• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERUBAHAN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2018 - 2023

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA PALEMBANG

TAHUN 2020

(2)
(3)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipersembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya Dokumen Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang 2018-2023 ini dapat diselesaikan dengan baik.

Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan program dan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya.

Dalam kerangka waktu pencapaian tujuan, Perencanaan tersebut disusun dalam bentuk Perencanaan Jangka Panjang, Perencanaan Jangka Menengah, dan Perencanaan Tahunan, yang masing-masing harus selaras satu dengan yang lain dan memiliki program yang berkesinambungan

RENSTRA ini merupakan perencanaan lima tahunan yang menggambarkan Visi, Misi Walikota Terpilih yang dijabarkan dalam Tujuan, Sasaran, Strategi Kebijakan, Program, dan Kegiatan dalam periode tahun 2018-2023. Oleh karena itu perencanaan strategis tersebut merupakan dokumen perencanaan program dan kegiatan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sebagai acuan/pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi serta sebagai alat bantu dan menjadi tolok ukur dalam mengemban amanat yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang.

Dalam kerangka tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang merevisi RENSTRA Tahun 2018-2023 di tahun ke dua RPJMD Kota Palembang sesuai Permendagri Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan di Bidang Kesatuan Bangsa dan juga sesuai dengan Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah

Akhirnya, kepada semua pihak / tim yang telah membantu penyelesaian penyusunan Perubahan RENSTRA ini, diucapkan terima kasih. Semoga upaya dan

partisipasi tersebut merupakan salah satu wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Palembang, 2020

KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA PALEMBANG

KURNIAWAN, AP.M.SI PEMBINA UTAMA MUDA NIP. 197409132000031004

(4)

ii

DAFTAR ISI

KEPUTUSAN KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA

PALEMBANG TENTANG PERUBAHAN RENSTRA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA PALEMBANG TAHUN 2018-2023

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL... iii

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

I.1 Latar Belakang ... 2

I.2 Landasan Hukum... 5

I.3 Maksud dan Tujuan ... 6

I.4 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN ... 10

II.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 10

II.2 Gambaran Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana Pendukung... 20

II.3 Kinerja Pelayanan... 23

II.4 Tantang dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kesbangpol... 28

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS ... 30

III.1 Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi ... 30

III.2 Telahahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih ... 32

III.3 Telaahan Renstra Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel ... 34

III.4 KLHS ... 36

III.5 Telaahan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) ... 36

III.6 Penentuan Isu-Isu Strategis……… 37

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN ... 40

IV.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menegah ... . 40

(5)

iii BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 42 BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ... 46 BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ... 49 BAB VII PENUTUP... 52

(6)

iv

DAFTAR TABEL

1. Tabel 2.1 Komposisi Pegawai Berdsarkan Jenis kelamin 2. Tabel 2.2 Komposisi Pegawai Berdsarkan Jenjang Pendidikan

3. Tabel 2.3 Komposisi Pegawai ASN Berdasarkan Pangkat/Golongan Ruang 4. Tabel 2.4 Sarana dan Prasarana Pendukung

5. Tabel 2.5 Pencapaian Kinerja Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2013-2017 6. Tabel 2.6 Anggaran dan Realisasi Pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang

Menurut Kelompok BelanjaTahun 2013-2017

7. Tabel 2.7 Anggaran dan Realisasi Pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang Menurut Jenis BelanjaTahun 2013-2017

8. Tabel 3.1 Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Palembang 9. Tabel 3.2 Hasil Evaluasi SAKIP Badan Kesbangpol Tahun 2017,2018 dan 2019 10. Tabel 3.3 Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Kebijakan Renstra

Badan Kesbangpol

11. Tabel 3.4 Telaahan Visi,Misi, dan Program Kepala Daerah 12. Tabel 3.5 Perumusan Isu-Isu Strategis Badan Kesbangpol

13. Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Badan Kesbangpol Tahun 2018-2023 14. Tabel 4.2 Penjabaran Tujuan dan Indikator Tujuan,Sasaran dan Indikator sasaran

Jangka Menengah Badan Kesbangpol Tahun 2018-2023

15. Tabel 5.1 Perumusan Strategi dan Arah Kebijakan Badan Kesbangpol tahun 2018-2023 melalui Analisis SWOT

16. Tabel 5.1 Tujuan,Sasaran,Strategi Arah Kebijakan Badan Kesbangpol Tahun 2018- 2023

17. Tabel 6.2 Program Badan Kesbangpol Kota Palembang tahun 2018-2023 Menurut Tujuan,Sasaran,Strategi Arah Kebijakan Badan Kesbangpol Tahun 2018-2023

18. Tabel 7.1 Indikator Kinerja Utama Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018-2023 19. Tabel 7.2 Indikator Kinerja Program Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018-

2023

(7)

v DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Proses Penyusunan Renstra KesbangPol

Kota Palembang Tahun 2018 -2023...4 Gambar 3.1 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable

Development Goals (TPB/SDGs)...37

(8)
(9)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Pembangunan pada hakikatnya bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dalam prosesnya, pembangunan dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan, terutama aparat pemerintah sebagai development agent yang mengemban amanat untuk mewujudkan dan mendistribusikan kemakmuran, kesejahteraan masyarakat, serta keadilan sosial. Selanjutnya, guna menjamin proses pembangunan berjalan efektif, efisien, tepat sasaran dan berkesinambungan, diperlukan perencanaan pembangunan yang berkualitas, sehingga pembangunan akan bermuara pada cita-cita yang diinginkan.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan pembangunan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan nasional. Kemudian, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 juga mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan pembangunan daerah yang terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun;

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) untuk jangka waktu 5 tahun; Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 tahun; serta Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) untuk jangka waktu 1 tahun. Amanat Undang-Undang tentang perencanaan pembangunan daerah di atas dijelaskan lebih lanjut ke dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.

