• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG."

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA

BANDUNG

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

oleh

JULFIYANA

NIM 1105494

PROGRAM STUDI

PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

(2)

Oleh:

Julfiyana

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Julfiyana

Universitas Pendidikan Indonesia Agustus 2015

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

(3)

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP

KOMITMEN ORGANISASI DALAM INSTITUSI

PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA

BANDUNG

disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing

Dra. Hj. Nani Sutarni, M.Pd. NIP. 196111081986012001

Mengetahui, Ketua Program Studi

Pendidikan Manajemen Perkantoran

(4)
(5)

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP

KOMITMEN ORGANISASI DALAM INSTITUSI

PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA

BANDUNG

oleh: Julfiyana

1105494

Skripsi ini dibimbing oleh: Dra. Hj. Nani Sutarni, M.Pd.

Masalah yang dikaji dalam penelitan ini adalah belumoptimalnya tingkat komitmen organisasi di Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. Guna mencapai tujuan serta peningkatan kualitas kinerja di sebuah organisasi dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki tingkat kualitas komitmen yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi pegawai adalah budaya organisasi.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat budaya Organisasi dan komitmen organisasi, serta mengukur pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Responden dalam penelitian ini berjumlah 57 orang pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey eksplanasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan penyebaran angket mengenai Budaya dan komitmen organisasi. Untuk perhitungan angket menggunakan skala pengukuran

rating scale. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Untuk menentukan ukuran sample menggunkan rumus slovin, dan tehnik sampling menggunakan tehnik proportionate random sampling.

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel X yaitu budaya organisasi berada pada kategori cukup kuat dan variabel Y yaitu komitmen organisasi berada pada kategori cukup kuat. Uji hipotesis menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa korelasi ada pada kategori cukup kuat antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi.

(6)

Julfiyana, 2015

THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CULTURE ON

ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EDUCATIONAL

Dra. Hj. Nani Sutarni, M.Pd.

The problem studied in this research is not optimal level of organizational commitment in Educational Institutions in Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. In order to achieve the objectives as well as improving the quality of performance in an organization's human resources are needed to have a high level of quality commitment. One of the factors that influence employee commitment to the organization is the organization's culture.

The purpose of this study was to determine the level of Organizational culture and organizational commitment, and measure the influence of organizational culture on organizational commitment of employees in Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Respondents in this study amounted to 57 employees in Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. The method used was survey method explanation. Data collection techniques used in this study were interviews and questionnaires regarding culture and organizational commitment. For the calculation of the questionnaire used measurement scale rating scale. Data analysis techniques used are simple regression analysis. To determine the size of the sample using the formula slovin, and the sampling techniques using proportionate random sampling technique.

(7)
(8)

DAFTAR TABEL ... 3

DAFTAR GAMBAR ... 5

BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.

1.1 Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.

1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

1.4 Kegunaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESISError!

Bookmark not defined.

2.1 Kajian Teori ... Error! Bookmark not defined.

2.1.1 Budaya Organisasi ... Error! Bookmark not defined.

2.1.2 Konsep Komitmen ... Error! Bookmark not defined.

2.1.3 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi Error! Bookmark not defined.

2.2 Kajian Penelitian Terdahulu ... Error! Bookmark not defined.

2.3 Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.

2.4 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.

BAB III METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.

3.1 Desain Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.2 Partisipan ... Error! Bookmark not defined.

3.3 Populasi dan Penelitian... Error! Bookmark not defined.

3.3.1 Populasi ... Error! Bookmark not defined.

3.3.2 Sampel ... Error! Bookmark not defined.

3.4 Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.4.1 Pengujian Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.5 Prosedur Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

3.5.1 Operasional Variabel Budaya OrganisasiError! Bookmark not defined.

3.5.2 Operasional Variabel Komitmen OrganisasiError! Bookmark not defined.

(9)

3.7.1 Analisis Deskriktif ... Error! Bookmark not defined.

3.7.2 Analisis Inferensial ... Error! Bookmark not defined.

3.8 Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined.

4.1 Temuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

4.1.1 Pembahasan Temuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

4.1.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data Error! Bookmark not defined.

4.1.3 Pengujian Hipotesis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi ... Error! Bookmark not defined.

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

4.2.1 Budaya Organisasi dalam Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung ... Error! Bookmark not defined.

4.2.2 Komitmen Organisasi dalam Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung ... Error! Bookmark not defined.

4.2.3 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi dalam

Lingkungan Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung Error! Bookmark not defined.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.

5.1 Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.

5.2 Implikasi dan Rekomendasi ... Error! Bookmark not defined.

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Rata-Rata Penilaian Perilaku Pegawai . Error! Bookmark not defined. Tabel 1. 2 Tabel Rekapitulasi Target dan Realisasi KerjaError! Bookmark not defined. Tabel 2. 1 Kajian Penelitian Terdahulu...Error! Bookmark not defined.

Tabel 3. 1 Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin...Error! Bookmark not defined.

Tabel 3. 2 Karakteristik Responden Berdasarkan UsiaError! Bookmark not defined. Tabel 3. 3 Partisipan Berdasarkan Pegawai di Kantor Dinas PendidikanError! Bookmark not defined.

Tabel 3. 4 Rekapitulasi Pegawai di Kantor Dinas PendidikanError! Bookmark not defined. Tabel 3. 5 Responden ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 3. 6 Jumlah Angket Uji Coba... Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 7 Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi (X)Error! Bookmark not defined.

Tabel 3. 8 Hasil Uji Validitas Komitmen Organisasi (Y)Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 9 Jumlah Item Angket Hasil Uji Coba ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 3. 10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Variabel YError! Bookmark not defined. Tabel 3. 11 Operasionalisasi Variabel Budaya OrganisasiError! Bookmark not defined. Tabel 3. 12 Operasionalisasi Variabel Komitmen OrganisasiError! Bookmark not defined. Tabel 3. 13 Skala Penafsiran Skor Rata-rata ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 3. 14 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 15 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien DeterminasiError! Bookmark not defined.

Tabel 4. 1 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Budaya

Organisasi...Error! Bookmark not defined.

Tabel 4.2 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Inovasi dan Pengambilan Resiko ... Error! Bookmark not defined.

(11)

Tabel 4. 7 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap KeagresifanError! Bookmark not defined.

Tabel 4. 8 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap KemantapanError! Bookmark not

defined.

Tabel 4. 9 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Komitmen Organisasi ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4. 10 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Komitmen Afektif

... Error! Bookmark not defined.

Tabel 4. 11 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Komitmen Kelanjutan ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 4. 12 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Komitmen Normatif ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 4. 13 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 4. 14 Hasil Rekapitulasi Uji Homogenitas Variabel X dan YError! Bookmark not defined.

(12)

Gambar 2. 3 Kerangka Konseptual Model Analisis Perilaku S-O-B-CError! Bookmark not defined.

Gambar 2. 4 Perilaku Individu dalam Konteks Perilaku OrganisasiError! Bookmark not defined.

(13)

Lembaga yang berkembang tentunya harus memiliki kualitas yang baik dari

semua bidang yang ada. Namun sampai saat ini, makin banyak lembaga yang tidak

dapat mempertahankan kualitasnya, capaian kinerja yang diraih kadang mengalami

kenaikan dan mengalami penurunan terutama pada kualitas sumber daya manusia

(SDM), hal ini bisa saja mempengaruhi komitmen organisasi karyawan dan dapat

berakibat kurang baik dalam pencapaian tujuan lembaga.

