• Tidak ada hasil yang ditemukan

210 BAB 9 AKUNTANSI 1 PERUSAHAAN DAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "210 BAB 9 AKUNTANSI 1 PERUSAHAAN DAGANG"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Akuntansi

Perusahaan Dagang

(2)

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG

Perusahaan dagang memiliki kegiatan

utama

memperjualbelikan

barang

dagang.

Barang

dagang ini dapat berupa bahan baku,

barang setengah jadi, atau barang jadi.

Selain itu, barang dagang dapat pula

berupa hasil pertanian, perkebunan,

hutan,

dan

barang

hasil

industri

pengolahan.

Perusahaan

dagang

tentu

berbeda

dengan

perusahaan

jasa.

Produk

perusahaan

dagang

berupa

barang

dagang yang jelas terlihan, dapat

dirasakan

dan

bisa

memuaskan

kebutuhan konsumen, misalnya beras,

(3)

Pengertian Perusahaan dagang

Perusahaan dagang

adalah

perusahaan yang kegiatan

utamanya membeli, menyimpan dan selanjutnya

menjual barang dengan tidak berubah bentuk barang

yang diperjualbelikan tersebut terlebih dahulu.

Hal pertama dari karakteristik perusahaan dagang adalah

definisi perusahaan dagang itu sendiri. Berdasarkan

kegiatan nya perusahaan dagang adalah perusahaan yang

kegiatan utamanya adalah membeli barang dagang dan

menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan terhadap

barang tersebut. Barang yang dijual dapat berupa bahan

baku, barang setengah jadi, atau barang jadi.

Contoh

: toko elektronik, toko kelontong, toko bahan

(4)

Ciri ciri Perusahaan Dagang

  Hal kedua dari karakteristik perusahaan

dagang adalah ciri ciri utamanya. Ciri ciri

perusahaan dagang adalah dilihat dari dua

hal yaitu

:

1.

Usaha yang dilakukan

Perusahaan Dagang adalah membeli

barang dagang dan menjualnya tanpa

mengadakan perubahan (pengolahan)

terlebih dahulu.

Contoh

:PT Matahari Putra Prima, pemilik

rantai toko Matahari.

2

. Kegiatan akuntansi

Menggunakan Akun Persediaan Barang

Dagang.

Ada penghitungan harga pokok penjualan.

Laporan laba-rugi dapat menggunakan

(5)

Transaksi Perusahaan Dagang

yaitu:

§  Membeli barang dagang secara kredit.

§  Membeli barang dagang secara tunai.

§  Mengembalikan barang dagang.

§  Menerima potongan pembelian.

§  Membayar atau menerima

penghitungan biaya angkut pembelian.

§  Menjual barang dagang secara kredit.

§  Menjual barang dagang secara tunai.

§  Menerima kembali barang dagang yang

telah dijual.

(6)

Akun akun Perusahaan Dagang

sebagai berikut :

§  Akun Persediaan Barang Dagang

§  Akun Pembelian

§  Akun Retur Pembelian dan

Pengurangan Harga

§  Akun Potongan Pembelian

§  Akun Beban Angkut Pembelian

§  Akun akun Perusahaan Dagang

§  Akun Penjualan

§  Akun Retur Penjualan dan

Pengurangan Harga

(7)

BUKTI TRANSAKSI

Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang

ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.

Lembaran kuitansi terdiri dari 2 bagian, bagian sebelah kanan diberikan kepada pihak yang membayar dan bagian kiri yang tertinggal disebut soice (dibaca sus) sebagai arsip penerima uang.

Faktur Penjualan adalah tanda bukti telah terjadi penjualan

secara kredit. Faktur dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pihak pembeli. Bagi penjual faktur yang diterima disebut faktur penjualan. Biasanya faktur dibuat rangkap sesuai dengan kebutuhan. Lembaran pertama untuk pembeli, lembaran kedua untuk penjual dan lembaran ketiga untuk arsip. 

