• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBANTUAN FLIP PDF CORPORATE BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI VIRUS UNTUK SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANGOREJO TAHUN PELAJARAN 2022/2023 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBANTUAN FLIP PDF CORPORATE BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI VIRUS UNTUK SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANGOREJO TAHUN PELAJARAN 2022/2023 SKRIPSI"

Copied!
270
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBANTUAN FLIP PDF CORPORATE

BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

PADA MATERI VIRUS UNTUK SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANGOREJO TAHUN PELAJARAN 2022/2023

SKRIPSI

Oleh :

Titin Isti Wahyuni T20188005

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

DESEMBER 2022

(2)

ii

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBANTUAN FLIP PDF CORPORATE

BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

PADA MATERI VIRUS UNTUK SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANGOREJO TAHUN PELAJARAN 2022/2023

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan dan Sains Program Studi Tadris Biologi

Oleh :

Titin Isti Wahyuni NIM. T20188005

Disetujui Pembimbing

Rosita Fitrah Dewi, S.Pd., M.Si NIP : 198703162019032005

(3)

iii

PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBANTUAN FLIP PDF CORPORATE

BERBASIS INKUIRI TERBIMBING

PADA MATERI VIRUS UNTUK SISWA KELAS X DI SMAN 1 BANGOREJO TAHUN PELAJARAN 2022/2023

SKRIPSI

Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan dan Sains Program Studi Tadris Biologi

Hari : Kamis Tanggal : 22 Desember 2022

Tim Penguji

Ketua Sekertaris

Dr. H. Mustajab, S.Ag,M.Pd Dr. Abdillah Fathul Wahab, S.Kep.,Ns., M.Kes NIP. 1974090522007101001 NIDN. 202012189

Anggota:

1. Dr. Hj. Umi Farihah, M.M, M.Pd ( ) 2. Rosita Fitrah Dewi, S.Pd, M.Si. ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd NIP. 196405111999032001

(4)

iv MOTTO













































Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimaia ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? (Q.s Al-Ghasiyah 17-20) (Departemen Agama Republik Indonesia, 2004:596).

(5)

v

PERSEMBAHAN

Segala puji syukur penulis persembahkan kepada Allah Yang Maha Esa semoga kita semua senantiasa mendapatkan rahmat Allah SWT. Kupersembahkan skripsi kepada:

1. Almarhum bapak saya Sujono dan Ibu saya Liswati tercinta yang tiada henti selalu berdoa dan mendukung saya, sehingga saya diberi kemudahan dan bisa sampai pada tahap ini.

2. Saudara kandung saya, Pipit Wahyuni yang selalu memberi dukungan, semangat, dan motivasi yang baik kepada saya.

(6)

vi ABSTRAK

Titin Isti Wahyuni, 2022: Pengembangan Modul Elektronik Berbantuan Aplikasi Flip PDF Corporate Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Virus Untuk Siswa Kelas X Di SMAN 1 Bangorejo Tahun Ajaran 2022/2023.

Kata kunci: Modul elektronik, aplikasi flip pdf corporate, berbasis inkuiri terbimbing, virus

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan teknologi dan informasi dapat digunakan oleh guru sebagai inovasi dalam pengembangan bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi dan internet adalah modul elektronik yang berbasis inkuiri terbimbing, sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep materi.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: 1) Mendeskripsikan kevalidan modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi tahun pelajaran 2022/2023, 2) Mendeskripsikan hasil respon siswa terhadap modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi tahun pelajaran 2022/2023, 3) Mengetahui keefektifan modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi tahun pelajaran 2022/2023.

Jenis penelitian yang digunakan ini adalah R&D menggunakan model ADDIE. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah ahli bahasa, ahli media, ahli materi, guru biologi dan siswa kelas X9 SMAN 1 Bangorejo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar angket, lembar validasi, pedoman wawancara dan soal pre test dan post test.

Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif.

Kesimpulan hasil penelitian dan pengembangan ini adalah: 1) Hasil penilaian uji validitas ahli bahasa memperoleh presentase rata-rata sebesar 74,44% dengan kategori cukup valid, validasi ahli materi memperoleh presentase rata-rata sebesar 83,01% dengan kategori sangat valid, validasi ahli media memperoleh presentase rata-rata sebesar 90,52% dengan kategori sangat valid, validasi oleh guru biologi memperoleh presentase rata-rata sebesar 91,42%

dengan kategori sangat valid. 2) Hasil uji respon siswa pada uji coba kelompok kecil diperoleh hasil presentase rata-rata sebesar 87,69% dengan kriteria sangat menarik dan hasil uji coba respon siswa kelompok besar diperoleh presentase rata-rata sebesar 89,77% dengan kriteria sangat menarik. 3) Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan rumus paired sample t test, diperoleh Sig (2-tailed) data pretest dan posttest adalah 0,000. Sig (2-tailed) data pretest dan posttest pada penelitian ini lebih kecil dari 0,05. Sehingga bisa disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikannya modul elektronik berbantuan aplikasi Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus dan dinyatakan efektiv digunakan dalam proses pembelajaran.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt. Karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan program sarjana dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.

Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan dan pembawa perdamaian, semoga kita mendapatkan syafaat beliau di akhirat kelak.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan meraih gelar Sarjana Pendidikan dalam Program Studi Tadris Biologi pada Universitas Islam Negeri Kiai haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dengan judul “Pengembangan Modul Elektronik Berbantuan Flip PDF Corporate Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Virus Untuk Siswa Kelas X Di SMAN 1 Bangorejo Tahun Ajaran 2022/2023”.

Kelancaran atas terselesaikannya penulisan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM, selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah mendukung dan memfasilitasi selama proses kegiatan belajar di lembaga ini.

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M. PD. I, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember

(8)

viii

yang telah memfasilitasi proses studi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember.

3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M. Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains dan Bapak Dr. Ubaidillah Arief, M. Pd. I, selaku Sekertaris Jurusan Pendidikan Sains yang telah memberikan arahan dan motivasi selama proses studi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember.

4. Ibu Dr. Hj. Umi Farihah, M.M, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi ayng telah memberikan waktunya untuk membimbing dan memberikan persetujuan judul skripsi ini.

5. Ibu Rosita Fitrah Dewi, S. Pd., M. Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

6. Seluruh Dosen Program Studi Tadris Biologi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember, yang telah memberikan ilmu dan mencurahkan doanya sehingga penulis telah sampai pada tahap ini.

7. Ibu Dra. Henik S, selaku guru mta pelajaran biologi kelas X di SMAN 1 Bangorejo yang telah membantu peneliti dalam proses penelitian untuk menyelesaikan skirpsi ini.