Jika ini sering terjadi pada lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya di Dinas

Pendidikan Kota Bandung, oleh karena itu lembaga pendidikan perlu memperhatikan

hal-hal yang mempengaruhi pada penurunan komitmen organisasi karyawannya

tersebut. Pada sisi sumber daya manusia (SDM),komitmen organisasinya masih dapat

dikatakan kurang dari yang diharapkan, dikarenakan banyaknya karyawan yang tidak

dapat memaksimalkan pekerjaannya. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Kantor

Dinas Pendidikan Kota Bandung, telah ditemukan kondisi komitmen organisasi banyak

karyawan yang tidak bertanggung jawab atas pekerjaan . Dalam satu tim hanya

beberapa orang yang bekerja bahkan hanya satu orang yang bekerja untuk sebuah tim.

Selain itu, hasil pekerjaan yang diberikan tidak memuaskan dan kurang baik. Hal

tersebut menjadikan pihak lembaga tidak dapat mencapai tujuan yang direncanakan

sebelumnya dengan maksimal.

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung merupakan salah satu Lembaga

Pemerintahan di Bidang Pendidikan yang memfasilitasi masyarakat untuk para generasi

muda dan sekolah-sekolah agar mendapatkan haknya berupa pelayanan pendidikan

maupun non pendidikan serta membentuk generasi muda bangsa yang cerdas.

Demi kepuasan masyarakat dan sekolah di Kota Bandung ini, maka

(14)

pada masyarakat dan sekolah dapat diberikan dengan maksimal. Namun saat ini, masih

(15)

kurang maksimal, sehingga hasil pekerjanya tidak memuaskan dan prestasinya pun

menurun serta berdampak negatif bagi lembaga yang bersangkutan.

Berdasarkan survei awal dengan wawancara dengan Kepala Staf Sub Bagian

Umum dan Kepegawaian, meskipun pada dasarnya kehadiran pegawai baik, namun

masih banyak pegawai yang keluar saat jam kerja. Sedangkan jelas sekali bahwa saat

jam kerja pegawai seharusnya mengerjakan pekerjaan yang diamanatkan kepada setiap

pegawai. Selain itu pengumpulan tugas yang tidak tepat waktu pun menunjukan bahwa

pegawai kurang disiplin.

Menurut Kepala Staf Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menjelaskan bahwa

terdapat 5 faktor utama yang mempengaruhi budaya organisasi diantaranya Orientasi

Pelayanan, Integritas, Disiplin, Kerjasama dan komitmen. Faktor pertama pegawai yang

kurang inisiatif dan kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Masih

terdapat pegawai yang menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjan tidak terselesaikan

sesuai dengan waktu yang di tentukan, bahkan hasil yang dihasilkannya pun terkadang

kurang optimal dan tidak memuaskan. Bahkan bila dibandingkan dengan instansi

pemerintahan lain di kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung terkenal lambat

dalam pengumpulan laporan.

Permasalahan lainnya adalah kurangnya kerjasama antar pegawai. Hal ini

terlihat ketika tugas yang seharusnya dikerjakan secara berkelompok, namun pada

kenyataannya hanya dikerjakan oleh seorang pegawai. Sementara pegawai lainnya tidak

ikut serta mengerjakan tugas. Ini menggambarkan bahwa masih banyak pegawai yang

kurang menginginkan untuk meningkatkan kemampuannya. Pernyataan tersebut juga

(16)

Tabel 1. 1

Sumber: Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Bandung

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa selama 5 tahun penilaian pegawai

stabil ada pada penilaian C. Hal ini menunjukan bahwa komitmen organisasi pegawai

belum optimal. Salah satu yang menyebabkan rendahnya komitmen organisasi adalah

budaya organisasi yang tidak tepat seperti yang disampaikan oleh Kepala Staf Sub

Bagian Umum dan Kepegawaian bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap

komitmen organisasi dalam bekerja.

Menurut wawancara yang dilakukan dengan Kepala Staf Sub Bagian Umum dan

Kepegawaian, meskipun pada dasarnya kehadiran pegawai baik, namun masih banyak

pegawai yang keluar saat jam kerja. Sedangkan jelas sekali bahwa saat jam kerja

pegawai seharusnya mengerjakan pekerjaan yang diamanatkan kepada setiap pegawai.

Selain itu pengumpulan tugas yang tidak tepat waktu pun menunjukan bahwa pegawai

kurang disiplin.

Menurut Kepala Staf Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menjelaskan bahwa

terdapat 5 faktor utama yang mempengaruhi budaya organisasi diantaranya Orientasi

Pelayanan, Integritas, Disiplin, Kerjasama dan komitmen. Faktor pertama pegawai yang

(17)

terdapat pegawai yang menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjan tidak terselesaikan

sesuai dengan waktu yang di tentukan, bahkan hasil yang dihasilkannya pun terkadang

kurang optimal dan tidak memuaskan. Bahkan bila dibandingkan dengan instansi

pemerintahan lain di kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung terkenal lambat

dalam pengumpulan laporan.

Sehubungan dengan pencapaian komitmen organisasi, Dinas Pendidikan Kota

Bandung belum mencapai hasil sesuai dengan target yang telah ditentukan. Hal tersebut

dapat dilihat menurut tabel target dan realisasi sebagai berikut:

Tabel 1. 2

Tabel Rekapitulasi Target dan Realisasi Kerja

No Indikator Kinerja Utama

Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013

Target

dan Akses Pendidikan Non Formal

100 80 100 80 100 80 100 80 100 64,62

(18)

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat mengenai target dan realisasi Dinas

Pendidikan Kota Bandung diatas, terdapat 6 sasaran utama yang harus dicapai oleh

Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dari 6 sasaran tersebut terlihat bahwa pencapaian

masih fluktuatif, dan terdapat 2 sasaran yang cenderung menurun setiap tahunnya yaitu

sasaran 5 dan sasaran 6. Penurunan ini memiliki pengaruh yang sangat berarti bagi

keberlangsungan pencapaian kerja sehingga dapat mepengaruhi komitmen organisasi

pegawai Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam bekerja.

Jika hasil penilaian tersebut dikonfersikan ke dalam abjad A, B, C, D dan E,

maka skala penilaian kerja sebagai berikut :

A = 90-100 → Sangat Baik B = 80-89 → Baik

C = 60-79 → Cukup Baik D = 40-59 → Buruk

E = 20-39 → Sangat Buruk

Berdasarkan skala penilaian kerja di atas dapat dilihat bahwa pada pada rata-rata

nilai di tahun 2009 yaitu 82,41% dikategorikan pada nilai B yaitu sangat baik, namun

pada tahun 2010 nilai rata-rata berada pada nilai 72,57% atau berada pada nilai C yaitu

baik dengan penurunan yang cukup jauh jika dibandingkan dengan pencapaian tahun

sebelumnya. Kemudian di tahun 2011 rata-rata hasil capaian mengalami penurunan

kembali dari tahun sebelumnya sebelumnya yaitu sebesar 71,22% dan masih tetap

termasuk pada kisaran nilai C. Di tahun 2012 terjadi kenaikan yang cukup signifikan

yaitu dengan rata-rata nilai 82,30%atau kembali mendapatkan nilai B. Akan tetapi di

tahun 2013, hasil capaian mengalami penurunan kembali yang cukup signifikan yaitu

dengan rata-rata hasil kerja sebesar 74,35% dan kembali mendapatkan nilai C.

