1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19) cenderung meningkat dari waktu ke waktu, menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang lebih, dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam peraturan bupati gresik nomor 12 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Gresik dalam upaya mencegah meluasnya penyebaran covid-19, diberlakukan PSBB di sebagian wilayah dalam bentuk pembatasan aktivitas luar rumah yang dilakukan oleh setiap orang berdomisili atau berkegiatan pada di sebagian wilayah daerah. Pembatasan aktivitas luar rumah dalam pelaksanaan PSBB seperti pelaksanaan pembelajaran di Sekolah/Madrasah dan/atau institusi pendidikan lainnya, pelaksanaan pembelajaran di industri dalam rangka magang, praktek kerja lapangan dan/atau kegiatan lainnya, aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya dan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.Dalam pelaksanaan PSBB semua penduduk dilarang beraktivitas diluar rumah mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.
Kabupaten gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri di Jawa Timur dan dikenal sebagai tempat berdirinya Pabrik Semen pertama dan perusahaan semen terbesar di Indonesia yaitu Semen Gresik dan sekarang sudah berubah menjadi Semen Indonesia. Kabupaten Gresik bisa juga dibilang sebagai Kota Santri dan dapat mengembangkan potensi wisata religi dengan menelusuri jejak peninggalan Wali Songo. Selain itu, Gresik juga memiliki potensi wilayah panorama alam, seperti Pulau Bawean, Pantai Delegan dan lainnya. Sebagai daerah otonom dituntut untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan semua potensi daerah yang digali dari dalama wilayah daerah bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, pengelolaan kekayaan yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah yang menjadi sumber pendapatan asli daerah maka pemerintah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat serta menjaga dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Pengembangan dan pembangunan daerah harus sesuai dengan kondisi serta aspirasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang. Apabila pelaksanaan prioritas pembangunan daerah kurang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah, maka pemanfaatan sumber daya yang ada akan menjadi kurang optimal, sehingga dapat mengakibatkan lambatnya proses pertumbuhan ekonomi daerah yang bersangkutan. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolak ukur yang dapat dipakai untuk melihat keberhasilan pembangunan suatu daerah dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi.
Potensi pajak berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sektoral dan sistem serta kemampuan aparatur pemerintah daerah untuk menggali sumber-sumber pajak potensial yang dapat dijadikan sebagai basis utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Gresik. Pendapatan asli daerah sebagai salah satu sumber penerimaan daerah yang didapat dari dalam daerah dan harus dioptimalkan agar dapat mewujudkan kemadirian lokal artinya pemerintah daerah dapat membangun wilayahnya sendiri dan tidak bergantung pada pemerintah pusat.
Perkembangan ekonomi menyebabkan pemungutan pajak yang semakin meningkat walaupun tarif pajak tidak berubah dan meningkatnya penerimaan pajak menyebabkan pengeluaran pemerintah juga semakin meningkat (Sumual, 2016).
Pembangunan ekonomi saat ini menuntut pemerintah maupun masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah dalam rangka menunjang perekonomian menuju kearah yang lebih baik (Gebriany Pirade Wenur dan Herman Karamoy 2020).
Sumber pendapatan daerah berasal dari bantuan pemerintah pusat dan juga berasal dari pemerintah daerah sendiri. Tetapi, tidak semua sumber-sumber pembiayaan pemerintah pusat dapat diberikan kepada daerah. Pemerintah daerah diwajibkan untuk dapat menggali segala sumber-sumber keuangannya sendiri berdasarkan peraturan perundangan (Dewi Sartika dan Atika Ulfa 2019). Pajak Daerah merupakan iuran wajib yang harus dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan undang-undang yang
berlaku dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan daerah (A. Imam Zulfikar, 2019).
Pajak Daerah merupakan salah satu pendapatan asli daerah yang diharapkan menjadi sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah untuk memajukan daerah, seperti dapat ditempuh suatu kebijaksanaan yang mewajibkan setiap orang untuk membayar pajak sesuai dengan kewajibannya.
Banyaknya kebutuhan daerah dapat dibiayai oleh Pendapatan Asli Daerah, maka semakin tinggi tingkat kualitas otonomi daerah dan semakin mandiri dalam bidang keuangan daerahnya. Pemerintah Kabupaten Gresik khususnya BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) selalu menaikkan target pencapaian pajak daerah yang akan dipungut, selaku perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan Pajak Daerah perlu mengupayakan optimalisasi dan pemungutan pajak daerah guna memperoleh pendapatan yang cukup besar.
Sesuai ketentuan umum pasal 1 nomor 9 Keputusan Menteri dalam Negeri nomor 35 Tahun 2002 Biaya Pemungutan adalah biaya yang diberikan kepada aparat pelaksana pemungutan dan aparat penunjang pemungutan dalam rangka kegiatan pemungutan, dalam pasal 3 ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan bahwa Biaya Pemungutan ditetapkan paling tinggi sebesar 5% dari realisasi penerimaan Pajak Daerah dan selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Biaya pemungutan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pada dasarnya hanya mengatur biaya pemungutan yang diberikan kepada aparat pelaksana yang diperhitungkan dari realisasi penerimaan yang fungsinya sebagai upah jasa pungut atau insentif yang diberikan kepada aparat pelaksana pemungutan agar lebih meningkatkan kegiatannya dalam melaksanakan pemungutan Pajak Daerah.
Menurut Rochmat Soemitro Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplus nya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment. Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan diberlakukannya otonomi daerah, setiap pemerintahan daerah dituntut untuk
meningkatkan sumber pendapatan asli daerah guna untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah dan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pendapatan asli daerah merupakan salah satu modal dasar pemerintahan daerah dalam mendapatkan dana pembangunan dan untuk memenuhi belanja daerah. Pendapatan asli daerah merupakan pendapatan yang diperoleh daerah dan dipungut berdasarkan peraturan daerah dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Otonomi daerah di Indonesia memiliki fungsi dalam mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Untuk dapat mewujudkan hal itu, segala potensi dan sumber daya yang ada harus dialokasikan secara efektif dan efisien secara terus- menerus sehingga pembangunan nasional dapat terwujud. Hal ini terlihat pada pemerintah pusat melalui otonomi kepada pemerintah daerah untuk mengelolah daerahnya sendiri. Pendapatan asli daerah Kabupaten Gresik berasal dari sektor pajak daerah seperti pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan (PPJ). Pajak parkir, pajak air, pajak mineral bukan logam, pajak bumi dan bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Dari beberapa komponen pendapatan asli daerah terdapat salah satu komponen yang sumber penerimaan merupakan yang terpenting yaitu pajak daerah. Pajak daerah merupakan salah satu komponen pendapatan asli daerah yang dipandang sebagai salah satu alternative sumber pembiayaan bagi keuangan daerah yang mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Penelitian oleh Muhaimin et al (2019) penelitian menunjukka bahwa potensi pajak reklame yang dimiliki Kota Makassar untuk tahun 2014 sampai 2016 mengalami peningkatan tiap tahunnya, namun masih terdapat potensi yang belum tergali secara optimal. Penelitian oleh Dewi Sartika et al (2019) penelitian menunjukkan dari sisi capaian pajak termasuk pada kriteria efektif. Dari perhitungan pertumbuhan tergolong tidak berhasil. Sedangkan dari kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah termasuk pada kriteria cukup baik. Capaian retribusi juga termasuk pada kriteria efektif. Penelitian oleh Ni Kadek Novia Indrawati Putri et al (2019) penelitian menunjukkan dari sisi capaian pajak termasuk pada kriteria efektif. Dari perhitungan pertumbuhan tergolong tidak berhasil. Sedangkan dari kontribusinya terhadap
Pendapatan Asli Daerah termasuk pada kriteria cukup baik. Capaian retribusi juga termasuk pada kriteria efektif.
Perbedaan dari penelitian terdahulu pada penelitian ini menggunakan objek dan data yang berbeda yang telah diambil di BPPKAD Kabupaten Gresik, tahun yang digunakan menggunakan tahun terbaru 2019 dan 2020, dengan menggunakan tahun tersebut bisa juga digunakan untuk mengetahui potensi pajak daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah sebelum maupun sesudah pandemic covid-19. Berdasarkan uraian diatas maka penulis menggunakan judul “analisis potensi pajak daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah sebelum dan sesudah masa pandemi covid-19 di Kabupaten Gresik”.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Berapa tingkat ratio efektivitas, efisiensi dan kontribusi sebelum dan sesudah pandemic covid-19”
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ratio efektivitas, efisiensi dan kontribusi tahun anggaran sebelum dan sesudah covid-19.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis maupun manfaat praktis, antara lain sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, referensi maupun menambah pengetahuan perpajakan khususnya mengenai pajak daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah pada saat sebelum dan sesudah covid-19 di Kabupaten Gresik.
2. Bagi Praktis
Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan penjelasan secara jelas mengenai perbedaan tingkat efektivitas, efisiensi dan kontribusi pajak daerah sebagai sumber
pendapatan asli daerah sebelum dan sesudah pandemic covid-19. Serta sebagai referensi untuk menyelesaikan tugas atau penelitian serupa dimasa yang akan datang.
D. Batasan Penelitian
Penelitian ini hanya membahas pajak daerah dan retribusi daerah pada sebelum dan saat covid-19 menjadi pandemic, data yang digunakan laporan pendapatan asli daerah tahun 2019 dan 2020.