8. Siswa/siswa kelas X dan XI IPA SMAN 1 Bangorejo tahun ajaran 2022/2023 Jember, 19 November 2022

Penulis

(9)

ix DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 10

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan ... 10

D. Spesifikasi Produk Yang Diharapkan ... 11

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan... 12

F. Asumsi Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ... 13

G. Definisi Istilah ... 14

BAB II KAJIAN TEORI ... 16

A. Penelitian Terdahulu ... 16

B. Kajian Teori ... 23

(10)

x

C. Kerangka Berfikir... 65

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 68

A. Model Penelitian dan Pengembangan ... 68

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan ... 68

C. Uji Coba Produk ... 78

1. Desain Uji Coba ... 79

2. Subjek Uji Coba ... 80

3. Jenis Data ... 81

4. Instrumen Pengumpulan Data ... 82

5. Teknik Analisis Data ... 93

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 98

A. Penyajian Data Uji Coba ... 98

B. Analisis Data ... 147

C. Revisi Produk ... 157

BAB V KAJIAN DAN SARAN ... 164

A. Kajian Produk yang Telah Direvisi ... 164

B. Saran Pemanfaatan, Diseminasi, dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut ... 167

DAFTAR PUSTAKA ... 169 LAMPIRAN

(11)

xi

DAFTAR TABEL

No Uraian Hal

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu Dengan

Penelitian Yang Dilakukan ... 21

Tabel 3.1 Capaian Pembelajaran ... 70

Tabel 3.2 Tujuan Pembelajaran... 71

Tabel 3.3 Alur Tujuan Pembelajaran ... 71

Tabel 3.4 Kisi-kisi Lembar Validasi Ahli Bahasa ... 83

Tabel 3.5 Kisi-kisi Lembar Validasi Ahli Materi ... 84

Tabel 3.6 Kisi-kisi Lembar Validasi Ahli Media ... 84

Tabel 3.7 Kisi-kisi Lembar Validasi oleh Guru ... 85

Tabel 3.8 Kisi-kisi Lembar Respon Siswa ... 86

Tabel 3.9 Analisis Validitas Soal ... 90

Tabel 3.10 Hasil Uji daya Beda Soal ... 91

Tabel 3.11 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal ... 92

Tabel 3.12 Hasil Uji Coba Soal... 93

Tabel 3.13 Kriteria Uji Validitas Bahan Ajar ... 94

Tabel 3.14 Kriteria Hasil Respon Siswa ... 95

Tabel 4.1 Capaian Pembelajaran ... 101

Tabel 4.2 Tujuan Pembelajaran... 102

Tabel 4.3 Alur Tujuan Pembelajaran ... 102

Tabel 4.4 Kisi-Kisi Soal Pretest dan Posttest ... 110

Tabe 4.5 Hasil pembuatan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Menggunakan Perangkat Lunak Microsoft Word 2016 ... 116

Tabel 4.6 Hasil Validasi Ahli Bahasa ... 127

Tabel 4.7 Hasil Validasi Ahli Materi ... 129

Tabel 4.8 Hasil Validasi Ahli Media... 131

(12)

xii

Tabel 4.9 Hasil Validasi Oleh Guru Biologi ... 133

Tabel 4.10 Hasil Data Uji Respon Siswa ... 134

Tabel 4.11 Hasil Data Uji respon Siswa Kelompok Besar ... 137

Tabel 4.12 Hasil Nilai Pretest dan Posttest ... 140

Tabel 4.13 Hasil Paired Sample Statistics ... 142

Tabel 4.14 Hasil Paired Sample Correlations ... 143

Tabel 4.15 Hasil Uji Hipotesis Paired Sample t Test ... 144

Tabel 4.16 Hasil Validasi Ahli Bahasa ... 147

Tabel 4.17 Hasil Validasi Ahli Materi ... 149

Tabel 4.18 Hasil Validasi Ahli Media... 151

Tabel 4.19 Hasil Validasi Oleh Guru Biologi ... 153

Tabel 4.20 Revisi Produk Oleh Ahli Bahasa ... 158

Tabel 4.21 Revisi Produk Oleh Ahli Materi ... 160

Tabel 4.22 Revisi Produk Oleh Ahli Media ... 161

Tabel 4.23 Revisi Produk Oleh Guru Biologi ... 163

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal

Gambar 3.1 Storyboard Modul Elektronik ... 73

Gambar 4.1 Hasil Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 99

Gambar 4.2 Hasil Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 99

Gambar 4.3 Hasil Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 104

Gambar 4.4 Hasil Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 105

Gambar 4.5 Storyboard Modul Elektronik ... 109

Gambar 4.6 Mengedit File PDF Modul Elektronik ... 122

Gambar 4.7 Memberikan Fitur Go To Page Pada Ikon Home,Ikon Next, Ikon Previous Untuk Menuju Ke Halaman Yang Dituju... 123

Gambar 4.8 Memberikan Fitur Link Pada Sub Ayo Berhopotesisi Dan Evaluasi ... 123

Gambar 4.9 Menambahkan Video Pada Materi ... 124

Gambar 4.10 Petunjuk Penggunaan Modul Elektronik... 125

Gambar 4.11 Petunjuk Penggunaan Ikon Pada Modul Elektronik ... 125

Gambar 4.12 Hasil Uji Normalitas... 141

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

No. Uraian Hal

Lampiran 1. Lembar Pernyataan Keaslian Tulisan ... 172

Lampiran 2. Matriks Penelitian ... 173

Lampiran 3. Pedoman Wawancara Guru Biologi ... 174

Lampiran 4. Hasil Wawancara Guru Biologi ... 175

Lampiran 5. Angket Analisis Kebutuhan Siswa ... 177

Lampiran 6. Kisi-kisi Instrumen Validasi Ahli ... 180

Lampiran 7. Lembar Angket Validasi Ahli... 185

Lampiran 8. Hasil Validasi Ahli ... 194

Lampiran 9. Modul Ajar ... 205

Lampiran 10. Kisi-kisi Angket Respon Siswa ... 211

Lampiran 11. Angket Respon Siswa ... 214

Lampiran 12. Hasil Rekapitulasi Respon Siswa ... 218

Lampiran 13. Hasil Lembar Respon Siswa ... 220

Lampiran 14. Kisi-kisi Soal Pretest dan Postest ... 222

Lampiran 15. Hasil Validasi Soal ... 231

Lampiran 16. Hasil Rekapitulasi Nilai Pretest dan Postest ... 233

Lampiran 17. Hasil Pretest dan Postest Siswa... 234

Lampiran 18. Surat Izin Penelitian... 236

Lampiran 19. Surat Keterangan Selesai Penelitian ... 237

Lampiran 20. Jurnal Penelitian ... 238

Lampiran 21. Dokumentasi ... 239

Lampiran 22. Hasil Uji SPSS ... 240

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu proses kegiatan yang terencana dalam mewujudkan suasana pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan ketrampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Yusuf, 2018: 9).

Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional menyatakan “Tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa dan beriman terhadap Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, mandiri, berpengalaman, ahli serta menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan membelajarkan siswa yang dinilai dari perubahan perilaku dan meningkatnya pengetahuan dan pengalaman pada diri siswa. Pembelajaran dirancang untuk mendukung proses belajar siswa di sekolah. Proses pembelajaran yang menyenangkan akan mendorong motivasi, prakarsa, dan tanggung jawab siswa untuk belajar.

Semangat dan motivasi siswa ini akan mendorong dan mempengaruhi pola pikir serta perubahan sikap siswa ke arah yang lebih baik, sehingga

(16)

diharapkan dapat membuat proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik.

Pembelajaran biologi pada hakikatnya merupakan salah satu pembelajaran yang menyediakan pengalaman belajar langsung bagi siswa dalam memahami dan menemukan konsep biologi, proses sains dan sikap ilmiah. Tujuan pembelajaran biologi adalah untuk memberikan informasi, pikiran-pikiran dan nilai-nilai yang berupa konsep, fakta dan proses yang terjadi di alam kepada siswa. Melalui pembelajaran biologi siswa dilatih untuk menemukan fakta dan konsep alam sekitar melalui proses penemuan, observasi dan eksperimen. Pemahaman konsep dalam materi biologi sangat dibutuhkan siswa dalam pengintegrasian alam dan teknologi. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang kesulitan dalam memahami konsep biologi yang dapat menyebabkan miskonsepsi pada siswa terhadap materi biologi. Salah satu penyokong yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dan materi biologi adalah bahan ajar inovatif yang digunakan oleh guru.

Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Secara garis besar bahan ajar terdiri atas pengetahuan, keterampilan serta sikap yang harus dipelajari dan dipahami siswa untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Bahan ajar yang dimaksud bisa berupa tertulis ataupun bahan yang tidak tertulis (Penggabean, 2020:3).

(17)

Dalam al-Qur’an surah Al-alaq ayat 3-5, yang berbunyi:





























Artinya: Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (QS. Al-‘Alaq: 3-5) (Departemen Agama Republik Indonesia, 2020: 597).

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah memperintahkan manusia untuk senantiasa membaca guna mengetahui ilmu pengetahuan melalui berbagai sumber. Sama halnya dengan bahan ajar. Bahan ajar memuat materi pembelajaran, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi siswa.

Sehingga siswa dapat memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru

Bahan ajar merupakan salah satu syarat untuk mencapai pembelajaranyang efesien dan efektif. Oleh sebab itu, bahan ajar memiliki peran yang sangat penting bagi siswa dan guru. Tanpa adanya bahan ajar, guru dan siswa akan sulit untuk mencapai tujuan pembelajran yang telah ditentukan. Setiap bahan ajar yang digunakan memiliki karakteristik yang spesifik dan unik. Artinya isi bahan ajar yang akan dibuat dirancang dengan khusus untuk audien tertentu dalam suatu proses pembelajaran tertentu dan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Selain itu, sistematika cara penyampaian bahan ajar juga harus disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik yang menggunakannya (Penggabean, 2020:5).

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan teknologi dan informasi dapat digunakan oleh guru sebagai inovasi dalam pengembangan bahan ajar. Bahan

(18)

ajar yang baik adalah bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunaannya, yaitu kebutuhan yang didasari oleh faktor geografis, etnografis, dan karakteristik kekayaan daerah serta sesuai dengan perkembangan zaman (Hadi, 2018:823). Banyak sekali pengembangan bahan ajar yang sudah memanfaatkan tekonologi komunikasi dan informasi seperti aplikasi dan internet. Salah satu bahan ajar yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi dan internet adalah modul elektronik.

Menurut KBBI online (2016), modul adalah program belajar mengajar yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan dari guru, yang didalamnya memuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, materi pelajaran, alat yang dibutuhkan, serta alat untuk menilai dan mengukur keberhasilan murid dalam penyelesaian pembelajaran. Modul elektronik merupakan pengembembangan bahan ajar modul yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang didalamnya dapat memuat gambar, animasi, audio, dan video.

Modul elektronik sendiri merupakan bagian dari electronic based learning yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam penggunaan serta pembelajarannya. Pembelajaran dan penggunaan E-modul dapat menggunakan internet, PDF, ataupun perangkat lunak lainnya.

Penyusunan E-modul dapat menggunakan aplikasi multimedia yang didalamnya bisa memuat berbagai gambar, video, grafik, bahkan animasi sekalipun. Salah satu perangkat lunak yang dirancang untuk mengkonversi file pdf kehalaman balik publikasi digital atau digital book adalah aplikasi

(19)

Flip PDF Corporate . Salah satu keunggulan perangkat lunak ini yaitu dapat merubah tampilan file PDF menjadi lebih menarik seperti layaknya sebuah buku. Perangkat lunak ini didalamnya mengandung berbagai unsur seperti teks, gambar, animasi, video, link dan suara menjadi satu kesatuan penyajian yang dapat diaplikasikan secara offline (Wibowo, 2018:149). Penggunaan e- modul sendiri dapat diakses dimana saja dan kapan saja, sehingga memudahkan siswa dalam belajar biologi.

Modul elektronik memiliki beberapa kelebihan, diantaranya memiliki sifat interaktif dan adaptif yang telah terbukti dalam penelitian Susanti (2021). Pada penelitian tersebut terbukti bahwa modul elektronik sangat layak digunakan dan praktis. Hal tersebut berdasarkan hasil respon siswa sebesar 77,5%. Selain itu, pada penelitian Amwalina Khoirul Fadhilah (2021), juga menunjukkan bahwa penggunaan modul elektronik biologi berbasis inuiri termbimbing efektif digunakan berdasarkan hasil uji efektivitas menggunakan N-Gain Score dalam kategori tingi yaitu sebesar 56.6704.

Inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar dan mendorong siswa untuk menemukan konsep dan prinsip sendiri. Tujuan dari model pembelajaran ini adalah membantu siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang diperlukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar keingintahuan mereka. Siswa mungkin memiliki rasa ingin tahu mengapa peristiwa itu terjadi, memperoleh dan mengolah data secara logis, dan agar siswa mengembangkan strategi intelektual secara umum yang dapat

(20)

digunakan untuk mendapatkan jawabannya (Nilakusimawati, 2012: 20-21).

Model pembelajaran ini melibatkan siswa dalam menemukan pemahaman untuk menyelidiki, mulai dari melakukan pengamatan, mengajukan pertanyaan, merencanakan penyelidikan, mengumpulkan data atau informasi dan melakukan penyelidikan, menganalisi data, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan (Nurdyansyah, 2016: 139).

Materi yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah virus.

Virus merupakan salah satu materi yang terdapat dalam pembelajaran biologi untuk siswa SMA kelas X IPA. Pada materi virus terdapat beberapa sub-bab materi yang diajarkan, antara lain ciri-ciri virus, struktur virus, cara replikasi virus, peranan virus yang menguntungkan ataupun merugikan dalam kehidupan sehari-hari (Harahap, 2021:72). Virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Virus tampak seperti makhluk hidup karena mampu berkembangbiak, namun virus bukanlah makhluk hidup karena dapat dikristalkan dan tidak memiliki protoplasma.

Virus merupakan parasit obligat, karena virus tidak dapat berkembangbiak ataupun menjalankan proses metabolisnya tanpa adanya sel inang.

Kebanyakan virus bersifat merugikan karena dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan (Puspaningsih dkk, 2021:31). Virus merupakan salah satu materi bilogi yang bersifat kompleks dan abstrak, sehingga materi tersebut sulit dipahami oleh siswa (Istifarini dkk, 2012:123).

(21)

SMA Negeri 1 Bangorejo merupakan salah satu sekolah negeri yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi tepatnya berada di Jl. Bhayangkara No.10, Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru biologi SMAN 1 Bangorejo didapatkan data bahwa kurikulum yang digunakan di SMAN 1 Bangorejo menggunakan kurikulum merdeka belajar.

Dalam penerapan kurikulum merdeka belajar ini, bahan ajar yang digunakan masih menggunakan buku paket kurikulum 2013.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran biologi di SMAN 1 Bangorejo adalah buku paket dan LKS, dan belum terdapat bahan ajar lain, seperti modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate ataupun modul elektronik yang berbasis inkuiri terbimbing. Guru biologi juga menyatakan bahwa materi virus merupakan materi yang tergolong sulit dipahami oleh siswa, dikarenakan banyak menggunakan istilah latin dan bersifat abstrak. Bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran pada materi virus hanyalah buku LKS dan buku paket. Selain itu,menurut guru biologi pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa cenderung pasif dan kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Salah satu penyebab kepasifan siswa serta kemalasan siswa dalam belajar adalah kurangnya inovasi dalam sumber belajar ataupun bahan ajar yang digunakan siswa.