Pentingnya komitmen organisasi guna untuk meningkatan hasil kerja karyawan

untuk lembaganya terutama karyawan Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung

dikarenakan kedudukan Bandung yang memiliki peran sangat penting untuk kemajuan

Bangsa Indonesia ini serta untuk tercapainya tujuan lembaga yang sudah direncanakan

(19)

Oleh karena itu, dalam upaya memahami dan memecahkan komitmen

organisasinya masih tergolong rendah, sedangkan komitmen organisasi merupakan

modal utama untuk meningkatkan hasil kerja di suatu lembaga. Maka penelitian yang

dilakukan pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dapat memberi

informasi kepada semua pihak yang bersangkutan dalam upaya meningkatkan

produktifitas hasil kerja karyawan di suatu lembaga.

Sama seperti yang telah disebutkan sebelumnya upaya memahami dan

memecahkan masalah fenomena belum optimalnya komitmen organisasi karyawan di

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, maka diperlukannya pendekatan terntu untuk

memecahkan masalah tersebut, dan berdasarkan hal tersebut pendekatan yang dilakukan

adalah pendekatan prilaku organisasi.

Pendekatan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peneliti didasari oleh teori

Luthans (1985), Gibson, et al. (1997), (dalam Sambas dan Uep 2010, hlm. 38) yang

mengungkapkan konsep dasar psikologi pada dasarnya dilandasi oleh proses-proses

psikis pada diri individu atau organisme dalam lingkungan. Dimana perilaku yang

diciptakan tergantung pada individu atau lingkungan yang dihadapinya. Itu berarti

individu dan lingkungan akan selalu berkaitan satu sama lainnya. Satu hal yang

dilakukan dengan pendekatan ini adalah perilaku yang muncul akibat dari interaksi

terhadap stimulus dan organisasi. Dengan demikian dengan model teori perilaku ini

menegaskan stimulus dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku

atau hasil karyawan dalam lembaga tersebut.

1.2Identifikasi dan Rumusan Masalah

Di era globalisasi saat ini, organisasi dituntut untuk mampu menyesuaikan diri

dengan berbagai perubahan yang ada, maka karyawan yang memiliki komitmen tinggi

pada organisasi menjadi sumber daya yang tidak ternilai harganya karena sebagai

(20)

Untuk menumbuhkan komitmen dalam diri pegawai, maka organisasi dan

pegawai harus berkontribusi dalam menciptakan komitmen tersebut. Hal ini sesuai

dengan pernyataan Schuster (1998) dalam sulaiman (2000, hlm. 72) Yang menyatakan

bahwa “komitmen organisasi akan muncul jika organisasi dan pegawai bersama – sama

menciptakan kondisi yang kondusif untuk mecapai komitmen yang dimaksud”.

Victor H.Vroom (dalam Hasibuan 1996, hlm. 116) menyatakan bahwa :

“kekuatan untuk memotivasi seseorang untuk giat bekerja dalam mengerjakan

pekerjaanya terhantung dari hubungan timbal balik antara apa yang karyawan inginkan

dan butuhkan dari pekerjaan itu”.

Berdasarkan teori tersebut dapat diartikan bahwa pegawai akan terdorong

mengerjakan pekerjaaanya dengan baik ketika pegawai merasa puas dalam bekerja.

Ketika seseorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentu ia akan berupaya

semaksimal mungkin dengan segenap mungkin kemampuan yang dimilikinya untuk

menyelesaikan tugas pekerjaanya. Hal itu tentu akan memupuk berkembangnya

komitmen individu tersebut tehadap organisasi. Dari uraian tersebut terlihat bahwa

budaya organisasi dapat mempengaruhi komitmen organisasi.

Berdasarkanidentifikasi masalah yang telah diuraikan diatas dan gambaran

permasalahan akan di paparkan dalam latar belakang maka penelitian ini penulis

merumuskan beberapa rumusan masalah penelitian yaitu sebagai berikut :

1. Bagaimana gambaran kuat / lemah budaya organisasi di Kantor Dinas Pendidikan

Kota Bandung ?

2. Bagaimana gambaran tingkat komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan

Kota Bandung ?

3. Seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional di

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung ?

1.3Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan langkah awal suatu penelitian yang dimaksudkan

untuk memperoleh pengetahuan dan pengkajian ilmiah tentang budaya organisasi dan

(21)

penelitian tercapai dengan baik. Secara terperinci tujuan yang ingin dicapai melalui

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui tinggi atau rendah budaya organisasi di Kantor Dinas

Pendidikan Kota Bandung

2. Untuk mengetahui gambaran tingkat kualitas komitmen organisasional dalam

Lingkungan Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung

3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen

organisasional dalam Lingkungan Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan

Kota Bandung

1.4Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Secara Teoretik

Menambah pengetahuan tentang pengaruh budaya organisasi yang akhirnya

berpengaruh kepada komitmen organisasi. Juga menjadi bahan perbandingan

terhadap penelitian serupa baik yang telah dilakukan maupun masa yang akan

datang.

2. Secara Praktis

Berguna bagi organisasi dalam mempertahankan kekuatan organisasi. Organisasi

dapat meningkatkan komunikasi organisasi guna terjalinnya hubungan yang baik

sesama rekan kerja. Selain itu, budaya organisasi dapat mengetahui bagaimana

kerja pegawai melalui kedisiplinan pegawai yang baik yang akhirnya berimplikasi

terhadap komitmen organisasi. Sehingga pencapaian tujuan organisasi akan mudah

(22)

Metode penelitian mempunyai peranan yang sangat penting karena merupakan

pedoman untuk penelitian dalam menyusun dan mengolah data. Hal ini sejalan dengan

pendapat Sugiyono (2015, hlm. 3) menyatakan:

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk

mendapatkan data mengenai tujuan dan kegunaan tertentu yang didasarkan pada

ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti

kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang asuk akal, sehingga

terjangkau oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan

mengetahui cara-cara yang digunakan.

Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu

menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Selain itu tingkat

eksplanasinya harus dapat menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti

serta hubungan satu variabel dengan variabel lainnya.

Berdasarkan penelitian seorang peneliti dapat memilih berbagai macam

penelitian sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan metode yang digunakan

oleh penelitian adalah metode deskriptif. Sugiyono (2010, hlm. 29) menyatakan bahwa:

“Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau

menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan

yang lebih luas”.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif

adalah penelitian yang diambil dari masalah aktual yang terjadi pada saat penelitian

dilaksanakan. Data yang digunakan dalam metode deskriptif merupakan data yang

sesuai dengan masalah-masalah yang ada dan sesuai dengan tujuan penelitian,

kemudian data tersebut dikumpulkan, untuk dianalisis dan diproses sesuai dengan

(23)

Menurut Masyhuri (2010, hlm. 45) pengertian “metode verifikatif adalah sebagai

(24)

menguji suatu cara dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di

tempat lain dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan”.

Metode verifikatif menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilakukan melalui

pengumpulan data di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi. Penelitian ini

bertujuan untuk menguji pengaruh variabel X terhadapY yang diteliti, yaitu Budaya

Organisasi (X) terhadap Komitmen Organisasi (Y).

3.2Partisipan

Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai kantor di Dinas Pendidikan

Bandung. Setelah dilakukan penyebaran, angket pun terkumpul seluruhnya atau 100%.

