PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA
BANDUNG
SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
oleh
JULFIYANA
NIM 1105494
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
Oleh:
Julfiyana
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Julfiyana
Universitas Pendidikan Indonesia Agustus 2015
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP
KOMITMEN ORGANISASI DALAM INSTITUSI
PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA
BANDUNG
disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing
Dra. Hj. Nani Sutarni, M.Pd. NIP. 196111081986012001
Mengetahui, Ketua Program Studi
Pendidikan Manajemen Perkantoran
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP
KOMITMEN ORGANISASI DALAM INSTITUSI
PENDIDIKAN DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA
BANDUNG
oleh: Julfiyana
1105494
Skripsi ini dibimbing oleh: Dra. Hj. Nani Sutarni, M.Pd.
Masalah yang dikaji dalam penelitan ini adalah belumoptimalnya tingkat komitmen organisasi di Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. Guna mencapai tujuan serta peningkatan kualitas kinerja di sebuah organisasi dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki tingkat kualitas komitmen yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi pegawai adalah budaya organisasi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat budaya Organisasi dan komitmen organisasi, serta mengukur pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Responden dalam penelitian ini berjumlah 57 orang pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey eksplanasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan penyebaran angket mengenai Budaya dan komitmen organisasi. Untuk perhitungan angket menggunakan skala pengukuran
rating scale. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Untuk menentukan ukuran sample menggunkan rumus slovin, dan tehnik sampling menggunakan tehnik proportionate random sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel X yaitu budaya organisasi berada pada kategori cukup kuat dan variabel Y yaitu komitmen organisasi berada pada kategori cukup kuat. Uji hipotesis menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa korelasi ada pada kategori cukup kuat antara budaya organisasi terhadap komitmen organisasi.
Julfiyana, 2015
THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CULTURE ON
ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EDUCATIONAL
Dra. Hj. Nani Sutarni, M.Pd.The problem studied in this research is not optimal level of organizational commitment in Educational Institutions in Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. In order to achieve the objectives as well as improving the quality of performance in an organization's human resources are needed to have a high level of quality commitment. One of the factors that influence employee commitment to the organization is the organization's culture.
The purpose of this study was to determine the level of Organizational culture and organizational commitment, and measure the influence of organizational culture on organizational commitment of employees in Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Respondents in this study amounted to 57 employees in Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung. The method used was survey method explanation. Data collection techniques used in this study were interviews and questionnaires regarding culture and organizational commitment. For the calculation of the questionnaire used measurement scale rating scale. Data analysis techniques used are simple regression analysis. To determine the size of the sample using the formula slovin, and the sampling techniques using proportionate random sampling technique.
DAFTAR TABEL ... 3
DAFTAR GAMBAR ... 5
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
1.1 Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.4 Kegunaan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESISError!
Bookmark not defined.
2.1 Kajian Teori ... Error! Bookmark not defined.
2.1.1 Budaya Organisasi ... Error! Bookmark not defined.
2.1.2 Konsep Komitmen ... Error! Bookmark not defined.
2.1.3 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi Error! Bookmark not defined.
2.2 Kajian Penelitian Terdahulu ... Error! Bookmark not defined.
2.3 Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.
2.4 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.
3.1 Desain Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.2 Partisipan ... Error! Bookmark not defined.
3.3 Populasi dan Penelitian... Error! Bookmark not defined.
3.3.1 Populasi ... Error! Bookmark not defined.
3.3.2 Sampel ... Error! Bookmark not defined.
3.4 Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.4.1 Pengujian Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.5 Prosedur Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
3.5.1 Operasional Variabel Budaya OrganisasiError! Bookmark not defined.
3.5.2 Operasional Variabel Komitmen OrganisasiError! Bookmark not defined.
3.7.1 Analisis Deskriktif ... Error! Bookmark not defined.
3.7.2 Analisis Inferensial ... Error! Bookmark not defined.
3.8 Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN ... Error! Bookmark not defined.
4.1 Temuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.1.1 Pembahasan Temuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.1.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data Error! Bookmark not defined.
4.1.3 Pengujian Hipotesis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi ... Error! Bookmark not defined.
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.2.1 Budaya Organisasi dalam Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung ... Error! Bookmark not defined.
4.2.2 Komitmen Organisasi dalam Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung ... Error! Bookmark not defined.
4.2.3 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi dalam
Lingkungan Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung Error! Bookmark not defined.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.
5.1 Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.
5.2 Implikasi dan Rekomendasi ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Rata-Rata Penilaian Perilaku Pegawai . Error! Bookmark not defined. Tabel 1. 2 Tabel Rekapitulasi Target dan Realisasi KerjaError! Bookmark not defined. Tabel 2. 1 Kajian Penelitian Terdahulu...Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 1 Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin...Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 2 Karakteristik Responden Berdasarkan UsiaError! Bookmark not defined. Tabel 3. 3 Partisipan Berdasarkan Pegawai di Kantor Dinas PendidikanError! Bookmark not defined.
Tabel 3. 4 Rekapitulasi Pegawai di Kantor Dinas PendidikanError! Bookmark not defined. Tabel 3. 5 Responden ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 6 Jumlah Angket Uji Coba... Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 7 Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi (X)Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 8 Hasil Uji Validitas Komitmen Organisasi (Y)Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 9 Jumlah Item Angket Hasil Uji Coba ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 10 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Variabel YError! Bookmark not defined. Tabel 3. 11 Operasionalisasi Variabel Budaya OrganisasiError! Bookmark not defined. Tabel 3. 12 Operasionalisasi Variabel Komitmen OrganisasiError! Bookmark not defined. Tabel 3. 13 Skala Penafsiran Skor Rata-rata ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 14 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 15 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien DeterminasiError! Bookmark not defined.
Tabel 4. 1 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Budaya
Organisasi...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.2 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Inovasi dan Pengambilan Resiko ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4. 7 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap KeagresifanError! Bookmark not defined.
Tabel 4. 8 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap KemantapanError! Bookmark not
defined.
Tabel 4. 9 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Variabel Komitmen Organisasi ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4. 10 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Komitmen Afektif
... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4. 11 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Komitmen Kelanjutan ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4. 12 Kecenderungan Jawaban Responden Terhadap Indikator Komitmen Normatif ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4. 13 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4. 14 Hasil Rekapitulasi Uji Homogenitas Variabel X dan YError! Bookmark not defined.
Gambar 2. 3 Kerangka Konseptual Model Analisis Perilaku S-O-B-CError! Bookmark not defined.
Gambar 2. 4 Perilaku Individu dalam Konteks Perilaku OrganisasiError! Bookmark not defined.
Lembaga yang berkembang tentunya harus memiliki kualitas yang baik dari
semua bidang yang ada. Namun sampai saat ini, makin banyak lembaga yang tidak
dapat mempertahankan kualitasnya, capaian kinerja yang diraih kadang mengalami
kenaikan dan mengalami penurunan terutama pada kualitas sumber daya manusia
(SDM), hal ini bisa saja mempengaruhi komitmen organisasi karyawan dan dapat
berakibat kurang baik dalam pencapaian tujuan lembaga.
