IV. PENGOLAHAN DATA
Cleaning supplier merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh departemen procurement dalam manajemen supplier. Hal yang serupa juga dilakukan pada PT Gawih Jaya dan PT Gelora Djaja. Cleaning supplier pada PT Wismilak Inti Makmur (WIM) tidak dilakukan karena keterbatasan waktu penelitian yang diberikan oleh perusahaan.
4.1 Sortir Supplier
Pengambilan data supplier dilakukan dari sistem online yang dimiliki oleh perusahaan yang biasa disebut dengan SAP. Data yang telah diambil dari SAP akan dilakukan penyortiran berdasarkan perusahaan pengguna. Supplier yang memiliki transaksi dengan setiap perusahaan akan digabungkan dengan supplier lainnya yang memiliki transaksi dengan perusahaan tersebut. Hasil pengelompokkan tersebut dapat dilihat dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil Sortir Supplier Berdasarkan Perusahaan Pengguna
Company Jumlah supplier
WIM 1860
Gelora 2194
Gawih 363
Total 4417
Data seluruh supplier yang ada berjumlah 4417 supplier yang terdiri dari 3
perusahaan pengguna. Data tersebut kemudian disortir berdasarkan nilai transaksinya
pada masing-masing perusahaan penggunanya. Hasil pengelompokkan tersebut dapat
dilihat pada Tabel 4.2
Tabel 4.2 Hasil Sortir Supplier Berdasarkan Nilai Transaksi
Company Status Jumlah
WIM to be saved 208
to be blocked 1652
Gelora to be saved 782 to be blocked 1412
Gawih to be saved 147
to be blocked 216
Total 4417
Data supplier yang telah disortir berdasarkan nilai transaksi dikelompokkan menjadi dua yaitu to be saved dan to be blocked. Tabel tersebut menunjukkan bahwa sebagian jumlah supplier yang tidak memiliki transaksi dari masing-masing perusahaan jauh lebih besar dibandingkan dengan yang memiliki transaksi. Jumlah supplier yang tidak memiliki transaksi kurang lebih dua kali lipat lebih dibandingkan dengan supplier yang memiliki transaksi.
Gambar 4.1 Diagram Venn Sortir Supplier Berdasarkan Perusahaan Pengguna
Diagram Venn adalah diagram yang paling tepat dalam menggambarkan jumlah dan keadaan supplier yang dimiliki oleh perusahaan. Menurut diagram Venn pada Gambar 4.1, jumlah supplier sebenarnya adalah 2649. Hal tersebut dikarenakan beberapa supplier digunakan secara bersamaan, seperti supplier milik WIM ada yang digunakan juga oleh Gawih dan Gelora begitu juga sebaliknya.
4.1.1 Identifikasi Supplier
Identifikasi dilakukan oleh staf procurement untuk supplier yang ada di sheet
“to be blocked”. Data supplier dalam sheet “to be blocked” akan di cek kembali oleh staf procurement dari masing-masing perusahaan untuk supplier yang memang masih digunakan dan yang sudah tidak digunakan. Staf procurement diminta untuk memberikan keterangan supplier mana saja yang merupakan milik procurement dan yang bukan milik procurement. Staf procurement juga diminta untuk memberikan keterangan pada setiap supplier sesuai dengan kategori barang yang disuplai.
Supplier yang sudah tidak digunakan lagi, akan diberi status “Block” dan supplier yang masih digunakan, diberikan status “Save”. Data yang ditentukan sebagai supplier milik departemen procurement akan dikelompokkan ke dalam “Within Scope”
dan dikelompokkan ke dalam “Out of Scope” jika supplier tersebut adalah milik
departemen lain.
Tabel 4.3 Hasil Identifikasi Supplier
Company Status Jumlah
Supplier
PT Gelora Djaja
Block 74
Save 860
Within Scope 934 Out of Scope 1260
Total
Supplier 2194
PT Gawih Jaya
Block 39
Save 100
Within Scope 139 Out of Scope 224
Total
Supplier 363
Tabel 4.3 menunjukkan hasil ringkasan identifikasi oleh staf procurement dari
masing-masing perusahaan. Total supplier yang dimiliki oleh PT Gelora Djaja adalah
2194 supplier. Jumlah supplier milik departemen procurement ada 934 dan 74
diantaranya telah direkomendasikan untuk pemblokiran. Di PT Gawih Jaya, total
supplier yang dimiliki adalah 363 supplier dan 139 supplier adalah milik departemen
procurement. Rekomendasi pemblokiran telah dilakukan pada 39 supplier Gawih dan
hanya tinggal menunggu persetujuan dari pihak-pihak terkait.
4.1.2 Hasil Persetujuan Rekomendasi Pemblokiran Supplier
Hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh staf procurement kemudian akan dibuatkan persetujuan yang akan ditandatangani oleh piahk-pihak terkait. Persetujuan dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada purchase order yang belum terbayar.
Hasil persetujuan rekomendasi pemblokiran supplier dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Hasil Persetujuan Rekomendasi Pemblokiran
Company Status Jumlah
Supplier Persentase
PT Gelora Djaja
Block 72 8%
Save 862 92%
Total 934 100%
PT Gawih Jaya
Block 39 28%
Save 100 72%
Total 139 100%
Hasil persetujuan dari pihak-pihak yang terkait, terdapat 2 supplier PT Gelora Djaja yang tidak dapat diblok karena masih ada proses yang menggantung atau belum diselesaikan, selain itu supplier telah berhasil diblok. Proyek cleaning supplier berhasil melakukan efisiensi kinerja dengan cara mengurangi jumlah supplier pada PT Gelora Djaja sebesar 8% dan sebesar 28% untuk jumlah supplier di PT Gawih Jaya. Proses cleaning supplier berdasarkan legalitas dan otorisasi distributor yang dimiliki oleh supplier tidak jadi dilakukan. Hal tersebut kemungkinan dikarenakan banyak supplier yang belum dimintai legalitas dan otorisasi distributor pada saat pendaftaran supplier.
4.2 Rasionalisasi Pembelian
Perusahaan ingin melakukan rasionalisasi pada proses pembelian khususnya
pembelian alat tulis kantor. Pada umumnya rasionalisasi berarti mengubah sesuatu
yang telah ada menjadi lebih rasional dan logis. Rasionalisasi pembelian yang akan
dilakukan oleh perusahaan adalah mengubah prosedur pembelian dengan melakukan
kontrak dengan supplier. Seluruh pembelian yang dilakukan oleh perusahaan harus
menggunakan prosedur purchase order yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berikut
ini adalah prosedur yang telah ada untuk pembelian alat tulis kantor dan barang cetakan
yang ditetapkan oleh perusahaan.
Purchaser Order Penawaran
User Staf Sekretariat Staf Procurement Supervisor
Procurement Supplier Staf Accounting Manager Procurement
Membuat SPB
SPB START
PR Menerima SPB
Membuat PR SPB
PR Menerima PR
Membuat permintaan
Barang Menghubungi Vendor melalui email/phone/
online
Permintaan Barang
Menerima Permintaan
Barang
Surat Penawaran
Membuat Surat Penawaran Permintaan Barang
Surat Penawaran
Menerima Surat Penawaran
Menerima Surat Penawaran
Ya Surat Penawaran
Approval Surat Penawaran
Approval?
Tidak
Gambar 4.2 Document Flow Diagram Purchase Order dengan Penawaran
Purchaser Order Penawaran
User Staf Sekretariat Staf Procurement Supervisor
Procurement Supplier Staf Accounting Manager Procurement
Surat Penawaran
Menerima Surat Penawaran
Surat Penawaran
Tidak
Membuat PO Lebih dari 5
jt?
Pengecekan Nominal
PO Nominal
BPPO Membuat
BPPO
PO Mengirim PO
Mengirim Barang
PO Menerima PO
Dokumen Barang
Dokumen Barang
Membuat Good Receipt Menerima
Barang
Good Receipt
Good Receipt Menerima Good Receipt
Menerima Good Receipt
Menerima Good Receipt
Good Receipt Good Receipt
Good Receipt
END
Gambar 4.2 Document Flow Diagram Purchase Order dengan Penawaran (lanjutan)
Gambar 4.2 adalan Document Flow Diagram yang menjelaskan tentang prosedur umum dalam melakukan pembelian suatu barang. Masukan dari proses tersebut adalah Surat Permintaan Barang yang dibuat oleh user. Surat Permintaan Barang (SPB) kemudian akan diberikan kepada gudang atau sekretariat dan akan dibuatkan Process Requisition (PR) untuk diberikan ke procurement. Supervisor procurement akan menghubungi supplier untuk melakukan permintaan barang dan meminta supplier untuk membuat penawaran. Penawaran yang telah diterima kemudian akan dilakukan pengecekan kepada user untuk memastikan barang yang ditawarkan oleh supplier sesuai dengan permintaan user. Jika penawaran sesuai dengan permintaan, maka surat penawaran akan diberikan kembali kepada supervisor dan penawaran jika tidak sesuai dengan permintaan maka supervisor akan melakukan permintaan kembali ke supplier. Surat penawaran yang telah kembali ke procurement kemudian akan dicek apakah nilai barang lebih dari 5 juta rupiah atau tidak, jika melebihi akan dibuatkan Bukti Pendukung Purchase Order (BPPO) dan jika tidak, langsung dibuatkan Purchase Order (PO). Purchase Order kemudian akan diberikan kepada supplier dan supplier akan mengirimkan barangnya. Barang akan diterima oleh gudang dan dibuatkan Good Receipt (GR) kemudian diberikan kepada user dan procurement untuk memastikan bahwa barang yang diterima sesuai dengan permintaan. Good Receipt juga diberikan kepada accounting untuk menyelesaikan pembayaran.
Adanya rasionalisasi pembelian pada alat tulis kantor dan barang cetakan akan mengurangi beberapa proses yang terjadi dalam pembuatan Purchase Order.
Rasionalisasi dilakukan dengan cara mengadakan kontrak kepada supplier selama satu
tahun. Adanya rasionalisasi membuat proses pada saat Process Requisition diterima
oleh procurement dapat langsung dilakukan pengecekan nominal dan dibuatkan
Purchase Order. Efisiensi yang dihasilkan antara lain adalah efisiensi waktu lead time
pembelian yang bisa berkurang sekitar 2 hari dan juga efisiensi biaya. Beberapa proses
yang dianggap tidak memberikan nilai tambah, setelah adanya rasionalisasi,
dihilangkan seperti meminta penawaran pada supplier dan melakukan konfirmasi
spesifikasi pada pengguna.
Purchaser Order Penawaran
User Staf Sekretariat Staf Procurement Supervisor
Procurement Supplier Staf Accounting Manager Procurement
Membuat SPB
SPB START
PR Menerima SPB
Membuat PR SPB
PR Menerima PR
Tidak Membuat PO
Lebih dari 5 jt?
Pengecekan Nominal
PO Nominal
BPPO Membuat
BPPO
PO Mengirim PO
Mengirim Barang
PO Menerima PO
Dokumen Barang
Dokumen Barang
Membuat Good Receipt Menerima
Barang
Good Receipt
Good Receipt Menerima Good Receipt
Menerima Good Receipt
Menerima Good Receipt
Good Receipt Good Receipt
Good Receipt
END