Jadi, responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah pegawai kantor di Dinas

Pendidikan Bandung sebanyak 57 orang. Berikut ini akan diuraikan karakteristik

responden berdasarkan jenis kelamin dan status kepegawaian.

Tabel 3. 1

Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-Laki 25 44 %

2 Perempuan 32 56 %

Jumlah 57 100%

Sumber: Hasil Penyebaran Angket, 2015

Tabel 3. 2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Presentase

1 20-30 7 12%

2 31-40 29 51%

3 41-50 15 26%

4 >50 6 11%

Total 57 100%

(25)

Tabel 3. 3

Partisipan Berdasarkan Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan

No Bidang Pekerjaan Pegawai

(orang)

1 Staf Sub. Bag Umum dan

Kepegawaian 13

2 Staf Keuangan 7

3 Staf Rencana dan Program 9

4 SPTKSD 8

5 SPSMP 6

6 SPSMAK 9

7 SPNFI 5

Jumlah 57

Sumber : Subag Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota bandung

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa dalam penelitian ini yang akan

menjadi sampel adalah karyawan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung yaitu 57

orang.

3.3Populasi dan Penelitian

3.3.1 Populasi

Untuk memperoleh dan mengumpulkan data yang akan diolah serta dianalisis,

kita harus menentukan populasinya terlebih dahulu. Pengertian populasi menurut

(26)

seseorang ingin mengadakan penelitian di wilayah penelitian, maka penelitiannya

merupakan penelitian populasi”.Adapun pendapat dari Sugiyono (2002, hlm. 57) :

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek

yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Sedangkan menurut Riduwan (2004, hlm. 55) “Populasi merupakan objek atau

subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan

masalah penelitian”.

Berdasarkan penelitian di atas yang menjadi populasi dalam penelitian ini

adalah karyawan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung yang berjumlah 131 orang.

Tabel 3. 4

Rekapitulasi Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan

No Staf Jumlah

Sumber : Subag Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota bandung

1.3.2 Sampel

Dalam suatu objek penelitian atau populasi biasanya terdapat populasi yang

sangat banyak. Oleh karenanya maka dalam mengadakan sebuah penelitian seorang

peneliti harus memikirkanefisiensi dan efektifitas kemampuan tenaga, biaya, dan waktu

yang jelas tentang metode yang digunakan sebagai bahan untuk pertimbangan yang

berkaitan dengan hal tersebut. Berkaitan dengan populasi, Winarno Surakhmad (1990,

hlm. 93) mengemukakan :

Tidak mungkin suatu penyelidikan selalu menyelidiki segenap populasi, padahal

(27)

penyelidikan terpaksa mempergunakan sebagian saja populasi yakni sampel yang dapat

dipandang representatif terhadap populasi itu.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dalam pengumpulan data untuk

penelitian ini peneliti hanya mengambil sebagian dari populasi. Hal ini sesuai

denganpendapat yang diungkapkan oleh Sugiyono (2002, hlm. 57) “Sampel adalah

sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.

Untuk menentukan besarnya sampel, maka peneliti menggunakan teknik simple

random sampling (sampel acak sederhana) yaitu “Sebuah proses sampling yang

dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap satuan sampling yang ada dalam populasi

mempunyai peluang yang sama untuk dipilih ke dalam sampel” (Ating Somantri dan

Sambas Ali M, 2006, hlm. 71). Peneliti menggunakan teknik ini sebab sampelnya

refresentatif atau mewakili populasi, dan proporsional denganprosesnyasederhana, serta

mengingat efisiensi dan efektifitas sehingga disesuaikan dengan keadaan objek

penelitian dalam penerimaan penyebaran sampel.

Untuk menentukan besarnya sampel dari populasi yang ada, peneliti

menggunakan rumus Slovin seperti menurut Husein Umar (2000, hlm. 146) yaitu:

n = �

+� 2

Keterangan:

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

e = tingkat kesalahan dalam memilih anggota sampel yang di tolerir

(tingkat kesalahan yang diambil dalam sampling ini adalah sebesar 10%)

Berdasarkan rumus di atas, maka dapat dihitung besarnya sampel berikut:

n =

(28)

Mengingat ukuran populasi sebesar 131 itu terdiri dari 7 bidang pegawai maka

ukuran sebanyak 57 itu harus mewakili 7 kelas tersebut, dengan demikian ukuran

sampel harus dialokasikan sebagai berikut:

1) Staf Sub. Bag Umum dan Kepegawaian : 9 × = 13

2) Staf Keuangan : 7 × =

3) Staf Rencana dan Program : × =

4) SPTKSD : 9 × =

5) SPSMP : × =

6) SPSMAK : × =

7) SPNFI : × =

Cara penarikan ukuran sampel dari populasi yaitu dengan teknik undian. Di bawah

ini merupakan langkah-langkah untuk menentukan ukuran sampel:

1) Sediakan frame of population untuk tiap bidang .

2) Tiap anggota populasi tiap bidang pegawai di undi

3) Pengundian dilakukan dengan cara menuliskan nama setiap anggota populasi

pada lembaran-lembaran kertas berukuran 1x2 cm.

4) Selanjutnya gulung kertas tersebut dan masukan kedalam kotak kosong, lalu

(29)

Ambil gulungan kertas tersebut satu persatu dari kotak sampai mencapai

sejumlah ukuran sampel yang diinginkan.

Tabel 3. 5 Responden

No Staf Jumlah Responden

1 Staf Sub. Bag Umum dan Kepegawaian 29 13

2 Staf Keuangan 17 7

3 Staf Rencana dan Program 21 9

4 SPTKSD 19 8

5 SPSMP 13 6

6 SPSMAK 20 9

7 SPNFI 12 5

Jumlah 131 orang 57 orang

Penulis menganggap bahwa semua karyawan yang berjumlah 131 orang yang

memiliki hak yang sama untuk menjadi responden. Agar pembagian instrumen

proporsional dan tidak terakomodir aspirasi, maka penulis melakukan pengundian

sehingga diperoleh responden pada tabel diatas.

3.4Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam

kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode

pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Wawancara

Sugiyono (2015, hlm. 194) menyatakan bahwa wawancara digunakan

sebagai alat pengumpulan data, untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih

mendalam mengenai permasalahan yang diteliti dan informasi dari responden.

(30)

“Angket merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam bentuk

pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah

disiapkan sebelumnya, dan harus diisi oleh responden” (Sambas Ali M, 2010, hlm. 20).

Angket disusun dan diberikan kepada pegawai yang menjadi sampel

penelitian, dengan isi pertanyaan yang diajukan oleh peneliti berkaitan dengan

tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan angket atau kuisioner, daftar

pertanyaannya dibuat secara terstruktur dengan bentuk pertanyaan terbuka (open

question). Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari responden.

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala rating scale.

Skala pengukuran rating scale menurut sugiyono (2006, hlm. 113) merupakan “Skala

pengukuran yang mengolah data mentah berupa angka, yang kemudian ditafsirkan

dalam pengertian kualitatif”. Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini harus

melalui tahap pengujian instrumen penelitian, yang terdiri dari uji validitas dan uji

reliabilitas.

Langkah-langkah penyususnan kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Menyusun kisi-kisi dari angket atau kuesioner tersebut.

