DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Umum
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 77 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tipe A serta Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 95 Tahun 2016 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mempunyai tugas yang sangat strategis yaitu membantu Gubernur melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah Provinsi. Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah dituntut untuk melaksanakannya dengan transparan, akuntabel, efektif, dan efisien sesuai dengan prinsip-prinsip good governance sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Salah satu azas penyelenggaraan good governance yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 adalah azas akuntabilitas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akuntabilitas tersebut salah satunya diwujudkan dalam bentuk penyusunan Laporan Kinerja. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Dinas Perindustrian dan Perdagangan Darah dalam melaksanakan tugas dan fungsi selama tahun 2019 dalam rangka melaksanakan misi dan mencapai visi Gubernur Sulawesi Utara dan sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja setiap unit organisasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 2 Daerah Provinsi Sulawesi Utara, serta sebagai salah satu alat untuk mendapatkan masukan bagi stakholders demi perbaikan kinerja.
Selain untuk memenuhi prinsip akuntabilitas, penyusunan Laporan Kinerja tersebut juga merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Reviu Atas Laporan Kinerja.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah mempunyai peran yang strategis yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Perindustrian dan bidang Perdagangan sebagaimana tercermin dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tetang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dan diimplementasikan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 77 Tahun 2016 tentang tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tipe A, mempunyai tugas melaksanakan membantu Gubernur melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah Provinsi.
Oleh karena penyusunan Laporan Kinerja tahun 2018 merupakan dari masa periode RPJMD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016-2021 dan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara tahun 2016-2021, maka Laporan Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara memuat tugas fungsi yang sebagaimana telah dicantumkan dalam RKPD tahun 2018, serta pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung-jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Peningkatan peran aktif dalam perdagangan dunia, oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Utara secara langsung maupun tidak langsung melalui kerjasama regional yang terintegrasi dan terpadu seperti BIMP-EAGA, ASEAN, ASIA TIMUR dan APEC perlu dioptimalkan. Singkatnya, Sulawesi Utara berada pada posisi
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 3 sangat strategis untuk mengoptimalkan perdagangan bebas di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Sehingga peran strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah juga mengalami perubahan dalam agenda/prioritas pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016-2021 khususnya RKPD Tahun 2019 yaitu Peningkatan Iklim Investasi dan Ekonomi Lokal/Kreatif serta Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
1.2. Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara
Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 77 tahun 2016, terdiri dari 1 unit eselon II, 6 unit eselon III terdiri dari 1 sekretariat, 2 Bidang yang menangani Industri dan 2 Bidang yang menangani perdagangan, 1(satu) UPTD, dan kelompok fungsional, adapun bagan struktur organisasi sebagai berikut :
Gambar 1
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 4 Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara tersusun sebagai berikut :
1) Kepala Dinas
2) Sekretaris, yang dibantu oleh:
a. Sub Bagian Umum;
b. Sub Bagian Hukum dan Kepegawaian;
c. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan.
3) Bidang Perindustrian, dibantu oleh:
a. Seksi Sarana, Pengembangan dan Pemberdayaan MAsyarakat Industri;
b. Seksi Bina Usaha Sarana, Standardisasi dan Pengawasan Lingkungan;
c. Seksi Industri Agro, Hasil Hutan dan Promosi Industri.
4) Bidang Fasilitasi dan Pengembangan Industri Kecil Menengah, dibantu oleh:
a. Seksi Logam, Mesin, Elektronik, Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan;
b. Seksi Industri Kecil Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furniture;
c. Seksi Bina Usaha, Sarana Standardisasi dan Promosi.
5) Bidang Perdagangan Luar Negeri, di bantu oleh:
a. Seksi Ekspor dan Impor;
b. Seksi Kerja Sama Kelembagaan Internasional ; c. Seksi Promosi Iklim Usaha dan Investasi.
6) Bidang Perdagangan Dalam Negeri, dibantu oleh : a. Seksi Bina Pasar dan Distribusi;
b. Seksi Pengembangan Kelembagaan Usaha dan Promosi;
c. Seksi Pengawasan, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga.
Dalam melaksanakan tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah dibantu oleh 1 (satu) Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) setingkat eselon III.b, yaitu : UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang dibantu oleh : a. Sub Bagian Tata Usaha;
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 5 b. Seksi Pengujian dan Kalibrasi
c. Seksi Pengujian dan Transaksi Perdagangan.
Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 77 tahun 2016, terdiri dari 1 unit eselon II, 6 unit eselon III terdiri dari 1 sekretariat, 2 Bidang yang menangani Industri dan 2 Bidang yang menangani perdagangan, 1(satu) UPTD, dan kelompok fungsional, mempunyai uraian tugas sebagai berikut :
1. Kepala Dinas mempunyai tugas:
a. Perumusan kebijakan teknis dibidang perindustrian dan perdagangan;
b. Penyusunan perencanaan, pengkoordinasian, pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas;
c. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang perindustrian dan perdagangan;
d. Penyelenggaraan urusan administrasi kesekretariatan;
e. Penyelenggaraan urusan dibidang perindustrian;
f. Penyelenggaraan urusan dibidang fasilitasi dan pengembangan industri kecil dan menengah;
g. Penyelenggaraan urusan dibidang perdagangan luar negeri;
h. Penyelenggaraan urusan dibidang perdagangan dalam negeri;
i. Penyelenggaraan urusan unit pelaksana teknis dinas;
j. Pelaporan pelaksanaan tugas kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah;
k. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
2. Sekretaris mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan administrasi umum, dan kepegawaian dan hukum, perencanaan dan keuangan serta tugas lain yang diberikan oleh pimpinan, dengan fungsi yaitu:
a. Pengkoordinasian, sinkronisasi dan integrasi pelayanan administrasi;
b. Penyusunan perencanaan operasional dan pelaporan kegiatan;
c. Penyelenggaraan urusan kepegawaian dan hukum;
d. Penyelenggaraan urusan perencanaan dan keuangan;
e. Penyelenggaraan urusan umum;
f. Pelaporan pelaksanaan tugas kepada pimpinan;
g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 6 3. Kepala Bidang Perindustrian mempunyai tugas melaksanakan urusan dibidang
bina usaha sarana dan pengawasan lingkungan, industri, agro kimia dan hasil hutan, industri logam, mesin elektronika, tekstil, aneka alat transportasi dan telematika serta tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas dengan fungsi yaitu:
a. Pemberian pelayanan administrasi dilingkungannya;
b. Penyusunan rencana dan pelaporan kegiatan;
c. Pengkoordinasian, pembagian dan pengaturan pelaksanaan tugas;
d. Penyelenggaraan urusan bina usaha sarana dan pengawasan lingkungan;
e. Penyelenggaraan urusan industri agrokimia dan hasil hutan;
f. Penyelenggaraan urusan industri logam, mesin, elektronika, tekstil, aneka alat transportasi dan telematika;
g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan.
4. Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah mempunyai tugas melaksanakan urusan dibidang industri kecil menengah pangan, barang dari kayu dan furniture, logam, mmesin, elektronik, kimia, sandang, aneka dan kerajinan, bina usaha, sarana, standardisasi dan promosi industri kecil menengah serta tugas lain yang diberikan oleh pimpinan dengan fungsi yaitu:
a. Pemberian pelayanan administrasi dilingkungannya;
b. Penyusunan rencana dan pelaporan kegiatan;
c. Pengkoordinasian, pembagian dan pengaturan pelaksanaan tugas;
d. Penyelenggaraan urusan industri kecil menengah pangan, barang dari kayu dan furnitur;
e. Penyelenggaraan urusan industri kecil menengah logam, mesin, elektronik, kimia, sandang, aneka dan kerajinan;
f. Penyelenggaraan urusan bina usaha, sarana, standardisasi dan promosi industri kecil dan menengah;
g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 7 5. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan
urusan dibidang ekspor dan impor, promosi, iklim usaha dan investasi dan kerjasama kelembagaan internasional serta tugas lain yang diberikan oleh pimpinan dengan fungsi yaitu:
a. Pemberian pelayanan administrasi dilingkungannya;
b. Penyusunan rencana dan pelaporan kegiatan;
c. Memahami kebijakan dan peraturan dibidang perdagangan luar negeri;
d. Pengkoordinasian, pembagian dan pengaturan pelaksanaan tugas;
e. Evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan;
f. Penyusunan informasi potensi sector perdagangan;
g. Menyusun data ekspor dan impor daerah;
h. Menyiapkan perumusan kebijakan teknis fasilitas, koordinasi dan pembinaan teknis dibidang ekspor dan impor serta pengembangan pasar luar negeri;
i. Penyelenggaraan urusan ekspor impor;
j. Penyelenggaraan urusan promosi, iklim usaha dan investasi;
k. Penyelenggaraan urusan kerjasama kelembagaan internasional;
l. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan.
6. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan urusan dibidang bina pasar dan distribusi, pengembangan kelembagaan usaha dan promosi, pengawasan, perlindungan konsumen dan tata tertib niaga serta tugas lain yang diberikan oleh pimpinan dengan fungsi yaitu:
a. Pemberian pelayanan administrasi dilingkungannya;
b. Penyusunan rencana dan pelaporan kegiatan;
c. Pengkoordinasian, pembagian dan pengaturan pelaksanaan tugas;
d. Penyelenggaraan urusan bina pasar dan distribusi;
e. Penyelenggaraan urusan kelembagaan usaha dan promosi;
f. Penyelenggaraan urusan pengawasan, perlindungan konsumen dan tertib niaga;
g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 8 7. Kepala UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang mempunyai tugas
melaksanakan teknis operasional dan teknis penunjang dibidang pengawasan mutu barang dengan fungsi yaitu:
a. Penyusunan kebijakan teknis;
b. Pelaksanaan perencanaan, pengkoordinasian, pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas;
c. Penyelenggaraan kegiatan teknis yang secara langsung berhubungan dengan pelayanan masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas dinas;
d. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 9 BAB II
PERENCANAAN KINERJA
2.1. Rencana Strategis
Agenda pembangunan bidang industri dan perdagangan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016-2021 adalah
“Peningkatan Iklim Investasi dan Ekonomi Lokal/Kreatif serta “Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).”
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah bertugas membantu Gubernur dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Dalam kurun waktu 2016-2021 dengan berorientasi kepada hasil yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun dan memperhitungkan potensi, peluang, serta kendala yang ada maupun tantangan yang mungkin terjadi.
Dalam rangka mendukung agenda tersebut, maka Kepala Dinas telah menetapkan Visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, yaitu “Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Pemerintahan Dan Politik, serta Berkepribadian Dalam Budaya dengan menjadikan Industri dan Perdagangan Sulawesi Utara yang Tangguh dan Berdaya Saing menuju Kesejahteraan Masyarakat melalui Kemandirian Ekonomi, Penguatan Pasar Dalam Negeri Daerah dan Penguasaan Pangsa Pasar Ekspor Daerah.”
Dalam rangka mencapai visi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan 6 (enam) misi, yaitu : 1. Mewujudkan sektor industri sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang
mampu menghasilkan produk berkualitas, bernilai ekonomis, berdaya saing dan berorientasi pasar;
2. Mewujudkan sektor perdagangan yang mampu menciptakan atau meningkatkan sistem distribusi barang dan jasa yang efisien dan efektif dan perlindungan konsumen;
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 10 3. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk
melindungi diri atas transaksi perdagangan;
4. Mewujudkan wahana promosi serta mengapresiasikan kecintaan, kepercayaan, kebanggaan dan keyakinan atas kemampuan produksi daerah dan bernilai jual;
5. Menjadikan Sulawesi Utara sebagai Pelabuhan Ekspor Langsung di Asia Timur Pasifik serta terbentuknya tim terpadu;
6. Peningkatan daya saing ekspor melalui komoditi utama dan komoditi potensial ekspor, penetrasi pasar non-tradisional, diversifikasi pasar tujuan ekspor dan pengendalian impor.
Dalam rangka implementasi atau penjabaran dari misi, ditetapkan tujuan yang merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu, yaitu satu sampai lima tahun kedepan dalam tahun 2016-2021, serta menggambarkan arah strategis organisasi, perbaikan-perbaikan yang ingin dicapai sesuai dengan tugas dan fungsi, serta meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Tujuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk periode 2016-2021 sebagai berikut :
1. Terwujudnya wirausaha baru, lapangan kerja, Ekonomi Kreatif serta meningkatnya pendapatan masyarakat secara merata melalui persebaran industri kecil dan menengah di Kabupaten/Kota.
2. Terwujudnya Sulawesi Utara sebagai Pelabuhan Ekspor ke Asia Timur dan Pasifik.
3. Terwujudnya sistem distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting yang efisien dan efektif serta iklim usaha yang kondusif yang berdampak pada stabilitas harga dan terkendalinya inflasi.
4. Terwujudnya tertib niaga dan perlindungan konsumen.
5. Terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus KEK Bitung.
Untuk menjabarkan tujuan agar terukur dan dapat dicapai secara nyata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyusun sasaran strategis. Sasaran Strategis Dinas Perindag untuk tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 11 1. Meningkatnya Jumlah Unit Usaha IKM.
2. Meningkatnya Jumlah Tenaga Kerja sektor Industri.
3. Meningkatnya Investasi sektor Industri.
4. Meningkatnya Jumlah Kelompok Usaha Bersama (KUB).
5. Meningkatnya Jumlah Produk Hilir Terstandarisasi.
6. Meningkatnya Ekspor.
7. Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau.
8. Menguatnya Perlindungan Konsumen dan Standarisasi.
9. Berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus.
2.2. Perjanjian Kinerja Tahun 2019
Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen pimpinan yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Tujuan khusus perjanjian kinerja antara lain untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah.
Perjanjian kinerja digunakan sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur, dan sebagai dasar pemberian penghargaan (reward) dan sanksi (punishment).
Perjanjian Kinerja Tahun 2019 merupakan tahun keempat Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, sehingga capaian kinerja tahun 2019 tersebut mencerminkan target periode keempat Renstra 2016-2021. Perjanjian Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019 dapat terlihat pada tabel di bawah berikut ini.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 12 Tabel 2
Perjanjian Kinerja Tahun 2019
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 1 Meningkatnya kontribusi
sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara
Prosentase sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara
9%
2 Meningkatnya kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara
Prosentase sekntor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara
12%
3 Terkendalinya harga Barang Pokok dan Barang Penting
Nilai Inflasi terkendali ≤5%
Untuk mewujudkan target kerja yang telah ditetapkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar Rp. 17.257.562.000. Anggaran
tersebut terbagi menjadi Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp. 7.313.465.000 dan Belanja Langsung (BL) sebesar Rp. 9.944.097.000. Untuk
Belanja Langsung (BL) dijabarkan dalam program dan kegiatan dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3
Anggaran Perjanjian Kinerja Tahun 2019
NO URAIAN PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN
(RP) 1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.169.243.000
1 Penyediaan Kebutuhan Administrasi Umum 1.624.394.432 2 Penyediaan Kebutuhan Administrasi Keuangan 29.850.000 3 Penyediaan Kebutuhan Administrasi Barang/Jasa 6.300.000 4 Penyediaan Kebutuhan Administrasi Kepegawaian 15.000.000
5 Penataan Kearsipan 10.200.000
6 Pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Konsultasi 483.498.568 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 565.800.000
1 Pengadaan Peralatan/Perlengkapan Gedung Kantor 98.900.000 2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 35.000.000 3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/ 141.900.000
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 13 Operasional
4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan/ Perlengkapan
Gedung Kantor 20.000.000
5 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor 270.000.000 3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 165.000.000 1 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu 165.000.000 4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur 23.500.000
1 Desiminasi Peraturan Perundang-Undangan 23.500.000 5 Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 3.050.000 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar
Realisasi Kinerja SKPD 750.000
2 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun 500.000
3 Penyusunan Laporan Bulanan SKPD 1.800.000
6 Program Penyelenggaraan Hari-Hari Besar
Kenegaraan/Kedaerahan 221.800.000
1 Pelaksanaan Pameran dan Promosi 221.800.000
7 Program Perencanaan SKPD 5.500.000
1 Penyusunan Rencana Kerja SKPD 1.500.000
2 Penyusunan Rencana Kerja Anggaran 4.000.000
8 Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan
Perdagangan 140.550.000
1 Pemberdayaan Badan Penyelesaian Sengketa
Konsumen (BPSK) di Provinsi Sulawesi Utara 3.000.000 2 Pengawasan Perizinan Bidang Perdagangan 38.750.000 3 Pengawasan Barang Beredar Bapokting 58.600.000 4 Pengawasan Barang Beredar Dalam Pengawasan 40.200.000 9 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam
Negeri 770.087.000
1 Pemantauan Penggunaan DAK/TP Sub Bidang Sarana
Perdagangan 48.450.000
3 Pasar Murah Menjelang Hari Raya Keagamaan 640.102.000 4 Pemantauan Stok Barang Kebutuhan Pokok dan Barang
Strategis ( BAPOKSTRA) 36.042.000
5 Pengembangan SRG Komoditi Kelapa 45.493.000
10 Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 877.750.000 1 Monitoring dan Evaluasi Ekspor dan Impor Daerah 72.000.000
2 FGD Perdagangan Lintas Batas 31.496.500
3 Koordinasi Kerjasama Regional dan Internasional 102.000.000
4 Partisipasi Pameran Dalam Negeri 321.903.500
6 Pembangunan Promosi Perdagangan Internasional 350.350.000 11 Program Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah 3738.145.200
1 Fasilitasi Pengembangan Jaringan Pmasaran dan
Promosi Produk IKM 2.002.000.000
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 14 2 Bantuan Mesin Peralatan Bagi Wirausaha Baru IKM 1.461.075.000 3 Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan Bagi Wirausaha
Baru IKM 97.193.000
4 Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi dan Pala Bagi
Wirausaha Baru IKM 51.016.400
5 Bimbingan Teknis Wirausaha Industri Kerajinan 52.535.000 6 Kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah
(DEKRANASDA) Sulawesi Utara 74.325.400
12 Program Peningkatan Kemampuan Teknologi
Industri 151.640.000
1 Pengembangan Produk Unggulan Industri Agro 97.640.000 2 Peningkatan Pencegahan Pencemaran Industri 54.000.000 13 Program Peningkatan Industri Hilirisasi Komoditi
Agro 143.236.000
1 Pengujian Sampel Produk Hilir 143.236.000
14 Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) 753.195.800
1 Penguatan Kelembagaan Sekretariat Dewan Kawasan
KEK 98.200.000
2 Benchmark dan Promosi KEK 572.395.800
3 Pelaksanaan Koordinasi dan Konsultasi Pusat dan
Daerah 298.200.000
Selain didukung dengan dana APBD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara juga didukung dengan Dana Dekonsentrasi/APBN dalam rangka mewujudkan target kerja yang ada. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
Tabel 4
Anggaran Dekonsentrasi / APBN Tahun 2019
PROGRAM SATKER ANGGARAN
Bidang Fasilitasi & Pengembangan IKM 2.440.680.000
Bidang Perdagangan Dalam Negeri 2.156.391.000
Bidang Perdagangan Luar Negeri 632.772.000
Total APBN 5.229.843.000
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 15 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas manajerial pada lingkungan dalam organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada tiap bagian. Masing-masing individu pada setiap jajaran aparatur bertanggung jawab atas kegiatan yang dilaksanakan pada bagiannya. Konsep inilah yang membedakan adanya kegiatan yang terkendali dengan kegiatan yang tidak terkendali. Kegiatan-kegiatan yang terkendali merupakan kegiatan yang secara nyata dapat dikendalikan oleh seseorang atau suatu pihak. Ini berarti, kegiatan tersebut benar-benar direncanakan, dilaksanakan dan dinilai hasilnya oleh pihak yang berwenang. Akuntabilitas sebagai suatu perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban yang dilaksanakan. Dalam dunia birokrasi, akuntabilitas instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan misi instansi yang bersangkutan.
3.1. Capaian Kinerja Organisasi 3.1.1. Kerangka Pengukuran Kinerja
Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untu menilai keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Pengukuran kinerja merupakan hasil penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indicator kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja yang diperoleh dari dua sumber yakni (a) data internal Dinas dan (b) data eksternal berasal dari luar instansi baik primer maupun sekunder.
Untuk pencapaian indikator sasaran pada Tahun 2018, terlebih dahulu diinventarisir hasil pelaksanaan kegiatan untuk kemudian dilakukan analisa serta
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 16 pembobotan terhadap hasil analisanya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara :
1. Membandingkan realisasi kinerja dengan target sasaran kinerja yang dicantumkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2018.
2. Membandingkan realisasi kinerja program sampai dengan tahun ini dengan tahun lalu,
3. Membandingkan realisasi kinerja program sampai dengan tahun berjalan dengan target sasaran kinerja 5 (lima) tahun yang direncanakan dalam Rencana Strategis Perangkat Daerah.
Analisa pencapaian pelaksanaan kinerja dan pemberian bobot pada hasil analisa kinerja yang telah dilakukan. Pengukuran persentase pencapaian rencana tingkat capaian perlu memperhatikan karakter komponen realisasi dalam kondisi : 1. Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik,
maka digunakan rumus :
Realisasi
%Pencapaian Kinerja = --- X 100%
Rencana
Pemaknaan dari capaian nilai kinerja ini terbagi atas kualifikasi sebagai berikut :
No. Interval Nilai Realisasi
Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja
1 91 ≤ 100 Sangat Baik
2 76 ≤ 90 Baik
3 66 ≤ 75 Sedang
4 51 ≤ 65 Rendah
5 ≤ 50 Sangat Rendah
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 17 3.1.2. Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja
Pengukuran terhadap kinerja sasaran strategis pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara selama tahun 2018-2019 diperoleh dengan rincian Tabel 3.1.2
Tabel : 3.1
Target dan Realisasi Indikator Tahun 2018 – 2019
No Indikator Kinerja Sat Tahun 2018 Tahun 2019 Sumber Data Target Realisasi Target Realisasi
Sasaran 1 : Meningkatnya kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Industri terhadap
PDRB Sulawesi Utara
% 9 9,16 9 9,93 BPS
Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Perdagangan
terhadap PDRB Sulawesi Utara % 12 12,15 12 12,93 BPS
Sasaran 3 :Terkendalinya harga Kebutuhan Barang Pokok dan Barang Penting
1 Nilai Inflasi Terkendali % ≤ 5 ≤ 3,5 ≤ 5 ≤ 5,52 BPS
3.1.3 Pengukuran Indikator Kinerja
Indikator kinerja merupakan alat ukur keberhasilan/kegagalan yang dicapai dari pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan. Tabel 3.2 memperlihatkan perbandingan target dan realisasi indikator kinerja dari sasaran strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019.
Tabel : 3.2
Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2019
No Indikator Kinerja Sat Tahun 2019 Capaian
Kinerja (%)
Kategori Sumber Data Target Realisasi
Sasaran 1 : Meningkatnya Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Industri terhadap
PDRB Sulawesi Utara
% 9 9 100 Sangat Baik BPS
Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Perdagangan
terhadap PDRB Sulawesi Utara % 12 12,95 107,75 Sangat Baik BPS Sasaran 3 : Terkendalinya harga Kebutuhan Barang Pokok dan Barang Penting
1 Nilai Inflasi Terkendali % ≤ 5 3,52 Terkendali Sangat Baik BPS
Perbandingan realisasi indikator kinerja dari sasaran strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 18 terhadap pencapaian realisasi indikator kinerja tahun 2018, dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Tabel : 3.3
Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2019 terhadap Tahun 2018
No Indikator Kinerja Sat Tahun 2018 Tahun 2019 Capaian
Kinerja (%) Kategori Sumber Data Realisasi Realisasi
Sasaran 1 : Meningkatnya Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Industri
terhadap PDRB Sulawesi Utara % 9,16 9 98,68 Sangat Baik BPS
Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Perdagangan
terhadap PDRB Sulawesi Utara % 12,15 12,93 106,42 Sangat baik BPS Sasaran 3 : Terkendalinya harga Kebutuhan Barang Pokok dan Barang Penting
Nilai Inflasi Terkendali % 3,5 3,52 Terkendali Sangat Baik BPS
Tabel : 3.4
Perbandingan Realisasi Indikator Kinerja Tahun 2019 terhadap Target Rencana Tahun 2021
No Indikator Kinerja Sat Tahun 2019
Realisasi Tahun 2020
Target Capaian
Kinerja (%) Kategori Sumber Data Sasaran 1 : Meningkatnya Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara
1 Prosentase sektor Industri
terhadap PDRB Sulawesi Utara % 9 9 100 Sangat Baik BPS
Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Perdagangan
terhadap PDRB Sulawesi Utara
% 12,93 12 92,81 Sangat baik BPS
Sasaran 3 : Terkendalinya harga Kebutuhan Barang Pokok dan Barang Penting
Nilai Inflasi Terkendali % 3,52 ≤ 5 Terkendali Sangat Baik BPS
Realisasi capaian kinerja yang mengalami efisiensi penggunaan sumber daya berupa anggaran, dapat dilihat dalam Tabel 3.5
Tabel : 3.5
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
No Indikator Kinerja Sat Tahun 2019 Anggaran
(Rp) Realisasi Anggaran
(%)
Tingkat Efisiensi Target Realisasi
Sasaran 1 : Meningkatnya Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Industri terhadap
PDRB Sulawesi Utara % 9 9 753.195.800 89,37 10,63
Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara 1 Prosentase sektor Perdagangan
terhadap PDRB Sulawesi Utara % 12 12,95 877.750.000 93,55 6,55 Sasaran 3 : Terkendalinya harga Kebutuhan Barang Pokok dan Barang Penting
1 Nilai Inflasi Terkendali % ≤ 5 3,52 770.087.000 97,34 2,66
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 19 3.1.4. Evaluasi Capaian Indikator Kinerja
Proses pencapaian indikator selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Sasaran 1 capaian kinerja di dapat dari Program dengan Kegiatan yaitu 1) jaringan pemasaran dan promosi produk industri kecil menengah, (2) bantuan mesin dan peralatan bagi wira usaha baru industri kecil menengah, (3) bimbingan teknis pengolahan Kopi dan Pala bagi wira usaha baru industri kecil menengah, (4) bimbingan teknis wira usaha baru industri kerajinan, (5) bimbingan teknis pengolahan ikanbagi wira usaha baru industri kecil menengah, (6) kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Utara.
Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri dengan kegiatan (1) pengembangan produk unggulan industri agro, (2) peningkatan pencegahan pencemaran industri. Program Peningkatan Industri Hilirisasi Komoditi Agro, sehingga target capaian kinerja dalam indikator kinerja tercapai sebesar 9%.
2. Sasaran 2 capaian kinerja di dapat dari Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor dengan kegiatan (1) monitoring dan evaluasi ekspor dan Impor daerah, (2) koordinasi kerjasama regional dan internasional, (3) partisipasi pameran dalam negeri, (4) pembangunan promosi perdagangan internasional. Sehingga target capaian kinerja dengan indikator kinerja yaitu prosentase sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara tercapai sebesar 12,93% atau naik 107,75%.
3. Sasaran 3 capaian kinerja di dapat dari Program dan kegiatan (1) Pasar murah, (2) Pemantauan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting.
Program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan dengan kegiatan (1) pemberdayaan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, (2) pengawasan perizinan bidang perdagangan, (3) pengawasan barang beredar, (4) pengawasan barang beredar dalam pengawasan. Ketersediaan Kebutuhan Barang Pokok dan Barang Penting tidak lepas dari ketatnya pemantauan dan pengawasan barang pada toko swalayan dan juga di pasar rakyat dalam mengoptimalkan kelancaran distribusi dan dengan adanya koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat, instansi terkait, distributor serta pemasok, sehingga tingkat inflasi tertekan sebesar 3,52%.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 20 Keberhasilan pencapaian Sasaran Strategis dapat dilihat pada Tabel 3.6
Tabel : 3.6
Capaian Indikator Kinerja Tahun 2019
SASARAN URAIAN
Sasaran : 1 Dalam upaya meningkatkan kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara, diarahkan pada pertumbuhan industri pengolahan di Sulawesi Utara.
Capaian kinerja sektor industri terhadap PDRB Sulawesi Utara sebesar 100% dengan kategori “Sangat Baik”.
Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui Program : 1. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah 2. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 3. Program Peningkatan Industri Hilirisasi Komoditi Agro 4. Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sasaran : 2 Dalam upaya meningkatkan kontribusi sektor Perdagangan
terhadap PDRB Sulawesi Utara, diarahkan pada pertumbuhan Perdagangan di Sulawesi Utara. Capaian kinerja sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara sebesar 107,75% dengan kategori “Sangat Baik”.
Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui Program :
1. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri
2. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor
Sasaran : 3 Dalam upaya pengendalian harga kebutuhan barang pokok dan barang penting, diarahkan pada kelancaran distribusi, pengamanan perdagangan dalam negeri dan perlindungan konsumen, sehingga dapat menekan tingkat inflasi. Capaian kinerja terhadap nilai inflasi sebesar 3,52% dengan kategori “Sangat Baik”. Pencapaian tersebut dilaksanakan melalui Program :
1. Program Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri
2. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 21 3.1.5 Evaluasi Program dan Kegiatan yang menunjang Capaian Kinerja
Pencapaian program dan kegiatan yang menunjang capaian kinerja dapat dilihat pada Tabel 3.7
Penunjang Tabel : 3.7
Program dan Kegiatan Penunjang Capaian Kinerja
Sasaran Indikator Utama
(IKU)
Program/Kegiatan Anggaran Realisasi Capaian
Meningkatnya kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara
Prosentase sektor Industri terhadap PDRB
Sulawesi Utara
Program Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah 3.738.145.200 3.668.883.093 98,15%
Jaringan pemasaran dan promosi produk IKM
Bantuan Mesin dan Peralatan Bimbingan Teknis bagi wira usaha baru IKM
Pengembangan Kerajinan (DEKRANASDA) Program Peningkatan Kemampuan Teknologi
Industri 151.640.000 138.695.800 91,46
Pengembangan produk unggulan industri agro Peningkatan pencegahan pencemaran industri Program Peningkatan Industri Hilirisasi Komoditi Agro
143.236.000 134.820.000 94,12 Pengujian sampel produk hilir
Program Pengembangan
Kawasan Ekonomi Khusus 753.195.800 673.127.795 89,37 Benchmark dan Promosi KEK
Meningkatnya kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara
Prosentase sektor Perdagangan terhadap PDRB
Sulawesi Utara
Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri
45,493.000 38.327.400 84,25
Pengembangan Sistem Resi Gudang
Program Pengembangan
Ekspor 877.750.000 821.118.698 93,55
Monitoring dan evaluasi ekspor dan impor Koordinasi kerjasama regional dan internasional Pameran dalam negeri dan luar negeri
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 22 Terkendalinya
harga kebutuhan pokok dan barang penting
Nilai Inflasi terkendali
Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri
676.144.000 665.153.020 98,37
Pasar Murah
Pemantauan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting
Program Perlindungan Konsumen dan
Pengamanan Perdagangan Dalam Negeri
140.550.000 120.404.900 85,67
Pemberdayaan BPSK Pengawasan barang beredar dalam pengawasan
Pengawasan perizinan bidang perdagangan
Pengawasan barang beredar
Permasalahan dan solusi di pelaksanaan urusan Industri a) masih rendahnya rantai pasok dengan produk pendukungnya, b) masih rendahnya modal produksi bagi pelaku IKM, c) rendahnya daya saing produk lokal. Solusi yang diupayakan adalah a) pengembangan kerjasama antara IKM dan industri besar dalam rangka penguatan rantai pasok produk dan produk pendukung, b) pengembangan kerjasama dengan lembaga perbankan, sehingga memberikan kemudahan dalam mengakses informasi pembiayaan, c) peningkatan daya saing produk lokal melalui desain kemasan.
Permasalahan dan solusi di pelaksanaan urusan Perdagangan a) terbatasanya pengawasan barang/jasa pada pasar-pasar tradisional, toko modern dan di pusat-pusat perbelanjaan serta pertokoan, b) terbatasnya SDM Penyidik Pegawai Sipil Negara Perlindungan Konsumen, c) terbatasnya partisipasi pada kegiatan pameran dalam dan luar negeri. Solusi yang diupayakan a) Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersinergi dalam melaksanakan perlindungan konsumen dan pengawasan terhadap barang yang beredar baik di pasar tradisional maupun di toko modern, b) Penyidik Pegawai Sipil Negara untuk ditambah jumlahnya, mengingat semakin beragamnya barang yang beredar yang perlu diawasi baik produk dalam negeri maupun produk luar negeri, c) Partsipasi aktif pada kegiatan pameran dalam dan luar negeri yang mengangkat produk Sulawesi Utara.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 23 3.1. Realisasi Anggaran
Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan dalam mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen perjanjian.
3.2.1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2019
UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang pada tahun 2019 ditargetkan mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target sebesar Rp. 10.000.000.- dengan realisasinya sebesar Rp. 6.695.000 atau 66,95%. Adapun sumber/unit penghasil, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
NO SUMBER/UNIT
PENGHASIL TARGET
Rp. REALISASI
Rp. %
1. UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang
10.000.000 6.695.000 66,95
JUMLAH 10.000.000 6.695.000 66,95
3.2.2. Realisasi Belanja APBD Tahun 2019
Dalam melaksanakan program dan kegiatan yang ada, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar Rp. 17.257.562.000 Anggaran tersebut terbagi menjadi Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp. 7313.465.000 dan Belanja Langsung (BL) sebesar Rp. 9.944.097.000. Pagu anggaran tersebut berhasil direalisasikan sebesar 96,32 % atau sebesar Rp. 16.232.075.767, dengan rincian Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar Rp. 7.232.075.767 dan Belanja Langsung (BL) sebesar Rp. 9.389.988.184. Jika hanya melihat Belanja Langsung, maka realisasi anggaran pelaksanaan program dan kegiatan adalah sebagai berikut:
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 24 NO URAIAN PROGRAM / KEGIATAN TARGET
(Rp) REALISASI (Rp) 1 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran 2.169.243.000 2.111.074.855 1 Penyediaan Kebutuhan Administrasi Umum 1.624.394.432 1.578.640.000 2 Penyediaan Kebutuhan Administrasi
Keuangan 29.850.000 29.850.000
3 Penyediaan Kebutuhan Administrasi
Barang/Jasa 6.300.000 6.300.000
4 Penyediaan Kebutuhan Administrasi
Kepegawaian 15.000.000 14.999.400
5 Penataan Kearsipan 10.200.000 10.199.400 6 Pelaksanaan Rapat Koordinasi dan
Konsultasi 483.498.568 471.085.444
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur 565.800.000 559.757.578
1 Pengadaan Peralatan/Perlengkapan
Gedung Kantor 98.900.000 98.900.000
2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 35.000.000 34.934.000 3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/ Operasional 141.900.000 136.943.468 4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan/
Perlengkapan Gedung Kantor 20.000.000 19.833.000 5 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor 270.000.000 269.147.110 3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 165.000.000 164.171.700
1 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari
Tertentu 165.000.000 164.171.700
4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber
Daya Aparatur 23.500.000 22.946.300
1 Desiminasi Peraturan Perundang-Undangan 23.500.000 22.946.300 5 Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
3.050.000 3.021.000
1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD 750.000 744.500 2 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir
Tahun 500.000 476.500
3 Penyusunan Laporan Bulanan SKPD 1.800.000 1.800.000 6 Program Penyelenggaraan Hari-Hari Besar
Kenegaraan/Kedaerahan 221.800.000 216.892.195 1 Pelaksanaan Pameran dan Promosi 221.800.000 216.892.195 7 Program Perencanaan SKPD 5.500.000 5.454.000 1 Penyusunan Rencana Kerja SKPD 1.500.000 1.484.000 2 Penyusunan Rencana Kerja Anggaran 4.000.000 4.000.000 8 Program Perlindungan Konsumen dan
Pengamanan Perdagangan 140.550.000 120.404.900 1 Pemberdayaan Badan Penyelesaian
Sengketa Konsumen (BPSK) di Provinsi 3.000.000 2.996.000
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 25 Sulawesi Utara
2 Pengawasan Perizinan Bidang
Perdagangan 38.750.000 35.061.400
3 Pengawasan Barang Beredar Bapokting 58.600.000 51.718.700 4 Pengawasan Barang Beredar Dalam
Pengawasan 40.200.000 30.628.800
9 Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan
Dalam Negeri 770.087.000 749.590.220
1 Pemantauan Penggunaan DAK/TP Sub
Bidang Sarana Perdagangan 48.450.000 46.109.800 3 Pasar Murah Menjelang Hari Raya
Keagamaan 640.102.000 630.251.320
4 Pemantauan Stok Barang Kebutuhan Pokok
dan Barang Strategis ( BAPOKSTRA) 36.042.000 34.901.700 5 Pengembangan SRG Komoditi Kelapa 45.493.000 38.327.400 10 Program Peningkatan dan Pengembangan
Ekspor 877.750.000 821.118.698
1 Monitoring dan Evaluasi Ekspor dan Impor
Daerah 72.000.000 56.598.000
2 FGD Perdagangan Lintas Batas 31.496.500 29.395.800 3 Koordinasi Kerjasama Regional dan
Internasional 102.000.000 97.616.000
4 Partisipasi Pameran Dalam Negeri 321.903.500 305.009.898 6 Pembangunan Promosi Perdagangan
Internasional 350.350.000 332.499.000
11 Program Pengembangan Industri Kecil dan
Menengah 3.738.145.200 3.668.883.093
1 Fasilitasi Pengembangan Jaringan
Pmasaran dan Promosi Produk IKM 2.002.000.000 1.944.702.593 2 Bantuan Mesin Peralatan Bagi Wirausaha
Baru IKM 1.461.075.000 1.459.700.200
3 Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan Bagi
Wirausaha Baru IKM 97.193.000 97.169.900 4 Bimbingan Teknis Pengolahan Kopi dan
Pala Bagi Wirausaha Baru IKM 51.016.400 50.885.400 5 Bimbingan Teknis Wirausaha Industri
Kerajinan 52.535.000 46.535.000
6 Kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah
(DEKRANASDA) Sulawesi Utara 74.325.400 69.890.000 12 Program Peningkatan Kemampuan
Teknologi Industri 151.640.000 139.695.800 1 Pengembangan Produk Unggulan Industri
Agro 97.640.000 87.207.000
2 Peningkatan Pencegahan Pencemaran
Industri 54.000.000 51.488.800
13 Program Peningkatan Industri Hilirisasi
Komoditi Agro 143.236.000 134.820.050 1 Pengujian Sampel Produk Hilir 143.236.000 134.820.050 14 Program Pengembangan Kawasan Ekonomi 753.195.800 673.127.795
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 26 Khusus (KEK)
1 Penguatan Kelembagaan Sekretariat Dewan
Kawasan KEK 98.200.000 87.445.050
2 Benchmark dan Promosi KEK 572.395.800 303.858.784 3 Pelaksanaan Koordinasi dan Konsultasi
Pusat dan Daerah 298.200.000 281.823.961 3.2.3. Realisasi Belanja APBN / Dekonsentrasi Tahun 2019
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2019 juga mendapat alokasi anggaran APBN (Dana Dekonsentrasi) sebesar Rp. 5.229.843.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 5.014.368.067 (95,88%) seperti terlihat pada tabel dibawah ini:
PROGRAM SATKER ANGGARAN REALISASI %
Bidang FPIKM 2.440.680.000 2.333.596.050 95,61
Bidang Perdagangan Dalam
Negeri 2.156.391.000 2.078.395,017 96,38
Bidang Perdagangan Luar Negeri 632.772.000 602.377.000 95,20 Total Realisasi APBN 5.229.843.000 5.014.368.067 95,88
Untuk Program Satuan Kerja Bidang Industri Kecil Menengah realisasi sebesar 95,61%, Satuan Kerja Perdagangan Dalam Negeri realisasi anggaran sebesar 96,38% dan Bidang Perdagangan Luar Negeri realisasi anggaran sebesar 95,20% disebabkan karena terjadi selisih pembiayaan dari setiap komponen kegiatan antara lain biaya perjalanan dinas, pembayaran narasumber dan biaya operasional lainnya.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 27 BAB IV
PENUTUP
Laporan Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019 merupakan laporan pertanggungjawaban atas pencapaian pelaksanaan tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menuju good governance dengan mengacu pada Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016-2021. Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Reviu atas Laporan Kinerja.
Sebagai instansi yang bertugas membina dan mengembangkan sektor industri dan perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara telah mampu menjalankan tugas pokok, fungsi dan misi yang diembannya. Hal ini tampak pada pencapaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2019, secara umum sudah dapat memenuhi target yang ditetapkan. Hasil laporan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019 dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Dari analis ke 3 (tiga) sasaran, terdapat 3 (tiga) Indikator Kinerja Utama yang diplih sebagai tolok ukur. Pada tahun 2019, 3 (tiga) indikator tersebut telah memenuhi target yang ditetapkan.
2. Sasaran 1 : Meningkatnya Kontribusi Sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara, dengan indikatornya prosentase sektor Industri terhadap PDRB Sulawesi Utara. Capaian Kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2019 adalah 9% atau 100%, dari target yang ditetapkan 9%.
3. Sasaran 2 : Meningkatnya Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB Sulawesi Utara. Capaian Kinerja sampai dengan akhir bulan Desember 2019 adalah 12,93%
atau naik sebesar 107,75%, dari target ditetapkan 12%.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 28 4. Sasaran 3 : Terkendalinya harga Barang Pokok dan Barang Penting, dengan
indikatornya nilai inflasi terkendali. Capaian Kinerja dengan akhir bulan Desember 2019 adalah 3,52% inflasi terkendali, dari target ditetapkan ≤5%.
4.1 Permasalahan dan Kendala
Pencapaian kinerja sektor industri dan perdagangan menunjukkan trend perkembangan yang baik, namun masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi sektor industri dan perdagangan. Disamping permasalahan tersebut sektor Industri dan Perdagangan Daerah Sulawesi Utara masih menghadapi masalah klasik seperti :
1. Masih rendahnya rantai pasok dengan produk pendukungnya;
2. Masih rendahnya modal produk bagi pelaku IKM;
3. Rendahnya daya sain produk lokal;
4. Terbatasnya .pengawasan barang/jasa pada pasar-pasar tradisional, toko modern dan di pusat-pusat perbelanjaan
5. Terbatasnya SDM Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen.
6. Terbatasnya partisipasi pada kegiatan pameran dalam maupun luar negeri.
4.2 Rekomendasi
Langkah-langkah kedepan yang harus dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam upaya memperbaiki kinerja dan menghadapi tantangan ke depan, antara lain :
a) Pembangunan industri-industri pendukung yang mengolah bahan baku dalam kuantitas, kualitas dan harga yang terjangkau.
b) Memacu pertumbuhan industri yang menggunakan bahan baku lokal serta bersinergi dengan semua stakeholders dalam menyukseskan program hilirisasi industri yang tengah diupayakan pemerintah utamanya produk agro.
c) Melakukan pembinaan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah secara berkelanjutan.
d) Memberlakukan SNI dengan ketat, law enforcement harus ditegakkan serta perusahaan yang tingkat kandungan dalam negerinya tinggi harus diberi apresiasi/insentif;
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 29 e) Mendorong ASN untuk ikut diklat PPNS Perlindungan Konsumen mengingat
semakin beragamnya barang yang beredar yang perlu diawasi baik produk dalam maupun luar negeri
f) Ketersediaan informasi dan kebijakan impor yang kondusif dalam rangka pengendalian impor serta memperketat pengawasan impor di Sulawesi Utara.
g) Peningkatan kerjasama dan koordinasi dengan Atase Perdagangan, ITPC diluar negeri dan KADIN Sulawesi Utara untuk menawarkan kepada investor/perusahaan asing untuk berinvestasi di Sulawesi Utara.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA 30