(10)

2 Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia (Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang No. 25 Tahun 2004). Perencanaan pembangunan bertujuan untuk mewujudkan pembangunan dalam rangka peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing.

Perencanaan dengan demikian merupakan sebuah proses yang dilakukan secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap terhadap perubahan untuk mencapai keseimbangan. Sehingga setiap kegiatan yang ada di dalamnya merupakan usaha yang memiliki titik fokus dalam keseimbangan, baik problem solving, future oriented maupun resource allocation. Secara umum, setiap proses perencanaan terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: tahap awal/inisiasi, tahap substantif, tahap implementasi serta tahap pengendalian dan evaluasi. Setiap tahapan tersebut memiliki keterkaitan dengan proses lainnya.

I.1 Latar Belakang

Pembangunan daerah Kota Palembang dalam 5 (lima) tahun ke depan, akan menghadapi berbagai tantangan eksternal maupun internal. Tantangan eksternal yang utama adalah kondisi perekonomian global yang melambat dan gerakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Disamping itu, tantangan internal yang ada dalam pembangunan daerah antara lain adalah mewujudkan desentralisasi dan otonomi daerah yang kondusif, serta ketersediaan infrastruktur ekonomi dalam rangka mempersiapkan bonus demografi. Dengan demikian, Pemerintah Kota Palembang saat ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dengan tingkat inflasi yang kondusif bagi masyarakat untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.

Untuk menghadapi tantangan dan memenuhi harapan masyarakat Kota Palembang, diperlukan perencanaan yang tepat, efektif, dan

(11)

3 berkesinambungan. Sesuai dengan mandat yang diberikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang, harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan memperkuat berbagai aspek dan kompetensi yang terkait dengan peran dan fungsinya. Dengan demikian, penyelenggaraan pembangunan daerah dapat berdampak nyata dalam memperbaiki layanan birokrasi, meningkatkan daya saing daerah serta mewujudkan masyarakat Kota Palembang yang adil, makmur dan sejahtera.

Dalam perspektif perencanaan pembangunan daerah, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 pada Pasal 272 Ayat (1), menyatakan bahwa “Perangkat Daerah menyusun rencana strategis dengan berpedoman pada RPJMD”, dan Ayat (2) menyatakan bahwa “Rencana Strategis Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah.Dalam hal ini, Badan Kesatuan bangsa dan Politik Kota Palembang selaku Perangkat Daerah (PD) yang merupakan pelaksana Urusan Kesatuan bangsa dan politik dalam negeri wajib menyusun Rencana Strategis (Renstra) sesuai tugas pokok dan fungsinya. Selanjutnya Renstra tersebut akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan selama periode lima tahunan dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada sehingga tujuan yang akan dicapai bersifat realistis dan dapat mengantisipasi perkembangan masa depan.

Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 disusun berdasarkan RPJMD Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 melalui beberapa tahapan proses penyusunan Renstra yang mengacu kepada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 sebagai berikut:

1. Persiapan penyusunan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang;

(12)

4 2. Penyusunan rancangan awal Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang;

3. Penyusunan rancangan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang;

4. Perumusan rancangan akhir; dan

5. Penetapan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang.

Adapun bagan alir dari tahapan penyusunan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1

Proses Penyusunan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023

Perubahan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang dinilai urgen dengan pertimbangan :

1. Perubahan RPJMD Kota Palembang Tahun 2018 – 2023

2. Perubahan nomenklatur Badan kesbangpol berdasarkan Permendagri No 11 tahun 2019

3. Perubahan kedudukan,susunan organisasi,tugas dan fungsi serta tata kerja Badan Kesbangpol berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 62 tahun 2019 menggantikan Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2016;

(13)

5 4. Perubahan program dan kegiatan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi,Kodefikasi dan Nomenclatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

5. Pandemi Coronavirus Disease 19 (Covid 19) sebagai kejadian luar biasa bencana nonalam ditatanan global

Dengan disusunnya Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 maka Badan Kesbangpol Kota Palembang diharapkan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan kualitas kebijakan perencanaan pembangunan daerah, pengendalian, dan evaluasi kinerja.

Keberhasilan peningkatan tersebut adalah untuk mewujudkan tercapainya sasaran pembangunan daerah (RPJMD) dan renstra perangkat daerah.

I.2 Landasan Hukum

Peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum bagi penyusunan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 adalah:

1. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 75);

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-

(14)

6 Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pemangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);

5. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Palembang Tahun 2005-2025

6. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembangunan Berkelanjutan

7. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang,

8. Peraturan Walikota Palembang Nomor 62 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang.

I.3 Maksud dan Tujuan

Rencana Strategis Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 ditetapkan dengan maksud:

1. Sebagai penjabaran atas RPJMD Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi SKPD Kota Palembang;

(15)

7 2. Sebagai arah dan kebijakan untuk mencapai visi dan misi serta tujuan

RPJMD Kota Palembang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan;

3. Sebagai indikator kunci keberhasilan Badan Kesbangpol Kota Palembang dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan tugas, fungsi, kewenangan dan tanggungjawab dalam upaya mewujudkan visi, misi dan program Walikota terpilih;

Adapun tujuan dari penyusunan Rencana Strategis Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023, yaitu:

1. Tercapainya persepsi yang sama dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dibidang persatuan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri Kota Palembang;

2. Sebagai acuan dan/atau pedoman kerja bagi seluruh unsur Badan Kesbangpol Kota Palembang sesuai dengan tugas dan fungsinya, termasuk untuk mengelola pencapaian sasaran RPJMD;

3. Sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Badan Kesbangpol Kota Palembang setiap tahunnya;

4. Sebagai tolok ukur dalam penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Badan Kesbangpol Kota Palembang; dan

5. Sebagai acuan bagi pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023.

I.4 Sistematika Penulisan

Rencana Strategis Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2019–2023 disusun sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 yang terdiri dari 8 (delapan) bab sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN

(16)

8 Menjelaskan tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, serta sistematika penulisan.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KESBANGPOL KOTA PALEMBANG

Menjelaskan tentang tugas, fungsi, struktur organisasi, sumber daya, kinerja pelayanan, serta tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang.

