• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Analisis Campur Kode Dalam Tabloid Soccer Edisi Desember 2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Analisis Campur Kode Dalam Tabloid Soccer Edisi Desember 2012."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Keragaman sosial dalam bahasa terdapat bilingualisme dan

multilingualisme dalam bahasa. Dalam bilingualisme atau multilingualisme,

penggunaan bahasa tidak hanya menggunakan satu bahasa melainkan lebih

dari satu bahasa. Manusia berusaha untuk berinteraksi dengan orang lain

dengan menggunakan berbagai macam bahasa seperti contoh orang Indonesia,

mereka berbicara lebih dari satu bahasa, mereka menggunakan bahasa Jawa

sebagai bahasa daerah dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa

nasional dan bahasa inggris sebagai bahasa internasional, maka dari itu sering

terjadi pencampuran bahasa jika mereka berkomunikasi dengan orang lain

yang berbeda bahasa.

Menurut penulis campur kode adalah percampuran antara dua bahasa

atau lebih dalam berkomunikasi. Campur kode dalam masyarakat Indonesia

saat ini masih banyak di jumpai. Hal ini disebabkan oleh banyaknya

masyarakat Indonesia yang mempunyai keragaman bahasa daerah yang masih

melestarikan budaya nusantara lewat bahasa, seni, kuliner, dan ragam

kebudayaan inilah yang membuat negara ini kaya akan keunikan bahasa

daerah yang dimiliki oleh masyarakat kita. Masyarakat Indonesia masih lekat

menggunakan bahasa daerahnya. Selain itu campur kode di Indonesia telah

sering meniru gaya kebarat-baratan terutama budaya barat. Alasan penulis

(2)

2

memilih judul penelitian tentang analisis campur kode dalam tabloid soccer

edisi Desember 2012 adalah di dalam isi tabloid soccer terdapat, kata dan

frase yang bercampur kode terutama bahasa asing (bahasa inggris).

Menurut penulis judul penelitian yang diteliti memiliki keunikan

tersendiri, yaitu bisa mengenal bahasa yang bercampur kode, isinya juga

menarik mengupas masalah sepak bola dari klub-klub terbaik eropa, dan tidak

ketinggalan juga klub dari Indonesia, berita terbaru tentang kompetisi

liga-liga eropa, gossip pemain sepak bola, membahas teknik dalam permainan

sepak bola dan futsal, selain itu juga membahas tentang istilah dalam sepak

bola dan futsal, serta menganalisis prediksi pertandingan yang akan

dilaksanakan di liga-liga terbaik eropa. Dengan demikian penulis sangat

tertarik meneliti masalah campur kode, jadi penulis memilih judul ini

mempunyai keunikan tersendiri, serta membuat penulis tertantang dalam

melakukan penelitian ini, oleh sebab itu penelitian ini sangat menarik dan

mempunyai daya tarik tersendiri terutama bagi penulis.

Di Indonesia, campur kode ini sering sekali terdapat dalam keadaan

orang berbincang-bincang, yang dicampur ialah bahasa Indonesia dan bahasa

daerah. Jikalau yang berbincang-bincang itu orang-orang yang terpelajar,

kita dapat juga melihat campur kode antara bahasa Indonesia (atau bahasa

(3)

3

Pembicaraan mengenai alih kode biasanya diikuti dengan pembicaraan

mengenai campur kode. Kedua peristiwa yang lazim terjadi dalam

masyarakat yang bilingual ini mempunyai kesamaan yang besar, sehingga

seringkali sukar dibedakan. Malah Hill dan Hill (1980 : 122) dalam

penelitian mereka mengenai masyarakat bilingual bahasa Spanyol dan Nahuatl

di kelompok Indian Meksiko, mengatakan bahwa tidak ada harapan untuk

dapat membedakan antara alih kode dan campur kode. (Leonie Agustin dan

Abdul Chaer, 1995: 151).

Kesamaan yang ada antara alih kode dan campur kode adalah

digunakannya dua bahasa atau lebih, atau dua varian dari sebuah bahasa

dalam satu masyarakat tutur. Banyak ragam pendapat mengenai beda

keduanya. Namun, yang jelas, kalau dalam alih kode setiap bahasa atau

ragam bahasa yang digunakan itu masih memiliki fungsi otonomi

masing-masing, dilakukan dengan sadar, dan sengaja dengan sebab-sebab tertentu

seperti yang sudah dibicarakan diatas. Sedangkan campur kode ada sebuah

kode utama atau kode dasar yang digunakan dan memiliki fungsi

keotonomiannya, sedangkan kode-kode lain yang terlibat dalam peristiwa

tutur itu hanyalah berupa serpihan-serpihan (pieces) saja, tanpa fungsi atau

keotonomian sebagai sebuah kode. (Leonie Agustin dan Abdul Chaer, 1995:

(4)

4

B. Perumusan Masalah

1. Bagaimanakah Wujud Campur Kode dalam Tabloid soccer edisi

Desember 2012?

2. Bagaimanakah Asal Campur Kode dalam Tabloid Soccer edisi Desember

2012?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini ada dua yaitu:

1. Mengidentifikasi Wujud Campur Kode dalam Tabloid Soccer edisi

Desember 2012.

2. Menganalisis Asal Campur Kode dalam Tabloid Soccer edisi Desember

2012.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat, baik secara teoritis maupun praktis:

1. Manfaat Teoritis

Dapat menambah khasanah kajian dalam bidang analisis campur

kode (sosilinguistik) khususnya dan linguistik umumnya.

2. Manfaat Praktis

Bagi pembaca, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi

tentang pemakaian bahasa campur kode dalam tabloid. Bagi peneliti lain

dapat digunakan bahan rujukan sejenis lebih lanjut. Penelitian ini terdapat

Referensi

Dokumen terkait

Adapun alasan penggunaan campur kode pada judul berita yakni sebagai need felling motive karena memang banyak bahasa asing atau bahasa daerah yang sudah menjadi

Pernyataan tersebut sejalan dengan pemikiran Chaer dan Leonie (2010:114) yaitu dalam alih kode, setiap bahasa atau ragam bahasa yang digunakan memiliki fungsi masing-masing,

Sedangkan alih kode ekstern terjadi antara bahasa sendiri (salah satu bahasa atau ragam yang ada dalam repertoire masyarakat tuturnya) dengan bahasa asing..

d) Alih kode dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Inggris 35.. Fungsi Alih Kode ... Faktor yang Melatarbelakangi Alih Kode ... Campur Kode dalam Khotbah Jangkep Sinode GKJ ...

Alih kode ekstern adalah alih kode yang berlangsung antar bahasa sendiri (salah satu bahasa atau ragam yang ada dalam verbal reportoir masyarakat tuturnya)

Masyarakat yang dwibahasa akan mengalami kontak bahasa sehingga melahirkan campur kode dan alih kode.2 Alih kode merupakan suatu fenomena kebahasaan yang bersifat sosiolinguistik dan

Jenis alih kode pada data diatas adalah alih kode ke dalam internal code switching karena tuturan menggunakan bahasa yang masih sekerabat dengan bahasa nasional yaitu bahasa Aceh.. Alih

Bentuk peristiwa tutur adalah monolog, dalam tuturan menunjukkan adanya alih kode internal yang dilakukan oleh Calon Kepala Desa dari bahasa Jawa ragam krama menuju ke bahasa Jawa ragam