Faktur Pembelian adalah tanda bukti telah terjadi pembelian

(8)

Nota Kontan

adalah bukti atas pembelian atau

penjualan sejumlah barang secara tunai. Nota

dibuat oleh pedagang dan diberikan kepada

pembeli. Biasanya nota dibuat rangkap dua,

satu lembar untuk pembeli dan lembaran kedua

untuk penjual.

Nota debet

adalah bukti transaksi perusahaan

yang menyatakan telah terjadi pengembalian

barang disebabkan karena berbagai hal. Nota

debet dikirimkan oleh pihak pembeli kepada

pihak penjual karena barang yang dibeli

dikembalikan, bisa disebabkan rusak atau tidak

sesuai dengan pesanan.

Bukti kas masuk

adalah tanda bukti transaksi

bahwa perusahaan telah menerima uang secara

cash atau secara tunai atas pelunasan piutang

atau atas penjualan tunai.

Memo

adalah bukti pencatatan antar bagian

(9)

Syarat Pembayaran Perusahaan Dagang

 

Syarat pembayaran

adalah

perjanjian antara penjual dan

pembeli untuk pembayaran barang-barang dagang yang

dibeli. Dengan demikian, batas antara pembelian tunai

dan

pembelian

kredit

menjadi

jelas.

Beberapa Syarat pembayaran yang lazim digunakan dalam

transaksi adalah sebagai berikut

2/10, n/30

. jika pembayaran dilakukan dalam jangka

waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan

2%, dan pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari

Syarat

2/10, 1/15, n/30

jika pembayaran dilakukan dalam

jangka waktu 10 hari atau kurang akan mendapat

potongan 2%. Tetapi jika pembayaran dilakukan setelah

lewat batas 10 hari sampai 15 hari, akan mendapat

potongan 1%. Pembayaran neto faktur paling lambat 30

hari.

n/60

pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari

setelah tanggal transaksi jual beli.

EOM

harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan

(10)

ialah potongan yang diperoleh pembeli apabila membayar dalam batas waktu tertentu.

Ada beberapa cara dalam menghitung potongan tunai antara lain sebagai berikut :

1. 2/10, n/30 artinya :

Potongan sebesar 2 (dua) Persen dihitung dari harga faktur untuk pembayaran dalam waktu 10 (sepuluh) hari setelah tanggal faktur Netto harus dibayar dalam batas waktu 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal faktur.

2. 2/10, 1/15, n/30 artinya :

Potongan sebesar 2 (dua) persen, untuk pembayaran dalam waktu 10 (sepuluh) hari setelah tanggal faktur : potongan sebesar 1 (satu) persen apabila pembayaran setelah 10

(sepuluh) hari tetapi tidak lebih dari 15 (lima belas) hari dari tanggal faktur dan Netto harus dibayar dalam batas waktu (tiga pulum) hari dari tanggal faktur.

(11)

Contoh :

Tanggal 1 September 2015 Toko “Fajar” membeli dari toko

“Meratur” barang dagang seharga Rp. 400.000 dengan syarat pembayaran 2/10 n/30.

Tanggal 9 September 2015 Toko fajar membayar hutang yang terjadi pada tanggal 1 September 2015

Toko Fajar

1 Sept’ 15 Pembelian Rp. 400.000

Hutang Dagang Rp. 400.000

9 Sept’15 Hutang Dagang Rp. 400.000

(12)

Toko Meratur

1 Sept ‘ 15 Piutang dagang Rp. 400.000

Penjualan Rp. 400.000 9 Sept’ 15 Kas Rp. 392.000

Potongan Penjualan Rp. 8.000

Piutang Dagang Rp. 400.000

RETUR DAN POTONGAN

PENJUALAN/PEMBELIAN

Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, perusahaan dagang biasanya memberikan Jaminan-jaminan tertentu. salah satu bentuk jaminan yang lazim diberikan perusahaan dagang adalah pemberian kesempatan untuk mengembalikan barang jika barang tidak memuaskan.

