MEMASUKI AGENDA POLITIK 2004
Bangsa Indonesia akan memasuki hari-hari dan bulan-bulan yang menentukan dalam perkembangan politik nasional di tahun 2004 ini. Pada 5 April 2004 memasuki pemungutan suara untuk memilih anggota DPR, DPRD, dan DPD. Sebelumnya, 11 Maret sampai 1 April 2004 akan dilaksanakan kampanye Pemilu legislatif, sedangkan 21 sampai 30 April akan diperoleh hasil dan penetapan hasil Pemilu legislatif tersebut. Dari situ akan terlihat aspirasi politik rakyat Indonesia yang akan menentukan perkembangan politik berikutnya. Semoga ada perubahan-perubahan yang signifikan dari hasil Pemilu untuk parlemen tersebut, bukan status-quo dan hasil yang mengecewakan bagi masa depan bangsa dan negara.
Tahapan berikutnya juga menanti dan tak kalah strategis. Babakan baru dalam sejarah politik Indonesia bahkan dimulai dari sini, yakni pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Pada tanggal 5 Juli 2004 akan diselenggarakan pemungutan suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden putaran pertama, sedangkan pada 20 September 2004 untuk pemilihan putaran kedua. Dua kali kampanye akan dilalui yakni pada 1 Juni sampai 1 Juli 2004 untuk putaran pertama dan pada 14 sampai 16 Agustus 2004 untuk kampanye putaran kedua. Penetapan hasil Pemilu putaran kedua dilaksanakan 5 Oktober 2004, sedangkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan dilakukan 20 Oktober 2004. Sejarah terpenting akan diketahui sejak Oktober 2004 itu, apakah Indonesia akan memiliki pemimpin nasional baru yang benar-benar kapabel dan sesuai harapan bagi kemajuan ke depan ataukan sekadar status-quo lagi. Kita pun berharap terjadi perubahan-perubahan baru yang mencerahkan dan membawa Indonesia ke masa depan yang lebih maju sesuai cita-cita reformasi. Jika hal itu tak tercapai, betapa malangnya bangsa dan negara Indonesia tercinta ini.
Menghadapi agenda politik nasional yang sangat penting itu, maka betapa penting dan menentukan setiap satu suara warga negara yang berhak memilih. Satu suara terbuang dan salah memilih, maka akan berakibat besar bagi perjalanan bangsa ini. Karena itu, seluruh kekuatan nasional tak boleh berpangku tangan dan masa bodoh untuk menentukan sejarah politik nasional yang strategis itu. Kekecewaan-kekecewaan politik boleh tersimpan, tetapi bertanggungjawab untuk memilih secara tepat menjadi jauh lebih penting lagi. Kita berharap semua kekuatan bangsa memiliki pertanggungjawaban, kedewasaan, dan daya kritis yang kuat agar dapat menentukan hasil Pemilu 2004 untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Pemilu yang menghasilkan para anggota DPRD, DPR, DPD, Wakil Presiden, dan Presiden yang benar-benar memiliki komitmen tinggi untuk mengeluarkan Indonesia dari kritis dan mengagendakan reformasi, benar-benar bersih dari KKN, memiliki kapasitas dan kualitas yang tinggi, berwawasan luas dan ke depan sebagai negarawan-negarawan yang kapabel, memiliki kinerja sangat tinggi, dan mampu mengarahkan Indonesia ke cita-cita reformasi dan kemajuan.
Sumber:
Suara Muhammadiyah Edisi 04 2004