• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR FIKIH MATERI INDAHNYA BULAN RAMADHAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS III MI MH BULUNGAN I PAKIS AJI JEPARA TP. 2021-2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR FIKIH MATERI INDAHNYA BULAN RAMADHAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS III MI MH BULUNGAN I PAKIS AJI JEPARA TP. 2021-2022"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

631

PENINGKATAN HASIL BELAJAR FIKIH MATERI INDAHNYA BULAN RAMADHAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING

KELAS III MI MH BULUNGAN I PAKIS AJI JEPARA TP. 2021-2022

.

ULFAH NURKHASANAH Email [email protected]

ABSTRAK

Fiqih memberikan kontribusi yang signifikan dalam memotivasi siswa untuk mengamalkan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai ekspresi Tuhan-manusia, sesama manusia, hubungan dengan makhluk lain, dan keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Pokok bahasan Fiqh yang menjadi fokus penelitian ini adalah materi utama Keindahan Bulan Ramadhan.

Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana format pembelajaran fiqh yang efektif dan efisien bagi siswa. Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan yaitu kelas III MI Miftahu Huda Bulungan I diketahui persentase ketuntasan fiqh klasik kurang dari 80%. Jumlah siswa yang lulus KKM dari total 27 siswa hanya 8 anak. Ini benar-benar merupakan masalah belajar yang harus segera dicarikan solusi agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran Fiqih (2) untuk melihat apakah penerapan masalah meningkatkan hasil belajar.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di dalam kelas. Metode ini dilakukan dalam empat tahap:

perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Keempat fase tersebut merupakan siklus berulang yang dilakukan dalam langkah yang sama dan fokus pada pembelajaran diskusi sebagai latihan keterampilan pemecahan masalah melalui problem based learning.

Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis pertanyaan pada pembelajaran mata pelajaran fiqh juga dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik dengan materi utama Bulan Kecantikan Ramadhan di Kelas III MI Miftahu Huda Bulungan I tahun ajaran 2021/202. Berikut ini adalah data hasil belajar. Pada program sarjana yang meluluskan hingga 8 mahaPeserta didik,

(2)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

632

jumlahnya meningkat menjadi 20 pada siklus pertama dan 23 pada siklus kedua. KKM yang ditentukan adalah 70

Kata Kunci: Fiqih, Problem Based Learning

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masa depan suatu bangsa dapat dilihat melalui sejauh mana tanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara dalam menyelenggarakan pendidikan nasional. Pendidikan juga merupakan karya budaya yang menuntut peserta didik untuk selalu meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya agar dapat bertahan dalam kehidupannya. Oleh karena itu, daya aktif dan partisipatif harus selalu muncul pada diri siswa (Muhanninah, 2016).

Fikih merupakan materi yang disuguhkan kepada mahasiswa MI untuk menunjang keahlian seseorang dalam masalah hukum Islam. Fiqh berfungsi sebagai landasan seorang muslim ketika hendak menunaikan ibadah.

Oleh karena itu, penting bagi mata pelajaran fiqh untuk mendapatkan simpati yang besar kepada seorang anak sejak dini, agar kelak ia akan selalu menjalani kehidupan sesuai dengan syariat Islam yang berlaku. Begitu lekatnya fiqh dengan kehidupan sosial. Oleh karena itu, seseorang dituntut untuk memperdalam ilmu fiqih sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an Surah at- Taubah ayat 122.

(3)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

633

ًةَّفاَك اوُرِفْنَ يِل َنوُنِمْؤُمْلا َناَك اَمَو ۚ

اَذِإ ْمُهَمْوَ ق اوُرِذْنُ يِلَو ِنيِ دلا ِفِ اوُهَّقَفَ تَ يِل ٌةَفِئاَط ْمُهْ نِم ٍةَقْرِف ِ لُك ْنِم َرَفَ ن َلَْوَلَ ف

َنوُرَذَْيَ ْمُهَّلَعَل ْمِهْيَلِإ اوُعَجَر

Dan tidak pantas bagi orang-orang mukmin semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian kaum dari masing-masing golongan di antara mereka tidak berangkat untuk memperdalam ilmu agamanya dan untuk memberi peringatan kepada umatnya bila mereka telah kembali kepadanya, agar mereka dapat menjaga diri (At-Taubah: 122) (Al-Quran dan terjemahannya ), 1990;302)

Meningkatkan hukum Islam adalah salah satu bidang yang paling penting dari pendidikan Islam. Hal ini karena berbagai masalah sosial selalu dilihat dari sudut pandang (paradigma) Fiqh (Abudin Nata, 2001; 158).

