• Tidak ada hasil yang ditemukan

powerpoint akreditasi direktur handayani Fix

N/A
N/A
rizky

Academic year: 2023

Membagikan "powerpoint akreditasi direktur handayani Fix"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

Jl. Soekarno Hatta No. 94 Tanjung Harapan Kotabumi Lampung Utara Telp. (0724) 328399, Fax (0724) 25312 , Email

[email protected]

(2)
(3)

 Nama Rumah Sakit : Rumah Sakit Umum Handayani

 Alamat : Jl. Soekarno Hatta No.94

Tanjung Harapan Kotabumi

 Telepon : (0724) 328399

 Kelas Rumah Sakit : C

 Izin Operasional : Nomor 503/002/RS/38- LU/2014 Tanggal 13 Mei 2014

Kapasitas TT : 144

Luas : Bangunan 5650 m²

Diatas Tanah Seluas 9.500 m²

(4)

Visi :

Rumah Sakit Handayani Mandiri, Maju dan

Bermutu Tahun 2015

(5)

1. Meningkatkan dan memantapkan peran, tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing unit

sesuai struktur organisasi.

2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia menuju kemandirian.

3. Meningkatkan mutu pelayanan dengan

berorientasi pada kepuasan pasien dan prosedur tetap baik itu pelayanan kesehatan, maupun

pelayanan administrasi.

4. Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

5. Menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan.

(6)

Menyehatkan Masyarakat Lampung

MOTTO

(7)

TUJUAN

Tujuan Umum

1. Rumah Sakit Umum Handayani

menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya agar berhasil guna.

2. Membantu masyarakat agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dengan memberikan pelayanan yang bermutu tanpa

memandang tingkat sosial ekonomi, suku

bangsa/ras, golongan dan agama/kepercayaan.

(8)

Tujuan Khusus

1. Memberikan pelayanan kesehatan prima untuk masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan Standar Pelayanan kesehatan.

2. Memberikan pelayanan kesehatan prima pada tingkat promotif, preventif, kuratif dan

rehabilitatif.

3. Memberikan pelayanan kesehatan prima dengan berpedoman pada kode etik.

4. Menyediakan lapangan pekerjaan.

(9)

JUMLAH TEMPAT TIDUR

Rata – Rata

TT

VVIP VIP Kelas

I Kela

s II Kelas III Anak &

Dewasa

Kelas Neon III

atus

HCU Isolasi Jumlah

6 11 22 24 52 21 4 4 144

(10)
(11)
(12)
(13)

TURN OVER INTERNAL ( TOI ) RSU HANDAYANI TAHUN 2011 –

2014

(14)
(15)
(16)

STRUKTUR ORGANISASI

(17)

 Pelayanan Rawat Jalan

 Pelayanan Rawat Inap

 Pelayanan Gawat Darurat

 Pelayanan Penunjang : CT – Scant, RO´Photo, USG

 Pelayanan Penunjang Laboratorium

 Pelayanan Pemulasan Jenazah

 Pelayanan Ambulance

(18)

No Jenis SDM Jumlah Ket

1 Direktur 1

2 Dokter Umum 9

3 Dokter Gigi 1

4 Dokter Spesialis

a. Spesialis Anastesi 1

b. Spesialis Obsgyn 2

c. Spesialis Bedah Umum 2

d. Spesialis Mata 1

e. Spesialis Penyakit Dalam 2

f. Spesialis Patologi Klinik 1

(19)

No Jenis SDM Jumlah Ket

g. Spesialis Radiologi 1

h. Spesialis Saraf 1

i. Spesialis Paru 1

j. Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi 1

k. Spesialis Anak 1

l. Spesialis THT 1

5 Perawat 82

6 Bidan 22

7 Apoteker 2

8 Asisten Apoteker 7

9 Analis Kesehatan 6

10 Radiografer 4

11 Fisioterapi 1

12 Nutrisionis 2

13 Perekam Medis 1

(20)

No Jenis SDM Jumlah Ket

14 Kesehatan Lingkungan 1

15 Tenaga Non Kesehatan 72

Total Profesi 153 Tenaga Non Profesi 68

Total 221

(21)

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

( SKP )

(22)

SASARAN I Ketepatan identifikasi pasien SASARAN II Peningkatan komunikasi yang

efektif

SASARAN III Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai ( High – alerg )

SASARAN IV Kepastian tepat – lokasi, tepat – prosedur, tepat – pasien operasi SASARAN V Pengurangan risiko infeksi

terkait pelayanan kesehatan

SASARAN VI Pengurangan risiko pasien jatuh

(23)

KEGIATAN Sebelum

Bimbingan SAAT

BIMBINGAN HASIL MONITORING Melakukan identifikasi sebelum

melakukan tindakan / prosedur 42.5 %

Melakukan identifikasi sebelum

memberikan pengobatan 54,2 %

Melakukan identifikasi sebelum memberikan transfusi darah /

produk darah 43,5 %

Melakukan identifikasi sebelum

mengambil darah / specimen 37.4 %

(24)

KEGIATAN Sebelum

Bimbingan SAAT

BIMBINGAN HASIL MONITORING

Perintah lisan / melalui telepon

sesuai prosedur 38,7 %

Pelaporan hasil pemeriksaan

kritis sesuai prosedur 35,2 %

(25)

KEGIATAN Sebelum

Bimbingan SAAT

BIMBINGAN HASIL MONITORING

Pemberian stiker pada obat lasa &

high alert 65 %

Memastikan minimal 5 benar

sebelum memberikan obat 67.3 %

Melakukan double check sebelum

memberikan obat high alert 70 % Elektrolit konsentrat tak tersimpan

di nurse station / unit pelayanan 65 %

(26)

KEGIATAN Sebelum

Bimbingan SAAT

BIMBINGAN HASIL MONITORING Melaksanakan sign in sebelum

induksi anestesi 65 %

Melakukan time out sebelum incisi

kulit 62 %

Melaksanakan sign out sebelum

pasien meninggalkan kamar operasi 75 %

(27)

KEGIATAN Sebelum

Bimbingan SAAT

BIMBINGAN HASIL MONITORING

Observasi kepatuhan 5 moment

oleh dokter 52 %

Observasi kepatuhan 5 moment

oleh perawat 62%

(28)

KEGIATAN Sebelum

Bimbingan SAAT

BIMBINGAN HASIL MONITORING Melaksanakan tata laksana risiko

jatuh sesudah melakukan asesmen 43,2 %

(29)

HAK PASIEN & KELUARGA

( HPK )

(30)
(31)

KEGIATAN YANG DILAKUKAN Perlindungan dan keamanan pasien IGD

Perlindungan dan keamanan pasien di rawat inap

Perlindungan dan keamanan pasien di ruang bayi

Perlindungan keamanan pasien geriatri

(32)

- SEBELUMNYA PASIEN DI INSTALASI MASIH MENGGUNAKAN BRANKAR YANG TIDAK ADA PEMBATAS PENGAMANNYA

- SEBELUMNYA PASIEN TIDAK MENGGUNAKAN IDENTITAS GELANG

- SEBELUMNYA PENGUNJUNG BERKURUMUN MELIHAT KELUARGANYA YANG SAKIT

- SEBELUMNYA PEMBATAS PASIEN MENGGUNAKAN TIRAI KAIN - SEBELUMNYA BRANGKAR TIDAK MENGGUNAKAN PERLAK - SEBELUMNYA PEMINDAHAN PASIEN TIDAK MENGGUNAKAN

SELIMUT

- SEBELUMNYA PELEPASAN INFORMASI DILAKUKAN DI TEMPAT TERBUKA

- SEBELUNYA PASIEN DIANTAR KERUANGAN DENGAN

PETUGAS PORTIR

(33)

- SEBELUNYA TEMPAT TIDUR ADA YANG

MENGGUNAKAN PEMBATAS ADA YANG TIDAK

- SEBELUMNYA PENUNGGU PASIEN LEBIH DARI 2 ORANG

- SEBELUMNNYA PASIEN DIRUANGAN TIDAK MENGGUNAK GELANG

- SEBELUMNYA RUANGAN TIDAK TERDAPAT CCTV - SEBELUNYA TIDAK TERDAPAT CAMERA CCTV

- SEBELUNYA TEMPAT TIDUR BAYI MENGGUNAKAN INCUBATOR DAN BOX BAYI

- SEBELUMNYA IDENTIFIKASI BAYI MENGGUNAKAN

CAP KAKI

(34)

- SEBELUMNYA TIDAK ADA RAMBU-RAMBU PADA DINDING TTG RESIKO JATUH

- SEBELUMNYA TIDAK ADA PEGANGAN UNTUK

PASIEN DENGAN RESIKO JATUH SEPERTI LANSIA TANG DIPASANG DITEMBOK

- SEBELUMNYA TIDAK ADA RAMBU –RAMBU PADA DINDING TTG CUCI TANGAN

- BELUM ADA PEGANGAN PADA DINDING KAMAR

MANDI

(35)

 Pasien di IGD menggunakan brangkar yang dlengkapi dengan Strein / pembatas tempat tidur

 Bila brangkar lebih tinggi, pasien

menggunakan tangga kecil untuk naik brangkar

 Pasien IGD menggunakan gelang identifikasi sesuai dengan jenis kelamin & tanda –

tanda resiko baik jatuh ataupun alergi

seperti :

(36)

a. Gelang biru untuk pasien laki – laki b. Gelang pink untuk pasien perempuan c. Gelang kuning / klip kuning untuk resiko jatuh

d. Gelang merah / klip merah untuk pasien alergi

e. Pita ungu untuk do not resusitasi

 Penunggu pasien dibatasi hanya 2 ( dua ) orang

 Masing – masing brangkar menggunakan pembatas tirai / skerem

 Pada saat pemindahan pasien ke ruangan untuk menjaga privasi, menggunakan selimut pasien

 Pasien yang akan ditransformasi didampingi

oleh perawat

(37)

 Tempat tidur pasien menggunakan pembatas tempat tidur

 Penunggu pasien 2 orang

 Gelang terpasang disetiap masing – masing pasien

 Terdapat kamera CCTV

(38)

 Pintu depan ruangan bayi menggunakan CCTV

 Tempat tidur bayi menggunakan inkubator dan box bayi

 Gelang pasien terpasang pada masing – masing bayi

 Cap kaki bayi pada lembar identifikasi bayi yang dipasang pada masing – masing

inkubator dan box bayi

(39)

 Pada pasien geriatri

 Penunggu pasien 2 orang

 Tempat tidur menggunakan pembatas yang

selalu terpasang

(40)

KEGIATAN YANG DILAKUKAN Regulasi / kebijakan dan prosedur

penjelasan rencana pelayanan

Hasil monitoring evaluasi pengisian RM

(41)

1. Hak Pasien dan Keluarga

 Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

 Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.

 Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi

 Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai

dengan standart profesi dan standart prosedur oprasional.

 Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.

 Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.

 Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan

keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

(42)

Meminta konsultasi tentang penyakit yang di deritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit.

Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang di derita termasuk data-data medisnya.

Mendapatkan Informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara

tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan yang dilakukan.

Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan di lakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.

Didampingi keluarga dalam keadaan kritis.

Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang di anutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.

Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama perawatan di Rumah Sakit.

Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuaan Rumah Sakit terhadap dirinya.

Menolak layanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang di anutnya.

Menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standart baik secara perdata ataupun pidana.

Mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan

standart pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan.

(43)

2. Tanggung Jawab Pasien dan Keluarga

 Pasien dan keluarga bertanggung jawab untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib Rumah Sakit.

 Pasien dan keluarga bertanggung jawab untuk memetuhi segala intruksi dokter dan perawat dalam pengobatan.

 Pasien dan keluarga bertanggung jawab untuk

memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang di derita kepada dokter yang merawat.

 Pasien dan keluarga bertanggung jawab untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan Rumah Sakit / dokter.

 Pasien dan keluarga bertanggung jawab untuk memenuhi hal-hal yang telah disepakati / perjanjian yang telah

dibuatnya.

(44)

No RUANGAN JAWABAN

YA TIDAK

1 IGD 57% 43%

2 HCU 44% 56%

3 OK 47% 53%

4 KEBIDANAN 50% 50%

5 ANAK 49% 51%

6 VVIP 57% 43%

7 VIP 37% 63%

8 CENDANA 49% 51%

9 PENYAKIT DALAM 50% 50%

10 PENYAKIT BEDAH 39% 61%

(45)

No RUANGAN JAWABAN

YA TIDAK

1 IGD 68% 32%

2 HCU 67% 33%

3 OK 69% 31%

4 KEBIDANAN 74% 26%

5 ANAK 71% 29%

6 VVIP 71% 29%

7 VIP 75% 25%

8 CENDANA 74% 25%

9 PENYAKIT DALAM 65% 35%

10 PENYAKIT BEDAH 66% 34%

(46)