Jika ini sering terjadi pada lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya di Dinas
Pendidikan Kota Bandung, oleh karena itu lembaga pendidikan perlu memperhatikan
hal-hal yang mempengaruhi pada penurunan komitmen organisasi karyawannya
tersebut. Pada sisi sumber daya manusia (SDM),komitmen organisasinya masih dapat
dikatakan kurang dari yang diharapkan, dikarenakan banyaknya karyawan yang tidak
dapat memaksimalkan pekerjaannya. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Kantor
Dinas Pendidikan Kota Bandung, telah ditemukan kondisi komitmen organisasi banyak
karyawan yang tidak bertanggung jawab atas pekerjaan . Dalam satu tim hanya
beberapa orang yang bekerja bahkan hanya satu orang yang bekerja untuk sebuah tim.
Selain itu, hasil pekerjaan yang diberikan tidak memuaskan dan kurang baik. Hal
tersebut menjadikan pihak lembaga tidak dapat mencapai tujuan yang direncanakan
sebelumnya dengan maksimal.
Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung merupakan salah satu Lembaga
Pemerintahan di Bidang Pendidikan yang memfasilitasi masyarakat untuk para generasi
muda dan sekolah-sekolah agar mendapatkan haknya berupa pelayanan pendidikan
maupun non pendidikan serta membentuk generasi muda bangsa yang cerdas.
Demi kepuasan masyarakat dan sekolah di Kota Bandung ini, maka
pada masyarakat dan sekolah dapat diberikan dengan maksimal. Namun saat ini, masih
kurang maksimal, sehingga hasil pekerjanya tidak memuaskan dan prestasinya pun
menurun serta berdampak negatif bagi lembaga yang bersangkutan.
Berdasarkan survei awal dengan wawancara dengan Kepala Staf Sub Bagian
Umum dan Kepegawaian, meskipun pada dasarnya kehadiran pegawai baik, namun
masih banyak pegawai yang keluar saat jam kerja. Sedangkan jelas sekali bahwa saat
jam kerja pegawai seharusnya mengerjakan pekerjaan yang diamanatkan kepada setiap
pegawai. Selain itu pengumpulan tugas yang tidak tepat waktu pun menunjukan bahwa
pegawai kurang disiplin.
Menurut Kepala Staf Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menjelaskan bahwa
terdapat 5 faktor utama yang mempengaruhi budaya organisasi diantaranya Orientasi
Pelayanan, Integritas, Disiplin, Kerjasama dan komitmen. Faktor pertama pegawai yang
kurang inisiatif dan kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Masih
terdapat pegawai yang menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjan tidak terselesaikan
sesuai dengan waktu yang di tentukan, bahkan hasil yang dihasilkannya pun terkadang
kurang optimal dan tidak memuaskan. Bahkan bila dibandingkan dengan instansi
pemerintahan lain di kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung terkenal lambat
dalam pengumpulan laporan.
Permasalahan lainnya adalah kurangnya kerjasama antar pegawai. Hal ini
terlihat ketika tugas yang seharusnya dikerjakan secara berkelompok, namun pada
kenyataannya hanya dikerjakan oleh seorang pegawai. Sementara pegawai lainnya tidak
ikut serta mengerjakan tugas. Ini menggambarkan bahwa masih banyak pegawai yang
kurang menginginkan untuk meningkatkan kemampuannya. Pernyataan tersebut juga
Tabel 1. 1
Sumber: Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Bandung
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa selama 5 tahun penilaian pegawai
stabil ada pada penilaian C. Hal ini menunjukan bahwa komitmen organisasi pegawai
belum optimal. Salah satu yang menyebabkan rendahnya komitmen organisasi adalah
budaya organisasi yang tidak tepat seperti yang disampaikan oleh Kepala Staf Sub
Bagian Umum dan Kepegawaian bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap
komitmen organisasi dalam bekerja.
Menurut wawancara yang dilakukan dengan Kepala Staf Sub Bagian Umum dan
Kepegawaian, meskipun pada dasarnya kehadiran pegawai baik, namun masih banyak
pegawai yang keluar saat jam kerja. Sedangkan jelas sekali bahwa saat jam kerja
pegawai seharusnya mengerjakan pekerjaan yang diamanatkan kepada setiap pegawai.
Selain itu pengumpulan tugas yang tidak tepat waktu pun menunjukan bahwa pegawai
kurang disiplin.
Menurut Kepala Staf Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menjelaskan bahwa
terdapat 5 faktor utama yang mempengaruhi budaya organisasi diantaranya Orientasi
Pelayanan, Integritas, Disiplin, Kerjasama dan komitmen. Faktor pertama pegawai yang
terdapat pegawai yang menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjan tidak terselesaikan
sesuai dengan waktu yang di tentukan, bahkan hasil yang dihasilkannya pun terkadang
kurang optimal dan tidak memuaskan. Bahkan bila dibandingkan dengan instansi
pemerintahan lain di kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung terkenal lambat
dalam pengumpulan laporan.
Sehubungan dengan pencapaian komitmen organisasi, Dinas Pendidikan Kota
Bandung belum mencapai hasil sesuai dengan target yang telah ditentukan. Hal tersebut
dapat dilihat menurut tabel target dan realisasi sebagai berikut:
Tabel 1. 2
Tabel Rekapitulasi Target dan Realisasi Kerja
No Indikator Kinerja Utama
Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
Target
dan Akses Pendidikan Non Formal
100 80 100 80 100 80 100 80 100 64,62
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat mengenai target dan realisasi Dinas
Pendidikan Kota Bandung diatas, terdapat 6 sasaran utama yang harus dicapai oleh
Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dari 6 sasaran tersebut terlihat bahwa pencapaian
masih fluktuatif, dan terdapat 2 sasaran yang cenderung menurun setiap tahunnya yaitu
sasaran 5 dan sasaran 6. Penurunan ini memiliki pengaruh yang sangat berarti bagi
keberlangsungan pencapaian kerja sehingga dapat mepengaruhi komitmen organisasi
pegawai Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam bekerja.
Jika hasil penilaian tersebut dikonfersikan ke dalam abjad A, B, C, D dan E,
maka skala penilaian kerja sebagai berikut :
A = 90-100 → Sangat Baik B = 80-89 → Baik
C = 60-79 → Cukup Baik D = 40-59 → Buruk
E = 20-39 → Sangat Buruk
Berdasarkan skala penilaian kerja di atas dapat dilihat bahwa pada pada rata-rata
nilai di tahun 2009 yaitu 82,41% dikategorikan pada nilai B yaitu sangat baik, namun
pada tahun 2010 nilai rata-rata berada pada nilai 72,57% atau berada pada nilai C yaitu
baik dengan penurunan yang cukup jauh jika dibandingkan dengan pencapaian tahun
sebelumnya. Kemudian di tahun 2011 rata-rata hasil capaian mengalami penurunan
kembali dari tahun sebelumnya sebelumnya yaitu sebesar 71,22% dan masih tetap
termasuk pada kisaran nilai C. Di tahun 2012 terjadi kenaikan yang cukup signifikan
yaitu dengan rata-rata nilai 82,30%atau kembali mendapatkan nilai B. Akan tetapi di
tahun 2013, hasil capaian mengalami penurunan kembali yang cukup signifikan yaitu
dengan rata-rata hasil kerja sebesar 74,35% dan kembali mendapatkan nilai C.