(22)

Berdasarkan hasil pemberian angket analisis kebutuhan dan wawancara yang telah dilakukan pada beberapa siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Bangorejo, 56,3% siswa sulit memahami pembelajaran biologi, 100

% siswa memiliki smartphone, bahan ajar yang digunakan berupa LKS, 75%

siswa kesulitan memahami bahan ajar dan bahan ajar tersebut belum menarik minat belajar, 75% siswa belum pernah menggunakan bahan ajar modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri learning, 93,8%

siswa membutuhkan pengembangan bahan ajar modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri learning, 100% siswa setuju diadakan pengembangan bahan ajar modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri learning.

Berdasarkan hasil pemberian angket gaya belajar, didapatkan hasil bahwa siswa memiliki gaya belajar audiovisual. Selain itu, mereka juga memaparkan lebih memahami materi yang mencantumkan gambar atau ilustrasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Oleh karena itu, visualisasi dan pengemasan materi yang baik penting dilakukan guna membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Pengvisualisasian dan pengemasan materi yang baik dapat dilakukan dengan mengembangkan bahan ajar. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan di SMAN 1 Bangorejo adalah modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing.

Pengembangan modul elektronik ini disusun berdasarkan langkah- langkah inkuiri terbimbing dengan bantuan aplikasi Flip PDF Corporate .

(23)

Hal tersebut dikarenakan, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kemenristekdikti Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran sains biologi dilakukan melalui pendekatan inkuiri. Selain itu, melalui inkuiri terbimbing ini siswa akan dilatih belajar secara mandiri, sehingga siswa tidak bergantung kepada guru sebagai satu- satunya sumber belajar. Hal tersebut sesuai dengan salah satu karakteristik modul bahwa siswa dapata membelajarkan diri sendiri dan tidak bergantung pada pihak lain (self instructional). Oleh karena itu peneliti mengambil model pembelajaran inkuiri terbimbing yang akan diterapkan pada pengembangan bahan ajar modul elektronik ini.

Kebaharuan pada penelitian dan pengembangan ini dibandingkan dengan penelitian terdahulu adalah peneliti mengembangkan bahan ajar modul elektronik biologi berbantuan aplikasi Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus. Penelitian ini serupa dengan penelitian terdahulu, namun pada penelitian terdahulu belum ada yang mengembangkan bahan ajar modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus.

Berdasarkan uraian diatas maka diperlukan pengembangan bahan ajar untuk menunjang pembelajaran biologi di SMAN 1 Bangorejo, khususnya pada kelas X. Hal tersebutlah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Modul Berbantuan Flip PDF

(24)

Corporate Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Virus untuk Siswa Kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, berikut merupakan rumusan masalah dalam penelitian ini:

1. Bagaimana kevalidan modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023?.

2. Bagaimana respon siswa terhadap modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023?.

3. Bagaimana keefektifan modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023?.

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini antara lain:

1. Mendeskripsikan kevalidan modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023.

2. Mendeskripsikan hasil respon siswa terhadap modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk

(25)

siswa kelas X SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi Tahun Pelajaran 2022/2023.

3. Mengetahui keefektifan modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus untuk siswa kelas X IPA SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi tahun ajaran 2022/2023.

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Spesifikasi produk yang diharapkan pada penelitian ini antara lain:

1. Modul elektronik yang dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing

2. Materi yang ditampilkan dalam modul disesuaikan dengan capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada materi virus.

3. Muatan materi yang ditampilkan dalam modul elektronik berasal dari buku, jurnal dan referensi lain yang relevan serta sumbernya dapat dipertanggung jawabkan.

4. Modul elektronik dikembangkan dengan menonjolkan langkah-langkah inkuiri terbimbing yang disimbolkan dengan ikon-ikon yang berbeda pada setiap langkahnya.

5. Modul elektronik yang dikembangkan terdiri dari tiga bagian yaitu:

pendahuluan, inti dan penutup dengan gambar dan warna yang menarik.

6. Modul elektronik dikembangkan menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate yang hasil akhirnya dapat digunakan secara online.

Penggunaan secara online dikarenakan terdapat beberapa bagian yang

(26)

membutuhkan akses internet seperti pengerjaan beberapa soal kegiatan pembelajaran.

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan 1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian pengembangan ini diharapkan mampu memberikan inovasi baru yang dapat digunakan sebagai bahan ajar sehingga dapat membantu siswa dalam mempelajari biologi secara mandiri dan untuk menarik minat siswa agar dapat memahami materi biologi dengan baik, cepat, dan efektif.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru

Membantu guru dalam mengembangkan bahan ajar yang variatif, khususnya dalam mengembangkan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran biologi.

b. Bagi Siswa

Membantu siswa dalam meningkatkan minat belajar biologi dan membantu siswa dalam memahami materi virus yang diajarkan karena ditunjang dengan adanya gambar dan video. Serta menambah sumber belajar siswa dalam belajar biologi.

c. Bagi Sekolah

Diharapkan dapat menambah bahan ajar, referensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran biologi di sekolah. Sehingga dapat

(27)

meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya pada pembelajaran biologi.

d. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong peneliti untuk mengembangkan bahan ajar pada pembelajaran, khususnya biologi.

Serta diharapkan dapat digunakan sebagai literatur atau referensi sebagai masukan penelitian pengembangan bahan ajar.

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pemgembangan 1. Asumsi Penelitian

a. Modul elektronik dapat distandarisasi melalui uji validitas, uji pratikalitas, dan uji efektivitas.

b. Modul elektronik dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar khususnya pada materi virus.

2. Keterbatasan Penelitian

a. Pengembangan bahan ajar ini hanya terbatas pada materi kelas X IPA Semester ganjil yaitu pada materi virus.

b. Modul elektronik ini hanya bisa digunakan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing.

c. Modul elektronik ini disusun menggunakan langkah-langkah inkuiri terbimbing.

d. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model ADDIE.

(28)

G. Definisi Istilah

Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini antara lain:

1. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi suatu produk. Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis, design, development, implemenation, and evaluation).

2. Modul Elektronik Berbantuan File PDF Corporate Berbasis Inkuiri Terbimbing

Modul elektronik dalam penelitian ini adalah modul yang dibuat dengan bantuan aplikasi file PDF corporate dan berbasis inkuiri terbimbing. File PDF corporate merupakan salah satu aplikasi multimedia yang dapat digunakan untuk mengembangkan suatu bahan ajar, sehingga didalam bahan ajar yang dikembangkan dapat memuat video, gambar, animasi, dan suara. Pada modul elektronik ini disusun berdasarkan langkah-langkah inkuiri terbimbing, yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, membuat kesimpulan.

3. Virus

Virus merupakan salah satu materi kelas X yang diajarkan di semester 1. Materi virus merupakan materi fakta, yang didalamnya

(29)

membahas mengenai pengertian virus, ciri-ciri umum virus, reproduksi virus dan peranan virus.