No RUANGAN JAWABAN

YA TIDAK

1 IGD 93% 7%

2 HCU 87% 13%

3 OK 92% 8%

4 KEBIDANAN 89% 11%

5 ANAK 88% 12%

6 VVIP 90% 10%

7 VIP 91% 9%

8 CENDANA 90% 10%

9 PENYAKIT DALAM 89% 11%

10 PENYAKIT BEDAH 88% 12%

(47)

No. Kondisi Dalam Pelayanan

Anggrek IGD HCU OK Anak Bedah Dalam Cendana bougenvil Kebidanan Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak 1 Harta benda milik 47

% 53% 47% 53% 48% 52%     47% 53% 44% 56% 45% 55% 43% 57% 47% 53% 44% 56%

2 Complain 51

% 49% 46% 54% 45% 55% 44

% 56% 51% 49% 47% 53% 49% 51% 46% 54% 51% 49% 47% 53%

3 Persetujuan penolakan tindakan

kedokteran

47

% 53% 48% 52% 45% 55% 60

% 40% 47% 53% 57% 43% 56% 44% 46% 54% 47% 53% 57% 43%

4 Perlindungan terhadap kekerasan

fisik

52

% 48% 47% 53% 50% 50%

50

% 50% 51% 49% 47% 53% 48% 52% 45% 55% 52% 48% 47% 53%

5 Management nyeri 50

% 50% 48% 52% 45% 55% 48

% 52% 52% 48% 48% 52% 48% 52% 50% 50% 52% 48% 48% 52%

6 Second opinion 50

% 50% 43% 47% 47% 53% 46

% 54% 49% 51% 53% 47% 50% 50% 48% 52% 49% 51% 53% 47%

7 DPJP     51

% 49%      

8 Kebutuhan privasi 45

% 55% 56% 44% 46% 54% 42

% 58% 46% 54% 56% 44% 56% 44% 47% 53% 46% 54% 56% 44%

9 Pelayanan tahap terminal 50

% 50% 39% 61% 43% 57%     52% 45% 50% 50% 45% 55% 46% 54% 52% 45% 50% 50%

10 Kerohaniawan 46

% 54% 41% 49% 42% 58%     49% 51% 41% 49% 36% 64% 48% 52% 49% 51% 41% 59%

11 General consent     46

% 54%      

12 Kondisi pasien 51

% 49% 43% 57% 44% 56% 48

% 52% 51% 49% 50% 50% 50% 50% 47% 53% 51% 49% 50% 50%

13 DNR 47

% 53% 46% 54% 40% 60%

53

% 47% 47% 53% 58% 42% 42% 58% 47% 53% 47% 53% 58% 42%

(48)
(49)

No. Kondisi Dalam Pelayanan

Anggrek IGD HCU OK Anak Bedah Dalam Cendana bougenvil Kebidanan

Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

1 Harta benda milik

60% 40% 60% 40% 66% 34%     55% 45% 56% 44% 70% 30% 61% 39% 65% 35% 66% 34%

2 Complain

69% 31% 60% 40% 71% 29% 69% 31% 70% 30% 60% 40% 67% 33% 70% 30% 70% 30% 60% 40%

3 Persetujuan penolakan

tindakan kedokteran

70% 30% 74% 26% 70% 30% 70% 30% 70% 30% 74% 26% 70% 30% 70% 30% 70% 30% 74% 26%

4 Perlindungan terhadap

kekerasan fisik

60% 40% 64% 36% 69% 31% 64% 36% 67% 33% 64% 36% 43% 57% 70% 30% 67% 33% 64% 36%

5 Management nyeri

65% 35% 63% 37% 68% 32% 65% 35% 71% 29% 63% 37% 60% 40% 63% 37% 71% 29% 63% 37%

6 Second opinion

64% 34% 63% 37% 64% 36% 64% 36% 58% 42% 70% 30% 30% 70% 64% 36% 62% 38% 70% 30%

7 DPJP

    80% 20%                                

8 Kebutuhan privasi

70% 30% 80% 20% 70% 30% 70% 30% 72% 28% 70% 30% 70% 30% 60% 40% 72% 28% 64% 36%

9 Pelayanan tahap terminal

60% 40% 68% 32% 64% 36%     67% 33% 68% 32% 61% 39% 60% 40% 67% 33% 68% 32%

10 Kerohaniawan

60% 40% 62% 38% 62% 38%     66% 34% 68% 32% 63% 37% 64% 36% 60% 40% 68% 32%

11 General consent

    69% 31%                                

12 Kondisi pasien

68% 32% 68% 32% 68% 32% 68% 32% 66% 34% 68% 32% 65% 35% 61% 39% 66% 34% 68% 32%

13 DNR

78% 22% 61% 39% 61% 39% 70% 30% 67% 33% 63% 37% 62% 38% 62% 38% 63% 37% 63% 37%

(50)
(51)

No. Kondisi Dalam PelayananAnggrek IGD HCU OK Anak Bedah Dalam Cendanabougenvil Kebidanan

Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

1 Harta benda milik 94% 6% 100% 0% 88% 12%     95% 5% 90% 10% 88% 12% 90% 10% 95% 45% 96% 4%

2 Complain 90% 10% 91% 9% 88% 12% 91% 9% 92% 8% 91% 9% 89% 11% 87% 13% 90% 10% 91% 9%

3

Persetujuan penolakan

tindakan kedokteran 96% 4% 91% 9% 95% 5% 93% 4% 97% 3% 91% 9% 91% 9% 97% 3% 97% 3% 91% 9%

4

Perlindungan terhadap

kekerasan fisik 97% 3% 94% 6% 90% 10% 89% 11% 95% 5% 94% 6% 92% 8% 89% 11% 94% 6% 93% 7%

5 Management nyeri 93% 7% 93% 7% 85% 15% 89% 11% 95% 5% 89% 11% 88% 12% 90% 10% 95% 5% 93% 7%

6 Second opinion 90% 10% 95% 5% 91% 9% 91% 9% 93% 7% 90% 10% 90% 10% 87% 13% 90% 10% 93% 7%

7 DPJP     100% 0%                                

8 Kebutuhan privasi 90% 10% 91% 9% 93% 7% 92% 8% 92% 8% 91% 9% 90% 10% 91% 9% 92% 8% 90% 10%

9 Pelayanan tahap terminal 95% 5% 90% 10% 86% 14%     96% 4% 90% 10% 90% 10% 83% 17% 96% 4% 90% 10%

10 Kerohaniawan 93% 7% 88% 12% 87% 13%     94% 6% 88% 12% 85% 15% 85% 15% 93% 7% 88% 12%

11 General consent     100% 0%                                

12 Kondisi pasien   0% 58% 100%   0% 100% 0% 100% 0% 100% 0% 100% 0% 100% % 100% 0% 100% 0%

13 DNR 92% 8% 92% 8% 90% 10% 92% 8% 94% 6% 90% 10% 87% 13% 86% 14% 94% 6% 92% 8%

(52)
(53)

ALUR

KOMPLAI

N

(54)

Keluhan pasien + keluarga secara lisan atau tertulis melalui e-mail, SMS, surat, dll

Penanggungjawab shift, Kepala unit, KP

selesai

Tidak selesai Keterangan:

Pada jam dinas: Penanggungjawab adl Kepala Unit

Di luar jam dinas: Penanggungjawab Shift dan/atau KP

Pelayanan Pelanggan (Manager Handling Complaint) Keterangan:

Wadir YanMed: berhubungan dg Yanmed Wadir Umum & Keuangan: berhubungan dg

umum dan keuangan Tidak selesai selesai

direktur

selesai Tidak selesai

ADR

selesai Tidak

selesai PENGADILAN

ADR : Alternative Dispute Resolution (Mediasi)

Waktu 1 (satu) hari kerja

Waktu 1 (satu)

hari

(55)

PENCEGAHAN DAN

PENGENDALIAN INFEKSI

( PPI )

(56)
(57)
(58)

Saluran Pernafasan -

Saluran Kencing ISK

Peralatan Intravaskuler invasif Plebitis

Lokasi Operasi ILO

Penyakit & organisme yang signifikan

secara epidemiologis -

Muncul & Pemunculan Ulang

( emerging atau reemerging ) di masyarakat

-

Lain-Lain Decubitus

(59)

No Bulan Angka Kejadian Infeksi Nosokomial

ISK ILO Decubitu

s Phlebitis

1 April 0,11 6,81 0,03 0,15

2 Mei 0,2 1,98 0,01 0,27

3 Juni 0,01 0 0 0,14

4 Juli 0,1 0 0 0,19

5 Agustus 0,02 0,84 0 0,09

6 September

Rata - Rata

(60)

Sudah mengirimkan beberapa surat kerjasama dengan RS lain, akan tetapi belum ada

RS yang siap untuk

mengirimkan data Surveilans Sudah mengirimkan beberapa

surat kerjasama dengan RS lain, akan tetapi belum ada

RS yang siap untuk

mengirimkan data Surveilans

(61)
(62)
(63)
(64)
(65)

No Pelayanan Hasil Monitoring Rencana Perbaikan

1 STERILISASI Pelayanan sterilisasi belum terintegrasi

Pelayanan sterilisasi belum sesuai dengan prosedur

1. Rumah sakit handayani membentuk pelayanan sterilisasi pusat yang masih bergabung dengan pelayanan kamar operasi.

2. Rumah sakit handayani sudah melengkapi alat alat sterilisasi yaitu dengan cara sterlisasi panas kering (memert0 dan sterilisasi panas basah ( autoclave)

3. Membuat alur dan proses sterilisasi yang baik.

 

2 Manajemen

linen

Pelayanan laundry tidak sesuai dengan prosedur 1. Rumah sakit handayani membangun instalasi laundry.

2. Rumah sakit handayani melengakapi peralatan untuk pelayanan laundry 3. Membuat prosedur dan alur pelayanan

laundry

(66)

3 Pengolahan limbah dan sanitasi

Pengelompokan sampah medis dan non medis belum dilakukan.

Belum ada tempat penampungan akhir untuk sampah medis dan non medis  

1. Rumah sakit handayani melengkapi peralatan dengan menyediakan kotak sampah medis dengan plastik berwarna kuning dan kotak sampah non medis dengan plastik berwarna hitam

2. Rumah sakit handayani membangun tempat penampungan sampah sementara untuk kemudian diangkut oleh pihak ketiga sesuai dengan kerjasama yang dilakukan.

3. Melengkapi APD petugas

4. Melengakapi fasilitas kebersihan sesuai standar

4 Penanganan jarum dan komponen darah

Pemisahan jarum dan benda tajam belum dilakukan

1. Rumah sakit handayani memfasilitasi setiap ruangan dengan kotak safety box sebai gai tempat untuk jarum dan benda tajam.

2. Menyediakan tempat khusus untuk komponen darah yang tidak terpakai dilaboratorium 3. Membuat dan menumpulkan alur pelaporan

petugas yang tertusuk jarum dan melakukan penanganannya.

5 Kamar jenazah Instalasi kamar jenazah belum memiliki tempat pemisahan untuk penangan jenazah infeksius dan non infeksius

1. Rumah sakit handayani merenovasi instalasi kamar jenazah dan membuat pemisahan untuk jenazah infeksius dan non infeksius

2. Melengkapai APD penanganan jenazah

(67)

6 Ruang isolasi Penanganan pasien pasien dengan ifeksi airborn ( udara ) dan immunocompromize belum ada

1. Rumah sakit handayani

membangun ruangan isolasi

dengan pemisahan sesuai dengan kebutuhannya

2. Melengkapi APD untuk menangani pasien pasien dengan infeksi

airborn 7 Kebersihan

tangan

Fasilitas dan kepatuhan untuk kebersihan tangan masih kurang

1. Rumah sakit handayani melengkapi fasilitas untuk kebersihan tangan yaitu handwash dan handrub disetiap unit pelayanan

2. membuat poster dan video kebersihan tangan

8 Edukasi dan sosialisasi

Edukasi dan sosialisasi belum dilakukan

1. melakukan inhousetraining

pencegahan dan pengendalian infeksi dasar keseluruh petugas pelayanan 2. membuat bazar pencegahan dan

pengendalian infeksi

3. membuat poster kebersihan tangan dan etika batuk disetiap unit

pelayanan

(68)

9 Penanganan kontruksi dan renovasi bangunan baru

Setiap pembangunan dan renovasi baru tidak pernah dilakukan ICRA kontruksi dan renovasi

1. setiap pembangunan dan renovasi yang dilakukan

rumah sakit handayani melalui proses dan persetujuan dari komite PPI

10 Uji mikrobilogi Pelaksanaan uji mikrobiolgi sebagai kontrol mutu hanya pada sebagaian unit saja

1. rumah sakit handayani melakukan

pemeriksaan kualitas air bersih .

air limbah , pemeriksaan kultur

mikrobilogi untuk ruangan ruangan

yang penting seperti IGD , VK ,

kamar operasi , ruang perawatan

bedah dan dalam serta kontrol

kualitas udara pada pelaksanaan

renovasi bangunan.

(69)

No Diklat / edukasi Pelaksanaan 1

Edukasi pasien dan pengunjung

Edukasi PPI kepetugas

1. Membuat poster etika batuk dan bersin yang ditempel disetiap unit pelayanan rumah sakit

2. Melakukan edukasi kebersihan tangan ke pengunjung melalui bazar ppi

3. IPCN melakukan edukasi kebersihan tangan ke pengunjung dan pasien disetiap unit.

4. Membuat poster edukasi cara melakukan kebersihan tangan yang ditempel disetiap fasilitas handwash dan handrub

5. Melakukan inhousetraining PPI dasar 6. Kampanye handhygiene

2

Pegawai baru 1. Setiap pegawai baru diberikan materi mengenai kebersihan tangan dan pelaksanaan kewaspadaan standar dan transmisi yang

dilakukanoleh komite PPI  

3

refresing 1. Melakukan sosialisasi SOP PPI kesetiap unit pelayanan 2. Melakukan edukasi kepetugas mengenai kebersihan tangan 3. Melakukan bazar khusus petugas dirumah sakit

4

Respon terhadap data infeksi 1. Melakukan edukasi ke staff perawat diruang isolasi mengenai kewaspadaan transmisi dan kewaspadaan standar

2. Membuat panduan therapy cairan untuk penanganan kejadian

plebitis

(70)

No Program Pelaksanaan

1 Pemeriksaan kesehatan berkala Pemeriksaan kesehatan kesemua petugas rumah sakit telah dilakukan 100% . Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan yaitu

1. Pemeriksaan keadaan umum dan keadaan fisik .  2. Pemeriksaan darah meliputi :

a.Hemoglobin b.Lekosit c.Hematokrit d.Retikulosit e.Trombosit f.S.G.O.T g.S.G.P.T h.Ureum i.Kreatinin j.Gula Darah k.Anti HCV l.HBs Ag m.Urine

2 Pemberian imunisasi / vaksinasi Khusus untuk vaksinasi dilakukan hanya oleh petugas yang bekerja dibagian yang berisiko terkontaminasi atau tertular oleh penyakit sperti unit laboratorium dan unit rawat inap

3 Laporan pajanan dan tertusuk jarum

kejadian tertusuk jarum dirumah sakit pada tahun 2015 sekitar 9 orang yang terdiri dari dokter , perawat dan cleaning servis.

4 Konseling dan tindak lanjut terhadap staff yang tertular penyakit infeksi

Petugas yang mengalami tertular oleh penyakit infeksi pada tahun 2015 ini belum ditemukan

5 Pelaporan kecelakaan kerja Belum ditemukan petugas yang mengalami kecelakaan kerja yang serius pada pelaporan hanya ditemukan petugas yang terpelet dan cedera ringan

(71)

Referensi

Dokumen terkait

Asesmen medis awal yang dilakukan sebelum pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau sebelum prosedur rawat jalan di rumah sakit tidak berlangsung lebih dari 30 hari atau

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini merupakan wujud dari akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang meliputi Rencana Strategis,

Pengembangan kompetensi inti industri daerah akan meningkatkan daya saing daerah akan meningkatkan daya saing industri daerah melalui implementasi peta panduan (roadmap) KIID

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi logam Pb dan Cu dari pelumas bekas menggunakan blending selulosa asetat-kitosan yang bertujuan untuk mengetahui rasio

Dari table diatas terlihat bahwa hanya satu faktor yang terbentuk, karena dengan satu faktor, angka eigenvalues memiliki nilai di atas 1. Sedangkan untuk 2 faktor, angka

komunikasi data, OSI (Open System Interconnection) lebih dulu digunakan dan dikembangkan walaupun pada saat yang bersamaan TCP/IP sudah mulai diteliti dan dikembangkan.. ¡

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bentuk kesantunan tuturan penolakan pada masyarakat Semarang dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesantunan masyarakat Semarang

Proses ini diawali dengan staf Produksi memberi data kebutuhan sumber daya melalui Agent Report Produksi agar dapat berkolaborasi dengan Agent Database. Setelah