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS

Menjelaskan hasil identifikasi terhadap permasalahan pelayanan, telaahan visi, misi, dan program Walikota Kota Palembang periode 2018 - 2023, telaahan Renstra K/L dan penentuan isu-isu strategis.

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

Menjelaskan tentang tujuan dan sasaran Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang 2018 - 2023 berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran RPJMD Kota Palembang 2018 - 2023 sebagai indikasi keberhasilan Kepala Badan Kesbangpol dalam memimpin seluruh jajaran di lingkungan Badan Kesbangpol

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Menjelaskan tentang strategi dan arah kebijakan dalam jangka menengah guna mewujudkan tujuan dan sasaran Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang 2018 - 2023.

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN Menjelaskan tentang program dan kegiatan Badan Kesbangpol Kota Palembang 2018 - 2023 yang diterjemahkan dari strategi dan arah kebijakan agar selaras dengan analisis permasalahan dan isu strategis.

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Menjelaskan tentang indikator kinerja yang selaras dengan tugas dan fungsi Badan Kesbangpol Kota Palembang sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota Palembang 2018 - 2023.

BAB VIII PENUTUP Lampiran-Lampiran

(17)

9

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

BADAN KESBANGPOL KOTA PALEMBANG

Capaian kinerja pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang periode tahun 2013-2017 merupakan hasil dari berbagai upaya selama lima tahun.

Gambaran pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang selama periode 2013- 2017 diperlukan sebagai panduan dalam menyusun kebijakan strategis Badan Kesbangpol Tahun 2018 - 2023 terutama untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan organisasi agar rumusan program dan kegiatan yang dibuat dapat mencapai tujuan Badan Kesbangpol secara efektif dan efisien.

Gambaran pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang selama periode 2013-2017 dijelaskan melalui analisis indikator capaian kinerja pelayanan berdasarkan tugas dan fungsi, sumber daya yang dimiliki, capaian-capaian penting yang telah dihasilkan periode sebelumnya, capaian program prioritas RPJMD periode sebelumnya, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dan dinilai perlu diatasi pada lima tahun yang akan datang.

II.1

Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Badan Kesbangpol Kota Palembang

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang mempunyai tugas pokok Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut berdasarkan Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pembentukan Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Kota Palembang mempunyai fungsi :

(18)

10 a. perumusan kebijakan teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik di wilayah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antarsuku dan intra suku, umat beragama, ras, dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c.pelaksanaan koordinasi di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antarsuku dan intra suku, umat beragama, ras, dan golongan lainnya, fasilitasi organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

d.pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dalam negeri dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antarsuku dan intra suku, umat beragama, ras, dan golongan lainnya, fasilitasi organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial di wilayah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

e. pelaksanaan fasilitasi forum koordinasi pimpinan daerah kota;

(19)

11 f. pelaksanaan administrasi kesekretariatan badan/kantor kesatuan

bangsa danpolitik kota;

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh walikota.

Susunan organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang terdiri dari :

1. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 2. Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

a. Kasubbag Program dan Anggaran b. Kasubbag Keuangan

c. Kasubbag Umum dan Kepegawaian

3. Kepala Bidang Ideologi,Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa a. Kasubbid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

b. Kasubbid Bela Negara dan Karakter Bangsa

4. Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik a. Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen

b. Kasubbid Penanganan Konflik 5. Kepala Bidang Politik Dalam Negeri

a. Kasubbid Pendidikan Politik dan Peningkatan Demokrasi

b. Kasubbid Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan,Perwakilan dan Partai Politik

6. Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan

a. Kasubbid Ketahanan Ekonomi,Sosial,Budaya dan Agama b. Kasubbid Organisasi Kemasyarakatan

Struktur organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang lebih jelas dapat dilihat pada bagan sebagai berikut: (Terlampir)

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KOTA PALEMBANG (Terlampir)

(20)

12 Dalam upaya mendukung dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya, kegiatan yang menjadi prioritas tiap-tiap bidang, antara lain :

1. Bidang Sekretariat

Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, dengan kegiatan :

a. Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah,dengan sub kegiatan :

a. Penyusunan Renstra dan renja Perangkat Daerah

b. Penyusunan Program dan Kegiatan Perangkat Daerah dalam Dokumen Perencanaan

c. Penyusunan Dokumen Evaluasi Perangkat Daerah

d. Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Perangkat Daerah e. Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

b. Administrasi Keuangan, dengan sub kegiatan : a. Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN

b. Penyediaan Administrasi Pelaksanaan Tugas ASN c. Penyiapan bahan Pelaksanaan Verifikasi

d. Penyusunan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

e. Pengelolaan dan Penyiapan Bahan Tanggapan Pemeriksaan

f. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar realisasi Kinerja SKPD

g. Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan/Semesteran h. Penyusunan Pelaporan Prognosis Realisasi Anggaran i. Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

c. Administrasi Umum, dengan Sub Kegiatan :

(21)