(30)

16 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka

1. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang penulis gunakan sebagai referensi penelitian ini meliputi:

a. Amrullah pada tahun 2022 “ Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk E- Book Berbantuan Aplikasi Flip Pdf Corporate Edition Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII Di SMP Plus Az Zahroh Malang”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan model ADDIE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji materi sebesar 100%, ahli desain media 95% dan guru Pembelajaran IPS 95%

sehingga tingkat kevalidan media termasuk kedalam kategori valid.

Hasil analisis angket respon siswa menunjukkan presentase sebesar 91,1%, sehingga termasuk kedalam kategori media yang menarik.

Hasil nilai pre-test memiliki nilai dengan rerata sebesar 45 dan nilai post-test dengan nilai rerata sebesar 83,8 yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar sebesar 38,8, serta memiliki perhitungan n-gain skor yang berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 0,71.

Sehingga bahan ajar berbentuk e-book efektif dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Plus Az-Zahroh Malang.

(31)

b. Sulistyana pada tahun 2022 “Pengembangan E-Modul Mosiry Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses Sains (KPS) Terpadu pada Materi Sistem Imun”. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4-D. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas E-Modul Mosiry berbasis guided inquiry dalam meningkatkan KPS terpadu siswa kelas XI pada materi system imun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki kategori sangat layak dengan hasil validasi ahli media sebesar 95,31%, validasi ahli materi sebesar 96,43%, ahli pembelajaran sebesar 77,50%, validasi guru sebesar 90,63% dan respon siswa sebesar 90,63%. Pada uji fektivitas didapatkan hasil bahwa e-modul mosiry yang dikembangkan cukup efektiv, dapat diketahui melalui nilai pre-test dan post-test siswa yang dihitung menggunakan rumus N-Gain. Berdasarkan uji N-Gain, diketahui N- Gain score kelas kontrol yaitu -27.0064, yang berarti pembelajaran yang belum melatihkan penyelidikan tidak efektif untuk meningkatkan KPS terpadu siswa, sedangkan kelas eksperimen memiliki NGain score sebesar 56.6704 yang berarti pembelajaran dengan menggunakan E-Modul Mosiry cukup efektif untuk meningkatkan KPS terpadu siswa.

(32)

c. Susanti, dkk pada tahun 2021 “Pengembangan E-Modul Berbasis Flip PDF Corporate Pada Materi Luas Dan Volume Bola”. Jenis penelitaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Borg & Gall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran yang berupa e-modul berbasis Flip PDF Corporate pada materi luas dan volume bola yang valid, praktis, dan efektif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk ke dalam kategori sangat valid, dengan nilai angket validitas dari ahli materi sebesar 93,4% dan ahli media sebesar 95,6%. Bahan ajar e-modul yang dikembangkan dalam penelitian ini termasuk ke dalam kategori praktis, dengan nilai angket rata-rata kepraktisan uji coba pada siswa adalah 77,5%. Pada uji independent sample t test dari hasil tes diperoleh nilai thitung adalah 5,592 dan ttabel adalah 2,080. Karena nilai thitung > ttabel maka terdapat perbedaan nilai rata-rata kelas kontrol dan eksperimen serta juga diketahui rata-rata kelas eksperimen yaitu 79,50 lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 63,85. Dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis Flip PDF Corporate pada materi luas dan volume bola valid, praktis dan efektif.

d. Maulana pada tahun 2020 “Pengembangan E-Modul Flipbook Berbantuan Flip PDF Professional dengan Pendekatan Situation Based

(33)

Learning (SBL) Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Kelas VIII Di SMP Negeri 12 Bandar Lampung”.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Model penelitian dan pengembangan pada penelitian ini menggunakan ADDIE. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa E-modul flipbook berbantuan flip PDF corporate dengan mengadaptasi pendekatan Situation Based Learning (SBL) pada penyajian materinya, selain itu pada penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas produk. Modul elektronik yang dikembangkan termasuk kedalam kategori valid dengan skor rata-rata 3,47 oleh ahli materi dan skor rata-rata sebesar 3,56. Respon peserta didik dalam uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh 9 peserta didik dari kelas VIII I, produk dinyatakan

“Sangat Menarik” dengan rata-rata skor sebesar 3,43 dan pada uji coba kelompok besar yang dilakukan pada 31 peserta didik kelas VIII H, mendapat skor rata-rata sebesar 3,44 dengan interpretasi “Sangat Menarik”. Tingkat efektivitas dari modul yang dikembangkan dihitung dengan menggunakan rumus Effect Size. Yang mana hasil perhitungan effect size sebesar 0,55 dengan kategori “Sedang” untuk kelas eksperimen, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya mendapat hasil sebesar 0,45. Dengan demikian, didapat suatu kesimpulan bahwa produk yang dikembangkan yakni berupa E-Modul Flipbook berbantuan Flip PDF Professional dengan pendekatan

(34)

Situation Based Learning (SBL) pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Kelas VIII SMP dinyatakan valid, menarik dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

e. Restiana Putri pada tahun 2019 “Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Sistem Pencernaan Kelas XI MA Assalam Al-Islami”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) yang mengacu pada prosedur Borg&Gall. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk modul biologi berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem pencernaan yang tergambar pada kegiatan pembelajaran dan tes formatif dengan level kognitif C1 sampai C6. Kelayakan modul berdasarkan hasil validasi bahasa sebesar 83 % sehingga dikategorikan layak. Hasil validasi materi sebesar 95% yang dikategorikan sangat layak, validasi penyajian bahan ajar sebesar 95 % yang dikategorikan sangat layak. Hasil uji lapangan skala kecil diperoleh nilai rata-rata 89% yang dikategorikan layak.

(35)

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Yang Dilakukan

No. Judul Penelitian Peneliti Persamaan Perbedaan 1. Pengembangan

Bahan Ajar

Berbentuk E-Book Berbantuan Aplikasi Flip Pdf Corporate Edition Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII Di SMP Plus Az Zahroh Malang

Mohammad Abid Amrullah

a. Bahan ajar yang

dikembangk an

berbantuan aplikasi Flip PDF

Corporate b. Model

penelitian dan

pengembang an ADDIE

a. Bahan ajar yang

dikembangk an E-Book b. Bahan ajar

yang dikembangk an tidak berbasis inkuiri terbimbing c. Mata

pelajaran IPS kelas VII

2. Pengembangan E- Modul Mosiry Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan

Ketrampilan Proses Sains (KPS) Terpadu pada Materi Sistem Imun

Yanti Sulistyana

a. Bahan ajar yang

dikembangk an modul elektronik b. Berbasis

inkuiri terbimbing

a. Model penelitian dan

pengemban gan 4-D b. Bahan ajar

yang dikembangk an tidak berbantuan aplikasi Flip PDF

Corprate c. Materi

sistem imun untuk kelas XI

3. Pengembangan E- Modul Berbasis Flip PDF Corporate Pada Materi Luas Dan Volume Bola

Erina Dwi Susanti, Ummu Sholihah

a. Bahan ajar yang

dikembangka

n modul

elektronik b. Bahan ajar

yang

dikembangka

a. Model penelitian dan

pengemban gan Borg &

Gall

b. Bahan ajar yang

(36)

n berbantuan aplikasi Flip PDF

Corporate

dikembangk an tidak berbasis inkuiri terbimbing c. Materi luas

dan volume bola

4. Pengembangan E- Modul Flipbook Berbantuan Flip PDF Professional dengan Pendekatan Situation Based Learning (SBL) Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Kelas VIII Di SMP Negeri 12 Bandar Lampung