Fiqih memberikan kontribusi yang signifikan dalam memotivasi siswa untuk mengamalkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai ekspresi Tuhan-manusia, sesama manusia, hubungan dengan makhluk lain, dan keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Pokok bahasan Fiqh yang menjadi fokus penelitian ini adalah materi utama Keindahan Bulan Ramadhan.

Belajar menurut E. Mulyasa, yaitu belajar pada hakikatnya adalah bagaimana siswa berinteraksi dengan lingkungan untuk memungkinkan terjadinya perubahan perilaku yang lebih baik. Pembelajaran adalah suatu proses yang diselenggarakan oleh guru untuk melibatkan siswa dalam kegiatan

(4)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

634

pembelajaran untuk memperoleh dan mengolah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan membentuk sikap (E. Mulyasa, 2004; 100).

Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana format pembelajaran fiqh yang efektif dan efisien bagi siswa. Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan yaitu kelas III MI Miftahu Huda Bulungan I diketahui persentase ketuntasan fiqh klasik kurang dari 80%. Jumlah siswa yang lulus KKM dari total 27 siswa hanya 8 anak. Ini benar-benar merupakan masalah belajar yang harus segera dicarikan solusi agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa

Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Penelitian tindakan, atau penelitian tindakan, dapat dilakukan oleh individu yang bekerja untuk mengembangkan implementasi pekerjaan mereka, atau dalam skala yang lebih besar, untuk mengembangkan kebijakan, praktik, dan pengetahuan yang ada di dalam lembaga (Wikipedia.org). Singkatnya, penelitian ini dilakukan oleh guru yang bertanggung jawab atas pendidikan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelas.

PTK adalah studi reflektif aktor yang dilakukan untuk meningkatkan stabilitas rasional yang terkait dengan tindakan dalam melakukan tugas, untuk lebih memahami tindakan yang dilakukan, dan untuk meningkatkan kondisi di mana praktik pembelajaran dilakukan. (Achmad Hufad, 2009;5) Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti bermaksud untuk meningkatkan hasil belajar materi utama Keindahan bulan Ramadhan di MI Miftahul Huda Bulungan I Pakis Aji Jepara, dimana hasil belajar siswa adalah masih rendah. Selain

(5)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

635

rendahnya hasil belajar, permasalahan sebenarnya yang muncul adalah rendahnya aktivitas belajar siswa. Mereka bosan dengan proses pembelajaran yang berlangsung dengan guru. Peneliti berasumsi bahwa rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh rendahnya aktivitas.

Berdasarkan fakta di atas, alternatif pendekatan pemecahan masalah yang dapat ditempuh adalah dengan menerapkan pendekatan problem based learning untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran Fiqih khususnya pada materi Keutamaan Bulan Persahabatan.

Pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran di mana peserta didik mengatasi masalah nyata, mengumpulkan pengetahuan mereka, mengembangkan penelitian tingkat tinggi dan keterampilan berpikir, dan menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri. Dalam model pembelajaran ini, guru memandu tahapan kegiatan ketika siswa membuat sketsa rencana pemecahan masalah. (Trianto, 2010)

METODE PENELITIAN

Jenis survei yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Istilah tersebut berasal dari English Classroom Action Research . PTK juga biasa disebut sebagai penelitian tindakan. Oleh karena itu, PTK dicerminkan oleh pelaku tindakan dan dilakukan untuk meningkatkan stabilitas yang wajar dari tindakan mereka dalam pelaksanaan tugas mereka, untuk lebih memahami tindakan yang mereka lakukan dan untuk meningkatkan kondisi di mana mereka belajar. harus dilakukan. Latihan akan dilakukan.

