak Atsiri, Balai Pustaka, Jakarta Guenther, E., 1987, Minyak Atsiri, Jilid I, diterjemahkan oleh S. Ketaren, Penerbit
Universitas Indonesia, Jakarta