• Tidak ada hasil yang ditemukan

teori dan motivasi pelatihan muslikhin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "teori dan motivasi pelatihan muslikhin"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Teori Berlatih, Motivasi dan

Keterampilan Melatih

Muslikhin

[email protected]

0856 4354 3046

Disampaikan pada

Penatar Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku

Profesi Arsitek-IAI

(2)

APA ITU ?

(1) Teori Berlatih

(2) Motivasi

(3)
(4)

Where

?

When

?

Who?

Why

?

What

?

(5)

WHAT

Apa Pelatihan itu?

Gomez Mejia, et.al (2001:259),

training is usually conducted when

employees have a skill deficit

or when

an organization changes a system and

employees need to learn new skill

.

Lynton & Pareek (1992:122)

pelatihan sebagai perpaduan cara

menghubungkan teori dan praktik,

untuk menjamin kecakapan sesuai

situasi peserta.

Noe

, et. al.

: 5 ,

training is a

planned effort to facilitate the

(6)
(7)

WHERE

Dimana pelatihan dapat terlaksana?

(8)

WHEN

Kapan pelatihan dibutuhkan?

Training

Proyek/Job

Lingkungan

Sistem

Posisi/Jabatan

(9)
(10)

WHO

Siapa yg terlibat?

Trainer/Pelatih

-Kriteria

-Kepribadian -Kompetensi -Sklil

Trainee/Peserta Latih

-Pengalaman -Usia

-Aktualisasi -Background

(11)

Pedagogy

Andragogy

Heutagogy

Locus of control Teacher Learner Learner Education

sector

School Adult education Doctoral research Cognition level Cognitive Meta-cognitive Epistemic Knowledge production context Subject understanding Process negotiation Context shaping

Luckin, et.al, 2010:78

(12)

Pelatihan vs Pengembangan

Detail

Pelatihan

Pengembangan

Fokus Pekerjaan saat ini Pekerjaan saat ini dan antisipasi pekerjaan yang akan datang

Cakupan Individual Work group atau organisasi Time Frame Segera Jangka panjang

Tujuan

Pemenuhan skill yang kurang untuk saat ini

Mempersiapkan skill untuk

permintaan pekerjaan yang akan datang

(13)

PARADIGMA

Lama

Analisis prapelatihan terhadap peserta tdk. banyak dikembangkan. Implemantasi dilakukan secara manual dan memakan waktu. Instruktur lebih terbiasa menggunakan pendekatan subyektif dengan mengulang metode yg diterima.

Baru

Analisis prapelatihan perlu untuk hasil pelatihan efektif. Analisis dibantu dengan IT untuk kemudahan dan

kecepatan hasil.

Objektifitas instruktur dalam pengambilan

(14)

WHY

- mengapa pelatihan diperlukan?

(15)

HOW

- bagaimana pelatihan dilakukan?

1) TUJUAN

2) FOKUS

3) CONTOH

4) RESPON

5) REDUKSI KESALAHAN

(16)

MOTIVASI

(MENJADI PELATIH/TRAINER)

www.blisstree.com

After

(17)

Alumni mana?

Berapa lama sdh bekerja?

Apa kebiasaanya?

Punya hobi apa?

Gaya belajarnya seperti apa?

Kecenderungan belajar

…?

MENGENALI

JIWA

-

RAGA PE“ERTA

(18)

MEMAHAMI

MEDAN PELATIHAN

0 20 40 60 80 100 120

5 10 15 20 25 30 35 40 45 50"

Konsentrasi Peserta

(19)

MEMAHAMI

MEDAN PELATIHAN

(20)

MEMAHAMI

MEDAN PELATIHAN

Metode Pelatihan

(21)

HOW

- bagaimana pelatihan dilakukan?

1) TUJUAN

2) FOKUS

3) CONTOH

4) RESPON

5) REDUKSI KESALAHAN

(22)

MENGUASAI

ANDRAGOGY PELATIHAN

1. Menguasai metode mencapai tujuan

2. Memfokuskan perhatian

3. Memberikan contoh/transfer

4. Memberi respon proses

5. Reduksi kesalahan

(23)

URGENT

www.isqem.com

ANDA (TRAINER LEVEL1)

PESERTA (TRAINER LEVEL2) PESERTA

(24)

URGENT

skill

tools

technique

methodology

concept

Anda sebagai LEVEL

1, memberikan

(25)

URGENT

(Hindari

Misconception

)

Level 1

Level 2

Level 3

Level 3

Level 2

Level 3

MISCONCEPTION 1^n

MISCONCEPTION 2^n

(26)

MENGUASAI

ANDRAGOGY PELATIHAN

Menghindari

(27)

PROSEDUR PELATIHAN

1

Analisis

Need

Assessment

2

Perancangan

Pretest

Pelaksanaan

3

Assesmen

(28)
(29)

KETERAMPILAN MELATIH

(INSTRUKTUR)

FASE 1.

Asesmen/Analisis

FASE 2.

Perancangan Prog.Pelatihan

FASE 3.

Microteaching

FASE 4.

(30)

FASE 1

(ASESMEN/ANALISIS)

No. Identifikasi Kondisi Harapan

(31)

FASE 2

(PERANCANGAN PROGRAM PELATIHAN)

Program/ sub- pelatihan

(32)

FASE 3

(33)

FASE 3

(MICROTEACHING)

STEREOTYPE

FACT

Mengajar itu mudah

Mengajar butuh latihan

Mengajar itu seni

Mengajar itu ilmu

pengetahuan

Siapa saja bisa mengajar

Mengajar adalah profesi spesifik

Pengajar, pelatih adalah

power paling dominan

Siswa, peserta adalah power paling

dominan

Pengajar, pelatih harus

cerdas

Cerdas saja tidak cukup, harus ada

profesi mengajar

Pengajar, pelatih lebih

menguasi dibanding peserta

(34)

FASE 4

(REVIEW)

Aspek yg Dinilai Skor Komentar

1 2 3 4 Penguasan materi

(35)

FASE 4

(REVIEW) BENCMARKING

SKILL >=80

KNOWLEDGE >=70

(36)

Matur nuwun

….

Muslikhin

[email protected]

+62 56 4354 3046

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) motivasi peserta dalam mengikuti pelatihan accessories dilihat dari faktor intrinsik 2) motivasi peserta dalam mengikuti pelatihan

4.4.6 Hubungan antara strategi pembelajaran dengan nilai praktik peserta pelatihan hantaran level I di Lembaga Kursus dan Pelatihan Parcelia Kabupaten Jember Berdasarkan penyajian

PENERAPAN PROGAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP MELALUI PELATIHAN MEMASAK DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN VOKASIONAL PESERTA DIDIK DI SMP TERBUKA BAKTI

Untuk memudahkan transfer keterampilan dan perilaku baru dari tempat pelatihan ke tempat kerja kita harus memaksimalkan kemiripan antara situasi pelatihan dan situasi

Menurut Noe dalam Kaswan dan Akhyadi (2015:362-367) mengatakan bahwa “On the job training adalah pelatihan dimana pegawai baru atau yang belum berpengalaman belajar dengan

Tujuan dari pendidikan dan pelatihan adalah menambah kecakapan dan kemampuan karyawan untuk permintaan jabatan serta dengan program tersebut diharapkan dapat

Setelah selesai pelatihan e-learning dasar bagi guru ekonomi tingkat SMA se-DIY yang diselenggarakan Tim Pengabdian Pada Masyarakat dalam bentuk teori dan praktik, para peserta

Dokumen ini membahas tentang cara untuk menghubungkan kerangka teori dengan penelitian sebelumnya dalam bidang