i
PENERAPAN SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (BI-RTGS) PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA
(Persero) Tbk. KANTOR CABANG DENPASAR
Oleh :
DIAH INTAN FAJARWATI NIM : 1306013022
PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Studi berjudul “Penerapan Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cabang Denpasar”.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir Studi ini tidak akan berhasil tanpa
bimbngan dan pengarahan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya
dalam penyusunan menyelesaikan Tugas Akhir Studi ini. Maka dalam kesempatan
ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa , SE., M.Si., selaku Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
2. Ibu Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE., M.S., selaku Pembantu Dekan I
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
3. Bapak Drs. Komang Ardana, MM., selaku Ketua Program Diploma III
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
4. Ibu Ni Made Adi Erawati, SE.,M.Si., selaku Dosen Pembimbing Tugas
Akhir Studi yang telah banyak meluangkan waktu dan memberikan
bimbingan dan pengarahan sampai dengan selesainya Tugas Akhir Studi ini.
5. Bapak I Made Karya Utama, SE.,M.Com.,Ak,. selaku Dosen Pembimbing
Akademik (PA) selama penulis menjalankan kuliah pada Program Studi
Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
6. Bapak dan Ibu Dosen yang mengajar dan membimbing penulis selama
mengikuti perkuliahan pada Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas
iii
7. Bapak Agus Susanto , selaku Kepala Cabang PT. Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk. Kantor Cabang Denpasar yang telah memberi izin untuk
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
8. Ibu Anna Jayasari dan Bapak Made Raka Sutama selaku Bagian Staff Loan
Dokumen, Ida Bagus Putu Gde Agung, I Nengah Mariana dan Rahmad
Restu Udayanto selaku Bagian Staff Transaction Processing pada PT. Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor Cabang Denpasar yang telah
memberikan pengetahuan dan mencari data yang diperlukan dalam
penyusunan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
9. Seluruh Pegawai PT.Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor Cabang
Denpasar khususnya yang telah banyak membimbing dalam membantu
penulis selama melakukan penyusunan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
10. Kedua orang tua, keluarga, Sinta, Mira, Rustia, Weny, dan Maulana
Nugrahanto, yang telah memberikan dukungan moral dan material serta doa
restu sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Studi ini.
11. Sahabat penulis serta teman-teman di Program Diploma III kelas Ak1
angkatan 2013 yang telah memberikan banyak bantuan serta
informasi-informasi kepada penulis selama melakukan studi.
12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu penulis dalam melaksanakan studi dan menyelesaikan Tugas
iv
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir
Studi ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan yang disebabkan
karena keterbatasan kemampuan serta pengalaman penulis untuk
menyempurnakan laporan ini. Namun demikian diharapkan Tugas Akhir Studi ini
bisa memberikan manfaat bagi pihak yang berkepentingan.
Denpasar, April 2016
v DAFTAR ISI
Isi Halaman
JUDUL... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
KATA PENGANTAR... iii
ABSTRAK ………. vi
DAFTAR ISI... vii
DAFTAR GAMBAR... ix
DAFTAR LAMPIRAN... x
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……… 1
1.2 Tujuan ……… 3
1.3 Kegunaan Penelitian ……….. 3
1.4 Sistematika Penulisan ………. 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem ………. 5
2.2 Pengertian Bank ………... 5
2.3 Tujuan Bank ……… 6
2.4 Fungsi Bank ……….. 6
2.5 Jenis dan Kegiatan Bank ………..8
2.6 Pengertian Sistem BI-RTGS ……….. 9
2.7 Tujuan Sistem BI-RTGS ……….. 10
2.8 Komponen Sistem BI-RTGS ………. 10
vi BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian ………13
3.2 Objek Penelitian ………...…. 13
3.3 Jenis dan Sumber Data ……….. 13
3.3.1 Jenis Data ………13
3.3.2 Sumber Data ……….. 14
3.4 Metode Pengumpulan Data ………14
3.5 Teknik Analisis Data ………..14
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Daerah ……….. 15
4.1.1 Sejarah Berdirinya ………... 15
4.1.2 Visi dan Misi ……….. 18
4.1.3 Struktur Organisasi ………. 19
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ………. 28
4.2.1 Komponen Sistem BI-RTGS ………. 30
4.2.2 Fungsi-fungsi operasional Sistem BI-RTGS ……… 30
4.2.3 Bagian-bagian terkait Sistem BI-RTGS ……… 32
4.2.4 Kegiatan Transfer Dana yang dilakukan ……...………... 34
4.2.5 Pengamanan Sistem BI-RTGS ………....………37
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ………... 38
5.2 Saran ……… 39
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Teknologi informasi di Dunia saat ini berkembang sangat pesat, seiring
dengan perkembangan di era globalisasi.Kemampuan teknologi informasi saat ini
memungkinkan sebagai alat bantu dalam pengolahan data menjadi sebuah
informasi yang berguna dalam tiap perusahaan. Salah satu usaha yang
menggunakan teknologi informasi adalah Bank. Dengan berkembangnya lembaga
keuangan yang semakin maju di era globalisasi ini dibutuhkan teknologi informasi
dimana bagi suatu Negara, bank dikatakan sebagai darahnya perekonomian suatu
Negara. Karena itu, peranan perbankan sangat memengaruhi kegiatan ekonomi
suatu Negara.
Asal dari kata bank adalah dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti
tempat penukaran uang. Pengertian Bank menurut Undang-Undang No. 10 Tahun
1998 tentang Perbankan adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam
bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
rakyat banyak. Dalam bank, suatu pembayaran dapat dilakukan secara tunai
maupun non tunai, dimana pembayaran secara non tunai dapat dilakukan dengan
sistem transfer.
Bank merupakan sektor yang penting dan berpengaruh pada dunia usaha.
2
atau meminjam dana, memindahkan uang/menerima segala macam bentuk
pembayaran secara tunai maupun non tunai.
Sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu yang singkat. Di Indonesia jasa transfer dapat dilakukan
dengan sistem Kliring dan BI-RTGS. Sistem kliring ini masih mempunyai
beberapa kelemahan, yaitu : terbatasnya jumlah dana yang dapat dikirimkan
hingga maksimal Rp 500.000.000,00 saja.
Maka Sistem BI-RTGS juga menjadi sarana transfer dana antar-bank yang
praktis, cepat, efisien, aman dan handal. Disamping itu BI-RTGS yang dilengkapi
dengan mekanisme sentralisasi rekening giro menjadi sarana yang dapat
diandalkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dana (management fund)
baik bagi peserta maupun pihak otoritas moneter dan perbankan.
Salah satu bank yang menjadi peserta dari Sistem Bank Indonesia Real
Time Gross Settlement adalah PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor
Cabang Denpasar. Dimana PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor
Cabang ini hampir setiap hari menggunakan Sistem BI-RTGS untuk transaksi
dengan sistem transfer dana dengan cepat dan mudah.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, yang menjadi pokok
permasalahannya adalah bagaimana penerapan Sistem Bank Indonesia Real
TimeGross Settlemen pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor
3 1.2 Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Sistem Bank Indonesia Real
TimeGross Settlement (BI-RTGS) pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk. Kantor Cabang Denpasar.
1.3 Kegunaan penelitian
Kegunaan penelitian dalam penulisan ini adalah:
1) Kegunaan teoritis
Penelitian ini di harapkan memperluas pengetahuan mahasiswa dalam
mengaplikasikan teori-teori yang diperolerh selama masa perkuliahan dan
membandingkan koondisi yang ada di perusahaan khususnya mengenai
sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement.
2) Kegunaan praktis
Penelitian ini bagi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor
Cabang Denpasar nantinya dapat memberikan informasi mengenai Sistem
Bank Indonesia Real Time Gross Settlement yang dapat digunakan para
karyawan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor Cabang
Denpasar.
1.4 Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai isi dan susunan
laporan penulisan, maka berikut ini penyajian dari masing-masing bab dapat di
4 BAB I Pendahuluan
Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan
laporan, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II Kajian Pustaka
Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang berhubungan dengan bank
dan BI-RTGS.
BAB III MetodePeneliti
Bab ini menjelaskan tentang lokasi penelitian, objek penelitian, jenis
dan sumber data penelitian, metode pengumpulan data, dan teknik
analisis data.
