• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Pada.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Pada."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Sistem skor pada pneumonia komunitas berdasarkan PORT
Tabel 2. Antibiotik Pada Terapi Empiris Pneumonia Komunitas - Tanpa faktor modifikasi : Golongan betalaktam atau betalaktam + anti betalaktamase
Gambar 1. Algoritme penatalaksanaan pneumonia komunitas (PDPI, 2003)
Tabel 3. Dosis, Frekuensi dan Durasi Antibiotik Nama Antibiotik Dosis Frekuensi

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi ketepatan indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis pada pasien pneumonia pediatrik

Kajian kualitas penggunaan antibiotik pneumonia di Balai Kesehatan “X” Surakarta Tahun 2012-2013 berdasarkan metode Gyssens dari 36 sampel pasien dan 47 regimen antibiotik

Coli, Klebsiella sp, Proteus sp merupakan penyebab pneumonia nosokominal yang resisten terhadap antibiotik yang beredar di rumah sakit. Antibiotik yang resisten yaitu

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pengobatan pneumonia anak di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr Moewardi Surakarta periode

Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya tentang penggunaan antibiotik pada anak penderita ISPA di Instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Wonogiri, disimpulkan bahwa antibiotik

Pneumonia nosokomial onset lanjut tanpa pemberian antibiotik sebelumnya umumnya yang berasal dari mikroorganisme yang serupa dengan mikroorganisme pada

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di instalasi rawat inap Rumah Sakit Islam Klaten tahun 2015

Hal ini karena antibiotik yang seharusnya didapatkan oleh pasien hanya antibiotik tunggal, tetapi pasien menerima antibiotik kombinasi atau antibiotik dengan