• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PARANGLOE KABUPATEN GOWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PARANGLOE KABUPATEN GOWA"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2

PARANGLOE KABUPATEN GOWA

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Mengikuti UjianSkripsipada Jurusan Pendidikan Agama Islam ( S. Pd. I ) pada

Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar

SITTI SALMA 29 19 00407

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

1434 H / 2013 M

(2)

PRAKATA

Alhamdulillah, dengan segala kerendahan hati dan fikiran, penulis memanjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT. Sebab dengan rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga skripsi ini dapat terselesaikan sebagai mestinya.Salam dan taslim tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Saw beserta keluarga-Nya, sahabat dan pengikutnya yang tetap dalam ajaran Allah Swt.

Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mengalami hambatan dan tantangan namun berkat motivasi dan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dari orang-orang sekitar yang sangat berarti bagi penulis, oleh sebab itu penulis pada kesempatan ini sudah sepantasnya penulis menyampaikan rasa syukur, hormat dan terima kasih yang sedalam- dalamnya kepada :

1. Ayahanda Gassing Dg. Kulle dan Ibunda Dg. Kamma yang telah mengasuh dan membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan kasih sayang yang ikhlas dan perhatian kepada penulis dalam menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Makassar

2. Suami tercinta Syamsuddin yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan kasih sayang yang ikhlas dan perhatian kepada penulis dalam menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Makassar 3. Bapak Dr. H. Irwan Akib,M.Pd selaku Rektor Universitas

Muhammmadiyah Makassar yang telah memberikan pelayanan,

ii

(3)

pembinaan dan perhatiannya kepada penulis selama menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Makassar

4. Drs.Mawardi Pewangi M.Pd.I Dekan Fakultas Agama Islam beserta para pembantu Dekan Fakultas Agama Islam

5. Dra.Mustahidang Usman M.Si ketua jurusan Pendidikan Agama Islam yang banyak memberi motivasi dan bimbingan kepada penulis sampai akhir penyelesaian studi

6. Markas Iskandar S.Ag,M.Pd.I dan Drs. Muri Halid M.Pd.I selaku pembimbing dalam penyusunan Skripsi penulis yang senantiasa memberikan bimbingan dan dukungan dalam penyelesaiakan Skripsi ini.

7. Bapak kepala sekolah SMP Negeri 2 Parangloe Drs,Muh.Tato, para guru dan staf yang telah memberikan pelayanan dan kesempatan selama penulis mengadakan penelitian

8. Semua pihak yang penulis tidak mampu sebutkan namanya satu persatu yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

Akhirnya, kepada Allah Swt penulis memohon semoga semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingannya penyelesaian senantiasa memperoleh balasan disisi-nya, Amin.

Makassar, 03 Rajab 1434 H 13 Mei 2013 M Peneliti

Sitti Salma 291900407 iii

(4)

ABSTRAK

Sitti Salma, Nim 291900407 Studi tentang Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi KenakalanSiswa Kelas VII Di SMP Negeri 2 Parangloe Kab. Gowa. (Dibimbing oleh Markas Iskandar S.Ag.M.Pd.I dan Drs.Muri Halid M.Pd.I)

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan gambaran tentang peran pendidikan agama Islam dalam mengatasi kenakalansiswa kelas VII, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan lokasi dan objek penelitian dilaksanakan di Smp Negeri 2 Parangloe kabupaten Gowa. Objek penelitiannya adalah siswa dengan guru pendidikan Agama Islam.

Dalam penelitian ini ada dua variable yang diteliti, yaitu peran pendidikan Agama Islam itu sebagai variable bebas dan variable terikatnya adalah kenakalan siswa. Jumlah populasi guru dalam penelitian ini sebanyak 11 orang dan siswa sebanyak 76 orang dan jumlah sampel guru sebanyak satu orang guru pendidikan agama Islam dan siswa diambil keseluruhan kelas VII dengan jumlah sebanyak 76 orang.

Seluruh data yang diperlukan dalam penelitian ini di peroleh melalui instrument berupa angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Seluruh data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan agama Islam sangat berperan penting dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP Negeri 2 Parangloe kab.Gowa dengan melihat bahwa kurang pengetahuan siswa tentang ajaran Islam sehingga sulit untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka sehari-hari dimana dilingkungan keluarga tempat pendidikan yang pertama dan utama juga masih kurang sehingga siswa sangat membutuhkan adanya bidang studi pendidikan agama Islam di sekolah.

iv

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMANPERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

HALAMAN PENGESAHAN... iv

HALAMAN PRAKATA ... v

HALAMAN ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat/ Kegunaan Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

A. Pendidikan Agama Islam ... 6

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam ... 6

2. Landasan Atau Dasar Pendidikan Agama Islam ... 10

3. Tujuan Pendidikan ... 14

B. Kenakalansiswa ... 23

1. Pengertian siswa... 23

2. Karesteristik Siswa ... 25

v

(6)

BAB III METODE PENELITIAN ... 30

A. Jenis Penelitian ... 30

B. Lokasi dan objek penelitian ... 30

C. Variabel Penelitian ... 30

D. Defenisi Operasional Variabel ... 31

E. Populasi dan Sampel ... 31

F. Instrumen Penelitian ... 35

G. Tehnik Pengumpulan Data ... 36

H. Tehnik Analisis Data ... 37

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 39

A. Kondisi Obyek penelitian ... ………. 39

1. Gambaran umum SMP Negeri 2 Parangloe ... 39

2. Visi dan misi SMP Negeri 2 Parangloe ... 40

3. Keadaan Guru ... 41

4. Keadaan sarana dan prasarana SMP Negeri 2 ... 42

5. Keadaan siswa ... 39

B. Peranan pendidikan agama islam di SMP negeri 2 Parangloe... 44

C. Bentuk penanganan kenakalan siswa ... 45

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa ... 45

2. Usaha-usaha untuk mengatasi kenakalan siswa kelas I di SMP Negeri 2 Parangloe ... 47 D. Faktor pendukung dan penghambat pengajaran

vi

(7)

pendidikan agama islam dalam mengatasi

kenakalan siswa ... 44

1. faktor Pendukung ... 50

2. faktor Penghambat ... 51

E. Peranan pendidikan agama islam dalam Mengatasi kenakalan siswa kelas I di SMP negeri 2 Parangloe... 57

BAB. V PENUTUP ... 66

A. Kesimpulan ... 66

B. Saran ………. 69

DAFTAR PUSTAKA ... 70 LAMPIRAN-LAMPIRAN

vii

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.Keadaan Populasi Siswa SMP Negeri 2 Parangloe ... 33 Tabel 2. Keadaan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Parangloe ...