13 a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

b. Penyediaan Jasa Komunikasi,Sumber Daya Air dan Listrik c. Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor d. Penyediaan Jasa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan PNS e. Penyediaan jasa Jaminan Barang Milik Daerah

f. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional

g. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan h. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

i. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja j. Penyediaan Alat Tulis Kantor

k. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

l. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

m. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor n. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga

o. Penyediaan bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan p. Penyediaan Bahan Logistik Kantor

q. Penyediaan Makanan dan Minuman

r. Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah s. Pengadaan Mobil Jabatan

t. Pengadaan Kendaraan Dinas /Operasional

u. Pengadaan Perlengkapan Rumah Jabatan/ Dinas v. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

w. Pengadaan Peralatan Rumah Jabatan/ Dinas x. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

y. Pengadaaan Meubeler

z. Pemeliharaan Rutin / Berkala Rumah Jabatan aa. Pemeliharaan Rutin / Berkala Rumah Dinas bb. Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor cc. Pemeliharaan Rutin / Berkala Mobil Jabatan

(22)

14 dd. Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraaan Dinas / Operasional ee. Pemeliharaan Rutin / Berkala Perlengkapan Rumah Jabatan/Dinas ff. Pemeliharaan Rutin / Berkala Perlengkapan Gedung Kantor

gg. Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Rumah Jabatan/Dinas hh. Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung Kantor

ii. Pemeliharaan Rutin / Berkala Meubeler jj. Rehabilitasi Sedang / Berat Rumah Jabatan kk. Rehabilitasi Sedang / Berat Rumah Dinas

ll. Rehabilitasi Sedang / Berat Rumah Gedung Kantor mm. Rehabilitasi Sedang / Berat Mobil Jabatan

nn. Rehabilitasi Sedang / Berat Kendaraan Dinas /Operasional

d. Peningkatan Disiplin dan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, dengan Sub kegiatan :

a. Pengadaan Mesin / Kartu Absensi

b. Pengadaan Pakaian Dinas Beserta kelengkapannya c. Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan

d. Pengadaan Pakaian Korpri

e. Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari Tertentu f. Pemulangan Pegawai yang Pensiun

g. Pemulangan Pegawai yang Tewas dalam Melaksanakan Tugas h. Pemindahan Tugas PNS

i. Pendidikan dan Pelatihan Formal

j. Sosialisasi Peraturan PerUndang-Undangan

k. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang Undangan

2. Bidang Ideologi,Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa,

Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Bangsa,dengan kegiatan : Perumusan kebijakan Teknis dan Pemantapan Pelaksanaan Bidang Ideologi,Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa terdiri dari sub kegiatan :

(23)

15 a. Penyusunan program kerja di bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan,bela Negara,karakter bangsa,Pembauran Kebangsaan,Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan

b. Perumusan Kebijakan Teknis di bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan

c. Pelaksanaan Koordinasi di bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan,Bela Negara,Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan

d. Pelaksanaan Monitoring,Evaluasi dan Pelaporan di bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan,Bela Negara,Karakter Bangsa, Pembauran Kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan Sejarah Kebangsaan

e. Pelaksanaan Fungsi Lain yang diberikan oleh pimpinan 3. Bidang Politik Dalam Negeri

Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan melalui Pendidikan Politik dan Pengembangan Etika Serta Budaya Politik dengan kegiatan : perumusan kebijakan Teknis dan Pemantapan Pelaksanaan Bidang pendidikan Politik,Etika Budaya Politik,Peningkatan Demokrasi,Fasilitasi Kelembagaan,Pemerintahan,Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik dengan sub kegiatan :

a. Penyusunan Program kerja di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

b. Penyusunan Bahan Perumusan Kebijakan di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

(24)

16 c. Pelaksanaan Kebijakan di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

d. Pelaksanaan Koordinasi di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

e. Pelaksanaan Monitoring di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Pimpinan

4. Bidang Ketahanan Ekonomi,Sosial,Budaya dan Agama

1. Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan, dengan kegiatan : Perumusan kebijakan Teknis dan pemantapan Pelaksanaan Bidang Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Masyarakat,dengan sub kegiatan :

a. Penyusunan Program kerja dibidang Pendaftaran Ormas,Pemberdayaan Ormas,Evaluasi dan mediasi Sengketa Ormas,Pengawasan Ormas dan Ormas Asing di daerah

b. Penyusunan bahan perumusan kebijakan dibidang Pendaftaran Ormas,Pemberdayaan Ormas,Evaluasi dan mediasi Sengketa Ormas,Pengawasan Ormas dan Ormas Asing di daerah

c. Pelaksanaan kebijakan dibidang Pendaftaran Ormas,Pemberdayaan Ormas,Evaluasi dan mediasi Sengketa Ormas,Pengawasan Ormas dan Ormas Asing di daerah

(25)

17 d. Pelaksanaan monitoring,Evaluasi dan Pelaporan dibidang Pendaftaran Ormas,Pemberdayaan Ormas,Evaluasi dan mediasi Sengketa Ormas,Pengawasan Ormas dan Ormas Asing di daerah

e. Pelaksanaan Fungsi Lain yang diberikan oleh pimpinan

2. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi,Sosial dan Budaya, dengan kegiatan : Perumusan Kebijakan teknis dan Pemantapan Pelaksanaan Bidang Ketahanan Ekonomi, Social dan Budaya,dengan sub kegiatan :

a. Penyusunan Program Kerja di bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan di daerah

b. Penyusunan bahan perumusan kebijakan di bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan di daerah

c. Pelaksanaan Kebijakan di bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan di daerah d. Pelaksanaan koordinasi di bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya

dan Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan di daerah e. Pelaksanaan Monitoring,Evaluasi dan Pelaporan di bidang Ketahanan

