2. LANDASAN TEORI
2.1. Motivasi dan Kebutuhan
Kata motivasi menurut Nugroho J. Setiadi (2003, p.94) berasal dari kata movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Motivasi Dengan kata lain dorongan dari luar terhadap seseorang agar ingin melakukan sesuatu.
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan seperti yang disampaikan di salah satu teori kebutuhan yang terkenal yaitu teori Maslow Hierarchy, yaitu
“Bahwa kebutuhan manusia dapat disusun menurut hierarki, dimana kebutuhan paling atas menjadi motivasi utama jika kebutuhan tingkat bawahnya terpenuhi.”
Kebutuhan tersebut dapat berupa kebutuhan fisik, kejiwaan, dan intelektual.
Kebutuhan manusia oleh Abraham Maslow diklasifisikasikan atas lima jenjang yang secara mutlak harus dipenuhi menurut tingkat jenjangnya. Dibawah ini adalah jenjang kebutuhan dan hubungannya dengan motivasi dalam teori Maslow menurut literatur travel(Robert et al., 2000, p.7) :
Tabel 2.1. Teori Maslow dalam literature travel
Kebutuhan Motivasi Referensi literature travel
Physiological Relaxation Melepaskan diri dari rutinitas
Relaksasi
Melepaskan ketegangan
Sunlust
Physical
Merelaksasikan emosi dan mental
Safety Security Kesehatan
Rekreasi
Menjaga badan agar tetap aktif dan kesehatan untuk kesehatan di masa yang akan datang
Belonging Love Kebersamaan keluarga
Peningkatan hubungan kekerabatan
Persahabatan
Fasilitasi interaksi sosial
Pemeliharaan hubungan pribadi
Hubungan dengan sesama
Roots
Etnis
Menunjukkan rasa sayang terhadap keluarga
Merawat hubungan sosial Esteem Achievement status Pemuasan diri atas suatu
keberhasilan
Menunjukkan suatu hal penting kepada orang lain
Prestige
Pengakuan sosial
Pengembangan pribadi
Prestige dan status Self-actualization Be true to one’s own
nature
Eksplorasi dan evaluasi diri
Penyembuhan pribadi
Pemenuhan keinginan pribadi To know and
understand
Knowledge Kebudayaan
Pendidikan
Berpetualang
Ketertarikan akan daerah asing Aesthetics Appreciation of
beauty
Lingkungan
Pemandangan
2.2. Rekreasi dan Leisure
Pengertian rekreasi menurut Torkildsen (1999), “activities and experiences usually carried on within leisure and chosen voluntarily for satisfaction, pleasure, or creative enrichment. It may also be perceived as the process of participation”, yang artinya”kegiatan dan pengalaman yang biasanya berhubungan dengan leisure dan dipilih secara sukarela untuk kepuasan, kesenangan, atau memperkaya kreativitas. Hal ini juga dapat dirasakan sebagai bagian dari proses partisipasi.
Berdasarkan definisi diatas dapat diketahui kegiatan rekreasi berhubungan dengan leisure atau waktu luang (leisure). Menurut George Torkildsen (1992, p.26), leisure adalah waktu ketika seseorang tidak bekerja untuk uang, waktu yang tersisa dari rutinitasnya sehari-hari dan dimana seseorang dapat memilih aktivitas yang ingin dilakukan dengan tujuan untuk menyenangkan diri sendiri. Sedangkan Menurut Aristotle, leisure adalah menjadi bebas dari kebutuhan untuk sibuk (bekerja atau semua bentuk kewajiban) dan diisi dengan aktivitas yang kreatif (Binstock & Shanas, 1976, p.624-625). Definisi leisure menurut Susan Horner &
John Swarbrooke (2005, p.22) :
a. Waktu luang sebagai waktu (leisure as time);
b. Waktu luang sebagai aktivitas (leisue as activity);
c. Waktu luang sebagai sikap mental yang positif (leisure as state of being;) d. Waktu luang sebagai sesuatu yang memiliki arti luas (leisure as an all
embracing holistic concepts);
e. Waku Luang sebagai cara hidup (leisure as a way of life).
Pada penelitian ini, peneliti hanya mengambil 3 definisi yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian ini, yaitu :
a. Leisure as time
Definisi akan leisure as time adalah sebagai berikut :
Leisure adalah waktu ketika seseorang tidak bekerja untuk uang (Soule, 1957);
Leisure adalah sisa waktu saat seseorang telah menyelesaikan semua aktivitas lain (Parker, 1971);
Leisure adalah waktu yang dihabiskan individu berdasarkan ketentuan dan pilihan (Brightbill, 1964);
b. Leisure as Activity
Definisi akan leisure as activity adalah sebagai berikut :
Sebuah kesempatan untuk terlibat dalam beberapa jenis kegiatan, baik yang ketat atau relatif pasif, yang tidak berhubungan dengan perilaku sehari-hari (Neumeyer dan Neumeyer, 1958)
Aktivitas dalam 4 tingkatan yang melibatkan pasif, emosional, aktif, dan kreatif (Nash, 1960)
c. Leisure as a way of life
Definisi akan leisure as a way of life adalah sebagai berikut :
Leisure berhubungan dengan memiliki ide akan kebebasan dan kehidupan yang berharga (Goodale dan Godbey, 1988)
2.3. Lifestyle dan hobi
Menurut Rhenald Khasali life style (gaya hidup) adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya (Kasali, 2003, p.225). Kotler (2002,
p.192) gaya hidup (life style) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya.
Menurut Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya.
Menurut Encarta Dictionary (diambil dari aswi.blogdetik.com) hobi adalah segala aktivitas yang menyenangkan, dan relaksasi dalam mengisi waktu luang.
2.4. Komunitas
Komunitas berasal dari bahasa latin communiuties yang berasal dari kata dasar communis. Artinya adalah masyarakat, publik atau banyak orang. Dalam ilmu sosiologi, komunitas adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi yang ada di lokasi tertentu (E-Media Solusindo,2008,p.15). Komunitas menurut Shimon (1975, p.18) juga dapat diartikan suatu lembaga atau perhimpunan lokal, organisasi bersama termasuk yang formal maupun bagian-bagian yang termasuk didalamnya. Sedangkan arti komunitas menurut Gerald dan Kenneth dalam bukunya yang berjudul “A Concise guide to Community Planning” adalah suatu kelompok yang mempunyai beberapa minat khusus yang menuntut akan perhatian dan permintaan yang harus terpenuhi (1995, p.7)
Dalam komunitas pecinta sepeda onthel kuno, para pecinta sepeda onthel kuno membentuk suatu komunitas atas dasar kesamaan hobi sepeda onthel kuno yaitu mengoleksi sepeda onthel kuno dan adanya keinginan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan terhadap sesama pecinta sepeda onthel kuno.
2.5. Bentuk Tempat Berkumpul
Di dalam ilmu sosiologi telah dijelaskan komunitas adalah sekelompok orang yang saling berinteraksi yang ada di lokasi tertentu. Lokasi tertentu yang digunakan sebagai tempat berkumpul harus bersifat representatif. Definisi representatif menurut kamus besar bahasa indonesia adalah dapat(cakap, tepat) mewakili, dan sesuai dengan fungsinya. Dalam merealisasikan tempat berkumpul yang representatif haruslah memperhatikan faktor-faktor tertentu. Dalam
penelitian Islamic center di Balikpapan yang dilakukan oleh jurusan arsitektur Universitas Kristen PETRA (Adi Surya Sanjaya, 2011) dijelaskan bahwa dalam merealisasikan sebuah tempat haruslah memperhatikan lokasi, desain, fasilitas, dan atmosfer. Selain ketiga hal diatas, faktor kekhususan tempat juga berpengaruh terhadap tempat berkumpul representatif berdasarkan pada penelitian analisa kebutuhan dan motivasi tempat berkumpul bagi pecinta moge di Surabaya(Veronica dan Hadi Mudiyanto, 2007), Dalam mengadakan pertemuan dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti restoran, cafe, pub, club house, kantor sekretariat, rumah salah satu anggota komunitas, ruang pertemuan, dan sebagainya.
Salah satu contoh tempat berkumpul pecinta sepeda onthel adalah OTB(Over the Board) cafe yang berada di Pittsburgh (www.otbbicycle.com).
Tempat berkumpul para pecinta sepeda adalah OTB cafe atau Over The Board Cafe OTB Cafe yang terkenal sebagai tempat berkumpul para pecinta sepeda ini dibuka pada tanggal 2 Januai 2009. OTB cafe sangat ramai akan pengunjung mulai dari pecinta sepeda baik yang anggota komunitas maupun bukan komunitas hingga masyarakat biasa. Faktor-faktor yang membuat OTB cafe menjadi salah satu cafe yang banyak dikunjungi oleh konsumen baik dari pecinta sepeda onthel maupun yang bukan pecinta sepeda onthel adalah sebagai berikut :
1. Fasilitas,
Free wi-fi
Adanya berbagai menu yang menarik
Air conditioner yang baik
Jasa persewaan sepeda onthel
Penjualan souvenir
Live Band
Meeting room 2. Desain
Dekorasi yang menarik dan unik yang berhubungan dengan sepeda onthel
3. Lokasi
Kemudahan Konsumen dalam mengunjungi baik dalam kemudahan untuk mengakses yaitu di East Carson Street, kira- kira 1 blok dari South Side Work yang terkenal sebagai pusat gaya hidup di Pitssburgh;
4. Atmosfer
Suasana yang hangat, nyaman, dan bersahabat;
Kebersihan dan kenyamanan tempat
Berbagai event telah diadakan untuk memeriahkan OTB cafe dalam rangka untuk meningkatkan jumlah konsumen yang datang ke cafe dan mengembangkan cafe tersebut untuk menjadi lebih baik. Event-event yang diadakan oleh OTB kafe diadakan setiap bulan dan setiap harinya dengan berbagai event yang sangat menarik mulai dari promo makanan dan minuman, lifeband, dan juga acara bersepeda bersama. Contoh event bulan September 2012 :
a. Burger Night (Promo harga burger hanya dengan $5) b. Kids Meal
c. The Grifter Life
d. Ride with Grupetto Pittsburg
e. Ride with Major Taylor Cycling ( Mayjor Taylor Asscociation) f. PGH Underwear Ride; dan sebagainya
Cafe menurut Dictionary of English language and Culture oleh Longman adalah restoran kecil yang melayani atau menjual makanan ringan dan minuman, cafe biasanya digunakan oleh orang-orang untuk menghabiskan waktu atau beristirahat sejenak.
2.6. Hubungan antar konsep
Dalam proses terbentuknya suatu komunitas dimulai dengan adanya individu-individu yang memiliki hobi yang dalam penelitian ini adalah hobi mengoleksi sepeda onthel kuno. Ketika muncul individu-individu yang lain yang memiliki hobi yang sama dan saling beriteraksi satu sama lain (E-Media Solusindo,2008,p.15) serta timbul keinginan untuk dapat menyalurkan aspirasi akhirnya terbentuklah suatu komunitas (Gerald dan Kenneth. 1995, p.7).
Komunitas sepeda onthel kuno pada waktu tertentu saling berkumpul dengan sesama anggota komunitas dan komunitas lain. Dalam melakukan kegiatan berkumpul dengan sesama pecinta sepeda onthel kuno, mereka memiliki motivasi yang didorong karena adanya kebutuhan seperti yang dijelaskan dalam teori Maslow bahwa kebutuhan manusia dapat disusun menurut hierarki, dimana kebutuhan paling atas menjadi motivasi utama jika kebutuhan tingkat bawahnya terpenuhi. Jika dihubungkan dengan teori Maslow dalam literatur travel, kebutuhan pecinta sepeda onthel kuno dalam berkumpul adalah kebutuhan physiological, kebutuhan belonging,dan kebutuhan esteem, sedangkan motivasi berkumpul adalah relaxation, love, dan achievement status (Robert et al., 2000, p.7) . Adanya kegiatan berkumpul dapat diidentifikasikan sebagai bentuk leisure dalam mengisi waktu luang, sebagai bentuk aktivitas, dan bentuk kebebasan dari rutinitas sehari-hari (Susan Horner & John Swarbrooke, 2005, p.22). Lokasi yang dipakai untuk berkumpul tentu harus bersifat representatif. Representatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti dapat(cakap, tepat) mewakili, dan sesuai dengan fungsinya. Terkait dengan kegiatan berkumpul yang merupakan bentuk leisure, sesuai dengan motivasi pecinta sepeda onthel kuno dalam berkumpul yaitu relaxation, love, dan achievement statu, maka representatif dalam hal ini adalah sesuai dengan motivasi berkumpul pecinta sepeda onthel kuno serta sesuai dengan harapan pecinta sepeda onthel kuno yang terdiri dari lokasi yang akan digunakan, desain dan atmosfer di dalam tempat berkumpul, berbagai fasilitas yang dibutuhkan, dan kekhususan pengunjung yang datang di tempat tersebut.
2.7. Kerangka Pemikiran
Fenomena :
Ada berbagai komunitas pecinta sepeda onthel kuno yang berkumpul bersama di taman bungkul. Menurut wawancara informal, para pecinta sepeda onthel kuno membutuhkan tempat berkumpul representatif sesuai motivasi dan kebutuhan.
Komunitas pecinta sepeda onthel kuno di Surabaya
Apakah dibutuhkan tempat berkumpul yang sesuai dengan motivasi dan harapan pecinta sepeda onthel kuno di Surabaya?
Ya Tidak
Apa saja yang harus diperhatikan dalam mewujudkan tempat berkumpul yang sesuai dengan kebutuhan para pecinta sepeda onthel kuno di Surabaya.
Motivasi dalam kegiatan berkumpul sebagai bentuk rekreasi dan leisure.
Persepsi pecinta sepeda onthel kuno terhadap Taman Bungkul sebagai tempat
berkumpul saat ini.
Lokasi Desain Atmosfer Fasilitas Kekhususan
tempat Sesuai dengan
motivasi
Sesuai dengan harapan Representatif
Sesuai dengan motivasi :
Relaxation
Love
Achievement status
Tidak Representatif