HUBUNGAN DAYA INGAT DENGAN
PENGUASAAN ARTIKEL
(Penelitian Terhadap Siswa Kelas XI SMAN 23 Bandung)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman
Disusun Oleh
Liana Shobariyatul Fuhroh
0807426
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JERMAN
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
ABSTRAK
Fuhroh, Liana Shobariyatul. Hubungan Daya Ingat dengan Penguasaan Artikel. Skripsi. Bandung: Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI 2012.
ABSTRAKT
Fuhroh, Liana Shobariyatul. Die Beziehung zwischen dem Gedächtnis und Beherrschung des Artikels. Zulassungarbeit. Bandung: Deutschabteilung der
FPBS UPI 2012.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRAKT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
UCAPAN TERIMA KASIH ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR BAGAN ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ……….. 1
B. Batasan Masalah ………. 4
C. Rumusan Masalah ……….. 4
D. Tujuan Penelitian ……….... 5
E. Manfaat Penelitian ……….. 5
BAB II KAJIAN TEORETIS A. Hakikat Daya Ingat 1. Pengertian Daya Ingat ……… 7
3. Proses Ingatan ……… 14
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ingatan ... 18
5. Metode dalam Penelitian Ingatan ... 20
6. Kaitan Daya Ingat dengan Belajar ... 22
7. Pengukuran Daya Ingat ... 26
B. Hakikat Penguasaan Artikel 1. Pengertian Artikel ... 29
2. Karakteristik Artikel ... 32
3. Jenis-Jenis Artikel ... 34
4. Artikel dalam Kasus ... 40
5. Pengukuran Penguasaan Artikel ... 42
C. Kerangka Berpikir ... 45
D. Hipotesis Penelitian ... 47
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ………... 48
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 48
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 48
D. Variabel dan Desain Penelitian ... 49
E. Instrumen Penelitian ... 50
F. Pengujian Instrumen ………... 51
G. Prosedur Penelitian ………. 54
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ……….. 56
1. Taraf Daya Ingat ………... 56
2. Penguasaan Artikel ………... 57
B. Analisis Data 1. Uji Persyaratan Analisis ... 57
2. Penghitungan Korelasi dan Penghitungan Koefisien Determinasi ... 59
3. Uji Kelinearan dan Keberartian Regresi ... 60
4.Uji Koefisien Arah Regresi ... 60
C. Pengujian Hipotesis ... 61
D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 61
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ………. 65
B. Saran ………... 66
DAFTAR PUSTAKA ………. 67
LAMPIRAN-LAMPIRAN ………. 67
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Mempelajari bahasa terutama bahasa asing memerlukan keterampilan khusus dan
kesungguhan untuk dapat menguasainya. Setiap bahasa memiliki ciri khas tersendiri
dan struktur-struktur tertentu. Seperti halnya bahasa Jerman yang memiliki struktur
kalimat tetap dan jelas, sehingga dalam penggunaannya setiap orang harus selalu
memperhatikan strukturnya.
Dalam mempelajari bahasa Jerman terutama untuk pemula, pemahaman
artikel sangatlah dibutuhkan, karena dalam bahasa Jerman setiap nomina (Nomen)
pasti memiliki artikel. Dalam bahasa Indonesia sendiri penggunaan artikel tidak
ditemukan sehingga artikel merupakan hal baru yang tentunya menjadi kendala
tersendiri bagi pembelajar. Pembelajar diharuskan menghapal artikel yang sesuai
dengan nomina, sehingga pembelajar harus menghapalkan seluruh nomina bahasa
Jerman beserta artikel yang tepat, selain itu adanya perubahan kasus menjadi salah
satu faktor sulitnya mempelajari bahasa Jerman. Kasus-kasus tersebut antara lain
kasus Nominativ, Akkusativ, Dativ, dan Genitiv. Dengan adanya perubahan artikel
pada setiap kasus tersebut, maka setiap pembelajar diharuskan memahami materi
artikel dengan jelas dan tentu saja harus menghapal artikel-artikel tersebut sesuai
Banyak pembelajar yang baru mempelajari bahasa Jerman mendapatkan
kesulitan terutama dalam penggunaan artikel. Banyak dari mereka yang lupa jenis
artikel mana yang tepat untuk digunakan, bahkan mereka sering tertukar dalam
penggunaan artikel tersebut. Dibutuhkan waktu khusus untuk dapat mengingat dan
memahami artikel, karena untuk dapat menghapalkan artikel dengan begitu banyak
nomina tidak mungkin memerlukan waktu yang singkat. Selain itu, kesulitan
penggunaan dan penghapalan artikel sering penulis alami saat mempelajari bahasa
Jerman terutama pada saat semester awal perkuliahan. Sebenarnya terdapat beberapa
trik/cara untuk dapat menentukan artikel yang tepat sesuai nomina, salah satunya
dengan menemukan ciri-ciri tertentu dari nomina, seperti dapat dilihat dari akhiran
nomina tersebut. Namun tidak semua artikel dapat ditentukan dengan ciri-ciri tersebut,
oleh karena itu pembelajar tetap diharuskan mengingat seluruh artikel yang tepat
sesuai dengan nomina. Selain itu, artikel dapat ditentukan dengan melihat gender
secara biologis, pekerjaan, dan nama hari.
