PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
POKOK USAHA DAN ENERGI DI KELAS XI SEMESTER I MAN SIABU
T.P 2012/2013
Oleh : Syofiyah Lubis NIM 408321054
Program Studi Pendidikan Fisika
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Skripsi ini berjudul “ Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Teradap Hasil Belajar Siswa pada Materi pokok Usaha dan Energi di Kelas XI semester I MAN siabu T.P 2012/2013” Diajukan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada bapak Drs. Rahmatsyah, M.Si., sebagai Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal pembuatan proposal dan penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Ibu Dr. Mariati P. Simanjuntak., Bapak Drs.Jonny H. Panggabean, M.Si, dan Bapak Drs.Nurdin Bukit, M.Si., selaku Dosen Penguji I, II, III yang telah memberikan masukan dan saran dalam penyempurnaan skripsi ini. Dan tak lupa pula ucapan terima kasih saya kepada Bapak Dr. Eidi Sihombing selaku Dosen Pembimbing Akademik dan kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Fisika FMIPA UNIMED. Kepada ibu Dra. Derlina, M.Si selaku ketua jurusan fisika dan kepada Bapak Drs. Sehat Simatupang, M.Si., selaku prodi fisika. Penghargaan sebesar-besarnya disampaikan kepada Bapak dan Ibu guru MAN Siabu yang telah memberikan izin penelitian dan telah banyak membantu selama penelitian ini dilaksanakan.
penulis untuk dapat menyelesaikan studi di UNIMED ini. Kepada adinda-adinda tersayang, Ahmad Hidayat , Khoirul Mujahit, semoga kalian bisa lebih baik dari kakak.
Spesial buat sahabat yang membantu penulis, menyampaikan terima kasih kepada sahabat-sahabat terbaikku, Geng Pelangi (Bikril, Dayu, Dewi, dan Yulia), Bang Arman, Bang Abi , Rahmi, Pita, Teman-teman kosku Kak Novy, kiki, Ika, dan Aida serta teman-teman yang tidak penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan motivasi dan saran-saran kepada penulis. Terakhir penulis ucapkan kepada Seluruh teman-teman seperjuangan Fisika Ekstensi ’08 pengertiannya dan motivasinya.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin mencoba memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan skripsi ini, namun penulis menyadari bahwa skripsi ini belum bisa disebut sempurna, masih banyak kekurangan dan kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa penulisannya yang mana dikarenakan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini dapat bermanfaat dalam penelitian pendidikan fisika dan bidang lainnya.
Medan, 2012 Penulis
iii
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
POKOK USAHA DAN ENERGI DI KELAS XI SEMESTER I MAN SIABU
T.P 2012/2013
Syofiyah Lubis ( NIM 408321054) ABSTRAK
Telah dilakukan Penelitian pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok usaha dan energi di kelas XI Semester I MAN Siabu T.P 2012/2013 dengan tujuan mengetahui adanya pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MAN Siabu T.P yang berjumlah 2012/2013 yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas XI-1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 32 orang dan kelas XI-2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar yang dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 soal yang terdiri dari 5 pilihan.
Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 30,47 dengan simpangan baku 8,74 dan nilai rata-rata kelas kontrol 29,50 dengan simpangan baku 8,02. Pada pengujian normalitas untuk pretes diperoleh pada kelas eksperimen dengan Lhitung = 0,1447 dan Ltabel = 0,1661, untuk kelas kontrol
dengan Lhitung = 0,1549 dan Ltabel = 0,1566, sehingga diperoleh Lhitung < Ltabel, maka
data kedua kelas berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung =
1,19 dan Ftabel = 1,80 sehingga Fhitung < Ftabel , maka kedua sampel berasal dari
kelompok yang homogen. Dari hasil uji beda nilai kedua kelas pada taraf signifikan α = 0,05 diperoleh thitung = - 0,47 dan ttabel = 2,00, sehingga thitung < ttabel
maka Ho diterima, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai pretes
kedua kelas, dengan demikian kedua kelas memiliki kemampuan awal yang sama, kemudian diberi perlakuan yang berbeda. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 75,47 dengan simpangan baku 9,62 dan kelas kontrol 65,83 dengan simpangan baku 7,20. Hasil uji t diperoleh thitung = 4,45 maka dan ttabel = 1,67, sehingga thitung > ttabel maka Ha
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Daftar Gambar viii
Daftar Tabel ix
Daftar Lampiran x
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 1.2. Identifikasi Masalah 4 1.3. Batasan Masalah 4 1.4. Rumusan Masalah 5 1.5. Tujuan Penelitian 5 1.6. Manfaat Penelitian 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis 7 2.1.1. Pengertian Belajar 7 2.1.2. Aktivitas Belajar 9 2.1.3. Hasil Belajar 9
2.2. Pengertian Model Pembelajaran 10
2.3. Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing 10
2.4. Tahapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing 13
2.5. Kelebihan dan Kelemahan Inkuiri Terbimbing 14
2.6. Model Pembelajaran Konvensional 15
2.7. Kajian Materi 16
2.8. Kerangka Konseptual 20
2.3 Hipotesis Penelitian 22
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 23
3.1.1 Tempat Penelitian 23
3.1.2 Waktu Penelitian 23
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 23
3.2.1 Populasi Penelitian 23
3.2.2 Sampel Penelitian 23
3.3 Variabel Penelitian 23
3.4 Jenis dan Desain Penelitian 24
3.5 Prosedur Penelitian 25
3.6.1 Validitas Isi 27
3.6.2 Validitas Ramalan 28
3.6.3 Reliabilitas Tes 28
3.6.4 Tingkat Kesukaran Tes 29
3.6.5. Daya Beda Tes 30
3.6.6.Instrumen Aktivitas Siswa 30
3.7 Teknik Pengolahan Data 31
3.8 Teknik Analisis Data 31
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.Hasil Penelitian 36
4.1.1.Data Nilai Pretes Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 36 4.1.2.Data Nilai Postes Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol 37 4.1.3.Data Observasi Aktivitas Siswa 38 4.1.4.Uji Persyaratan Analisis Data 39 4.1.4.1. Uji Normalitas Data 39
4.1.4.2. Uji Homogenitas 40 4.1.4.3. Uji Hipotesis 40 4.2. Pembahasan Penelitian 41 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan 43
5.2. Saran 44
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing 13
Tabel 3.1. Two Group Pretes-posttest Kontrol group design 24
Tabel 3.2. Kisi-Kisi Tes Hasil belajar 27
Tabel 3.3.Reliabilitas Tes 29 Tabel 3.4. Tingkat Kesukaran tes 29 Tabel 3.5 Indeks Daya Pembeda 30 Tabel 3.6. Kategori Aktivitas 32
Tabel 4.1. Data Nilai Pretes Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol 36
Tabel 4.2. Data Nilai Postes Kelas Eksperimen Dan Kelas Kontrol 37
Tabel 4.3 Rekapitalisasi Hasil Lembar Observasi Aktifitas 38
Tabel 4.4. Skor Aktivitas Belajar Siswa 39
Tabel 4.5. Hasil Uji Normalitas Data 39
Tabel 4.5. Hasil Uji Homogenitas Data 40
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Usaha Pada Suatu Benda 17
Gambar 2.2 Gaya Yang Membentuk Sudut 17 Gambar 2.3 Energi Potensial Suatu Benda 18
Gambar 3.1 Rancangan Penelitian 26
Gambar 4.1 Diagram Batang Nilai Pretes Kelas Eksperimen dan Kontrol 37 Gambar 4.2 Diagram Batang Nilai Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol 38
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Lembar Observasi Siswa 47 Lampiran 2. Lembar wawancara guru 51 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I 55 Lampiran 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) II 70 Lampiran 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) III 86 Lampiran 6. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) I 99 Lampiran 7. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) II 102 Lampiran 8. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) III 104 Lampiran 9. Kisi-kisi Tes Hasil Belajar 106
Lampiran 10. Tes Hasil Belajar 117
Lampiran 11. Kunci Jawaban 122
Lampiran 25. Uji Normalitas 138
Lampiran 26. Uji Homogenitas 141
Lampiran 27. Uji Hipotesis 143
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1LATAR BELAKANG MASALAH
Fisika sebagai salah satu cabang dari IPA yang mempelajari gejala-gejala alam dan peristiwa alam baik yang dapat dilihat maupun yang bersifat abstrak. Dalam hal ini merupakan tantangan bagi guru yang berperan sebagai mediator dan fasilitator harus mampu merancang pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memahami gejala-gejala alam dan peristiwa alam baik yang dapa dilihat atapun yang bersifat abstrak.
Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran sebagaimana Slameto (2010:98) menyatakan bahwa: “peran guru telah meningkat dari sebagai pengajar, menjadi sebagai direktur pengarah belajar”. Sebagai direktur pengarah belajar, tugas dan tanggung jawab guru menjadi lebih meningkat yang kedalamnya termasuk fungsi guru sebagai perencana pengajaran, pengelola pengajaran, penilai hasil belajar, motivator belajar, dan sebagai pembimbing.
Model pembelajaran konvensional kurang mengena untuk diterapkan pada pembelajaran fisika karena sesungguhnya fisika merupakan bagian dari Ilmu pengetahuan alam secara sistematis, sehingga fisika bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan beberapa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu latihan inkuiri. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup.
2
Dari hasil wawancara dengan salah satu guru bidang studi fisika diketahui nilai rata–rata ujian siswa semester I adalah 68,3. Ketuntasan Kompetensi Minimal (KKM) di sekolah tersebut untuk mata pelajaran fisika adalah 70. Dapat dikatakan bahwa nilai rata-rata siswa masih rendah. Lebih lanjut guru tersebut mengatakan bahwa salah satu penyebab rendahnya hasil belajar fisika siswa karena kebiasaan belajar siswa yang memusatkan pembelajaran pada guru.
Salah satu pembenahan dalam proses belajar mengajar fisika yang dapat dilakukan adalah penerapan model pembelajaran yang kreatif, aplikatif dan menyenangkan, sehingga siswa mudah memahami dan menguasai konsep fisika dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Strategi yang tepat dalam mengajarkan fisika akan membantu siswa lebih memahami dan menikmati pelajaran ini.
Mengingat bahwa proses pembelajaran fisika merupakan proses pembelajaran untuk membuktikan sesuatu yang masih teori. Perlu diterapkan model pembelajaran dari fakta menuju teori. Salah satu model dari fakta menuju teori adalah model inkuiri terbimbing.
Dasar pemecahan masalah ini adalah kemampuan untuk belajar dalam situasi proses berpikir. Indrawati dalam Trianto (2009: 165) menyatakan bahwa suatu pelajaran pada umumnya akan lebih aktif bila diselenggarakan melalui model-model Salah satunya model pembelajaran latihan inkuiri terbimbing.
Gulo (2002), menyatakan startegi inkuiri berarti suatu rangakaian belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis dan analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri terbimbing adalah: 1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan pembelajaran. 2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan 3) Mengembangkan sikap percaya diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri terbimbing.
3
Penggunaan fakta evidensi (informasi, fakta). Berdasarkan hasil penelitian Andriani, dkk., (2011) proses pembelajaran inkuiri terbimbing dituntut kinerja yang ekstra bagi guru untuk mengendalikan kelas dalam kegiatan pembelajaran serta membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada tiap fase pembelajarannya.
Pembelajaran inkuiri terbimbing dirancang untuk mengajak siswa secara langsung kedalam proses ilmiah dalam waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian Schlenker dalam Trianto (2009: 167) menunjukkan bahwa latihan inkuiri dengan dapat meningkatkan pemahaman sains, produktif dalam berpikir, dan siswa jadi terampil dalam memproleh dan menganalisis informasi.
Jika penerapan model inkuiri terlaksana dengan baik maka proses belajar mengajar yang dilakukan dengan model inkuiri terbimbing baik dari aspek kognitif maupun antusias yang dilakukan siswa dapat menghasilkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan Hasil penelitian Wahyudin dan Isa (2010) tentang keefektifan pembelajaran berbantuan multimedia menggunakan Inkuiri terbimbing untuk meningkatkan dan pemahaman siswa bahwa ketuntasan belajar dengan menggunakan model inkuiri terbimbing meningkat. Rata-rata hasil belajar cukup signifikan karena secara individu siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari 13 siswa menjadi 38 siswa. Pemahaman siswa meningkat dari 40% dinyatakan paham menjadi 95% dinyatakan paham, hasil analisis tanggapan siswa terhadap pengajaran diperoleh rata-rata tanggapan siswa sebelum tindakan sebesar 72,90%. Setelah tindakan menjadi 76,81%. Secara keseluruhan nilai yang diperoleh untuk setiap indikator meningkat.
Sejalan dengan hal di atas penelitian yang dilakukan Andriani, dkk., (2011) yang dilaksanakan di kelas VIII.2 Muara Padang, aktivitas emosi, aktivitas menulis, aktivitas mendengarkan, aktivitas bertanya, aktivitas mengemukakan pendapatnya dan aktivitas berfikir siswa meningkat setelah terlaksananya model pembelajaran inkuiri terbimbing ini.
4
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk melakukan pengelolaan kelas lebih serta memanfaatkan waktu sebaik mungkin sesuai dengan yang direncanakan.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ” Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Usaha dan energi di Kelas XI Semester I MAN Siabu T.P 2012/2013”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah yang relevan dengan penelitian antara lain :
1) Rendahnya hasil belajar fisika siswa.
2) Fisika merupakan pelajaran yang sulit dan kurang menarik. 3) Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi.
4) Kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar sehingga mengakibatkan minimnya penguasan konsep pada siswa..
1.3 Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1) Model pembelajaran yang diberikan kepada siswa dibatasi model pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas eksperimen dan model pembelajaran konvensional di kelas kontrol.
2) Materi hanya dibatasi pada materi pokok usaha dan energi kelas XI semester 1 MAN Siabu Kabupaten Mandailing Natal.
5
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas , maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1) Bagaimanakah hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional dan inkuiri terbimbing materi pokok usaha dan energi di kelas XI semester I MAN Siabu Kabupaten Mandailing Natal T.A 2012/2013
2) Bagaimana aktivitas belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing materi pokok usaha dan energi di kelas XI semester I MAN Siabu Kabupaten Mandailing Natal T.A 2012/2013
3) Apakah ada pengaruh hasil belajar siswa setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok usaha dan energi di kelas XI semester I MAN Siabu Kabupaten Mandailing Natal T.A 2012/2013
1.5. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1) Untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok usaha dan energi di kelas XI semester I MAN Siabu Kabupaten Mandailing Natal T.A 2012/2013
2) Untuk melihat aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok usaha dan energi di kelas XI semester I MAN Siabu T.A 2012/2013
6
1.6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1) Sebagai pedoman bagi peneliti sebagai calon guru fisika dalam melaksanakan pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk nantinya diterapkan di lapangan.
2) Sebagai usaha pengembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang pelajaran fisika.
43
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada temuan-temuan dari data-data hasil penelitian, sistematika sajiannya dilakukan dengan memperhatikan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Adapun kesimpulan yang diperoleh antara lain : 1. Hasil belajar fisika siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok usaha dan energi di kelas XI di MAN Siabu T.A. 2012/2013 sebelum diberikan perlakuan rata-rata pretes sebesar 30,5 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata-rata-rata postes siswa sebesar 75,5.
2. Hasil belajar fisika siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada materi pokok usaha dan energi di kelas XI di MAN Siabu T.A. 2012/2013 sebelum diberikan perlakuan rata-rata pretes sebesar 29,5 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata postes siswa sebesar 65,8
3. Ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok Usaha dan energi di kelas XI MAN Siabu T.A. 2012/2013 dengan thitung >
ttabel atau 4,45> 1,67 yang artinya Ha diterima Ho ditolak pada taraf
siginifikan α = 0,05
44
5.2. Saran
Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, maka peneliti mempunyai beberapa saran, yaitu :
45
DAFTAR PUSTAKA
Amin, M., (1987), Mengajar Ilmu pengetahuan alam (IPA) dengan menggunakan metode discovery dan inkuiri, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan dan Tinggi, Yogyakarta.
Andriani, N., Husaini, I., dan Nurliyah, L., (2011), Efektifitas Penerapan Pembelajaran Inkuiri terbimbing (Guided Inkuiri) Pada Mata Pelajaran Fisika Pokok Bahasan Cahaya Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Muara Padang, Prosiding Simposium Nasional Inovasi Pembelajaran dan Sains: 1-5
Arikunto, S., (2007), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Bonnstetter, R.J., (2012), Inquiry: Learning from the Past with an Eye on the Future, University of Nebraska, Lincoln: http://wolfweb.unr.edu/homepage/jcannon/ejse/bonnstetter.html#top
Bahri, S.D., dan Zain, A., ( 2010), Strategi belajar mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta
Dahar, R.W., (2006), Teori – Teori Belajar, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Dimayati, dan Mudjiono.(2009), Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Fakultas dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan, (2010), Buku Pedoman Penuilisan Skripsi Mahasiswa Dan Standar Operasional (SOP) Kepembimbingan Skripsi Program Studi Pendidikan , Penerbit FMIPA UNIMED, Medan.
Gulo, W.,(2002). Strategi Belajar Mengajar, Penerbit PT Grasindo, Jakarta.
Giancoli, D.C., (2011), Fisika Jilid 1 Edisi ke Lima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Hamalik, O., (2010), Proses Belajar Mengajar, Penerbit PT Bumi Aksara, Jakarta.
Herdy (2010), http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/model-pembelajaran-inkuiri/ l (accessed juli 2012)
46
Margono, S., ((2010), Metodologi penelitian pendidikan, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Purwanto, B., (2009), Teory and Application Physic for Grade X of Senior High School and Islamic Senior High School, Penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo.
Sagala, S., (2009), Konsep dan makna Pembelajaran, Alfabeta, Bandung.
Sardiman, A. M., (2009), Intraksi Dan Motivasi Belajar Mengajr, Penerbit Rajawali Press, Jakarta.
Slameto., (2009), Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Sudjana., (2005), Metoda Statistika, Penerbit Tarsito, Bandung.
Sugiyono, (2010), Statistika untuk penelitian, Penerbit Alfabeta, Bandung.
Suryosubroto., (2009), Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Penerbit PT Rhineka Cipta, Jakarta.
Trianto., (2010), Mendesain Model pembelajaran Inovatif-Progresif, Penerbit Kencana, Jakarta.
Wahyudin dan Isa, A., (2010), http://joornal.unnes.ac.id: Keefektipan Pembelajaran Berbantuan Multimedia Menggunakan Metode Inkuiri terbimbingUntuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa, Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 : 58-62