Jika barang dikembalikan oleh konsumen, maka konsumen

akan menerima pengembalian uang atau mendapat

(13)

contoh :

Tanggal 1 Januari 2015 dijual barang dagang secara kredit kepada CV. rahayu Surabaya seharga Rp. 350.000.

Tanggal 5 Januari 2015 diterima kembali barang dagang yang dijual pada Tanggal 1 Januari 2015 karena rusak. Harga barang tersebut adalah Rp. 40.000

Jawab

1 Jan’ 15

Piutang Dagang Rp. 350.000

Penjualan Rp. 350.000

5 Jan ’15

Retur dan Potongan Penjualan Rp. 40.000

(14)

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG

Contoh :

1. Transaksi penjualan

Penjualan Tunai

Kas Rp. xxx

Penjualan Rp. xxx

Penjualan Kredit

Piutang Dagang Rp. xxx

Penjualan Rp. xxx

2. Transaksi Pembelian

Pembelian Tunai

Pembelian Rp. xxx

Kas Rp.

xxx

Pembelian Kredit

Pembelian Rp. xxx

(15)

JURNAL KHUSUS

Merupakan jurnal yang digunakan untuk

mencatat transaksi-transaksi yang sejenis

dan sering terjadi.

Fungsi

jurnal khusus adalah :

Agar dalam mencatat transaksi ke dalam jurnal

dapat lebih cepat

Agar posting jurnal ke dalam rekening-rekening

buku besar tidak dilakukan tiap hari.

JENIS JURNAL KHUSUS

Jurnal Penjualan(Sales Journal)

Jurnal Pembelian (Purchase Journal)

Jurnal Penerimaan Kas (Cash Recipt Journal)

Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Disbursement

(16)

Jurnal Penjualan

Digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi

penjualan secara kredit.

Penjualan kredit akan dicatat : Debit Piutang Dagang

(17)

Modifikasi Jurnal Penjualan

UD. “ABADI”

JURNAL PENJUALAN

Halaman : No. Debet Kredit

Tgl Keterangan Faktur Folio Piutang Dagang

Penj. Brg A

Penj. Brg B

(18)

Jurnal Pembelian

Digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi

pembelian secara kredit.

Pembelian kredit akan diicatat : Debit

(19)
(20)

Jurnal Penerimaan Kas

Digunakan

untuk

mencatat

transaksi-transaksi yang menimbulkan bertambahnya

kas perusahaan.

Penerimaan kas perusahaan yang paling

sering terjadi adalah penerimaan piutang

dagang dan penjualan tunai. Disamping itu

terdapat penerimaan yang jarang terjadi

seperti : penerimaan sewa, bunga, dsb. Atas

penerimaan ini juga dicatat dalam jurnal

penerimaan kas. Penerimaan kas akan dicatat

:

Debet

Kas

dan

Kredit

Jenis-jenis

penerimaan,

berikut

bentuk

jurnal

penerimaan kas :

(21)

Jurnal Pengeluaran Kas

Digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi

yang

mengakibatkan

berkurangnya

kas

perusahaan.

Pengeluaran kas perusahaan yang paling sering

terjadi adalah pelunasan hutang dagang dan

pembelian tunai.

Disamping itu terdapat pengeluaran yang

jarang terjadi seperti : membayar gaji, membeli

alat tulis kantor secara tunai, dsb.

Pengeluaran kas akan dicatat : Debet

Jenis-jenis pengeluaran dan Kredit

(22)

Buku Besar Pembantu

Merupakan perincian dari rekening buku

besar.

Rekening buku besar yang dirinci ke

dalam rekening pembantu dinamakan

rekening

kontrol.

rekening-rekening

buku besar yang ada pada suatu

perusahaan

tidak

seluruhnya

perlu

dirinci

(23)

Prinsip Mencatat ke dalam rekening buku besar pembantu

Bukti

Transaksi Jurnal

Rekening Buku Pembantu

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)

Pengertian Persediaan Barang

Menunjukkan

barang-barang

yang

dimiliki

untuk

dijual

kembali

atau

digunakan untuk memproduksi

barang-barang yang akan dijual kepada para

konsumen

selama

periode

normal

kegiatan perusahaan.