Sesuai pengalaman penulis saat melakukan praktek mengajar di SMA, penulis
sering menemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengingat artikel. Banyak
siswa yang masih ragu menggunakan artikel yang tepat untuk sebuah Nomen, padahal
artikel-artikel tersebut baru saja dijelaskan. Keraguan siswa dalam menentukan
artikel yang tepat ini dapat disebabkan lemahnya ingatan yang dimiliki siswa. Dalam
hal ini daya ingat menjadi faktor pendukung yang sangat penting. Faktor-faktor yang
mempengaruhi sulitnya menguasai artikel dapat disebabkan karena sedikitnya
tentu saja mempengaruhi pengguasaan artikel. Penggunaan daya ingat yang kurang
optimal juga menjadi faktor penting sulitnya menguasai artikel, selain itu daya ingat
yang terbatas selalu menjadi kendala besar bagi siswa. Faktor selanjutnya yaitu
timbulnya rasa malas yang dialami siswa untuk mempelajari dan menghapal artikel,
karena tanpa semangat belajar yang tinggi maka materi artikel akan sulit untuk
dikuasai. Kemudian terbaginya fokus siswa untuk memahami materi artikel karena
siswa tidak hanya belajar satu mata pelajaran saja, dalam sehari siswa dapat belajar
lebih dari 2 mata pelajaran. Dapat dipastikan sempitnya waktu yang dimiliki siswa
untuk menghapal dan memahami materi artikel menjadi salah satu faktor utama.
Faktor lainnya yaitu siswa jarang berlatih untuk menghapal artikel, padahal jika tidak
sering dilatih maka akan sulit juga dalam menguasai artikel. Faktor penyampaian
materi yang kurang berkesan oleh pengajar juga dapat menyebabkan sulitnya siswa
memahami artikel, metode yang digunakan biasanya hanya metode mengajar biasa
yang dapat membuat siswa cepat merasa bosan, padahal jika pengajar menggunakan
strategi khusus agar semangat belajar siswa tidak mudah hilang maka materi artikel
dapat saja berkesan bagi siswa. Oleh karena itu, secara garis besar agar dapat
menguasai artikel sesuai nomina yang tepat dibutuhkan kesungguhan dan kesabaran
pembelajar untuk sering berlatih menghapal nomina beserta artikel yang tepat dengan
metode yang tidak membosankan serta menghilangkan rasa malas untuk berlatih
menguasai artikel. Namun selain faktor-faktor tersebut, kekuatan daya ingat menjadi
Dari permasalahan-permasalahan tentang sulitnya menguasai artikel bahasa
Jerman di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai daya
ingat dalam pemahaman serta mengingat artikel yang dituangkan dalam judul:
Hubungan Daya Ingat dengan Penguasaan Artikel Bahasa Jerman (Penelitian
terhadap Siswa Kelas XI SMAN 23 Bandung).
B. Batasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan permasalahan di atas, maka penulis membatasi
permasalahan hanya pada hubungan daya ingat dengan penguasaan artikel. Daya
ingat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah potensi untuk mengingat kembali
materi artikel bahasa Jerman yang sebelumnya telah diterima, serta kemampuan
seseorang (siswa) dalam menguasai dan memahami materi tersebut. Materi artikel
yang disampaikan hanya berupa definiter Artikel dan indefiniter Artikel sesuai dengan
kurikulum yang digunakan di SMAN 23 Bandung.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas dapat dirumuskan
masalah-masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana daya ingat siswa SMA Negeri 23 Bandung?
2. Bagaimana penguasaan artikel siswa SMA Negeri 23 Bandung?
4. Seberapa besar kontribusi yang diberikan oleh daya ingat terhadap penguasaan
artikel tersebut?
D. Tujuan Penelitian
Setiap penelitian yang dilakukan pasti memiliki tujuan dan tujuan dari
penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui daya ingat siswa SMA Negeri 23 Bandung.
b. Untuk mengetahui penguasaan artikel siswa SMA Negeri 23 Bandung.
c. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara daya ingat dengan
penguasaan artikel.
d. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan oleh daya ingat
terhadap penguasaan artikel.
E. Manfaat Penelitian
Merujuk pada tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat
memberikan dua manfaat, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. Secara teoretis
penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berharga pada
perkembangan ilmu pendidikan dan memperkaya konsep pembelajaran mengenai
artikel bahasa Jerman, khususnya mengenai peran daya ingat dalam menguasai artikel.
Selain itu secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang
Jerman, khususnya dengan mengoptimalkan penggunaan daya ingat. Penulis sendiri
mengharapkan adanya manfaat berarti dari penelitian ini, yaitu dapat memberikan
informasi kepada pembaca mengenai daya ingat dan pemahaman artikel. Bagi siswa
diharapkan penelitian ini dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan pemahaman
dan penguasaan artikel serta terus menggali potensi diri dalam pemahaman materi
tersebut, sedangkan bagi guru diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dan
sumbangan pemikiran dalam upaya mengembangkan metode pembelajaran yang
lebih memaksimalkan daya ingat demi penyampaian materi artikel yang lebih matang
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Dalam setiap penelitian dibutuhkan sebuah metode. Metode penelitian
digunakan untuk mendapatkan data yang obyektif, valid dan digunakan untuk
memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini,
digunakan metode analitik kuantitatif. Adapun metode
deskriptif-analitik kuantitatif ini dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi.
Teknik korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel.
Koefisien korelasi dapat menunjukkan besar kecilnya hubungan antara kedua
variabel tersebut, sedangkan analisis regresi dilakukan untuk memprediksi
hubungan antara variabel bebas, yaitu daya ingat, dan variabel terikat, yaitu
penguasaan artikel.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 23 Bandung. Waktu penelitian
ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA dan IPS SMA
Negeri 23 Bandung. Dengan persetujuan pihak sekolah, penelitian diadakan di
Bandung sebanyak 30 orang. Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini akan
digunakan teknik random sampling.
D. Variabel dan Desain Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti, yaitu:
1. Variabel bebas (variabel X), yaitu daya ingat siswa.
2. Variabel terikat (variabel Y), yaitu penguasaan artikel bahasa Jerman.
Kedua hubungan variabel tersebut dalam penelitian ini dapat digambarkan
pada desain penelitian sebagai berikut:
Dengan definisi operasional variabel sebagai berikut:
1. Daya ingat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah potensi untuk
mengingat kembali informasi yang telah diketahui sebelumnya. Daya ingat
dapat diketahui dengan menggunakan tes khusus memory. Tes tersebut berupa
sub tes dari tes IST (Intelligenz Struktur Test).
2. Penguasaan artikel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman
seseorang dalam menguasai materi artikel. Penguasaan artikel yang dimaksud Y
adalah penguasaan artikel dalam KTSP SMA Negeri 23 Bandung kelas X
semester genap, yakni artikel dalam kasus nominatif dan akusatif.
E. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrumen tes yang terdiri dari:
1. Tes Daya Ingat
Tes daya ingat diperoleh dari kerjasama dengan pihak UPT-LBK UPI
dalam bidang Bimbingan dan Konseling. Tes ini merupakan sub tes dari tes IST
(Intelligenz Struktur Test) bernama Merk Aufgaben yang dilakukan di SMA
Negeri 23 Bandung. Tes tersebut mengukur kemampuan daya ingat, yakni
kemampuan menyimpan atau mengingat kata-kata yang telah dipelajari atau
dihapalkan. Tes Merk Aufgaben ini berjumlah 20 soal dari 176 soal keseluruhan.
Penilaian yang dilakukan menggunakan skala 100. Tes ini diasumsikan telah
memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, karena tes ini dibuat oleh pihak
UPT-LBK dan telah menjadi tes baku.
2. Tes Penguasaan Artikel
Tes penguasaan artikel berisi soal-soal dalam bentuk pilihan ganda
(multiple choice). Tes yang diberikan sebanyak 20 soal dengan tiga variasi, pada
bagian 1 dan 3 terdapat tiga pilihan (a, b, dan c), sedangkan pada bagian 2
terdapat dua pilihan. Tes bagian pertama berjumlah 6 soal, tes bagian kedua
berjumlah 9 soal, dan tes bagian ketiga berjumlah 5 soal. Tes penguasaan artikel
yang diberikan meliputi 6 soal bestimmter Artikel (nominatif), 9 soal
bestimmter/unbestimmter Artikel kasus nominatif). Materi tes diambil dari
Kontakte Deutsch dan Modul Bahasa Jerman SMA Negeri 23 Bandung.
Penilaian tes ini menggunakan skala 100. Tes penguasaan artikel ini disesuaikan
dengan kurikulum di SMA Negeri 23 Bandung.
F. Pengujian Instrumen
Instrumen yang baik adalah instrumen yang telah memenuhi dua syarat
penting, yaitu valid dan reliabel. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini sudah memenuhi dua syarat penting tersebut. Tes ini telah
diujikan kepada 20 orang yang diambil secara acak dari populasi. Kriteria batasan
interpretasi koefisien korelasi untuk menentukan derajat validitas dan reliabilitas
adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Derajat Validitas
Nilai r Interpretasi
0,80 < r ≤ 1,00 Validitas sangat tinggi (sangat baik) 0,60 < r ≤ 0,80 Validitas tinggi (baik)
0,40 < r ≤ 0,60 Validitas sedang (cukup) 0,20 < r ≤ 0,40 Validitas rendah (kurang) 0,00 < r ≤ 0,20 Validitas sangat rendah
r ≤ 0,00 Tidak valid
Tabel 3.2 Derajat Reliabilitas
Nilai r Interpretasi
r ≤ 0,20 Reliabilitas sangat rendah 0,20 < r ≤ 0,40 Reliabilitas rendah
0,40 < r ≤ 0,60 Reliabilitas sedang 0,60 < r ≤ 0,80 Reliabilitas tinggi 0,80 < r ≤ 1,00 Reliabilitas sangat tinggi
(J.P. Guilford dalam Suherman, 1990: 177)
Tes Penguasaan Artikel
Instrumen tes penguasaan artikel sudah dinyatakan valid berdasarkan
validitas isi, karena instrumen ini jelas untuk mengukur penguasaan artikel,
artinya instrumen ini mengukur apa yang akan diukur. Selain itu, dilakukan uji
validitas butir soal yang data hasil pengujian tersebut disajikan dalam sebuah tabel
sebagai berikut:
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Tes Penguasaan Artikel
No. Soal Nilai Hitung r Validitas
15 0,57 Cukup
Berdasarkan tabel di atas, dari total 30 soal yang diujikan, terdapat 23 soal
valid dan 7 soal tidak valid. Instrumen ini memiliki 9 soal derajat validitas baik,
16 soal cukup, dan 5 soal kurang.
Setelah dilakukan uji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas untuk
mengetahui apakah instrumen tersebut reliabel atau tidak. Berikut ini hasil uji
reliabilitas tes penguasaan artikel:
Tabel 3.4
Hasil Reliabilitas Tes Penguasaan Artikel
Variabel Nilai Hitung r Reliabilitas
Penguasaan
Artikel 0,883 Sangat Tinggi
Dari perhitungan reliabilitas di atas diperoleh nilai koefisien reliabilitas (r)
Dari hasil validitas dapat diketahui jumlah butir soal valid yaitu sebanyak
23 soal dan sebanyak 7 soal dinyatakan tidak valid. Dari hasil uji validitas,
diambil 20 soal dari 23 soal valid untuk memperoleh data penelitian. Sementara
itu, hasil uji reliabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0,883. Artinya tes ini
memiliki derajat reliabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa tes ini valid dan reliabel.
G. Prosedur Penelitian
Dalam penelitian ini membutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mendefinisikan dan merumuskan masalah yang akan diteliti.
2. Melakukan kajian pustaka, yang berupa pengumpulan teori-teori yang relevan
dengan masalah penelitian.
3. Merumuskan hipotesis, yaitu pernyataan yang bersifat sementara tentang
masalah yang akan diteliti.
4. Mencari dan menetapkan populasi dan sampel yang akan diteliti.
5. Membuat instrumen penelitian berupa tes tertulis.
6. Melakukan uji instrumen, yaitu uji validitas dan reliabilitas.
7. Mengambil data.
8. Sebelum data disimpulkan, sebelumnya dilakukan uji persyaratan analisis,
meliputi uji homogenitas dan normalitas instrumen. Uji homogenitas
dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat
normal atau tidaknya distribusi data hasil tes daya ingat dan tes penguasaan
artikel.
9. Menganalisis data, dengan menggunakan:
a. Teknik analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya
hubungan antara dua variabel (X dan Y) yang diteliti, dengan
menggunakan korelasi Pearson Product Moment.
b. Teknik regresi, untuk memprediksi nilai variabel terikat (penguasaan
artikel) jika variabel bebas (daya ingat) diketahui.
10.Menarik kesimpulan sesuai dengan hipotesis yang diajukan.
G. Hipotesis statistik
Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0 : rxy = 0
H1 : rxy 0
Hipotesis H0 dapat diterima apabila tidak terdapat hubungan yang positif
antara variabel X dan Variabel Y, namun apabila terdapat hubungan yang positif
antara variabel X dan variabel Y, maka hipotesis H0 ditolak. Dengan demikian
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan daya ingat dengan
penguasaan artikel, dapat ditarik kesimpulan sebagai beriku:
1. Taraf daya ingat siswa kelas XI SMA Negeri 23 Bandung tahun ajaran
2012-2013 termasuk dalam kategori sedang.
2. Penguasaan artikel bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri 23 Bandung tahun
ajaran 2012-2013 termasuk kategori bagus.
3. Hasil penghitungan yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara daya ingat dengan penguasaan artikel. Hubungan tersebut
termasuk dalam kategori tinggi.
4. Daya ingat sangat berpengaruh dalam keberhasilan penguasaan artikel. Hal
tersebut dibuktikan dengan jumlah kontribusi daya ingat terhadap penguasaan
artikel sebesar 73,96%.
B. Saran
Untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan artikel,
diperlukan inteligensi tinggi yang berupa daya ingat. Daya ingat merupakan faktor
penting di samping faktor-faktor yang lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut,
1. Siswa disarankan untuk sering melatih penguasaan artikel dengan menghafal,
karena metode menghafal merupakan metode paling tepat untuk dapat menguasai
artikel. Meskipun terdapat beberapa metode lain dalam menguasai artikel seperti
permainan, namun permainan artikel tersebut tidak akan efektif jika siswa tidak
menghafal artikel-artikel terlebih dahulu. Dengan kata lain, metode menghafal
merupakan dasar dalam melakukan metode-metode lain untuk menguasai artikel
bahasa Jerman.
2. Dalam menghafal artikel, salah satu faktor penting adalah daya ingat yang kuat.
Oleh karena itu disarankan agar siswa sering mengasah kemampuan daya
ingatnya. Banyak metode untuk mengasah daya ingat, namun terdapat
faktor-faktor lain yang mempengaruhi daya ingat, seperti makanan, usia, kebiasaan
sehari-hari, kondisi fisik, lingkungan, dan lain-lain.
3. Peneliti lain yang ingin mengkaji bidang yang serupa, sebaiknya menggunakan
sampel yang lebih besar. Selain itu tingkat kesulitan tes penguasaan artikel lebih
ditingkatkan. Penelitian tersebut juga dapat dilakukan dengan melakukan tes
penguasaan artikel untuk tingkat di atas kelas X, sehingga dapat diketahui
hubungan daya ingat dengan penguasaan artikel untuk tingkat tes yang lebih
tinggi apakah memiliki kontribusi besar seperti penelitian ini atau berkontribusi