BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN
3.1 Analisa Sistem
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian–bagian komponennnya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan–permasalahan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan- kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Atau secara lebih mudahnya analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Dalam proses pembuatan suatu sistem mutlak dilakukan penelitian dan penganalisaan tentang sistem yang akan dibangun.
3.2 Analisa Sistem Berjalan
Selama ini apabila pengguna ingin mendapatkan informasi mengenai cara penangkaran y maka pengguna dapat melakukan 2 pilihan, diantaranya yaitu :
1. Mencari melalui media internet 2. Membaca buku
Apabila masyarakat ingin mendapatkan informasi itu melalui media internet maka pengguna diharuskan selalu terhubung dengan internet agar pengguna mendapatkan informasi yang dibutuhkan tersebut. Namun selain itu informasi yang diberikan pun terkadang tidaklah lengkap sehingga pengguna harus membuka banyak link agar informasi yang didapatkan dapat terpenuhi.
Apabila masyarakat ingin mendapatkan informasi melalui buku, maka pengguna yang ingin mendapatkan informasi mengenai cara penangkaran yang mengalami kesulitan karena tidak banyak buku yang membahas tentang cara penangkaran ikan gurami. Selain itu informasi yang diberikanpun tidaklah banyak sehingga hal ini menjadi kurang efektif dan efisien dalam memperkenalkanicara penangkran ikan gurami.
20
3.2.1 Flowchart Sistem Berjalan 3.2.2 Flowchart Sistem Berjalan
Start
Memiliki koneksi internet
Membuka google
Cara penangkaran
Mendapatkan informasi
Selesai Ya
Ya Ya Tidak
Tidak Tidak
Gambar 3.1 Flowchart Sistem Berjalan Mencari Di Internet
Pengguna yang ingin melakukan pencarian cara penangkaran ikan gurami dengan mencari di internet, maka dapat dimulai dengan memiliki koneksi internet. Jika tidak maka tidak dapat membuka google untuk melakukan pencarian. Apabila memiliki koneksi, tahap selanjutnya pengguna membuka google lalu mengetikkan cara penangkaran ikan gurami yang ingin di cari. Jika mendapatkan informasi maka selesai, jika tidak maka pengguna memiliki dua pilihan yaitu melakukan pencarian lagi atau selesai dan tidak mendapatkan informasi mengenai cara penangkran ikan gurami.
3.2Flowchart Sistem Berjalan Membaca Buku
Start
Mencari buku cara penangkran ikan
Mendapatkan buku penangkaran
ikan
Melihat informasi tentang cara penangkran ikan
Mendapatkan informasi
Selesai Ya
Ya Ya Tidak
Tidak Tidak
Gambar 3.2 Flowchart Sistem Berjalan Membaca Buku
Pengguna yang ingin mendapatkan informasi cara penangkaran ikan gurami dengan membaca buku, maka masyarakat dapat memulainya dengan mencari buku cara penangkaran ikan. Jika mendapatkan brosur maka dapat melihat informasi pariwisata Jakarta yang terdapat didalam brosur, jika tidak mendapatkan buku maka terdapat dua pilihan yaitu mencari buku cara penangkaran ikan di tempat lain atau selesai dan tidak mendapatkan informasi cara penangkaran ikan gurami melalui brosur. Setelah melihat informasi cara penankaran yang terdapat didalam buku dan mendapatkan informasi yang dicari maka selesai, jika tidak maka kembali ke tahap pertama yaitu mencari buku cara penangkran ikan gurami.
3.3 Analisa Sistem Usulan
Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi dalam sistem berjalan, maka dirancanglah Aplikasi cara penangkaran ikan gurami berbasis Android dengan memanfaatkan peluang yang ada pada saat ini yaitu banyaknya pengguna yang menggunakan smartphone. Sehingga diharapkan aplikasi ini dapat dimiliki oleh semua kalangan yang memiliki smartphone dan juga dapat memperkenalkan tempat-tempat pariwisata Jakarta lebih luas lagi hanya dengan memiliki aplikasi ini pada smart phone. Selain itu aplikasi cara penangkaran ikan ini dapat dibuka kapan saja dan dimana saja tanpa membutuhkan koneksi internet sehingga memiliki kesan efektif dan efisien.