2. Merumuskan item-item pernyataan dan alternatif jawaban.

3. Menetapkan skala penelitian kuesioner. Skala penelitian jawaban kuesioner

yang digunakan adalah skala lima kategori likert, tiap alternatifjawaban diberi

skor dari rentang 1-5.

4. Melakukan uji instrumen.

3.4.1 Pengujian Instrumen Penelitian

Sebelum dilakukan pengumpulan data yang sebenarnya, maka alat pengumpul

data dalam hal ini adalah angket harus layak pakai, oleh karena itu sebelumnya angket

Selalu

(31)

harus diujicobakan terlebih dahulu kepada responden di luar subjek penelitian. Dalam

penelitian ini pengujian instrumen dilakukan kepada 20 orang responden yang

merupakan karyawan yang bekerja di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya data angket yang terkumpul secara statistik dihitung validitas dan

reliabilitasnya. Jumlah item angket yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3. 6

Jumlah Angket Uji Coba

No Variabel Jumlah Item Angket

1 Budaya organisasi (X) 14

2 Komitmen Organisasi (Y) 14

Total 28

Sumber: Hasil Pembuatan Angket

3.4.1.1 Uji Validitas Instrumen

Alat ukur (instrumen) yang digunakan dalam penelitian harus tepat (valid).

Pengujian validitas instrumen digunakan untuk mengetahui seberapa besar ketepatan

dan ketelitian suatu alat ukur di dalam mengukur gejalanya.

Pengujian validitas instrumen menggunakan formula koefisien korelasi Product

Moment dari Karl Pearson dalam Sambas Ali M (2010, hlm. 26), yaitu :

� = �∑ − ∑ ∑

√[�∑ − ∑ ][�∑ − ∑

Keterangan:

rxy : Koefisien korelasi antaravariabel X dan Y

X : Skor pertama, dalam hal ini X merupakan skor-skor pada item

(32)

Y :Skor kedua, dalam hal ini Y merupakan jumlah skor yang

diperolehtiap responden.

∑X : Jumlah skor dalam distribusi X

∑Y : Jumlah skor dalam distribusi Y

∑X2

: Jumlah jumlah kuadrat dalam skor distribusi X

∑Y2

: Jumlah jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y

N : Banyaknya responden

Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur validitas instrumen

penelitian adalah sebagai berikut:

1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji validitasnya, kepada responden yang

bukan responden sesungguhnya.

2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.

3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data

yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan pengisian item

angket.

4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh.

5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi pada

tabel pembantu.

6. Menghitung nilai koefisien korelasi product moment untuk setiap bulir/item angket

dari skor-skor yang diperoleh.

7. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n – 2.

8. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r.

Kriterianya jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka item instrumen

dinyatakan valid. Sebaliknya jika nilai hitung r lebih kecil (<) dari nilai tabel r,

maka item instrumen dinyatakan tidak valid.

Jika instrumen tersebut valid, maka item tersebut dapat dipergunakan pada

(33)

bantuan Microsoft Office Excel 2010. Maka akan diperoleh nilai rxy n kemudian

dibandingkan dengan r el dengan n = 20 dengan taraf nyata (α) = 0,05 pada tingkat

kepercayaan 95%. Jika r n ≥ r el , maka instrumen dinyatakan valid, dan

sebaliknya jika r n <r el , maka instrumen dinyatakan tidak valid. Berikut

rekapitulasi perhitungannya:

Tabel 3. 7

Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi (X)

No. Item r hitung r tabel Ket

1 0,684 0,444 Valid

2 0,523 0,444 Valid

3 0,731 0,444 Valid

4 0,919 0,444 Valid

5 0,428 0,444 Valid

6 0,736 0,444 Valid

7 0,498 0,444 Valid

8 0,750 0,444 Valid

9 0,640 0,444 Valid

10 0,600 0,444 Valid

11 0,575 0,444 Valid

12 0,531 0,444 Valid

13 0,567 0,444 Valid

14 0,471 0,444 Valid

(34)

Berdasarkan tabel di atas pengujian validitas terhadap 14 item untuk Budaya

Organisasi (Variabel X), menunjukkan keseluruhan item dinyatakan valid. Dengan

demikian, seluruh item dapat digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data variabel

Budaya Organisasi berjumlah 14 item.

Tabel 3. 8

Hasil Uji Validitas Komitmen Organisasi (Y)

No.

Item r hitung r tabel Ket

1 0,704 0,444 Valid

2 0,695 0,444 Valid

3 0,909 0,444 Valid

4 0,674 0,444 Valid

5 0,567 0,444 Valid

6 0,870 0,444 Valid

7 0,520 0,444 Valid

8 0,785 0,444 Valid

9 0,595 0,444 Valid

10 0,599 0,444 Valid

(35)

12 0,761 0,444 Valid

13 0,786 0,444 Valid

14 0,471 0,444 Valid

Sumber: Hasil Pengolahan Data Responden

Pengujian validitas terhadap 14 item untuk variabel Komitmen Organisasi

(Variabel Y), menujukkan keseluruhan item dinyatakan valid. Dengan demikian, item

yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data variabel Komitmen

Organisasi berjumlah 14 item.Dengan demikian secara keseluruhan rekapitulasi jumlah

angket hasil uji coba dapat ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 3. 9

Jumlah Item Angket Hasil Uji Coba

No Variabel

Jumlah Item Angket

Sebelum

Uji Coba

Setelah Uji Coba

Valid Tidak Valid

1 Budaya Organisasi (X) 14 14 -

2 Komitmen Organisasi (Y) 14 14 -

Total 28 28 -

Sumber: Hasil Pengolahan data

3.4.1.2Uji Reabilitas Instrumen

Di dalam penelitian suatu alat pengukur (instrumen) harus bersifat reliabel.

Suatu instrumen pengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten, cermat

(36)

dilakukan beberapa kali pengujian dengan melibatkan kelompok subjek yang sama. Uji

reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari

instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.

Suharsimi Arikunto dalam Sambas Ali M (2010:31) formula yang digunakan

untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah Koefisien Alfa (α) dari

Cronbach (1951), yaitu :

� = [� − 1] [1 −� ∑ � � ]

Dimana rumus varians sebagai berikut:

� =∑ − ∑�

Keterangan:

� : reliabilitas instrumen/koefisien korelasi/korelasi alpha

k : banyaknya bulir soal

∑ �� : jumlah varians bulir

� : varians total

∑X : jumlah skor

N : jumlah responden

Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur reliabilitas

(37)

1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji reliabilitasnya, kepada responden yang

bukan responden sesungguhnya.

2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.

3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data

yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan pengisian item

angket.

4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh.

5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi pada

tabel pembantu.

6. Menghitung nilai varians masing-masing item dan varians total.

7. Menghitung nilai koefisien alfa.

8. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n – 2.

9. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r.

Kriterianya jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka instrumen

dinyatakan reliabel. Sebaliknya, jika nilai hitung r lebih kecil (<) dari nilai tabel r,

maka instrumen dinyatakan tidak reliabel.

Tabel 3. 10

Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Variabel Y

No Variabel Hasil Keterangan

r n r el

1 Budaya Organisasi (X) 0,831 0,423 Reliabel

2 Komitmen Organisasi (Y) 0.904 0.423 Reliabel

Berdasarkan tabel di atas, hasil perhitungan reliabilitas terhadap variabel X (Budaya

Organisasi) dinyatakan reliabel karena r n > nilai r el yaitu: 0,831 > 0,423

Selanjutnya, hasil perhitugan reliabilitas terhadap variabel Y (Komitmen Organisasi)

(38)

3.5 Prosedur Penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu variabel

yang mempengaruhi variabel lain. Sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang

dipengaruhi oleh variabel lain.

Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (X) yaitu

Budaya Organisasi, dan variabel terikat (Y) yaitu Komitmen Organisasi. Penulis

merumuskan definisi-definisi variabel tersebut sebagai berikut:

3.5.1 Operasional Variabel Budaya Organisasi

Definsi dari Stephen Robbins (2006, hlm. 721) mengungkapkan budaya

organisasi merupakan sistem makna yang dianut oleh anggota – anggota yang

membedakan organisasi itu dengan dengan organisasi lainnya

Robbins (2008, hlm. 256) memberikan tujuh indikator budaya organisasi, yaitu :

1. Inovasi dan pengambilan resiko. Tingkat dimana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan mengambil resiko.

2. Perhatian terhadap detail. Tingkat dimana karyawan diharapkan untuk menampilkan ketepatan analis dan perhatian terhadap detail

3. Orientasi hasil. Tingkat dimana manajer memusatkan perhatian pada hasil

– hasil, bukannya pada teknik - teknik dan proses proses yang digunakan untuk mencapai hasil itu.

4. Orientasi orang. Tingkat dimana keputusan – keputusan manajemen memperhitungkan pengaruh hasil – hasil terhadap manusia di dalam organisasi itu.

5. Orientasi tim. Tingkat dimana kegiatan kegiatan kerja disusun sekitar tim

– tim bukan individu – individu

6. Keagresifan. Tingkat dimana orang bersikap agresif dan bersaing bukannya ramah dan bekerja sama.

7. Kemantapan. Tingkat dimana kegiatan – kegiatan organisasi menekankan usaha mempertahankan status quo bukannya pertumbuhan.

Untuk memudahkan pemeriksaan operasionalisasi variabel budaya organisasi

(39)

Tabel 3. 11

Operasionalisasi Variabel Budaya Organisasi

Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala No Item

(40)
(41)

Sumber : Robbins (2008, hlm. 256)

3.5.2 Operasional Variabel Komitmen Organisasi

pengertian komitmen organisasi, diungkapkan oleh Allen & Meyer (dalam Luthans

2006, hlm. 249) ”Komitmen organisasi merupakan keyakinan yang menjadi pengikat

seseorang dengan organisasi tempatnya bekerja, yang ditunjukkan dengan adanya

loyalitas, keterlibatan dalam pekerjaan dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan

organisasi”

Menurut Allen dan Meyer (Luthans, 2006, hlm. 249) membedakan komitmen

atas tiga indikator, yaitu :

1) Komitmen Afektif (affective commitment) perasaan emosional untuk organisasi

dan keyakinan dalam nilai – nilainya.

2) Komitmen Kelanjutan (continuence commitment), komitmen untuk bertahan

dengan organisasi untuk alasan-alasan moral atau etis.

3) Komitmen Normatif (normative commitment), nilai ekonomi yang dirasa dari

bertahan dengan sebuah organisasi bila di bandingkan dengan meninggalkan

organisasi tersebut.

Tabel 3. 12

Operasionalisasi Variabel Komitmen Organisasi

7. Kemantapan 1. Tingkat

(42)

Konsep Variabel Indikator

1. Tingkat kesenangan dalam

berkarir di kantor dinas

2. Merasa senang dan bangga

terhadap kantor dinas.

3. Tingkat keinginan untuk

mempertahankan

keanggotaan

4. Tingkat kepedulian

terhadap masalah yang di

hadapi di kantor dinas

5. Tingkat kesedian karyawan

untuk tetap bekerja keras

1. Tingkat kesadaran akan hak

(43)

Sumber : Allen dan Meyer (Luthans, 2006, hlm. 249)

3.6 Uji Asumsi

3.6.1 Uji Normalitas

Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu

distribusi data. Hal ini pentingdiketahui berkaitan dengan ketetapan pemilihan uji

statistik yang akan dipergunakan. Pengujian normalitas ini harus dilakukan apabila

belum ada teori yang menyatakan bahwavariabel yang diteliti adalahnormal.

Penggunaan statistik parametrik, bekerja dengan asumsi bahwa data setiap

variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal,maka teknik

statistik parametrik tidak dapat digunakan untuk alat analisis. Dengan demikian

penelitian harus membuktikan terlebih dahulu, apakah data yang akan dianalisis itu

berdistribusi normal atau tidak. “Suatu data yang membentuk distribusi normal bila

jumlah data di atas dan di bawah rata-rata adalah sama, demikian juga simpangan

bakunya” (Sugiyono, 2004, hlm. 69). Uji normalitas yang penulis gunakan dalam

penelitian ini adalah metode Liliefors Test, karena kelebihan Liliefors Test adalah peraturan yang ada di

(44)

penggunaan/penghitungannya yang sederhana, serta cukup kuat (powerfull) sekalipun

ukuran sampel kecil (n=4), Harun Al Rasyiddalam Ating Somantri dan Sambas Ali

M(2006). Langkah kerjanya sebagai berikut:

1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa data :

2. Periksa data, berapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).

3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.

4. Berdasarkan frekeunsi kumulatif, hitunglah proporsi empirik (observasi), , fki = fi + fkisebelumnya.

5. Hitung nilai z untuk mengetahui theoritical proportion pada tabel z: dimana nilai

z, Formula,

6. Menghitung therotical proportion:

7. Bandingkanlah emphirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah selisih terbesar di dalam titik observasi antara kedua proporsi tadi.

8. Carilah selisih terbesar di luar titik observasi

9. Apabila Dhitung  Dtabel dengan derajat kebebasan (dk) (0,05), maka dapat dinyatakan bahwa sampel penelitian mengikuti distribusi normal.

3.6.2 Uji Linieritas

Uji linieritas, dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel

terikat dengan masing-masing variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas dilakukan

dengan uji kelinieran regresi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian

linieritas regresi menurut Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006, hlm. 296) adalah :

1. Menyusun tabel kelompok data variabel x dan variabel y. 2. Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK reg(a)) dengan rumus:

JK reg(a) = Σ

3. Menghitung jumlah kuadrat regresi b І a (JK reg(a)) dengan rumus:

� / = � [∑ −∑ . ∑ ]

(45)

JKres = ΣY2– JKreg (b/a) – JK reg (a)

5. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJKreg(a)) dengan rumus: RJKreg(a)= JK reg (a)

6. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJKreg(a)) dengan rumus: RJKreg(a) = JKreg (b/a)

7. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJKres) dengan rumus: RJKres= JKres

N – 2

8. Menghitung jumlah kuadrat error (JKE) dengan rumus:

� = ∑ {∑ − ∑� }

9. Untuk menghitung JKE urutkan data x mulai dari data yang paling kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya.

10. Menghitung jumlah kuadrat tuna cocok (JKTC) dengan rumus: JKTC = JKres – JKE

11. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok (RJKTC) dengan rumus: RJKTC = JKTC

K – 2

12. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error (RJKE) dengan rumus: RJKE = JKE

N – k

13. Mencari nilai uji F dengan rumus: F = RJKTC

RJKE

14. Menentukan kriteria pengukuran: Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka distribusi berpola linier.

15. Mencari nilai Ftabel pada taraf signifikan 95% atau α = 5 %

16. Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat kesimpulan.

