• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN KOMPOSIT KITOSAN/CLAY/SERAT SELULOSA LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL ADSORBEN LIMBAH ZAT WARNA INDUSTRI BATIK.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBUATAN KOMPOSIT KITOSAN/CLAY/SERAT SELULOSA LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL ADSORBEN LIMBAH ZAT WARNA INDUSTRI BATIK."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

i PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

PEMBUATAN KOMPOSIT KITOSAN/CLAY/SERAT SELULOSA

LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL

ADSORBEN LIMBAH ZAT WARNA INDUSTRI BATIK

BIDANG KEGIATAN:

PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh:

Kurnia M0313033 Angkatan 2013

Vanani Nur Rizki M0313072 Angkatan 2013 Betty Nurhayati M0314014 Angkatan 2014

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

iv RINGKASAN

Perkembangan industri batik di Indonesia kini kian meningkat, akan tetapi, perkembangan tersebut menimbulkan dampak negatif, yaitu tercemarnya sumber air bersih atau daerah perairan di sekitar industri batik dari pembuangan limbah warna batik. Salah satu metode yang murah, mudah dan efektif dalam menanggulangi masalah tersebut adalah metode adsorbsi. Dewasa ini, proses adsorbsi dapat dilakukan secara fisika atau kimia. Untuk meningkatkan kinerja dari proses adsorbsi maka pada penelitian ini akan dikembangkan suatu material yang dapat melakukan proses adsorbsi baik secara kimia maupun secara fisika. Selain itu, pada penelitian ini juga menggunakan material berupa kitosan dari limbah cangkang kepala udang, serat selulosa dari limbah tandan kosong kelapa sawit, dan lempung alam bentonit. Penggunaan ketiga limbah tersebut merupakan inovasi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai guna dari material tersebut. Kombinasi filler serat selulosa dan lempung alam pada kitosan, diperkirakan akan meningkatkan kemampuan adsorbsi limbah warna batik. Dikarenakan, kedua material tersebut dilaporkan memiliki kemampuan adsorbsi yang baik.

Pada penelitian ini, metode casting solution digunakan dalam pembuatan adsorben komposit kitosan/serat selulosa/bentonit (Cs/TKKS/Ben). Sedangkan metode adsorbsinya, menggunakan metode alir dengan variasi waktu adsorbsi 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit. Untuk mengetahui performa dari proses adsorbsi maka dilakukan beberapa pengujian yaitu pengujian dengan menggunakan instrument spektroskopi UV-Vis (Ultra violet-visible), SAA (Surface Area Analyzer), FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan SEM (Scanning Electron Microscopy).

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pemanfaatan Biji Alpukat Untuk Pembuatan Arang Aktif Sebagai Adsorben Alternatif Zat Warna Pada Limbah Cair Batik adalah benar

Adsorben terbaik untuk adsorpsi limbah zat warna batik Procion Red MX 8B adalah CTS dengan kondisi optimum pada pH 7, waktu kontak 42 jam, dengan kapasitas adsorpsi sebesar 56,22

yangberjudul“ Peningkatan Potensi Campuran Serat Sabut Kelapa dan Serbuk Kayu Gergaji Teraktivasi H 2 SO 4 sebagai Media Adsorben Zat Warna pada Limbah Kain

Karya tulis ilmiah berupa skripsi ini dengan judul “Pembuatan dan Karakterisasi Komposit Karbon Aktif dari Kulit Durian dengan MnFe 2 O 4 sebagai Adsorben Zat Warna Metil Merah”

Perbedaan penelitian saya dengan sebelumnya yaitu penggunaan koagulan alami biji pepaya untuk mengurangi konsentrasi zat warna remazol red dan penggunaan

Hipotesa awal pewarnaan alam pada kain katun dan sutera biasanya menghasilkan arah warna berbeda yang dipengaruhi oleh perbedaan sifat dari kedua matrial kain

xv ABSTRAK Pengaruh Variasi pH Terhadap Proses Koagulasi Dan Adsorpsi Zat WarnaRemazol Red Pada Limbah Cair Batik Menggunakan Kitosan Sebagai Koagulan Alami Dan Adsorben Asam Humat

Efisiensi penyisihan optimum kulit pisang kepok sebagai adsorben alami dalam menyerap zat warna pada air limbah batik dengan menggunakan jartest sebesar 67,94% diperoleh pada kecepatan