Iqbal Maulana a. Bahan ajar yang

dikembangk an modul elektronik b. Bahan ajar

yang dikembangk an

berbantuan aplikasi Flip PDF

Corporate c. Model

penelitian dan

pengembang an ADDIE

a. Baha ajar yang

dikembanga kan tidak berbasis inkuiri terbimbing b. Materi

sistem persamaan dua variable (SPLDV) kelas VIII

5. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Sistem Pencernaan Kelas XI MA Assalam Al- Islami

Wahyu Restiana Putri

a. Bahan ajar yang

dikembangk an berbasis inkuiri terbimbing

a. Model penelitian dan

pengembang an Borg &

Gall

b. Bahan ajar yang

dikembangk an tidak berbantuan aplikasi Flip PDF

Corporate c. Materi

sistem pencernaan kelas XI Sumber: Dokumen Pribadi

(37)

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan. Pada penelitian terdahulu merupakan penelitian yang berbasis inkuiri terbimbing yang tidak berbantuan aplikasi Flip PDF Corporate dan penelitian yang berbantuan aplikasi Flip PDF Corporate yang tidak berbasis inkuiri terbimbing. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan juga berbeda mulai dari 4-D, ADDIE dan Borg & Gall. Materi yang dikembangkan juga bervariatif, mulai dari materi matematika SMP kelas VII, VIII dan materi biologi SMA kelas XI.

Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan bahan ajar modul elektronik biologi berbantuan aplikasi Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus. Penelitian ini serupa dengan penelitian terdahulu, namun pada penelitian terdahulu belum ada yang mengembangkan bahan ajar modul elektronik berbantuan Flip PDF Corporate berbasis inkuiri terbimbing pada materi virus. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, karena pada model ADDIE ini dianggap cocok untuk digunakan dalam mengembangkan bahan ajar modul.

B. Kajian Teori

1. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah yang digunakan untuk meneliti, merancang, membuat, meproduksi serta menguji validitas

(38)

produk yang telah dibuat (Sugiyono, 2015:30). Menurut Sa’adah dan Wahyu (2020:14), penelitian pengembangan adalah metode yang digunakan dalam suatu kajian ataupun tinjauan yang sistematik untuk mengembangkan dan memvalidasi suatu produk yang digunakan dalam bidang keilmuan. Selanjutnya menurut Hamzah (2020:1), peneltian pengembangan (R&D) adalah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan sebuah produk dan menguji efektivitasnya. Produk yang dimaksudkan tidak selalu berbentuk hardware (buku, modul, alat bantu pembelajaran dikelas dan laboratorium), tetapi juga perangkat lunak atau software.

Dalam konteks pendidikan, R&D disebut sebagai penelitian dan pengembangan pendidikan yang merupakan proses untuk membuat, mengembangkan dan memvalidasi produk-produk pendidikan seperti buku ajar, program pembelajaran, strategi, model, pelatihan pembelajaran dan lain-lain. Tahapan penelitian R&D diawali dengan potensi dan masalah, kemudian mengumpulkan informasi, mendesain produk, mevalidasi desain, memperbaiki desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, merevisi produk kembali, dan pembuatan produk massal (Sa’adah dan Wahyu, 2020:46).

Berdasarkan beberapa pengertian para ahli, dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan dalam suatu kajian yang sistematik untuk menciptakan, merancang, membuat, mengembangkan serta menguji validitas suatu

(39)

produk dalam bentuk hardware ataupun software untuk dimanfaatkan dalam bidang keilmuan ataupun pendidikan.

2. Model Penelitian dan Pengembangan

Model pengembangan merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang dihasilkan. Dalam penelitian dan pengembangan terdapat beberapa model pengembangan yang dapat digunakan dalam mengembangkan suatu produk. Pada penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE.

Menurut Branch (2009:2), ADDIE merupakan singkatan dari Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Konsep pendidikan untuk penerapan ADDIE adalah proses pembelajaran yang harus berpusat pada siswa, otentik, inovatif, dan inspiratif. Menggunakan proses ADDIE dalam membuat produk tetap menjadi salah satu alat yang paling efektif saat ini. Hal tersebut karena ADDIE merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai kerangka panduan untuk situasi yang kompleks, sehingga cocok digunakan untuk mengembangkan produk pendidikan dan sumber belajar yang efektif.

Model pengembangan ADDIE memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki prosedur dan pendekatan yang sistematis untuk pengembangan intruksional dan mengadaptasi prinsip desain pembelajaran. Selain itu model pengembangan ADDIE juga menggunakan pendekatan sistem yang membagi setiap proses perencanaan pembelajaran ke beberapa langkah ke dalam urutan-urutan

(40)

logis, kemudian menggunakan output dari setiap langkah sebagai input berikutnya. Model pengembangan ADDIE juga mempresentasikan panduan pengembangan yang dinamis (Cahyadi, 2019:39).

Menurut Branch (2009:2), terdapat lima tahapan dalam penelitian dan pengembangan model ADDIE, sebagai berikut:

a. Analyze (Analisis)

Tujuan dari tahap analisis adalah untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab kesenjangan kinerja. Pada tahap ini terdapat beberapa kegiatan yang terkait dengan fase analisis, antara lain:

1) Validate the Performance Gap (validasi kesenjangan pembelajaran)

Tujuan dari validasi kesenjangan pembelajaran ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran terkait kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Terdapat tiga langkah utama dalam validasi kesenjangan pembelajaran, antara lain meninjau proses pembelajaran, mengkonfirmasi pembelajaran yang diinginkan, dan mengidentifikasi penyebab kesenjangan pembelajaran (Branch, 2009:25-27).

2) Determine Instructional Goals (menentukan tujuan instruksional) Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan tujuan pembelajaran yang menanggapi kesenjangan pembelajaran yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Tujuan instruksional menggambarkan tugas akhir yang akan dilakukan

(41)

oleh siswa selama kegiatan pembelajaran. Menentukan tujuan instruksional dalam pembelajaran dilakukan dengan menganalisis kurikulum pendidikan (Branch, 2009:33-34)

3) Confirm the Intended Audience (konfirmasi audiens yang dituju) Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi pengalaman, kemampuan, kecenderungan dan motivasi siswa.

Terdapat beberafa faktor yang harus diperhatikan dalam menganalisis siswa antara lain: mengidentifikasi kelompok, karakteristik umum, jumlah siswa, lokasi siswa, tingkat pengalaman siswa, sikap siswa dan keterampilan yang berdampak pada potensi keberhasilan dalam lingkungan belajar (Branch, 2009:37-38).

4) Identify Required Resources (mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan)

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi sumber daya yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proses ADDIE. Terdapat empat sumber daya yang harus diidentifikasi antara lain: sumber daya bahan ajar, sumber daya teknologi, fasilitas pendidikan dan sumber daya manusia (Branch, 2009:39).

b. Design (desain)

Tahap desain merupakan tahapan yang dilakukan untuk memverifikasi produk yang diinginkan dan metode pengujian yang

(42)

sesuai. Pada tahap ini terdapat kegiatan yang perlu dilakukan, antara lain:

1) Conduct a Task Inventory (penyusunan daftar rancangan produk) Menurut Branch (2009:61-62), tujuan dari penyusunan daftar rancangan produk ini adalah untuk mengidentifikasi produk yang diperlukan untuk mencapai tujuan instruksional. Penyusunan daftar rancangan produk penting dilakukan karena untuk menentukan tampilan produk yang diinginkan, mengidentifikasi produk yang akan dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan, menyusun dan mencatat langkah-langkah yang diperlukan untuk merancang produk yang dikembangkan.