3.6.3 Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas mengasumsikan bahwa setiap variabel memiliki varians

yang homogen. Uji statistika yang akan dibahas dalam hal ini adalah uji Burlett dengan

(46)

nilai hitung X2> nilai tabel, maka H0 menyatakan varians skornya homogen ditolak,

dalam hal lainnya diterima. Nilai hitung diperoleh dengan rumus :

Sumber : Ating Somantri dan Sambas Ali M(2006, hlm. 294)

Menurut Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006, hlm. 295), langkah-langkah

yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitasvarians ini adalah sebagai berikut :

1. Menentukan kelompok-kelompok data dan menghitung varians untuk tiap

kelompok tersebut.

2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses penghitungan.

3. Menghitung varians gabungan.

4. Menghitung log dari varians gabungan. 5. Menghitung nilai barlett.

6. Menghitung nilai.

7. Menentukan nilai dan titik kritis.

8. Membuat kesimpulan.

3.7 Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari hasil pengetesan, merupakan data yang masih mentah.

Agar data tersebut mempunyai arti, maka diperlukan pengolahan dan analisis data

(47)

Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitugan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis, langkah teakhir tidak dilakukan.

Tujuan dilakukannya analisis antara lain untuk mendeskripsikan data, sehingga

dapat dipahami karakteristiknya, juga untuk menarik kesimpulan tentang karakteristik

populasi berdasarkan data yang telah diperoleh. Kesimpulan ini biasanya dibuat

berdasarkan pendugaan dan pengujian hipotesis.

1.7.1 Analisis Deskriktif

Teknik analisis data deskriptif merupakan bagian dari teknik analisis data,

menurut Sambas Ali M dan Maman A (2007, hlm. 53) menjelaskan :

Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui statistika deskriptif, yaitu statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi hasil penelitian.

Analisis ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah

dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah nomor 1 dan 2

maka teknik analisis data yang akan digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu

untuk mengetahui gambaran budaya organisasi dan komitmen organisasi karyawan.

Untuk mempermudah dalam mendeskripsikan variabel penelitian, digunakan kriteria

tertentu yang mengacu pada skor angket yang diperoleh dari responden. Data yang

diperoleh kemudian diolah, maka diperoleh rincian skor dan kedudukan responden

berdasarkan urutan angket yang masuk untuk masing-masing variabel. Untuk itu penulis

menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002, hlm.

81) yaitu :

1. Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan menggunakan rumus :

(48)

2. Membandingkan jumlah skor hasil angket dengan jumlah skor item, untuk mencari jumlah skor dari hasil angket dengan rumus:

xi= x1 x2 x3 ...+x37.

Keterangan :

X1 = Jumlah skor hasil angket variabel x

X1-Xn = Jumlah skor angket masing masing responden

3. Membuat daerah kontinum. Langkah langkahnya sebagai berikut: a. Menentukan kontinum tertinggi dan terendah

1. Sangat Tinggi : K = ST x JB x JR 2. Sangat Rendah : K = SR x JB x JR

b. Menentukan selisih skor kontinum dari setiap tingkatan dengan rumus:

1. R = � � ���− � ℎ

5

c. Menentukan daerah kontinum sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan cara menambahkan selisih (R) dari mulai kontinum sangat rendah ke kontinum sangat tinggi.

4. Sebagaimana hasil perhitungan dari langkah-langkah di atas, maka dapat disimpulkan dalam rekapitulasi skor kriterium antara lain seperti berikut :

Tabel 3. 13

Skala Penafsiran Skor Rata-rata

No Skor Kriterium Kategori Penafsiran

1. 1,00 – 1,79 Sangat rendah Tidak Pernah

2. 1,80 – 2,59 Rendah Pernah

3. 2,60 – 3,39 Sedang Kadang-kadang

4. 3,40 – 4,19 Tinggi Sering

5. 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Selalu

Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2014.

1.7.2 Analisis Inferensial

Statistik inferensial meliputi statistik parametris yang digunakan untuk data

interval dan ratio serta statistik nonparametris yang digunakan untuk data nominal dan

(49)

digunakan adalah data interval.Ciri analisis data inferensial adalah digunakan rumus

statistik tertentu(misalnya uji t, uji F, dan lain sebagainya).

Analisis data ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan nomor 3 yang telah

dirumuskan dalam rumusan masalah, maka teknik analisis data yang digunakan adalah

analisis regresi, yaitu “seberapa besar pengaruh positif dan seberapa besar pengaruh

budaya organisasi terhadap komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota

Bandung”.

Adapun langkah yang penulis gunakan dalam analisis regresi seperti yang

dikemukakan oleh Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006:243), yaitu :

1. Mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris. 2. Menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh

variabel independen.

3. Menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak.

4. Melihat apakah tanda dan magnitud dari estimasi parameter cocok dengan teori.

Peneliti menggunakan model regresi sederhana yaitu Ŷ= a + bX

Keterangan: Ŷ = variabel tak bebas (nilai duga)

X = variabel bebas

a = penduga bagi intersap (α)

b = penduga bagi koefisien regresi (β)

α dan β parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistika sampel.

Karena data sudah berskala interval maka hipotesis dapat langsung diuji dengan

menggunakan uji persyaratan regresi yang meliputi uji normalitas, linieritas dan

homogenitas, setelah itu dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui

(50)

1.7.2.1 Menghitung Koefisien Korelasi

Untuk mengetahui hubungan variabel X dengan Y dicari dengan

menggunakan rumus Koefisien Korelasi Pearson Product Moment, yaitu:

 

 

Sedangkan untuk mengetahui kadar pengaruh variabel X terhadap

variabel Y dibuat klasifikasi sebagai berikut :

Tabel 3. 14

Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah

Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi atau sumbangan variabel

yang diberikan variabel budaya organisasi terhadap variabel komitmen

organisasi karyawan digunakan rumus koefisien determinasi (KD) sebagai

berikut :

(51)

Sumber :Ating Somantri (2006:341)

Dengan r2 dicari dengan rumus sebagai berikut:

r2 =

2 2

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Determinasi

Interval Koefisien Hubungan

Sumber : Sugiyono (2010, hlm. 187)

3.8 Pengujian Hipotesis

Hipotesis merupakan pernyataan/jawaban yang masih perlu diuji kebenarannya.

Tujuan dilakukannya uji hipotesis adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh

yang cukup jelas antar variabel independen dan variabel dependen, dengan

dilakukannya pengujian hipotesis ini akan didapat suatu keputusan menerima atau

menolak hipotesis. Adapun alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antar

variabel independen dan variabel dependen yaitu analisis regresi sederhana. Menurut

Sambas Ali Muhidin (2010, hlm. 43), langkah-langkah pengujian hipotesis untuk

(52)

1. Menentukan rumusan hipotesis H dan H

: = 0 : Tidak terdapat pegaruh antara variabel X terhadap variabel Y.

H1: β ≠ 0 : Terdapat pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y.

2. Menentukan taraf kemaknaan/nyata α (lefel of significant α).

3. Menghitung nilai koefisien tertentu (dalam penelitian ini menggunakan analisis

regresi).