3.4 Analisis Kebutuhan Sistem
Tahapan analisis sistem merupakan salah satu usaha mengidentifikasi kebutuhan dan spesifikasi sistem yang akan diciptakan. Di dalamnya akan dijabarkan apa saja entitas yang dilibatkan, proses yang dijalankan, serta output yang dihasilkan.
Berdasarkan analisis masalah yang dijabarkan diatas, maka aplikasi yang dibuat adalah Perancangan Aplikasi cara penangkaran ikan gurami dengan spesifikasi sistem sebagai berikut:
1. Sistem aplikasi yang akan digunakan berbasis mobile programming android.
2. Aplikasi menyediakan pilihan kota cara panangkaran, cara pembiakan,jenis ikan, budgeting dan tips.
3. Aplikasi memberikan tampilan gambar pada cara penangkaran ikan gurami sehingga aplikasi aplikasi menjadi lebih menarik.
4. Sistem memberikan informasi pada setiap detail cara penangkaran ikan gurami yang mana setiap penggunanya dapat mendapatkan informasi cara penangkaran yang sedang dibuka.
3.5 Pembanding Sistem Lama Dengan Sistem Usulan
Cara penangkaran ikan gurami sebelumnya hanyalah dilakukan dengan membuat buku – buku yang cara penangkaran ikan gurami itu sendiri, dengan media internet dan juga dengan . Namun hal ini menjadi kurang efektif dalam melakukan cara penangkaran ikan gurami dikarenakan buku yang berisikan cara penangkaran ikan gurami yang sangatlah sulit untuk didapat dan juga buku tersebut tidaklah banyak membahas secara detail cara penangkaran ikan gurami. Selain itu apabila mengutamakan cara penangkaran ikan dengan menggunakan buku maka akan banyak menghabiskan banyak materil.
Maka dibangunlah aplikasi cara penangkaran ikan gurami berbasis android. Hal ini menjadi sebuah peluang untuk mengenalkan cara penangkaran ikan gurami karena segala informasi dapat dikemas didalam aplikasi smart phone berbasis android. Hal ini memberikan kesan efisien dan efektif karena untuk mendapatkan segala informasi cara penangkaran ikan hanya dengan mengunduh aplikasi tersebut dan aplikasi ini bersifat offline sehingga aplikasi ini dapat dibuka kapan saja dan dimana saja ketika informasi itu dibutuhkan.
Mulai
Pilih Menu
Masuk
Cara penangkaran
carapembiakan
Jenis gurami
KA Tampil menu cara
penangkaran Tampilan Layar
Menu Utama
Tidak
Tidak
Tidak Ya MU
Tidak
Tampil cara penangkaran
Tampil Tentang cara pembiakan
Tampil jenis gurami Ya
Ya Ya
budgeting Ya Tampil budgeting
tips Tidak
Tampilan tips
selesai
Ya
Gambar 3.3 Rancangan Flowchart Menu Utama
Apabila pengguna memulai aplikasi maka aplikasi menampilkan layar menu utama dan pengguna dapat memilih menu. Diantaranya menu masuk, galeri, tentang aplikasi, dan about. Dan setiap menu akan menampilkan menunya masing-masing. Apabila pengguna tidak memilih menu-menu tersebut maka pengguna akan menutup aplikasi dan selesai
3.6 Analisa
Seperti langkah-langkah yang dilakukan pada salah satu model proses rekayasa perangkat lunak yaitu model SSM (Soft sistem Metodology), maka pada bab ini akan dibahas tentang tahap-tahap dalam membangun perangkat lunak. Proses analisis merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui rekayasa perangkat lunak karena melalui analisis definisi masalah menjadi lebih jelas, kebutuhan sistem dapat dispesifikasi sehingga kriteria yang harus dipenuhi dalam aplikasi dapat ditentukan agar aplikasi yang dihasilkan nantinya menjadi solusi dari masalah tersebut
3.7 Perancangan SSM (Soft Sistem Metodology) 3.7.1 Memahami Situasi Masalah
Dalam menentukan situasi masalah yang ada dalam cara penangkaran ikan gurami haruslah memahami situasi masalah yang terjadi, masalah dalam proses cara penangkaran ikan gurami ini merupakan salah satu ahapan yang akan menjadi sebuah kendala dalam cara penangkaran ikan gurami.
