PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA KEGIATAN
EKSTRAKURIKUREL DI SMA METHODIST
PANCUR BATU
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh :
ANDESKHA SITEPU
NIM. 209142004
JURUSAN SENDRATASIK
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
i
ABSTRAK
Andeskha Juri Kelana Sitepu, NIM 209142004, Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, Jurusan Sendratasik, Program Studi Pendidikan Seni Musik, Universitas Negeri Medan 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran
keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, Materi
pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, apa kendala pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, bagaimana hasil pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu.
Dalam penelitian ini, pendalaman penulisan ini diambil dari buku teori pembelajaran, teori instrumen keyboard, teori pembelajaran keyboard dan ekstrakurikuler.
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 31 orang yang terdiri dari 1 orang Guru dan 30 siswa di sekolah SMA Methodist Pancur Batu.
SMA Methodist Pancur Batu berada di Jl. Djamin Ginting No. 36 Pancur Batu. Pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu terbentuk mulai dari pemikiran guru-guru SMA Methodist Pancur Batu untuk meningkatkan pengetahuan siswa di bidang musik dan menambah disiplin serta membangun percaya diri siswa. Kegiatan ekstrakurikuler ini dimulai pada tahun 2006. Pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu dilaksanakan pada hari rabu dan kamis pada pukul 14.00-16.00 WIB.
Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh hasil bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran keyboard pada kegiatan ektrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu terdiri dari metode ceramah, demonstrasi, dan metode drill. Materi pembelajaran yang digunakan berupa teori dasar musik dan lagu-lagu partitur nasional, anak, dan lagu daerah. Hasil yang diperoleh oleh siswa dalam mengikuti pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu belum terlalu maksimal dan masih perlu latihan untuk bisa lebih meningkatkan kemampuan siswa dalam bermain alat musik keyboard.
iv
B. Identifikasi Masalah ... 5
C. Pembatasan Masalah ... 6
C. Komponen Pembelajaran... 12
1. Tujuan Pembelajaran ... 12
2. Materi Pembelajaran... 13
3. Metode Pembelajaran ... 13
4. Media Pembelajaran ... 15
5. Evaluasi atau Penilaian Hasil Belajar ... 15
D. Pembelajaran Musik ... 16
E. Ekstrakurikuler ... 16
F. Media Pembelajaran Seni ... 17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 27
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27
B. Populasi dan Sampel ... 27
C. Metode Penelitian ... 28
D. Teknik Pengumpulan Data ... 29
E. Teknik Analisi Data ... 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 34
A. Sekilas Gambaran Umum Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu ... 34
v
2. Deskripsi Proses Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Methodist
Pancur Batu ... 35
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 47
A. Kesimpulan ... 47
B. Saran ... 48
DAFTAR PUSTAKA ... 49
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Tabel 4.1 Jenis-Jenis Ekstrakulikuler di SMA Methodist
Pancur Batu... 23
2. Tabel 4.2 Hasil Ujian Siswa-Siswi di SMA Methodist
1
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan bangsa dan
merupakan suatu pundi pokok untuk mencapai cita-cita suatu bangsa. Pendidikan
menduduki masalah yang sangat penting dalam pembangunan karena sasarannya
adalah peningkatan sumber daya manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan
sebagai sarana dalam pencerdasan manusia tersebut. Lembaga pendidikan
mempunyai peranan yang sangat penting untuk mewujudkan tujuan pendidikan
karena pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan dalam pencapaian
kualitas terbaik sumber daya manusia.
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh yang
meliputi aspek moral, akhlak, budi pekerti, perilaku, pengetahuan, kesehatan,
keterampilan dan seni yang dikembangkan melalui pembelajaran dan pelatihan,
maka pemerintah telah mengadakan perbaikan sistem pendidikan nasional dengan
cara menyempurnakan kurikulum. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan
nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
(2003), bahwa pendidikan adalah usaha sadar dalam rangka menyiapkan peserta
didik untuk meningkatkan mutu disemua jenjang pendidikan. Mulai dari
pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi melalui kegiatan bimbingan dan
2
1
Pendidikan seni budaya dan keterampilan diberikan di sekolah karena
keunikan yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan
berekspresi atau berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: “Belajar dengan
seni, belajar melalui seni, dan belajar tentang seni” (KTSP, 2006).
Seni musik yang bagian dari seni tidak terpisahkan dari kehidupan manuia
dan kesenian mempunyai tempat yang mendasar dalam kehidupan manusia.
Kesenian adalah sesuatu perwujudan yang sangat berarti dari kemampuan berfikir
dan rasa manusia yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih indah.
Pembelajaran seni musik bertitik tolak pada bunyi atau suara yang
didalamnya terkandung unsur-unsur musik. Unsur-unsur musik adalah melodi,
harmoni, irama, bentuk dan ekspresi. Sasaran pokok yang dicapai dalam
pembelajaran seni musik adalah penanaman rasa musikalitas, mengembangkan
sikap dan kemampuan berkreasi, menghargai seni, dan meningkatkan kreativitas.
Materi yang diajarkan dalam pembelajaran seni musik berbentuk teori dan
praktek. Seorang guru dituntut mampu menguasai materi yang diajarkan,
menggunakan metode yang tepat, mampu mengelola kelas, menggunakan media
atau alat peraga sesuai dengan materi, mampu menggunakan waktu yang tersedia
dengan baik.
Musik merupakan cabang seni yang tidak terpisahkan dari kehidupan
manusia. Musik memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan berfikir
manusia yang dapat diwujudkan ke dalam bentuk pembelajaran. Dalam suatu
sekolah, bentuk pembelajaran musik dapat dijadikan sebagai suatu
3
tersendiri bagi siswa untuk mengembangkan potensi siswa tentunya tidak hanya
dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, namun kegiatan
ekstrakurikuler pun memiliki peranan yang cukup besar, yaitu pendidikan
kemandirian, kedisiplinan, dan keterampilan serta pengembangan diri juga dapat
diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam program kegiatan sekolah SMA Methodist Pancur Batu diadakan
berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler, antara lain musik, tari, dan olahraga.
Untuk melaksanakan kegiatan ektrakurikuler yang baik tentunya perlu usaha yang
maksimal dari seorang guru. Pada saat menyampaikan pelajaran guru harus
mampu melihat sampai sejauh mana anak didik dalam mengikuti proses
pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses dalam penyampaian
pengetahuan yang dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan siswa sebagai murid
untuk mencapai tujuan kurikulum yang telah ditentukan. Sebagai kegiatan yang
bertujuan, maka segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa hendaknya
diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pembelajaran
ekstrakurikuler dapat dikatakan berhasil jika siswa dapat mencapai tujuan secara
optimal, yaitu siswa mampu berfikir secara kreatif, penambahan ilmu
pengetahuan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, memiliki jati diri dan
mampu menampilkan kemampuan yang dimilikinya.
Materi musik seperti unsur-unsur dasar musik yang dipelajari seperti pola
ritme, sangkar nada, notasi balok serta melodi bukanlah suatu materi yang dapat
dengan cepat dipahami dan dimengerti oleh siswa yang duduk di SMA pada
4
bentuk nada dan nilai dalam ketukan, daya ingat dan pendengaran yang baik, serta
kemampuan untuk memainkan pada alat musik keyboard. Disatu sisi, daya
tangkap peserta didik dalam menerima pelajaran tentu berbeda-beda, kebanyakan
dari peserta didik menjadi mengacuhkan pelajaran ketika mereka mendapati
materi yang sulit untuk mereka pahami. Disinilah peran guru sebagai pengajar di
dalam kegiatan ekstrakurikuler di butuhkan.
Namun, sering kita dapati dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler
seperti dikebanyakan sekolah-sekolah yang ada, bahwa kurangnya pemahaman
guru dalam menyampaikan materi yang sedang disampaikan. Memang dibutuhkan
keseriusan dalam belajar, khususnya belajar musik. Namun, sangat disayangkan
apabila suasana belajar menjadi tegang atau menjadi tidak serius dan hanya
prioritas saja. Hal ini tentu merubah persepsi bahwa belajar seni musik merupakan
pelajaran yang menyenagkan.
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Methodist Pancur
batu adalah ekstrakurikuler keyboard. Adapun materi yang diajarkan di kegiatan
ekstrakurikuler ini adalah pola ritme, sangkar nada, melodi dalam bentuk not
balok dan sebagainya. Beberapa strategi maupun metode yang tepat serta
didukung oleh teknik dalam mengajar yang dilakukan dengan menerapkan metode
yang efektif dan efesien adalah sebuah keharusan demi tercapainya tujuan
pembelajaran. Hal ini tampak dari kemampuan siswa yang mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler yang sudah mulai paham dalam membaca pola ritme dan notasi
balok. Salah satu hal penting untuk dapat belajar instrumen keyboard adalah
5
Fenomena ini merupakan hal yang menarik bagi peneliti untuk dijadikan
tema dan fokus penelitian dalam rangka mendeskripsikan berbagai
langkah-langkah dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler keyboard sehingga materi
pembelajaran musik dapat diterima dan dipahami oleh seluruh peserta didik. Oleh
karena itu penulis meilih judul: “Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan
Ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu”.
B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah adalah sejumlah masalah yang berhasil dari uraian
latar belakang masalah atau kedudukan masalah yang akan diteliti dan lingkup
permasalahan yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan pendapat A. Aziz Hidayat
(2007:30) mengatakan bahwa: “masalah adalah begian penting dari suatu
penelitian, karena masalah membutuhkan suatu proses pemecahan yang
sistematis, logis dan ilmiah dengan menerapkan scientific method, proses ilmiah
tersebut akan selalu dikembangkan sejak identifikasi masalah”.
Dari uraian di atas, maka permasalah penelitian ini dapat diidentifikasi
menjadi beberapa bagian diantaranya:
1. Bagaimanakah metode pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler
diSMA Methodist Pancur Batu ?
2. Bagaimana materi pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di
SMA Methodist Pancur Batu?
3. Apa saja kendala yang dihadapi siswa dan guru dalam pembelajaran
6
4. Bagaimana sarana dan prasarana pembelajaran keyboard pada kegiatan
ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?
5. Bagaimana tanggapan siswa-siswi dalam pembelajaran keyboard pada
kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?
6. Bagaimana hasil yang dicapai siswa dari pembelajaran keyboard pada
kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?
7. Apa saja tujuan pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di
SMA Methodist Pancur Batu ?
C. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan-cakupan masalah dan untuk mempersingkat
cakupan, keterbatasan waktu, dana, kemampuan penulis, maka penulis
mengadakan pembatasan masalah untuk mempermudah dalam memecahkan
masalah yang ingin dicapai. Pembatasan masalah tersebut sesuai dengan pendapat
Sugiyono (2009:383) yang megatakan bahwa:
“Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya penelitian dilakukan secala lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasi akan diteliti. Untuk itu maka peneliti memberi batasan, dimana penelitian, variabel apa saja yang akan diteliti, serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain”.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penulis
membatasi ruang lingkup permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah metode pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler
7
2. Bagaimana materi pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di
SMA Methodist Pancur Batu ?
3. Apa kendala yang dihadapi siswa dan guru pada pembelajaran keyboard pada
kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?
4. Bagaimana hasil yang dicapai siswa dari pembelajaran keyboard pada
kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?
D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu titik fokus dari sebuah penelitian yang
hendak dilakukan. Mengingat sebuah penelitian merupakan upaya untuk
menemukan jawaban pertanyaan, maka dari itu perlu dirumuskan dengan baik,
sehingga dapat mendukung untuk menemukan jawaban pertanyaan.
Berdasarkan uraian diatas hal ini sejalan dengan pendapat Maryeani
(2005:14), yang mengatakan bahwa:
“Rumusan masalah merupakan jabaran detail fokus penelitian yang akan digarap. Rumusan masalah yang menjadi semacam kontrak bagi peneliti karena penelitian merupakan upaya unutk menemukan jawaban pertanyaan sebagaimana terpapar pada rumusan masalahnya. Rumusan masalah juga biasa disikapi sebagai jabaran fokus penelitian karena dalam praktiknya, proses penelitian senantiasa berfokus pada bitur-butir masalah sebagaimana dirumuskan”.
Berdasarkan uraian baik latar belakang masalah, identifikasi
masalah, serta pembatasan masalah, maka permasalahan dapat dirumuskan
sebagai berikut “Bagaimanakah pembelajaran keyboard pada kegiatan
8
E. Tujuan Penelitian
Setiap kegiatan senantiasa berorientasi kepada tujuan, tanpa adanya tujuan
yang jelas maka arah kegiatan yang akan dilakukan tidak dapat diketahui apa arah
yang diinginkan dan dicapai dalam kegiatan tersebut. Untuk melihat berhasil
tidaknya suatu kegiatan dapat dilihat memalui tercapainya tujuan yang telah
ditetapkan. Hal ini disesuaikan dengan pendapat sugiyono (2009:397) yang
mengatakan bahwa:
“Secara umum tujuan pendidikan adalah untuk menemukan, mengembangkan dan menbuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian kualitatif adalah menemukan. Menemukan berarti sebelumnya belum pernah diketahui”.
Maka tujuan yang hendak dicapai oleh penulis adalah:
1. Untuk mengetahui metode pembelajaran keyboard pada kegiatan
ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu.
2. Untuk mengetahui materi pembelajaran keyboard pada kegiatan
ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu.
3. Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi siswa dan guru pada
pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist
Pancur Batu.
4. Untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa dari pembelajaran keyboard pada
9
F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan kegunaan dari penelitian yang merupakan
sumber informasi dalam mengembangkan kegiatan penelitian selanjutnya. Maka
penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
1. Bagi sekolah SMA Methodits Pancur Batu untuk meningkatkan kegiatan
ekstrakurikuler keyboard.
2. Bagi siswa sebagai motivasi untuk lebih giat latihan dan belajar keyboard.
3. Bagi masyarakat sebagai bahan informasi tentang pembelajaran keyboard.
4. Bagi peneliti sebagai masukan dalam menambah pengetahuan dan wawasan
47
47
BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang pembelajaran, maka dalam
penutup akan diterangkan secara singkat kesimpulan penelitian dan pembatasan
serta saran dari peneliti. Kesimpulan merupakan garis besar yang perlu diketahui
secara jelas apa dan bagaimana hasil yang telah diperoleh selama penelitian dan
pembahasan. Sementara saran merupakan ide dan gagasan dari penulis setelah
melihat pembelajaran dengan segala permasalahannya.
A. Kesimpulan
Uraian yang dibuat dari Bab I sampai Bab IV ini akan ditarik kesimpulan
dari hasil penelitian. Kesimpulan tersebut untuk menjawab pokok permasalahan
penelitian yaitu mengenai pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di
SMA Methodist Pancur Batu, oleh karena itu peneliti membuat beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA
Methodist Pancur Batu adalah metode ceramah, demosntrasi dan metode
drill.
2. Materi pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA
Methodist Pancur Batu adalah lagu-lagu nasional, lagu rohani, anak-anak, dan
daerah.
3. Kendala yang dihadapi pada pembelajaran keyboard pada kegiatan
48
48
kurang disiplin, ruangan yang kurang memadai, meja dan kursi keyboard
yang kurang memadai dan listrik yang padam.
4. Hasil pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA
Methodist Pancur Batu menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam
bermain keyboard belum maksimal dalam menguasai teknik reading
sehingga, tidak dapat memain lagu dengan sempurna.
B. Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka
penulis mengajukan beberapa saran diantaranya:
1. Pihak sekolah sebaiknya lebih memperhatikan kebutuhan kegiatan
ekstrakurikuler keyboard, seperti penyediaan ruangan yang lebih memadai.
2. Bagi siswa disarankan agar, belajar dan berlatih lebih giat serta tekun pada
saat ekstrakurikuler berlangsung.
3. Bagi guru/instruktur untuk memilih metode yang lebih baik dan dapat
49
DAFTAR PUSTAKA
Aryo Prayogi. 2011. Mahir Keyboard. Jakarta: Kunci Aksara.
Arif Sadiman Dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta. Suci Pustaka.
Dick & Carey. 2001. The Systematic Design of Instruction. New York: WesleyEducational
Hidayat Alimut Aziz. 2007. Metode Penelitian Kebidanandan Teknik Analisa Data. Surabaya : Salemba Media.
Manurung Andrianto H, (2011). ”Pembelajaran Ensambel Musik Dalam Meningkatkan Minat Belajar Seni Musik Siswa Kelas V SD Swasta
Methodist 9 Medan”. Universitas Negeri Medan.
Marbun Verawati. (2010). “Pembelajaran Ekstakurikuler Seni Musik SMP Luar
Biasa Yapentra Tanjung Morawa Medan Tahun Ajaran 2009/2010”.
Universitas Negeri Medan.
Maryeani. 2005. Metode penelitian Kebudayaan. Jakarta.
Mudjiono. 2009. “BelajardanPembelajaran”. Jakarta. Rineka Cipta.
Pusat Pembinaan Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka.
Roki. 2013. “Pembelajaran Ekstrakulikuler Gitar di SMA Negeri 1 Porsea
Universitas Negeri Medan”. Universitas Negeri Medan.
Sanjaya. Wina. 2008 Strategi pembelajaran berorientasi standar proses
pendidikan. Jakarta. Prenada Media
Sihombing Elizabeth Yeni. (2013). “Pembelajaran Seni Musik Siswa Kelas V di Bharlind School Medan”. Pembelajaran music siswa kelas V di Bharlind
School”. Universitas Negeri Medan.
Sitanggang Eka Ruth. (2011). “Pembelajaran Ensambel Angklung Dalam
Ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Tanjung Pura”. Universitas Negeri
Medan.
Sudibyo Priyatmo. 2002. Teknik Dasar Bermain Musik. Jakarta. Puspa Swara.
50
Sugiyono .2008. “Metode Penelitian Pendidikan”. Bandung. Aflabeta.
(http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_5_KEYBOARD)
( http://www.sekolahdasar.net/2011/11/pengertian-dan-komponen-pembelajaran.html)
(http://www.idonbiu.com/2009/05/komponen-komponen-pembelajaran.html)