Tabel 3. Keadaan Guru SMP Negeri 2 Parangloe ... 41 Tabel 4. Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 2 Parangloe ... 42 Tabel 5. Keadaan Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Parangloe ... 44 Tabel 6. Jawaban Siswa Tentang Pendidikan Agama Islam itu penting Di sekolah ... 58 Tabel 7. Perubahan kearah yang lebih baik setelah belajar PAI ... 59 Tabel 8. Tingkat Ketekunan Siswa SMP negeri 2 Parangloe Dalam

beribadah Shalat ... 60 Tabel 9. Tingkat Kesadaran Siswa Akan Pentingnya Ibadah ... 61 Tabel 10. Tingkat Kesadaran Siswa Setelah Belajar PAI ... 62 Tabel 11.Tingkat Keseringan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Memberi Nasehat ... 63 Tabel 12. Tingkat Kesadara Siswa terhadap Kesalahan Yang

Dilakukannya ... 64 Tabel 13. Tingkat Kesenangan siswa belajar PAI ... 65 Tabel 14. Kemampuan Guru Agama Islam dalam melaksanakan

tugasnya ... 66 Tabel 15. Tingkat Keseringan guru Agama Islam Dalam Memberi Nasehat Dan motivasi kepadasiswa ... 67

viii

(9)

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Dengan penuhkesadaran, Penulis / Peneliti yang bertandatangan di bawah ini, menyatakan bahwa Skripsi ini benar adalah hasil karya Penulis / Peneliti sendiri. Jika kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, dibuat atau dibantu secara langsung orang lain baik keseluruhan atau sebagian, maka Skipsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Makassar, 18 Rajab 1434 H 23 Mei 2013 M Peneliti

Sitti Salma 291900407

(10)

ix

(11)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejak manusia menghendaki kemajuan dalam kehidupan, maka sejak itu timbul gagasan untuk melakukan pengalihan, pelestarian dan pengembangan kebudayaan melalui pendidikan. Maka itu dalam sejarah pertumbuhan masyarakat, pendidikan senantiasa menjadi perhatian utama dalam rangka memajukan kehidupan generasi demi kegenerasi sejalan dengan tuntunan kemajuan masyarakatnya.

Pendidikan berkembang dari yang sederhana (primitif), yang berlangsung dalam zaman dimana manusia masih berada dalam ruang lingkup kehidupan yang serba sederhana.Tujuan-tujuannya pun amat terbatas pada hal-hal yang bersifat survival (pertahanan hidup terhadap ancaman alam sekitar).

Dalam masyarakat yang dinamis, pendidikan memegang peranan yang menentukan eksistensi dan perkembangan masyarakat tersebut, oleh karena pendidikan merupakan usaha melestarikan, dan mengalihkan serta menstransportasikan nilai-nilai kebudayaan dalam segala aspeknya dan jenisnya pada generasi penerus. Demikian pula halnya dengan peranan pendidikan islam dikalangan umat Islam dikalangan umat Islam merupakan salah satu bentuk manifestasikan

1

(12)

dari cita-cita umat Islam merupakan salah satu bentuk manifestasi dari cita-cita umat Islam untuk melestarikan, mengalihkan dan menanamkan (internalisasi) dan mentransformasikan nilai-nilai Islam tersebut kepada pribadi generasi penerusnya sehingga nilai-nilai kultural-religius yang dicita-citakan dapat tetap berfungsi dan berkembang dalam masyarakat dari waktu kewaktu.

Pendidikan telah mengalami proses yang panjang. Pendidikan, dalam pengertian secara umum, yakni proses transmisi pengetahuan dari satu orang kepada orang lainnya atau dari satu generasi kegenerasi lainnya, proses pendidikan seringnya terjadi dalam sebuah lembaga. Dan lembaga pendidikan telah mengalami perkembangan, dari bentuknya yang paling sederhana, asasi, dan primitive yakni keluarga dan masyarakat sampai modern yakni sekolah.

Pendidikan agama Islam sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan pada umumnya. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan siswa terhadap Allah SWT. Tujuan pendidikan Islam yang sejalan ketakwaan siswa terhadap Allah SWT.

Tujuan pendidikam Islam yang sejalan dengan misi Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai ahlak sehingga mencapai akhlatul karimah.

Adapun tujuan utama dari pendidikan agama Islam adalah pembentukan ahlak yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, jiwa yang bersih, kemauan yang keras, cita-cita yang benar

(13)

dan akhlak yang tinggi. “ Tujuan pendidikan agama Islam adalah pembentukan ahlak yang dilakukan melalui proses pembinaan secara bertahap”. Faktor kemuliaan akhlak dalam pendidikan agama Islam dinilai secara faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang menurut pendidikan agama Islam berfungsi menyiapkan manusia-manusia yang mampu menata kehidupan yang sejahtera di dunia dan diakherat.

Dalam proses pendidikan, peserta didik/siswa adalah merupakan salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral. Peserta menjadi pokok persoalan dan tumpuan perhatian dalam semua proses transformasi yang disebut pendidikan. Sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan, siswa sering disebut sebagai “raw material” (bahan mentah). Setiap anak adalah unik, ketika kita memperhatikan anak-anak didalam ruang kelas, kita akan melihat perbedaan individual yang sangat banyak. Bahkan anak- anak dengan latar belakang usia hampir sama, akan memperhatikan penampilan, kemampuan, temperamen, minat dan sikap yang sangat beragam.

Seorang siswa atau peserta didik yang kurang mendapat perhatian dan bimbingan dari orang tua bukan tidak mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang negative, karena biar bagaiman pun pendidikan yang pertama dan utama adalah lingkungan keluarga

(14)

dimana anak-anak mendapat pengetahuan sebelum menempuh jalur pendidikan formal dibangku sekolah, orang tua yang sibuk sehingga melupakan kewajibannya sebagai orang tua bahkan tidak peduli pendidikan anak-anaknya, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah sehingga anak cenderung melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma dan tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian orang-orang terutama perhatian orang tua, disinilah mulai tumbuh dalam diri siswa itu dorongan untuk mencari pedoman hidup, mencari sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas untuk dijunjung tinggi dan dipuja-puja.

Pada saat itulah siswa bertemu dengan sekelompok orang yang mengatas namakan kelompok yang mampu mendidik mereka kearah yang lebih baik yang pada akhirnya membawa siswa untuk ikut melakukan hal-hal yang melanggar norma-norma dalam kehidupan.

Hal ini juga terjadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Parangloe sebagian siswa menganggap sekolah sebagai tempat untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang salah seperti bolos sekolah, merokok dibawa umur bahkan berkelahi dengan sesama teman, sehingga banyak siswa yang terpaksa putus sekolah akibat dari perbuatan mereka sendiri.

(15)

B. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dirumuskan beberapa permasalahan pokok yang dibahas lebih lanjut, yaitu:

1) Bagaimana peranan pendidikan Islam dalam mengatasi kenakalan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Parangloe Kab. Gowa?

2) Bagaimana bentuk penanganan kenakalan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Parangloe Kab. Gowa?

3) Factor apa yang jadi pendukung dan penghambat pada pelaksanaan pengajaran pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Parangloe Kab. Gowa?

C. Tujuan penelitian 1. Untuk mengetahui peranan pendidikan Agama Islam dalam

mengatasi kenakalan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Parangloe Kab.

Gowa.

2. Untuk mengetahui bagaimana bentuk penanganan kenakalan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Parangloe Kab .Gowa.

3. Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kenakalan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Parangloe Kab. Gowa.

(16)

D. Manfaat/ Kegunaan Penelitian

1. Memiliki wawasan mendalam tentang penyebab terjadinya kenakalan siswa.

2. Menjadi bahan bacaan bagi para praktisi pendidikan dan siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap remaja-remaja kini.

3. Dapat menjadi referensi bagi calon-calon peneliti selanjutnya.

(17)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam merupakan sebutan yang diberikan pada salah satu subyek pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa muslim dalam menyelesaikan pendidikannya pada tingkat tertentu, Untuk mengetahui lebih jauh tentang apa itu pendidikan? Berikut beberapa pendapat tentang pengertian pendidikan :

Menurut Driyarkara dalam Fuad Ihsan (1995:4) mengatakan :

Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia mudah, pengangkatan manusai ketaraf insan itulah yang disebut mendidik.

Pendidikan ialah pemanusiaan manusia mudah.

Menurut Crow and Crow dalam Fuad Ihsan (1994:4) mengatakan: Pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan social dari generasi ke generasi.

Didalam GBHN tahun 1973 disebutkan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian

7

(18)

dan kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.

Menurut Soegarda Poerbakawaca dalam Arianto (2008:2) mengatakan: Pendidikan adalah segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi mudah untuk melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama sebaik-baiknya.

Menurut Kihajar Dewantara Dalam Arianto (2008:2) mengatakan : Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditunjukan untuk keselamatan dan kebahagiaan umat.

Pendidikan dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 (1994:41) tentang system pendidikan nasional, bab I point 1 menyatakan: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spitual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pendidikan adalah pertumbuhan yang terus menerus tanpa akhir kearah apa yang terbaik, dan secara praktis tergantung pada kondisi yang ada, beserta problema-problema yang dihadapi , bagi pencapai tujuan hidup masa depan yang lebih baik, sesuai tuntunan hidup individual dan kelompok.

(19)

Pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan proses perbuatan cara mendidik. Firman Allah dalam Q.S Ar-Rum (30:30) dan Q.S an-Nahl (16:78).















































Terjemahannya :

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.fitrah Allah:

maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid.Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar.mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan. ( Kementrian Agama RI 2011:365).

Dan Firman Allah dalam Q.S an-Nahl (16:78)

































Terjemahannya :

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. ( Kementrian Agama RI 2011:249).

(20)

Kedua firman Allah tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan yang benar adalah yang memberi kesempatan kepada keterbukaan terhadap pengaruh dari dunia luar dan perkembangan dari dalam diri anak didik sendiri.

Dari beberapa pengertian diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk merubah atau memanusiakan manusia dari generasi kegenerasi agar tercapai tujuan yang di inginkan.

2. Landasan Atau Dasar Pendidikan Agama Islam

Dasar atau pundamen dari suatu bangunan adalah bahagian dari bangunan yang menjadi sumber kekuatan atau keteguhan tetap berdirinya bangunan itu, Demikian pula fungsi dari dasar pendidikan agama Islam fungsinya ialah menjamin sehingga bangunan pendidikan itu teguh berdirinya. Adapun dasar dari pendidikan agama Islam yaitu :

a. Al-qur`an

Al-qur`an adalah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad Saw yang dijadikan petunjuk dan pedoman bagi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.

(21)

Firman Allah pada Q.S.An-Nahal (16:44)



























Terjemahannya :

Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab.dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka[829] dan supaya mereka memikirkan, Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran. (Kementrian Agama RI 2011:241)

Setelah penulis menganalisis terjemahan ayat tersebut diatas maka penulis dapat memahami bahwa :

Allah telah menurunkan Al-qur`an sebagai pedoman hidup manusia, yakni perintah-perintah, larangan-larangan , aturan dan lain- lain yang terdapat dalam Al-qur`an.

Menurut Khudari Umar dalam Chabib Thoha (1999:24) mengatakan :

Al-Qur`an adalah kalam Allah yang tiada tandingannya (mukjisat) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril, ditulis dalam Mushab-Mushab yang disampaikan kepada kita secara mutawir, serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dari surat Al-fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas.

Tujuan turunnya Al-Qur`an bagi kepentingan Nabi ialah sebagai bukti yang paling kuat terhadap kenabiannya atau sebagai Mu`jizat

(22)

nabi Muhammad Saw. Sedangkan tujuan turunnya Al-Qur`an bagi kepentingan umat adalah sebagai sumber hidayah atau petunjuk yang membimbing umat untuk mencapai kehidupan yang baik didunia dan kehidupan yang baik diakhirat.

b. As-Sunnah

As-Sunnah adalah perkataan, perbuatan ataupun pengakuan rasul Allah Swt. Yang dimaksudkan dengan pengakuan itu adalah kejadian atau perbuatan orang lain yang diketahui rasulullah Saw dan beliau membiarkan saja kejadian atau perbuatan itu berjalan, sunnah dalam istilah ulama ushul adalah apa-apa yang diriwayatkan dari nabi Muhammad Saw baik dalam bentuk perkataan, perbuatan.

Tirmidzi meriwayatkan suatu hadis , bahwa Rasulullah S.AW pernah bersabda,

ْمُكْيِف ُتْكَرَ ت .م.ص ِوَّللا ُلْوُسَر َلاَق .َلاَق .ع.ر ِهِّدَج ْنَع ِوْيِبَا ْنَع ِوَّللا ِدْيَع ِنْب ِرْيِثَك ْنَع اَمِهِب ْمُتْكَّسَمَتاَم اْوُّلِضَت ْنَل ِنْيَرْمَا َةَّنُسَو ِوَّللا َباَتِك

وِّيِبَن

Artinya:

“Dari Katsir bin Abdullah dari ayah dari datuknya, r.a., berkata:

rasulullah s.a.w.,pernah bersabda: "Aku pernah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara yang tidak akan tersesat kamu selama kamu berpegang teguh kepada keduanya yaitu: kitab Allah dan sunnah nabinNya," (HR. Tirmidzi). Kembali kepada Al-Quran dan As- Sunnah, (1993: 57).

(23)

Dalam hadits ini menegaskan akan jaminannya kepada kita umat Islam, bahwa selama kita mau berpegang teguh kepada kitab Allah, Al- Qur’an dan sunnah Rasulullah, kita tidak akan pernah tersesat selama- lamanya, baik dahulu, sekarang, maupun yang akan datang, bahkan sampai kiamat sekalipun. Maka dari itu Al-Qur’an dan sunnah rasul kita menjadikannya sebagai bacaan sehari-hari, mempelajari kandungannya, mangamalkan ajaran-ajarannya, mengikuti petunjuk dan bimbingannya, serta manjadikannya sebagai pimpinan dan pandangan hidup.

1. Kedudukan Sunnah

a. Sunnah adalah sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur`an.

Perintah untuk menjadikan sunnah sebagai sumber hukum Islam, setiap mukmin wajib taat kepada Allah Swt dan kepada rasul, Firman Allah dalam Q.S.An-Nisaa (4):59)



























































Terjemahannya:

Hai orang-orang yang beriman,taatilah Allah dan taatilah Rasul-nya, dan ulil amri diantara kamu,kemudian jika berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah (Al- qur`an) dan rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama

(24)

(bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Kementrian Agama RI 2011:176 ).

Setelah penulis menganalisis terjemahan ayat tersebut diatas maka penulis dapat memahami bahwa :

Kita sebagai manusia wajib mengikuti perintah Allah Swt.dan rasulnya dan berpedoman pada Al-Qur`an dan sunnah rasul agar jalan kita tidak tersesat.

b. Sunnah berfungsi menafsirkan Al-Qur’an

Dalam hubungannya dengan Al-Qur’an, maka As-sunnah berfungsi sebagai menafsirkan, mensyarahkan dan menjelaskan ayat Al-Qur’an.

3. Tujuan Pendidikan

Dalam kehidupan ummat manusia setiap yang dilakukan tentu memiliki tujuan, tujuan itu sendiri berarti adalah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Begitu pula dengan pendidikan berikut beberapa tujuan pendidikan berikut beberapa tujuan pendidikan diantaranya:

1. Tujuan umum

Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan itu meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan dan pandangan. Tujuan

(25)

umum ini berbeda pada setiap tingkat umur, kecerdasan, situasi, dan kondisi, dengan kerangka yang sama.

2. Tujuan Akhir

Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terhadap pada waktu hidup didunia ini telah berakhir pula. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perbuatan naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang.

Perasaan, lingkungan dan pengalaman dapat mempengaruhinya. Karena itulah pendidikan agama Islam itu berlaku selama hidup untuk menumbuhkan, memupuk, mengembangkan, memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah tercapai. Orang yang sudah takwa dalam bentuk insane kamil, masih perlu pendapat pendidikan dalam pendidikan formal.

Dr. Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengatakan: tujuan akhir pendidikan Islam adalah pembentukan akhlak al-karimah yang merupakan fadhilah dalam jiwa anak didik, sehingga anak terbiasa dalam perilaku dan fikiran yang Islami.

Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam itu dapat dipahami dalam firman Allah dalam Q.S Ali Imran ayat (3:102).

(26)

























Terjemahannya:

Wahai orang-orang yang beriman ,bertakwalah kepada Allah sebenar-banar takwa kepadanya dan jangannlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (Kementrian Agama RI 2011:200)

Setelah penulis menganalisis terjemahan ayat tersebut diatas maka penulis dapat memahami bahwa :

Kita diwajibkan untuk mengikuti perintah Allah swt dan menjauhi semua larangannya, dan bertaubatlah sebelum kita mati.

Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai muslim yang merupakan ujung dari takwa sebagai akhir dari proses hidup jelas berisi kegiatan pendidikan. Inilah akhir dari proses pendidikan itu yang dapat dianggap sebagai tujuan akhirnya. Insan kamil yang mati dan akan menghadap tuhannya merupakan tujuan akhir dari proses pendidikan agama Islam.

3. Tujuan Sementara

Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Tujuan operasional dalam bentuk tujuan instruksional yang kembangkan menjadi

(27)

tujuan intruksional umum dan khusus (TIU dan TIU), dapat diaanggap tujuan sementara dengan sifat agak berbeda.

Pada tujuan sementara bentuk insan kamil dengan pola takwa sudah kelihatan meskipun dalam ukuran sederhana, sekurang-kurangnya beberapa ciri pokok sudah kelihatan pada pribadi anak didik.Tujuan pendidikan agama Islam seolah-olah merupakan suatu lingkaran yang pada tingkat paling rendah mungkin merupakan suatu lingkaran kecil.Semakin tinggi tingkatan pendidikannya, lingkaran tersebut semakin besar.

4. Tujuan Operasional

Tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan tercapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu. Dalam tujuan operasional ini lebih banyak dituntut dari anak didik suatu kemampuan dan keterampilan tertentu. Sifat operasionalnya lebih ditonjolkan dari sifat penghayatan dan kepribadian. Ada beberapa pendapat para ahli tentang pengertian pendidikan agama Islam diantaranya:

Menurut Muhaimin (2002:76) pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran atua latihan yang dilakukan secara berencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.

(28)

Menurut Zakiah Daradjat (2009:86) menyatakan :

Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup (wai of life) . Menurut Omar Muhammad Al-Thoumi Al-Syaebani dalam Arianto (2008:3) mengatakan :

Pendidikan Agama Islam diartikan sebagai usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya melalui proses kependidikan.

Menurut Berlian Somad (1999:9) mengatakan : pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi mahluk yang bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya adalah mewujudkan tujuan itu,yaitu ajaran Allah, ”pendidikan itu disebut pendidikan agama Islam apabila memiliki dua ciri khas, yaitu:

a. Tujuannya membentuk individu menjadi bercorak diri tertinggi menurut aturan Al-qur`an

b. Isi pendidikannya adalah ajaran Allah yang tercantum dengan lengkap didalam Al-qur`an yang pelaksanaannya di dalam praktek hidup sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi Muhammad Saw.

(29)

Sedangkan menurut Hasan Langgulung (1999:10) mengatakan :

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang memiliki 4 macam fungsi yaitu:

1. Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang.

Peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup (supervival) masyarakat sendiri.

2. Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut dari tua kegenerasi muda.

3. Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan untuk memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (survival) suatu masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, nilai-nilai keutuhan (integrity) dan kesatuan (integration) suatu masyarakat, tidak akan terpelihara yang akhirnya menyebabkan kehancuran masyarakat itu sendiri.

4. Mendidik anak agar beramal didunia untuk memetik hasilnya diakhirat.

Menurut Musthafa Al-Guhulayaini dalam Zakiyah Daradjat (1992:86) mengatakan :

(30)

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yiatu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ini dapat memahami, menghayati, mengamalkan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup didunia maupun diakhirat.

Pendidikan agama Islam adalah menanamkan ahlak mulia didalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasihat, sehingga ahlak itu menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya, kemudian buahnya berujud keutamaan, kebaikan, dan cinta bekerja untuk memanfaatkan tanah air.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha, asuhan dan latihan terhadap anak didik atau siswa sehingga ia mampu mengetahui dan memahami serta mengamalkan ajaran Islam sehingga terwujud pribadi muslim yang kuat menurut ukuran-ukuran Islam.

c. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan adalah sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau kelompok orang yang melakukan suatu kegiatan. Karena itu tujuan ilmu pendidikan agama Islam, yaitu sasaran yang ingin

(31)

dicapai oleh seseorang atau kelompok orang yang melaksanakan pendidikan agama Islam.

Secara umum, menurut Imam Al- Ghazali dalam Djlamuddin dan Abdullah Aly (1999:15) mengatakan :

Tujuan pendidikan yaitu pembentukan insane paripurna, baik didunia maupun diakhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadilah melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya.

Usaha pembelajaran pendidikan agama Islam adalah upaya untuk mencerdaskan anak tidak hanya pada aspek intelektualnya saja, tetapi lebih kepada sikap dan perilakunya yang diharapkan sejalan dengan al-qur`an dan sunnah Rasulullah Saw sebagai landasan dalam pendidikan agama Islam. Usaha ini dilakukan dalam bentuk bimbingan, latihan dan pembiasaan dalam peningkatan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap ajaran Islam.

Tujuan pendidikan Agama Islam menurut Dr. Muhammad Athiyah Al-Abrasyi (2001:22) terdiri 5 sasaran yaitu:

a) Membentuk ahlak mulia

b) Mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat

c) Persiapan untuk mencari rezki dan memelihara segi kemanfaatannya

(32)

d) Menumbuhkan semangat ilmiah peserta didik e) Mempersiapkan tenaga professional yang terampil.

Tujuan pendidikan agama Islam menurut Muhaimin (2002:78) adalah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt serta berahlak mulia.

Sedangkan tujuan utama dari pendidikan Islam adalah membina dan mendasari kehidupan anak didik dengan nilai-nilai agama sekaligus mengajarkan ilmu agama Islam. Sehingga ia mampu mengamalkan syariat Islam secara benar sesuai pengetahuan agama.

Sehingga dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah memberikan bimbingan dan pemahaman tentang ajaran agama Islam sehingga tercermin kepribadian yang Islami ,atau dengan kata lain bertujuan membentuk keshalehan pribadi dan keshalehan social pada diri siswa.

(33)

B. Kenakalan Siswa

Sebelum membahas tentang apa itu kenakalan remaja, akan dibahas terlebih dahulu tentang “siswa.”

1. Pengertian siswa

Peserta didik/siswa adalah sasaran pendidikan. Pihak yang dididik, diarahkan, dipimpin dan diberi anjuran-anjuran norma-norma dan bermacam-macam ilmu pengetahuan dan keterampilan atau dikatakan juga pihak yang di manusiakan. Anak adalah orang yang senantiasa mengalami perkembangan sejak terciptanya sampai meninggal. Adapun perkembangan itu sendiri adalah perubahan yang terus menerus yang menyangkut diri anak atau penyusuaian dengan lingkungannya. Pendidik dalam hal ini hendaklah selalu memberikan bimbingan secara teratur, memberikan perlindungan dan harus sabar serta tekun dan juga memberikan bimbingan secara teratur, memberikan perlindungan dan harus sabar serta tekun dan juga memberikan bimbingan sesuai dengan perkembangan yang sedang dialami oleh anak.

Siswa atau peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Siswa bukan binatang, tetapi ia adalah manusia yang mempunyai akal. Siswa adalah unsur manusiawi yang penting dalam kegiatan interaksi edukatif. Ia di

(34)

jadikan sebagai pokok persoalan dalam semua gerak kegiatan pendidikan dan pengajaran. Sebagai pokok persoalan dalam semua gerak kegiatan pendidikan dan pengajaran. Sebagai pokok persoalan siswa memiliki kedudukan yang menempati posisi yang menempati posisi yang menentukan dalam sebuah interaksi. Guru tidak mempunyai arti apa-apa tanpa kehadiran siswa sebagai subjek pembinaan, jadi siswa adalah “kunci” yang mnenentukan untuk terjadinya interaksi edukatif.

Siswa adalah manusia yang memiliki potensi akal untuk dijadikanai kekuatan agar menjadi manusia susila yang cakap.

Sebagai manusia yang memiliki potensi akal untuk dijadikan kekuatan agar menjadi manusia susila yang cakap. Sebagai manusia yang berpotensi, maka didalam diri anak didik/siswa ada suatu daya yang tersedia sedang pendidikan sebagai alat yang ampuh untuk mengembangkan daya itu.

Ada beberapa pengertian siswa dalam berbagai perpspektif yaitu:

a. Dalam perspektif pedagogis, peserta didik/siswa diartikan sebagai makhluk “Homo educandum”makhluk yang menghajatkan pendidikan. Dalam pengertian ini, siswa dipandang sebagai manusia yang memiliki potensi yang bersifat laten, sehingga dibutuhkan binaan dan bimbingan untuk

(35)

mengaktualisasikannya agar ia dapat menjadi manusia susila yang memiliki potensi yang bersifat laten, sehingga dibutuhkan binaan dan bimbingan untuk mengaktualisasikannya agar ia dapat menjadi manusia susila yang cakap.

b. Dalam perspektif psikologis, peserta didik atau siswa adalah individu yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun psikis menurut fitranya masing-masing. Sebagai individu yang berkembang, siswa memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsistem menuju kearah titik optimal kemampuan fitranya.

c. Dalam prespektif Undang-Undang system pendidikan nasional No.20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 4, “Peserta didik/siswa diartikan sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (UU No. 20 thn 2003 Sistem Pendidikan Nasional).

2. Karasteristik siswa

Sebagai mahluk manusia, siswa memiliki karesteristik menurut Sutari Iman Barnadib, Suwarno, dan Siti Mechati, siswa memiliki karesteristik tertentu yaitu:

a. Belum memilki pribadi dewasa susila sehingga masih menjadi tanggung jawab pendidik.

(36)

b. Masih menyempurnakan aspek tertentu dari kedewasaannya, sehingga menjadi tanggung jawab pendidik.

c. Memiliki sifat-sifat dasar manusia yang sedang berkembang secara terpadu yaitu kebutuhan biologis, rohani, social, intelegensi, emosi, kemampuan berbicara, anggota tubuh untuk bekerja (kaki, tangan, jari) latar belakang social, latar belakang biologis (warna kulit, bentuk tubuh, dan lainnya ), serta perbedaan individual.

d. Siswa atau peserta didik adalah individu yang memiliki potensi fisik dan Psikis khas, sehingga ia merupakan insan yang unik.

e. Siswa atau peserta didik adalah individu yang sedang berkembang.

f. Siswa atau peserta didik adalah individu yang membutuhan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi

g. Siswa atau peserta didik adalah individu yang memilki kemampuan untuk mandiri.

Kenakalan siswa meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh siswa. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.

Dalam hal ini istilah siswa dan remaja memiliki persamaan dalam hal usia hanya saja penggunaan tempat yang membedakan yakni pada

(37)

lingkungan sekolah menengah disebut peserta didik atau siswa sedangkan dalam masyarakat disebut remaja.

Beberapa pendapat tentang pengertian siswa Kartono (2003:38) mengatakan :

Kenakalan siswa atau dalam bahasa inggris dikenal dalam istilah juvenile deliquecy merupakan gejala patologis social pada siswa yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian social. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. “

Sedangkan menurut Mussen dkk mendefinisikan bahwa kenakalan remaja adalah sebagai perilaku yang melanggar hukum atau kejahatan yang biasanya dilakukan oleh remaja yang berusia 16- 18 tahun, jika perbuatan ini dilakukan oleh orang dewasa maka akan mendapat sanksi hukum.

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kenakalan siswa adalah perilaku-perilaku yang menyimpang dari Al-Qur`an dan sunnah baik lahir maupun bathin, kenakalan remaja biasanya dapat juga seperti penyimpangan perilaku tata tertib suatu sekolah.

a. sebab-sebab terjadinya kenakalan remaja

Kenakalan remaja sebagai suatu fenomena social yang terjadi dilingkungan pendidikan, kenakalan dapat timbul karena disebabkan oleh beberapa hal.

(38)

Zakiah Darajat (1999:4) mengemukakan timbulnya kenakalan remaja disebabkan antara lain :

1. Lemahnya pendidikan Agama dilingkungan keluarga 2. Kemerosotan moral dan mental orang dewasa 3. Pendidikan dalam sekolah yang kurang baik 4. Adanya dampak negative dari kemajuan teknologi 5. Tidak stabilnya kondisi social,politik,ekonomi.

Secara luas, sebab-sebab kenakalan remaja dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebab intern yang berasal dari pribadi anak itu sendiri, sedangkan sebab ekstern datang dari lingkungan sekitar anak.

Yang termasuk sebab yang datang dari pribadi anak itu sendiri adalah:

Pembawaan negative dan sukar untuk dikendalikan serta mengarah keperbuatan nakal.

1. Lemahnya kemampuan pengawasan diri sendiri serta sikap menilai terhadap keadaan sekitarya.

2. Kurang mampu mengadakan penyesuaian dengan lingkungan yang baik sehingga mencari pelarian dan kepuasan dalam kelompok nakal.

3. Tidak mempunyai kegemaran yang sehat, sehingga canggung dalam tingkah laku didalam kehidupan sehari-hari yang akibatnya

(39)

dapat mencari pelarian atau mudah dipengaruhi oleh perbuatan maksiat.

Sedangkan penyebab yang datang dari luar diri siswa (ekstern) adalah:

1. Kurangnya rasa cinta, terutama dari orang tua dan guru disekolah 2. Pengawasan yang kurang dari orang tua dan guru disekolah 3. Tidak adanya media penyalur hobinya

4. Kurangnya penghargaan terhadap siswa oleh lingkungan keluarga dan sekolah

(40)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, yaitu peneliti berusaha memberikan gambaran tentang bagaimana peranan pendidikan agama Islam dalam mengatasi kenakalan remaja.

B. Lokasi dan objek penelitian

Adapun lokasi penelitian ini adalah di SMP NEGERI 2 PARANGLOE kabupaten Gowa. Objek penelitian penulis adalah siswa kelas VII di SMP NEGERI 2 PARANGLOE Kabupaten Gowa.

C. Variabel Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (1998 :99) Variabel adalah objek penelitian, atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian berdasarkan teori tersebut maka penelitian ini menggunakan dua variable yaitu variable bebas (indevenden variable) dan variable terikat (dependent variable) . Dalam penelitian ini peranan pendidikan agama Islam sebagai variable bebas sedangkan variable terikatnya adalah mengatasi kenakalan siswa.

30

(41)

D. Defenisi Operasional Variabel

1. Peran Pendidikan agama Islam adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada siswa yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman keagamaan nilai-nilai spiritual

2. Cara mengatasi Kenakalan siswa yaitu semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh siswa. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang- orang disekitarnya. Maka perlu ditanamkan nilai-nilai Agama Islam.

E. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Untuk mempermudah memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini maka diperlukan dalam penelitian yang disebut populasi dan sampel.

Menurut Margono (2007:118) bahwa populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan.

Menurut Arikunto (2006:130) bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian dengan meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian.

Sedangkan menurut Hadari Nawawi (1993:141) menyebutkan bahwa populasi adalah Keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia , benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai

(42)

tes atau peristiwa–peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu didalam suatu penelitian. Jadi populasi berhungan dengan data yang diperoleh dari keseluruhan yang menjadi objek dalam penelitian.

Tabel I

Keadaan populasi siswa SMP Negeri 2 Parangloe Tahun ajaran 2013

NO KELAS JUMLAH SISWA

1 KELAS VII-1 37

2 KELAS VII-2 39

3 KELAS VIII-1 31

4 KELAS VIII-2 38

5 KELAS IX-1 26

6 KELAS IX-2 27

JUMLAH 198 Sumber data: kantor SMP Negeri 2 Parangloe 25 Januari 2013 2. Sampel

Pengambilan sampel dimaksudkan untuk memudahkan peneliti dalam pengumpulan data pengelolahan dan menganalisis data dari sejumlah populasi yang berhubungan dengan penelitian.Sampel menurut Suharsimi Arikunto (2006:131) adalah “Sebagian atau wakil

(43)

yang akan diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud mengeneralisasikan hasil penelitian sampel”.

Senada dengan pendapat Margono (2007:119) menyatakan :

“sampel adalah sebagian bagian dari populasi, sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu.”

Kaidah metode penelitian menyatakan bahwa sampel benar- benar mewakili populasi secara keseluruhan, sebab bila sampel penelitian digunakan benar-benar mewakili populasi maka kesimpulannya tehadap sampel dapat diberikan dan diberlakukan secara umum kepada populasi.

Sedangkan Suharsimi Arikunto (2007:117) Mengemukakan : Populasi yang objeknya kurang dari 100 diambil semua sehingga menjadi penelitian populasi. Sedangkan populasi yang jumlah objeknya besar atau lebih dari 100 maka dapat ditarik sampel antara 10 % -15% atau 20 %-25 %.

Berdasarkan teori diatas, jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 orang. Penelitian ini dinamakan penelitian populasi karena jumlah objek populasinya hanya 76 orang atau kurang dari seratus. Sampel untuk gurunya dilakukan dengan tehnik provesif sampling artinya pengambilan sampel dilakukan langsung pada guru pendidikan agama Islam.

(44)

Pengambilan sampel dilakukan dengan penetapan langsung dari Dpk.

Tabel 2

Keadaan populasi siswa kelas 1 SMP Negeri 2 Parangloe Kab.Gowa Tahun Ajaran 2013

No Kelas Jumlah

1 Kelas VII-1 37

2 Kelas VII-2 39

Jumlah 76

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian dimaksudkan uantuk memberikan kemudahan kepada peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian sehingga mendapatkan data sebagaimana adanya. Adapun instrument penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data lapangan mengenai peranan pendidikan agama Islam dalam mengatasi kenakalan remaja di SMP Negeri 2 Parangloe yaitu :

1. Pedoman observasi adalah pengumpulan dengan memperhatikan sesuatu atau hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat indra. Observasi bisa dilakukan dengan pedoman sebagai instrument pengamatan.

(45)

2. Pedoman angket atau kuesioner (quastionnaires) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.

3. Pedoman interviu (interview) yang sering juga disebut dengan wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.

4. Catatan dokumentasi dari asal kata dokumen yang artinya barang- barang tertulis. Dalam melaksanakan penelitian dengan, metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku- buku, peraturan, notulen rapat, absensi siswa, perangkat-perangkat pembelajaran dan semacamnya. Margono (2007:119).

G. Tehnik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, peneliti dalam mengumpulakan data menggunakan beberapa tehnik, yaitu:

1. Liberary research (riset perpustakaan) yaitu penulis memperoleh data dengan jalan membaca dan menelaah buku-buku, jurnal dan karya ilmiah yang ada kaitannya dengan pembahasan skripsi. Metode yang digunakan dalam pengumpula datanya yaitu:

a. Kutipan langsung, yaitu penelitian mengutip pendapat atau pemikiran dari suatu teori sesuai dengan aslinya tanpa mengubah redaksinya.

(46)

b. Kutipan tidak langsung yaitu peneliti menguti pendapat atau pemikiran dari suatu teori dengan mengubah redaksinya tanpa mengurangi makna dan tujuan dari teori tersebut.

2. Field research (riset lapangan) yaitu pengumpulan data dengan jalan langsung pada tempat atau lokasi penelitian yang dimaksudkan guna memperoleh data yang lebih akurat berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dengan menggunakan tehnik sebagai berikut:

a. Angket dengan memberikan pertanyaan tertulis dalam bentuk pilihan ganda atau essay kepada responden untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian

b. Wawancara dengan beberapa responden untuk memperoleh data yang diperlukan, baik dengan melakukan percakapan yang berhubungan dengan permasalahan yang telah dirumuskan ataupun menggunakan daftar pertanyaan

c. Observasi berupa pengamatan langsung pada hal-hal yang berhubungan dengan pembahasan

d. Dokumen atau tulisan-tulisan yang berhubungan dengan pembahasan sebagai bukti tertulis.

(47)

H. Tehnik Analisis Data

Untuk mengelolah data menjadi sebuah pembahasan, peneliti menganalisis data dengan tehnik analisis dekriptif kualitatif yaitu berusaha menggambarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan tehnik sebagai berikut:

1. Tehnik analisis induktif adalah metode analisis data yang dimulai dari pembahasan yang bersifat khusus kemudian mengambil suatu kesimpulan yang bersifat umum

2. Tehnik analisis deduktif adalah tehnik anlisis data yang dimulai dari pembahasan yang bersifat umum kemudian mengambil suatu kesimpulan bersifat khusus.

Dengan rumus sebagai berikut : P= F x100 %

N

Keterangan :

P : Angka persentase

F : Frekuensi yang dicari persentasenya N : Banyaknya responden.

(48)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kondisi Obyektif Lokasi Penelitian

1. Gambaran Umum SMP Negeri 2 Parangloe Kab.Gowa

SMP Negeri 2 Parangloe merupakan lembaga pendidikan tingkat pertama yang berada dibawah naungan Dinas pendidikan Olahraga dan Pemuda yang mempunyai tujuan mencerdaskan anak didik sesuai dengan kurikulum yang berbasis kompetensi.

SMP Negeri 2 Parangloe berdiri pada tahun 2003, yang didirikan oleh pemerintah. Kepala sekolah pertama yang memimpin sekolah ini bernama Nurdin Palalang S.Pd.M,Pd kemudian diganti dengan bapak Drs.Muh.Tato yang berdasarkan Surat Keputusan Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda dengan nomor Sertifikat:

824/976. a/Dikorda / x / 2012 tanggal 1 Desember 2012 oleh bupati Gowa Iksan Yasin limpo.

Secara umum, SMP Negeri 2 Parangloe ini mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak berdirinya sampai sekarang.

Hal ini ditandai dengan jumlah siswa yang semakin bertambah dari tahun ketahun. Begitu pula dengan sarana dan prasarananya, gedung sekolah ini memiliki 6 ruangan kelas, 1ruangan kepala sekolah,1 ruangan guru,1 ruangan perpustakaan, 1 ruangan labolatorium, 1

38

(49)

ruangan dapur, dan 1 ruangan musallah. Awal berdirinya pada tahun 2003 hanya 1ruangan belajar dan 1 ruangan kantor.

Fasilitas yang ada pada SMP Negeri 2 Parangloe sudah memadai. Adapun siswa yang ada di SMP Negeri 2 Parangloe sebagian dari golongan menengah kebawah. Siswa berasal dari penduduk yang tinggal disekitar sekolah, ada pula yang berasal dari tempat lain.

2. Visi Dan Misi SMP Negeri 2 Parangloe

Pendidikan di SMP Negeri 2 Parangloe bertujuan memberi bekal kemampuan dasar tentang ilmu pengetahuan Agama serta pengetahuan teknologi untuk mengembangkan kehidupannya secara pribadi, masyarakat, sebagai warga Negara Indonesia serta untuk mempersiapkan mereka melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Adapun visi SMP Negeri 2 Parangloe yaitu Terwujudnya sekolah idaman.

Sedangkan Misi SMP Negeri 2 Parangloe yaitu:

1. Pengadaan sarana dan prasarana 2. Pengembangan sumber Daya Manusia 3. Peningkatan Kwalitas pembelajaran 4. Administrasi sekolah Berbasis MBS 5. Evaluasi PBM Secara Berkala

(50)

3. Keadaan Guru

Guru adalah merupakan salah satu komponen manusia dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan membentuk sumber daya manusia yang berpotensial dibidang pembangunan manusia seutuhnya, yakni utuh jasmani dan rohani, manusia yang berguna dalam pembangunan bangsa dan Negara. Pengarahan dan pengajaran seorang guru terhadap siswanya merupakan tumpuan perhatian dan usaha pembinaan dan pendidikan atau pengajaran yang diberikan, sehingga seorang guru akan mampu memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar dan pendidik.

Untuk mengetahui secara jelas tentang keberadaan guru di SMP Negeri 2 Parangloe dapat dilihat pada table dibawah ini:

Tabel 3

Keadaan Guru SMP Negeri 2 Parangloe TP.2013/2014

NO Nama/Nip Tempat/tanggal

lahir

Pendidikan terakhir

Jabatan Status 1 Drs. Muh. Tato

NIP.19631231198903116

Tator/

31-12-1963

S-2 / A-IV Managemen/

2007

Kepala sekolah

PNS

2 Muhammad Amin, SPd

NIP.195706271979071002 Limbung/ 27 Juni 1957

S-1/A-IV Tekhnologi Pendidikan/

2009

GURU OLAHRA

GA

PNS

3 Syarifuddin, SPd

NIP.195602191984031005

Limbung / 19-02- 1956

S-1/A-IV Tekhnologi Pendidikan/

2005

GURU PPKN

PNS

4 M. Syarif L, SPd, MPd NIP. 19560219198403009

Limbung / 19-02- 1964

S-2 / A-IV Pendidikan Fisika/ 2011

GURU FISIKA

PNS

(51)

5 Sumiati, SPd

NIP.197606202005022008

Makassar / 28-10-1970

S-1 / A-IV Pendidikan Bahasa Inggris / 1998

GURU BHS.ING

GRIS

PNS

6 St. Rasmah, SPd

NIP. 1976062005022008

Ujung Pandang/

20-06-1976

S-1 / A-IV Pendidikan Ekonomi Koperasi / 2000

GURU PEND.A GAMA ISLAM

PNS

7 Rostina Mansyur, SPd NIP.1980082005022004

Sungguminasa /02- 08-1980

S-1 / A-IV Pendidikan Matematika / 2004

GURU MT-MT

PNS

8 Nurhayati, SPd

NIP.198105032006042016 Pa’bangiang/ 03- 05-1981

S-1 / A-IV Pendidikan Biologi / 2004

GURU IPA

PNS

9 Hj. Hasnah, SPd

NIP 197207072006042007

Lebong, 02-07- 1972

S-1 / A-IV Pendidikan Bhs. Inggris / 2002

GURU BHS.ING

GRIS

PNS

10 Sahruni, SPd

NIP.196612312007012106

Panciro/05-03- 1977

S-1 / A-IV Pendidikan Bhs. Inggris / 2001

GURU IPS

PNS

11 Irnawati, SPd

NIP.197710022007012001

Panciro, thn.

1966

S-1 / A-IV Pendidikan Ekonomi Koperasi / 2000

GURU BHS .DAERA

HH

PNS

12 Harmini, SPd

NIP.198205302009012002

Ujung pandang 02-10-1977

S-1 / A-IV Pendidikan Sejarah / 2001

GURU MT-MT

PNS

13 Sitti Salma NIP.-

Kaballokang/04,10 1984

S1/pendidikan Agama Islam

STAF PERPUS

PTT

14 Halija NIP.-

Po’rong, Gowa 30-05-1982

SMA STAF

ADM

PTT

15 Rosmina NIP.-

Kasimburang 23,1,1977

SMA STAF

ADM

PTT

Sumber data Kantor SMP Negeri 2 Parangloe 30 Maret, 2013

Dari table diatas, secara singkat dapat dikatakan bahwa jumlah guru yang mengajar di SMP Negeri 2 Parangloe saat ini mengalami peningkatan, yang pada awalnya didirikan jumlah guru hanya 6 orang,

(52)

saat ini keseluruhan guru telah berjumlah 13 orang termasuk kepala sekolah.

4. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 2 Parangloe

Adapun keadaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Parangloe dapat dilihat pada table berikut ini :

TABEL 4

Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 2 Parangloe Tahun Pelajaran 2012/2013

No SARANA DAN PRASARANA JUMLAH KET

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Ruang Kelas Ruang kepsek Ruang guru Ruang computer Ruang perpustakaan Ruang lab

Ruang dapur

Lapangan olah raga Meja siswa

Bangku siswa Lemari

Komputer

Wc guru dan siswa Papan tulis

Alat music Alat olahraga

6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 4 bidang 240 unit 240 unit 11 unit 3 unit 4 ruang 6 unit 4 unit 10 bidang

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 10 kurang

baik 15 kurang

baik Baik Baik Sumber data :Kantor SMP Negeri 2 Parangloe, 30 Maret 2013

(53)

Dari uraian tabel tersebut, dapat diketahui bahwa keadaan sarana dan prasarana SMP Negeri 2 Parangloe, sudah cukup memadai dalam menunjang pelaksanaan proses pembelajaran.

Bahkan lebih dari itu, dengan memperhatikan sarana dan prasarananya yang masih utuh serta masih digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

5. Keadaan Siswa

Dalam dunia pendidikan formal, siswa adalah objek sasaran utama untuk dididik, untuk itu setiap lembaga pendidikan hendaklah terdapat suatu system yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Yakni disamping terdapat sarana, fasilitas, dan tenaga pendidik, maka tidak terlupakan pula siswa yang merupakan bagian integral yang terdapat dalam lembaga pendidikan formal.

Adapun jumlah siswa SMP Negeri 2 Parangloe, memiliki siswa kelas VII sebanyak 76 siswa, yang terdiri dari kelas VII-1 sebanyak 37 siswa, Kelas VII-2 sebanyak 39 siswa. Rincian keadaan siswa dapat dilihat pada table sebagai berikut :

(54)

Tabel 5

Keadaan populasi siswa kelas 1 SMP Negeri 2 Parangloe Kab.Gowa Tahun Ajaran 2013

No Kelas Jumlah

1 Kelas VII-1 37

2 Kelas VII-2 39

Jumlah 76

Sumber data SMP Negeri 2 Parangloe , 18 Januari 2013

B. Peran Pendidikan Agama Islam Dalam mengatasi Kenakalan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Parangloe .

Pendidikan agama Islam sangat erat sekali kaitannya dengan pendidikan pada umumnya. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkakan ketakwaan siswa terhadap Allah SWT. Tujuan pendidikan agama Islam yang sejalan dengan misi Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai akhlak hingga mencapai akhlatul karimah.

SMP Negeri 2 Parangloe kelas VII memilki guru pendidikan Agama Islam satu orang berlatar belakang pendidikan keguruan dengan kualifikasi sarjana ekonomi (S1). SMP Negeri 2 parangloe yang hadir ditengah-tengah masyarakat yang didalamnya masih sebahagian dari pihak keluarga/orang tua kurang memahami akan pentingnya pendidikan tentu sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak.

(55)

Siswa atau anak didik adalah sasaran pendidikan, pihak yang didik, diarahkan, dipimpin dan diberi berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk itu orang-orang yang berada dalam lingkungan pendidikan harus kompeten dalam melaksanakan tugasnya, hal tersebut juga diungkapkan oleh bapak kepala sekolah SMP Negeri 2 Parangloe.

Para pelajar adalah generasi penerus untuk itu harus dididik dengan baik, adapun kenakalan-kenakalan yang mereka lakukan itu hanyalah semata-mata ingin perhatian lebih dari pihak sekolah dan terutama teman-temannya, adapun mereka sering bolos, merokok itu karena persoalan waktu saja untuk membina mereka karena pada dasarnya mereka anak-anak yang baik dan mau menerima nasehat- nasehat dari pihak sekolah. (Wawancara tanggal 25 Februari 2013 ).

C. Bentuk Penanganan Kenakalan Siswa

Sebelum membahas tentang bagaimana bentuk penanganan kenakalan siswa peneliti akan membahas factor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kenakalan siswa,

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa

Kenakalan siswa sebagai suatu fenomena social yang terjadi dilingkungan pendidikan, kenakalan dapat timbul karena disebabkan oleh beberapa hal.

(56)

Zakiah Darajat ( 1999 : 41 ) mengemukakan bahwa timbulnya kenakalan siswa antara lain :

a. Lemahnya pendidikan agama dilingkungan keluarga b. Kemerosotan moral dan mental orang dewasa c. Pendidikan dalam sekolah yang kurang baik d. Adanya dampak negative dari kemajuan teknologi e. Tidak stabilnya kondisi social, politik, ekonomi.

Secara luas, sebab-sebab kenakalan siswa dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebab intern yang berasal dari pribadi anak itu sendiri, sedangkan sebab ekstern datang dari lingkungan sekitar anak.

Yang termasuk sebab yang datang dari pribadi anak itu sendiri adalah :

a. Pembawaan negative dan sukar untuk dikendalikan serta mengarah keperbuatan nakal

b. Lemahnya kemampuan pengawasan diri sendiri serta sikap menilai terhadap keadaan sekitarnya

c. Kurang mampu mengadakan penyesuaian dengan lingkungan- lingkungan yang baik,sehingga mencari pelarian dan kepuasan dalam kelompok-kelompok nakal

d. Tidak mempunyai kegemaran yang sehat, sehingga canggung dalam tingkah laku di dalam kehidupan sehari-hari yang akibatnya

Gambar

Tabel 1.Keadaan Populasi Siswa SMP Negeri 2 Parangloe .................. 33    Tabel 2
Tabel  diatas  adalah  gambaran  tentang  adanya  perubahan  kearah  yang  lebih  baik  setelah  siswa  belajar  pendidikan  agama  Islam,data  tersebut  diperoleh  dari  hasil  penyebaran  angket
Tabel  diatas  adalah  gambaran  tentang  pentingnya  membentengi  diri  dengan  memperbanyak  ibadah  dengan  melalui  kegiatan  keagamaan,  data  tersebut  diperoleh  dari  hasil  penyebaran  angket
Tabel diatas adalah gambaran tingkat kesenangan siswa kelas  VII  SMP  Negeri  2  Parangloe  belajar  pendidikan  agama  Islam,  data  tersebut diperoleh dari hasil penyebaran angket
+2

Referensi

Dokumen terkait

Jobdiscribtion : Pemilik saham terbesar, sebagai dewan Pengawasan dan Evaluasi seluruh rumah makan PTM. Serta menjadi atasan para pimpinan RM PTM setiap cabang

 Siswa mampu menyampaikan(HOTS) cara pembuatan gulali sesuai dengan bacaan dalam video pembelajaran melalui Zoom Cloud Meeting(ICT) dengan percaya diri..  Siswa mampu

Berangkat dari paparan di atas, peneliti merasa perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai tari Ringkang Jamparing untuk melihat kemudian menganalisis hal-hal

Selain itu, akan ditinjau pula pengaruh lainnya seperti variasi mutu beton, mutu baja tulangan, dan lain sebagainya terhadap perubahan nilai diagram momen-kurvatur, yang

Abstrak : Tujuan kajian ini adalah untuk mengenalpasti tahap pengetahuan dan penggunaan komputer dalam kalangan guru-guru di tiga buah sekolah menengah teknik di Kuala

• Mahasiswa mampu menjelaskan dengan benar konsep logika dan dapat mengambil kesimpulan yang benar,.. • Mahasiswa mampu mengaplikasikan metode-metode pembuktian

Jika 3 berkas sequential, seperti master file, transaction file dan update master file yang digunakan oleh sebuah program. Karena hanya ada 2 tape drive, maka salah satu dari

Akuakultur merupakan sistem produksi yang mencakup input produksi (prasarana dan sarana produksi), proses produksi (persiapan hingga pemanenan) dan output produksi (pascapanen