BAB IV Pembahasan Hasil Penelitian
Pada bab ini menjelaskan tentang gambaran umum daerah/deskripsi
hasil penelitian, dan pembahasan hasil penelitian.
BAB V Simpulan dan Saran
Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran yang diperoleh
BAB II
KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu sarana yang menekankan pada prosedur dan yang
menekankan pada komponen atau suatu elemen (Jogiyanto 2005: 1).
Menurut Jogiyanto , sistem dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu :
1) Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang
tidak tampak secara fisik.
2) Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.
3) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam.
4) Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
5) Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang
sudah dapat diprediksi sehingga keuaran sistem dapat diramalkan.
6) Sistem tak tertentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
7) Sistem tertututp adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan
luarnya.
8) Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya.
2.2 Pengertian Bank
Menurut Kasmir (2008:2) berpendapat bahwa Bank merupakan Lembaga
Keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat, serta memberikan
1998 adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bank merupakan
lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan simpanan kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat dalam
bentuk kredit, serta memberikan jasa-jasa bank lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
2.3 Tujuan Bank
Perbankan Indonesia bertujuan untuk menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan
ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.
2.4 Fungsi Bank
Menurut Budisantoso (2006:9) secara lebih spesifik bank dapat berfungsi
sebagai agent of trust, agent of development, dan agent of services.
2.4.1 Agent of Trust
Dasar utama kegiatan perbankan adalah kepercayaan (trust), baik dalam
hal menghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat mau menitipkan
dananya di bank apabila dilandasi adanya unsur kepercayaan. Masyarakat percaya
bahwa uangnya tidak akan disalahgunakan oleh bank, uangnya akan dikelola
dengan baik, bank tidak akan bangkrut dan pada saat yang telah dijanjikan
menempatkan atau menyalurkan dananya pada debitur atau masyarakat apabila
dilandasi adanya unsur kepercayaan. Pihak bank percaya bahwa debitur tidak
akan menyalahgunakan pinjamannya, debitur akan mengelola dana pinjaman, saat
jatuh tempo debitur mempunyai niat baik untuk mengembalikan pinjaman beserta
kewajiban lainnya.
2.4.2 Agent of Development
Kegiatan perekonomian masyarakat di sektor moneter dan di sektor riil
tidak dapat dipisahkan. Kedua sektor tersebut selalu berinteraksi dan saling
mempengaruhi. Sektor riil tidak akan dapat berkinerja dengan baik apabila sektor
moneter tidak bekerja dengan baik. Kegiatan bank berupa penghimpunan dan
penyaluran dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di
sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan
kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa,
mengingat bahwa kegiatan investasi-distribusi-konsumsi tidak dapat dilepaskan
dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan
konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu
masyarakat.
2.4.3 Agent of Service
Di samping melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana,
bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakat.
Jasa ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian secara
luas. Jasa ini antara lain dapat berupa jasa pengiriman uang, penitipan barang
2.5 Jenis Dan Kegiatan Bank
2.5.1 Jenis Bank
Menurut Undang-undang Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 yang
kemudian di keluarkannya Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998, maka jenis
perbankan terdiri dari :
1) Bank Umum
Bank umum adalah bank yang melaksanakan usaha berdasarkan prinsip
syariah yang dalam keiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat
memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah
operasinya yang dapat dilakukan di seluruh wilayah.
2) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Pengkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2.5.2 Kegiatan Bank
Menurut Kasmir (2013:38) ada beberapa kegiatan bank adalah :
1) Kegiatan-kegiatan Bank Umum
a. Menghimpun dana masyarakaat dalam bentuk simpanan giro,
simpanan tabundan, maupun simpanan deposito
b. Menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit investasi, kredit
2) Kegiatan-kegiatan Bank Perkreditan Rakyat
a. Menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan, simpanan
deposito.
b. Menyalurkan dana dalam bentuk kredit investasi, kredit modal kerja.
