KINERJA TUTOR DALAM PEMBELAJARAN
PAKET B DI PKBM SUKA MAKMUR
SAPTOSARI GUNUNGKIDUL
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh Tugino NIM 09102249031
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
MOTTO
Dengan Ilmu hidup akan lebih mudah Dengan seni hidup akan terasa indah Dengan Agama hidup akan lebih terarah
PERSEMBAHAN
Atas Karunia Allah SWT
Skripsi ini saya persembahkan untuk :
1. Anak dan isteriku tercinta yang selalu memotivasi dan mendo’akan untuk keberhasilan penulis dalam menyusun karya ini.
2. Almamater tercinta UNY 3. Agama, Bangsa
KINERJA TUTOR DALAM PEMBELAJARAN PAKET B DI PKBM
SUKA MAKMUR SAPTOSARI GUNUNGKIDUL
Oleh Tugino NIM 09102249031
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) kinerja tutor Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari Gunungkidul, 2) faktor pendukung dan penghambat kinerja tutor di PKBM Suka Makmur Saptosari Gunungkidul.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatandeskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi,subyek penelitian tutor Paket B, pengelola PKBM dan warga belajar Paket B. Keabsahan data dilakukandengan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kinerja tutor Paket B dengan melihat dari aspek; (a)perencanaan pembelajaran yang meliputi; identifkasi kebutuhan belajar, penyusunan rencana pembelajaran, dan membuat kesepakatan belajar, (b)pelaksanaan pembelajaran meliputi; penerapan metode pembelajaran, media dan alat belajar, serta waktu pelaksanaan, dan (c)penilian pembelajaran dengan jenis penilian,aspek penilain maupun pelaporan dan tindaklanjut , 2) faktor pendukung kinerja tutor adalah pertama motivasi tutor dalam membantu warga belajar untuk memperoleh pendidikan setara sekolah menengah pertama, kedua keaktifan pengurus dalam mengelola dan melaksanakan program Paket B dan ketiga sumber daya manusia pendidik dan tenaga kependidikan yang dimiliki lembaga. Faktor penghambat pertama adalah banyaknya jumlah matapelajaran yang ada tidak sesuai dengan jumlah waktu yang tersedia dan jumlah tutor yang ada, kedua banyaknya aktivitas warga belajar dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada sering mengganggu aktivitas pembelajaran.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Pengatur dan pencipta alam semesta, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas skripsi yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta.
Penulis menyadari dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, yang telah memberikan fasilitas dan sarana sehingga proses studi saya lancar.
2. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, yang telah memberikan kelancaran dalam penulisan skripsi ini.
3. Bapak Dr. Sujarwo, M. Pd. sebagaiDosen Pembimbing I dan Bapak Lutfi Wibawa, M. Pd. sebagai Dosen Pembimbing II, yang telah berkenan membimbing.
4. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan.
5. Ketua PKBM Suka Makmur Saptosari, Gunungkidul beserta staf jajaran atas ijin dan bantuan yang diberikan untuk penelitian.
DAFTAR ISI
hal
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN ... ii
PERNYATAAN ... iii
PENGESAHAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Batasan Masalah ... 8
D. Rumusan Masalah ... 8
E. Tujuan Penelitian ... 8
F. Manfaat Penelitian ... 8
BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori ... 10
1. Pengertian Kinerja ... 10
2. Kriteria Kinerja ... 12
a. Kompetensi Paedagogik……… 12
b. Kompetensi Kepribadian……….. 14
c. Kompetensi Profesional……… 14
d. Kompetensi Sosial……… 16
3. Pengertian Tutor ... 18
4. Tutor Paket B ... 19
5. Pengertian Paket B ... 20
6. Pembelajaran ... 21
B. Penelitian yang relevan... 29
C. Kerangka Berpikir ... 30
D. Pertanyaan Penelitian ... 33
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian ... 37
B. Informan Penelitian ... 37
C. Waktu dan TempatPenelitian………. 39
D. Teknik Pengumpulan Data………. 40
1. Teknik Wawancara ... 40
2. Teknik Observasi ... 41
3. Teknik Dokumentasi ... 42
E. Teknik Analisis Data ... 43
F. Keabsahan Data ... 46
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Lokasi Penelitian ... 47
B. Hasil Penelitian ... 53
C. Pembahasan ... 70
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 77
B. Saran ... 78
DAFTAR PUSTAKA ... 79
DAFTAR TABEL
hal
Tabel 1. Data Informan Penelitian ... 39
Tabel 2. Metode Pengumpulan Data ... 42
Tabel 3. Analisis Data ………... 45
Tabel 4. Identitas lembaga……… 48
Tabel 5. Data Sapras ………. 50
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
hal.
Lampiran 1. Pedoman Wawancara,Observasi dan Dokumentas... 81
Lampiran 2. Cacatan Lapngan ... 87
Lampiran 3. Analisis Data Hasil Peneletian………... 94
Lampiran 4. Dokumentasi Kegiatan Wawancara………... 101
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah
Pendidikan nonformal merupakan salah satu jalur pendidikan pada
sistim pendidikan nasional yang bertujuan antara lain untuk memenuhi
kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dijangkau dan dipenuhi oleh
jalur pendidikan formal (sekolah). Jalur pendidikan ini memberikan layanan
pendidikan untuk semua agar setiap warga negara memperoleh pendidikan
sepanjang hayat yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
Pendidikan nonformal meliputi; pendidikan kecakapan hidup, pendidikan
anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan
perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan
kerja, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik (UU No.20 thn 2003).
Salah satu bentuk layanan pendidikan nonformal adalah pendidikan
kesetaraan yang mencakup Program Paket A setara SD, Paket B setara SMP,
dan Paket C setara SMA/SMK. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai
setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses
penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau
pemerintah daerah (UUSP No. 20 thn 2003 Sisdiknas, Pasal 26 ayat 6)
Program Paket B adalah program pendidikan nonformal yang ditujukan bagi
kesempatan, dan geografis tidak dapat mengikuti pendidikan formal (Roslina
Sinaga, 2004:3)
Pendidikan kesetaraan berupaya membuat pembelajaran individual dari
berbagai kalangan ini menjadi lebih terarah dalam satu proses pembelajaran
yang beragam, sehingga dapat mencapai standar kompetensi lulusan dan
dapat mengikuti proses penyetaraan sesuai dengan jenjang pendidikan pada
jalur pendidikan nonformal. Oleh karena itu dalam penyelenggaraan program
Paket B dituntut lebih mengoptimalkan peran dari masing-masing komponen-
komponen pembelajaran.
Beberapa komponen penunjang pembelajaran pendidikan kesetaraan
Paket B antara lain: pendidik, peserta didik, kurikulum, media pembelajaran,
dan sarana prasarana. Tutor merupakan komponen yang sangat berperan
penting dalam proses pembelajaran. Pada pembelajaran pendidikan
kesetaraan Paket B peserta didik sebagian besar berusia dewasa dengan
segala aktivitas sosial kemasyarakatan. Beberapa permasalahan yang
ditemukan dalam pembelajaran Paket B antara lain;
1. Kualifikasi tutor Paket B belum memenuhi persyaratan 40% pendidikan
SMA/SMK dan 57% D IV/S1 serta 3% S2, untuk peningkatan kompetensi
tutor ada 23% yang telah mengikuti pelatihan tutor Paket B (data FK-Tutor
GK,2010),
2. Kurikulum yang digunakan di Paket B mengacu pada Permendiknas
Nomor 14 tahun 2007 tentang Standar Isi Pendidikan Kesetaraan, dimana
yang sangat terbatas dalam satu minggu pembelajaran 3 kali pertemuan x 4
jam pelajaran sehingga banyak mata pelajaran yang tidak bisa dibelajarkan
dengan sistim tatap muka. Jumlah tutor yang tersedia pada satu kelompok
belajar Paket B hanya 7 orang sehingga banyak tutor yang harus
mengampu matapelajaran yang tidak tersedia tutornya. Selain itu materi
pelajaran juga belum sesuai dengan kebutuhan warga belajar.
3. Kegiatan kemasyarakatan seperti; hajatan, bersih desa, kematian, dan
kegiatan sosial lainya sering mengganggu proses pembelajaran di
kelompok belajar, sehingga harus menunda dan meniadakan kegiatan
pembelajaran.
4. Warga belajar pendidikan kesetaraan Paket B sebagian besar berusia
dewasa dan heterogen dilihat dari kemampuan, latarbelakang sosial
ekonomi, usia dan pengalaman, sehingga memerlukan strategi tersendiri
dari seorang tutor.
Seorang tutor harus mampu mengelola pembelajaran pada kelompok
belajar Paket B, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Tahap perencanaan meliputi; identifikasi kemampuan awal peserta didik,
kebutuhan belajar, kurikulum yang akan digunakan, media yang akan dipakai,
sarana belajar yang akan digunakan. Dalam mengelola suatu program
pendidikan kesetaraan perlu adanya perencanaan pembelajaran yang
berfungsi antara lain sebagai berikut : 1) sebagai acuan pelaksanaan kegiatan
yang diselenggarakan, 2) sebagai alat pengendali kegiatan yang dilakukan,
penunjang dan penghambat dalam suatu program yang diselenggarakan, 5)
dapat merumuskan keberhasilan pelaksanaan program ( Sujana, 2004;125)
Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan proses pembelajaran dengan
menggunakan metode, strategi dan pendekatan sesuai dengan materi yang
disampaikan. Banyak metode yang dipakai dalam pembelajaran kesetaraan
antara lain; metode ceramah, diskusi, simulasi, demonstrasi, dan sebagainya.
Demikian juga pada strategi dan pendekatan yang sering dipakai sangat
beragam tergantung situasi dan kondisi masing-masing kelompok.
Pelaksanaan pembelajaran Paket B perlu memperhatikan karakteristik warga
belajar, mengingat pendidikan kesetaraan mempunyai peserta didik yang
heterogen, baik dari sisi usia, kemampuan akademik, profesi, status sosial,
ekonomi, dan sebagainya, karena itu seorang tutor harus mampu mengelola
kelompok belajar tersebut dengan baik sehingga pembelajaran dapat berjalan
dengan optimal.
Penilaian merupakan komponen dalam menentukan keberhasilan suatu
program, karena itu tutor harus mampu menentukan jenis, dan model
penilaian yang tepat sesuai dengan karakteristik warga belajar. Tutor
merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses
dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu upaya perbaikan
apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan
tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa di dukung oleh
Sebagai seorang pendidik, tutor merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan pendidikan kesetaraan. Kinerja tutor dalam merencanakan
pembelajaran, merupakan faktor utama dalam pencapaian pengajaran,
keterampilan pengusaan proses pembelajaran ini sangat erat kaitannya dengan
tugas dan tanggungjawab tutor sebagai pendidik yang harus memiliki
kompetensi pedagogik.
Tutor yang baik adalah yang mampu mewujudkan suasana
pembelajaran yang menyenangkan serta membuat warga belajar merasa
nyaman dan merasa membutuhkan materi yang disampaikan. Tutor juga
dituntut mampu membangkitkan minat belajar dan potensi yang dimiliki
warga belajar, karena itu dedikasi dan loyalitas seorang tutor sangat
diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kemampuan tutor
merupakan refleksi dari kinerja yang dilakukan dalam pelaksanaan program
pendidikan kesetaraan Paket B. Tutor yang profesional adalah tutor yang
memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugasnya. Ada beberapa indikator
yang dapat mempengaruhi kinerja tutor, diantaranya tingkat pendidikan,
pengalaman kerja, dan motivasi. Seorang tutor yang memiliki pengalaman
kerja yang cukup, tentu akan mampu menunjukan kinerjanya. Motivasi tutor
yang tinggi dalam melaksanakan program pendidikan kesetaraan akan
memberikan kontribusi positif bagi kinerja yang dilakukan. Menurut Rogers
yang dikutip oleh Knowles (1990:44), peran tutor banyak berhubungan
memperjelas tujuan setiap individu dan tujuan bersama yang harus dicapai
oleh kelompok.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan
kesetaraan sebagian besar ditentukan oleh kinerja tutor. Oleh karena itu
tanggungjawab yang besar berada dipundak para tutor yang yang diharapkan
memiliki kemampuan pedagogik, sosial, kepribadian, dan professional
sehingga dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran
Paket B.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Suka Makmur Saptosari
sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal penyelenggara pendidikan
kesetaraan, tidak terlepas dari masalah-masalah diatas seperti; kinerja tutor
dalam perencanaan pembelajaran, kinerja tutor dalam pelaksanaan
pembelajaran, dan kinerja tutor dalam mengevaluasi pembelajaran. Tutor
dalam pembelajaran sebagian besar belum menggunakan strategi yang
bervariasi sehingga suasana pembelajaran masih membosankan bagi warga
belajar dan kinerja tutor belum optimal. Selain itu terbatasnya waktu efektif
pembelajaran tatap muka dibanding dengan jumlah mata pelajaran yang harus
ditempuh, jumlah tutor yang terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah
mata pelajaran yang harus diampu, tingkat kehadiran warga belajar yang
rendah, dan banyaknya aktifitas sosial kemasyarakatan yang mengganggu
Berdasarkan permasalahan diatas , perlu dilakukan penelitian mengenai:
Kinerja tutor dalam pembelajaran Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari
Gunungkidul.
b. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah tersebut, maka peneliti
mengidentifikasi masalah yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan
kompetensi professional yang dimiliki tutor Paket B di PKBM Suka
Makmur belum optimal.
2. Kurikulum yang belum mampu mengakomodir kebutuhan warga belajar,
dan sarana dan prasarana yang tersedia belum memadahi.
3. Jumlah mata pelajaran yang harus ditempuh tidak sebanding dengan
waktu yang tersedia, dan jumlah tutor yang ada.
4. Tingkat kehadiran warga belajar rendah disebabkan banyaknya aktifitas
sosial kemasyarakat yang ada sering mengganggu proses pembelajaran di
kelompok.
5. Pengalaman, usia, kemampuan dan kebutuhan belajar yang beragam sering
menjadi faktor penghambat dalam pembelajaran.
6. Kinerja tutor Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari dalam aspek
c. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas agar penelitian lebih terfokus
dan mendalam, maka permasalahan ini dibatasi pada : “Kinerja Tutor dalam
pembelajaran Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari Gunungkidul”
d. Perumusan Masalah
Dari pembatasan masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut :
1. Bagaimana kinerja tutor dalam pembelajaran Paket B PKBM Suka
Makmur Saptosari terkait aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi?
2. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat kinerja tutor dalam
melaksanakan proses pembelajaran?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan:
1. Kinerja tutor dalam proses pembelajaran di kelompok belajar Paket B
PKBM Suka Makmur Saptosari Gunungkidul.
2. Faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan proses
pembelajaran di kelompok belajar.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi untuk teori
b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kinerja tutor
khususnya tutor Paket B di penyelenggaraan pendidikan keseteraan.
2. Manfaat Praktis
a. Penelitian ini diharapkan bagi penyelenggara pendidikan keseteraan
Paket B sebagai dasar pertimbangan dalam upaya peningkatkan kinerja
tutor ke depan.
b. Menjadi bahan informasi dan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya.
BAB II KAJIAN TEORI
A. Landasan Teori
1. Pengertian Kinerja
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kauntitas yang dapat
dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan
tanggungjawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara,2001:67).
Kemudian Anwar Prabu Mangkunegara mendefinisikan kinerja (prestasi
kerja) sebagai “hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggungjawab yang diberikan.
Teori Expectory menjelaskan bahwa kinerja adalah hasil interaksi
antara motivasi dengan kemampuan dasar. Berdasarkan pada pendapat
diatas penulis menyimpulkan kinerja dapat diartikan sebagai kemauan dan
kemampuan dalam melakukan suatu pekerjaan. Sehingga kinerja tutor
sangat berkaitan dengan kemauan (aspek personal, tanggungjawab dan
kesadaran) dan kemampuan/konpetensi seorang tutor dalam mengelola
suatu pembelajaran. Kinerja ditinjau dari karakteristik wujud tutor dalam
mengelola proses pembelajaran sebagai berikut :
a. Perilaku (behavior) setiap kinerja (performance) dilaksanakan oleh
setiap perilaku / atau dapat diwujudkan.
b. Konteks adalah kondisi situasional (apa,siapa,dimana,bilamana,
c. Konsekuensi (dampak) adalah manifestasi kinerja perilaku yang
menjadi tujuan dari suatu kinerja
d. Kompeten (mampu) adalah wujud perilaku yang dapat bernilai secara
efektif dan efisien.
e. Tuntas adalah penyelesaian secara utuh dan menyeluruh seluruh
perilaku yang dilaksanakan sehingga dampak tercapai dengan baik.
Menurut Ivor K. Davies mengatakan bahwa seseorang mempunyai
empat fungsi umum yang merupakan ciri pekerja seorang pendidik, adalah
sebagai berikut :
a. Merencanakan
Yaitu pekerjaan seorang guru menyusun tujuan belajar
b. Mengorganisasikan
Yaitu pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber –sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien, dan ekonomis mungkin.
c. Mengawasi
Yaitu pekerjaan seorang pendidik untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin diatas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka pendidik harus menilai dan mengatur kembali situasinya dan bukunya mengubah tujuan (Ivor K Davies,1987:35-36)
Dalam kamus bahasa Indonesia “Kinerja berarti sesuatu yang
dicapai, prestasi diperlihatkan, kemampuan kerja. Seseorang
melaksanakan tugasnya dengan hasil yang memuaskan, guna tercapainya
tujuan organisasi atau kelompok. Jadi kinerja pendidik merupakan hasil
kerja dimana para pendidik telah mencapai kemampuan kerja yang
Dengan demikian penulis menyimpulkan dari pengertian diatas,
bahwa kinerja adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya
dengan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi
kelompok dalam suatu unit kerja. Jadi kinerja tutor dalam pembelajaran
adalah kemampuan tutor dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar
yang memiliki keahlian mendidik dalam rangka mengembangkan potensi
warga belajar secara optimal.
2. Kriteria Kinerja Tutor
Keberhasilan seorang tutor bisa dilihat apabila kriteria-kriteria
yang telah ada tercapai secara keseluruhan. Jika kreteria telah tercapai
berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang
baik. Kemampuan seorang pendidik secara umum mengacu pada peraturan
pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 disebutkan bahwa seorang guru/
pendidik/ tutor harus memiliki kompetensi, yang meliputi :
a. Kompetensi paedagogik
Kompetensi paedagogik adalah kemampuan pendidik/tutor
dalam mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap
peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi
hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya (PP No.19 thn
Terkait dengan penilian kinerja guru / pendidik terdapat 7 aspek
dan 45 indikator berkenan dengan penguasaan kompetensi paedagogik
yang meliputi : (1) Menguasai karakteristik peserta didik, (2)
Menguasai teori belajar dan prinsip –prinsip pembelajaran yang
mendidik, (3) Pengembangan kurikulum, (4) Kegiatan pembelajaran
yang mendidik, (5) Pengembangan potensi peserta didik, (6)
Komunikasi dengan peserta didik, dan (7) Penilian dan evaluasi(
www.bermutuprofesi.org Pedoman pelaksanaan Penilian Kinerja
Guru,2010)
Kompetensi paedagogik ini berkaitan dengan bagaimana
seorang tutor mengadakan proses belajar mengajar, mulai dari
membuat skenario pembelajaran, memilih metode, media, dan alat
evaluasi yang sesuai dengan warga belajar. Karena itu proses belajar
mengajar sangat ditentukan oleh kemampuan seorang tutor. Tutor
yang cerdas dan kreatif akan mampu menciptakan suasana belajar
yang komunikatif, efektif dan efisien sehingga tujuan pembelajaran
akan dapat tercapai dengan baik.
Menurut Suryo Subroto yang dimaksud dengan kinerja tutor
dalam proses belajar mengajar adalah kesanggupan dan kecakapan
para pendidik dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif
antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, afektif dan
perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar
tercapai tujuan pengajaran ( Suryo Subroto, 1997:19)
Jadi kompetensi paedagogik ini berkaitan dengan kemampuan
seorang tutor dalam proses belajar mengajar, mulai persiapan
mengajar mencakup merancang dan melaksanakan skenario
pembelajaran, memilih metode, media, serta alat evaluasi bagi warga
belajar agar tercapai tujuan pendidikan baik pada ranah kognitif,
afektif, maupun psikomotorik.
b. Kompetensi kepribadian
Ada beberapa kemampuan kepribadian seorang guru/tutor yang
meliputi: mengembangkan kepribadian, berinteraksi dan
berkomunikasi, melaksanakan bimbingan, dan penyuluhan,
melaksanakan administrasi, melakukan penelitian pengajaran (Uzer
Usman,2013:16-17)
Pendidik merupakan sosok yang menjadi contoh dari peserta
didiknya sehingga tingkah laku dan perbuatannya haruslah
mencerminkan kepribadian yang luhur. Seorang pendidik harus
mempunyai kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa,
dan beraklak mulai serta menjadi teladan.
c. Kompetensi professional
Pekerjaan seorang tutor adalah merupakan suatu profesi yang
tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Profesi adalah pekerjaan
sertifikat dalam bentuk ijazah. Karena itu tutor ditutut selalu
meng-update dan mencari informasi materi dari berbagai sumber seperti
membaca buku terbaru, mengakses internit, selalu mengikuti
perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang akan
disajikan.
Tutor mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber yang tidak
pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. Dalam
melaksanakan proses pembelajaran keaktifan warga belajar harus
selalu diciptakan dan berjalan terus menerus dengan menggunakan
metode dan strategi yang tepat. Tutor juga harus mampu
memanfaatkan multimedia dalam pembelajaran sehingga terjadi
suasana sambil bekerja, belajar sambil mendengarkan, dan belajar
sambil bermain, sesuai kontek materinya.
Dengan demikian kompetensi profesional seorang tutor dapat
dilihat dari beberapa indikator antara lain: menguasai materi, struktur,
konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang
diampu. Selain itu tutor ditutut selalu mengembangkan
keprofesionalan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengambangkan
d. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian
dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik dan masyarakat sekitar (Mungin Edy Wibowo
www.suara-merdeka.com,2006)
Menurut Saiful Hadi kemampuan sosial sangat terkait dengan
kemampuan tutor sebagai anggota masyarakat dan sebagai makluk
sosial yang meliputi : (1) kemampuan untuk berinteraksi dan
berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan
kemampuan profesional, (2)kemampuan untuk mengenal dan
memahami setiap lembaga kemasyarakatan, dan (3) kemampuan
untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara
kelompok ( www.saiful hadi.wordpress.com,2007).
Jadi kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai
bagian masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orangtua, peserta didik dan masyarakat sekitar.
