• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI TENTANG PERIMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA SEKOLAH DENGAN PENYEBARAN SARANA PENDIDIKAN (SD, SMP, SMA/SMK) DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI TENTANG PERIMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA SEKOLAH DENGAN PENYEBARAN SARANA PENDIDIKAN (SD, SMP, SMA/SMK) DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI TENTANG PERIMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA

SEKOLAH DENGAN PENYEBARAN SARANA PENDIDIKAN

( SD, SMP, SMA/SMK ) DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi

Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

DARLIN SIMANULLANG NIM. 308131033

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

vii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Darlin Simanullang NIM : 308131033

Jurusan : Pendidikan Geografi Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri atau bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau hasil pikiran saya sendiri.

Apabila kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan hasil ciplakan plagiasi, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Medan, Juli 2012

Saya yang membuat pernyataan

(4)

viii

ABSTRAK

Darlin Simanullang. 308131033. Studi Tentang Perimbangan Pendidikan Anak

Usia Sekolah Dengan Penyebaran Sarana Pendidikan (SD,SMP,SMA/K) di Kabupaten Tapanuli Tengah. Jurusan Pendidikan Geografi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) angka partisipasi sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, (2) Penyebaran sarana pendidikan di Tapanuli Tengah, (3) perimbangan antara anak usia sekolah dengan penyebaran sarana pendidikan di Tapanuli Tengah

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2012. Populasi Seluruh wilayah kabupaten sekaligus dijadikan sampel. Alat pengumpul data yang digunakan untuk mengetahui perimbangan anak usia sekolah dan penyebaran sarana pendidikan serta pemamfaatannya adalah studi dokumentasi dan observasi yang dianalis dengan menggunakan metode deskriptif dan analisis tetangga terdekat.

(5)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Berkat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

ini dengan judul “Studi Tentang Perimbangan Pendidikan Anak Usia Sekolah

Dengan Penyebaran Sarana Pendidikan (SD,SMP,SMA/K) di Kabupaten Tapanuli Tengah”.

Adapun tujuan skripsi ini dibuat adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan bagi mahasiswa S1 guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Prof. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan beserta stafnya

2. Bapak Drs. H. Restu, M.S selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial

3. Ibu Dra. Asnidar, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang selalu membimbing saya dan telah banyak memberikan waktu dan pemikiran dalam menyelesaikan penyusunan dan penulisan skripsi ini.

4. Drs. W. Lumbantoruan, M. Si selaku ketua Jurusan Pendidikan Geografi

5. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M. Pd selaku dosen Pembimbing Akademik penulis yang telah banyak membimbing selama mengikuti studi di Jurusan Pendidikan Geografi hingga selesai

(6)

v

8. Teristimewa buat kedua orang tuaku Deli M. Simanullang dan Demsi E. br Purba yang telah banyak memberikan semangat, dorongan, dan pengharapan serta sumbangan moril maupun materil bagi penulis hingga selesainya studi dan skripsi ini.

9. Bupati dan staff di Kabupaten Tapanuli Tengah

10.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah beserta staff

11.Bapak Bliter Sihombing yang telah banyak membantu Penulis dalam pengambilan data-data selama penelitian ini dilaksanakan.

12.Kepada adik-adikku Erna Manullang, Jhonri Simanullang, Dina A.Manullang, Julius Silverius, Hotmaria yang telah banyak memberikan motivasi dan dukungan

13.Kepada abg / kakak, adik-adik, dan teman-teman terbaikku di UK- KMK St, Martinus yang telah memberikan banyak dukungan bagi saya dan sejuta pengalaman yang telah ditumbuhkan KMK dan Gelora Choir mulai dari saya masuk UNIMED

14.Kepada teman-temanku stambuk 2008, terkhusus buat Triani J, Carnova H, Mariana, Helen, Bob Reinhard, Theresia OT, Rina Juita, Pretti S, Eva Soeranta, Romauli S dan yang lainnya, serta teman-teman jurusan pendidikan Geografi FIS Unimed yang telah banyak membantu dan memberikan dorongan serta berbagai pengalaman bagi penulis.

15.Teman-teman PPLT SMA Sw. Taman Siswa Tebing Tinggi 2011 yaitu Amie, Janto, Ronal, Yulia R, Icha, Yulida YS, Amri, Irfan, Hamonangan, Hirza, Hendro, Akbar H, Dicki, Dini H, Halima, Maria, Anda, Novi, Suci, Ali, Boris.

(7)

vi

Kiranya motivasi, bimbingan, dan dukungan yang telah diberikan menjadi berkat untuk melanjutkan langkah kedepan dalam meraih masa depan. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini telah diupayakan seoptimal mungkin mulai dari awal penulisan hingga pada tahap penyelesaian, namun seperti kata pepatah “tak

ada gading yang tak retak”, demikian juga penulis sebagai manusia yang tidak luput

dari kesalahan, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki kekurangan-kelurangan diberbagi sisi. Untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

Medan, Juli 2012 Penulis,

(8)

viii

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... vi

ABSTRAK ... vii

C. Variabel dan Defenisi Operasional Penelitian ... 28

D. Teknik Pengumpulan Data ... 29

(9)

ix

BAB IV DESKRIPSI WILAYAH KABUPATEN

TAPANULI TENGAH ... 32

A. Keadaan Fisik ... 38

B. Keadaan Non Fisik ... 43

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 49

A. Hasil Penelitian ... 49

B. Pembahasan ... 75

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 79

A. Kesimpulan ... 78

B. Saran ... 80

DAFTAR PUSTAKA ... 81

(10)

x

DAFTAR TABEL

No. Tabel hal

1. Standar Jarak Pelayanan Sosial ... 22 2. Luas Wilayah menurut Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah 40 3. Jarak Ibukota Kecamatan Terhadap Ibukota Kabupaten ... 41 4. Penyebaran Penduduk Kabupaten

Tapanuli Tengah Tahun 2011 ... 43 5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia Tahun 2010 ... 45 6. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama

Di Kabupaten Tapanuli Tengah ... 47 7. Jumlah Sarana Ibadah di Tapanuli Tengah ... 48 8. Jumlah Siswa SD,SMP,SMA/K di Kabupaten Tapanuli Tengah .... 49 9. Sebaran Siswa Sekolah Dasar per kecamatan

di Tapanuli Tengah ... 50 10. Jumlah Fasilitas Gedung Sekolah SD per Kecamatan

Berdasarkan Status Kepemilikannya... 51 11. Jumlah Siswa SMP setiap Kecamatan ... 52 12. Status dan Jenis Sekolah SMP di Tapanuli Tengah ... 53 13. Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Pertama

Per Kecamatan ... 54 14. Jumlah Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan

(11)

xi

di Tapanuli Tengah ... 56 16. Jumlah Siswa SMK per Kecamatan

di Kabupaten Tapanuli Tengah ... 58 17. Rasio Murid terhadap guru SMA/ SMK ... 59 18. Kondisi Aksesibilitas Sekolah Pada Tiap Kecamatan

di Kabupaten Tapanuli Tengah ... 60 19. Indikator Kondisi Aksesibilitas Sekolah

Rangkuman Siswa SMK per Kecamatan

(12)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

No. Uraian Hal

1. Pedoman Perhitungan Data Sekunder 1. Perhitungan Indeks Penyebaran Sekolah

Terdekat (T) Parameter Sekolah Terdekat (Nearest Neighbour

Statistic) ... 85 2. Profil Kecamatan Terhadap Keberadaan Sekolah

Di Tapanuli Tengah... 89

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

No. Uraian Hal

1. Skema Kerangka Berpikir ... 29 2. Peta Kabupaten Tapanuli Tengah ... 39 3. Peta Indeks Tetangga Terdekat Penyebaran Sekolah

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan pendidikan nasional dilandasi oleh paradigma membangun Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang memiliki kapasitas untuk mengaktualisasikan potensi dan dimensi kemanusiaan secara optimal. Upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya melalui pemerataan pendidikan dan menempatkan guru pendidik professional yang memiliki tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada tingkatan-tingkatan tertentu.

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.

Sehubungan dengan fungsi tujuan yang demikian penting, maka menjadi keharusan bagi pendidikan untuk memahaminya, karena tujuan pendidikan bersifat memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Pelaksanaannya hanya mungkin apabila tujuan yang ingin dicapai dibuat jelas, konkret dan memiliki berbagai fasilitas-fasilitas yang mendukung.

Sistem pendidikan menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat sebagai suprasistem. Kaitan yang erat antara bidang pendidikan sebagai sistem dengan sosial budaya sebagai suprasistem tersebut dimana sistem pendidikan menjadi bagiannya, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga permasalahan intern sistem pendidikan itu

(15)

2

menjadi sangat kompleks. Artinya suatu permasalahan intern dalam pendidikan selalu ada kaitannya dengan masalah-masalah di luar sistem pendidikan itu sendiri. Misalnya masalah pemerataan sarana dan prasaran sekolah tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografis suatu wilayah, serta masih banyak lagi faktor-faktor lainnya diluar sistem persekolahan yang berkaitan dengan mutu kesuksesan hasil pendidikan secara nasional.

Ketertinggalan mutu pendidikan saat ini mulai dirasakan, baik pendidikan formal maupun informal, dan hasil itu diperoleh setelah membandingkan dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumberdaya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, seharusnya sumberdaya manusia Indonesia terus ditingkatkan agar tidak kalah bersaing dengan sumberdaya manusia di negara-ngara lain.

Salah satu penyebab utama ketertinggalan mutu pendidikan di Indonesia adalah karena kurangnya pemerataan pendidikan, terkhusus dalam bidang pemerataan sarana fisik sekolah seperti ketersediaan gedung-gedung sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Pemerataan pendidikan menjadi hal yang penting dalam iklim demokrasi dimana semua anak bangsa berhak untuk mengenyam pendidikan secara layak, sehingga tidak ada diskriminasi dimana yang kaya bisa mendapatkan pendidikan secara layak dan setinggi-tingginya, sementara yang kurang mampu belum bisa mendapatkan pendidikan sesuai dengan keinginan mereka meskipun secara intelektual mereka mumpuni.

(16)

3

hasil pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya. Kedua pengelolaan tersebut satu sama lain saling mempengaruhi. Walaupun komponen-komponen cukup baik seperti tercukupinya tenaga-tenaga pendidik, namun jika tidak tersedianya prasarana dan sarana seperti gedung-gedung sekolah, maka tujuan pendidikan tidak dapat dicapai secara optimal.

Demikian pula bila pengelolaan dan perencanaan baik tetapi di dalam kondisi serba kekurangan, akan mengakibatkan hasil yang tidak optimal. Untuk itu perlu diperhatikan setiap komponen-komponen yang mendukung terhadap proses pencapaian pendidikan yang seutuhnya seperti keberadaan peserta didik, tenaga pendidik, lingkungan sekolah dan pembangunan fasilitas yang memadai yang akan menyokong tercapainya tujuan pendidikan.

Pada saat ini pendidikan nasional dihadapkan pada beberapa permasalahan yang menonjol, diantaranya masih rendahnya pemerataan memperoleh pendidikan, masih rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan serta masih lemahnya manajemen pendidikan, disamping itu belum terwujudnya kemandirian dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan satuan tingkat pendidikan. Ketimpangan pemerataan pendidikan juga terjadi antarwilayah geografis yaitu antara perkotaan dan perdesaan, serta antara kawasan timur Indonesia (KTI) dan kawasan barat Indonesia (KBI), dan antartingkat pendapatan penduduk ataupun antargender.

(17)

4

gedung-gedung sekolah dengan persebaran penduduk dilokasi tertentu yang mengakibatkan tidak terakomodasinya kebutuhan masyarakat akan pendidikan.

Dalam melaksanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional, pendidikan nasional diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga Negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.

(18)

5

pendidikan agar berada sedekat mungkin dengan penduduk yang membutuhkannya.

Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ketahun mengakibatkan banyaknya permasalahan yang terjadi. Pertambahan jumlah penduduk yang tinggi menuntut tersedianya tempat bermukim serta fasilitas sarana dan prasarana baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas yang dapat menopang hidup manusia. Namun demikian pada kenyataannya pembangunan di Indonesia kurang mampu berpacu dengan pesatnya pertumbuhan penduduk.

Sistem pendidikan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan diberbagai bidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan. Pendidikan yang merupakan suatu proses yang berkaitan dengan berbagai faktor penting, seharusnya perlu memperhatikan beberapa unsur-unsur yang dipertimbangkan dalam proses pendidikan itu sendiri sehingga diharapkan dapat menghasilkan sebuah kualitas (out put) yang baik.

Sebagai Negara yang berkembang dan tengah melaksanakan pembangunan disegala bidang. Indonesia sekaligus menghadapi berbagai masalah kependudukan. Baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif, diantaranya masih banyaknya jumlah penduduk yang belum bisa merasakan pelayanan pendidikan dengan baik, susahnya untuk mendapatkan akses penuh terhadap sekolah, maupun kendala tentang penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang tersebar diseluruh wilayah kesatuan Indonesia.

(19)

6

Indonesia mencapai 0,32, angka ini mengindikasikan bahwa adanya ketidakmerataan dibidang sektor pendidikan ( www.yohanli.com.//upaya-pemerataan-pembangunan). Rendahnya tingkat pendidikan akan mengakibatkan rendahnya produktivitas dan berakibat pula pada rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat, hal ini terus menjadi lingkaran setan (the vicious circle). Kesenjangan tingkat pendidikan mengakibatkan adanya kesenjangan tingkat pendapatan yang semakin besar, hal ini juga akan mengakibatkan kerawanan sosial.

Perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam pembangunan fasilitas bidang pendidikan. Pengadaan fasilitas dan layanan tersebut tentunya terkait erat dengan jumlah penduduk disuatu wilayah, sehingga dibutuhkan pengkajian analisis keberadaaan penduduk untuk pembangunan fasilititas sarana pendidikan.

Wilayah Tapanuli Tengah adalah salah satu Kabupaten yang terdapat di provinsi Sumatera Utara. Menurut hasil pendaftaran dan pendataan penduduk berkelanjutan ( P3B ) jumlah penduduk daerah ini pada tahun 2011 adalah 311.232 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat anak usia anak sekolah sebesar 98.899 jiwa, dengan persebaran usia 6-12 tahun ( SD ) sebesar 57.187 jiwa , usia 13 -15 tahun (SMP) sebesar 22.332 Jiwa, dan usia 16-18 tahun ( SMA / SMK) sebesar 19.380 Jiwa. Namun berdasarkan data yang ada di kantor dinas pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, jumlah anak usia sekolah pada tahun 2011 adalah: umur SD sebanyak 51.114 jiwa, SMP 18.465 jiwa dan tingkat SMA / SMK sebesar 13.349 jiwa, dengan demikian berarti ada anak usia sekolah yang tidak sekolah sebanyak 15.971 Jiwa.

(20)

7

Menengah Pertama 99 unit dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA /SMK) di Kabupaten Tapanuli Tengah berjumlah 58 unit (SMA 39 dan SMK 19), yang menyebar di 20 Kecamatan ( BPS 2012). Pemerataan sebaran sarana dan prasarana berupa gedung-gedung sekolah disetiap kecamatan di wilayah Kabupaten Tapanuli tengah belum menunjukkan keseimbangan antara fasilitas yang tersedia dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari indikasi dari banyaknya anak usia sekolah pergi jauh dari tempat tinggal untuk memperoleh pendidikan dengan berbagai sarana transportasi, baik transportasi umum maupun kendaraan pribadi ( diantar oleh orang tua atau dengan berkendara sendiri).