Berikut ini merupakan ilustrasi dari situasi yang dihadapi cara penangkaran ikan gurami.
masyarakat sulit mendapatkan
informasi dalam cara menangkar ikan gurami
tidak adanya aplikasi cara penangkaran ikan gurami
berbasis android tidak efektinya
penyampain informasi
Gambar 3.4. gambaran situasi masalah cara penangkaran ikan gurami
Penjabaran dari diagram adalah sebagai berikut :
Masalah yang dihadapi masyarakat dalam proses cara penangkaran ikan gurami adalah dilihat dari beberapa aspek, yaitu seperti :
1. Sulit Mendapatkan Informasi cara menangkar, banyak masyarakat yang tidak banyak mengetahui cara menangkar karena sulitnya untuk mendapatkan informasi cara penangkarannya tersebut. Apabila ada, informasi itu pun tidaklah banyak membahas tentang cara penangkaran ikan gurami sehingga masyarakat harus mencari informasi lagi untuk mendapatkan banyak informasi yang dibutuhkan.
2. Tidak Efektifnya Penyampaian Informasi, hal ini disebabkan karena dalam penyampaian informasi yang dilakukan banyaknya perbedaan informasi satu dengan lain oleh karena itu tidak efektif bagi masyarakat mencontoh nformasi yang kurang efektif
3. Tidak Adanya Aplikasi cara penangkaran ikan gurami berbasis android, Android merupakan Smartphone yang paling banyak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat namun hal ini tidaklah di manfaatkan dengan baik karena tidak adanya aplikasi cara penangkaran ikan gurami berbasis android. Hal ini merupakan sebuah peluang dalam melakukan cara penangkaran berbasis android, sehingga di bangunlah cara penangkran ikan gurami berbasis android ini yang di harapkan seluruh lapisan masyarakat tersebut dapat menerima informasi dengan memiliki aplikasi tersebut.
3.8 Menggambarkan Situasi Masalah
Dalam menentukan situasi masalah yang ada dalam cara penangkaran ikan gurami haruslah memahami masalah yang sedang terjadi, masalah dalam cara penangkaran ikan gurami ini merupakan salah satu tahapan yang akan menjadi sebuah kendala di dalam cara penangkaran ikan gurami. Berikut ini merupakan ilustrasi dari situasi yang dihadapai dalam cara penangkaran ikan gurami.
Gambar 3.4 analisa situasi masalah cara penangkaran ikan gurami
Dari ilustrasi tersebut terdapat beberapa aktor yang terlibat dalam cara penangkaran ikan gurami , aktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pengguna
a. Sulit mendapatkan informasi pariwisata b. Tidak banyak tahu cara penangkaran
c. Masyarakat menggambarkan penyampaian informasi belum menggunakan media smartphone atau aplikasi android
2. Admin
Admin terhadap Masyarakat menggambarkan adanya aktivitas : a. Tidak efektifnya penyampaian informasi
b. Admin dalam penyampaian informasi belum memanfaatkan media smartphone atau aplikasi android
3.9 Menentukan Sistem Aktivitas Yang Relevan
Di dalam sistem pengenalan tempat pariwisata berbasis android ini terlebih dahulu menentukan sistem aktivitas yang relevan. Dimana sistem aktivitas yang relevan ini harus menunjang dan mendukung segala kegiatan proses pengenalan tempat-tempat pariwisata Jakarta yang ada di dalam model tersebut.
Dalam menentukan aktivitas yang relevan akan digunakan CATWOE (Customers, Actor, Transformation, World View, Owner, Environment).