Menurut Uzer Usman (2013:10-19) untuk mengetahui kinerja
seorang tutor dalam pembelajaran di kelompok belajar Paket B dapat
dilihat beberapa indikator kinerja :
a. Kemampuan merencanakan belajar mengajar meliputi; menguasai
materi pelajaran, menyusun program semester, menyusun program
semester dan menyusun program / pembelajaran.
b. Kemampuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang meliputi;
tahap pra intruksional, tahap instruksional, dan tahap evaluasi dan
tindak lanjut.
c. Kemampuan mengevaluasi meliputi; evaluasi normatif, evaluasi
formatif, laporan hasil evaluasi dan program pengayaan dan perbaikan
Dengan demikian untuk menggambarkan bagaimana kinerja tutor
dalam pembelajaran dapat dilihat dari 3(tiga) indikator diatas yaitu
kemampuan merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran
Pendidikan Kesetaraan Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari
Gunungkidul.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pendidik,
menurut Anwar Prabu Mangkunegara(2004:67) faktor yang
mempengaruhi kinerja guru/pendidik adalah faktor kemampuan (ability)
dan faktor motivasi (motivation). Dari pendapat diatas faktor yang
mempengaruhi kinerja seorang pendidik ada 2 yaitu, (1) faktor dari dalam
sendiri(intern) yang meliputi; kecerdasan, keterampilan dan kecakapan,
bakat, kemampuan dan minat, motif, kesehatan, kepribadian, dan cita-cita
dan tujuan bekerja (2) Faktor dari luar (ektern) meliputi; lingkungan
keluarga, lingkungan kerja, komunikasi dengan lingkungan kerja, sarana
dan prasarana, kegiatan di kelompok, dan kegiatan tutor di tempat lain.
3. Pengertian Tutor
Tutor adalah sebutan untuk pendidik pada pendidikan nonformal,
yang merupakan mengajar pada satuan pendidikan nonformal khususnya
PKBM. Dalam Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional Nomor 20
tahun 2003 Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi
sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor,
instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususnya
serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidik
merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan, dan
melaksanakan proses pembelajaran , menilai hasil pembelajaran,
melakaukan bimbingan dan pelatihan.
Pendidik pada satuan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C
terdiri atas tutor penangungjawab kelas, tutor penanggungjawab mata
pelajaran , dan nara sumber teknis yang penugasanya ditetapkan masing –
masing satuan pendidikan yang sesuai dengan keperluan.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia yang dimaksud dengan tutor
adalah orang yang memberi pelajaran (membimbing) kepada orang lain
Sebagian besar peserta didik pendidikan kesetaraan adalah orang
dewasa, karena itu tutor dalam menyusun kegiatan pembelajaran di PKBM
menggunakan model andragogi (Yoyon,2009:123) :
a. Menciptakan iklim belajar
b. Merumuskan perencanaan bersama
c. Merumuskan kebutuhan pembelajaran
d. Mendefinisikan tujuan pembelajaran
e. Perencangan pengalaman pembelajaran
f.Pelaksanaan pembelajaran
g. Penilian hasil pembelajaran
Dari pengertian diatas yang dimaksud dengan tutor adalah sebutan
lain dari pendidik yang mempunyai tugas membimbing dan memfasilitasi
pembelajaran pada pendidikan nonformal atau informal.
4. Tutor Paket B
Tutor Paket B adalah orang yang bertugas memfasilitasi,
membimbing dan mngelola pembelajaran pada kelompok belajar Paket B
setara SMP. Berhasil tidaknya proses belajar mengajar sangat dipengaruhi
oleh peran aktif para tutor. Demi kelancaran kegiatan pembelajaran tutor
hendaknya memiliki teknik dan menggunakan metode yang sesuai dengan
situasi dan kondisi dimana warga blajar dapat merespon stimulus yang
disampaikan dalam proses belajar mengajar.
Kemampuan seorang tutor dapat dinilai dari kompetensi tutor
dalam penguasaan metode dan teknik mengajar yang diterapkan.
Pengetahuan, wawasan dan sikap yang dimiliki tutor sangat menentukan
keberhasilan dalam mengelola pembelajaran, maka dapat disimpulkan
Paket B sudah baik, cukup ataupun masih kurang sesuai dengan tugas
pokok tutor yang seharusnya.
5. Pengertian Paket B
Program Paket B adalah program pendidikan pada jalur nonformal
yang ditujukan bagi warga masyarakat yang karena keterbatasan sosial,
ekonomi, waktu, kesempatan dan geografi tidak mengikuti pendidikan di
Sekolah Menengah Pertama/ yang sederajat. Lulusan Program Paket B
berhak mendaptkan ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMP (Rosliana
Sinaga,2004:3)
Paket B sebagai salah satu program pendidikan kesetaraan
bertujuan sebagai pengganti pendidikan formal setara SMP yang oleh
karena berbagai fleksibilitas dalam menyelenggarakan kegiatan
pembelajarannya.
Progam Paket B bertujuan memberikan bekal peserta didik dengan
keterampilan fungsional, sikap dan kepribadian professional yang
memfasilitasi proses adaptasi dengan lingkungan kerja (PP.No17 thn
2010,Pasal 114 ayat 5)
Paket B memberikan peluang pada masyarakat yang telah
menyelesaikan program Paket B setara SLTP dan telah menyelesaikan
pendidikan setingkat SLTP serta lulusan MTs yang tidak melanjutkan ke
SLTA atau putus sekolah SLTA. Fungsi berikutnya memberikan bekal
Program Paket B setara SMP dapat diselenggarakan oleh Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB),
Masjid, Gereja, Balai Desa, Pondok Pesantren, Kantor Organisasi
Kemasyarakatan, dan temapt-tempat lainnya yang layak digunakan untuk
kegiatan belajar mengajar.
6. Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu aktivitas yang didalamnya terdapat proses
memberikan dan atau menerima pengetahuan, keterampilan, sikap dan
nilai (Ella Yuaelawati,2004:3) Belajar adalah suatu proses perubahan di
dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakan dalam
bentuk peningkatan kaulitas dan kuantitas tingkat laku seperti peningkatan
kecakapan , pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan,
daya pikir, dan kemampuan (Hakim,2000:112). Belajar adalah suatu
proses yang kompleks yang terjadi pada setiap orang sepanjang hidup,
sedangkan proses belajar terjadi karena adanya interaksi antar seseoarang
dengan lingkunganya dimana saja dan kapan saja. Hasil belajar ditandai
dengan adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang karena adanya
perubahan tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikapnya.
Belajar dan pembelajaran merupakan dua kata yang tak bisa
dipisahkan, karena pembelajaran dapat diartikan sebagai bimbingan
terhadap siswa agar secara sadar dan terarah berkeinginan untuk belajar
dan memperoleh hasil belajar sebaik - baiknya sesuai denga keadaan dan
Pembelajaran memiliki makna yang sama dengan membelajarkan
yang mengadung arti sebagai proses yang membuat seseorang menjadi
belajar. Pembelajaran suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusia, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling
mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pembelajaran adalah usaha-usaha terencana dalam memanipulasi
sumber-sumber belajar agar terjadi proses mengajar dalam diri siswa
(Sadiman;2004). Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab 1 pasal 1 ayat 20 disebutkan
pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengetian
pembelajaran upaya-upaya yang dilakukan oleh pengajar dalam
membelajarkan peserta didik dengan menggunakan komponen-komponen
belajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam proses kegiatan
belajar mengajar. Jadi yang dimaksud pembelajaran disini adalah
upaya-upaya yang dilakukan oleh pendidik (tutor) untuk mencapai tujuan
pembelajaran sesuai dengan yang telah ditentukan.
Tugas utama seorang pendidik adalah melaksanakan pembelajaran
dimana menurut Sukadi, ada lima komponen: (1) merencanakan
pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran,
konseling(Sukardi,2009:26) Dari kelima tugas pokok seorang
guru/pendidik tersebut yaitu:
a. Merencanakan kegiatan pembelajaran
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang tutor ditutut
membuat perencanaan pembelajaran, fungsi perencanaan pembelajaran
untuk mempermudah tutor dalam melaksanakan tugas selanjutnya
sehingga pembelajaran akan benar-benar terskenario dengan baik, efektif
dan efisien.
Dalam praktek dikelompok belajar Paket B, terdapat beberapa bentuk
persiapan pembelajaran, yaitu :
1) Analisis materi pelajaran
2) Program tahunan / program semester
3) Silabus / satuan pelajaran
4) Rencana pembelajaran
5) Program perbaikan dan pengayaan.