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: Penyebaran sekolah yang tidak merata, bagaimana persebaran jumlah dan jenis sekolah, jarak tempuh sekolah yang jauh, akses transportasi yang sulit, pertumbuhan penduduk tinggi.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut diatas, maka masalah yang akan diteliti dibatasi pada perimbangan jumlah anak usia sekolah dengan penyebaran sarana pendidikan ( SD, SMP, SMA / SMK) di Kabupaten Tapanuli Tengah.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

(21)

8

2. Bagaimana penyebaran sarana pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah? 3. Bagaimana perimbangan jumlah anak usia sekolah dan persebaran sekolah di

Kabupaten Tapanuli Tengah ?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk :

1. Mengetahui angka partisipasi sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah 2. Mengetahui penyebaran sarana pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah 3. Mengetahui perimbangan anak usia sekolah dengan penyebaran sarana

pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah:

1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini dinas pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah dalam membuat kebijakan penyebaran dan penempatan lokasi sekolah.

2. Sebagai bahan referensi bagi peneliti lanjutan dalam bidang yang sama pada waktu dan tempat yang berbeda.

(22)

80

Darlin Simanullang, 308131033 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan penelitian ini adalah:

1. Angka Partisipasi sekolah pada tiap tingkat satuan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah sangat bervariasi, dimana angka partisipasi kasar Kabupaten (APK) sebesar 83,85%. Angka partisipasi murni (APM) pada tiap tingkat satuan pendidikan sekolah dasar sebesar 70,18%, untuk sekolah menengah pertama sebesar 61,53% dan sekolah menengah atas / kejuruan sebesar 48,24%.

2. Persentase jumlah sekolah dasar di Kabupaten Tapanuli Tengah sudah masuk dalam kategori cukup namun penyebarannya tidak merata (random), dan cenderung masih mengelompok dan hanya terkonsentrasi di ibukota kabupaten (Pandan) dan beberapa kecamatan penyangga yang menjadi sentra pusat lintas wilayah di Tapanuli Tengah. Penyebaran sarana gedung sekolah untuk sekolah menengah (SMP,SMA/K) belum menunjukkan adanya persebaran yang merata, hal ini terlihat dari masih adanya kecamatan yang tidak memiliki sarana gedung sekolah untuk tingkat sekolah menengah. Keberadaan sekolah pada tiap kecamatan di Tapanuli tengah dihitung dengan menggunakan rumus T tetangga terdekat. Nilai T untuk SD sebesar 1,74, SMP sebesar 2,01 dan SMA / Kejuruan sebesar 0,69.

3. Pemanfaatan sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah kurang optimal, hal ini dilihat dari besarnya angka usia anak sekolah yang tidak bersekolah, keberadaan sekolah pada tiap kecamatan masih belum merata sesuai dengan

(23)

81

Darlin Simanullang, 308131033

yang dibutuhkan penduduk. Belum ada keseimbangan antara jumlah anak usia sekolah dengan jumlah sarana pendidikan yang tersedia di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya pada keberadaan sarana gedung sekolah pada tingkat sekolah menengah. Ketersediaan sarana gedung sekolah di Tapanuli Tengah secara umum belum dapat mencukupi kebutuhan penduduk (terutama sekolah menengah) yang belum merata ada di setiap kecamatan. Ketidaksesuaian sebaran sekolah dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah menyebabkan siswa enggan untuk bersekolah terutama pada tingkat anak usia sekolah SD ditiap kecamatan.

B. Saran

Dari hasil penelitian ini, saran yang dapat saya ajukan adalah:

1. Untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah perlu dibuat suatu perencanaan pembangunan fasilitas gedung sekolah serta membangun sekolah-sekolah di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah hingga nantinya tiap kecamatan memiliki sarana gedung sekolah pada setiap jenjang tertentu

2. Melakukan penyesuaian sebaran Sekolah dasar, menengah maupun kejuruan di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan kebutuhan masyarakat kabupaten Tapanuli Tengah dengan melakukan penataan pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antara wilayah pedesaan dan perkotaan

(24)

82

Darlin Simanullang, 308131033

Daftar Pustaka

Batubara, Muhyi.2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Ciputat Press Jakarta

B Simanjuntak dan IL Pasaribu. 1986. Pendidikan dan Pembangunan Masyarakat Desa. Bandung : Tarsito

Budiharjo,Eko.1995. Pendekatan Sistem Dalam Tata Ruang dan Pembangunan Daerah Untuk

Meningkatkan Ketahanan Nasional. Yokyakarta : Gajah Mada University Press

Gunawan, Ary.H .1996. Administrasi Sekolah ( administrasi pendidikan mikro). Jakarta : Rineka Cipta

Gunawan, Ary. H.2000. Sosiologi Pendidikan : Suatu Sosiologi Tentang Pelbagai Problema

Pendidikan. Jakarta : Rhineka Cipta

Http : //www.repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25924/.../Chapter%20II.pdf Standar

Jumlah Sekolah Per penduduk. Diakses pada tanggal 7 Maret 2012

Http://www.yohanli.com.//Upaya-Pemerataan-Pembangunan.html diakses pada tanggal 8 Maret 2012

Http: //www. Disdiktapteng.go.id. Daftar Sekolah di Wilayah Tapanuli Tengah. Diakses pada tanggal 29 Februari 2012.

J.T Jayadinata.1986. Tata Guna Dalam Perencanaan Pedesaan, Perkotaan dan Wilayah. Bandung : ITB

Kantor BPS Sumatera Utara 2011. Tapanuli Tengah Dalam Angka. BPS Sumatera Utara. Koester, R.H 1997. Perspektif Lingkungan Desa Kota, Teori dan Kasus. Jakarta : UI-Press Silaban, Santario Bernadetta. 2006. Analisis Penyebaran Sekolah Dasar di Kabupaten

Humbang Hasundutan . Skripsi. Medan : Jurusan Pendidikan Geografi FIS-UNIMED Sugiharto.2006. Pembangunan dan Pengembangan Wilayah. Medan : USU Press

Surjadi.1983. Pembangunan Masyarakat Desa. Bandung : Penerbit Alumni

Sumaatmadja, Nursid.1981. Studi Geografi Suatu Pendekatan Keruangan.Bandung : Alumni Sianturi, Maxlaurian Jojor.2006. Studi Tentang Pendidikan Usia Anak Sekolah Dengan

Sarana Pendidikan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Skripsi. Medan : Jurusan Pendidikan Geografi FIS-UNIMED

(25)

83

Darlin Simanullang, 308131033

http://acepwahyuhermawan79.blog.com/Pemerataan-Pendidikan-di-Indonesia. diakses pada 7 Maret 2012.

Wahidin, Dadan. 2009. Arti Penting Pendidikan Bagi Manusia (Membangun Pendidikan

Untuk Mewujudkan Manusia berkualitas).

Gambar

Tabel

Referensi

Dokumen terkait

Dari hal itu maka perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang bagaimana persebaran sarana pendidikan sekolah dasar dalam memenuhi kebutuhan jumlah penduduk usia sekolah dasar

Tujuan dalampenelitian ini adalah mengetahui ketersediaan sarana pendidikan SMP dalam memenuhi kebutuhan jumlah penduduk usia SMP, mengetahui kualitas SMP di

Sehingga dapat disimpulkan korelasi yang signifikan antara Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Kerja Guru SD di Kecamatan Badiri Tapanuli Tengah

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa positif sikap anak usia SD putus sekolah terhadap pendidian formal di

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa PPL terwujud sebagai berikut : Koordinasi Pembuatan kuesioner sesuai kebutuhan; Menyebarkan kuesioner ke

Perkembangan Kognitif Anak usia sekolah ditandai dengan memperoleh kemampuan untuk menghubungkan serangkaian kejadian yang dapat menggambarkan mental anak, dimana gambaran

- Bahwa dengan adanya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah khususnya di bidang pendidikan , maka penyelenggaraan pendidikan di sekolah

Jumlah ruang di tingkat sekolah dasar sebanyak 4 ruang untuk SPM, 11 ruang untuk pencapaian SNP, dan 18 ruang untuk pencapaian SI. Jumlah ruang yang muncul dalam perhitungan