l t r l t : \ l d k a l d h . t { t c A n t . L , a l u ! ] lsRS Jt),)Zli oLt2-r6nl I i
PTNGARUIT DOSIS DAN CARA APLIKASI FORMULASI TEPUNG OKSTRAK aIJI Buir\:tonia asiatica'f ERIIADAP PENEL{NAN POPULASI Ciiln sacct' riphagur (LLPIDOPTtrRA : PYRALIDAE)'
Danar Dono&; Rika lvlelialsyah dan Muhammad Rizki
DcDartemcD I lamii drn Pcnl'rkit Tunbuhan' I'kuhas Pctunian
l-hrilc$ilas Padlddl:ran
*Alrmal korcspolrdensi dnnardoDo2 t lz4 ahoo coln
ABSTRAI{
t . 'LtLi.tnlhdq \ mcnrpakan hanla pentrng pada penanaman tebu vatrg dapai mengakibatkan kerusakan tanaman Pelelitian bertujuan untuk mengetallll penganh dosis dan cara aplikasi formulasi ekstrak biji -ts oridlict' terhadap larva -('.
saccariphtlgus pada tanaman tebu. Pengujian pengaruh dosis dan cara aplikasi dilaksanalian ai nao pr PG Rajawali Il Jatitujuh, Majalengka Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelornpoh yang dibagi kedalan percobaa.n di laboratoriun dengan cara aplikasi celup pakan dengan menggunahan enam taraf konsentrasi formulasi vaitu l,5yo,2y, 2'5yo.3oA. 09lo, serta kaolin 3olo dan aplikasi secara penaburan fbnnulasi pada ianamar paken dengan laraf dosis
15 grltanarnan,20 grltanaman,25 gr/tanaman,30 gr/tanaman,0 gr/tana$an' clan kaolln 30 gr/tanamar Percobaan dilapangan dilakukar dengan metode penyemprotan dan penaburan dengan masing-masing menggunakan enam laraJ dosis 15 gr/tananan, 20 grltanaman, 25 gr/tanaman" 30 grltanaman' 0 gr/tanaman, d.rn kaolin 30 grltanaman Perlakual tersebut menggunakan formulasi tepung 25 WP ekstrak ll asiatictt. Masing masing perlak an diulang sebanyak tiga kali' Paala taraf konsentrasi l%o perlakuan formulas; tepung ekstrak btt ll dsictlicL! dengan menggunakan metode ceiup pakan menunlukhan mortalitas l00o/o pada pengamalan I 3 hari s etelah aplik asi, dan pada taraf dosis 3 0 gr/tanarnlu perl ak uan formufasi tepulg ekstrak biji B. asialiclr dengan metode penyemprotan dapat menekan populasi larva C- sLtcLariphLtgus hingga 46'6"; pada hari ke 24 seielah aplikasi Pada perlakuar lormulasi tepung ekstrak biji , dria/icd dengan menggmakan metode penaburan tidak efektif pada semua taraf dosis
Kaktkrmci: l'ornlulasi, PegisiLla nabalt. sdccariphagus.
Baringbnia asiatica, Chilkt
PENDAHULT]AN
lJ. dsiatica L. (Kurz.) (Leclthidaceae adalah salah satu.lenis tanaman Yang dapai dimanfaatkan sebagai insektisida nrbati (Lestaii, 2009) Tanaman tnr dikenal di Indonesia dengan nama bitung (Mo.jica dkk, 2007) Bagran yang senng dinanfaatkan dari tanaman B. asialica adalah biji dan daun Biii taaaman rnl biasanya dapat digunakan langsung sebagai insektisida nabati dengan drcampur pelarut atau dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dibuat tepung. Tepung bili yang dicampurkar dengan arr pada Lonsenlracr l0oo mampu menguranyi populast Silophitus sp. (Coleoptera : Curculionidae) sampai 80%. Biji lJ' driali'd ini dapat
400