Untuk melaksanakan kelima tugas perencanaan tersebut tentunya
seorang tutor tidak bekerja sendiri namun harus melibatkan banyak pihak
seperti penyelenggara program, forum PKBM, Forum Tutor Tutor, Dinas
Pendidikan dan lain sebagainya.
b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
Setelah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, maka tugas
tutor selanjutnya melaksanakan pembelajaran yang merupakan salah satu
layanan terbaik bagi warga belajar, penjelasan yang mudah dipahami,
penguasaan keilmuannya benar, menguasai metodologi, dan seni mengajar
orang dewasa (andragogi). Seorang tutor juga harus dapat menjadi teman
bagi warga belajar sehingga dapat memotivasi warga belajar dalam
kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran di Paket B dikenal
juga metode pembelajaran tatap muka, tutorial dan mandiri. Karena itu
seorang tutor harus dapat memanfaatkan pembelajaran mandiri dan tutorial
yang waktunya relatif lebih meluasa dibanding dengan kegiatan tatap
muka.
c. Mengevaluasi Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan selanjutnya seorang tutor adalah mengevaluasi hasil
pembelajaran. Segala sesuatu yang terencana harus dievaluasi agar dapat
diketahui apakah yang sudah direncanakan telah sesuai dengan
realisasinya serta tujuan yang ingin dicapai dan apakah warga belajar telah
dapat mencapai standar kompetensi yang ditetapkan.
7. Kajian tentang PKBM
a. Pengertian PKBM
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah satuan pendidikan
nonformal yang menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar sesuai
dengan kebutuhan masyarakat atas prakarsa dari, oleh, dan untuk
masyarakat, (Ella Yuaelawati,2004:7).
PKBM merupakan instansi pendidikan nonformal yang dimiliki
sosial masyarakat atau organisasi keagamaan dan Pemerintah berperan
sebagai fasilitator.
Menurut Sihombing (2000:6) Program pendidikan non formal
dilaksanakan pada tempat yang disediakan oleh masyarakat yang
memungkinankan untuk melaksanakan proses belajar. Tempat kegiatan
belajar yang menampung berbagai program layanan pendidikan non
formal dinamakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang
pengelolanya dilakukan oleh masyarakat sendiri. Melalui program
pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat pendidikan non
formal berusaha untuk memperdayakan masyarakat sebagai wujud
keikutsertaan dalam penyiapan sumber daya manusia yang berdaya
saing.
PKBM bisa juga diartikan sebagai tempat belajar dari
masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dalam rangka
usaha meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, hobi, bakat
serta minat warga masyarakat yang bertitik tolak dari kebermaknaan
dan kebermanfaatan program bagi warga belajar dengan menggali dan
memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber
Daya Alam (SDA) yang ada di lingkungannya.
Dari berbagai kajian diatas dapat dirumuskan pengertian PKBM
adalah satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan berbagai
layanan pendidikan yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Sihombing (1999:69) ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam menentukan tujuan PKBM, yaitu:
1) Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah yang
diarahkan pada keswadayaan masyarakat dalam meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan
perekonomian masyarakat.
2) Memanfaatkan potensi masyarakat dan melibatkan masyarakat
serta mengembangkanberbagai program masuarakat.
3) Menggali potensi yang dimiliki, untuk dapat dimanfaatkan bagi
kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan persuasif.
4) Mendorong dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi
langsung pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan.
5) Program yang dilakukan diarahkan pada pengembangan
pengetahuan keterampilan yang sessuai dengan kebutuhan sehingga
mampu meningkatkan ekonomi keluarga.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah wahana pendidikan luar sekolah yang didirikan dan dikelola oleh masyarakat setempat yang secara khsusus berkonsentrasi dalam berbagai usaha pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yg termarginalkan sesuai dengan dinamika kebutuhan masyarakat.(Buhai,S,2004:15)
PKBM didirikan untuk pemberdayaan masyarakat; dalam
aspek ekonomi, budaya, dan sosial. PKBM adalah tempat atau
pusat belajar netral dan fleksibel. PKBM sebagai lembaga
adalah pendidikan anak usia, keaksaraan fungsional, kursus, dan
Pendidikna Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Menurut pendapat Sujana tujuan Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) adalah :
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat merupakan sutau tempat kegiatan pembelajaran masyarakat yang terfokus pada pemberdayaam masyarakat melalui pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat dalam mencapai kemajuan pendidikan, ekonomi, social (Sujana, 2003,2) Dari berbagai kajian diatas dapat dirumuskan bahwa tujuan Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mendorong partisipasi
masyarakat dalam penyelenggaraan program pendidikan non formal
guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
c. Fungsi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Menurut Sujana (2003:64) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
sebagai satuan pendidikan yang ada dimasyarakat berfungsi :
1) Melaksanakan kegiatan pembelajaran kepada warga masyarakat
2) Melakukan koordinasi dalam memanfaatkan potensi2 dimasyarakat
3) Menyediakan informasi kepada anggota masyarakat yang
membutuhakn bekal keterampilan hidup
4) Menyediakan ajang pertukauran ilmu pengetahuan dan nilai-nilai
keterampilan diantara anggota masyarakat.
5) Menjadi tempat upaya peningkatan pengetahuan dan ketermapilan
Pendapat serupa disampaikan Sihombing (1999:110) PKBM
sebagai lembaga yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, secara
kelembagaan pada hakikatnya ada beberapa fungsi yaitu:
1) Sebagai tempat kegiatan belajar bagi warga belajar
2) Sebagai pusat berbagai potensi yang berkembang di
masyarakat
3) Sebagai sumber informasi bagi masyarakat
4) Sebagai ajang tukar menukar berbagai pengetahuan dan
keterampilan.
5) Sebagai tempat berkumpul bagi warga masyarakat yang ingin
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
PKBM merupakan pusat kegiatan masyarakat yang
penyelenggaraanya dari, oleh dan untuk masyarakat bertujuan untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memanfaatkan
potensi yang dimiliki masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut PKBM perlu mengantisipasi
berbagai tututan dan harapan masyarakat ke depan yang sangat
kompleks dan beragam layanan pendidikan yang dibutuhkan, karena
kesiapan pengelolaan PKBM semakin diperlukan dalam rangka
merespon kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.
Dari berbagai kajian tersebut dapat dirumuskan bahwa fungsi
digunakan untuk berbagai kegiatan belajara bagi masyarakat dalam
berbagai bentuk kegiatan.
B. Penelitian yang relevan
Dalam skripsi ini penulis mengambil referensi dari berbagai sumber
yang masih relevan dengan judul ini antara lain :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Johan Ageri Eder tahun 2007 dengan judul:
Efektivitas pelaksanaan pembelajaran Program Paket B Marsudi Maju I
PKBM Marsudi Desa Triwidadi Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul.
Dari hasil penelitian ini menunjukan : 1. Program kejar Paket B Marsudi
Maju 1 di PKBM Marsudi komponen tutor sebagian telah lulus D3 atau S1
warga belajar merupakan masyarakat miskin yang tekah lulus SD/MI
/Paket A , pengelola telah lulus S1/D3 serta mempunyai pengalaman lebih
3 tahun dan sapras telah mencukupi, kurikulum akademik sudah sesuai
dengan tujuan, sedangkan kurikulum kecakapan hidup belum sesuai
dengan tujuan, 2.secara umum efektivitas pelaksanaan program kejar paket
B di Marsudi Maju di PKBM Marsudi dapat dikatakan tidak efektif.
2. Penelitian yang dilakukan oleh BPPLSP Regional IV Surabaya tahun
2008 dengan judul : Kajian Kinerja Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket B.
Hasil kesimpulan kinerja tutor kesetaraan Paket B berdasarkan penilaian
tutor (self assessment) sebagai berikut : Kategori penilain kompetensi
cukup baik, dan 0,7% kurang baik. Kategori penilian kompetensi sosial
sebesar 24,6% sangat baik, 64,5% baik, 10,8% cukup baik, dan 0.4% tidak
baik. Kategori penilian kompetensi kepribadian sebesar 19,6% sangat baik,
67,5% baik, 12,1% cukup baik, dan 0,7 kurang baik. Kategori penilaian
kompetensi professional 8,9% sangat baik, 68,6% baik, 22,1% cukup baik,
dan 0,4% kurang baik. Kesimpulan kinerja tutor Paket B berdasarkan
penilian pengelola sebagai berikut : Kategori penilian kompetensi sosial
dan kepribadian sebesar 21,8% sangat baik, 73,6% baik, 4,6% cukup baik.
Kategori penilian kompetensi menyusun RPP sebesar 12,5% sangat baik,
68,3% baik, 3,9 % cukup baik. Kategori penilaian kompetensi pelaksanaan
pembelajaran 9,6 % sangat baik, 84,3 % baik, 6,1% cukup baik.
Kesimpulan kinerja tutor Paket B berdasarkan penilain warga belajar pada
kompetensi pedagogi dan andragogi, kompetensi sosial, kepribadian, dan
kompetensi professional secara keseluruhan sebagai berikut : 19,6% sangat
baik, 73,2% baik, dan 7,1% cukup baik.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja tutor dalam
pembelajaran Paket B di PKBM Suka Makmur Desa Jetis Kecamatan
Saptosari Kabupaten Gunungkidul dilihat dari aspek perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.
C. Kerangka Berpikir
Pendidikan merupakan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari bagi
masyarakat. Kebutuhan akan pendidikan dapat dilihat dari berbagai lingkup
kebutuhan untuk menunjang perekonomian individu. Pendidikan merupakan
kata kunci dalam menjalankan aktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, baik secara personal maupun kelompok. Secara singkat, dapat
dikatakan pendidikan memiliki peranan yang sangat penting keberlangsungan
hidup seseorang maupun golongan. Fungsi pendidikan memiliki pandangan
untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk potensi peserta didik agar
mampu bersaing dalam peradaban yang bermartabat serta untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa yang beriman bertakwa, dan inovatif. Terkait Pendidikan
Non Formal memiliki tujuan untuk menciptakan manusia yang diharapkan
memiliki daya guna. Pernyataan tersebut dapat dilihat dari memberikan
keterampilan hidup (life skill) yang memang memiliki ranah untuk
meningkatkan taraf hidup secara personal ataupun di luar personal dari
individu tersebut.
Salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan nonformal adalah PKBM
(Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). PKBM adalah sebuah satuan
pendidikan nonformal yang memberikan keterampilan hidup dalam
pembelajarannya. PKBM merupakan salah satu satuan pendidikan alternative
selain pendidikan formal. Keberadaan PKBM sendiri merupakan sebuah
bentuk pendidikan yang memang berbasis kepada masyarakat. Mulai dari
kurikulum sampai kepada proses pembelajarannya.
Dari pernyataan di atas maka dapat dirumuskan pada kegiatan
pembelajaran yang dikelola oleh PKBM, mulai dari karakteristik tutor dan
pembelajaran, seorang tutor harus melakukan perencanaan pembelajaran, pada
pelaksanaan pembelajaran dan dapat menjalin hubungan antar pribadi tutor
dengan warga belajar.
Pembelajaran di PKBM Suka Makmur dilihat dari kesiapan tutor dalam
melakukan perencanaan, dalam pelaksanaan berupa rancangan pembelajaran
dan silabus sebagai pedoman pembelajaran. Komponen pembelajaran terkait
dengan hubungan pribadi tutor dengan warga belajar tidak tercipta atau terjalin
dengan baik, ini dapat dilihat karena masih adanya beberapa warga belajar
yang kurang mengenal baik tutornya. Proses pelaksanaan pembelajaran juga
dapat dilihat dari kemampuan tutor menguasai teknik dan metode pembelajaran
yang dilaksanakan, agar hasil belajar dapat lebih maksimal. Pemaparan dari
hasil yang telah dilaksanakan nantinya akan dapat menghasilkan
penggambaran mengenai kinerja tutor pada proses pembelajaran yang
dilaksanakan oleh PKBM Suka Makmur pada program Paket B.
Tujuannya adalah untuk melihat kinerja tutor pada Program Paket B
PKBM Suka Makmur yang lebih dikhususkan kepada kebermanfaatan bagi
peneliti dan PKBM sebagai bentuk penggambaran untuk melihat
perkembangan kinerja tutor dalam menunjang kemajuan PKBM Suka Makmur
Kinerja
Gambar.1 Bagan Kinerja Tutor
D. Pertanyaan Penelitian
Supaya penelitian ini benar-benar memungkinkan fakta-fakta yang ada
dan dapat memecahkan masalah pada Bab I mengenai Kinerja Tutor Paket B,
maka peneliti merumuskan beberapa pertanyaan penelitian, yaitu: Fungsi Tutor
Program Kesetaraan
Perencanaan Pembelajaran
Pelaksanaan Pembelajaran
Evaluasi Pembelajaran
Hasil Mutu
1. Perencanaan Pembelajaran
a. Apa yang bapak/ibu lakukan sebelum pembelajaran Paket B di PKBM
Suka Makmur Saptosari dilaksanakan?
b. Apa saja langkah-langkah identifikasi yang bapak/ibu tutor lakukan
terhadap calon peserta didik sebelum melaksanakan pembelajaran Paket
B?
c. Apa kegiatan persiapan yang bapak/ibu lakukan sebelum memulai
pembelajaran di Paket B?
d. Siapakah yang mempersiapkan kurikulum dan materi pembelajaran?
Berikan penjelasan bagaimana menurut anda?
e. Bagaimana strategi pembelajaran yang ada jalankan, siapa yang menyusun
rencana pembelajaran dan bentuknnya seperti apa?
2. Pelaksanaan Pembelajaran
a. Menurut pendapat anda tentang sikap dan kemampuan belajar peserta
didik? Jelaskan bagaimana anda memotivasi kepada peserta didik?
b. Apa anda menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran
Paket B? Dan bagaimana anda merancang pembelajaran yang
bervariasi?
c. Bagaimana bapak/ibu tutor memanfaatkan media dan alat peraga yang
ada dalam menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran?
e. Menurut anda bagaimana transformasi pengetahuan dari pendidik ke
pada peserta didik/ jelaskan !
f. Bagaimana bapak/ibu tutor meng-update materi terbaru dan mencari
sumber-sumber informasi seperti buku-buku terbaru, internit, atau
mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir?
g. Bapak/ibu tutor memanfaatkan teknologi informasi dalam
menyampaikan pembelajaran di kelompok?
3. Evaluasi Pembelajaran
a. Bagimanakah strategi evaluasi pembelajaran yang anda lakukan untuk
mengukur efektifitas pembelajaran? Jelaskan!
b. Dalam melakukan penilaian kepada peserta didik bapak/ibu tutor
menggunakan berapa cara / metode?
c. Alat evaluasi apa saja yang biasa bapak/ibu pakai dalam mengukur
kemampuan warga belajar?
d. Apa bapak/ibu tutor memanfaatkan hasil penilian yang dilakukan untuk
mengevaluasi program Paket B?
e. Apa bapak/ibu tutor melakukan pengayaan atau remedial bagi warga
belajar yang belum mencapai kompetensi ? bagaimana bentuk remedial
yang anda lakukan.
f. Apa tujuan memberikan laporan hasil penilian yang dilakukan bapak/ibu
tutor ?
a. Apa saja faktor pendukung kinerja tutor dalam pembelajaran Paket B di
PKBM Suka Makmur Saptosari?
b. Apa faktor penghambat kinerja tutor dalam pembelajaran Paket B?
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu
pendekatan dengan cara memandang obyek penelitian sebagai suatu sistim,
artinya obyek kajian dilihat sebagai satuan yang terdiri dari unsur yang saling
terkait dan mendiskripsikan fenomena-fenomena yang ada (Suharsini A,
1998:209)
Bogdan dan Taylor (Moeleong, 2001:3) mendefinisikan metode
kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat
diamati.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena
permasalahan yang dibahas dalam penelitian tidak berkenaan dengan
angka-angka tetapi berupa kata-kata baik tertulis maupun lisan. Peneliti bermaksud
mendiskripsikan, menguraikan, dan menggambarkan bagaimana kinerja tutor
dalam pembelajaran Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari.
B. Informan Penelitian
Informan sebagai sumber data adalah orang-orang yang dapat
memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya. Untuk mendapatkan data
yang tepat maka perlu ditentukan informan yang memiliki kompetensi dan
mengetahui kinerja tutor dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
pembelajaran dan faktor pendukung dan penghambat kinerja tutor. Oleh
karena itu, diperlukan informan yang memenuhi parameter yang dapat
mengungkap hal di atas sehingga memungkinkan data dapat diperoleh.
Parameternya adalah sebagai berikut:
1. Informan sudah cukup lama dan intensif menyatu dalam bidang kajian
peneliti khususnya tentang pengelolaan Pendidikan Kesetaraan Paket B,
2. Informan terlibat penuh dalam kegiatan pendidikan kesetaraan dan
mempunyai waktu yang cukup untuk dimintai informasi terkait
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
3. Informan yang terlibat langsung dan merasakan dampak dari kegiatan
penelitian kinerja tutor Paket B.
Dari parameter di atas, informan penelitian yang dianggap
memenuhi karakteristik yaitu pengelola PKBM, tutor Paket B, dan warga
belajar Paket B.
a. Pengelola PKBM
Yang dimaksud dengan pengelola/ ketua PKBM adalah orang-orang yang
mengelola program pendidikan kesetaraan Paket B yang dianggap
mengetahui kinerja tutor dalam pembelajaran Paket B.
b. Tutor Paket B
Tutor Paket B yang dimaksud adalah fasilitator yang membimbing dan
membantu proses pembelajaran di kelompok belajar Paket B.
Warga belajar adalah peserta didik yang merasakan langsung terhadap
proses pembelajaran yang dilakukan oleh tutor.
Berikut secara lengkap daftar informan penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel.1
Data informan penelitian
No Nama Jabatan Sumber data
1 Rky Ketua PKBM Pengelolaan program Paket
B
2 Ksn Penasehat PKBM Menejemen Paket B
3 Stn Tutor Paket B Pengelolaan Pembelajaran
Paket B
4 Prj Tutor Paket B Pengelolaan Pembelajaran
Paket B
5 Fka Tutor Paket B Pengelolaan Pembelajaran
Paket B
6 Ktn Tutor Paket B Pengelolaan Pembelajaran
Paket B
7 Tra Warga belajar
Paket B
Penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket B
9 Kmn Warga Belajar
Paket B
Penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket B
10 Rtn Warga Belajar
Paket B
Penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket B
11 Try Waraga belajar
Paket B
Penyelenggaraan
Pendidikan Kesetaraan Paket B
C. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Setting Penelitian
Pendidikan kesetaraan sebagai salah alternatif pendidikan nonformal
masih dianggap kurang bermutu dengan berbagai sebab, salah satu
dalam proses pembelajaran di kelompok. Keberhasilan dalam
pembelajaran Paket B banyak ditentukan oleh kemampuan dan kemauan
tutor dalam membimbing warga belajar. Olehkarena itu peneliti tertarik
untuk meneliti kinerja tutor pendidikan kesetaraan Paket B yang ada di
PKBM Suka Makmur. Setting penelitian yang ditetapkan dalam penelitian
ini adalah di Pendidikan Kesetaraan Paket B di PKBM Suka Makmur
Saptosari Gunungkidul.
2. Waktu Penelitian
Penelitian mengenai Kinerja tutor dalam pembelajaran Paket B di
PKBM Suka Makmur dilakukan oleh peneliti selama 3 bulan, yang
dilaksanakan dari tanggal 26 November 2012 sampai dengan tanggal 26
Febuari 2013.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa macam teknik
pengumpulan data untuk mendapatkan data penelitian yang dibutuhkan
adalah sebagai berikut :
1. Teknik wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik yang digunakan oleh
penulis untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara langsung oleh
penulis terhadap informan. Teknik wawancara ini dimaksudkan untuk
memperoleh informasi yang akurat serta untuk memperluas informasi
informan fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan penelitian yang
dilakukan.
Wawancara dilakukan untuk meminta penjelasan secara langsung
dari pihak-pihak yang terkait dengan kinerja tutor dalam pembelajaran
Paket B di PKBM Suka Makmur Saptosari, yaitu tutor kesetaraan Paket
B, Pengelola PKBM Suka Makmur, dan warga belajar Paket B.
Proses wawancara dilakukan dengan mempersiapkan pedoman
wawancara dengan model pertanyaan terbuka, fleksibel, dan disampaikan
secara formal dan informal.
2. Teknik Observasi
Teknik observasi merupakan cara mengumpulkan data penelitian
dengan melakukan pengamatan dan pencacatan secara sistematis terhadap
gejala-gejala yang tampak pada obyek penelitian.
Fokus observasi dilakukan terhadap 3 (tiga) komponen utama yaitu
tempat, pelaku dan kegiatan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan
dengan tempat (ruang) merupakan aspek fisik yang meliputi sarana dan
prasarana, pelaku (aktor) dalam kaitan penelitian ini adalah orang-orang
yang menjadi bagian dari organisasi PKBM, yaitu Tutor Paket B,
Pengelola PKBM dan warga belajar, sedangkan kegiatan (aktivitas)
merupakan kegiatan pelaku dalam kaitanya dengan tugas pokok dan fungsi
3. Teknik Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh
melalui dokumen-dokumen. Data yang dikumpulkan melalui teknik
dokumentasi ini cenderung merupakan data sekunder, sedangkan data
yang diperoleh melalui observasi dan wawancara cenderung merupakan
data primer atau langsung didapat dari pihak pertama.
Data-data yang diperoleh data teknik dokumentasi ini merupakan
data tertulis yang dimiliki lembaga PKBM terkait dengan sejarah, profil,
data ketenagaan, tupoksi organisasi, struktur organisasi, visi misi, sarana
prasarana, program yang diselenggarakan, jumlah warga belajar, dan data
pendukung lainya.
Adapun metode pengumpulan data dapat dilihat pada tabel berikut
ini :
Tabel.2
Metode Pengumpulan Data
No Aspek Sumber data Metode
Pengumpulan Data
1. Bagaimana Kinerja tutor
dalam pembelajaran meliputi:
• Perencanaan
• Pelaksanaan
• Evaluasi
Ketua, tutor dan Warga belajar Paket B
Wawancara dan dokumentasi
2. Apa faktor pendukung dan
penghambat kinerja tutor
Ketua, tutor dan Warga belajar Paket B
Observasi,
E. Teknik Analisis Data
Data yang dikumpulkan melalui penelitian ini dapat dikelompokan
menjadi dua bagian yaitu data utama dan data pendukung. Data utama
diperoleh melalui hasil wawancara dan diskusi dengan informan, melalui
orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan sebagai fokus penelitian.
Sedangkan data pendukung bersumber dari dokumen-dokumen berupa
catatan rekaman gambar, foto serta bahan lainya yang mendukung penelitian
ini.
Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah dalam bentuk
kata-kata atau ucapan dari perilaku orang-orang yang diamati dalam
penenlitian ini, sedangkan data tambahan adalah dalam bentuk non manusia
(Lofland Moleong, 2001:112).
Dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif interaktif
yang merupakan upaya berlanjut, berulang dan terus menerus, dalam
penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Siklus tersebut
dapat digambarkan langkah-langkah analisis data model interaktif sebagai
berikut :
1. Reduksi data yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dilapangan.
Reduksi data merupakan bentuk analisis yang menajamkan,
menggolongkan, mengarahkan, membuang dan mengorganisasi data yang
2. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi yang tersusun memberikan
kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Melihat penyajian data yang ada kita dapat memahami apa yang sedang
terjadi dan apa yang dilakukan lebih jauh, menganalisis atau mengambil
tindakan berdasarkan atas pemahaman yang diperoleh dari penyaji.
3. Menarik kesimpulan atau verifikasi yaitu suatu kegiatan konfigurasi yang
utuh. Pada tahap ini peneliti mencari makna dari data yang diperoleh
dengan mencari pola, tema, hubungan, persamaan, dan hal lain yang sering
muncul ke dalam satu kesatuan informasi yang mudah dipahami,
ditafsirkan dan dikategorikan sesuai dengan masalahanya. Dari data atau
informasi tersebut penulis mencoba mengambil kesimpulan untuk
Tabel.3
Analisis data
Display Reduksi Kesimpulan Apa yang bpk/ibu
lakukan sebelum melaksanakan
melaksanakan program Paket B?
Ketua PKBM : Melakukan
identifikasi kebutuhan belajar ( pendidik, kurikulum, sarana dan prasarana, dan biaya)
Tutor : Melakukan identifikasi
dan pemetakan silabis Paket B sesuai dengan mata pelajaran
Penyelenggaraan
program Paket B diawali dengan melakukan identifikasi kebutuhan
belajar oleh penyelenggara dan tutor.
Bagaimana bapak/ibu tutor melakukan metode dan strategi dalam pembelajaran Paket B?
Tutor : Metode dan Strategi
dalam pembelajaran sangat tergantung pada situasi dan kondisi materi yang akan disampaikan. Kebanyakan tutor menggunakan metode diskusi, ceramah dan praktek
Tutor menggunakan metode dan strategi sesuai dengan materi yang akan disampaikan biasanya metode yang dipakai ceramah, diskusi dan praktek.
Bagaimana penilaian dan evaluasi yang dilakukan di program Paket B?
Tutor : menyelenggarakan
penilian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menilai pada 3 ranah kognitif, afektif dan psikomotorik , tutor juga melakukan evaluasi atas efektifitas proses dan hasil belajar serta menggunakan informasi hasil penilian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
Tutor telah melaksanakan penilian
dan evaluasi kepada warga belajar secara berkesinambungan,
meliputi 3 ranah penilaian.
Apa saja yang menjadi faktor pendukung kinerja tutor Paket B ?
Tutor : ada beberapa hal yang
menjadi faktor pendukung peningkatan kinerja tutor paket B antara lain ; motivasi warga belajar dalam menyelesaikan pendidikan kesetaraan Paket B, keaktifan pengurus PKBM dalam mengelola program Paket B dan sumber daya manusia pendidik.
Faktor pendukung kinerja tutor Paket B meliputi; motivasi warga belajar, keaktifan pengurus, sumber daya manusia pendidik.
Apa saja faktor penghambat kinerja tutor Paket B
Tutor : jumlah mata pelajaran
yang harus ditempuh tidak sebanding dengan jumlah waktu yang tersedia dan tutor yang ada, banyak aktivitas kemasayarakatan yang sering mengganggu kegiatan pembelajaran.
Faktor penghambat kinerja tutor meliputi; jumlah tutor terbatas, dan banyaknya aktivitas sosial kemasyarakat yang mengganggu kegiatan pembelajaran.
F. Keabsahan Data
Ada beberapa kriteria untuk memenuhi keabsahan data dalam
penelitian kualitatif, yaitu: kredibilitas, transferabilitas, dan dependabilitas
(Nasution, 2003:114-119). Untuk memenuhi kredibilitas dalam penelitian ini
peneliti berusaha untuk:
1. Memperpanjang waktu penelitian, harus cukup waktu untuk betul-betul
mengenal suatu lingkungan, mengadakan hubungan baik dengan
orang-orang disana, mengenal budaya lingkungan dan mengecek informasi.
2. Melakukan observasi terus menerus secara cermat dan mendalam.
3. Penelitian menggunakan triangulasi metode dan sumber yaitu:
Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini dilakukan triangulasi
dengan sumber. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan
mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui
waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Moleong, 2007:29).
Triangulasi dengan sumber yang dilaksanakan pada penelitian ini
yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen dan hasil
wawancara dengan observasi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Kondisi Geografis
Kecamatan Saptosari yang berada didaerah selatan Kabupaten
Gunungkidul, yang berbatasan dengan :
Sebelah utara : Kecamatan Paliyan
Sebelah Timur : Kecamatan Tanjungsari
Sebelah Selatan : Samodera Indonesia
Sebelah Barat : Kecamatan Panggang
Kecamatan Saptosari mempunyai 7 desa , 60 Padukuhan , 60 Rukun
Warga dan 335 Rukun Tetangga, data tahun 2010 jumlah KK 9.284
dengan jumlah penduduk 37.472 orang, memiliki geografis wilayah
pegunungan dan hutan serta ladang pertanian. Sebagian besar penduduk
Desa Jetis merupakan petani tadah hujan.
2. Sejarah berdiri PKBM Suka Makmur
Pusat Kegiatan Belajar masyarakat (PKBM) Suka Makmur yang
berlokasi di Padukuhan Temanggung, Desa Jetis Kecamatan Saptosari
Gunungkidul. Berdiri pada tanggal 14 Januari 2000 sekretariat bertempat
di rumah bapak Kasinun. PKBM Suka Makmur didirikan oleh tokoh
masyarakat Desa Jetis yang peduli terhadap pendidikan beliau adalah
ini. Program yang dilaksanakan antara lain: Pendidikan Keaksaraan,
Pendidikan Kesetaraan ( Paket A,B, dan C ), pendidikan Anak Usia Dini ,
Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills), dan Taman Bacaan
Masyarakat(TBM).
[image:62.595.148.514.284.693.2]3. Dasar Hukum penyelenggaraan dan Struktur Organisasi
Tabel 4.
Identitas lembaga
a Nama Lembaga
NILEM
PKBM SUKA MAKMUR 34.1.02.4.1.0030
b Alamat
Lembaga
Temanggung, Jetis, Saptosari Gunungkidul
c Tanggal Berdiri 14 Januari 2000
d Akta Notaris Ny. KRISNAMAHATMI PARAMARTA, SH,
26 April 2007
e Ijin
Penyelenggaraan
Dinas Pendidikan Kab.Gunungkidul Nomor 421/1649/KPTS/2005
f Ijin Operasional
Paket B
421.9/695/2007
g Ijin Operasional
Paket C
421.9/124/2007
h Nomor
Rekening
6982-01-003004-53-4
i NPWP 02’682.643.8-542.000
j Kepengurusan Nama Jabatan Pend.
Rukiya Kasinun Sartono, S.Pd Parjiyono, S.Pd Frenky. A.M. S.Pd. Budi Sukamto, S.Pd.I
Ketua Penasehat Sekretaris Ka.Ad. Keu Ka. Kes.Keak Peng SDM S1 SPG S1 S1 S1 S1
4. Visi Misi Organisasi
a. Visi PKBM Suka Makmur
Terwujudnya masyarakat yang lebih cerdas, dan terampil, lebih kreatif
dan produkitf serta selalu ingin mengembangkan diri secara positif untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
b. Misi PKBM Suka Makmur
1). Peningkatan kemampuan masyarakat untuk dapat berkarya positif
2). Peningkatan pengetahuan, wawasan ketrampilan dan sikap untuk
hidup lebih baik
3). Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat
4). Pengembangan usaha-usaha produktif masyarakat
c. Tujuan PKBM Suka Makmur
1) Memfasilitasi berbagai program pendidikan non formal dan informal
yang ada dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
2)Memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri