• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN DAYA INGAT DENGAN PENGUASAAN ARTIKEL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN DAYA INGAT DENGAN PENGUASAAN ARTIKEL."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN DAYA INGAT DENGAN

PENGUASAAN ARTIKEL

(Penelitian Terhadap Siswa Kelas XI SMAN 23 Bandung)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman

Disusun Oleh

Liana Shobariyatul Fuhroh

0807426

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JERMAN

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

ABSTRAK

Fuhroh, Liana Shobariyatul. Hubungan Daya Ingat dengan Penguasaan Artikel. Skripsi. Bandung: Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI 2012.

(3)

ABSTRAKT

Fuhroh, Liana Shobariyatul. Die Beziehung zwischen dem Gedächtnis und Beherrschung des Artikels. Zulassungarbeit. Bandung: Deutschabteilung der

FPBS UPI 2012.

(4)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRAKT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR BAGAN ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ……….. 1

B. Batasan Masalah ………. 4

C. Rumusan Masalah ……….. 4

D. Tujuan Penelitian ……….... 5

E. Manfaat Penelitian ……….. 5

BAB II KAJIAN TEORETIS A. Hakikat Daya Ingat 1. Pengertian Daya Ingat ……… 7

(5)

3. Proses Ingatan ……… 14

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ingatan ... 18

5. Metode dalam Penelitian Ingatan ... 20

6. Kaitan Daya Ingat dengan Belajar ... 22

7. Pengukuran Daya Ingat ... 26

B. Hakikat Penguasaan Artikel 1. Pengertian Artikel ... 29

2. Karakteristik Artikel ... 32

3. Jenis-Jenis Artikel ... 34

4. Artikel dalam Kasus ... 40

5. Pengukuran Penguasaan Artikel ... 42

C. Kerangka Berpikir ... 45

D. Hipotesis Penelitian ... 47

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ………... 48

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 48

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 48

D. Variabel dan Desain Penelitian ... 49

E. Instrumen Penelitian ... 50

F. Pengujian Instrumen ………... 51

G. Prosedur Penelitian ………. 54

(6)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ……….. 56

1. Taraf Daya Ingat ………... 56

2. Penguasaan Artikel ………... 57

B. Analisis Data 1. Uji Persyaratan Analisis ... 57

2. Penghitungan Korelasi dan Penghitungan Koefisien Determinasi ... 59

3. Uji Kelinearan dan Keberartian Regresi ... 60

4.Uji Koefisien Arah Regresi ... 60

C. Pengujian Hipotesis ... 61

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 61

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………. 65

B. Saran ………... 66

DAFTAR PUSTAKA ………. 67

LAMPIRAN-LAMPIRAN ………. 67

(7)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Mempelajari bahasa terutama bahasa asing memerlukan keterampilan khusus dan

kesungguhan untuk dapat menguasainya. Setiap bahasa memiliki ciri khas tersendiri

dan struktur-struktur tertentu. Seperti halnya bahasa Jerman yang memiliki struktur

kalimat tetap dan jelas, sehingga dalam penggunaannya setiap orang harus selalu

memperhatikan strukturnya.

Dalam mempelajari bahasa Jerman terutama untuk pemula, pemahaman

artikel sangatlah dibutuhkan, karena dalam bahasa Jerman setiap nomina (Nomen)

pasti memiliki artikel. Dalam bahasa Indonesia sendiri penggunaan artikel tidak

ditemukan sehingga artikel merupakan hal baru yang tentunya menjadi kendala

tersendiri bagi pembelajar. Pembelajar diharuskan menghapal artikel yang sesuai

dengan nomina, sehingga pembelajar harus menghapalkan seluruh nomina bahasa

Jerman beserta artikel yang tepat, selain itu adanya perubahan kasus menjadi salah

satu faktor sulitnya mempelajari bahasa Jerman. Kasus-kasus tersebut antara lain

kasus Nominativ, Akkusativ, Dativ, dan Genitiv. Dengan adanya perubahan artikel

pada setiap kasus tersebut, maka setiap pembelajar diharuskan memahami materi

artikel dengan jelas dan tentu saja harus menghapal artikel-artikel tersebut sesuai

(8)

