• Tidak ada hasil yang ditemukan

Koreksi Diri pada Kesalahan Ujaran Bahasa Inggris oleh Karyawan DGITS Software House.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Koreksi Diri pada Kesalahan Ujaran Bahasa Inggris oleh Karyawan DGITS Software House."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

i

TESIS

KOREKSI DIRI

PADA KESALAHAN UJARAN BAHASA INGGRIS

OLEH KARYAWAN DGITS

SOFTWARE HOUSE

KETUT SANTI INDRIANI NIM 1490161054

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI LINGUISTIK

LINGUISTIK MURNI UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

ii

TESIS

KOREKSI DIRI

PADA KESALAHAN UJARAN BAHASA INGGRIS

OLEH KARYAWAN DGITS

SOFTWARE HOUSE

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister pada Program Magister, Program Studi Linguistik,

Program Pascasarjana Universitas Udayana

KETUT SANTI INDRIANI NIM 1490161054

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI LINGUISTIK

LINGUISTIK MURNI UNIVERSITAS UDAYANA

(3)
(4)

iv

LEMBAR PENETAPAN PANITIA PENGUJI

Tesis Ini Telah Diuji dan Dinilai

oleh Panitia Penguji pada

Program Pascasarjana Universitas Udayana

Tanggal 12 Juli 2016

Panitia Penguji Tesis, berdasarkan S.K. Rektor Universitas Udayana,

No: 2889/UN14.4/HK/2016

Tanggal 12 Juli 2016

Ketua : Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A.

Anggota :

1. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, M.Hum.

2. Prof. Dr. Drs. I Wayan Simpen, M.Hum.

3. Dr. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A.

(5)
(6)

vi

UCAPAN TERIMAKASIH

Segala hormat, pujian, dan ucapan syukur saya panjatkan kehadapan

Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus atas kebaikan, kemurahan, dan kasih

setia yang melimpah dalam sepanjang kehidupan saya. Hanya kasih karunia yang

melimpah yang memampukan saya untuk menyelesaikan tesis dengan judul

Koreksi Diri pada Kesalahan Ujaran Bahasa Inggris oleh Karyawan DGITS

Software House. Begitu besar kasih Bapa yang menguatkan saya selama proses

penyelesaian tesis ini. Tidak henti-hentinya saya rasakan kebaikan Tuhan Yesus

yang menolong saat saya mengalami kesulitan dalam proses penelitian. Roh

Kudus dengan lembut dan sabar membimbing saya dan memberikan hikmat

sepanjang proses penulisan tesis ini. Begitu banyak bimbingan, dukungan, dan

perhatian yang diberikan kepada saya oleh berbagai pihak dalam proses penulisan

tesis ini.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih yang

sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Drs. I. B. Putra Yadnya, M.A. selaku Pembimbing I

dan Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, M.Hum. selaku Pembimbing II untuk waktu,

dukungan dan bimbingan yang tak henti-hentinya selalu diberikan kepada saya.

Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada Rektor Universitas Udayana dan

Direktur Program Pascasarjana atas kesempatan yang diberikan kepada saya

untuk menempuh pendidikan pascasarjana di institusi yang beliau pimpin serta

secara khusus kepada Ketua dan Sekretaris Program Magister Linguistik atas

arahan dan bimbingan yang diberikan selama saya menmpuh pendidikan di

(7)

vii

tidak lupa saya sampaikan kepada Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. selaku

Pembimbing Akademik atas arahan dan dukungan yang diberikan kepada saya.

Terimakasih juga saya sampaikan kepada panitia penguji tesisi atas koreksi dan

saran yang diberikan untuk penyempurnaan penulisan tesis ini.Ucapan

terimakasih yang sebesar-besarnya juga saya sampaikan kepada seluruh dosen

pengajar pada Konsentrasi Linguistik Murni atas ilmu dan pengetahuan yang

sudah diberikan kepada saya selama saya menempuh pendidikan magister.

Bantuan secara administrasi adalah bantuan yang tidak kalah penting bagi saya

dalam menyelesaikan pendidikan magister. Untuk itu, ucapan terimakasih saya

sampaikan kepada Pak Ebuh, Mbok Komang, Pak Sadra dan Bu Agung atas

bantuan yang diberikan kepada saya selama pengurusan administrasi pendidikan

magister.

