BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL, KETERBATASAN PENELITIAN DAN
SARAN UNTUK PENELITIAN SELANJUTNYA
Simpulan
Hasil temuan dari penelitian brand formation pada industri jasa restoran Sushi Tei menunjukkan bahwa brand equity mempunyai pengaruh terhadap value equity, value equity mempunyai pengaruh terhadap relationship equity. Kemudian value equity mempunyai pengaruh terhadap customer equity.
Dilain pihak untuk brand equity dan relationship equity tidak mempunyai pengaruh terhadap customer equity.
Implikasi Manajerial
Berdasarkan uji empiris hipotesis mengenai brand formation terhadap customer equity pada industri jasa restoran memberikan implikasi manajerial dan masukan kepada manajer operasional dan pemasaran restoran Sushi Tei untuk lebih berfokus kepada tiga strategi yaitu : (1) strategi brand formation, yaitu menciptakan brand image dan brand awareness yang baik dan bagus dimata konsumen akan berdampak pada image restoran. Karena dalam bidang jasa restoran penciptaan brand formation
melakukan aktivitas pemasaran seperti memasang iklan di televisi, memasang iklan billboard, memasang spanduk dan lain sebagainya. Dengan demikian, konsumen tentunya tidak akan ragu untuk datang berkunjung, dikarenakan mereka sudah mengenal dengan baik karakteristik brand dari restoran Sushi Tei. (2) strategi relationship equity. Dalam hal ini, pihak restoran Sushi Tei perlu untuk lebih meningkatkan kinerja para karyawannya, memberikan suasana lingkungan yang bersih, meningkatkan kualitas pelayanan yang bagus bagi para konsumennya, agar dapat memberikan pengalaman jasa yang bernilai. Karena dengan mendapatkan pengalaman jasa yang bernilai pada saat datang berkunjung ke restoran Sushi Tei akan membuat konsumen untuk selalu mengingatnya dan menyimpannya sebagai kenangan yang tidak akan terlupakan. Bahkan pihak manajemen restoran bila perlu mengadakan program loyalitas bagi para konsumen yang datang agar tercipta hubungan yang baik dengan para konsumennya hingga ke tahun-tahun berikutnya.
(3) strategi value yang perlu diterapkan oleh pihak manajemen restoran Sushi Tei adalah menciptakan dan mengembangkan kreasi menu makanan yang bervariasi, memberikan harga makanan yang sesuai dengan apa yang akan didapat oleh konsumen, menciptakan dekorasi ruangan yang sebagus mungkin, dan lokasi yang strategis akan memudahkan konsumen untuk mencari restoran Sushi Tei.
Keterbatasan Penelitian dan
Saran untuk Penelitian Selanjutnya
Keterbatasan penelitian mengenai brand formation ini adalah hanya berfokus pada tiga faktor yang dapat mempengaruhi customer equity yaitu brand equity, value equity, dan relationship equity dengan mengambil sampel sebanyak 155 responden.
Sedangkan industri jasa yang dipilih adalah restoran Jepang Sushi Tei yang ada di Jakarta. Sehingga saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pada service setting atau jasa retail yang lainnya seperti misalnya pada jasa retail mall (pusat perbelanjaan), jasa retail factory outlet, hotel, tempat jasa hair and beauty salon, jasa perbankan, dan tempat jasa yang lainnya. Bahkan bila perlu juga membedakan restoran berdasarkan faktor familiarity dan tipe-tipe restoran seperti restoran tradisional (dapur sunda, bumbu desa dll) dan restoran modern (hoka-hoka bento, restoran solaria, dll) dengan memperbanyak jumlah responden yaitu sebanyak 300-500 responden.
Selain itu diharapkan pula ada penambahan beberapa variabel seperti dengan menambah variabel servicescape, variabel moment of truth, variabel employee emotions, variabel pleasantness, variabel organizational commitment, variabel attitude toward behavior, variabel personality characteristics.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, E., Weitz, B., 1989. Determinants of continuity in conventional industrial dyads. Marketing Science 8 (4), 310–323.
Atilgan, E., Aksoy, S., Akinci. S., 2005. Determinants of the brand equity a verification approach in the beverage industry in Turkey. Marketing Intelligence & Planning 23 (3), 237-248.
Baldauf, A., Cravens, K.S., Binder, G., 2003. Performance consequences of brand equity management: evidence from organizations in the value chain. Journal of Product and Brand Management 12 (4), 220–236.
Bamert, T., Wehrli, H.P., 2005. Service quality as an important dimension of brand equity in Swiss services industries. Managing Service Quality 15 (2), 132- 141.
Bitner, M.J., 1992. Servicescapes: the impact of physical surroundings on customers and employees. Journal of Marketing 56 (2), 57–71.
Blattberg, R.C., Deighton, J., 1996. Manage marketing by the customer equity test.
Harvard Business Review 36–44.
Blattberg, R.C., Getz, G., Thomas, J.S., 2001. Customer Equity: Building and
Managing Relationships as Valuable Assets. Harvard Business School Press, Boston.
Chow, I.H., Lau, V.P., Lo, T.W., Sha, Z., Yun, H., 2007. Service quality in restaurant operations in China: decision- and experiential-oriented perspectives.
International Journal of Hospitality Management 26 (3), 698–710.
Dwyer, F.R., Schurr, P.H., Oh, S., 1987. Developing buyer–seller relationships.
Journal of Marketing 51 (2), 11–27.
Erdem, T., Swait, J., 1998. Brand equity as a signaling phenomenon. Journal of consumer Psychology 7 (2), 131–158.
Francois, P., MacLachlan, D.L., 1995. Ecological validation of alternative consumer based brand strength measures. International Journal of Research in Marketing 12 (4), 321–332.
Gupta, S., Lehmann, D.R., Stuart, J.A., 2004. Valuing customers. Journal of Marketing Research 41 (1), 7–18.
Hyun, S.S., 2009. Creating a model of customer equity for chain restaurant brand formation. International Journal of Hospitality Management 28, 529–539.
Keller, K.L., 1993. Conceptualizing, measuring, and managing customer-based brand equity. Journal of Marketing 57 (1), 1–22.
Kim, W.G., Kim, H., 2004. Measuring customer-based restaurant brand equity.
Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly 45 (2), 115–131.
Law, R., To, T., Goh, C., 2008. How do Mainland Chinese travelers choose
restaurantsin Hong Kong? An exploratory study of individual visit scheme travelers andpackaged travelers. International Journal of Hospitality Management 27 (3), 346–354.
Lemon, K.N., Rust, R.T., Zeithaml, V.A., 2001. What drives customer equity?
Marketing Management 10 (1), 20–25.
Moorman, C.R., Zaltman, G., Deshpande, R., 1992. Relationships between providers and users of market research: the dynamics of trust within and between organizations. Journal of Marketing Research 29 (3), 314–328.
Oliver, R.L., 1999. Whence consumer loyalty? Journal of Marketing 63 (5), 33–44.
Roberts, K., Varki, S., Brodie, R., 2003. Measuring the quality of relationships in consumer services: an empirical study. European Journal of Marketing 37 (1/2), 169–196.
Rust, R.T., Zeithaml, V.A., Lemon, K.N., 2000. Driving Customer Equity. The Free Press, New York.
Rust, R.T., Lemon, K.N., Zeithaml, V.A., 2004. Return on marketing: using
customer equity to focus marketing strategy. Journal of Marketing 68 (1), 109–127.
Sirdeshmukh, D., Singh, J., Sabol, B., 2002. Consumer trust, value, and loyalty in relational exchanges. Journal of Marketing 66 (1), 15–37.
Sublaban, C.S.Y., Aranha, F., 2009. Estimating cellphone providers' customer equity. Journal of Business Research 62, 891–898.
Thomas, J., Blattberg, R., Fox, E., 2004. Recapturing lost customers. Journal of Marketing Research 41 (1), 31–45.
Yang, Z., Peterson, R.T., 2004. Customer perceived value, satisfaction, and loyalty:
the role of switching costs. Psychology and Marketing 21 (10), 799–822.
Zeithaml, V.A., 1988. Consumer perceptions of price, quality and value: a meansend model and synthesis of evidence. Journal of Marketing 52 (3), 2–22.