Pentingnya komitmen organisasi guna untuk meningkatan hasil kerja karyawan
untuk lembaganya terutama karyawan Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung
dikarenakan kedudukan Bandung yang memiliki peran sangat penting untuk kemajuan
Bangsa Indonesia ini serta untuk tercapainya tujuan lembaga yang sudah direncanakan
Oleh karena itu, dalam upaya memahami dan memecahkan komitmen
organisasinya masih tergolong rendah, sedangkan komitmen organisasi merupakan
modal utama untuk meningkatkan hasil kerja di suatu lembaga. Maka penelitian yang
dilakukan pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dapat memberi
informasi kepada semua pihak yang bersangkutan dalam upaya meningkatkan
produktifitas hasil kerja karyawan di suatu lembaga.
Sama seperti yang telah disebutkan sebelumnya upaya memahami dan
memecahkan masalah fenomena belum optimalnya komitmen organisasi karyawan di
Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, maka diperlukannya pendekatan terntu untuk
memecahkan masalah tersebut, dan berdasarkan hal tersebut pendekatan yang dilakukan
adalah pendekatan prilaku organisasi.
Pendekatan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peneliti didasari oleh teori
Luthans (1985), Gibson, et al. (1997), (dalam Sambas dan Uep 2010, hlm. 38) yang
mengungkapkan konsep dasar psikologi pada dasarnya dilandasi oleh proses-proses
psikis pada diri individu atau organisme dalam lingkungan. Dimana perilaku yang
diciptakan tergantung pada individu atau lingkungan yang dihadapinya. Itu berarti
individu dan lingkungan akan selalu berkaitan satu sama lainnya. Satu hal yang
dilakukan dengan pendekatan ini adalah perilaku yang muncul akibat dari interaksi
terhadap stimulus dan organisasi. Dengan demikian dengan model teori perilaku ini
menegaskan stimulus dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku
atau hasil karyawan dalam lembaga tersebut.
1.2Identifikasi dan Rumusan Masalah
Di era globalisasi saat ini, organisasi dituntut untuk mampu menyesuaikan diri
dengan berbagai perubahan yang ada, maka karyawan yang memiliki komitmen tinggi
pada organisasi menjadi sumber daya yang tidak ternilai harganya karena sebagai
Untuk menumbuhkan komitmen dalam diri pegawai, maka organisasi dan
pegawai harus berkontribusi dalam menciptakan komitmen tersebut. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Schuster (1998) dalam sulaiman (2000, hlm. 72) Yang menyatakan
bahwa “komitmen organisasi akan muncul jika organisasi dan pegawai bersama – sama
menciptakan kondisi yang kondusif untuk mecapai komitmen yang dimaksud”.
Victor H.Vroom (dalam Hasibuan 1996, hlm. 116) menyatakan bahwa :
“kekuatan untuk memotivasi seseorang untuk giat bekerja dalam mengerjakan
pekerjaanya terhantung dari hubungan timbal balik antara apa yang karyawan inginkan
dan butuhkan dari pekerjaan itu”.
Berdasarkan teori tersebut dapat diartikan bahwa pegawai akan terdorong
mengerjakan pekerjaaanya dengan baik ketika pegawai merasa puas dalam bekerja.
Ketika seseorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentu ia akan berupaya
semaksimal mungkin dengan segenap mungkin kemampuan yang dimilikinya untuk
menyelesaikan tugas pekerjaanya. Hal itu tentu akan memupuk berkembangnya
komitmen individu tersebut tehadap organisasi. Dari uraian tersebut terlihat bahwa
budaya organisasi dapat mempengaruhi komitmen organisasi.
Berdasarkanidentifikasi masalah yang telah diuraikan diatas dan gambaran
permasalahan akan di paparkan dalam latar belakang maka penelitian ini penulis
merumuskan beberapa rumusan masalah penelitian yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana gambaran kuat / lemah budaya organisasi di Kantor Dinas Pendidikan
Kota Bandung ?
2. Bagaimana gambaran tingkat komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan
Kota Bandung ?
3. Seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen organisasional di
Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung ?
1.3Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan langkah awal suatu penelitian yang dimaksudkan
untuk memperoleh pengetahuan dan pengkajian ilmiah tentang budaya organisasi dan
penelitian tercapai dengan baik. Secara terperinci tujuan yang ingin dicapai melalui
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui tinggi atau rendah budaya organisasi di Kantor Dinas
Pendidikan Kota Bandung
2. Untuk mengetahui gambaran tingkat kualitas komitmen organisasional dalam
Lingkungan Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung
3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh budaya organisasi terhadap komitmen
organisasional dalam Lingkungan Institusi Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan
Kota Bandung
1.4Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Teoretik
Menambah pengetahuan tentang pengaruh budaya organisasi yang akhirnya
berpengaruh kepada komitmen organisasi. Juga menjadi bahan perbandingan
terhadap penelitian serupa baik yang telah dilakukan maupun masa yang akan
datang.
2. Secara Praktis
Berguna bagi organisasi dalam mempertahankan kekuatan organisasi. Organisasi
dapat meningkatkan komunikasi organisasi guna terjalinnya hubungan yang baik
sesama rekan kerja. Selain itu, budaya organisasi dapat mengetahui bagaimana
kerja pegawai melalui kedisiplinan pegawai yang baik yang akhirnya berimplikasi
terhadap komitmen organisasi. Sehingga pencapaian tujuan organisasi akan mudah
Metode penelitian mempunyai peranan yang sangat penting karena merupakan
pedoman untuk penelitian dalam menyusun dan mengolah data. Hal ini sejalan dengan
pendapat Sugiyono (2015, hlm. 3) menyatakan:
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data mengenai tujuan dan kegunaan tertentu yang didasarkan pada
ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti
kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang asuk akal, sehingga
terjangkau oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan
mengetahui cara-cara yang digunakan.
Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu
menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Selain itu tingkat
eksplanasinya harus dapat menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti
serta hubungan satu variabel dengan variabel lainnya.
Berdasarkan penelitian seorang peneliti dapat memilih berbagai macam
penelitian sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan metode yang digunakan
oleh penelitian adalah metode deskriptif. Sugiyono (2010, hlm. 29) menyatakan bahwa:
“Metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau
menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan
yang lebih luas”.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif
adalah penelitian yang diambil dari masalah aktual yang terjadi pada saat penelitian
dilaksanakan. Data yang digunakan dalam metode deskriptif merupakan data yang
sesuai dengan masalah-masalah yang ada dan sesuai dengan tujuan penelitian,
kemudian data tersebut dikumpulkan, untuk dianalisis dan diproses sesuai dengan
Menurut Masyhuri (2010, hlm. 45) pengertian “metode verifikatif adalah sebagai
menguji suatu cara dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di
tempat lain dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan”.
Metode verifikatif menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilakukan melalui
pengumpulan data di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh variabel X terhadapY yang diteliti, yaitu Budaya
Organisasi (X) terhadap Komitmen Organisasi (Y).
3.2Partisipan
Sampel dalam penelitian ini adalah pegawai kantor di Dinas Pendidikan
Bandung. Setelah dilakukan penyebaran, angket pun terkumpul seluruhnya atau 100%.
Jadi, responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah pegawai kantor di Dinas
Pendidikan Bandung sebanyak 57 orang. Berikut ini akan diuraikan karakteristik
responden berdasarkan jenis kelamin dan status kepegawaian.
Tabel 3. 1
Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1 Laki-Laki 25 44 %
2 Perempuan 32 56 %
Jumlah 57 100%
Sumber: Hasil Penyebaran Angket, 2015
Tabel 3. 2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Presentase
1 20-30 7 12%
2 31-40 29 51%
3 41-50 15 26%
4 >50 6 11%
Total 57 100%
Tabel 3. 3
Partisipan Berdasarkan Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan
No Bidang Pekerjaan Pegawai
(orang)
1 Staf Sub. Bag Umum dan
Kepegawaian 13
2 Staf Keuangan 7
3 Staf Rencana dan Program 9
4 SPTKSD 8
5 SPSMP 6
6 SPSMAK 9
7 SPNFI 5
Jumlah 57
Sumber : Subag Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota bandung
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa dalam penelitian ini yang akan
menjadi sampel adalah karyawan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung yaitu 57
orang.
3.3Populasi dan Penelitian
3.3.1 Populasi
Untuk memperoleh dan mengumpulkan data yang akan diolah serta dianalisis,
kita harus menentukan populasinya terlebih dahulu. Pengertian populasi menurut
seseorang ingin mengadakan penelitian di wilayah penelitian, maka penelitiannya
merupakan penelitian populasi”.Adapun pendapat dari Sugiyono (2002, hlm. 57) :
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek
yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Sedangkan menurut Riduwan (2004, hlm. 55) “Populasi merupakan objek atau
subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan
masalah penelitian”.
Berdasarkan penelitian di atas yang menjadi populasi dalam penelitian ini
adalah karyawan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung yang berjumlah 131 orang.
Tabel 3. 4
Rekapitulasi Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan
No Staf Jumlah
Sumber : Subag Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota bandung
1.3.2 Sampel
Dalam suatu objek penelitian atau populasi biasanya terdapat populasi yang
sangat banyak. Oleh karenanya maka dalam mengadakan sebuah penelitian seorang
peneliti harus memikirkanefisiensi dan efektifitas kemampuan tenaga, biaya, dan waktu
yang jelas tentang metode yang digunakan sebagai bahan untuk pertimbangan yang
berkaitan dengan hal tersebut. Berkaitan dengan populasi, Winarno Surakhmad (1990,
hlm. 93) mengemukakan :
Tidak mungkin suatu penyelidikan selalu menyelidiki segenap populasi, padahal
penyelidikan terpaksa mempergunakan sebagian saja populasi yakni sampel yang dapat
dipandang representatif terhadap populasi itu.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dalam pengumpulan data untuk
penelitian ini peneliti hanya mengambil sebagian dari populasi. Hal ini sesuai
denganpendapat yang diungkapkan oleh Sugiyono (2002, hlm. 57) “Sampel adalah
sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Untuk menentukan besarnya sampel, maka peneliti menggunakan teknik simple
random sampling (sampel acak sederhana) yaitu “Sebuah proses sampling yang
dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap satuan sampling yang ada dalam populasi
mempunyai peluang yang sama untuk dipilih ke dalam sampel” (Ating Somantri dan
Sambas Ali M, 2006, hlm. 71). Peneliti menggunakan teknik ini sebab sampelnya
refresentatif atau mewakili populasi, dan proporsional denganprosesnyasederhana, serta
mengingat efisiensi dan efektifitas sehingga disesuaikan dengan keadaan objek
penelitian dalam penerimaan penyebaran sampel.
Untuk menentukan besarnya sampel dari populasi yang ada, peneliti
menggunakan rumus Slovin seperti menurut Husein Umar (2000, hlm. 146) yaitu:
n = �
+� 2
Keterangan:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = tingkat kesalahan dalam memilih anggota sampel yang di tolerir
(tingkat kesalahan yang diambil dalam sampling ini adalah sebesar 10%)
Berdasarkan rumus di atas, maka dapat dihitung besarnya sampel berikut:
n =
Mengingat ukuran populasi sebesar 131 itu terdiri dari 7 bidang pegawai maka
ukuran sebanyak 57 itu harus mewakili 7 kelas tersebut, dengan demikian ukuran
sampel harus dialokasikan sebagai berikut:
1) Staf Sub. Bag Umum dan Kepegawaian : 9 × = 13
2) Staf Keuangan : 7 × =
3) Staf Rencana dan Program : × =
4) SPTKSD : 9 × =
5) SPSMP : × =
6) SPSMAK : × =
7) SPNFI : × =
Cara penarikan ukuran sampel dari populasi yaitu dengan teknik undian. Di bawah
ini merupakan langkah-langkah untuk menentukan ukuran sampel:
1) Sediakan frame of population untuk tiap bidang .
2) Tiap anggota populasi tiap bidang pegawai di undi
3) Pengundian dilakukan dengan cara menuliskan nama setiap anggota populasi
pada lembaran-lembaran kertas berukuran 1x2 cm.
4) Selanjutnya gulung kertas tersebut dan masukan kedalam kotak kosong, lalu
Ambil gulungan kertas tersebut satu persatu dari kotak sampai mencapai
sejumlah ukuran sampel yang diinginkan.
Tabel 3. 5 Responden
No Staf Jumlah Responden
1 Staf Sub. Bag Umum dan Kepegawaian 29 13
2 Staf Keuangan 17 7
3 Staf Rencana dan Program 21 9
4 SPTKSD 19 8
5 SPSMP 13 6
6 SPSMAK 20 9
7 SPNFI 12 5
Jumlah 131 orang 57 orang
Penulis menganggap bahwa semua karyawan yang berjumlah 131 orang yang
memiliki hak yang sama untuk menjadi responden. Agar pembagian instrumen
proporsional dan tidak terakomodir aspirasi, maka penulis melakukan pengundian
sehingga diperoleh responden pada tabel diatas.
3.4Instrumen Penelitian
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam
kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode
pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Wawancara
Sugiyono (2015, hlm. 194) menyatakan bahwa wawancara digunakan
sebagai alat pengumpulan data, untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih
mendalam mengenai permasalahan yang diteliti dan informasi dari responden.
“Angket merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam bentuk
pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah
disiapkan sebelumnya, dan harus diisi oleh responden” (Sambas Ali M, 2010, hlm. 20).
Angket disusun dan diberikan kepada pegawai yang menjadi sampel
penelitian, dengan isi pertanyaan yang diajukan oleh peneliti berkaitan dengan
tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan angket atau kuisioner, daftar
pertanyaannya dibuat secara terstruktur dengan bentuk pertanyaan terbuka (open
question). Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari responden.
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala rating scale.
Skala pengukuran rating scale menurut sugiyono (2006, hlm. 113) merupakan “Skala
pengukuran yang mengolah data mentah berupa angka, yang kemudian ditafsirkan
dalam pengertian kualitatif”. Kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini harus
melalui tahap pengujian instrumen penelitian, yang terdiri dari uji validitas dan uji
reliabilitas.