Family is a circle of strength and love. Having somewhere to go is home,

having someone to love is family and having both is blessing. Keluarga adalah

bagian terpenting yang mendukung saya selama saya menyelesaikan pendidikan

magister. Terimakasih kepada suami tercinta, I Nyoman Kristriyanto, atas segala

cinta, kasih, pengertian, dukungan, dan kesiagaan untuk selalu menemanimommy

kapanpun mommy membutuhkan. Terimakasih karena selalu mengajak “Si

Cantik” pergi bersenang-senang agar mommy dapat menyelesaikan tugas-tugas

kuliah. Terimakasih kepada anak mommy tercinta, Putu Shawna Ellery Achazia

Kristriyanto atas dukungan dan semangat yang selalu diberikan ke mommy.

Terimakasih karena sudah menjadi anak sabar yang menemani mommy melewati

masa pendidikan magister. I love you both. Terimakasih yang tulus juga saya

(8)

viii

yang selalu dipanjatkan untuk kesuksesan pendidikan saya. Terimakasih

kakak-kakak tercinta, Mbak Wulan, Mbak Nuang, dan Mas Handa serta

kemenekan-kemenakan tersayang, Nio, Acha, dan Vindra. Kalian selalu ada untuk

menghibur, menguatkan, dan mendukung saya.

Best friends are people who make your problems their problem, just so

you don’t have to go through them alone. Terimakasih untuk sahabat-sahabat

yang tergabung dalam Group Suka-Suka Hati, Si Baper Gung Novi, Double

Trouble Tamie dan Putri, Si Polos Veny, serta Si Cuek Diah. Kalian selalu

menjadi tempat curahan hati dan tempat mengadu saat ada yang tidak berjalan

sesuai rencana. Terimakasih pula kepada seluruh teman-teman mahasiswa

Konsentrasi Linguistik Murni angkatan 2014 atas kenangan masa pendidikan

magister yang indah.

Kiranya Tuhan Yesus Kristus akan melimpahkan kasih karunia atas

kehidupan setiap pihak yang sudah membantu saya dalam penulisan tesis ini.

Akhir kata, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang akan berguna

bagi tulisan selanjutnya.

Denpasar, 12 Juli 2016

(9)

ix ABSTRAK

KOREKSI DIRI PADA KESALAHAN UJARAN BAHASA INGGRIS

OLEH KARYAWAN DGITSSOFTWARE HOUSE

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori kesalahan ujaran bahasa Inggris, jenis koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris, dan pengaruh koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris terhadap peningkatan ketepatan berbicara oleh karyawan DGITS Software House. Sumber data pada penelitian ini adalah enam orang staf pemrogram DGITS Software House yang mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan yang berupa ujaran bahasa Inggris karyawan DGITS Software House pada saat kegiatan berbicara saat mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Data dianalisis secara kualitatif kuantitatif dengan metode penyajian hasil analisis berupa metode formal dan informal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kesalahan ujaran bahasa Inggris yang teridentifikasi oleh karyawan DGITS Software Houseterdiri atas empat bentuk kesalahan, yaitu kesalahan kategori linguistik, kesalahan taksonomi siasat permukaan, kesalahan taksonomi komparatif, dan kesalahan taksonomi efek komunikatif. kesalahan taksonomi komparatif, dan kesalahan taksonomi efek komunikatif. Kesalahan kategori linguistik terdiri atas delapan belas kesalahan morfologis, dua puluh tiga kesalahan sintaksis, dan enam belas kesalahan transformasi. Kesalahan taksonomi siasat permukaan teridiri dari delapan buah kesalahan penghilangan, enam buah kesalahan penambahan, dua buah kesalahan pengurutan, dan tidak ditemukan kategori kesalahan pembentukan. Kesalahan taksonomi komparatif yang ditemukan terdiri atas tujuh puluh tiga kesalahan perkembangan dan satu buah kesalahan interfensi. Kategori kesalahan taksonomi komparatif lainnya, yaitu kesalahan taksa tidak ditemukan. Kesalahan taksonomi efek komunikatif yang ditemukan hanya kesalahan lokal sebanyak seratus empat puluh tujuh buah. Sementara itu, kesalahan efek komunikatif lainnya, yaitu kesalahan global tidak ditemukan. Jenis koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris yang ditemukan adalah koreksi pesan yang berbeda, koreksi kesesuaian, koreksi kesalahan, dan koreksi tersembunyi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris yang dilakukan oleh karyawan DGITS

Software Housedapat meningkatkan ketepatan berbicara.