Ekonomi, Sosial, Budaya dan Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan di daerah

5. Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik

Program Peningkatan kewaspadaan Nasional dan Peningkatan Kualitas dan Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial,dengan kegiatan :Perumusan

(26)

18 Kebijakan Teknis dan Pelaksanaan Pemantapan Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Sosial dengan sub kegiatan :

a. Penyusunan Program kerja di bidang Kewaspadaan Dini, Kerjasama Intelijen,Pemantauan Orang Asing,Tenaga kerja Asing dan Lembaga Asing,Kewaspadaan Perbatasan Antar Daerah,Fasilitasi Kelembagaan Bidang Kewaspadaan serta Penanganan Konflik di Daerah

b. Penyusunan Bahan Perumusan Kebijakan di bidang Kewaspadaan Dini, Kerjasama Intelijen,Pemantauan Orang Asing,Tenaga kerja Asing dan Lembaga Asing,Kewaspadaan Perbatasan Antar Daerah,Fasilitasi Kelembagaan Bidang Kewaspadaan serta Penanganan Konflik di Daerah

c. Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Kewaspadaan Dini, Kerjasama Intelijen,Pemantauan Orang Asing,Tenaga kerja Asing dan Lembaga Asing,Kewaspadaan Perbatasan Antar Daerah,Fasilitasi Kelembagaan Bidang Kewaspadaan serta Penanganan Konflik di Daerah

d. Pelaksanaan Koordinasi di bidang Kewaspadaan Dini, Kerjasama Intelijen,Pemantauan Orang Asing,Tenaga kerja Asing dan Lembaga Asing,Kewaspadaan Perbatasan Antar Daerah,Fasilitasi Kelembagaan Bidang Kewaspadaan serta Penanganan Konflik di Daerah

e. Pelaksanaan Monitoring,Evaluasi dan pelaporan di bidang Kewaspadaan Dini, Kerjasama Intelijen,Pemantauan Orang Asing,Tenaga kerja Asing dan Lembaga Asing,Kewaspadaan Perbatasan Antar Daerah,Fasilitasi Kelembagaan Bidang Kewaspadaan serta Penanganan Konflik di Daerah

6. Bidang Politik Dalam Negeri

Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan melalui Pendidikan Politik dan Pengembangan Etika Serta Budaya Politik dengan kegiatan : perumusan kebijakan Teknis dan Pemantapan Pelaksanaan Bidang pendidikan Politik,Etika Budaya Politik,Peningkatan Demokrasi,Fasilitasi Kelembagaan,Pemerintahan,Perwakilan dan Partai

(27)

19 Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik dengan sub kegiatan :

a. Penyusunan Program kerja di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

b. Penyusunan Bahan Perumusan Kebijakan di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

c. Pelaksanaan Kebijakan di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

d. Pelaksanaan Koordinasi di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

e. Pelaksanaan Monitoring di bidang Pendidikan Politik, Etika Budaya Politik, Peningkatan Demokrasi, Fasilitasi Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik,Pemilihan Umum/Pemilihan Umum Kepala Daerah serta Pemantauan Situasi Politik

f. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Pimpinan

II.2

Gambaran Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana Pendukung Pada Tahun 2020 jumlah pegawai Badan Kesbangpol sebanyak 47 Orang yang terdiri dari 28 orang pegawai ASN (59 %) dan 19 orang pegawai non

(28)

20 ASN (41%). Adapun komposisi yang dikelompokan berdasarkan jenis kelamin,jenjang pendidikan dan pangkat/golongan ruang dijabarkan pada table 2.1,table 2.2 dan table 2.3

Tabel 2.1

Komposisi Pegawai Berdasarkan jenis Kelamin

ASN Non ASN Jumlah

Laki-laki 20 13 33

Perempuan 8 6 14

Jumlah 28 19 47

Dari table diatas diketahui terdapat 20(71%) orang pegawai ASN yang berjenis kelamin laki-laki dan 8(29%) orang berjenis kelamin perempuan sedangkan untuk Non ASN terdapat 13 (68%) orang berjenis kelamin laki-laki dan 6(32%) orang berjenis kelamin perempuan. Dan secara total pegawai berjenis kelamin laki-laki sebanyak 33(70%) orang dan perempuan sebanyak 14 orang(30%)

Tabel 2.2

Komposisi Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan

ASN Non ASN Jumlah

Strata 2 (S-2) 9 0 9

Strata 1 (S-1) / Diploma 4 (D-4) 18 10 28

Diploma 3 (D-3) 0 1 1

SMA 1 8 9

Jumlah 28 19 47

Dari table diatas diketahui terdapat 9(19%) orang pegawai ASN yang memiliki pendidikan Strata 2(S-2) dan 28(60%) orang yang memiliki pendidikan Strata 1 (S-1) untuk pegawai yang memiliki pendidikan D3 hanya 1 (2%) dan untuk pegawai yang tamat SMA sebanyak 9 (19%).

Tabel 2.3

Komposisi Pegawai ASN Berdasarkan Pangkat/Golongan Ruang

Jumlah

Pembina Utama Muda (IV/c) 1

Pembina Tingkat I (IV/b) 3

(29)

21

Pembina (IV/a) 6

Penata Tingkat I(III/d) 9

Penata (III/c) 4

Penata Muda Tingkat I (III.b) 2

Pengatur (II/c) 1

Pengatur Muda Tingkat I (II/b) 2

Jumlah 28

Dari tabel diatas bahwa Pembina Utama Muda (IV/c) hanya 1 (1,6%) orang.