2) Compose Performance Objectives (menyusun tujuan pembuatan produk)

Pada kegiatan ini dilakukan untuk menyusun tujuan pembuatan produk yang mencakup komponen kondisi (kegiatan yang dilakukan siswa), komponen kinerja (keadaan penting dimana produk yang diharapkan terjadi) dan komponen kriteria (kualitas atau standar produk yang dapat diterima). Tujuan pembuatan produk memberikan panduan untuk menentukan metode pengujian yang tepat, pemilihan konten, pengembangan bahan ajar, menentukan strategi pembelajaran yang tepat, menilai kesiapan siswa, mengukur prestasi siswa, mengidentifikasi pengetahuan dan

(43)

keterampilan yang dibutuhkan oleh guru, menentukan sumber daya yang dibutuhkan (Branch, 2009:68-69).

3) Generate Testing Strategis (menghasilkan strategi pengujian) Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat strategi dalam menguji kinerja siswa dan bahan ajar yang dikembangkan.

Pengujian memberikan umpan balik terhadap guru, siswa, dan perancang. Pengujian memberikan umpan balik kepada guru tentang keberhasilan pembelajaran sedang terjadi. Pengujian memberikan umpan balik kepada siswa mengenai kemajuan yang telah dilakukan dalam menyelesaikan pembelajaran. Pengujian memberikan umpan balik kepada perancang mengenai seberapa baik produk yang digunakan untun memfasilitasi tujuan dan sasaran. Dalam menghasilkan strategi pengujian, perlu memperhatikan hal yang berkaitan dengan tugas, tujuan dan item tes (Branch, 2009:71-72)

c. Develop (pengembangan)

Tahapan pengembangan bertujuan untuk menghasilkan dan mevalidasi bahan ajar yang telah dipilih. Hasil akhir dari tahapan ini merupakan seperangkat bahan ajar yang komprehensif. Terdapat beberapa prosedur yang terkait dengan tahapan pengembangan, antara lain:

(44)

1) Generate Content (menghasilkan konten)

Tujuan dari prosedur ini adalah menghasilkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan produk bahan ajar. Produk bahan merupakan titik fokus untuk melibatkan siswa selama proses proses konstruksi pengetahuan. Produk bahan ajar harus diperkenalkan secara strategis selama sesi pembelajaran. Strategi instruksional menjadi sarana terbuka dimana pengetahuan, keterampilan, dan prosedur dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Strategi instruksional mengatur peristiwa eksternal yang terjadi selama proses pembelajaran (Branch, 2009:85).

2) Select or Develop Media (memilih atau mengembangkan bahan ajar)

Tujuan pada prosedur ini adalah memilih atau mengembangkan bahan ajar untuk mencapai tujuan pembuatan produk yang diinginkan. Bahan ajar dianggap sebagai alat untuk memperluas kemampuan guru dan siswa. Proses pemilihan bahan ajar yang ada atau pengembangan bahan ajar yang baru didasarkan karena beberapa alasan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, menyajikan dan memperkuat pengetahuan serta keterampilan, dan mengakomodasi gaya belajar siswa (Branch, 2009:97-98).

3) Develop Guidance for the Student (mengembangkan petunjuk untuk siswa)

(45)

Prosedur ini bertujuan untuk memberikan informasi dalam membimbing siswa melalui petunjuk. Petunjuk diberikan untuk meningkatkan pengalaman dalam proses belajar siswa (Branch, 2009:111)

4) Develop Guidance for the Teacher (mengembangkan petunjuk untuk guru)

Prosedur ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada guru untuk memfasilitasi proses pembelajaran. Pada bagian petunjuk untuk guru berfokus pada unsur-unsur yang memungkinkan guru untuk membimbing siswa melaui strategi pembelajaran yang telah direncanakan (Branch, 2009:118).

5) Conduct Formative Revisions (melakukan revisi formatif)

Pada prosedur ini bertujuan untuk merivisi produk yang dikembangkan serta merupakan proses sebelum implementasi.

Desainer instruksional menggunakan evaluasi untuk tujuan khusus yaitu memperbaiki instruksi yang dirancang sehingga dapat memenuhi tujuan dalam mengurangi kesenjangan pembelajaran.

Terdapat dua jenis evaluasi utama yang digunakan dalam pendekatan ADDIE, yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif merupakan proses pengumpulan data yang dapat digunakan untuk merevisi instruksi sebelum implementasi. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui keefektifan produk bahan ajar yang sedang dikembangkan serta mengidentifikasi

(46)

bagian-bagian produk bahan ajar yang perlu direvisi. Terdapat tiga fase dalam evaluasi ini, antara lain uji coba satu ke-satu, uji coba kelompok kecil. Sedangkan evaluasi sumatif merupakan proses pengumpulan data setelah tahapan implementasi. Penjelasan mengenai uji coba satu-ke-satu dan uji coba kelompok kecil sebagai berikut: (Branch, 2009:122-123).

a) Uji coba satu-ke-satu

Uji coba satu-ke-satu ini bertujuan untuk menghilangkan kesalahan yang paling jelas dari hasil pengembangan produk.

Uji coba satu-kesatu ini dilakukan dengan seorang ahli dengan tingkat kemampuan serta keahlian dalam suatu bidang. Data yang dihasilkan selama uji coba satu-ke-satu akan digunakan sebagai bahan untuk merivisi produk yang dikembangkan dan Kemudian dilanjutkan dengan melakukan uji coba kelompok kecil.

b) Uji coba kelompok kecil

Uji coba kelompok kecil digunakan untuk mengetahui keefektifan produk bahan ajar yang telah direvisi dari hasil uji coba satu-ke-satu dan untuk mengetahui respon siswa dalam kelompok kecil. Uji coba kelompok kecil mencakup skor kuisioner angket respon siswa. Jumlah optimal kelompok kelompok kecil adalah 8 sampai 20 siswa. Data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil kemudian diringkas dan

(47)

digunakan untuk melakukan revisi jika mendapatkan respon yang tidak baik. Namun apabila mendapatkan respon yang baik maka produk bahan ajar yang dikembangkan bisa duiji coba kelompok besar (uji coba lapangan).

d. Implement (implementasi)

Pada tahap implementasi ini bertujuan untuk mempersiapkan lingkungan belajar dengan melibatkan siswa. Pada tahap ini terdapat prosedur umum, sebagai berikut:

1) Prepare the Teacher (mempersiapkan guru)

Pada prosedur ini bertujuan untuk menyiapkan guru dalam memfasilitasi strategi pembelajaran dan bahan ajar yang baru dikembangkan. Guru memiliki peran untuk menjadi fasilitator utama dalam proses pembelajaran. Peranan guru sangat penting dalam setiap proses pembelajaran. Guru bertanggung jawab untuk memfasilitasi pembelajaran, memberikan bimbingan, memberikan materi pelajaran, serta membantu dalam penilaian dan evaluasi (Branch, 2009:133).

2) Prepare the Student (mempersiapkan siswa)

Pada prosedur ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa sehingga berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan berinteraksi secara efektif dengan bahan ajar yang baru dikembangkan (Branch, 2009:144).

(48)

e. Evaluate (evaluasi)

Tahap evaluasi bertujuan untuk menilai kualitas produk dan proses pembelajaran, baik sebelum ataupun sesudah tahap implementasi. Pada tahap ini terdapat prosedur umum, antara lain:

1) Determine Evaluation Criteria (menentukan kriteria evaluasi) Prosedur ini bertujuan untuk mengidentifikasi presepsi, pembelajaran, dan kinerja sebagai tiga tingkat utama evaluasi yang terkait dengan bahan ajar yang telah dikembangkan. Tujuan evaluasi dalam pendekatan desain instruksional adalah untuk menentukan apakah bahan ajar yang dikembangkan memenuhi standar yang telah ditetapkan pada tahap desain (Branch, 2009:152).

2) Select Evaluation Tools (menentukan alat evaluasi)

Pada prosedur ini bertujuan untuk menentukan atribut utama untuk setiap alat evaluasi dalam pendekatan ADDIE pada desain pembelajaran. Evaluasi digunakan secara keseluruhan untuk menggambarkan pengukuran yang mengacu pada kriteria yang memiliki potensi tinggi untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan mengenai bahan ajar layak digunakan atau tidak.

Terdapat berbagai alat pengukuran yang tersedia. Setiap alat ukur memiliki atributnya tersendiri yang menjadikannya efektif untuk jenis evaluasi tertentu. Contoh alat evaluasi antara lain survei,

(49)

kuesioner, wawancara, skala likert, ujian, observasi (Branch, 2009:160).

c) Conduct Evaluation (melakukan evaluasi)

Pada prosedur ini dilakukan evaluasi yang bertujuan membantu menilai kualitas pembelajaran dan menilai proses yang digunakan untuk menghasilkan sumber belajar. (Branch, 2009:162)

3. Bahan Ajar

a. Pengertian Bahan Ajar

Menurut Kosasih (2021:1), bahan ajar adalah sesuatu yang digunakan oleh guru ataupun siswa untuk memudahkan pembelajaran yang berupa buku bacaan, LKS, modul, maupun tayangan. Namun juga bisa berupa bahan digital, seperti buku elektronik, video pembelajaran.

Menurut Penggabean (2020:4), bahan ajar adalah salah satu perangkat materi pembelajaran yang disusun secara sistematis, serta dapat menampilkan secara utuh kompetensi yang harus dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Bahan ajar memuat materi-materi pembelajaran, metode, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

b. Peranan Bahan Ajar

Menurut Penggabean (2020:6-8), terdapat beberapa peranan bahan ajar, sebagai berikut:

(50)

1) Peran bahan ajar bagi guru

a) Adanya bahan ajar, siswa dapat ditugasi mempelajari terlebih dahulu topik pembelajaran yang akan diajarkan, sehingga guru tidak perlu menjelaskan secara rinci dan dapat menghemat waktu guru dalam mengajar.

b) Mengubah peran guru dari pengajar menjadi fasilitator.

c) Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.

2) Peran bahan ajar bagi siswa

a) Siswa dapat belajar tanpa kehadiran guru b) Siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja c) Siswa dapat menurut urutan yang dipilihnya sendiri d) Membantu potensi untuk menjadi pelajar mandiri 3) Peran bahan ajar dalam pembelajaran klassikal

a) Dapat dijadikan sebagai bahan yang tak terpisahkan dari buku utama

b) Dapat dijadikan pelengkap atau suplemen buku utama

c) Dapat digunakan untuk meningkatkan motovasi belajar siswa 4) Peran bahan ajar dalam pembelajaran individual

a) Sebagai media utama dalam proses pembelajaran

b) Alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa memperoleh informasi

c) Penunjang media pembelajaran individual lainnya

(51)

5) Peran bahan ajar dalam pembelajaran kelompok

a) Sebagai bahan terintegrasi dengan proses belajar kelompok b) Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama

c. Jenis-jenis Bahan Ajar

Menurut Kosasih (2021:18-44), terdapat beberapa jenis bahan ajar, sebagai berikut:

1) Modul

Modul adalah modul adalah paket belajar mandiri yang meliputi serangkaian pengalaman belajar yang direncanakan dan dirancang secara sistematis untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar. Modul merupakan bahan ajar cetak/non cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa.

2) LKS/LKPD

LKS/LKPD merupakan bahan ajar yang berupa lembar kerja atau kegiatan belajar siswa. LKS merupakan bahan ajar yang paling sederhana karena komponen-komponen didalamnya bukan uraian materi, melainkan lebih kepada sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum pembelajaran.

3) Handout

Handout merupakan rangkuman dari berbagai sumber lain yang berfungsi untuk mendukung, memperjelas, dan memperkaya

(52)

bahan ajar utama. Isi dari handout berasal dari berbagai referensi selain dari buku teks utama yang tetap relevan dengan indikator pembelajaran.

4. Modul Elektronik

a. Pengertian Modul Elektronik

Menurut Najuah dkk (2020: 7) modul adalah bahan ajar yang dibuat sendiri oleh pendidik guna memudahkan siswa dalam belajar dan memahami materi secara mandiri. Pada saat ini, modul sudah banyak dikembangkan. Terdapat dua jenis modul yang dikembangkan, yaitu modul elektronik dan modul cetak. Pengembangan modul elektronik dan modul cetak harus berdasarkan pada analisis permasalahan dan kebutuhan peserta didik.

Modul elektronik merupakan pengembembangan bahan ajar modul yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang didalamnya dapat memuat gambar, animasi, audio, dan video. Modul elektronik sendiri merupakan bagian dari electronic based learning yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam penggunaan serta pembelajarannya. Pembelajaran dan penggunaan E-modul dapat menggunakan internet, PDF, ataupun perangkat lunak lainnya. Penyusunan E-modul dapat menggunakan aplikasi multimedia yang didalamnya bisa memuat berbagai gambar, video, grafik, bahkan animasi sekalipun. Salah satu perangkat lunak yang dirancang untuk mengkonversi file pdf kehalaman balik publikasi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pernyataan Lidyawati (2015, p. 98), menyatakan bahwa kebiasaan generasi muda zaman sekarang yang lebih sering berinteraksi secara langsung dengan dunia maya (internet)

Skripsi yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Matematika Materi Lingkaran dengan Metode Penemuan Terbimbing untuk Siswa SMP Kelas VIII Semester 2” yang disusun

Pengembangan bahan ajar e-modul sebagai pendukung pembelajaran kurikulum 2013 pada materi ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa siswa kelas x akuntansi smk negeri

• File record dengan tipe baris yang sama, tetapi satu atau lebih kolom merupakan pilihan, jadi beberapa baris memiliki nilai untuk kolom tersebut, tapi yang lain tidak (disebut

Sedangkan dari hasil simulasi terhadap variabel customer pada gambar 5 dapat dilihat bahwa pada tahun pertama s/d tahun ke tiga mengalami pertumbuhan, namun mendekati

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 18 Surabaya, bahwa siswa menemukan banyak kesulitan untuk belajar Pendidikan Agama Islam, baik kesulitan untuk

N nlt dari komponen struktur tekan yang terdiri dari profil siku-ganda (   ) atau profil berbentuk T (  ), dengan elemen-elemen penampangnya mempunyai rasio lebar-. tebal,

Hasil perusahaan milik daerah merupakan pendapatan daerah dari keuntungan bersih perusahaan daerah yang berupa dana pembangunan daerah dan bagian untuk anggaran