(6)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

636

Menurut Suminant, PTK meningkatkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran, memungkinkan guru untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas, mendorong guru untuk selalu berpikir kritis tentang apa yang mereka lakukan, mutlak dan teori universal yang ditemukan oleh para ahli, peneliti yang sering tidak memenuhi kondisi situasi atau kelas ( Saminato, 2010;3).

Penelitian ini bertujuan memperbaiki pembelajaran di MI Miftahul Huda Bulungan I. Permasalahan tersebut adalah kurangnya keaktifan Peserta didik, minat belajar Peserta didik, dan hasil belajar Peserta didik yang kurang. Skema penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 1.

Model penelitian Tindakan kelas Suharsimi Arikunto

1. Rencana

Pada tahap ini, peneliti menjelaskan apa, mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana bertindak. Peneliti kemudian menentukan titik atau fokus peristiwa yang memerlukan perhatian khusus yang perlu diamati, kemudian menciptakan alat observasi yang membantu peneliti mencatat

(7)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

637

fakta-fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung. Selain merakit peralatan observasi, peneliti juga menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan problem based learning, menyiapkan media yang diperlukan, dan menyusun instrumen tes evaluasi siklus.

2. Pelaksanaan

Implementasi (action) adalah fase implementasi atau transformasi konten desain, yaitu fase melakukan tindakan di dalam kelas. Implementasi ini mengacu pada RPP yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu RPP yang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah . Sumber utama adalah untuk memahami sumber indahnya bulan Ramadhan. Tindakan ini dilakukan untuk memperbaiki masalah yang terjadi selama pembelajaran.

2. Pengamatan/Observasi (observing)

Pada saat observasi peneliti mendasarkan pada pedoman instrumen penelitian yang telah ditentukan pada saat perencanaan. Dalam hal ini peneliti yang juga bertindak sebagai guru bersama kolaborator mengamati keaktifan belajar peserta didik dan motivasi belajar. Dalam hal ini kolaborator juga melakukan pengamatan bagaimana proses mengajar guru. Kegiatan observasi diselenggarakan pada saat pembelajaran materi utama pemahaman puasa berlangsung.

4. Refleksi (reflecting)

Refleksi bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul. Setelah itu peneliti mengadakan evaluasi guna menyempurnakan tindakan siklus

(8)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

638

berikutnya apabila siklus sebelumnya dinilai masih banyak mengalami kendala yang terjadi pada saat di lapangan.

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil proses pembelajaran serta data hasil belajar yang diddapatkan oleh peserta didik, dijabarkan sebagai berikut :

1. Pra Siklus

Diduga pendekatan pembelajaran berbasis masalah gagal dalam proses pembelajaran sebelum perilaku melingkar, dan banyak Peserta didik yang bosan dengan topik fiqh yang diberikan oleh guru. Selain itu, fiqh merupakan salah satu mata pelajaran yang membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk memahami materi tersebut. Selain banyak bahasa asing yang diajarkan, konsep dan praktik yang sebenarnya di lapangan dari materi tidak dipahami oleh Peserta didik. Di bawah ini adalah keadaan awal sebelum aktivitas siklus berlangsung..

a. Keaktifan peserta didik

Pada tahap awal aktivitas belajar Peserta didik hanya tercapai rata-rata 57,04%. Isilah lembar indikator di atas dengan menggunakan skala Likert 1-5. Nilai tersebut masih jauh dari hasil yang diharapkan (tidak ideal) untuk mencapai standar kualitas pembelajaran yang tinggi. Adanya angka aktivitas rata-rata yang rendah ini juga memungkinkan terjadinya hasil belajar yang rendah. Keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan pembelajaran pada dasarnya

(9)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

639

dipengaruhi oleh aktivitas Peserta didik selama proses belajar bersama guru.

b. Nilai Hasil Belajar

Melihat data hasil belajar prasiklus seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hanya delapan Peserta didik yang mampu lulus KKM.

Sisanya memiliki nilai di bawah KKM atau belum lulus dan memiliki 19 anak. Hal ini tentunya menjadi masalah pembelajaran dan hanya 30%

mahaPeserta didik yang lulus dan perlu diselesaikan. Hasil skor rata-rata hanya mencapai 52,96. Semakin sedikit aktivitas belajar Peserta didik maka semakin rendah hasil belajarnya. Berikut tabel perbandingan aspek untuk pra siklus dan siklus 1

Tabel 4.10

Perolehan Data Pra Siklus

No Aspek Pra Siklus Keterangan

1. Persentase Keaktifan 57,04% Tidak Sesuai Standar 2. Jumlah Nilai 1230 Tidak Sesuai Standar 3. Rata-rata 52,96 Tidak Sesuai Standar 4. Nilai Terendah 30 Tidak Sesuai Standar 5. Nilai Tertinggi 90 Sesuai Standar 6. Ketuntasan Klasikal 30% Tidak Sesuai Standar

(10)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

640 2. Siklus 1

Proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus 1.

Peningkatan ini disebabkan oleh semakin baiknya penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dan media video edukasi yang menyertainya, yang mendorong Peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pada Siklus 1 terlihat banyak Peserta didik yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, ada suasana yang nyaman untuk menyelesaikan LKS, dan Peserta didik sangat nyaman bebas dari nuansa pembelajaran yang menegangkan. Berikut adalah tabel perbandingan pra siklus dan siklus 1. Aktivitas Belajar Peserta didik Berdasarkan tabel Aktivitas Belajar Peserta didik di atas menunjukkan peningkatan dibandingkan pengamatan fase pra siklus. Pada tindakan siklus I hasil rata-rata keseluruhan adalah 66,48%, tetapi pada tahap pra siklus hanya 57,04% meningkat drastis, yaitu 9,44%.

b. Nilai Hasil Belajar

Dalam kegiatan refleksi pada siklus 1 dihasilkan jumlah peserta didik yang tuntas sesuai nilai KKM sebanyak 20 peserta didik. Jumlah ini meningkat dibandingkan saat pra siklus. Pada tahapan pra siklus jumlah peserta didik yang lulus KKM hanya berjumlah 8 peserta didik. Adapun nilai rata-rata kelas yaitu 72,22. Peningkatan hasil belajar ini berjalan seirama dengan hasil perolehan tabel observasi yang juga mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus 1.

Tabel 4.1

Perbandingan Pra Siklus dan 1

(11)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

641

No Aspek Pra Siklus Siklus 1

Kenaika n

1 Prosentase Keaktifan 57.06 % 66.46 % 66.46 %

2. Jumlah Nilai 1430 1950 520

3. Rata-rata 52,96 72,22 19,26

4 Nilai Terendah 30 50 20

5 Nilai Tertinggi 80 90 10

6 Ketuntasan Klasikal 30 % 77 % 47 % 3. Siklus 2

Menurut analisis peneliti, aktivitas dan motivasi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan hasil belajar Peserta didik pada Siklus 2. Hasil belajar mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan siklus sebelumnya dan siklus 2. Hal ini dikarenakan Peserta didik semakin memahami pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

Pemahaman ini semakin memotivasi Peserta didik untuk mempraktekkan metode ini. Berikut adalah hasil data siklus 2.

a. Keaktifan Peserta didik

Pada siklus 2 angka pencapaian keaktifan peserta didik hampir sempurna. Pada aspek pertama mendapatkan 89,38%, kedua 87,5%, ketiga 95,63%, dan keempat 78,16%. Padahal pada pra siklus hanya secara keseluruhan aspek mencapai 57.06% dan pada siklus 1 meningkat

(12)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

642

menjadi 63.47% sedangkan pada siklus 2 ini mencapai 87.81%. Keaktifan peserta didik ditandai pada saat para peserta didik melaksanakan skenario pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning dengan cepat dan tepat sesuai yang direncanakan pada RPP. Menurut peneliti hal ini terjadi karena peserta didik sudah paham dengan skenario pembelajaran yang akan diterapkan.

b. Nilai Hasil Belajar

Dari uraian data yang terlihat pada tabel di atas, terlihat jelas bahwa menggunakan pendekatan problem based learning pada pembelajaran mata pelajaran fiqih dapat memberikan nilai tambah terhadap hasil belajar seorang Peserta didik. Terbukti bahwa naik kelas dari prestise ke tahap kedua. Hasil belajar Peserta didik kelas III pra tingkat MI MIftahul Huda Bulungan I tidak sebaik tingkat pertama.