Banyak pembelajar yang baru mempelajari bahasa Jerman mendapatkan

kesulitan terutama dalam penggunaan artikel. Banyak dari mereka yang lupa jenis

artikel mana yang tepat untuk digunakan, bahkan mereka sering tertukar dalam

penggunaan artikel tersebut. Dibutuhkan waktu khusus untuk dapat mengingat dan

memahami artikel, karena untuk dapat menghapalkan artikel dengan begitu banyak

nomina tidak mungkin memerlukan waktu yang singkat. Selain itu, kesulitan

penggunaan dan penghapalan artikel sering penulis alami saat mempelajari bahasa

Jerman terutama pada saat semester awal perkuliahan. Sebenarnya terdapat beberapa

trik/cara untuk dapat menentukan artikel yang tepat sesuai nomina, salah satunya

dengan menemukan ciri-ciri tertentu dari nomina, seperti dapat dilihat dari akhiran

nomina tersebut. Namun tidak semua artikel dapat ditentukan dengan ciri-ciri tersebut,

oleh karena itu pembelajar tetap diharuskan mengingat seluruh artikel yang tepat

sesuai dengan nomina. Selain itu, artikel dapat ditentukan dengan melihat gender

secara biologis, pekerjaan, dan nama hari.

Sesuai pengalaman penulis saat melakukan praktek mengajar di SMA, penulis

sering menemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengingat artikel. Banyak

siswa yang masih ragu menggunakan artikel yang tepat untuk sebuah Nomen, padahal

artikel-artikel tersebut baru saja dijelaskan. Keraguan siswa dalam menentukan

artikel yang tepat ini dapat disebabkan lemahnya ingatan yang dimiliki siswa. Dalam

hal ini daya ingat menjadi faktor pendukung yang sangat penting. Faktor-faktor yang

mempengaruhi sulitnya menguasai artikel dapat disebabkan karena sedikitnya

(9)

tentu saja mempengaruhi pengguasaan artikel. Penggunaan daya ingat yang kurang

optimal juga menjadi faktor penting sulitnya menguasai artikel, selain itu daya ingat

yang terbatas selalu menjadi kendala besar bagi siswa. Faktor selanjutnya yaitu

timbulnya rasa malas yang dialami siswa untuk mempelajari dan menghapal artikel,

karena tanpa semangat belajar yang tinggi maka materi artikel akan sulit untuk

dikuasai. Kemudian terbaginya fokus siswa untuk memahami materi artikel karena

siswa tidak hanya belajar satu mata pelajaran saja, dalam sehari siswa dapat belajar

lebih dari 2 mata pelajaran. Dapat dipastikan sempitnya waktu yang dimiliki siswa

untuk menghapal dan memahami materi artikel menjadi salah satu faktor utama.

Faktor lainnya yaitu siswa jarang berlatih untuk menghapal artikel, padahal jika tidak

sering dilatih maka akan sulit juga dalam menguasai artikel. Faktor penyampaian

materi yang kurang berkesan oleh pengajar juga dapat menyebabkan sulitnya siswa

memahami artikel, metode yang digunakan biasanya hanya metode mengajar biasa

yang dapat membuat siswa cepat merasa bosan, padahal jika pengajar menggunakan

strategi khusus agar semangat belajar siswa tidak mudah hilang maka materi artikel

dapat saja berkesan bagi siswa. Oleh karena itu, secara garis besar agar dapat

menguasai artikel sesuai nomina yang tepat dibutuhkan kesungguhan dan kesabaran

pembelajar untuk sering berlatih menghapal nomina beserta artikel yang tepat dengan

metode yang tidak membosankan serta menghilangkan rasa malas untuk berlatih

menguasai artikel. Namun selain faktor-faktor tersebut, kekuatan daya ingat menjadi

(10)

Dari permasalahan-permasalahan tentang sulitnya menguasai artikel bahasa

Jerman di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai daya

ingat dalam pemahaman serta mengingat artikel yang dituangkan dalam judul:

Hubungan Daya Ingat dengan Penguasaan Artikel Bahasa Jerman (Penelitian

terhadap Siswa Kelas XI SMAN 23 Bandung).

B. Batasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan permasalahan di atas, maka penulis membatasi

permasalahan hanya pada hubungan daya ingat dengan penguasaan artikel. Daya

ingat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah potensi untuk mengingat kembali

materi artikel bahasa Jerman yang sebelumnya telah diterima, serta kemampuan

seseorang (siswa) dalam menguasai dan memahami materi tersebut. Materi artikel

yang disampaikan hanya berupa definiter Artikel dan indefiniter Artikel sesuai dengan

kurikulum yang digunakan di SMAN 23 Bandung.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas dapat dirumuskan

masalah-masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana daya ingat siswa SMA Negeri 23 Bandung?

2. Bagaimana penguasaan artikel siswa SMA Negeri 23 Bandung?

(11)

4. Seberapa besar kontribusi yang diberikan oleh daya ingat terhadap penguasaan

artikel tersebut?