Langkah-langkah penyususnan kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Menyusun kisi-kisi dari angket atau kuesioner tersebut.
2. Merumuskan item-item pernyataan dan alternatif jawaban.
3. Menetapkan skala penelitian kuesioner. Skala penelitian jawaban kuesioner
yang digunakan adalah skala lima kategori likert, tiap alternatifjawaban diberi
skor dari rentang 1-5.
4. Melakukan uji instrumen.
3.4.1 Pengujian Instrumen Penelitian
Sebelum dilakukan pengumpulan data yang sebenarnya, maka alat pengumpul
data dalam hal ini adalah angket harus layak pakai, oleh karena itu sebelumnya angket
Selaluharus diujicobakan terlebih dahulu kepada responden di luar subjek penelitian. Dalam
penelitian ini pengujian instrumen dilakukan kepada 20 orang responden yang
merupakan karyawan yang bekerja di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya data angket yang terkumpul secara statistik dihitung validitas dan
reliabilitasnya. Jumlah item angket yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3. 6
Jumlah Angket Uji Coba
No Variabel Jumlah Item Angket
1 Budaya organisasi (X) 14
2 Komitmen Organisasi (Y) 14
Total 28
Sumber: Hasil Pembuatan Angket
3.4.1.1 Uji Validitas Instrumen
Alat ukur (instrumen) yang digunakan dalam penelitian harus tepat (valid).
Pengujian validitas instrumen digunakan untuk mengetahui seberapa besar ketepatan
dan ketelitian suatu alat ukur di dalam mengukur gejalanya.
Pengujian validitas instrumen menggunakan formula koefisien korelasi Product
Moment dari Karl Pearson dalam Sambas Ali M (2010, hlm. 26), yaitu :
� = �∑ − ∑ ∑
√[�∑ − ∑ ][�∑ − ∑
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi antaravariabel X dan Y
X : Skor pertama, dalam hal ini X merupakan skor-skor pada item
Y :Skor kedua, dalam hal ini Y merupakan jumlah skor yang
diperolehtiap responden.
∑X : Jumlah skor dalam distribusi X
∑Y : Jumlah skor dalam distribusi Y
∑X2
: Jumlah jumlah kuadrat dalam skor distribusi X
∑Y2
: Jumlah jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y
N : Banyaknya responden
Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur validitas instrumen
penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji validitasnya, kepada responden yang
bukan responden sesungguhnya.
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data
yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan pengisian item
angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh.
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi pada
tabel pembantu.
6. Menghitung nilai koefisien korelasi product moment untuk setiap bulir/item angket
dari skor-skor yang diperoleh.
7. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n – 2.
8. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r.
Kriterianya jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka item instrumen
dinyatakan valid. Sebaliknya jika nilai hitung r lebih kecil (<) dari nilai tabel r,
maka item instrumen dinyatakan tidak valid.
Jika instrumen tersebut valid, maka item tersebut dapat dipergunakan pada
bantuan Microsoft Office Excel 2010. Maka akan diperoleh nilai rxy n kemudian
dibandingkan dengan r el dengan n = 20 dengan taraf nyata (α) = 0,05 pada tingkat
kepercayaan 95%. Jika r n ≥ r el , maka instrumen dinyatakan valid, dan
sebaliknya jika r n <r el , maka instrumen dinyatakan tidak valid. Berikut
rekapitulasi perhitungannya:
Tabel 3. 7
Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi (X)
No. Item r hitung r tabel Ket
1 0,684 0,444 Valid
2 0,523 0,444 Valid
3 0,731 0,444 Valid
4 0,919 0,444 Valid
5 0,428 0,444 Valid
6 0,736 0,444 Valid
7 0,498 0,444 Valid
8 0,750 0,444 Valid
9 0,640 0,444 Valid
10 0,600 0,444 Valid
11 0,575 0,444 Valid
12 0,531 0,444 Valid
13 0,567 0,444 Valid
14 0,471 0,444 Valid
Berdasarkan tabel di atas pengujian validitas terhadap 14 item untuk Budaya
Organisasi (Variabel X), menunjukkan keseluruhan item dinyatakan valid. Dengan
demikian, seluruh item dapat digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data variabel
Budaya Organisasi berjumlah 14 item.
Tabel 3. 8
Hasil Uji Validitas Komitmen Organisasi (Y)
No.
Item r hitung r tabel Ket
1 0,704 0,444 Valid
2 0,695 0,444 Valid
3 0,909 0,444 Valid
4 0,674 0,444 Valid
5 0,567 0,444 Valid
6 0,870 0,444 Valid
7 0,520 0,444 Valid
8 0,785 0,444 Valid
9 0,595 0,444 Valid
10 0,599 0,444 Valid
12 0,761 0,444 Valid
13 0,786 0,444 Valid
14 0,471 0,444 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan Data Responden
Pengujian validitas terhadap 14 item untuk variabel Komitmen Organisasi
(Variabel Y), menujukkan keseluruhan item dinyatakan valid. Dengan demikian, item
yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data variabel Komitmen
Organisasi berjumlah 14 item.Dengan demikian secara keseluruhan rekapitulasi jumlah
angket hasil uji coba dapat ditampilkan dalam tabel berikut:
Tabel 3. 9
Jumlah Item Angket Hasil Uji Coba
No Variabel
Jumlah Item Angket
Sebelum
Uji Coba
Setelah Uji Coba
Valid Tidak Valid
1 Budaya Organisasi (X) 14 14 -
2 Komitmen Organisasi (Y) 14 14 -
Total 28 28 -
Sumber: Hasil Pengolahan data
3.4.1.2Uji Reabilitas Instrumen
Di dalam penelitian suatu alat pengukur (instrumen) harus bersifat reliabel.
Suatu instrumen pengukuran dikatakan reliabel jika pengukurannya konsisten, cermat
dilakukan beberapa kali pengujian dengan melibatkan kelompok subjek yang sama. Uji
reliabilitas instrumen dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi dari
instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.
Suharsimi Arikunto dalam Sambas Ali M (2010:31) formula yang digunakan
untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah Koefisien Alfa (α) dari
Cronbach (1951), yaitu :
� = [� − 1] [1 −� ∑ �� � ]
Dimana rumus varians sebagai berikut:
� =∑ − ∑��
Keterangan:
� : reliabilitas instrumen/koefisien korelasi/korelasi alpha
k : banyaknya bulir soal
∑ �� : jumlah varians bulir
� : varians total
∑X : jumlah skor
N : jumlah responden
Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka mengukur reliabilitas
1. Menyebarkan instrumen yang akan diuji reliabilitasnya, kepada responden yang
bukan responden sesungguhnya.
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data
yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan pengisian item
angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh.
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi pada
tabel pembantu.
6. Menghitung nilai varians masing-masing item dan varians total.
7. Menghitung nilai koefisien alfa.
8. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db) = n – 2.
9. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r.
Kriterianya jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka instrumen
dinyatakan reliabel. Sebaliknya, jika nilai hitung r lebih kecil (<) dari nilai tabel r,
maka instrumen dinyatakan tidak reliabel.
Tabel 3. 10
Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Variabel Y
No Variabel Hasil Keterangan
r n r el
1 Budaya Organisasi (X) 0,831 0,423 Reliabel
2 Komitmen Organisasi (Y) 0.904 0.423 Reliabel
Berdasarkan tabel di atas, hasil perhitungan reliabilitas terhadap variabel X (Budaya
Organisasi) dinyatakan reliabel karena r n > nilai r el yaitu: 0,831 > 0,423
Selanjutnya, hasil perhitugan reliabilitas terhadap variabel Y (Komitmen Organisasi)
3.5 Prosedur Penelitian
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu variabel
yang mempengaruhi variabel lain. Sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang
dipengaruhi oleh variabel lain.
Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (X) yaitu
Budaya Organisasi, dan variabel terikat (Y) yaitu Komitmen Organisasi. Penulis
merumuskan definisi-definisi variabel tersebut sebagai berikut:
3.5.1 Operasional Variabel Budaya Organisasi
Definsi dari Stephen Robbins (2006, hlm. 721) mengungkapkan budaya
organisasi merupakan sistem makna yang dianut oleh anggota – anggota yang
membedakan organisasi itu dengan dengan organisasi lainnya
Robbins (2008, hlm. 256) memberikan tujuh indikator budaya organisasi, yaitu :
1. Inovasi dan pengambilan resiko. Tingkat dimana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan mengambil resiko.
2. Perhatian terhadap detail. Tingkat dimana karyawan diharapkan untuk menampilkan ketepatan analis dan perhatian terhadap detail
3. Orientasi hasil. Tingkat dimana manajer memusatkan perhatian pada hasil
– hasil, bukannya pada teknik - teknik dan proses proses yang digunakan untuk mencapai hasil itu.
4. Orientasi orang. Tingkat dimana keputusan – keputusan manajemen memperhitungkan pengaruh hasil – hasil terhadap manusia di dalam organisasi itu.
5. Orientasi tim. Tingkat dimana kegiatan kegiatan kerja disusun sekitar tim
– tim bukan individu – individu
6. Keagresifan. Tingkat dimana orang bersikap agresif dan bersaing bukannya ramah dan bekerja sama.
7. Kemantapan. Tingkat dimana kegiatan – kegiatan organisasi menekankan usaha mempertahankan status quo bukannya pertumbuhan.
Untuk memudahkan pemeriksaan operasionalisasi variabel budaya organisasi
Tabel 3. 11
Operasionalisasi Variabel Budaya Organisasi
Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala No Item
Sumber : Robbins (2008, hlm. 256)
3.5.2 Operasional Variabel Komitmen Organisasi
pengertian komitmen organisasi, diungkapkan oleh Allen & Meyer (dalam Luthans
2006, hlm. 249) ”Komitmen organisasi merupakan keyakinan yang menjadi pengikat
seseorang dengan organisasi tempatnya bekerja, yang ditunjukkan dengan adanya
loyalitas, keterlibatan dalam pekerjaan dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan
organisasi”
Menurut Allen dan Meyer (Luthans, 2006, hlm. 249) membedakan komitmen
atas tiga indikator, yaitu :
1) Komitmen Afektif (affective commitment) perasaan emosional untuk organisasi
dan keyakinan dalam nilai – nilainya.
2) Komitmen Kelanjutan (continuence commitment), komitmen untuk bertahan
dengan organisasi untuk alasan-alasan moral atau etis.
3) Komitmen Normatif (normative commitment), nilai ekonomi yang dirasa dari
bertahan dengan sebuah organisasi bila di bandingkan dengan meninggalkan
organisasi tersebut.
Tabel 3. 12
Operasionalisasi Variabel Komitmen Organisasi
7. Kemantapan 1. Tingkat
Konsep Variabel Indikator
1. Tingkat kesenangan dalam
berkarir di kantor dinas
2. Merasa senang dan bangga
terhadap kantor dinas.
3. Tingkat keinginan untuk
mempertahankan
keanggotaan
4. Tingkat kepedulian
terhadap masalah yang di
hadapi di kantor dinas
5. Tingkat kesedian karyawan
untuk tetap bekerja keras
1. Tingkat kesadaran akan hak
Sumber : Allen dan Meyer (Luthans, 2006, hlm. 249)
3.6 Uji Asumsi
3.6.1 Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu
distribusi data. Hal ini pentingdiketahui berkaitan dengan ketetapan pemilihan uji
statistik yang akan dipergunakan. Pengujian normalitas ini harus dilakukan apabila
belum ada teori yang menyatakan bahwavariabel yang diteliti adalahnormal.
Penggunaan statistik parametrik, bekerja dengan asumsi bahwa data setiap
variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal,maka teknik
statistik parametrik tidak dapat digunakan untuk alat analisis. Dengan demikian
penelitian harus membuktikan terlebih dahulu, apakah data yang akan dianalisis itu
berdistribusi normal atau tidak. “Suatu data yang membentuk distribusi normal bila
jumlah data di atas dan di bawah rata-rata adalah sama, demikian juga simpangan
bakunya” (Sugiyono, 2004, hlm. 69). Uji normalitas yang penulis gunakan dalam
penelitian ini adalah metode Liliefors Test, karena kelebihan Liliefors Test adalah peraturan yang ada di
penggunaan/penghitungannya yang sederhana, serta cukup kuat (powerfull) sekalipun
ukuran sampel kecil (n=4), Harun Al Rasyiddalam Ating Somantri dan Sambas Ali
M(2006). Langkah kerjanya sebagai berikut:
1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa data :
2. Periksa data, berapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).
3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.
4. Berdasarkan frekeunsi kumulatif, hitunglah proporsi empirik (observasi), , fki = fi + fkisebelumnya.
5. Hitung nilai z untuk mengetahui theoritical proportion pada tabel z: dimana nilai
z, Formula,
6. Menghitung therotical proportion:
7. Bandingkanlah emphirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah selisih terbesar di dalam titik observasi antara kedua proporsi tadi.
8. Carilah selisih terbesar di luar titik observasi
9. Apabila Dhitung Dtabel dengan derajat kebebasan (dk) (0,05), maka dapat dinyatakan bahwa sampel penelitian mengikuti distribusi normal.
3.6.2 Uji Linieritas
Uji linieritas, dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel
terikat dengan masing-masing variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas dilakukan
dengan uji kelinieran regresi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian
linieritas regresi menurut Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006, hlm. 296) adalah :
1. Menyusun tabel kelompok data variabel x dan variabel y. 2. Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK reg(a)) dengan rumus:
JK reg(a) = Σ
3. Menghitung jumlah kuadrat regresi b І a (JK reg(a)) dengan rumus:
� / = � [∑ −∑ . ∑� ]
JKres = ΣY2– JKreg (b/a) – JK reg (a)
5. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a (RJKreg(a)) dengan rumus: RJKreg(a)= JK reg (a)
6. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJKreg(a)) dengan rumus: RJKreg(a) = JKreg (b/a)
7. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJKres) dengan rumus: RJKres= JKres
N – 2
8. Menghitung jumlah kuadrat error (JKE) dengan rumus:
� = ∑ {∑ − ∑� }
�
9. Untuk menghitung JKE urutkan data x mulai dari data yang paling kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya.
10. Menghitung jumlah kuadrat tuna cocok (JKTC) dengan rumus: JKTC = JKres – JKE
11. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok (RJKTC) dengan rumus: RJKTC = JKTC
K – 2
12. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error (RJKE) dengan rumus: RJKE = JKE
N – k
13. Mencari nilai uji F dengan rumus: F = RJKTC
RJKE
14. Menentukan kriteria pengukuran: Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka distribusi berpola linier.
15. Mencari nilai Ftabel pada taraf signifikan 95% atau α = 5 %
16. Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat kesimpulan.
3.6.3 Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas mengasumsikan bahwa setiap variabel memiliki varians
yang homogen. Uji statistika yang akan dibahas dalam hal ini adalah uji Burlett dengan
nilai hitung X2> nilai tabel, maka H0 menyatakan varians skornya homogen ditolak,
dalam hal lainnya diterima. Nilai hitung diperoleh dengan rumus :
Sumber : Ating Somantri dan Sambas Ali M(2006, hlm. 294)
Menurut Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006, hlm. 295), langkah-langkah
yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitasvarians ini adalah sebagai berikut :
1. Menentukan kelompok-kelompok data dan menghitung varians untuk tiap
kelompok tersebut.
2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses penghitungan.
3. Menghitung varians gabungan.
4. Menghitung log dari varians gabungan. 5. Menghitung nilai barlett.
6. Menghitung nilai.
7. Menentukan nilai dan titik kritis.
8. Membuat kesimpulan.
3.7 Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil pengetesan, merupakan data yang masih mentah.
Agar data tersebut mempunyai arti, maka diperlukan pengolahan dan analisis data
Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitugan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis, langkah teakhir tidak dilakukan.
Tujuan dilakukannya analisis antara lain untuk mendeskripsikan data, sehingga
dapat dipahami karakteristiknya, juga untuk menarik kesimpulan tentang karakteristik
populasi berdasarkan data yang telah diperoleh. Kesimpulan ini biasanya dibuat
berdasarkan pendugaan dan pengujian hipotesis.
1.7.1 Analisis Deskriktif
Teknik analisis data deskriptif merupakan bagian dari teknik analisis data,
menurut Sambas Ali M dan Maman A (2007, hlm. 53) menjelaskan :
Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui statistika deskriptif, yaitu statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi hasil penelitian.
Analisis ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah
dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah nomor 1 dan 2
maka teknik analisis data yang akan digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu
untuk mengetahui gambaran budaya organisasi dan komitmen organisasi karyawan.
Untuk mempermudah dalam mendeskripsikan variabel penelitian, digunakan kriteria
tertentu yang mengacu pada skor angket yang diperoleh dari responden. Data yang
diperoleh kemudian diolah, maka diperoleh rincian skor dan kedudukan responden
berdasarkan urutan angket yang masuk untuk masing-masing variabel. Untuk itu penulis
menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002, hlm.
81) yaitu :
1. Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan menggunakan rumus :
2. Membandingkan jumlah skor hasil angket dengan jumlah skor item, untuk mencari jumlah skor dari hasil angket dengan rumus:
∑xi= x1 x2 x3 ...+x37.
Keterangan :
X1 = Jumlah skor hasil angket variabel x
X1-Xn = Jumlah skor angket masing masing responden
3. Membuat daerah kontinum. Langkah langkahnya sebagai berikut: a. Menentukan kontinum tertinggi dan terendah
1. Sangat Tinggi : K = ST x JB x JR 2. Sangat Rendah : K = SR x JB x JR
b. Menentukan selisih skor kontinum dari setiap tingkatan dengan rumus:
1. R = � � ���− � ℎ
5
c. Menentukan daerah kontinum sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan cara menambahkan selisih (R) dari mulai kontinum sangat rendah ke kontinum sangat tinggi.
4. Sebagaimana hasil perhitungan dari langkah-langkah di atas, maka dapat disimpulkan dalam rekapitulasi skor kriterium antara lain seperti berikut :
Tabel 3. 13
Skala Penafsiran Skor Rata-rata
No Skor Kriterium Kategori Penafsiran
1. 1,00 – 1,79 Sangat rendah Tidak Pernah
2. 1,80 – 2,59 Rendah Pernah
3. 2,60 – 3,39 Sedang Kadang-kadang
4. 3,40 – 4,19 Tinggi Sering
5. 4,20 – 5,00 Sangat Tinggi Selalu
Sumber : Pengolahan Data Penelitian, 2014.
1.7.2 Analisis Inferensial
Statistik inferensial meliputi statistik parametris yang digunakan untuk data
interval dan ratio serta statistik nonparametris yang digunakan untuk data nominal dan
digunakan adalah data interval.Ciri analisis data inferensial adalah digunakan rumus
statistik tertentu(misalnya uji t, uji F, dan lain sebagainya).
Analisis data ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan nomor 3 yang telah
dirumuskan dalam rumusan masalah, maka teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis regresi, yaitu “seberapa besar pengaruh positif dan seberapa besar pengaruh
budaya organisasi terhadap komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota
Bandung”.
Adapun langkah yang penulis gunakan dalam analisis regresi seperti yang
dikemukakan oleh Ating Somantri dan Sambas Ali M (2006:243), yaitu :
1. Mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris. 2. Menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh
variabel independen.
3. Menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak.
4. Melihat apakah tanda dan magnitud dari estimasi parameter cocok dengan teori.
Peneliti menggunakan model regresi sederhana yaitu Ŷ= a + bX
Keterangan: Ŷ = variabel tak bebas (nilai duga)
X = variabel bebas
a = penduga bagi intersap (α)
b = penduga bagi koefisien regresi (β)
α dan β parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistika sampel.
Karena data sudah berskala interval maka hipotesis dapat langsung diuji dengan
menggunakan uji persyaratan regresi yang meliputi uji normalitas, linieritas dan
homogenitas, setelah itu dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui
1.7.2.1 Menghitung Koefisien Korelasi
Untuk mengetahui hubungan variabel X dengan Y dicari dengan
menggunakan rumus Koefisien Korelasi Pearson Product Moment, yaitu:
Sedangkan untuk mengetahui kadar pengaruh variabel X terhadap
variabel Y dibuat klasifikasi sebagai berikut :
Tabel 3. 14
Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah
Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi atau sumbangan variabel
yang diberikan variabel budaya organisasi terhadap variabel komitmen
organisasi karyawan digunakan rumus koefisien determinasi (KD) sebagai
berikut :
Sumber :Ating Somantri (2006:341)
Dengan r2 dicari dengan rumus sebagai berikut:
r2 =
2 2
Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Determinasi
Interval Koefisien Hubungan
Sumber : Sugiyono (2010, hlm. 187)
3.8 Pengujian Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan/jawaban yang masih perlu diuji kebenarannya.
Tujuan dilakukannya uji hipotesis adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh
yang cukup jelas antar variabel independen dan variabel dependen, dengan
dilakukannya pengujian hipotesis ini akan didapat suatu keputusan menerima atau
menolak hipotesis. Adapun alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antar
variabel independen dan variabel dependen yaitu analisis regresi sederhana. Menurut
Sambas Ali Muhidin (2010, hlm. 43), langkah-langkah pengujian hipotesis untuk
1. Menentukan rumusan hipotesis H dan H
� : � = 0 : Tidak terdapat pegaruh antara variabel X terhadap variabel Y.
H1: β ≠ 0 : Terdapat pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y.
2. Menentukan taraf kemaknaan/nyata α (lefel of significant α).
3. Menghitung nilai koefisien tertentu (dalam penelitian ini menggunakan analisis
regresi).
4. Menentukan titik kritis dan daerah kritis (daerah penolakan) H0.
5. Perhatikan apakah nilai hitung jatuh di daerah penerimaan atau penolakan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat
diambil beberapa kesimpulan seperti yang dijabarkan sebagai berikut :
1. Gambaran budaya organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, yang
terdiri dari 7 indikator yaitu 1) Inovasi dan pengambilan resiko, 2) Perhatian
kerincian, 3) Orientasi hasil, 4) Orientasi Orang, 5) Orientasi Tim, 6)
Keagresifan dan 7) Kemantapan. Ketujuh indikator tersebut berada pada
kategori cukup kuat. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap indikator dari
budaya organisasi sudah berada dalam kategori cukup kuat. Berdasarkan
indikator yang menjadi kajian dalam penelitian ini, diketahui bahwa indikator
perhatian terhadap detail memiliki tingkat persentase tertinggi, sedangkan
indikator kemantapanmemiliki tingkat persentase terendah.
2. Gambaran komitmen organisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung,
yang diukur oleh 3 indikator yaitu: 1) komitmen afektif ; 2) komitmen kelanjutan
; 3) Komitmen normative ; berada pada kategori cukup kuat. Hal ini
membuktikan bahwa setiap indikator dari komitmen organisasi sudah dilakukan
dengan cukup baik. Dari ketiga indikator tersebut terdapat satu indikator yang
berada pada kategori kuat yaitu komitmen afektif, sedangkan dua indikator
lainnya berada pada kategori cukup kuat yaitu komitmen kelanjutan dan
komitmen normatif . Berdasarkan indikator yang menjadi kajian penelitian ini,
diketahui bahwa indikator komitmen kelanjutan dan komitmen normatif)
memiliki tingkat persentase terendah, sedangkan indikator komitmen afektif
memiliki tingkat persentase yang tertinggi.
kepada detail, Orientasi Hasil, Orientasi Orang, Orientasi Tim, Agresivitas dan
Kemantapan, memiliki pengaruh yang kuat antara variabel Budaya Organisasi
terhadap Komitmen organisasi, dengan analisis korelasi berada pada kategori
cukup kuat.
5.2Implikasi dan Rekomendasi
1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Dalam penelitian ini variabel x (budaya organisasi) memiliki hasil yang menunjukan kategori cukup kuat. Akan tetapi, indikator kemantapan dalam variabel budaya organisasi memiliki skor terendah dibandingkan dengan indikator yang lainnya. Ukuran dalam indikator ini adalah berkaitan dengan tingkat perubahan kebijakan dan peraturan yang ada serta tingkat pemahaman karyawan terhadap visi dan misi organisasi. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan efektifitas budaya organisasi pada indikator kemantapan disarankan agar pemimpin mengukur seberapa besar kemantapan yang dimiliki oleh setiap pegawai dan meningkatkannya dengan cara kegiatan – kegiatan organisasi menekankan usaha mempertahankan status quo bukannya pertumbuhan. Hal tersebut sesuai dengan salah satu pendapat yang dikemukakan menurut Robbins (2008, hlm. 256) : yang menyatakan bahwa
“Kemantapan yaitu Sejauh mana kegiatan organisasi menekankan
dipertahankannya status quo sebagai lawan dari pertumbuhan atau inovasi”
2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Dalam penelitian ini Variabel
y (komitmen organisasi) dalam penelitian ini menunjukan berada pada kategori
yang cukup kuat. Akan tetapi, indikator komitmen kelanjutan dan komitmen
normatif menunjukan hasil yang rendah dibandingkan dengan indikator yang
lainnya. Ukuran dalam indikator kelanjutan ini adalah berkaitan dengan tingkat
kesadaran akan hak dan kewajiban yang harus dijalankan karyawan di kantor
dinas, tingkat tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan, tingkat kesetian
karyawan di kantor dinas, tingkat kontribusi karyawan dalam kemajuan kantor
dinas dan tingkat kepatuhan karyawan terhadap peraturan yang ada di kantor
dinas. dalam indikator komitmen normatif ini adalah berkaitan dengan tingkat
apabila meninggalkan kantor dinas, kesesuaian keinginan karyawan dengan
pekerjaan di kantor dinas, pengembangan karir karyawan dikantor dinas. Oleh
karena itu, untuk memaksimalkan efektifitas komitmen organisasi pada indikator
komitmen kelanjutan dan komitmen normatif agar pemimpin mengukur
seberapa besar komitmen untuk bertahan dengan organisasi untuk alasan-alasan
moral atau etis dan nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan dengan sebuah
organisasi bila di bandingkan dengan meninggalkan organisasi tersebut. Hal
tersebut sesuai dengan salah satu pendapat yang dikemukakan menurut Allen
dan Meyer (Luthans, 2006, hlm. 249) ),yang menyatakan bahwa, “ ada 3 jenis
yang membedakan komitmen organisasi, yaitu komitmen afektif (affective
commitment) perasaan emosional untuk organisasi dan keyakinan dalam nilai –
nilainya, komitmen kelanjutan (continuence commitment), komitmen untuk
bertahan dengan organisasi untuk alasan-alasan moral atau etis. dan komitmen
normatif (normative commitment), nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan
dengan sebuah organisasi bila di bandingkan dengan meninggalkan organisasi
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. (2010). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Cheung, M. F. Y.,Wong, C-H. (2010). Transformational Leadership, Leader Support, and Employee Creativity. Leadership & Organization Development Journal, Vol. 32 No. 7.
Gibson, James L. Jhon M. Ivancevich dan James H. Donnely, Jr. (1996).
Organisasi. Perilaku struktur, proses, (Alih Bahasa Nunuk Andriani)
Jakarta : Binarupa aksara.
Hasibuan, Malayu S.P. (1996). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara
Luthans, Fredh (2006). Perilaku Organisasi. Alih bahasa, V. A Yuwono dkk.. Yogyakarta. Andi
Marwansyah. 2010.” Manajemen Sumber Daya Manusia”. Bandung: Alfabeta
Muhidin, Sambas A. dan Somantri, Ating. (2006). Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.
Muhidin, Sambas Ali. (2010). Statistika 1 Pengantar untuk Penelitian. Bandung: Karya Adhika Utama.
_______. (2010). Statistika 2 Pengantar untuk Penelitian. Bandung: Karya Adhika Utama.
Muhidin, Sambas Ali dan Sontani, Uep Tatang. (2010). Desain Penelitian Kuantitatif. Bandung: Karya Adhika Utama.
Muhidin, Sambas A dan Abdurahman Maman. (2007). Analisis Korelasi Regresi dan Jalur dalam Penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia.
Nevizond Chatab.2007.”Profil Budaya Organisasi”. Bandung: Alfabeta
Riani, Asri Laksmi 2011. “Budaya organisasi”. Yogyakarta. Graha Ilmu
Riduwan. (2004). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.