4. Menentukan titik kritis dan daerah kritis (daerah penolakan) H0.

5. Perhatikan apakah nilai hitung jatuh di daerah penerimaan atau penolakan.

(53)

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat

diambil beberapa kesimpulan seperti yang dijabarkan sebagai berikut :

1. Gambaran budaya organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, yang

terdiri dari 7 indikator yaitu 1) Inovasi dan pengambilan resiko, 2) Perhatian

kerincian, 3) Orientasi hasil, 4) Orientasi Orang, 5) Orientasi Tim, 6)

Keagresifan dan 7) Kemantapan. Ketujuh indikator tersebut berada pada

kategori cukup kuat. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap indikator dari

budaya organisasi sudah berada dalam kategori cukup kuat. Berdasarkan

indikator yang menjadi kajian dalam penelitian ini, diketahui bahwa indikator

perhatian terhadap detail memiliki tingkat persentase tertinggi, sedangkan

indikator kemantapanmemiliki tingkat persentase terendah.

2. Gambaran komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung,

yang diukur oleh 3 indikator yaitu: 1) komitmen afektif ; 2) komitmen kelanjutan

; 3) Komitmen normative ; berada pada kategori cukup kuat. Hal ini

membuktikan bahwa setiap indikator dari komitmen organisasi sudah dilakukan

dengan cukup baik. Dari ketiga indikator tersebut terdapat satu indikator yang

berada pada kategori kuat yaitu komitmen afektif, sedangkan dua indikator

lainnya berada pada kategori cukup kuat yaitu komitmen kelanjutan dan

komitmen normatif . Berdasarkan indikator yang menjadi kajian penelitian ini,

diketahui bahwa indikator komitmen kelanjutan dan komitmen normatif)

memiliki tingkat persentase terendah, sedangkan indikator komitmen afektif

memiliki tingkat persentase yang tertinggi.

(54)
(55)

kepada detail, Orientasi Hasil, Orientasi Orang, Orientasi Tim, Agresivitas dan

Kemantapan, memiliki pengaruh yang kuat antara variabel Budaya Organisasi

terhadap Komitmen organisasi, dengan analisis korelasi berada pada kategori

cukup kuat.

5.2Implikasi dan Rekomendasi

1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Dalam penelitian ini variabel x (budaya organisasi) memiliki hasil yang menunjukan kategori cukup kuat. Akan tetapi, indikator kemantapan dalam variabel budaya organisasi memiliki skor terendah dibandingkan dengan indikator yang lainnya. Ukuran dalam indikator ini adalah berkaitan dengan tingkat perubahan kebijakan dan peraturan yang ada serta tingkat pemahaman karyawan terhadap visi dan misi organisasi. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan efektifitas budaya organisasi pada indikator kemantapan disarankan agar pemimpin mengukur seberapa besar kemantapan yang dimiliki oleh setiap pegawai dan meningkatkannya dengan cara kegiatan – kegiatan organisasi menekankan usaha mempertahankan status quo bukannya pertumbuhan. Hal tersebut sesuai dengan salah satu pendapat yang dikemukakan menurut Robbins (2008, hlm. 256) : yang menyatakan bahwa

“Kemantapan yaitu Sejauh mana kegiatan organisasi menekankan

dipertahankannya status quo sebagai lawan dari pertumbuhan atau inovasi”

2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Dalam penelitian ini Variabel

y (komitmen organisasi) dalam penelitian ini menunjukan berada pada kategori

yang cukup kuat. Akan tetapi, indikator komitmen kelanjutan dan komitmen

normatif menunjukan hasil yang rendah dibandingkan dengan indikator yang

lainnya. Ukuran dalam indikator kelanjutan ini adalah berkaitan dengan tingkat

kesadaran akan hak dan kewajiban yang harus dijalankan karyawan di kantor

dinas, tingkat tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan, tingkat kesetian

karyawan di kantor dinas, tingkat kontribusi karyawan dalam kemajuan kantor

dinas dan tingkat kepatuhan karyawan terhadap peraturan yang ada di kantor

dinas. dalam indikator komitmen normatif ini adalah berkaitan dengan tingkat

(56)

apabila meninggalkan kantor dinas, kesesuaian keinginan karyawan dengan

pekerjaan di kantor dinas, pengembangan karir karyawan dikantor dinas. Oleh

karena itu, untuk memaksimalkan efektifitas komitmen organisasi pada indikator

komitmen kelanjutan dan komitmen normatif agar pemimpin mengukur

seberapa besar komitmen untuk bertahan dengan organisasi untuk alasan-alasan

moral atau etis dan nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan dengan sebuah

organisasi bila di bandingkan dengan meninggalkan organisasi tersebut. Hal

tersebut sesuai dengan salah satu pendapat yang dikemukakan menurut Allen

dan Meyer (Luthans, 2006, hlm. 249) ),yang menyatakan bahwa, “ ada 3 jenis

yang membedakan komitmen organisasi, yaitu komitmen afektif (affective

commitment) perasaan emosional untuk organisasi dan keyakinan dalam nilai –

nilainya, komitmen kelanjutan (continuence commitment), komitmen untuk

bertahan dengan organisasi untuk alasan-alasan moral atau etis. dan komitmen

normatif (normative commitment), nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan

dengan sebuah organisasi bila di bandingkan dengan meninggalkan organisasi

(57)

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. (2010). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Cheung, M. F. Y.,Wong, C-H. (2010). Transformational Leadership, Leader Support, and Employee Creativity. Leadership & Organization Development Journal, Vol. 32 No. 7.

Gibson, James L. Jhon M. Ivancevich dan James H. Donnely, Jr. (1996).

Organisasi. Perilaku struktur, proses, (Alih Bahasa Nunuk Andriani)

Jakarta : Binarupa aksara.

Hasibuan, Malayu S.P. (1996). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi.

Jakarta: Bumi Aksara

Luthans, Fredh (2006). Perilaku Organisasi. Alih bahasa, V. A Yuwono dkk.. Yogyakarta. Andi

Marwansyah. 2010.” Manajemen Sumber Daya Manusia”. Bandung: Alfabeta

Muhidin, Sambas A. dan Somantri, Ating. (2006). Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.

Muhidin, Sambas Ali. (2010). Statistika 1 Pengantar untuk Penelitian. Bandung: Karya Adhika Utama.

_______. (2010). Statistika 2 Pengantar untuk Penelitian. Bandung: Karya Adhika Utama.

Muhidin, Sambas Ali dan Sontani, Uep Tatang. (2010). Desain Penelitian Kuantitatif. Bandung: Karya Adhika Utama.

Muhidin, Sambas A dan Abdurahman Maman. (2007). Analisis Korelasi Regresi dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia.

Nevizond Chatab.2007.”Profil Budaya Organisasi”. Bandung: Alfabeta

Riani, Asri Laksmi 2011. “Budaya organisasi”. Yogyakarta. Graha Ilmu

Riduwan. (2004). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Gambar

Tabel 1. 1  Rata-Rata Penilaian Perilaku Pegawai
Tabel 1. 2 Tabel Rekapitulasi Target dan Realisasi Kerja
Tabel 3. 1 Partisipan  Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 3. 3 Partisipan  Berdasarkan Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh independensi auditor, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja auditor (Studi

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA PEGAWAI DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH..

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh independensi, gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, budaya organisasi, gender dan pemahaman good governance

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi pegawai terhadap kualitas laporan keuangan, pengaruh komitmen organisasi terhadap kualitas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, budaya organisasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai bagian

melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja serta Implikasinya Terhadap Komitmen Pegawai Pada Universitas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, budaya organisasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai bagian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi, untuk mengetaui dan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap