• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PERJALANAN KE EROPA Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag Dr. H. Ruswan, M.A.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PERJALANAN KE EROPA Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag Dr. H. Ruswan, M.A."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PERJALANAN KE EROPA Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag

Dr. H. Ruswan, M.A.

Hari pertama:

Pada tanggal 14 Nopember 2015, kami: Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag. bersama dengan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. H. Ruswan, M.A. berangkat menuju Netherlands. Berangkat dari Bandar Udara Ahmad Yani Semarang pukul 15.30, dan sampai di Jakarta pukul 16.40. Karena waktu yang cukup terbatas kami berdua langsung melakukan check in untuk penerbangan ke Amsterdam. Setelah melewati pintu pemeriksaan imigrasi kami menuju Longue Garuda untuk menunggu waktu penerbangan.

Pada pukul 20.30 kami boarding ke Garuda Airline. Untuk diketahui bahwa dalam perjalanan menuju Amsterdam, pesawat melakukan stop over di Bandara Changi Singapura kurang lebih 30 menit. Setelah itu pesawat melanjutkan perjalanan ke Amsterdam.

Hari Kedua:

Tanggal 15 Nopember pukul 08.30 waktu setempat kami tiba di Bandar Udara Schipol Amsterdam. Setelah pengurusan bagasi selesai kami langsung menuju Apartemen Htel yang terletak di Laan van de Helende Meesters 421, 1186 AL Amstelveen The Netherlands. Kami harus menunggu beberapa saat karena check in baru bisa dilakukan setelah pukul 14.00.

Setelah check indan istirahat sejenak beristirahat kami keluar menuju Central Amsterdam untuk mengenal lingkungan dan untuk sekedar membeli kebutuhan primer. Setelah itu kami kembali ke penginapan dalam kondisi hari sudah gelap karena di Musim Fall seperti sekarang ini waktu maghrib kurang lebih pukul 17.00. Sedangkan waktu terbit matahari pukul 08.00.

Apalagi hampir setiap hari di Amsterdam mendung dan turun hujan, akibatnya hari menjadi gelap meskipun baru pukul 16.00.

Hari ketiga:

Pada hari ketiga, 16 Nopember 2015, kami menuju Vrije Universiteit (VU) Amsterdam, bergabung dengan para peserta Training Transformatif Leadership utusan dari PMU (Project Managing Unit) dan PIU (Project Implementing Unit) dari 4 perguruan tinggi yang mendapatkan pinjaman dana dari Islamic Development Bank. Di sana kami mengikuti sesi akhir dari Training Leadership tersebut dan melakukan penendatanganan Memorandum of Understanding antara Vrije Universiteit dengan Universitas Islam Negeri Walisongo.

Alhamdu lillah proses penandatangan MoU berjalan dengan baik. Untuk diketahui sebelum acara penendatanganan MoU, Prof. H. Muhibbin, selaku Rektor dipersilahkan untuk menyampaikan sambutan, dan setelah itu giliran tuan rumah yang memberikan sambutan.

Dalam sambutannya Rektor UIN Walisongo menyampaikan bahwa meskipun penandatanganan MoU baru dilaksanakan saat itu, sesungguhnya secara riil kerjasama antara UIN Walisongo dengan VU sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Oleh karena itu menurut Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag. dengan ditandatanganinya MoU ini diharapkan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan, bukan saja berupa training dan sejenisnya, melainkan juga kunjungan dosen, kolaborasi riset dan juga publikasi, penyelenggaraan seminar internasional bersama dan lainnya. Ketika memberikan sambutan Rektor VU juga

(2)

memberikan tanggapan yang posit terhadap penandatanganan MOU tersebut dan menjanjikan akan merencanakan beberapa kegiatan ke depan bersama UIN Walisongo.

Sebagaimana biasanya setelah penendatanganan MoU kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, bahkan bersama semua peserta training. Selanjutnya kami pulang ke Htel untuk beristirahat.