Peserta didik pra siklus yang lulus dari KKM memiliki 8 anak, sedangkan Siklus 1 telah berkembang menjadi 20 anak. Pada Siklus 2, jumlah Peserta didik KKM yang berhasil meningkat menjadi 23 lagi.

Berikut adalah tabel perbandingan siklus 1 dan siklus 2.

Tabel 4.12

Perbandingan Siklus 1 dan Siklus 2

No. Aspek Siklus I Siklus II Kenaikan

1 Prosentase Keaktifan 66.48% 86.22% 19.63%

2. Jumlah 1950 2230 280

(13)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

643

3. Rata-rata 72.22 82,59 10,37

4. Nilai Terendah 50 60 10

5. Nilai Tertinggi 90 100 10

6 Ketuntasan Klasikal 77% 85 % 8 %

Ini menjelaskan hasil penelitian dan diskusi. Data tabular adalah hasil yang diperoleh saat peneliti melakukan penelitian tindakan di kelas.

yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fiqih Materi Indahnya Bulan Ramadhan melalui pendekatan Problem Based Learning pada Peserta didik Kelas III MI Miftahul Huda Bulungan I Tahun Pelajaran 2021/ 2022”

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian tindakan kelas yang diselenggarakan di MI Miftahu Huda Bulungan I pada tahun pelajaran 2021/2022 ini didapatkan kesimpulan sebagaimana berikut.

1 Penerapan pendekatan Problem Based Learning dalam pembelajaran mata pelajaran Fiqih juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi utama Indahnya Bulan Ramadhan kelas III MI Miftahu Huda Bulungan I tahun pelajaran 2021/2022. Berikut yaitu data tentang hasil belajar. Pada pra siklus peserta didik yang tuntas sebanyak 8 anak, pada siklus I bertambah menjadi 20 peserta didik, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 23 peserta didik. KKM yang ditentukan yaitu 70.

(14)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

644

Dengan demikian penerapan pendekatan Problem Based Learning pada pembelajaran Fiqih dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Syaiful Bachri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2000).

Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006).

Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas, “Taksonomi Bloom”, dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_Bloom./2008/05/02/. Diakses pada 24 April 2015.

Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Kencana, 2009).

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prima, 2006).

Muhanninah, Peningkatan Hasil Belajar Fikih melalui Problem Based Learnin (Jakarta: UIN Syarif Hiayatullah, 2016),

Yahya Asnawi, “Pengertian Hasil Belajar”, dalam www.are efah.tk, diakses 5-8- 2014.

Yuni Wartono, dkk, Fiqih, (Sukoharjo: Grahadi, 2009).

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Logos, 1999).

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 202.

Mustaqim, Ilmu Jiwa Pendidikan, (Semarang: Andalan Kita, 2007).

Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 76.

(15)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

645

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991).

Saminanto, Ayo Praktik Penelitian Tindakan Kelas, (Semarang: Rasail, 2010).

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2002).

Abudin Nata, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001).

Achmad Hufad, Penelitian Tindakan Kelas, Program Peningkatan Kualifikasi Guru Ahmad Sudrajat, “Hasil Belajar” dalam http//:www.ahmadsudrajat/

wordpress/hasil-belajar.co.id. Diakses pada tanggal 24 April 2015.

E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004).

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 108.

Martinis Yamin, Strategi dan Metode dalam Model Pembelajaran, (Jakarta:

Referensi, 2013).

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran

Yang menjadi penghalang utama dalam penerapan strategi pembelajaran dengan pendekatan kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan kreatifitas siswa pada

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK DALAM MENGGAMBAR RAGAM HIAS PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA

Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan peningkatan keterampilan guru dengan penerapan model Problem Based Learning pada kelas IV mata pelajaran IPS materi

1 | Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya Mata Pelajaran

dan mengalami. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada mata pelajaran matematika materi

Dampak yang diperoleh dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan pembelajaran bagi peserta didik kelas IV MI Al-Azhar

Penerapan model Problem Based Learning dengan menggunakan microsoft 365 ini mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran sosiologi sesuai dengan hasil penelitian