D. Tujuan Penelitian

Setiap penelitian yang dilakukan pasti memiliki tujuan dan tujuan dari

penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui daya ingat siswa SMA Negeri 23 Bandung.

b. Untuk mengetahui penguasaan artikel siswa SMA Negeri 23 Bandung.

c. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara daya ingat dengan

penguasaan artikel.

d. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan oleh daya ingat

terhadap penguasaan artikel.

E. Manfaat Penelitian

Merujuk pada tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat

memberikan dua manfaat, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. Secara teoretis

penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berharga pada

perkembangan ilmu pendidikan dan memperkaya konsep pembelajaran mengenai

artikel bahasa Jerman, khususnya mengenai peran daya ingat dalam menguasai artikel.

Selain itu secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang

(12)

Jerman, khususnya dengan mengoptimalkan penggunaan daya ingat. Penulis sendiri

mengharapkan adanya manfaat berarti dari penelitian ini, yaitu dapat memberikan

informasi kepada pembaca mengenai daya ingat dan pemahaman artikel. Bagi siswa

diharapkan penelitian ini dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan pemahaman

dan penguasaan artikel serta terus menggali potensi diri dalam pemahaman materi

tersebut, sedangkan bagi guru diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan

sumbangan pemikiran dalam upaya mengembangkan metode pembelajaran yang

lebih memaksimalkan daya ingat demi penyampaian materi artikel yang lebih matang

(13)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Dalam setiap penelitian dibutuhkan sebuah metode. Metode penelitian

digunakan untuk mendapatkan data yang obyektif, valid dan digunakan untuk

memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini,

digunakan metode analitik kuantitatif. Adapun metode

deskriptif-analitik kuantitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi.

Teknik korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel.

Koefisien korelasi dapat menunjukkan besar kecilnya hubungan antara kedua

variabel tersebut, sedangkan analisis regresi dilakukan untuk memprediksi

hubungan antara variabel bebas, yaitu daya ingat, dan variabel terikat, yaitu

penguasaan artikel.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 23 Bandung. Waktu penelitian

ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA dan IPS SMA

Negeri 23 Bandung. Dengan persetujuan pihak sekolah, penelitian diadakan di

(14)

Bandung sebanyak 30 orang. Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini akan

digunakan teknik random sampling.

D. Variabel dan Desain Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti, yaitu:

1. Variabel bebas (variabel X), yaitu daya ingat siswa.

2. Variabel terikat (variabel Y), yaitu penguasaan artikel bahasa Jerman.

Kedua hubungan variabel tersebut dalam penelitian ini dapat digambarkan

pada desain penelitian sebagai berikut:

Dengan definisi operasional variabel sebagai berikut:

1. Daya ingat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah potensi untuk

mengingat kembali informasi yang telah diketahui sebelumnya. Daya ingat

dapat diketahui dengan menggunakan tes khusus memory. Tes tersebut berupa

sub tes dari tes IST (Intelligenz Struktur Test).

2. Penguasaan artikel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman

seseorang dalam menguasai materi artikel. Penguasaan artikel yang dimaksud Y

(15)

adalah penguasaan artikel dalam KTSP SMA Negeri 23 Bandung kelas X

semester genap, yakni artikel dalam kasus nominatif dan akusatif.

E. Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan instrumen tes yang terdiri dari:

1. Tes Daya Ingat

Tes daya ingat diperoleh dari kerjasama dengan pihak UPT-LBK UPI

dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Tes ini merupakan sub tes dari tes IST

(Intelligenz Struktur Test) bernama Merk Aufgaben yang dilakukan di SMA

Negeri 23 Bandung. Tes tersebut mengukur kemampuan daya ingat, yakni

kemampuan menyimpan atau mengingat kata-kata yang telah dipelajari atau

dihapalkan. Tes Merk Aufgaben ini berjumlah 20 soal dari 176 soal keseluruhan.

Penilaian yang dilakukan menggunakan skala 100. Tes ini diasumsikan telah

memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, karena tes ini dibuat oleh pihak

UPT-LBK dan telah menjadi tes baku.

2. Tes Penguasaan Artikel

Tes penguasaan artikel berisi soal-soal dalam bentuk pilihan ganda

(multiple choice). Tes yang diberikan sebanyak 20 soal dengan tiga variasi, pada

bagian 1 dan 3 terdapat tiga pilihan (a, b, dan c), sedangkan pada bagian 2

terdapat dua pilihan. Tes bagian pertama berjumlah 6 soal, tes bagian kedua

berjumlah 9 soal, dan tes bagian ketiga berjumlah 5 soal. Tes penguasaan artikel

yang diberikan meliputi 6 soal bestimmter Artikel (nominatif), 9 soal

(16)

bestimmter/unbestimmter Artikel kasus nominatif). Materi tes diambil dari

Kontakte Deutsch dan Modul Bahasa Jerman SMA Negeri 23 Bandung.

Penilaian tes ini menggunakan skala 100. Tes penguasaan artikel ini disesuaikan

dengan kurikulum di SMA Negeri 23 Bandung.

F. Pengujian Instrumen

Instrumen yang baik adalah instrumen yang telah memenuhi dua syarat

penting, yaitu valid dan reliabel. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan

dalam penelitian ini sudah memenuhi dua syarat penting tersebut. Tes ini telah

diujikan kepada 20 orang yang diambil secara acak dari populasi. Kriteria batasan

interpretasi koefisien korelasi untuk menentukan derajat validitas dan reliabilitas

adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Derajat Validitas

Nilai r Interpretasi

0,80 < r ≤ 1,00 Validitas sangat tinggi (sangat baik) 0,60 < r ≤ 0,80 Validitas tinggi (baik)

0,40 < r ≤ 0,60 Validitas sedang (cukup) 0,20 < r ≤ 0,40 Validitas rendah (kurang) 0,00 < r ≤ 0,20 Validitas sangat rendah

r ≤ 0,00 Tidak valid

(17)

Tabel 3.2 Derajat Reliabilitas

Nilai r Interpretasi

r ≤ 0,20 Reliabilitas sangat rendah 0,20 < r ≤ 0,40 Reliabilitas rendah

0,40 < r ≤ 0,60 Reliabilitas sedang 0,60 < r ≤ 0,80 Reliabilitas tinggi 0,80 < r ≤ 1,00 Reliabilitas sangat tinggi

(J.P. Guilford dalam Suherman, 1990: 177)

Tes Penguasaan Artikel

Instrumen tes penguasaan artikel sudah dinyatakan valid berdasarkan

validitas isi, karena instrumen ini jelas untuk mengukur penguasaan artikel,

artinya instrumen ini mengukur apa yang akan diukur. Selain itu, dilakukan uji

validitas butir soal yang data hasil pengujian tersebut disajikan dalam sebuah tabel

sebagai berikut:

Tabel 3.3

Hasil Uji Validitas Tes Penguasaan Artikel

No. Soal Nilai Hitung r Validitas

(18)

15 0,57 Cukup

Berdasarkan tabel di atas, dari total 30 soal yang diujikan, terdapat 23 soal

valid dan 7 soal tidak valid. Instrumen ini memiliki 9 soal derajat validitas baik,

16 soal cukup, dan 5 soal kurang.

Setelah dilakukan uji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas untuk

mengetahui apakah instrumen tersebut reliabel atau tidak. Berikut ini hasil uji

reliabilitas tes penguasaan artikel:

Tabel 3.4

Hasil Reliabilitas Tes Penguasaan Artikel

Variabel Nilai Hitung r Reliabilitas

Penguasaan

Artikel 0,883 Sangat Tinggi

Dari perhitungan reliabilitas di atas diperoleh nilai koefisien reliabilitas (r)

(19)

Dari hasil validitas dapat diketahui jumlah butir soal valid yaitu sebanyak

23 soal dan sebanyak 7 soal dinyatakan tidak valid. Dari hasil uji validitas,

diambil 20 soal dari 23 soal valid untuk memperoleh data penelitian. Sementara

itu, hasil uji reliabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,883. Artinya tes ini

memiliki derajat reliabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan

bahwa tes ini valid dan reliabel.

G. Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini membutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah yang akan diteliti.

2. Melakukan kajian pustaka, yang berupa pengumpulan teori-teori yang relevan

dengan masalah penelitian.

3. Merumuskan hipotesis, yaitu pernyataan yang bersifat sementara tentang

masalah yang akan diteliti.

4. Mencari dan menetapkan populasi dan sampel yang akan diteliti.

5. Membuat instrumen penelitian berupa tes tertulis.

6. Melakukan uji instrumen, yaitu uji validitas dan reliabilitas.

7. Mengambil data.

8. Sebelum data disimpulkan, sebelumnya dilakukan uji persyaratan analisis,

meliputi uji homogenitas dan normalitas instrumen. Uji homogenitas

dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat

(20)

normal atau tidaknya distribusi data hasil tes daya ingat dan tes penguasaan

artikel.

9. Menganalisis data, dengan menggunakan:

a. Teknik analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya

hubungan antara dua variabel (X dan Y) yang diteliti, dengan

menggunakan korelasi Pearson Product Moment.

b. Teknik regresi, untuk memprediksi nilai variabel terikat (penguasaan

artikel) jika variabel bebas (daya ingat) diketahui.

10.Menarik kesimpulan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.

G. Hipotesis statistik

Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

H0 : rxy = 0

H1 : rxy  0

Hipotesis H0 dapat diterima apabila tidak terdapat hubungan yang positif

antara variabel X dan Variabel Y, namun apabila terdapat hubungan yang positif

antara variabel X dan variabel Y, maka hipotesis H0 ditolak. Dengan demikian

(21)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan daya ingat dengan

penguasaan artikel, dapat ditarik kesimpulan sebagai beriku:

1. Taraf daya ingat siswa kelas XI SMA Negeri 23 Bandung tahun ajaran

2012-2013 termasuk dalam kategori sedang.

2. Penguasaan artikel bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri 23 Bandung tahun

ajaran 2012-2013 termasuk kategori bagus.

3. Hasil penghitungan yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan yang

signifikan antara daya ingat dengan penguasaan artikel. Hubungan tersebut

termasuk dalam kategori tinggi.

4. Daya ingat sangat berpengaruh dalam keberhasilan penguasaan artikel. Hal

tersebut dibuktikan dengan jumlah kontribusi daya ingat terhadap penguasaan

artikel sebesar 73,96%.

B. Saran

Untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan artikel,

diperlukan inteligensi tinggi yang berupa daya ingat. Daya ingat merupakan faktor

penting di samping faktor-faktor yang lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut,

(22)

1. Siswa disarankan untuk sering melatih penguasaan artikel dengan menghafal,

karena metode menghafal merupakan metode paling tepat untuk dapat menguasai

artikel. Meskipun terdapat beberapa metode lain dalam menguasai artikel seperti

permainan, namun permainan artikel tersebut tidak akan efektif jika siswa tidak

menghafal artikel-artikel terlebih dahulu. Dengan kata lain, metode menghafal

merupakan dasar dalam melakukan metode-metode lain untuk menguasai artikel

bahasa Jerman.

2. Dalam menghafal artikel, salah satu faktor penting adalah daya ingat yang kuat.

Oleh karena itu disarankan agar siswa sering mengasah kemampuan daya

ingatnya. Banyak metode untuk mengasah daya ingat, namun terdapat

faktor-faktor lain yang mempengaruhi daya ingat, seperti makanan, usia, kebiasaan

sehari-hari, kondisi fisik, lingkungan, dan lain-lain.

3. Peneliti lain yang ingin mengkaji bidang yang serupa, sebaiknya menggunakan

sampel yang lebih besar. Selain itu tingkat kesulitan tes penguasaan artikel lebih

ditingkatkan. Penelitian tersebut juga dapat dilakukan dengan melakukan tes

penguasaan artikel untuk tingkat di atas kelas X, sehingga dapat diketahui

hubungan daya ingat dengan penguasaan artikel untuk tingkat tes yang lebih

tinggi apakah memiliki kontribusi besar seperti penelitian ini atau berkontribusi

Gambar

Tabel 3.1 Derajat Validitas
Tabel 3.2 Derajat Reliabilitas
Tabel 3.4 Hasil Reliabilitas Tes Penguasaan Artikel

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara berpikir positif dengan kemampuan daya ingat pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha.Lansia yang berpikir

Dikarenakan dalam aplikasi mobile “Latihan Daya Ingat” ini terdapat penjelasan mengenai tutorial latihan untuk melatih daya ingat, yaitu dengan menggunakan metode

penggunaan warna dalam mempelajari Artikel kata benda bahasa Jerman, juga. dapat menggunakan warna untuk penguasaan bahan pelajaran lain

Dita Fahra Safira.. Efektivitas Teknik Murmelgruppe Dalam Meningkatkan Penguasaan Unbestimmte Artikel im Akkusativ. Skripsi Departemen Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN PRÄTERITUM DAN PEMAHAMAN MEMBACA TEKS BERBAHASA

Berdasarkan data pada tabel 2 dapat diketahui bahwa Kemampuan daya ingat balita 3-5 tahun di Kelompok Bermain Assabil Tempuran Andong Boyolali mayoritas termasuk dalam

Kata kunci : Daya ingat, Layanan Penguasaan Konten dengan media mind map Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti terhadap siswa dan guru kelas IV di SD IV Bae

Berikut alasan bahwa mind mapping berpengaruh pada daya ingat, sebelum dilakukan tindakan, siswa diberikan pre test terlebih dahulu, hasil dari pre test ternyata tidak jauh berbeda