(10)

x ABSTRACT

SELF CORRECTION ON ENGLISH SPEECH ERROR BY DGITS SOFTWARE HOUSE EMPLOYEES

This research is aimed to analyze the error category of English speech, the types of correction on English speech error and the influence of self-correction on English speech error to the speaking accuracy by DGITS Software House employees. The data sourcse in this study are six programmers of DGITS Software House who joined an English training. Data was collected by applying scrutinizing method in the form of recording and note taking techniques. The type of the data in this research is spoken data in the form of oral English speech of DGITS Software House employees taken during the speaking activities of the English training. The data is analyzed qualitatively and quantitatively presented by applying formal and informal methods.

The results of this study indicate that the forms of English speech errors identified by DGITS Software House employees consists of four forms of error, those are linguistical error category, surface tactics taxonomic error, comparative taxonomic errors, and communicative effect taxonomic errors. Linguistical error category consists of eighteen morphological mistakes, twenty three syntactical error and sixteen transformation errors. Surface tactics taxonomic error consists of eight omission errors, six addition errors, two sequencing errors and none of the establishment categories. Comparative taxonomic errors consists of seventy three developmental errors and one interference error. Other comparative taxonomic error was not found in the data. The only communicative effect taxonomic error found in the data was a hundred and forty-seven local error. Meanwhile, other communicative effect taxonomic error, the global error, was not found. Types of self-correction on errors found in English speech by DGITS Software House employees are different message correction, correction of conformity, error correction, and covert correction. In addition, the results also show that self-correction in the English speech errors committed by employees DGITS Software House can increase the accuracy of speech

(11)

i

TESIS

KOREKSI DIRI

PADA KESALAHAN UJARAN BAHASA INGGRIS

OLEH KARYAWAN DGITS

SOFTWARE HOUSE

KETUT SANTI INDRIANI NIM 1490161054

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI LINGUISTIK

LINGUISTIK MURNI UNIVERSITAS UDAYANA

(12)

ii

TESIS

KOREKSI DIRI

PADA KESALAHAN UJARAN BAHASA INGGRIS

OLEH KARYAWAN DGITS

SOFTWARE HOUSE

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister pada Program Magister, Program Studi Linguistik,

Program Pascasarjana Universitas Udayana

KETUT SANTI INDRIANI NIM 1490161054

PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI LINGUISTIK

LINGUISTIK MURNI UNIVERSITAS UDAYANA

(13)
(14)

iv

LEMBAR PENETAPAN PANITIA PENGUJI

Tesis Ini Telah Diuji dan Dinilai

oleh Panitia Penguji pada

Program Pascasarjana Universitas Udayana

Tanggal 12 Juli 2016

Panitia Penguji Tesis, berdasarkan S.K. Rektor Universitas Udayana,

No: 2889/UN14.4/HK/2016

Tanggal 12 Juli 2016

Ketua : Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A.

Anggota :

1. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, M.Hum.

2. Prof. Dr. Drs. I Wayan Simpen, M.Hum.

3. Dr. I Gusti Ayu Gde Sosiowati, M.A.

(15)
(16)

vi

UCAPAN TERIMAKASIH

Segala hormat, pujian, dan ucapan syukur saya panjatkan kehadapan

Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus atas kebaikan, kemurahan, dan kasih

setia yang melimpah dalam sepanjang kehidupan saya. Hanya kasih karunia yang

melimpah yang memampukan saya untuk menyelesaikan tesis dengan judul

Koreksi Diri pada Kesalahan Ujaran Bahasa Inggris oleh Karyawan DGITS

Software House. Begitu besar kasih Bapa yang menguatkan saya selama proses

penyelesaian tesis ini. Tidak henti-hentinya saya rasakan kebaikan Tuhan Yesus

yang menolong saat saya mengalami kesulitan dalam proses penelitian. Roh

Kudus dengan lembut dan sabar membimbing saya dan memberikan hikmat

sepanjang proses penulisan tesis ini. Begitu banyak bimbingan, dukungan, dan

perhatian yang diberikan kepada saya oleh berbagai pihak dalam proses penulisan

tesis ini.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih yang

sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Drs. I. B. Putra Yadnya, M.A. selaku Pembimbing I

dan Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, M.Hum. selaku Pembimbing II untuk waktu,

dukungan dan bimbingan yang tak henti-hentinya selalu diberikan kepada saya.

Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada Rektor Universitas Udayana dan

Direktur Program Pascasarjana atas kesempatan yang diberikan kepada saya

untuk menempuh pendidikan pascasarjana di institusi yang beliau pimpin serta

secara khusus kepada Ketua dan Sekretaris Program Magister Linguistik atas

arahan dan bimbingan yang diberikan selama saya menmpuh pendidikan di

(17)

vii

tidak lupa saya sampaikan kepada Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. selaku

Pembimbing Akademik atas arahan dan dukungan yang diberikan kepada saya.

Terimakasih juga saya sampaikan kepada panitia penguji tesisi atas koreksi dan

saran yang diberikan untuk penyempurnaan penulisan tesis ini.Ucapan

terimakasih yang sebesar-besarnya juga saya sampaikan kepada seluruh dosen

pengajar pada Konsentrasi Linguistik Murni atas ilmu dan pengetahuan yang

sudah diberikan kepada saya selama saya menempuh pendidikan magister.

Bantuan secara administrasi adalah bantuan yang tidak kalah penting bagi saya

dalam menyelesaikan pendidikan magister. Untuk itu, ucapan terimakasih saya

sampaikan kepada Pak Ebuh, Mbok Komang, Pak Sadra dan Bu Agung atas

bantuan yang diberikan kepada saya selama pengurusan administrasi pendidikan

magister.

Family is a circle of strength and love. Having somewhere to go is home,

having someone to love is family and having both is blessing. Keluarga adalah

bagian terpenting yang mendukung saya selama saya menyelesaikan pendidikan

magister. Terimakasih kepada suami tercinta, I Nyoman Kristriyanto, atas segala

cinta, kasih, pengertian, dukungan, dan kesiagaan untuk selalu menemanimommy

kapanpun mommy membutuhkan. Terimakasih karena selalu mengajak “Si

Cantik” pergi bersenang-senang agar mommy dapat menyelesaikan tugas-tugas

kuliah. Terimakasih kepada anak mommy tercinta, Putu Shawna Ellery Achazia

Kristriyanto atas dukungan dan semangat yang selalu diberikan ke mommy.

Terimakasih karena sudah menjadi anak sabar yang menemani mommy melewati

masa pendidikan magister. I love you both. Terimakasih yang tulus juga saya

(18)

viii

yang selalu dipanjatkan untuk kesuksesan pendidikan saya. Terimakasih

kakak-kakak tercinta, Mbak Wulan, Mbak Nuang, dan Mas Handa serta

kemenekan-kemenakan tersayang, Nio, Acha, dan Vindra. Kalian selalu ada untuk

menghibur, menguatkan, dan mendukung saya.

Best friends are people who make your problems their problem, just so

you don’t have to go through them alone. Terimakasih untuk sahabat-sahabat

yang tergabung dalam Group Suka-Suka Hati, Si Baper Gung Novi, Double

Trouble Tamie dan Putri, Si Polos Veny, serta Si Cuek Diah. Kalian selalu

menjadi tempat curahan hati dan tempat mengadu saat ada yang tidak berjalan

sesuai rencana. Terimakasih pula kepada seluruh teman-teman mahasiswa

Konsentrasi Linguistik Murni angkatan 2014 atas kenangan masa pendidikan

magister yang indah.

Kiranya Tuhan Yesus Kristus akan melimpahkan kasih karunia atas

kehidupan setiap pihak yang sudah membantu saya dalam penulisan tesis ini.

Akhir kata, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang akan berguna

bagi tulisan selanjutnya.

Denpasar, 12 Juli 2016

(19)

ix ABSTRAK

KOREKSI DIRI PADA KESALAHAN UJARAN BAHASA INGGRIS

OLEH KARYAWAN DGITSSOFTWARE HOUSE

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori kesalahan ujaran bahasa Inggris, jenis koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris, dan pengaruh koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris terhadap peningkatan ketepatan berbicara oleh karyawan DGITS Software House. Sumber data pada penelitian ini adalah enam orang staf pemrogram DGITS Software House yang mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan yang berupa ujaran bahasa Inggris karyawan DGITS Software House pada saat kegiatan berbicara saat mengikuti pelatihan bahasa Inggris. Data dianalisis secara kualitatif kuantitatif dengan metode penyajian hasil analisis berupa metode formal dan informal.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kesalahan ujaran bahasa Inggris yang teridentifikasi oleh karyawan DGITS Software Houseterdiri atas empat bentuk kesalahan, yaitu kesalahan kategori linguistik, kesalahan taksonomi siasat permukaan, kesalahan taksonomi komparatif, dan kesalahan taksonomi efek komunikatif. kesalahan taksonomi komparatif, dan kesalahan taksonomi efek komunikatif. Kesalahan kategori linguistik terdiri atas delapan belas kesalahan morfologis, dua puluh tiga kesalahan sintaksis, dan enam belas kesalahan transformasi. Kesalahan taksonomi siasat permukaan teridiri dari delapan buah kesalahan penghilangan, enam buah kesalahan penambahan, dua buah kesalahan pengurutan, dan tidak ditemukan kategori kesalahan pembentukan. Kesalahan taksonomi komparatif yang ditemukan terdiri atas tujuh puluh tiga kesalahan perkembangan dan satu buah kesalahan interfensi. Kategori kesalahan taksonomi komparatif lainnya, yaitu kesalahan taksa tidak ditemukan. Kesalahan taksonomi efek komunikatif yang ditemukan hanya kesalahan lokal sebanyak seratus empat puluh tujuh buah. Sementara itu, kesalahan efek komunikatif lainnya, yaitu kesalahan global tidak ditemukan. Jenis koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris yang ditemukan adalah koreksi pesan yang berbeda, koreksi kesesuaian, koreksi kesalahan, dan koreksi tersembunyi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris yang dilakukan oleh karyawan DGITS

Software Housedapat meningkatkan ketepatan berbicara.

(20)

x ABSTRACT

SELF CORRECTION ON ENGLISH SPEECH ERROR BY DGITS SOFTWARE HOUSE EMPLOYEES

This research is aimed to analyze the error category of English speech, the types of correction on English speech error and the influence of self-correction on English speech error to the speaking accuracy by DGITS Software House employees. The data sourcse in this study are six programmers of DGITS Software House who joined an English training. Data was collected by applying scrutinizing method in the form of recording and note taking techniques. The type of the data in this research is spoken data in the form of oral English speech of DGITS Software House employees taken during the speaking activities of the English training. The data is analyzed qualitatively and quantitatively presented by applying formal and informal methods.

The results of this study indicate that the forms of English speech errors identified by DGITS Software House employees consists of four forms of error, those are linguistical error category, surface tactics taxonomic error, comparative taxonomic errors, and communicative effect taxonomic errors. Linguistical error category consists of eighteen morphological mistakes, twenty three syntactical error and sixteen transformation errors. Surface tactics taxonomic error consists of eight omission errors, six addition errors, two sequencing errors and none of the establishment categories. Comparative taxonomic errors consists of seventy three developmental errors and one interference error. Other comparative taxonomic error was not found in the data. The only communicative effect taxonomic error found in the data was a hundred and forty-seven local error. Meanwhile, other communicative effect taxonomic error, the global error, was not found. Types of self-correction on errors found in English speech by DGITS Software House employees are different message correction, correction of conformity, error correction, and covert correction. In addition, the results also show that self-correction in the English speech errors committed by employees DGITS Software House can increase the accuracy of speech

(21)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Steiberg dan Sciarini (2013:3) mendefinisikan psikolinguistik sebagai ilmu

yang mencakup tiga hal utama, yaitu pemerolehan bahasa (language acquisition),

pemahaman bahasa (language comprehension), dan proses menghasilkan bahasa

(language production). Pemerolehan bahasa adalah proses yang terjadi ketika

manusia memperoleh kapasitas untuk menerima dan memahami bahasa. Selain itu

juga untuk menghasilkan bahasa menggunakan kata-kata dan kalimat untuk

berkomunikasi. Pemerolehan bahasa lebih mengacu pada pemerolehan bahasa

pertama (B1). Pemahaman bahasa adalah kemampuan untuk mengekstraksi

makna yang terdapat dalam bahasa, sedangkan proses menghasilkan bahasa

adalah proses yang melibatkan kemampuan untuk berbicara atau menulis

menggunakan bahasa. Pemahaman bahasa akan berkembang lebih cepat daripada

proses menghasilkan bahasa.

Pada tahap menghasilkan bahasa, kemampuan berbicara akan sangat

berbeda jika dibandingkan dengan kemampuan menulis. Jika dalam aktivitas

menghasilkan bahasa dalam bentuk tulisan, seseorang mempunyai kesempatan

untuk mengolah konsep tata bahasa dan bank kosakata yang dimilikinya untuk

dituangkan ke dalam bentuk kalimat yang tepat, baik dari segi gramatika maupun

dari segi pilihan kata. Namun, sangat berbeda halnya dengan aspek

(22)

2

mempunyai waktu yang sangat terbatas untuk merangkai kata-kata menjadi

sebuah kalimat yang tepat, baik dari segi gramatika maupun dari segi pilihan

kata.

Traxler dan Gernsbacher (2006:21) menyatakan bahwa proses

menghasilkan bahasa lisan meliputi tiga tahapan utama. Ketiga tahapan yang

dimaksud, yaitu menentukan apa yang hendak disampaikan, menentukan cara

mengekspresikannya, dan mengekspresikan hal yang hendak disampaikan.

Secara lebih mengkhusus, Levelt (1989:27) menyatakan bahwa sebuah

ujaran dihasilkan melalui beberapa tahapan, yakni konseptualisasi, formulasi,

artikulasi, dan pemantauan diri. Pada tahapan terakhir, yakni pemantauan diri,

penutur akan meninjau kembali ujaran yang dihasilkannya dan melakukan koreksi

apabila terdapat kesalahan dalam ujarannya. Penutur mampu memperbaiki

kesalahan mereka sendiri (self-corrected) dengan menggunakan pengetahuan

linguistik yang dimilikinya.

Schegloff dkk. (1977:362) menjelaskan bahwa koreksi diri pada kesalahan

ujaran terjadi ketika penutur menghentikan ujarannya dan memulai perbaikan

terhadap kesalahan ujarannya. Koreksi diri terhadap kesalahan ujaran tersebut

merupakan cerminan dari alokasi perhatian terhadap kesenjangan pengetahuan

linguistik penutur sendiri.

Sebagai salah satu wujud tahapan pemantauan diri (self monitoring) dalam

menghasilkan ujaran, koreksi diri menunjukkan pemahaman dan tanggung jawab

seseorang terhadap bahasa yang dipelajarinya. Pada akhirnya, koreksi diri akan

(23)

3

Koreksi diri juga akan membuat seseorang menjadi lebih percaya diri karena

merasa mampu memperbaiki kesalahannya sendiri atau mampu menghasilkan

bahasa yang lebih baik.

Richard dan Lockhart (1996:188) menyatakan bahwa koreksi terhadap

kesalahan adalah sebuah respons yang diberikan terhadap isi dan bentuk ujaran

yang dihasilkan oleh seorang penutur. Jika yang menjadi fokus adalah bentuk

bahasa, maka koreksi terhadap kesalahan harus memberikan refleksi terhadap

bentuk yang salah sehingga dapat dihasilkan bentuk yang tepat.

Terdapat banyak hal yang perlu dicermati ketika koreksi terhadap

kesalahan itu dilakukan, bentuk kesalahan yang diperbaiki, berapa banyak

kesalahan yang diperbaiki, dan bagaimana koreksi terhadap kesalahan itu

dilakukan. Oleh karena itu, koreksi terhadap kesalahan sesungguhnya bisa

menjadi kompleks karena semua faktor ini akan memengaruhi keberhasilannya

(Stern, 1992:51).

Untuk menemukan sebuah metode koreksi terhadap kesalahan yang

efektif, sangatlah penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang sifat

kesalahan yang akan dikoreksi. Corder (1967) dalam Cook (1995:21)

menjelaskan bahwa kesalahan adalah bentuk kemampuan penutur untuk menguji

hipotesis mereka tentang sifat bahasa yang digunakan.

Koreksi diri terhadap kesalahan ujaran dapat dilihat dengan jelas pada

proses pembelajaran bahasa kedua (B2). Dalam proses pembelajaran bahasa,

seseorang mampu melihat beberapa kesalahan mereka sendiri, melalui strategi

(24)

4

kesalahan tersebut untuk menghasilkan bahasa yang lebih baik. Hal ini dikenal

dengan istilah koreksi diri (Levelt dalam Scovel, 2002:29).

Proses pembelajaran B2 meliputi aspek membaca, mendengarkan,

menulis, dan berbicara. Proses ini mencakup sebuah usaha yang panjang dan

kompleks. Ketika seseorang menghasilkan ujaran dalam bahasa yang sedang

dipelajarinya, ia akan sepenuhnya dipengaruhi oleh usahanya untuk melampaui

batas-batas bahasa pertama (B1) ke bahasa baru, budaya yang baru, serta cara

berpikir dan cara bersikap yang baru (Brown, 2000:1).

Krashen (1987:74) menyatakan bahwa kesalahan merupakan sesuatu yang

tidak dapat dihindari. Di samping itu, jumlahnya akan sangat banyak ketika

seseorang belajar dan bereksperimen dalam menggunakan bahasa yang mereka

pelajari. Berkaitan dengan proses pembelajaran B2, seseorang yang dapat

mengoreksi ujaran yang dihasilkannya berarti memahami kesalahannya sendiri,

dapat mengidentifikasi kesalahan tersebut, dan pada akhirnya berusaha untuk

memperbaikinya. Jika seseorang mampu mengoreksi kesalahan ujaran yang

dilakukan, maka hal ini menunjukkan bahwa seseorang telah menyerap informasi

yang tepat tentang B2 yang sedang dipelajarainya. Seperti yang telah dijabarkan

di atas bahwa koreksi diri mendorong seseorang untuk bersikap lebih mandiri dan

lebih percaya diri dalam proses pembelajran B2, maka koreksi diri merupakan

unsur penting dalam pembelajaran B2.

Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan koreksi diri sudah banyak

dilkukan, tetapi terbatas hanya pada penelitian yang berkaitan dengan koreksi diri

(25)

5

mengkaji koreksi diri pada kesalahan ujaran. Mengingat bahwa koreksi diri

merupakan salah satu wujud pemantauan diri dalam proses menghasilkan sebuah

ujaran yang berkaitan dengan pemahaman bahasa yang digunakan, maka

penelitian ini membahas lebih rinci tentang koreksi diri pada ujaran bahasa

Inggris.

Sumber data penelitian ini adalah enam orang dari tiga puluh lima

karyawan DGITS Software House yang berfprofesi sebagai pemrogram yang

mendapatkan pelatihan bahasa Inggris. Keenam karyawan tersebut dipilih sebagai

sumber data karena menduduki tingkat kecakapan berbahasa Inggris yang sama

berdasarkan tes penempatan yang dilakukan pada awal pelatihan bahasa Inggris.

Pelatihan bahasa Inggris ini diberikan kepada karyawan sebagai sebuah program

yang diwajibkan. Kegiatan pelatihan bahasa Inggris tersebut dilakukan sebanyak

tiga kali seminggu dengan durasi setiap pertemuan selama sembilan puluh menit.

Pada saat perekrutan karyawan, telah diajukan persyaratan mampu

menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Namun, dalam perjalanannya, kendala

berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan klien acap kali muncul.

Kendala tersebut berkaitan dengan ujaran bahasa Inggris yang dihasilkan oleh

karyawan DGITS Software House yang masih banyak mengandung usur

kesalahan berbahasa. Kesalahan berbahasa yang muncul berada pada tatanan

fonologi hingga sintaksis. Dengan demikian, pelatihan bahasa Inggris ini

diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi

(26)

6

Pada saat kegiatan berbicara selama pelatihan bahasa Inggris yang

diadakan di DGITS Software House, ditemukan kesalahan ujaran bahasa Inggris

dan koreksi diri terhadap kesalahan ujaran bahasa Inggirs tersebut yang dilakukan

oleh peserta didik. Sementara itu, koreksi diri yang ditemukan untuk memperbaiki

kesalahan ujaran oleh karyawan DGITSSoftware Houseterdiri atas berbagai jenis

koreksi. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk

menemukan pemecahan dari beberapa permasalahan yang berkaitan dengan

fenomena tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Fraenkel dan Wallen (2009:20) mengibaratkan rumusan masalah dalam

sebuah penelitian sebagai panggung yang akan menjadi tempat pertunjukan bagi

unsur-unsur lain dalam sebuah penelitian. Rumusan masalah harus diawali dengan

latar belakang yang menjelaskan mengapa rumusan masalah itu muncul sabagai

hal yang sangat krusial dalam sebuah penelitian.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dalam subbab

sebelumnya, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yang diteliti dalam tulisan

kali ini. Penelitian ini merupakan penelitian yang memfokuskan analisis tentang

koreksi diri pada kesalahan ujaran bahasa Inggris. Adapun beberapa masalah

yang hendak diteliti berkaitan dengan hal di atas adalah sebagai berikut.

1. Kategori kesalahan ujaran bahasa Inggris apa sajakah yang dapat

(27)

7

2. Jenis koreksi diri apa sajakah yang dilakukan untuk memperbaiki

kesalahan ujaran bahasa Inggris tersebut?

3. Sejauh manakah koreksi diri pada kesalahan ujaran dapat meningkatkan

ketepatan berbicara karyawan DGITSSoftware House?

1.3 Tujuan Penelitian

Sebuah penelitian memiliki tujuan yang menjadi alasan utama mengapa

penelitian itu dilakukan. Tujuan penelitian adalah faktor yang mendorong

seorang peneliti untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian seolah-olah

menjadi titik akhir yang dituju dalam melakukan sebuah penelitian.

Tujuan sebuah penelitian dapat bersifat umum dan khusus. Tujuan umum

adalah tujuan yang hendak dicapai yang bersifat umum berkaitan dengan topik

kajian dalam penelitian. Tujuan khusus adalah tujuan yang bersifat lebih

terperinci berkaitan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam sebuah

penelitian.

1.3.1 Tujuan Umum

Kesalahan tidak hanya terjadi pada proses pemahaman bahasa, tetapi juga

dapat terjadi dalam proses menghasilkan bahasa, baik secara tertulis maupun

lisan. Kesalahan merupakan hal yang sangat mungkin terjadi dalam proses

menghasilkan sebuah ujaran, terlebih dalam menghasilkan ujaran B2 yang sedang

dipelajari. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengkaji koreksi diri pada

(28)

8 1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusus adalah yang hal menjadi kunci utama dalam pelaksanaan

penelitian ini. Tujuan khusus dari penelitian ini sebagai berikut.

1. Mengetahui kategori kesalahan ujaran yang dapat diidentifikasi oleh

karyawan DGITSSoftware House.

2. Mengetahui jenis koreksi diri yang muncul untuk memperbaiki kesalahan

ujaran bahasa Inggris.

3. Menganalisis pengaruh koreksi diri pada kesalahan ujaran terhadap

ketepatan berbicara.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan dalam

sebuah penelitian. Sebuah penelitian akan mempunyai nilai guna jika penelitian

yang dilakukan dapat memberikan manfaat kepada pembacanya. Penelitian ini

diharapkan dapat memberikan manfaat, baik manfaat teoritis dan manfaat praktis.

1.4.1 Manfaat Teoretis

Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya konsep atau teori yang

menyokong perkembangan ilmu psikolinguistik Penelitian ini diharapkan dapat

memberikan konsep-konsep baru mengenai proses menghasilkan bahasa,

khususnya proses menghasilkan ujaran dalam B2 yang sedang dipelajari dengan

(29)

9 1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini secara praktis diharapkan dapat menyumbangkan

pemikiran terhadap pemecahan masalah yang berkaitan dengan koreksi diri pada

proses menghasilkan ujaran. Mengingat bahwa koreksi diri merupakan salah

satu tolok ukur pemahaman seseorang terhadap bahasa yang dipelajarinya maka

penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi upaya peningkatan

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil wawancara dengan pihak BMT Nurul Ummah Ngasem Jawa Timur, dalam melakukan proses pengelolaan produk simpanan berjangka syariah (Si Jaka) BMT Nurul

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat berbagai pengaruh budaya Jepang dalam fashion interna- sional baik dari sisi bentuk, motif, teknik pewarnaan dan pembuatan tekstil..

Kopi tubruk mempunyai kandungan kafein sebesar 115 mg per 10 gram kopi atau setara 1-2 sendok Loyalitas konsumen pada umumnya merupakan suatu sikap konsumen yang loyal pilihan

Mengamati pertambahan jumlah tunas pisang Mas Kirana antara subkultur yang dilakukan, total tunas konstan diperoleh sampai subkultur ke4 dan subkultur ke 5, dari satu

Maka dari itu untuk mengatasinya diperlukan suatu sistem yang nantinya agar proses pemesanan menjadi lebih singkat dan efisien yaitu dengan membuat suatu website

This study used descriptive research, o study conducted to find out the procedures of the Payroll and wage Planning and Control of CV.. Bumi Anugrah Mandiri

Berdasarkan hasil evaluasi administrasi, evaluasi teknis dan evaluasi harga dan evaluasi kualifikasi maka Panitia Pengadaan Barang dan Jasa KPPBC TMP B Bandar Lampung

 Pricing: Delta price antara harga bahan bakar minyak dengan bahan bakar dari energi baru (gas/steam) serta energi terbarukan yang belum mampu mendorong konsumen untuk beralih