Hari keempat

Pada hari keempat, 17 Nopember 2015, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, kami berdua disertai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Musahadi, M.Ag. yang juga menjadi salah satu peserta Transformatif Leadership Training di Vrije Universiteit berangkat menuju Gottingen, Jerman.

Meskiipun kereta dari Amsterdam Central menuju Hannover, Jerman, terjadwal berangkat pada pukul 09.00, kami terpaksa harus berangkat lebih awal, karena kami harus berjalan kaki menuju Halte Trem yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Dari halte trem sampai ke Amterdam Central memerlukan waktu kurang lebih 30 menit.

Tepat pukul 09.00 kereta "intercity" berangkat dari Amsterdam Central menuju Hannover.

Dalam perjalan kereta harus berhenti di beberapa stasiun, untuk menaik-turunkan penumpang atau untuk pemeriksaan dokumen penumpang terutama ketika memasuki perbatasan Belanda dan Jerman. Pada pukul 13. 18 menit kereta sampai di Stasiun Hannover, Jerman.

Dari sini kami harus berganti kereta "dalam negeri " menuju Gottingen, Jerman. Sambil menunggu jam keberangkatan kereta munuju Gottingen kami mengeksplorasi kota Hannover dengan berjalan kaki hingga kantor walikota dan stadion sepak bola. Hari itu di sekitar stadion cukup ramai, karena sedianya akan dilaksanakan pertandingan persahabatan antara kesebelasan Belanda dengan kesebelasan Jerman. Namun rencana tersebut urung dilaksanakan karena ada ancaman bom di stadion 2 jam sebelum pertandingan.

Setelah itu kami naik kereta menuju Gottingen. Sesampainya di sana kurang lebih pukul 18.00, kami langsung menuju Hotel Asturia yang sebelumnya sudah kami pesan. Setelah cek in dan menaruh barang-barang bawaan ke kamar, kami harus keluar untuk mendatangi undangan makan malam keluarga dari Indonesia yang berada di Gottingen. Di sana sudah ada beberapa orang menunggu dan setelah makan kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari kelima

Pada tanggal 18 Nopember 2015, pagi kami menuju Gottingen University untuk bertemu dengan beberapa profesor sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Sekitar pukul 11.00 kami diterima oleh Prof. Dr. Irene Schneider dan Prof. Dr. Fritz Schulze dari Departemen Arabic and Islamic studies Unjversitas Gottingen. Dalam diskusi dengan mereka, alhamdu lillah telah disepakati untuk menindak lanjuti kerjasama kedua belah pihak dalam kegiatan yang kongkrit, seperti seminar internasional, pengiriman dosen untuk memberikan kuliah dan lainnya.

Pembicaraan dengan kedua profesor tersebut sangat produktif terutama untuk masa depan UIN Walisongo dan juga untuk Islamic Studies di Gottingen University. Dari pembiraan dengan mereka dapat diketahui bahwa Universitas Gottingen juga sangat membutuhkan kerjasama dengan universitas lain, termasuk di Indonesia. Ini yang mendorong terwujudnya kesepakatan untuk bekerjasama dalam bidang bidang yang memungkinkan, seperti seminar bersama, dan juga riset bersama.

(3)

Setelah beberapa komitmen untuk kerjasama dapat diperoleh, kami kemudian menuju kampus lain dari Gottingen university, di mana di sana terdapat Jurusan Astrophysic. Tepat jam yang dijanjikan, yakni jam 14.05, kami diterima oleh Prof. Dr. Wolfram Kollatschny. Diskusi kami berkisar mengenai keinginan kami untuk mendapatkan banyak informasi dari mereka terutama dalam bidang astronomi, karena sebagaimana diketahui bahwa mereka pada tahun ini baru saja mendapatkan hadiah nobel dalam bidang tersebut.