Dalam Perusahaan dagang,

barang-barang yang dibeli dengan tujuan akan

dijual kembali diberi nama

Persediaan

barang dagangan

Metode Pencatatan Persediaan barang

1). Metode fisik

(32)

Metode Penentuan Harga Pokok Persediaan

Metode Fisik

Identifikasi Khusus

MPKP (FIFO,

First In First

Out

)

MTKP (LIFO,

Last In Fist

Out

)

Rata-rata Sederhana

Rata-rata Tertimbang

Metode Perpetual

FIFO

LIFO

(33)

FIFO DAN LIFO

FIFO

Metode FIFO menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.

Metode ini juga mengasumsikan bahwa barang yang terjual karena pesanan adalah barang yang mereka beli. Oleh karenanya, barang-barang yang dibeli pertama kali adalah barang-barang-barang-barang pertama yang dijual dan barang-barang sisa di tangan (persediaan akhir) diasumsikan untuk biaya akhir. Karenanya, untuk penentuan pendapatan, biaya-biaya sebelumnya dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru digunakan untuk penilaian laporan neraca.

Metode ini konsisten dengan arus biaya aktual, sejak pemilik barang dagang mencoba untuk menjual persediaan lama pertama kali. FIFO merupakan metode yang paling luas digunakan dalam penilaian

persediaan.

(34)

LIFO

adalah membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten. *Kelebihan :

Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan

sekarang

Jika harga naik, harga barang konservatif

laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga

Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan.

*Kelemahan :

bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya

Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang.

Penerapan Metode LIFO dan FIFO di Negara IFRS

*6 SISTEM AKUNTANSI NASIONAL  :

PERANCIS - Inggris

JERMAN - Amerika Serikat

(35)

Contoh Soal

1997

Pembelian Juni

1 Persediaan 300 kg @ Rp 100 = Rp 30.000 10 Pembelian 200 kg @ Rp 110 = Rp 22.000 20 Pembelian 400 kg @ Rp 115 = Rp 46.000 28 Pembelian 100 kg @ Rp 120 = Rp 12.000 1000 kg Rp 110.000 Penjualan

Juni

17 Penjualan 300 kg @ Rp 200 24 Penjualan 500 kg @ Rp 150

(36)

Metode FIFO

Metode Fisik

Diketahui Persediaan akhir Barang Z adalah : 200 kg yang terdiri dari :

Pembelian 28 Juni 100 kg @ Rp 120 = Rp 12.000 Pembelian 20 Juni 100 kg @ Rp 115 = Rp 11.500 200 kg Rp 23.500

Jadi Harga Pokok Penjualan Barang Z adalah : Rp 110.000 - Rp 23.500 = Rp 86.500

Metode LIFO

Metode Fisik

Harga Pokok persediaan barang Z sebanyak 200 kg itu dihitung sebagai berikut :

Diketahui Persediaan akhir Barang Z adalah : 200 kg yang terdiri dari Persediaan 1 Juni 200 kg @ Rp 100 = Rp 20.000

(37)

Metode Rata-Rata Tertimbang

Metode Fisik

 Misalnya barang-barang yang ada dalam gudang pada tanggal 28 Juni 1997 dihitung berjumlah 200 kg

 persediaan akhir dihitung sebagai berikut : Juni

1 Persediaan 300 kg @ Rp 100 = Rp 30.000 10 Pembelian 200 kg @ Rp 110 = Rp 22.000

20 Pembelian 400 kg @ Rp 115 = Rp 46.000 28 Pembelian 100 kg @ Rp 120 = Rp 12.000

1000 kg Rp 110.000

  Harga pokok rata-rata tertimbang = Rp 110.000 = Rp. 110 1000

 Persediaan Barang 30 Juni 1997 : 200 kg @ Rp 110 = Rp 22.000

(38)

Rata - rata Sederhana

 Metode Fisik

100 + 110 + 115 + 120 = Rp. 111.25

4

 Persediaan Barang 30 Juni 1997 :

200 kg @ Rp 111.25 = Rp 22.250

 

Harga Pokok Penjualan :

(39)
(40)
(41)
(42)
(43)

Jurnal penyesuaian

Adalah jurnal untuk

mengadakan

penyesuaian

catatan-catatan dengan

keadaan atau fakta

yang sebenarnya pada

akhir periode.

Tujuan

agar setiap perkiraan

riil dan nominal dapat

menunjukkan besarnya

harta, utang, modal,

pendapatan, dan beban

pada akhir periode.

Macam

1) penyesuaian untuk

pemakaian perlengkapan. 2) Penyesuaian untuk beban

yang masih harus dibayar. 3) Penyesuaian untuk

pendapatan yang masih harus diterima.

4) Penyesuaian untuk persekot biaya.

5) Penyesuaian untuk utang pendapatan.

6) Penyesuaian untuk kerugian piutang tak tertagih.

7) Penyesuaian untuk

(44)

JURNAL PENYESUAIAN

Merupakan Jurnal umum yang dipergunakan untuk

mencatat transaksi intern perusahaan pada akhir

periode pembukuan.

Neraca saldo harus disesuaikan dahulu, karena

alasan berikut :

Adanya rekening campuran (

Mixed Account

) yaitu

Rekening yang sebagian merupakan harta dan

sebagian lagi merupakan rekening biaya.

(45)

PERSEDIAAN BARANG DAGANG

1. Ikhtisar Rugi Laba

2. Harga Pokok Penjualan

3. Tanpa di Jurnal

Contoh :

Neraca Saldo, 31 Desember 1990

Persediaan Barang Dagang Rp. 11.250.000 (D)

Pembelian Rp. 15.000.000 (D)

Ongkos Angkut Pembelian Rp. 500.000 (D) Retur Pembelian Rp. 1.000.000 (K)

Potongan Pembelian Rp. 750.000 (K)

Data Penyesuaian 31 Desember 1990

(46)

1. Penyesuaian Metode Ikhtisar Rugi/Laba

(47)

Kertas kerja perusahaan

dagang

Kertas kerja atau neraca lajur adalah

suatu kertas

berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang

direncanakan secara khusus untuk menghimpun

semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat

perusahaan akan menyusun laporan keuangan.

Beberapa

metode atau pendekatan

:

1.

Akun ikhtisar laba/rugi

jumlah akun ikhtisar laba/rugi pada ayat

penyesuaian harus dipindah ke neraca saldo

disesuaikan, kolom laba/rugi sebelah debit

(tersendiri) dan kredit (tersendiri) sesuai jumlah

masing-masing. Akun ikhtisar laba/rugi dapat

(48)

Akun ikhtisar laba/rugi

Nama

perkiraan NS AP NSD L/R Neraca

D K D K D K D K D K

Ikhtisar L/R - - Rp.x Rp.x Rp.x Rp.x Rp.x Rp.x -

-2. Akun harga pokok penjualan

Jumlah akun harga pokok penjualan sebelah debit dan kredit pada kolom ayat penyesuaian, dicari selisihnya. Selisih tersebut dipindah ke kolom NSD dan kolom L/R sebelah debit. ditunjukkan dalam kertas kerja berikut :

Nama

perkiraan DNS K D AP K D NSD K D L/R K DNeracaK

(49)

-Penyusunan kertas kerja

Adapun tahap penyusunan kertas kerja yaitu :

1) Memasukkan saldo buku besar ke kolom neraca

saldo, dimana jumlah debit dan kredit harus sama.

2) Membuat jurnal penyesuaian dengan analisis dan

memasukkan dalam kertas kerja kolom ayat

penyesuaian (AP).

3) Menjumlah selisih antara kolom neraca saldo dan

ayat penyesuaian, kemudian diisi ke kolom neraca

saldo disesuaikan(NSD).

4) Memindahkan jumlah kolom NSD ke kolom

neraca.adapun perinciannya :

rekening riil/neraca (harta,utang,modal)

rekening nominal/Laba/Rugi (pendapatan dan

beban)

(50)

Penyusunan kertas kerja :

Misal pada jurnal penyesuaian penghasilan yang

masih harus diterima.

Pada tanggal 1 agustus diterima sewa utuh 6

bulan

Rp.12.000.000,-Maka disusun dalam kertas kerja sebagai

berikut :

Tgl Nama

perkiraan NS JP NSD R/L N

D K D K D K D K D K

1 Penghasilan

sewa - 12 2 - - 10 - 10 -

sewa

dibayar dimuka - - - 2 - 2 - - - 2

(51)

Cara menghitung hpp :

Persediaan barang dagangan (awal) ……….Rp.xxx

Pembelian ………..Rp.xxx Beban angkut masuk ………..Rp.xxx

Rp.xxx Retur pembelian & pengurangan hrg..Rp.xxx

Potongan pembelian ………...Rp.xxx

(Rp.xxx) Pembelian bersih ………Rp.xxx Barang tersedia untuk dijual………

Rp.xxx

Persediaan barang dagangan (akhir)………. (Rp.xxx)

(52)

Laporan keuangan

Adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan

suatu ringkasan transaksi keuangan.

Laporan keuangan meliputi :

1.

Laporan laba/rugi

laporan yang menunjukkan pendapatan dan beban

pada akhir periode.

2.

Laporan Perubahan Modal

laporan yang menunjukkan adanya perubahan

modal yaitu dari modal awal menjadi modal akhir.

hal-hal yang diperhitungkan dalam laporan

perubahan modal

a)

Besarnya modal periode

b)

Adanya laba atau rugi usaha

c)

Adanya pengambilan pribadi pemilik atau prive

d)

Adanya investasi tambahan dari pemilik

(53)

3. Neraca

Adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan

perusahaan pada akhir periode, mengenai besarnya

harta, utang, modal perusahaan.

Contoh :

Aktiva Pasiva

Kas

Rp.10.000 Utang Rp. 6.000 Piutang Rp.

5.000

Sewa mobil YMH dbyr Rp. 5.000

Perlengkapan Rp.

2.000 Cad.kerugian piutang Rp. 1.000

Aktiva tetap

Rp.20.000 Modal Rp.10.000 Akumulasi peny.AT

(Rp.4.000) Laba thn berjalan Rp. 4.000

Sewa gedung YMH dbyr Rp.10.000

Rp.43.000

Referensi

Dokumen terkait

yang diuji mengandung senyawa flavonoid digunakan uji shinoda test, yaitu menggunakan larutan HCl pekat dan sedikit potongan Mg yang menghasilkan warna orange.. C - 87

Dengan diawali Bismillah, penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah yang tiada hentinya sehingga penulis dapat

Pada siklus perbaikan mutu yang ke-2 GKM Bahagia berhasil memperbaiki cacat mutu “kurangnya isi potongan nata dalam produk akhir” dengan indikator : (1) jumlah produk yang

Structured Problem Posing terhadap hasil belajar pada siswa SMKN

Berdasarkan keadaan tersebut diatas, maka penulis dapat mengangkat sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dan

sejenisnya) untuk setiap mata lomba ditetapkan oleh panitia penyelenggara dan induk organisasi setiap jenis mata lomba, baik jumlah maupun klasifikasinya dengan tetap

Kedua subjek mengalami depresi dan penurunan kualitas hidup pasca-amputasi ekstremitas.Berdasarkan instrumen, didapatkan skor BDI, HDRS dan WHOQOL BREF preterapi realitas subjek

Memperhatikan perkembangan skor tersebut maka disimpulkan bahwa penerapan Rencana Kepengawasan Supervisi Akademik (RKSA) menggunakan strategi information Search untuk