Pembina Tingkat I (IV/b) ada 3 (11,8%), Pembina (IV/a) sebanyak 6 (21,8%) orang,Penata Tingkat I (III/d) sebanyak 9(32%) orang, Penata (III/c) sebanyak 4(15,6%)orang,Penata Muda Tingkat I (III/b) sebanyak 2 (7,3%) orang, Pengatur (II/c) sebanyak 1 (1,6%) orang dan pengatur Muda Tingkat I (II/b) sebanyak 2 (7,3%)

Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kerja Badan Kesbangpol dijabarkan pada table 2.4

Tabel 2.4

Sarana dan Prasarana Pendukung

Jumlah

Kendaraan Roda Empat 10 buah Kendaraan Roda Dua 13 buah

Filling Cabinet 8 buah

Lemari Arsip 13 buah

Air Condition 27 buah

Laptop 11 buah

Komputer PC 12 buah

Printer 14 buah

Meja Cabinet 35 buah

Meja Rapat 3 buah

Kursi Pejabat esselon III 5 buah

Meja Komputer 18 buah

Sound System 1set

Brangkas 2 buah

Mesin Fotocopy 2 buah

Dispenser 6 buah

CCTV 7 titik

Proyektor 2 buah

(30)

22

Layar proyektor 2 buah

Wireless 2 buah

Vertical Blind 1 set

Mike Conference 1 set

Lemari Es 2 buah

Vacuum Cleaner 1 buah

Television 2 buah

Doorlock 2 unit

Finger Print 1 buah

Papan Struktural 1 buah

Camera 2 buah

II.3

Kinerja Pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang Periode Tahun 2018-2023

Capaian kinerja pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang periode tahun 2018-2023 dapat dilihat dari capaian indikator kinerja. Yaitu dengan membandingkan realisasi target indikator dengan target yang telah ditetapkan. Selain itu, capaian kinerja pelayanan juga dinilai dari perencanaan anggaran dan realisasinya selama kurun waktu 2018-2023

II.3.1 Capaian Indikator Kinerja

Bagian ini mengulas capaian kinerja Badan Kesbangpol tahun 2018- 2023 berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Palembang Tahun 2018-2023. Capaian kinerja Badan Kesbangpol secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2.5.

(31)

23 Tabel 2.5

Pencapaian Kinerja Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2013-2017

No Sasaran

Strategis Indikator Target (%) Realisasi (%) Rasio Capaian

2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017

Terciptanya pemahaman masyarakat thd nilai-nilai kebangsaan

Jumlah konflik SARA

- - - - 4 - - - - 2 - - - - 200

Jumlah

Konflik Sosial

- - - - 4 - - - - 0 - - - - 150

Meningkatnya partisipasi dan

pemahaman masyarakat terkait politik

Jumlah ormas dan OKP yg sesuai aturan

- - - - 18 - - - - - - - - 127

Tingkat partisipasi masyarakat dlm

menggunakan hak pilih

- - - - 0 - - - - 0 - - - - 100

(32)

24 Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa renstra 2013-2017 ada revisi IKU yang dilakukan secara menyeluruh pada perangkat daerah Kota Palembang dengan melakukan konsultasi ke Kementrian PAN & RB sehingga ada perubahan pada indikator kinerja. Dari Tahun 2013 – 2016 menggunakan indikator kinerja yang berbeda dengan indikator di Tahun 2017

2.3.2 Realisasi Anggaran

Anggaran dan realisasinya dari tahun 2013 sampai dengan 2018 dapat dilihat pada Tabel 2.6 dimana belanja Anggaran belanja Tak Langsung terus mengalami kenaikan tetapi tidak dengan belanja langsung yang mengalami penurunan. Anggaran,Realisasi dan Rasio dapat dilihat pada table 2.6

(33)

25

Tabel 2.6

Anggaran dan Realisasi Pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang Menurut Kelompok BelanjaTahun 2013-2017

Uraian

Rencana Anggaran pada Tahun ke- (dalam juta rupiah)

Realisasi Anggaran pada Tahun ke- (dalam juta rupiah)

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke-

Rata-rata Pertumbuh

an (dalam persen) 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 20

13 201

4

201 5

201 6

201 7

Ang gar

an

Reali sasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12

) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

1

Belanja Tidak Langsun g (BTL)

2.440 .036.

375

2.841.8 64.000

3.051.0 00.000

3.051 .000.

000

3.146 .365.

000

2.234.

495.7 01

2.741.

161.5 95

2.943.

648.3 09

2.943 .648.

309

2.853 .673.

044 91

% 96% 96% 96% 90% 2,9 2,7

2

Belanja Langsun g (BL)

8.087 .616.

625

8.019.8 11.000

6.702.5 00.247

6.702 .500.

247

6.189 .344.

002

7.854.

440.0 19

7.635.

611.8 62

6.153.

787.5 30

6.044 .822.

530

6.050 .800.

092 97

% 95% 91% 90% 97% 7,1 6,7

Total Belanja

10.52 7.653 .000

10.861.

675.00 0

9.753.5 00.247

9.753 .500.

247

9.335 .709.

002

10.08 8.935.

720

10.37 6.773.

457

9.097.

435.8 39

8.988 .470.

839

8.904 .473.

136 96

% 96% 93% 92% 95% 95 94

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi Badan kesbangpol Tahun 2013-2017

(34)

26 Tabel 2.7

Anggaran dan Realisasi Pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang Menurut Jenis BelanjaTahun 2013-2017

Uraian

Rencana Anggaran pada Tahun ke- (dalam juta rupiah)

Realisasi Anggaran pada Tahun ke-

(dalam juta rupiah)

Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke-

Rata-rata Pertumbuhan (dalam persen) 2013 2014 2015 2016 2017 2013 2014 2015 2016 2017 201

3

201 4

201 5

201 6

201 7

Angg aran

Realisas i (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

1 Belanja Pegawai

2.440.

036.3 75

4.132.

473.0 00

4.110.

465.1 56

3.051.

000.0 00

3.146.

365.0 00

2.23 4.49 5.70 1

3.933.

530.5 95

3.73 8.61 6.67 1

2.94 3.64 8.30 9

2.85 3.67 3.04 4

91 95 90 96 90 3,3 3,1

2

Belanja Barang dan Jasa

7.725.

966.6 25

5.852.

831.0 00

5.682.

665.8 13,99

6.358.

400.2 47

6.063.

498.0 02

7.49 7.90 0.09 9

5.569.

324.4 62

4.95 4.17 2.97 5

5.70 7.48 8.08 5

5.92 5.95 4.09 2

97 95 87 89 97 6,3 5,9

3 Belanja Modal

361.6 50.00 0

876.3 71.00 0

711.0 00.00 0

344.1 00.00 0

125.8 46.00 0

356.

540.

000

867.2 20.00 0

687.

457.

000

337.

334.

445

124.

846.

000

98 98 96 98 99 4,8 4,7

Total Belanja

10.52 7.653.

000

10.86 1.675.

000

9.753.

500.2 47

9.335.

709.0 02

10.08 8.935.

720

10.3 76.7 73.4 57

10.37 6.773.

457

9.09 7.43 5.83 9

8.98 8.47 0.83 9

8.90 4.47 3.13 6

99 96 93 96 88 4,8 4,6

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasi Badan Kesbangpol Tahun 2013-2017

(35)

27 Dari tabel 2.7 diatas anggaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang untuk belanja barang dan jasa mengalami penurunan di tahun ke 2 dan 3 dari tahun ke 1 dan mengalami kenaikan ditahun ke 4 dan 5 walaupun jumlahnya lebih kecil dari tahun ke 1. Untuk belanja pegawai di tahun 2 dan 3 ada kenaikan dari tahun ke 1,4 dan 5. Hal ini disebabkan adanya pegawai yang pensiun dan juga mutasi.Sedangkan untuk belanja modal ada kenaikan di tahun ke 2 dan 3 dan penurunan ditahun ke 4 dan 5. Ini terjadi kerena semakin lengkapnya sarana dan prasarana kantor untuk menunjang tupoksi Badan Kesbangpol Kota Palembang, Hal tersebut diatas juga tidak mempengaruhi persentase anggaran dan realisasinya dimana dari awal hingga akhir tahun renstra Badan Kesbangpol dapat melaksanakan program kegiatan sehingga realisasi keuangannya rata-rata 95 %.

II.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Badan Kesbangpol Kota Palembang

Tantangan merupakan ancaman dari faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan Badan Kesbangpol. Sedangkan, peluang adalah kesempatan yang datang dari faktor eksternal yang dapat mendukung tercapainya tujuan Badan Kesbangpol dalam lima tahun. Dengan memahami tantangan dan peluang di lingkungan strategisnya, diharapkan Badan Kesbangpol dapat membuat strategi yang tepat demi terwujudnya tujuan pembangunan daerah.

1. Tantangan

a. Menurunnya kesadaran masyarakat dalam pengamalan nilai-nilai Ideologi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa dan Karakter Bangsa

b. Munculnya ajaran / aliran yang dianggap menyimpang dari pokok- pokok ajaran agama yang ada,sehingga menimbulkan keresahan dan kerawanan yang dapat menimbulkan gesekan akibat SARA

c. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait politik yang demokratis.

(36)

28 d. Masih adanya ormas yang belum/tidak melaporkan keberadaannya e. Heterogenitas masyarakat yang memudahkan gesekan yang dapat menimbulkan sumber kerawanan konflik

.

2. Peluang

a. Meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak berorganisasi dan berpolitik melalui Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun Partai Politik.

b. Adanya rapat – rapat koordinasi lintas sektoral

c. Adanya forum-forum yang bisa membantu pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Kesbangpol.

(37)

29

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

Identifikasi permasalahan dan isu-isu strategis merupakan tahapan yang krusial pada penyusunan rencana strategis. Pada identifikasi permasalahan dipetakan akar masalah yang menjadi penghambat pencapaian kinerja Badan Kesbangpol periode sebelumnya. Dengan demikian, diharapkan kebijakan yang dibuat lima tahun mendatang dapat secara efektif menyelesaikan permasalahan. Permasalahan ini merupakan salah satu dasar untuk menentukan isu-isu strategis yang menjadi fokus kerja Badan Kesbangpol lima tahun mendatang.

Selain itu perumusan isu-isu strategis Badan Kesbangpol Kota Palembang periode 2018 - 2023 juga berdasarkan pada telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih.

III.1

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Badan Kesbangpol Kota Palembang

Setelah RPJMD Kota Palembang Tahun 2013-2017 berakhir, masih banyak persolan pembangunan yang harus diselesaikan.

Dalam pelaksanaan Tugas, Pokok, dan Fungsinya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palembang dihadapkan pada beberapa permasalahan, antara lain:

1. Nilai-nilai Ideologi Pancasila yang menjadi dasar terwujudnya kerukunan hidup bermasyarakat dan beragama, tata susila dan prilaku dalam bermasyarakat dan bernegara untuk membentuk karakter bangsa sudah mulai menipis 2. Memaksimalkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih pada

Pemilukada/ pemilu

3. Belum optimalnya kewaspadaan masyarakat dalam menjaga lingkungannya dan untuk menekan terjadinya konflik sosial

4. Kurangnya peran forum –forum dalam membantu stabilitas keamanan dan ketertiban

(38)

30 Tabel 3.1

Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Palembang

N o

Komponen Yang Dinilai

2015 2016 2017 2018 2019

B ob

ot Nilai Ra sio

Bob

ot Nilai Ras

io Bob

ot Nilai Ras

io Bob

ot Nilai Ras

io Bob

ot Nilai R as io

1

Perencanaa

n Kinerja 30 18.33 61 30 24.98 83 30 26.7 92 30 27.45 92 30 28.00 93 2

Pengukuran

Kinerja 25 11.25 45 25 15.31 61 25 17.81 73 25 18.13 73 25 18.75 75 3

Pelaporan

Kinerja 15 9.77 65 15 10.34 69 15 10.34 73 15 10.88 73 15 10.61 71 4

Evaluasi

Internal 10 3.88 39 10 4.84 48 10 6.85 69 10 6.85 69 10 6.85 69 5

Capaian

Kinerja 20 11.9 60 20 8.81 44 20 8.81 55 20 11.03 55 20 14.24 71

Nilai Hasil Evaluasi

10

0 55.13 55.

13 100 64.28 64.2

8 100 74.34 74.3

4 100 74.34 74.3

4 100 78.45 78 Sumber: Hasil Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Palembang Tahun 2015 s.d 2019.

Dari table tersebut diatas dapat dilihat bahwa komponen penilaian AKIP pada rasio perencanaan kinerja mengalami peningkatan sedikit demi sedikit begitu juga pengukuran kinerja,pelaporan kinerja,evaluasi internal dan capaian kinerja.

Dalam tataran perangkat daerah,hasil evaluasi SAKIP internal yang dilaksanakan oleh Inspektorat Tahun 2018 dan 2019 Badan Kesbangpol baru mencapai nilai BB, dapat dilihat pada table dibawah ini

Tabel 3.2

Hasil Evaluasi SAKIP Badan Kesbangpol Tahun 2017,2018 dan 2019

Komposisi yang dinilai 2017 2018 2019

1 Perencanaan Kinerja 30 92 92 93

2 Pengukuran Kinerja 25 73 73 75

3 Pelaporan Kineerja 15 73 73 71

4 Evaluasi Internal 10 69 69 69

5 Capaian Kinerja 20 55 55 71

Hasil Nilai Evaluasi 100 71 74.34 78

Tingkat Akuntabilitas Kinerja BB BB BB

(39)

31 Berdasarkan uraian permasalahan di atas, Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Kebijakan Renstra Badan Kesbangpol Kota Palembang Tahun 2018 - 2023 secara ringkas dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 3.3

Pemetaan Permasalahan

untuk Penentuan Prioritas dan Kebijakan Renstra Badan Kesbangpol

N o

. Masalah Pokok Masalah Akar Masalah

1 Keberadaan forum- forum

Kurangnya peranan forum-forum dalam mendukung tufoksi Badan Kesbangpol

Minimnya koordinasi dan tidak adanya anggaran untuk anggota forum

2 Aktivitas ormas Kesadaran ormas untuk melaporkan keberadaan dan aktivitas/kegiatannya

Belum adanya sistem pelaporan bagi kegiatan /aktivitas ormas

3 Partisipasi masyarakat dalam politik

Tingkat partisipasi yang belum maksimal Masih adanya golongan putih(golput) Pengelolaan bantuan keuangan parpol Databese partai politik

4 Kewaspadaan masyarakat pada ATHG

Masih adanya konflik dalam masyarakat Belum maksimalnya kordinasi dan fasilitasi yang ada

5

Sumber Daya Manusia

Persentase penyerapan anggaran yang belum optimal

Masih kurangnya SDM yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi

Penilaian kinerja dan pembagian beban

kerja

Belum optimalnya

penyusunanstandar kinerja yang terukur

III.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Tujuan penelaahan Visi, Misi, serta Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Perangkat Daerah yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. Adapun Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Palembang periode 2018 - 2023 sebagaimana tercantum dalam dokumen RPJMD Tahun 2018 - 2023 adalah:

Pelembang Emas Darussalam 2023

Dengan penjabaran visi sebagai berikut:

Elok : Kota Palembang memiliki lingkungan yang bersih, indah, hijau, tertata sehingga nyaman dan layak huni. Masyarakat Ramah, santun, bersahabat, sehingga menarik untuk menjadi tempat tujuan melakukan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui Ada tidaknya perbedaan pengaruh latihan high velocity overload dan critical velocity training terhadap

Analisis data dari uji kualitas pada karakteristik minyak jelantah yaitu sampel dari masing-masing tempat makan di kirim ke laboratorium untuk dilakukan uji angka asam, uji massa

Data persentase penurunan konsentrasi methylene blue pada kondisi gelap (tanpa sinar UV) dan setelah penyinaran dengan TiO 2 -zeolit, TiO 2 , zeolit, dan tanpa katalis pada Tabel

Sisa kerugian lainnya disebabkan oleh kerugian kurs yang berjumlah Rp116 miliar pada tahun buku 2016, beban tambahan; beban bunga yang berjumlah Rp38 miliar, atau naik

safeguard harus dikonsultasikan dan didiseminasikan secara luas terutama kepada warga yang berpotensi terkena dampak, harus mendapatkan kesempatan untuk ikut

Perang Informasi merupakan suatu tindakan secara langsung atau tidak langsung yang dilakukan untuk memanipulasi, meniadakan, mengacaukan atau menghancurkan informasi

Pada laporan yang dibuat oleh Fenita Yosi Yolanda dan Gilang Suci R, piranti lunak yang dikembangkan digunakan untuk desain perkerasan lentur yang sesuai dengan

Penjualan kredit adalah jika order dari pelanggan telah terpenuhi dan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki