• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3.1 Lingkaran sebagai penghubung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar 3.1 Lingkaran sebagai penghubung"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

3. PERANCANGAN BANGUNAN

3.1 Perancangan bangunan

3. I . I Pola penataan massa bangunan

Pola penataan massa bangunan berangkat dari fungsi tapak sebagai bangunan perdagangan dan jasa yang secara fungsional dituntut untuk mempunyai pola sirkulasi manusia dan kendaraan yang baik. Berangkat dari faktor di atas maka pembentukan massa bangunan dibuat melingkar dengan tujuan agar dapat memberikan efek ‘hubungan’ yang terkoordinir antar satu fiungsi ruang dengan yang lainnya.

Gambar 3.1 Lingkaran sebagai ‘penghubung’

Dari bentukan lingkaran itu sendiri, massa bangunan dirancang untuk menampilkan kesan ‘menangkap’. DaIam hal ini, massa bangunan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat dan perhatian masyarakat yang melintas di depan tapak. Dengan demikian, maka massa bangunan mempunyai potensi untuk mendatangkan pengunjung yang cukup kuat, sehingga dengan banyaknya pengunjung yang datang ke bangunan maka dapat dikatakan bahwa tujuan dari bentukan massa bangunan tersebut berhasil dengan baik.

13

(2)

14

Gambar 3.2 Arah bukaan massa bangunan

3.1.2 Penataan ruang dalam bangunan

Berdasarkan dari bentuk massa bangunan yang melingkar, maka penataan ruang-ruang yang ada di dalamnya diusahakan untuk dapat menghasilkan hubungan antar ruang yang baik. Hal ini terkait dengan pola penataan sirkulasi dalam bangunan yang mutlak harus diperhatikan dan diolah sebaik mungkin.

Pada bagian antara area tengah bangunan dengan sisi bangunan sebelah Utara, diletakkan area test drive yang juga menghubungkan secara langsung antar kedua area tersebut. Area test drive ini diadakan dan difungsikan agar tidak mengganggu lalu lintas jalan raya, sehingga secara tidak langsung juga dapat mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya yang dapat disebabkan oleh adanya kegiatan dari bangunan ini. Disamping itu, adanya area khusus ini sangat mendukung dan memudahkan pekerjaan mekanik untuk menangani masalah perbaikan pada mobil konsumen.

(3)

15

I

Gambar 3.3 Lay out plan

3.2 Sistem struktur

Meninjau luasan total bangunan yang cukup besar namun tidak bertingkat banyak, maka pemilihan sistem struktur jatuh pada sistem struktur rangka, yang mempunyai tingkat kestabilan yang cukup, disamping penerapan dalam bangunan yang cukup mudah.

Sistem struktur rangka dari bangunan adalah sistem radial, dengan konstruksi kolom beton biasa yang berdiameter 70 cm dan pada beberapa bagian merupakan kolom beton komposit (dapat dilihat pada denah). Pemakaian sistem kolom beton biasa pada area ruang pamer dan kantor pengelola didasarkan pada kemudahan finishing touch-nya. Dengan adanya kolom beton biasa maka dapat lebih mudah dirancang penggunaan elemen-elemen atau bahan-bahan yang dapat

‘mempercantik’ penampilan kolom tersebut. Sedangkan pemakaian sistem kolom beton komposit pada area bengkel mengacu pada pemikiran bahwa bahan tersebut cukup tahan api, yang pada dasarnya sangat rawan timbul pada bangunan yang berfungsi sebagai bengkel. Demikian juga untuk konstruksi balok lantainya, kembali baja IWF dipergunakan sebagai bahan utama penopang keberadaan pelat lantai. Balok-balok baja IWF ini sengaja diekspos keberadaannya, hal ini supaya dapat menunjang konsep awal pada bangunan yang memang sengaja menonjolkan bahan-bahan struktur dari bangunan.

(4)

16

Pada struktur atap digunakan rangka baja IWF sebagai penopang berdirinya atap metal dan sebagian atap bangunan menggunakan sistem dak beton biasa. Pemakaian rangka baja ini didasarkan pada kekuatan, kemudahan, dan efisiensi bahan, karena rangka baja mempunyai keunggulan-keunggulan pada bidang-bidang tersebut. Sedangkan untuk penjelasan mengenai pemakaian bahan atap metal dapat dilihat pada sub bab berikut.

3.3 Pemilihan bahan bangunan

Berikut pemilihan bahan bangunan dan pertimbangannya :

Bahan penutup atap merupakan kombinasi dari atap metal (aluminium) dan plat beton. Bahan aluminium yang dipakai merupakan produk dari Zincalume, yang berdasarkan data dan penelitian mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk lain, yaitu mampu meredam panas dan meredam kebisingan. Penutup atap ini dipakai untuk menaungi ruang-ruang bengkel, ruang penjualan audio dan variasi, ruang tunggu pengunjung, kantin, dan kantor pengelola.

Sedangkan penutup atap dak beton digunakan untuk menaungi ruang penjualan mobil, ruang karyawan, dan sebagian ruang kantor pengelola. Seperti yang kita ketahui, bahwa penggunaan dak beton sebagai penutup atap dapat menimbulkan beban panas yang cukup tinggi, sehingga hal ini dapat memperbesar beban mesin pendingin. Maka dari itu, pada bangunan ini diterapkan sebuah cara untuk menanggulangi beban panas dari atap dak beton tersebut, yaitu dengan menggunakan ‘pengangkatan’ dari dak beton itu sendiri, yang kemudian difungsikan plafon sebagai barrier hawa panas agar tidak masuk ke dalam ruangan. Jadi, ada sedikit ruang bagi hawa panas untuk bersirkulasi dan keluar dari dalam bangunan (cross ventilation). Selain itu, dak beton tersebut juga dipakai untuk meletakkan chiller dan cooling tower.

(5)

17

I

Gambar 3.4 Potongan

Dinding eksterior merupakan dinding setengah bata yang dilapisi bahan sintetik yang diberi warna sesuai dengan pakem Suzuki yaitu warna putih.

Dinding interior diperhitungkan menggunakan dinding setengah bata dan pada beberapa ruangan menggunakan gypsum board yang diberi tambahan bahan peredam suara.

Kaca untuk eksterior digunakan laminated glass 8 mm, sedangkan kaca untuk interior menggunakan kaca bening 5 mm.

Untuk detail elemen-elemen interiornya banyak mengekspos balok-balok baja, ducting AC, dan pipa air pemadam kebakaran, dan sebagainya. Selain itu banyak juga diletakkan ornamen-ornamen penguat bangunan pusat mobil, seperti : gambar-gambar mobil, keterangan sejarah singkat, info produk, dan sebagainya.

3.4 Bentuk dan penampilan bangunan

Bentuk keseluruhan bangunan didesain seolah-olah ada hubungan yang erat antar ruang yang ada dalam bangunan dengan adanya facade bangunan yang melingkar. Dengan adanya bentuk yang melingkar ini diharapkan agar tercipta suatu sirkulasi dalam bangunan yang baik dan teratur, sehingga dapat sangat menunjang semua kegiatan perdagangan dan jasa sebagai tujuan utama dari pusat mobil ini.

(6)

18

Keselarasan antara fungsi bangunan dan pemakaian warna dari suatu merk kendaraan tertentu adalah suatu keharusan yang mutlak, oleh karena itu warna-warna facade yang dipilih adalah yang sesuai dengan merk kendaraan yang dipilih. Warna yang dominan yaitu warna put& dengan sedikit sentuhan warna biru pada detail-detail elemen strukturnya.

Sedangkan pada halaman ditata jajaran pohon diantara hamparan rerumputan yang berhngsi untuk meneduhkan, mengurangi kesan panas, dan menambah keasrian kompleks bangunan.

3.5 Sistem utilitas

3.5.1 Sistem penghawaan buatan

Sistem penghawaan yang dipakai adalah kombinasi dari sistem penghawaan alami pada area bengkel dan area test drive, dan sistem penghawaan buatan pada ruangan-ruangan yang memerlukannya saja.

Berikut ruangan-ruangan yang menggunakan sistem penghawaan buatan dan pertimbangannya :

Perlunya suhu udara yang nyaman dan sejuk bagi kepentingan pengunjung (konsumen) ruang pamer dan ruang-ruang penjualan spare part dan variasi.

Perlunya suhu udara dan kelembaban yang kondusif untuk menjaga semangat kerja para pegawai kantor dan staff-staff lain.

Sistem penghawaan buatan yang digunakan untuk ruangan-ruangan yang memerlukannya adalah memakai sistem air penuh, dimana pada tiap-tiap lantai diletakkan ruang AHU, dan pada atap dak lantai dua bagian zona karyawan diletakkan ruang chiller dan cooling tower. Adapun alasan utama pemilihan sistem ini adalah bahwa dalam pengoperasiannya, ruang-ruang tersebut mempunyai jam kerja yang sama, sehingga dengan memakai sistem ini akan lebih sederhana dan E V I E Sedangkan untuk penyebarannya, digunakan ducting yang menyebar ke bagian ruangan yang memerlukannya.

(7)

19

I

A

Gambar 3.5 Skema sistem penghawaan buatan

3.5.2 Sistem distribusi air bersih

Pengadaan air bersih langsung dari PDAM, dengan menggunakan satu buah meteran yang dipakai untuk melayani seluruh bangunan tersebut.

Tandon yang dipakai adalah dua buah, yaitu satu untuk kebutuhan air bersih dalam bangunan dan yang lain untuk kebutuhan air pemadam kebakaran.

Sistem yang digunakan untuk melayani semua kebutuhan pengadaan air bersih pada bangunan adalah sistem

Gambar 3.6 Skema distribusi air bersih

(8)

20

3.5.3 Sistem pembuangan air kotor dan kotoran

Sistem pembuangan air kotor dan kotoran disalurkan melalui shaft khusus pada tiap zona toilet, kemudian langsung ditampung pada septic tank dan sumur resapan.

Adapun pertimbangan pemakaian septic tank dan sumur resapan adalah kondisi tapak yang memungkinkan untuk dipakainya sumur resapan (kondisi tanah pada tapak bukan tanah liat).

Sedangkan untuk air kotor pada area bengkel, yang dianalisa bakal mengandung kotoran minyak dan oli, disediakan sistem khusus yang menggunakan filtrasi air kotor sebelum air kotor tersebut disalurkan ke saluran pembuangan kota. Peralatan filtrasi ini diletakkan pada zona ME yang terletak pada sisi Utara bangunan.

Gambar 3.7 Skema distribusi air kotor

3.5.4 Sistem pembuangan air hujan

Sistem pembuangan air hujan menggunakan talang air hujan pada tiap atap metal yang kemudian disalurkan melalui pipa vertikal menuju ke bak kontrol dan saluran-saluran terbuka yang ditutup oleh kisi-kisi besi. Buangan air hujan diteruskan pada halaman dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Sedangkan untuk sekeliling lahan, penghijauan yang ada dianggap sudah mampu menahan rembesan air hujan. Sisi buangan air hujan yang tidak dimanfaatkan dialirkan ke saluran pembuangan kota.

(9)

Gambar

Gambar 3.1 Lingkaran sebagai ‘penghubung’
Gambar 3.2 Arah bukaan massa bangunan
Gambar 3.3 Lay out plan
Gambar 3.4 Potongan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada grafik diatas diketahui bahwa pada pemanasan dengan temperature 60 o C didapat densitas bernilai konstan pada menit ke-150, dibandingkan dengan temperature 65 o C

Ketika Anda menekan tab worksheet, Excel 2007 akan menam p p ilkan isi dari Worksheet  ilkan isi dari Worksheet  yang bersangk . yang bersangk  u

202/2012 yang menerangkan bahwa Kuasa Hukum Penggugat / Pembanding telah mengajukan permohonan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 22 November

Hasil ketidaklengkapan pada review identifikasi (40%), review pelaporan (50%), review autentifikasi (60%), review kelengkapan dan kekonsistenan diagnosa (50%), review

Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan

Pada tahap perencanaan tindakan dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang diteliti berdasarkan observasi lapangan. Kegiatan pada tahap ini dimulai dengan melakukan

dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut [Ruhaya and Kartawinata, 2017]. Analisis laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting

perkembangan antar budaya masing- masing kelas yang ada di sekolah tersebut. Meskipun demikian, tetap saja pembentukan budaya sekolah tersebut berpijak pada landasan