2.6 Pengertian Bank Indonesia Real Time Gross Settlement
Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tanggal 17 November 2000
BI RTGS berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran
termasuk High Value Payment System (HVPS) atau transaksi bernilai besar yaitu
yang berjumlah diatas RP 100.000.000,00 yang bersifat segera. Menurut Henry
Mintzberg (dalam Budisantoso dan Triandaru 2006:147) Bank Indonesia Real
Time Gross Settlement (BI RTGS) adalah transfer dana elektronik yang
penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. Tetapi
kebijakan dari Bank Indonesia, BI-RTGS Terhitung sejak tanggal 16 November
2015 sampai dengantanggal 30 Juni 2016, batas nilai nominal transfer dana adalah
di atas Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)per instruksi Setelmen Dana.
Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2016, batas nilai nominaltransfer dana adalah di
atas Rp100.000.000,00 (seratus jutarupiah) per instruksi Setelmen Dana.
2.7 Tujuan Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement
1) Menyediakan sarana transfer dana antar bank, antar nasabah dan pihak
lain secara cepat , efisien, aman dan handal.
2) Menyediakan rekening giro, menyediakan informasi saldo rekening giro
bank secara real time.
3) Mempermudah yang menggunakan Sistem BI-RTGS ini untuk
4) Mengurangi risiko-risiko yang di alami.
2.8 Komponen Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement. Sistem BI-RTGS terdiri dari tiga komponen pokok, yaitu:
1) BI-RTGS Cerntral Computer (BRCC)
Merupakan sistem komputer yang berada dilokasi Penyelenggara, yang
digunakan untuk memproses Penyelesaian Akhir semua transaksi yang
dikirim oleh Peserta. BRCC terdiri dari duan komponen utama yaitu:
a. Interbank Funds Transfer System (IFTS)
IFTS adalah sistem yang berfungsi untuk menerima dan
memproses data transaksi, menghasilkan data-data di database
BRCC yang dapat dilihat oleh Peserta, laporan-laporan settlement
dan laporan-laporan lainnya bagi semua Peserta.
b. Settlement Account (SA)
SA adalah sistem yang mencatat saldo rekening giro seluruh
Peserta secara real time.
2) BI-RTGS Terminal (BRT)
BRT merupakan sistem computer yang berada di lokasi Peserta yang
terhubung dengan BRCC secara online yang berfungsi untuk
melakukan berbagai transaksi BRT, BRT terdiri dari 3 komponen,
yaitu:
a. BRT Server Utama.
BIRT Server Utama adalah perangkat komputer yang telah diisi
aplikasi BRT dan database sistem BRTGS yang digunakan. Peserta
b. BRT ServerBack-Up.
BRT ServerBack-Upadalah perangkat komputer yang telah diisi
aplikasi BRT dan databasesistem BI-RTGS yang digunakan
Peserta untuk memproses transaksi apabila terjadi gangguan atau
keadaan darurat yang menyebabkab Peserta tidak dapat
menggunakan BRT Server Utama.
c. BRT Workstation.
BRT Workstation adalah perangkat komputer yang telah diisi
aplikasi BRT dan terhubung dengan BRT Server Utama atau BRT
Server Back-Up yang digunakan Peserta untuk melakukan
pembukuan transaksi dan berbagai fungsi sistem BI RTGS lainnya.
3) Jaringan Komunikasi.
Jaringan komunikasi merupakan sistem yang menghubungkan aman
BRT Peserta dengan BRCC.
2.9 Peserta Bank Indonesia Real Time Gross Settlement. Peserta BI-RTGS dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Peserta Langsung.
Peserta langsung adalah Peserta yang dapat mengirimkan transaksi
BI-RTGS dengan menggunakan identitas sendiri. Untuk peserta langsung
jenis transaksi melalui RTGS meliputi :
a. Transaksi antar bank.
b. Transaksi antar bank untuk kepentingan nasabah.
c. Transaksi dengan rekening pemerintah yang dipelihara di Bank
2) Peserta Tidak Langsung.
Peserta tidak langsung adalah Peserta yang dapat melakukan transaksi
sistem BI-RTGS dengan menggunakan identitas peserta langsung.
Untuk peserta tidak langsung jenis transaksi melalui BI-RTGS
meliputi :
a. Transaksi antar bank untuk kepentingan nasabah.
b. Transaksi dengan rekening pemerintah yang dipelihara di Bank