Tabel 3.4 Analisa CATWOE yang akan digunakan digunakan adalah sebagai berikut :
Holons customers actor tranformation World view owner environment deskripsi Sulit mendapatkan
informasi cara penangkarann
pengguna Admin Membuat aplikasi yang dapat memudahkan dalam penyampain informasi
Pengguna mudah mendapat informasi
Admin Tidak adanaya aplikasi cara peangkaran
Masyarakat akan
membutuhka n informasi
Masyarakat sulit mendapatkan informasi karena tidak adanaya aplikasi yang memudahkan pengguna dalam mendapapkan informasi Tidak banyak
mengenal jenis ikan gurami
pengguna admin Membuat aplikasi jenis ikan gurami
Pengguna banyak mengenal jenis jenis ikan gurami
admin Tidak adanya aplikasi jenis jenis ikan gurami
Pengguna tidak memiliki keinginan untuk cara penangkaran ikan gurami
Dengan adanya aplikasi cara penangkaran ikan gurami membuat pennguna dapat lebih mengenal jenis jenis ikan gurami
Tidak efektifnya penyampaian informasi cara penanagkaran ikan gurami
Pengguna Admin Membuat aplikasi berisi informasi cara penangkaran ikan gurami yang dapat diaskses kapab saja dan dimana saja (ofline)
Peyampain informasi lebih efektif
admin Tidak memeliki smartphone
Tidak membutuhka n informasi cara
penangkaran
Dengan dibuatnya aplikasi berbasis androidyang berisi informasi cara penangkaran yang diakses dimana saja dan kapan saja (ofline)Dapatmemb uat penyamapain lebih efektif
3.10 Membangun Model Konseptual
Secara konseptual, aplikasi cara penangkaran ikan gurami yang dibangun ini memiliki beberapa pilihan yang dapat menunjang proses cara penangkaran ikan gurami.
Menu Utama
Cara pembiakan Gurami kapas budgeting
Cara penangkkaran
Tips
informasi berupa gmabr dan deskrisi tetntang cara
penangkaran
informasi berupa gmabr dan deskrisi tetntang cara
penangkaran
Gurami porselen
Gurami paris
Gurami jepun
Guramii bastar
Gurami soang
Gurami batu
informasi berupa gmabr dan deskrisi tetntang cara
penangkaran
informasi berupa gmabr dan deskrisi tetntang cara
penangkaran
informasi berupa gmabr dan deskrisi tetntang cara
penangkaran
**
GAMBAR 3.5 Model Konseptual
Untuk melihat informasi mengenai cara penangkara ikan, pengguna dapat memilih menu terlebih dahulu, setelah itu akan tampil nama-nama cara penangkaran sesuai dengan yang dipilih. Dan untuk melihat informasi mengenai cara tersebut, pengguna tinggal memilih tombol yang diingikan dan akan tampil informasi mengenai tempat cara penangakaran.
3.11 Membandingkan Model Konseptual dengan Real World
Pada tahap ini akan dibandingkan sistem real word dengan sistem pada model konseptual. Untuk itu, dapat digambarkan dalam bentuk tabel sehingga dapat mengetahui perbedaan antara sistem real word dengan model konseptual
Tabel 3.7 Perbandingan Model Konseptual dengan Real World
No Real World Model Konseptual
1. Sulit mendapatkan informasi cara penangkaran
Dengan adanya aplikasi cara penangkaran memudahkan penggua dalam mendapatkan informasi 2. Tidak banyak mengenal jenis-
jenis ikan gurami
Dengan adanya aplikasi cara penangkaran menjadikan penggguna lebih banyak mengenal jenis jenis ikan gurami
3. penyampaian informasi pada pengguna belum menggunakan media smartphone atau aplikasi android
Memanfaatkan aplikasi android dalam menyampaikan informasi (cara penangkaran)
4. Tidak efektifnya penyampaian informasi
Dengan dibuatnya aplikasi android yang berisi informasi cara penangkaran yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja (offline), dapat membuat penyampaian informasi menjadi lebih efektif
Penjelasan dari perbandingan Real World dengan Model Konseptual adalah sebagai berikut :
Metode pengenalan cara penangkaran ikan gurami sebelum memanfaatkan media smartphone dapat dikatakan masih kurang jika melihat beberapa aspek, sepeti sulitnya mendapatkan informasi cara penangkaran, tidak efektifnya penyampaian informasi, tidak adanya aplikasi cara penangkaran ikan gurami berbasis android, dan lain sebagainya. Setelah dibangun dengan menggunakan aplikasi android seluruh aktivitas cara penangkaran ikan gurami menjadi lebih efektif, informasi mengenai mudah didapat, menjadikan penggguna lebih banyak cara penangkaran ikan gurami dan adanya aplikasi android yang memudahkan pengguna dalam cara penangkaran ikan gurami.
3.12 Melakukan Perubahan Yang Layak
Perubahan yang dilakukan ialah menambahkan cara penangkaran ikan gurame dengan memanfaatkan aplikasi android dalam memberikan informasi mengenai cara peangkaran pada saat ini.
Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya dalam prangkat seluler yang ada pada saat ini, maka tepatlah jika aktivitas cara penangkaran ikan gurame sudah melibatkan smartphone android karena dapat dilihat dari banyaknya manfaat yang akan didapat.
3.13 Melakukan Tindakan Untuk Memperbaiki Masalah
Dengan adanya aplikasi cara penangkaran ikan gurami ini seluruh aktivitas cara peangkaran menjadi lebih baik jika dibandingkan metode cara peangkaran ikan gurami yang belum memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi smartphone berbasis android. Dari sinilah muncul sebuah model cara peangkaran ikan gurami berbasis android, dimana seluruh aktivitas cara penangkaran ikan gurami sudah menjadi aktivitas yang interaktif bagi Penggun dan admin.
pengguna
admin Metode cara penangkaran ikan gurami
aktiv dinamis
Metode cara penangkaran ikan gurami aktiv dinamis
Interakasi informasi Interakasi informasi
smartphone
Gambar 3.8 Tindakan Memperbaiki Masalah
3.14 Perancangan Antar Muka
Perancangan dilakukan untuk menggambarkan, merencanakan, dan membuat sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Perancangan ini merupakan hasil transformasi dari analisa ke dalam perancangan yang nantinya akan diimplementasikan.
3.14.1 Rancangan Layar
Pada perancangan struktur menu Aplikasi Cara Penangkaran IKan Gurami memiliki 4 menu utama diantaranya menu Cara Penangkaran, menu Cara Pembiakan, menu Jenis Gurami, dan menu Budgeting.
Cara Penangkaran
Budgeting Jenis Gurami Cara Pembiakan
Aplikasi cara penangkaran ikan gurami
TIPS
Gambar 3. 11 Rancangan Struktur Menu List Item Cara Penangkaran Ikan
3.14.2 Perancangan Struktur Menu List Item Cara Penangkaran
Perancangan menu list item cara penangkaran merupakan rancangan yang menggambarkan menu- menu yang ada pada Cara Penangkaran.
SISTEM INFORMASI CARA PENANGKARAN
Aplikasi Cara Penangkaran
Gambar 3. 12 Rancangan Struktur Menu Cara Penangkaran
3.14.3 Perancangan Struktur Menu List Item Cara Pembiakan
Perancangan menu list item cara pembiakan merupakan rancangan yang menggambarkan menu-menu yang ada pada Cara Pembiakan
SISTEM INFORMASI CARA PEMBIAKAN
Aplikasi Cara Pembiakan
Gambar 3. 13 Rancangan Struktur Menu Cara Pembiakan
3.14.4 Perancangan Struktur Menu List Item Jenis Ikan
Perancangan menu list item jenis ikan merupakan rancangan yang menggambarkan menu-menu yang ada pada Jenis Ikan
Penjelasan jenis ikan gurami yang di pilih
Jenis ikan Jenis ikan Jenis ikan
Aplikasi jenis gurami
Gambar 3. 14 Rancangan Struktur Menu Jenis Ikan
3.14.5 Perancangan Struktur Menu List Item budgeting
Perancangan menu list item budgeting merupakan rancangan yang menggambarkan menu-menu yang ada pada budgeting.
Gurami kapas
Gurami bastar Gurami jepun Gurami soang
Budgeting
Gurami poselen Gurami paris
Gambar 3.15 Rancang struktur Menu budgeting
3.15.6 Perancangan Struktur Menu List Item TIPS
Perancangan menu list item TIPS merupakan rancangan yang menggambarkan menu-menu yang ada pada TIPS.
Infoemasi TIPS penagkaran yanga baik
Aplikasi TIPS
Gambar 3.16 Rancang struktur Menu Tips