• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA METHODIST PANCUR BATU.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA METHODIST PANCUR BATU."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA KEGIATAN

EKSTRAKURIKUREL DI SMA METHODIST

PANCUR BATU

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

ANDESKHA SITEPU

NIM. 209142004

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

(2)
(3)

i

ABSTRAK

Andeskha Juri Kelana Sitepu, NIM 209142004, Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, Jurusan Sendratasik, Program Studi Pendidikan Seni Musik, Universitas Negeri Medan 2014.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran

keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, Materi

pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, apa kendala pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu, bagaimana hasil pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu.

Dalam penelitian ini, pendalaman penulisan ini diambil dari buku teori pembelajaran, teori instrumen keyboard, teori pembelajaran keyboard dan ekstrakurikuler.

Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 31 orang yang terdiri dari 1 orang Guru dan 30 siswa di sekolah SMA Methodist Pancur Batu.

SMA Methodist Pancur Batu berada di Jl. Djamin Ginting No. 36 Pancur Batu. Pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu terbentuk mulai dari pemikiran guru-guru SMA Methodist Pancur Batu untuk meningkatkan pengetahuan siswa di bidang musik dan menambah disiplin serta membangun percaya diri siswa. Kegiatan ekstrakurikuler ini dimulai pada tahun 2006. Pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu dilaksanakan pada hari rabu dan kamis pada pukul 14.00-16.00 WIB.

Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh hasil bahwa metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran keyboard pada kegiatan ektrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu terdiri dari metode ceramah, demonstrasi, dan metode drill. Materi pembelajaran yang digunakan berupa teori dasar musik dan lagu-lagu partitur nasional, anak, dan lagu daerah. Hasil yang diperoleh oleh siswa dalam mengikuti pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu belum terlalu maksimal dan masih perlu latihan untuk bisa lebih meningkatkan kemampuan siswa dalam bermain alat musik keyboard.

(4)

iv

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 6

C. Komponen Pembelajaran... 12

1. Tujuan Pembelajaran ... 12

2. Materi Pembelajaran... 13

3. Metode Pembelajaran ... 13

4. Media Pembelajaran ... 15

5. Evaluasi atau Penilaian Hasil Belajar ... 15

D. Pembelajaran Musik ... 16

E. Ekstrakurikuler ... 16

F. Media Pembelajaran Seni ... 17

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 27

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 27

B. Populasi dan Sampel ... 27

C. Metode Penelitian ... 28

D. Teknik Pengumpulan Data ... 29

E. Teknik Analisi Data ... 33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 34

A. Sekilas Gambaran Umum Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu ... 34

(5)

v

2. Deskripsi Proses Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Methodist

Pancur Batu ... 35

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 47

A. Kesimpulan ... 47

B. Saran ... 48

DAFTAR PUSTAKA ... 49

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

1. Tabel 4.1 Jenis-Jenis Ekstrakulikuler di SMA Methodist

Pancur Batu... 23

2. Tabel 4.2 Hasil Ujian Siswa-Siswi di SMA Methodist

(7)

1

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan bangsa dan

merupakan suatu pundi pokok untuk mencapai cita-cita suatu bangsa. Pendidikan

menduduki masalah yang sangat penting dalam pembangunan karena sasarannya

adalah peningkatan sumber daya manusia. Salah satu cara untuk meningkatkan

kualitas sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan

sebagai sarana dalam pencerdasan manusia tersebut. Lembaga pendidikan

mempunyai peranan yang sangat penting untuk mewujudkan tujuan pendidikan

karena pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan dalam pencapaian

kualitas terbaik sumber daya manusia.

Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh yang

meliputi aspek moral, akhlak, budi pekerti, perilaku, pengetahuan, kesehatan,

keterampilan dan seni yang dikembangkan melalui pembelajaran dan pelatihan,

maka pemerintah telah mengadakan perbaikan sistem pendidikan nasional dengan

cara menyempurnakan kurikulum. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan

nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional

(2003), bahwa pendidikan adalah usaha sadar dalam rangka menyiapkan peserta

didik untuk meningkatkan mutu disemua jenjang pendidikan. Mulai dari

pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi melalui kegiatan bimbingan dan

(8)

2

1

Pendidikan seni budaya dan keterampilan diberikan di sekolah karena

keunikan yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan

berekspresi atau berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: “Belajar dengan

seni, belajar melalui seni, dan belajar tentang seni” (KTSP, 2006).

Seni musik yang bagian dari seni tidak terpisahkan dari kehidupan manuia

dan kesenian mempunyai tempat yang mendasar dalam kehidupan manusia.

Kesenian adalah sesuatu perwujudan yang sangat berarti dari kemampuan berfikir

dan rasa manusia yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih indah.

Pembelajaran seni musik bertitik tolak pada bunyi atau suara yang

didalamnya terkandung unsur-unsur musik. Unsur-unsur musik adalah melodi,

harmoni, irama, bentuk dan ekspresi. Sasaran pokok yang dicapai dalam

pembelajaran seni musik adalah penanaman rasa musikalitas, mengembangkan

sikap dan kemampuan berkreasi, menghargai seni, dan meningkatkan kreativitas.

Materi yang diajarkan dalam pembelajaran seni musik berbentuk teori dan

praktek. Seorang guru dituntut mampu menguasai materi yang diajarkan,

menggunakan metode yang tepat, mampu mengelola kelas, menggunakan media

atau alat peraga sesuai dengan materi, mampu menggunakan waktu yang tersedia

dengan baik.

Musik merupakan cabang seni yang tidak terpisahkan dari kehidupan

manusia. Musik memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan berfikir

manusia yang dapat diwujudkan ke dalam bentuk pembelajaran. Dalam suatu

sekolah, bentuk pembelajaran musik dapat dijadikan sebagai suatu

(9)

3

tersendiri bagi siswa untuk mengembangkan potensi siswa tentunya tidak hanya

dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, namun kegiatan

ekstrakurikuler pun memiliki peranan yang cukup besar, yaitu pendidikan

kemandirian, kedisiplinan, dan keterampilan serta pengembangan diri juga dapat

diperoleh melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Dalam program kegiatan sekolah SMA Methodist Pancur Batu diadakan

berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler, antara lain musik, tari, dan olahraga.

Untuk melaksanakan kegiatan ektrakurikuler yang baik tentunya perlu usaha yang

maksimal dari seorang guru. Pada saat menyampaikan pelajaran guru harus

mampu melihat sampai sejauh mana anak didik dalam mengikuti proses

pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses dalam penyampaian

pengetahuan yang dilakukan oleh guru sebagai pendidik dan siswa sebagai murid

untuk mencapai tujuan kurikulum yang telah ditentukan. Sebagai kegiatan yang

bertujuan, maka segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa hendaknya

diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pembelajaran

ekstrakurikuler dapat dikatakan berhasil jika siswa dapat mencapai tujuan secara

optimal, yaitu siswa mampu berfikir secara kreatif, penambahan ilmu

pengetahuan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, memiliki jati diri dan

mampu menampilkan kemampuan yang dimilikinya.

Materi musik seperti unsur-unsur dasar musik yang dipelajari seperti pola

ritme, sangkar nada, notasi balok serta melodi bukanlah suatu materi yang dapat

dengan cepat dipahami dan dimengerti oleh siswa yang duduk di SMA pada

(10)

4

bentuk nada dan nilai dalam ketukan, daya ingat dan pendengaran yang baik, serta

kemampuan untuk memainkan pada alat musik keyboard. Disatu sisi, daya

tangkap peserta didik dalam menerima pelajaran tentu berbeda-beda, kebanyakan

dari peserta didik menjadi mengacuhkan pelajaran ketika mereka mendapati

materi yang sulit untuk mereka pahami. Disinilah peran guru sebagai pengajar di

dalam kegiatan ekstrakurikuler di butuhkan.

Namun, sering kita dapati dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler

seperti dikebanyakan sekolah-sekolah yang ada, bahwa kurangnya pemahaman

guru dalam menyampaikan materi yang sedang disampaikan. Memang dibutuhkan

keseriusan dalam belajar, khususnya belajar musik. Namun, sangat disayangkan

apabila suasana belajar menjadi tegang atau menjadi tidak serius dan hanya

prioritas saja. Hal ini tentu merubah persepsi bahwa belajar seni musik merupakan

pelajaran yang menyenagkan.

Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Methodist Pancur

batu adalah ekstrakurikuler keyboard. Adapun materi yang diajarkan di kegiatan

ekstrakurikuler ini adalah pola ritme, sangkar nada, melodi dalam bentuk not

balok dan sebagainya. Beberapa strategi maupun metode yang tepat serta

didukung oleh teknik dalam mengajar yang dilakukan dengan menerapkan metode

yang efektif dan efesien adalah sebuah keharusan demi tercapainya tujuan

pembelajaran. Hal ini tampak dari kemampuan siswa yang mengikuti kegiatan

ekstrakurikuler yang sudah mulai paham dalam membaca pola ritme dan notasi

balok. Salah satu hal penting untuk dapat belajar instrumen keyboard adalah

(11)

5

Fenomena ini merupakan hal yang menarik bagi peneliti untuk dijadikan

tema dan fokus penelitian dalam rangka mendeskripsikan berbagai

langkah-langkah dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler keyboard sehingga materi

pembelajaran musik dapat diterima dan dipahami oleh seluruh peserta didik. Oleh

karena itu penulis meilih judul: “Pembelajaran Keyboard pada Kegiatan

Ekstrakurikuler di SMA Methodist Pancur Batu”.

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah adalah sejumlah masalah yang berhasil dari uraian

latar belakang masalah atau kedudukan masalah yang akan diteliti dan lingkup

permasalahan yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan pendapat A. Aziz Hidayat

(2007:30) mengatakan bahwa: “masalah adalah begian penting dari suatu

penelitian, karena masalah membutuhkan suatu proses pemecahan yang

sistematis, logis dan ilmiah dengan menerapkan scientific method, proses ilmiah

tersebut akan selalu dikembangkan sejak identifikasi masalah”.

Dari uraian di atas, maka permasalah penelitian ini dapat diidentifikasi

menjadi beberapa bagian diantaranya:

1. Bagaimanakah metode pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler

diSMA Methodist Pancur Batu ?

2. Bagaimana materi pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di

SMA Methodist Pancur Batu?

3. Apa saja kendala yang dihadapi siswa dan guru dalam pembelajaran

(12)

6

4. Bagaimana sarana dan prasarana pembelajaran keyboard pada kegiatan

ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?

5. Bagaimana tanggapan siswa-siswi dalam pembelajaran keyboard pada

kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?

6. Bagaimana hasil yang dicapai siswa dari pembelajaran keyboard pada

kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?

7. Apa saja tujuan pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di

SMA Methodist Pancur Batu ?

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan-cakupan masalah dan untuk mempersingkat

cakupan, keterbatasan waktu, dana, kemampuan penulis, maka penulis

mengadakan pembatasan masalah untuk mempermudah dalam memecahkan

masalah yang ingin dicapai. Pembatasan masalah tersebut sesuai dengan pendapat

Sugiyono (2009:383) yang megatakan bahwa:

“Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya penelitian dilakukan secala lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasi akan diteliti. Untuk itu maka peneliti memberi batasan, dimana penelitian, variabel apa saja yang akan diteliti, serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain”.

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penulis

membatasi ruang lingkup permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah metode pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler

(13)

7

2. Bagaimana materi pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di

SMA Methodist Pancur Batu ?

3. Apa kendala yang dihadapi siswa dan guru pada pembelajaran keyboard pada

kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?

4. Bagaimana hasil yang dicapai siswa dari pembelajaran keyboard pada

kegiatan ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu ?

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan suatu titik fokus dari sebuah penelitian yang

hendak dilakukan. Mengingat sebuah penelitian merupakan upaya untuk

menemukan jawaban pertanyaan, maka dari itu perlu dirumuskan dengan baik,

sehingga dapat mendukung untuk menemukan jawaban pertanyaan.

Berdasarkan uraian diatas hal ini sejalan dengan pendapat Maryeani

(2005:14), yang mengatakan bahwa:

“Rumusan masalah merupakan jabaran detail fokus penelitian yang akan digarap. Rumusan masalah yang menjadi semacam kontrak bagi peneliti karena penelitian merupakan upaya unutk menemukan jawaban pertanyaan sebagaimana terpapar pada rumusan masalahnya. Rumusan masalah juga biasa disikapi sebagai jabaran fokus penelitian karena dalam praktiknya, proses penelitian senantiasa berfokus pada bitur-butir masalah sebagaimana dirumuskan”.

Berdasarkan uraian baik latar belakang masalah, identifikasi

masalah, serta pembatasan masalah, maka permasalahan dapat dirumuskan

sebagai berikut “Bagaimanakah pembelajaran keyboard pada kegiatan

(14)

8

E. Tujuan Penelitian

Setiap kegiatan senantiasa berorientasi kepada tujuan, tanpa adanya tujuan

yang jelas maka arah kegiatan yang akan dilakukan tidak dapat diketahui apa arah

yang diinginkan dan dicapai dalam kegiatan tersebut. Untuk melihat berhasil

tidaknya suatu kegiatan dapat dilihat memalui tercapainya tujuan yang telah

ditetapkan. Hal ini disesuaikan dengan pendapat sugiyono (2009:397) yang

mengatakan bahwa:

“Secara umum tujuan pendidikan adalah untuk menemukan, mengembangkan dan menbuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian kualitatif adalah menemukan. Menemukan berarti sebelumnya belum pernah diketahui”.

Maka tujuan yang hendak dicapai oleh penulis adalah:

1. Untuk mengetahui metode pembelajaran keyboard pada kegiatan

ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu.

2. Untuk mengetahui materi pembelajaran keyboard pada kegiatan

ekstrakurikuler diSMA Methodist Pancur Batu.

3. Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi siswa dan guru pada

pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Methodist

Pancur Batu.

4. Untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa dari pembelajaran keyboard pada

(15)

9

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan kegunaan dari penelitian yang merupakan

sumber informasi dalam mengembangkan kegiatan penelitian selanjutnya. Maka

penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

1. Bagi sekolah SMA Methodits Pancur Batu untuk meningkatkan kegiatan

ekstrakurikuler keyboard.

2. Bagi siswa sebagai motivasi untuk lebih giat latihan dan belajar keyboard.

3. Bagi masyarakat sebagai bahan informasi tentang pembelajaran keyboard.

4. Bagi peneliti sebagai masukan dalam menambah pengetahuan dan wawasan

(16)

47

47

BAB V

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang pembelajaran, maka dalam

penutup akan diterangkan secara singkat kesimpulan penelitian dan pembatasan

serta saran dari peneliti. Kesimpulan merupakan garis besar yang perlu diketahui

secara jelas apa dan bagaimana hasil yang telah diperoleh selama penelitian dan

pembahasan. Sementara saran merupakan ide dan gagasan dari penulis setelah

melihat pembelajaran dengan segala permasalahannya.

A. Kesimpulan

Uraian yang dibuat dari Bab I sampai Bab IV ini akan ditarik kesimpulan

dari hasil penelitian. Kesimpulan tersebut untuk menjawab pokok permasalahan

penelitian yaitu mengenai pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di

SMA Methodist Pancur Batu, oleh karena itu peneliti membuat beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Metode pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA

Methodist Pancur Batu adalah metode ceramah, demosntrasi dan metode

drill.

2. Materi pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA

Methodist Pancur Batu adalah lagu-lagu nasional, lagu rohani, anak-anak, dan

daerah.

3. Kendala yang dihadapi pada pembelajaran keyboard pada kegiatan

(17)

48

48

kurang disiplin, ruangan yang kurang memadai, meja dan kursi keyboard

yang kurang memadai dan listrik yang padam.

4. Hasil pembelajaran keyboard pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA

Methodist Pancur Batu menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam

bermain keyboard belum maksimal dalam menguasai teknik reading

sehingga, tidak dapat memain lagu dengan sempurna.

B. Saran

Berdasarkan beberapa kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka

penulis mengajukan beberapa saran diantaranya:

1. Pihak sekolah sebaiknya lebih memperhatikan kebutuhan kegiatan

ekstrakurikuler keyboard, seperti penyediaan ruangan yang lebih memadai.

2. Bagi siswa disarankan agar, belajar dan berlatih lebih giat serta tekun pada

saat ekstrakurikuler berlangsung.

3. Bagi guru/instruktur untuk memilih metode yang lebih baik dan dapat

(18)

49

DAFTAR PUSTAKA

Aryo Prayogi. 2011. Mahir Keyboard. Jakarta: Kunci Aksara.

Arif Sadiman Dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta. Suci Pustaka.

Dick & Carey. 2001. The Systematic Design of Instruction. New York: WesleyEducational

Hidayat Alimut Aziz. 2007. Metode Penelitian Kebidanandan Teknik Analisa Data. Surabaya : Salemba Media.

Manurung Andrianto H, (2011). ”Pembelajaran Ensambel Musik Dalam Meningkatkan Minat Belajar Seni Musik Siswa Kelas V SD Swasta

Methodist 9 Medan”. Universitas Negeri Medan.

Marbun Verawati. (2010). “Pembelajaran Ekstakurikuler Seni Musik SMP Luar

Biasa Yapentra Tanjung Morawa Medan Tahun Ajaran 2009/2010”.

Universitas Negeri Medan.

Maryeani. 2005. Metode penelitian Kebudayaan. Jakarta.

Mudjiono. 2009. “BelajardanPembelajaran”. Jakarta. Rineka Cipta.

Pusat Pembinaan Bahasa. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka.

Roki. 2013. “Pembelajaran Ekstrakulikuler Gitar di SMA Negeri 1 Porsea

Universitas Negeri Medan”. Universitas Negeri Medan.

Sanjaya. Wina. 2008 Strategi pembelajaran berorientasi standar proses

pendidikan. Jakarta. Prenada Media

Sihombing Elizabeth Yeni. (2013). “Pembelajaran Seni Musik Siswa Kelas V di Bharlind School Medan”. Pembelajaran music siswa kelas V di Bharlind

School”. Universitas Negeri Medan.

Sitanggang Eka Ruth. (2011). “Pembelajaran Ensambel Angklung Dalam

Ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Tanjung Pura”. Universitas Negeri

Medan.

Sudibyo Priyatmo. 2002. Teknik Dasar Bermain Musik. Jakarta. Puspa Swara.

(19)

50

Sugiyono .2008. “Metode Penelitian Pendidikan”. Bandung. Aflabeta.

(http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_5_KEYBOARD)

( http://www.sekolahdasar.net/2011/11/pengertian-dan-komponen-pembelajaran.html)

(http://www.idonbiu.com/2009/05/komponen-komponen-pembelajaran.html)

Referensi

Dokumen terkait

Proses pembelajaran gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler siswa di SMA Negeri 15 Bandar Lampung yang dilakukan guru menggunakan metode demonstrasi ada 4

Demi peningkatan mutu dan kualitas hasil yang dicapai dalam pembelajaran ekstrakurikuler band SMA Negeri 1 Kutowinangun maka peneliti memberikan saran - saran sebagai

Proses pembelajaran gerak tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler siswa di SMA Negeri 15 Bandar Lampung yang dilakukan guru menggunakan metode demonstrasi ada 4

guru dan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembelajaran angklung pada kegiatan ekstrakurikuler di

tuberkulosis pada kehamilan di klinik Desmawati Pancur Batu

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian adalah pegawai Kantor Camat Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang yang telah mengikuti Diklat

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan tentang kesulitan belajar siswa pada mata pembelajaran IPA di kelas IV SD Swasta Muhammadiyah Pancur Batu

Cara yang dilakukan oleh masing – masing ekstrakurikuler di SMAN 02 Batu sudah sesuai dengan apa yang ada pada Buku Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter (2011:8), yang