Sementara UIN Walisongo pada saat ini juga sedang mengembangkan program studi Ilmu Falak atau Islamic Astronomy, sehingga sangat tepat bila terjadi kerjasama anatara UIN Walisong dengan Gottingen University, utamanya dalam bidang yang sejenis. Alhamdu lillah telah terjadi kesepahaman mengenai berbagai hal, termasuk undangan untuk profesor dalam bidang astrophysic untuk menyampaikan kuliah di UIN Walisongo dan sekaligus untuk mendesain kurikulum prodi ilmu falak, sehingga nantinya tidak hanya terfokus pada persoalan yang terkait dengan ibadah semata.

Di masa yang akan datang kami berharap program studi ilmu falak ini akan kami kembangkan menjadi lebih luas, sebagaimana aslinya, yakni tidak saja menyangkuit persoalan yang terkait dengan ibadah semata, tetapi juga menyangkut hal hal yang terkait dengan planet dan cuaca, sehingga ilmu tersebut akan dapat bermanfaat bagi manusia secara lebih luas dan umum.

Setelah secara singkat berdiskusi dengan Prof. Kollatchny tersebut, kami langsung menuju ke stasiun untuk kembali ke Amsterdam. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa kalaupun kami harus pulang hari Kamis, akan sama saja dan sangat mungkin tidak akan dapat beristirahat.Pertimbangan pulang malam tersebut agar dapat beristirahat di Amsterdam sebelum nantinya melaksanakan aktifitas kembali bersama dengan Vrije University pada hari Jumat.

Hari keenam

Tanggal 19 Nopember 2015 diisi dengan kegiatan tour kebudayaan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat kultur masyarakat Belanda yang barangkali bisa dikembangkan di tanah air.

Sebagai masyarakat yang masih berkembang sudah selayaknya banyak belajar dari mereka yang terlebih dahulu maju. Karena diyakini pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah/kampus, tetapi juga di rumah dan masyarakat. Kegiatan tourkebudayaan juga memberikan kesempatan untuk menyegarkan kembali fisik dan psikhis setelah sehari sebelumnya melakukan perjalan jauh ke Jerman.

Hari ketujuah

Hari Jumat, tanggal 20 Nopember 20, sebagaimana permintaan dari pihak Vrije Universiteit, kami ikut bersama para peserta training sekaligus sebagai sebuah penyaksian atas keberhasilan training tersebut. Walaupun tidak dilakukan upacara penutupan sebagaimana yang biasa terjadi di tahah air, akan tetapi secara sederhana pastilah ada sedikit kata pengakhiran yang disertai dengan penyampaian sertifikat untuk para peserta training.

Sebagai pimpinan UIN Walisongo yang mengikutsertakan lima dosen, kami sangat senang dan berterima kasih kepada pihak VU yang telah melakukan training, khususnya dalam membekali para pengurus PIU untuk persiapan menjalankan tugas yang lebih berat, yakni pelaksanaan projek besar yang support dananya merupakan pinjaman dari Islamic Development Bank.

Pada Jumat tersebut ternyata banyak hal yang kami temukan, terutama setelah shalat Jumat bersama Muslim Indonesia di Amsterdam, yakni berbagai informasi seputar kegiatan dan

(4)

perkembangan muslim di Eropa dan khususnya di Amsterdam. Banyak hal yang harus dengan cepat dibenahi sehingga akan tetap membuat eksis Islam rahmatan lil alamain. Ada ancaman dari pihak-pihak tertentu yang berpotensi dan bahkan sudah merusak keberadaan Islam yang damai tersebut, sehingga harus dicarikan benteng yang kokoh agar masyarakat tetap pada jalur yang benar.

Hari ke delapan:

Pada hari Sabtu, 21 Nopember 2015, kami melakukan kunjungan ke berbagai tempat yang dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kami, dalam upaya untuk meningkatkan lembaga UIN Walisongo. Salah satunya ialah mengunjungi universitas Leiden. Universitas Leiden ini memiliki reputasi internasional dalam kajian Islam. Di universitas inilah Prof.

Snouck Hurgronje mengajar. Souck merupakan peneliti Islam dan pernah meneliti tentang Aceh sehingga menghasilkan karya yang dalam bahasa Inggris berjudul "The Acehness". Dia juga pernah menjadi penasihat pemerintah Hindia Belanda, terutama terkait dengan kebijakan pemerintah kolonial dalam urusan agama dan budaya masyarakat pribumi.

Tidak ada pembicaraan mengenai kerjasama dengan pihak Universitas Leiden, akan tetapi dengan mengunjungi kampusnya, kami dapat mengumpulkan berbagai informasi dan sekaligus pengamatan untuk kemudian kami pertimbangkan sebagai salah satu aspek dalam mengembangkan dan memajukan UIN Walisongo. Bahkan kunjungan hari Sabtu tersebut hingga waktu sampai pukul 09.00 malam, sehingga praktis tidak ada waktu lagi untuk melakukan sesuatu yang lain.

Hari ke sepuluh

Hari Minggu, tanggal 22 Nopember 2015, merupakan hari terakhir tugas kami di Belanda.

Sejak pagi hari sebelum matahari menampakkan diri yang normalnya baru pada kurang lebih pukul 08.00, kami melakukan persiapan untuk kembali ke tanah air. Membersihkan ruang dan seluruh peralatan dapur dan mengemasi barang-barang yang akan dibawa pulang ke tanah air.

Pukul 10.00 kami keluar kamar menuju resepsionis hotel untuk penyelesaian administrasi hotel. Tepat pukul 11.00 kami check out dari Apartemen Htel dan langsung menuju Bandar Udara Schipol Amsterdam untuk kembali ke tanah air.

Berbeda dengan ketika berangkat, penerbangan dari Amsterdam ke Jakarta tidak ada transit.

Meskipun demikian di luar dugaan terjadi keterlambatan kurang lebih selama 7 (tujuh) jam.

Pesawat dari Schipol Amsterdam yang sedianya terbang pukul 15.30 baru bisa terbang pada pukul 22.30. Akibatnya kami baru bisa sampai di Jakarta pada hari Senin, 23 Nopember 2015 pukul 19.30. Karena waktu itu sudah tidak ada penerbangan ke Semarang, maka perjalanan ke Semarang baru bisa dilakukan pada hari Selasa, 24 Nopember 2015 pukul 5.40. Alhamdu lillah pada pukul 07.00 kami bisa sampai di Semarang dengan selamat.

Itulah akhir dari perjalanan kami ke Eropa untuk menjalin dan memperluas jaringan kerjasama antar perguruan tinggi, yakni antara UIN Walisongo dengan universitas di Eropa.

Semogasemua itu memberikan manfaat bagi semua khususnya untuk mempercepat pengembangan UIN Walisongo menuju Universitas Islam Riset terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada tahun 1938. Amin.

Semarang, 24 Nopember 2015 Yang Melakukan Perjalanan,

(5)

Prof. Dr. H. Muhibbin, M.Ag Dr. H. Ruswan, M.A.

NIP. 19600312 1987031007 NIP. 19680424 1993031004

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata bahwa putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum

Draft Program Kerja Ormawa FKIP Universitas Mataram adalah rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh UKMF dan/atau HMPS FKIP Universitas Mataram untuk jangka waktu 1 tahun ke

Untuk menjawab hal tersebut, pada tanggal 9 Desember 2009 di Universitas Padjadjaran, Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) akan melaksanakan rapat kerja

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Silvia Anitasari dan Liliwati (2005) tentang kesehatan gigi dan mulut pada murid-murid

Invensi ini memiliki kesesuaian dengan program Perguruan Tinggi Islam (PTI) sebagai centre of excellence karena dengan visualisasi tata surya berbasis komputer

Dengan lain perkataan ketentuan arbitrase dibuat untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul dikemudian hari (pactum de comprometendo). Misalnya “apabila dikemudian hari

Dari Ketua Kamar Peradilan Agama MA RI ( Prof. Pengamanan dalam sidang harus diperketat, jangan sampai jatuh korban lagi seperti yang lalu di PA Batam dan beberapa

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata bahwa putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum