MATERNITATIS BEATÆ MARIÆ VIRGINIS PESTA SANTA PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH
ebutan-sebutan serta gelar-gelar S. P. Maria itu, berpokok pada terpilihnya menjadi Bunda Allah.
Maria tepat disebut begitu, karena Puteranya mempersatukan keAllahanNya dan kemanusiaan dalam satu Pribadi, sebagaimana ditetapkan daiam Konsili Efesus pada tahun 431. Untuk memperingati genap limabelas abadnya dogma tersebut maka oleh Paus Pius XI diadakan pesta ini.
S. P. Maria telah menjadi Bunda Emmanuel (Tuhan serta kita), menurut nubuat Nabi Yesaya. Ia mengandung oleh kuasa Roh Kudus. Yesus sendiri telah menyatakan, bahwa Iapun Putera Bapa di surga. Dengan terpililnya menjadi Bunda Allah, iapun menjadi Bunda pula dari semua orang yang ditebus dan diselamatkan oleh Puteranya. Dari sebab itu ia menjadi jalan kebenaran dan pengharapan bagi kita sekalian, dan suri-teladan yang gemilang serta peIindung kita di surga.
S
2
INTROITUS (Yes. 7:1; Mzm: 97[98]:1)
ihat, Perawan itu akan mengan- dung dan akan mela- hirkan seorang
Putera, yg akan diberi nama Emmanuel.
℣: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, karena Ia sudah mem- buat mujizat-mujizat.
℣: Kemuliaan ….
Lihat,…
GLORIA COLLECTA I : Dóminus vobíscum.
U: Et cum spiritu tuo.
I : Orémus.
I : Tuhan bersamamu.
U:Dan bersama rohmu.
I : Marilah berdoa eus, qui de beátæ Maríæ
Vírginis útero Verbum tuum, Angelo nuntiánte, carnem
suscípere voluísti: præsta
supplícibus tuis; ut, qui vere eam Genitrícem Dei crédimus, eius apud te intercessiónibus
adiuvémur.
llah, Engkau menghendaki SabdaMu menjadi tubuh melalui kandungan S.
Perawan Maria dengan kabar Malaikat:
berilah supaya kami, yang bermohon kepadaMu dan percaya bahwa Ia sungguh Bunda Allah, dibantu oleh pengantaraan- nya di hadapanMu
Per Dòminum nostrum Jesum Christum, Filium tuum, qui tecum vivit et regnat in unitáte Spíritus Sancti, Deus, per òmnia sæcula sæculòrum.
U: Amen.
Karena Tuhan kami Yesus Kristus
PuteraMu yang hidup dan bertahta dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U:Amin.
LECTIO EPISTOLAE (Sir. 24:23-31)
Léctio libri Sapiéntiæ. Pembacaan Kitab Putra Sirakh . go quasi vitis fructificávi
suavitátem odóris: et flores mei, fructus honóris et honestátis.
Ego mater pulchræ dilectiónis, et
ku ini bagaikan pokok anggur, mengah- silkan buah yang harum mewangi,
dan bungaku menghasilkan buah yang sedap dan segar.
Aku ini Ibu cinta yang mulia, kekuatan,
D A
E A
L
3
timóris, et agnitiónis, et sanctæ spei. In me grátia omnis viæ et veritátis: in me omnis spes vitæ et virtútis.
Transíte ad me omnes qui concupíscitis me, et a
generatiónibus meis implémini.
Spíritus enim meus super mel dulcis, et heréditas mea super mel et favum. Memória mea in
generatiónes sæculórum.
Qui edunt me, adhuc esúrient: et qui bibunt me, adhuc sítient.
Qui audit me, non confundétur: et qui operántur in me, non
peccábunt.
Qui elúcidant me, vitam ætérnam habébunt.
pengetahuan, dan harapan yang suci.
Padaku adalah segala rahmat jalan
kebenaran, padakupun segala pengharapan akan kehidupan dan keutamaan.
Marilah datang kepadaku, hai kamu sekalian, yang merindukan daku, dan puaskanlah
dirimu dengan buahku.
Sebab rohku lebih. manis daripada madu:
dan warisanku melebihi sarang madu;
kenang-kenanganku tetap dalam segala masa.
Siapa makan daripadaku, semakin ingin, dan siapa minum daku, lebih haus lagi.
Siapa mendengarkan daku, tidak dipermalu- kan, dan orang yang menyelenggarakan daku, tidak berbuat jahat;
Siapa yang memancarkan daku keluar, akan memiliki kehidupan kekal.
U: Deo gratias U: Syukur Kepada Allah GRADUALE (Yes. 11:1-2)
uatu tunas tumbuh dari akar Yesse dan suatu bunga akan keluar dari akarnya.
℣: Dan Roh Tuhan akan bersemayam diatasNya.
ALLELUIA
lleluia,
S
A
4
℣:Perawan, Bunda Allah; Ia yang semesta dunia tidak dapat memuat,
telah bersembunyi di dalam rahimmu dengan menjadi manusia.
Alleluia EVANGELIUM (Luk. 2:43-51)
I : Dóminus vobíscum U: Et cum spíritu tuo.
I : Sequéntia ☩ sancti Evangélii secúndum Lucam.
U: Gloria tibi, Domine!
In illo témpore:
I : Tuhan bersama-mu.
U:Dan bersama roh-mu.
I : Inilah Injil ☩ Suci menurut Lukas.
U:Dimuliakanlah Tuhan!
Pada waktu itu:
um redírent, remánsit puer Iesus in Ierúsalem, et non cognovérunt paréntes eius.
Existimántes autem illum esse in comitátu, venérunt iter diei, et requirébant eum inter cognátos, et notos.
Et non inveniéntes, regréssi sunt in Ierúsalem, requiréntes eum.
Et factum est, post tríduum invenérunt illum in templo sedéntem in médio doctórum, audiéntem illos, et interrogántem eos. Stupébant autem omnes, qui eum audiébant, super prudéntia et respónsis eius. Et vidéntes admiráti sunt. Et dixit mater eius ad illum:
Fili, quid fecísti nobis sic?
ecce pater tuus, et ego doléntes
atkala mereka berjalan pulang, Kanak- kanak Yesus tinggal di Yerusalem dengan tak diketahui orangtuaNya.
Karena pada sangka mereka Ia ada di antara orang-orang yang berjalan sertanya, mereka itu berjalan terus sampai sehari; lalu barulah dicarinya di antara kaum kerabat dan
kenalan-kenalannya.
Setelah tidak didapatinya, mereka itu kembali ke Yerusalem mencari Dia.
Baru sesudah tiga hari Ia didapatinya di dalam bait Allah sedang duduk di tengah- tengah para guru sambil mendengarkan dan bertanya kepada orang-orang itu.
Semua yang mendengar Dia, kagum atas kebijaksanaan serta jawaban-jawabanNya.
Melihat itu, orang tuaNya tercengang.
Maka IbuNya berkata: “Hai Anakku,
mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? — Lihatlah bapaMu dan aku
C T
5
quærebámus te. Et ait ad illos:
Quid est quod me quærebátis?
nesciebátis quia in his, quæ Patris mei sunt, opórtet me esse.
Et ipsi non intellexérunt verbum, quod locútus est ad eos.
Et descéndit cum eis, et venit Názareth: et erat súbditus illis.
mencari Engkau dengan sedih hati.”
Sahut Yesus: “Mengapa kamu mencari Aku?
Tidak tahukah kamu, bahwa Aku harus ada dalam perkara-perkara BapaKu?”
Tetapi mereka itu tak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Segera la pulang bersama dengan mereka, dan tibadi Nasaret. Maka Ia tunduk kepada mereka.
U: Laus tibi, Christe! U: Terpujilah Kristus CREDO
OFFERTORIUM (Mat. 1: 17)
atkala Maria IbuNya bertu- nangan dengan Yosep,
ternyata, ia telah mengandung dari Roh Kudus.
SECRETA ua, Dómine, propitiatióne, et
beátæ Maríæ semper Vírginis, Unigéniti tui matris intercessióne, ad perpétuam atque præséntem hæc oblátio nobis profíciat prosperitátem, et pacem.
UHAN, semoga kurban ini karena kemurahanMu dan karena perantaraan S. Maria tetap Perawan, Bunda PuteraMu yang Tunggal, sekarang dan selalu
berguna bagi kesejahteraan dan ketenteraman kami.
Per eundem Dominum nostrum Iesum Christum filium tuum, qui tecum vivit et regnat in unitate Spiritus Sancti, Deus, I : per omnia saecula saeculorum.
U:Amen.
Karena Tuhan kami Yesus Kristus
PuteraMu yang hidup dan bertahta dalam persatuan Roh Kudus, Allah
I : sepanjang segala masa.
U:Amin.
T
T T
6
PREFATIO I : Dóminus vobíscum.
U: Et cum spiritu tuo I : Sursum corda.
U: Habémus ad Dóminum.
I : Grátias agámus Dómino, Deo nostro.
U: Dignum et iustum est.
I : Tuhan bersamamu.
U:Dan bersama rohmu.
I : Angkatlah hatimu.
U:Sudah kami angkat kepada Tuhan
I : Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.
U:Sudah layak dan sepantasnya.
SANTA PERAWAN MARIA ere dignum et iustum est,
æquum et salutáre, nos tibi semper et ubique grátias ágere:
Dómine sancte, Pater omnípotens, ætérne Deus:
Et te in Conceptióne immaculáta beátæ Maríæ semper Vírginis collaudáre, benedícere et
prædicáre. Quæ et Unigénitum tuum Sancti Spíritus obumbratióne concépit: et, virginitátis glória permanénte, lumen ætérnum mundo effúdit, Iesum Christum, Dóminum nostrum.
Per quem maiestátem tuam laudant Angeli, adórant Dominatiónes, tremunt Potestátes. Coeli
coelorúmque Virtútes ac beáta Séraphim sócia exsultatióne concélebrant.
Cum quibus et nostras voces ut admitti iubeas, deprecámur, súpplici confessióne dicéntes:
ungguh pantas dan adil, layak dan berguna, kalau kami selalu dan di mana- mana mengucap syukur kepadaMu, Tuhan yang Kudus, Bapa yang Mahakuasa, Allah kekal:
Dan juga memuji, menghormati serta me- muliakan Dikau pada Pesta S. Maria tetap Perawan: dikandung dengan tak bernoda asal. Ia telah menerima PuteraMu yang tung- gal oleh pernaungan Roh Kudus: dan, de- ngan tetap memiliki kemuliaan keperawan- annya ia telah mencurahkan Terang kekal ke dunia, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kami.
KarenaNya para Malaikat memuji hadirat- Mu, para Pemerintahan menyembah, para Kekuasaan bergetar. Surga dan Kekuatan- Kekuatan surga serta Serafin yang berbaha- gia merayakannya dengan kegembiraan bersama-sama.
Kami mohon kepadaMu, berkenanlah juga menerima bersama dengan mereka suara kami, yang dengan rendah hati mengakui dan berkata:
SANCTUS COMMUNIO
erbahagialah rahim Perawan Maria, yang telah mengandung Putera Bapa kekal.
B
V S
7
POSTCOMMUNIO I : Dóminus vobíscum.
U: Et cum spiritu tuo.
I : Orémus.
æc nos commúnio, Dómine, purget a crímine: et,
intercedénte beáta Vírgine Dei Genitríce María, coeléstis remédii fáciat esse consórtes.
I : Tuhan bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.
I : Marilah berdoa.
UHAN, semoga Komuni ini member- sihkan kami dari dosa: dan dengan perantaraan S. Perawan Maria, Bunda Allah, membuat supaya kami mendapat bagian dalam obat mudarab surgawi.
Per eundem Dominum nostrum Iesum Christum filium tuum, qui tecum vivit et regnat, in unitate Spíritus Sancti, Deus, per òmnia sǽcula sæculòrum.
U: Amen.
Karena Tuhan kami Yesus Kristus
PuteraMu yang hidup dan bertahta dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin.
H T
8